Anda di halaman 1dari 3

SKENARIO SIMULASI BANJIR BANDANG DI BULELENG

Desa seririt merupakan salah satu desa di kecamatan beleleng yang dekat sungai Saba
(Tukad Saba) yang merupakan salah satu sungai yang rawan terjadinya banjir bandang.
Desa tersebut rawan banjir pula karena air dari hutan perbatasan Buleleng dan Tabanan yang
mengalir ke empat sungai yakni tukad saba, tukad mas, sungai mendaum dan tukad anakan.

Skenario :

1. Pukul 08:00 hadir di lokasi dan menggunakan atribut lengkap (pelampung ,perahu
karet dan lain-lain )
2. Pukul 08:30 breafing
3. Pukul 09:00 simulasi bencana di mulai dengan bunyinya serina,kemudian seorang
narator membacakan skenaro.Dan warga mulai memerankan perannya.kepala desa
menginformasikan kepada BPBD Buleleng bahwa terhadi banjir bandang di desa
seririt kabupaten buleleng

Narasi : Pada suatu pagi, hujan terus mengguyur disertai angin kencang di desa seririt selama
sudah 3 hari. Masyarakat tidak mampu beraktivitas dengan optimal sebagaimana biasanya.
Akibat hujan yang terus menerus mengguyur tanpa henti menyebabkan sungai saba meluap dan
menyebabkan banjir bandang. Banjir bandang menenggelamkan belasan rumah warga dan
menyebabkan jembatan putus. Warga sekitar desa seririt berlarian menyelamatkan diri dan
harta benda yang tersisa. Kepala desa seririt menghubungi pihak BPBD Buleleng untuk
meminta bantuan. BPBD langsung berkoordinasi dengan organisasi-organisasi di bidang
kebencanaan, Kepolisian serta Rumah Sakit terdekat untuk proses evakuasi. Pihak BPBD juga
berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau peningkatan curah hujan yang terjadi di
Buleleng khususnya Desa Seririt. Kepala Desa Seririt menginformasikan akumulasi korban
yakni korban yang meninggal sejumlah 2 orang, mengalami luka-luka sejumlah 50 orang dan
yang masih dinyatakan hilang sejumlah 10 orang.

Warga : mulai terlihat mengungsi dan berusaha menyelamatkan barang – barang dan diri
mereka dari banjir yang terjadi

BPBD : tiba di daerah bencana dan terlihat seorang baminkantibnas sedang berpean
memberikan informasi kepada instansi instansi lain

Instansi : tiba di lokasi bencana

Narasi : setelah menerima informasi bencana yang terjadi di desa seririt,tim emergency mulai
berdatangan mulai dari tim SAR ,PMI,TIM MEDIS dan lain-lain.

Semua Instansi : datang kelokasi bencana dengan menggunakan kendaraaan masing-masing


dan rapat kordinasi serta menyiapkan alat-alat.

Narasi : setelah melakukan rapat kordinasi setiap tim bergegas melakukan tugas dan perannya
masing-masing sesuai dengan rapat kordinasi.
TIM Evakuasi Perahu Karet : bersama-bersama menuju lokasi perahu karet.Setelah samapi
di lokasi tersebut, tim mulai menyiapkan perahu yang telah stand by di lokasi dan mulai
bergerak mengevakuasi korban

TIM Evakusi Darat : mulai berkumpul dan melakukan pencarian evakuasi korban di daerah
sekitaran banjir

Tim Posko Medis : menuju lokasi tenda kesehatan dan Tim Medis membangun posko medis

Tim DVI : menuju lokasi tenda DVI kemudian standby di posko. Ketika TIM Medis
memastikan korban meninggal, korban meninggal kemudian dibawa keposko DVI, korban
diidentifikasi sesuai dengan prosedur

Tim Dapur Umum : menuju lokasi dapur umum, membangun tenda dapur umum dan
mempersiapkan peralatan-peralatan yang digunakan dalam pembuatan makanan untuk para
pengungsi

Tim Posko Pengungsian : menuju lokasi dan membangun tenda pengungsian dilokasi tersebut

Tim Komunikator : menuju titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya (posko induk/
informasi, posko medis/ DVI, dapur umum, posko pengungsian)

Ambulance : ambulance standby dan mengkoordinir rujukan pasien-pasien yang gawat ke


Rumah Sakit

Kepolisian : mengamankan daerah sekitar daerah bencana

Saat Pengevakuasian

Narator : Setelah persiapan perahu karet dan alat evakuasi lainnya . Tim tim evakuasi terlihat
mulai mencari korban dan mengevakuasi korban korban banjir.

Tim Evakuasi Perahu Karet : mengevakuasi korban banjir dan membawanya ke posko
medis.

Tim Evakuasi Darat : mengevakuasi korban di sekitaran daerah banjir dengan menggunakan
tandu dan alat evakuasi lainnya lalukorban yang didapat dibawa ke posko medis.

Tim Posko Medis : menangani korban korban yang berdatangan, Yang telah dievakuasi oleh
tim evakuasi.

Tim Posko Pengungsian : Membantu pengavakuasian 20 orang warga ke daerah pemukiman


ke tenda pengungsuian dan memberikan bantuan logistic yang dibantu oleh tim dapur umum.

Tim Dapur Umum : membantu TAGANA dalam pengevakuasian dari daerah pemukiman ke
tenda pengungsi dan memberi bantuan makanan kepada warga tenda pengungsi.

Polisi: Mengamankan daerah sekitar dan mengamankan proses pengevakuasian warga.


Transportasi: tetap standby dan bersiap merujuk korban dari post medis ke rumah sakit

Narasi: sementara korban -korban evakuasi dan di tangani oleh tim emergency bantuan –
bantuan pu mulai berdatangan dari berbagai daerah. Bagian logistic dan bantuan pun mulai di
bagikan oleh tim Dinas Sosial

Narasi 2 : setelah memberikan bantuan semua tim emergency yang telah melakukan
penanganan maupun evakuasi kembali berkumpul di posko informasi. Rapat kordinasi mulai di
lakukan dengan hasil penanganan bencana di daerah terebut telah di atasi dan penanganan
lanjutan di serahkan pada pemerintah daerah setempat.

Ending : demikian simulasi penanganan bencana.