Anda di halaman 1dari 10

1

HUBUNGAN PELAYANAN SPIRITUAL YANG DIBERIKAN


OLEH PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT
INAP DI PUSKESMAS GRIBIG KUDUS

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mencapai

Gelar Sarjana Keperawatan (S-1)

Oleh

Kelompok 14

1. Novia Fitriyani (820163080)


2. Riri Wijayanti (620163087)
3. Rizka Ayu Ardiyati (820163088)

JURUSAN S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
2019
2

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Pelayanan keperawatan adalah pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan berbentuk
pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu,
keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses
kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa bantuan, diberikan karena
adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan dan kurangnya
kemauan menuju kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara
mandiri (Dep Kes RI, 2001).
Perkembangan peradaban manusia telah memicu peningkatan kebutuhan dan
keinginan baik dalam jumlah, variasi jenis, dan tingkat mutu. Perkembangan ini
menimbulkan tantangan untuk pelayanan kesehatan (Prihantoro, 2012, p.145).
Salah satu upaya pelayanan kesehatan yaitu pelayanan keperawatan yang diberikan
oleh perawat. Perawat yang professional harus dibekali pengetahuan dasar
termasuk pengetahuan nilai-nilai spiritual (Sudarma, 2008, p.68).
Menurut World Health Organization (WHO), Keterkaitan antara dimensi agama
dan kesehatan menjadi sesuatu yang sangat penting. WHO sejak tahun 1984 telah
menambahkan, dimensi agama sebagai salah satu dari empat unsur penting
kesehatan. (Priharjo, 2008 dalam Ilhamsyah, dkk, 2013). Perawat harus memahami
tentang spritualitas dan bagaimana keyakinan spiritual mempengaruhi kehidupan
setiap orang (Potter & Perry, 2005, p.564). Pemenuhan kebutuhan spiritual yang
tidak terpenuhi akan menjadi suatu masalah seperti distres spiritual (Hidayat, 2009,
p.256). namun, hal ini tidak terlaksana dengan baik dikarenakan perawat masih
banyak melakukan pekerjaan yang sebetulnya bukan menjadi tanggung jawabnya
yang berdampak pada pelayanan (Depkes, 2001).
Hasil penelitian Badan Pusat Statistik (2012) bahwa persentase penduduk yang
mengalami keluhan kesehatan dari tahun 2003 hingga 2009 mengalami
peningkatan, yakni 24.41% (2003), 26.51% (2004), 26.68% (2005), 28.15% (2006),
30.90% (2007), 33.24% (2008), 33.68% (2009).
3

Pada penelitian Ilhamsyah, Elly, dan Veni (2013) tentang “Hubungan


pelaksanaan keperawatan spiritual dengan kepuasan spiritual pasien di ruang rawat
inap Puskesmas Undaan Kudus” yaitu terdapat hubungan antara pelaksanaan
keperawatan spiritual dengan kepuasan spiritual pasien. Berbeda dari hasil
penelitian Silfia (2015) secara umum menemukan bahwa Tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan kesehatan di Ruang Rawat Inap Puskesmas Kayen yang dilihat
dari perbandingan antara harapan dan kenyataan dari seluruh indikator
menunjukkan bahwa pasien belum puas dengan pelayanan kesehatan yang
diberikan.

Penelitian ini dilakukan pada 98 responden. Puskesmas Gribig Kudus


merupakan salah satu puskesmas yang mempunyai visi dan misi menjadi
puskesmas pusat pelayanan kesehatan masyarakat Islami. Berdasarkan hasil
wawancara peneliti, pada tanggal 8-12 Juli 2019 dengan 12 orang perawat
kesehatan di ruang inap Puskesmas Gribig Kudus, terdapat 2 orang perawat
mengatakan tidak semua pasien dapat diingatkan dan didampingi sholatnya karena
banyaknya pekerjaan yang perawat harus lakukan serta adanya persepsi takut salah
bila menasehati pasien, sedangkan untuk pershiftnya sendiri hanya terdiri 2-3 orang
sehingga tidak semua terpenuhi kebutuhan spiritualitas pasien. Peneliti juga
mewawancarai 5 pasien mengatakan bahwa perawat tidak pernah
menanyakan/mengajak untuk sholat, berdoa bersama dan sedikitnya waktu untuk
berbincang-bincang dengan perawat
Tujuan umum untuk mengetahui hubungan pelayanan spiritual yang diberikan
oleh perawat dengan kepuasan pasien dan tujuan khusus untuk mengetahui
hubungan pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat ditinjau dari menetapkan
kehadiran, berdoa, dukungan ibadah, dan sistem dukungan dengan kepuasan
pasien di Puskesmas Gribig Kudus.

Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang meliputi bukti


langsung (tangibles), keterhandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness),
kenyamanan (assurance) dan perhatian (empathy). Oleh karena itu peneliti akan
melakukan penelitian tentang hubungan persepsi pasien tentang kualitas pelayanan
keperawatan spiritual terhadap indeks kepuasan pasien di rawat inap di Puskesmas
Gribig Kudus.
4

Berdasarkan uraian fenomena di atas rendahnya angka persentase kepuasan


pasien dan mulai diterapkan pelayanan Islami, peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Hubungan Layanan Spiritual Yang Dilakukan Oleh Perawat
dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Puskesmas Gribig Kabupaten
Kudus”.

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merumuskan masalah


penelitian apakah ada hubungan layanan keperawatan spiritual dengan tingkat
kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Gribig Kudus?

C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan layanan
keperawatan secara spiritual dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di
Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus.
2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:


a. Mengidentifikasi karakteristik responden pasien rawat inap di Puskesmas
Gribig Kecematan Gebog kabupaten Kudus
b. Mengidentifikasi layanan keperawatan di Puskesmas Gribig Kecematan
Gebog kabupaten Kudus
c. Mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Gribig
Kecematan Gebog kabupaten Kudus
d. Mengidentifikasi hubungan layanan keperawatan dengan tingkat kepuasan
pasien rawat inap di Puskesmas Gribig Kecematan Gebog kabupaten Kudus

D. MANFAAT PENETILIAN
1. Manfaat Bagi Puskesmas
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian lebih lanjut bagi
puskesmas dalam peningkatan layanan keperawatan. Peningkatan layanan
5

keperawatan diharapkan akan dapat memenuhi kebutuhan pasien sesuai harapan


pasien.
2. Manfaat Bagi Organisasi Keperawatan
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi organisasi keperawatan
bahwa peningkatan layanan keperawatan penting dalam rangka memenuhi
kebutuhan pasien, sehingga perawat harus mampu melakukan pelayanan
keperawatan secara professional.
3. Manfaat Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dalam menyusun skripsi
akhir kuliah dan mampu mengembangkan penelitian selanjutnya yang lebih
mendalam terkait layanan keperawatan di puskesmas.
4. Manfaat Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi masyarakat sebagai
bahan kajian pengetahuan terutama yang berkaitan di bidang pelayanan
keperawatan. Masyarakat dapat mengetahui layanan keperawatan yang ada di
puskesmas, sehingga diharapkan masyarakat juga dapat memberikan masukan dan
saran dalam peningkatan layanan keperawatan sesuai harapan masyarakat.

E. KEASLIAN PENELITIAN
1.1. Keaslian Penelitian
6

No Judul Nama Tahun Rancangan Variabel Hasil


Penelitian Pengarang dan penelitian penelitian Penelitian
tempat
penelitiian
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Hubunga Widiyo Pasien explanatory Variabel Hasil
antara Ertanto rawat inap research bebas: penelitian
Kulaitas Badan dengan Dimensi menunjukka
Pelayanan Rumah menggunak kualitas n adanya
Tenaga Sakit an perawat korealsi
Perawat Umum DR metode 1.ketangg positif antara
Dengan H. survei apan Dimensi
Tingkat Soewondo, pendekatan 2.jaminan kualitas
Kepuasan Kendal, 2002 cross Kepastian perawat
Pasien di sectional 3.perhatia dengan
Ruang n tingkat
Rawat 4.kehanda kepuasan
Inap lan pasien.
Badan 5.Kenyata Besarnya
Rumah an korelasi
Sakit Variabel berturutturut
Umum terikat: adalah
DR H. Tingkat ketanggapan
Soewondo Kepuasan dengan nilai
Kendal Pasien korelasi
0,614,
jaminan
kepastian
dengan nilai
korelasi
0,609,
perhatian
dengan
nilai korelasi
0,536,kehan
dalan
dengan nilai
korelasi
0,529,
dan
kenyataan
dengan nilai
korelasi
0,354.
2 Analisa Eli Wahyu Pasien Deskriptif Variabel Dari hasil
Kepuasan Widyawati Rawat Inap kualitatif Bebas penelitian
Pasien RSUD subyek 5 dimensi diperoleh
Terhadap Kota penelitian mutu dari
7

Asuhan Semarang , diambil yaitu : penampilan


Keperawat 2011 secara penampila fisik
an purposive n fisik perawat
Ruang dengan perawat, sudah
Rawat menngunak kehandala rapi, bersih
Inap an n dan
RSUD contents perawat, memakai
Kota Analisys daya atribut
Semarang tanggap nama, dan
perawat, sebagian
jaminan besar
dan pasien
empati sudah
perawat merasa
Variabel puas,
terikat: kehandalan
Kepuasan perawat
Pasien sudah
terampil
dalam
memberikan
tindakan
keperawatan
dan
sebagian
besar
pasien/kelua
rga
sudah puas,
daya
tanggap
perawat
kurang oeka
terhadap
keluhan
pasien
karena
perawat
jarang
mengontrol
pasien dan
jarang
berkomunika
si
dengan
pasien,
aktifitas
pasien
dibantu
8

keluarga,
perawat
membantu
bila
diperlukan
dan
perawat
kurang
cepat
memberikan
pelayanan
dan
sebagian
besar
pasien/kelua
rga
kurang puas
dngan daya
tanggap
perawat,
jaminan
perawat
mempunyai
ketrampilan
yang
cukup bagus
dan
dalam
melakukan
tindakan
keperawatan
selalu
berhati -
hati dan
menginforma
sika
n terlebih
dahulu
ke pasien
dan
pasien/kelua
rga
sudah puas,
empati
perawat
kurang
ramah
kepada
pasien,
9

kurang
komunikasi
dan
sebagian
besar
pasien/kelua
rga
kurang puas
terhadap
empati
perawat di
ruang
rawat inap.

Perbedaan peneliti ini (Nofiati Wulandari, 2014) dengan penelitian lain


(Widiyo Ertanto 2002, Eli Wahyu Widyawati 2011) diantaranya:
1. Tempat penelitian yaitu (Widiyo Ertanto 2002) di Badan Rumah Sakit Umum
DR H. Soewondo Kendal, dan (Eli Wahyu Widyawati 2011) di RSUD Kota
Semarang, sedangkan peneliti di Puskesmas Gribig Kecematan Gebog kabupaten
Kudus.
2. Variabel penelitian, variabel bebas dari penelitian (Widiyo Ertanto 2002)
adalah dimensi kualitas perawat: Ketanggapan, Jaminan Kepastian, Perhatian,
Kehandalan, Kenyataan, variabel terikat Tingkat Kepuasan Pasien dan penelitian (Eli
Wahyu Widyawati 2011), variabel bebasnya dimensi mutu yaitu penampilan fisik
perawat, kehandalan perawat, daya tanggap perawat, jaminan dan empati perawat,
variabel terikatnya yaitu tingkat kepuasan pasien. Sedangkan varibel bebas peneliti
yaitu aspek pelayanan spiritual oleh perawat dan variable terikatnya asalah
kepuasan pasien.

F. RUANG LINGKUP
1. Ruang lingkup waktu
Ruang lingkup waktu penelitian dimulai dari 8 juli 2019 sampai selesai.
2. Ruang lingkup tempat
Ruang lingkup tempat penelitian akan dilakukan pada pasien rawat inap di
Puskesmas Gribig Kecematan Gebog kabupaten Kudus
3. Ruang lingkup materi
Ruang lingkup materi penelitian ini adalah hubungan pelayanan spiritual yang
diberikan oleh perawat dengan kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Gribig
Kudus
10