Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA

PELAKSANAAN PENILAIAN STATUS GIZI IBU HAMIL DALAM UPAYA


PERBAIKAN GIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING

Oleh:
Hendy Perdana, A.Md.Gz
NIP: 19930517 201902 1 003

KERJASAMA ANTARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA


MANUSIA PROVINSI LAMPUNG DAN
BADAN KEPEGAWAIAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN VII
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : Pelaksanaan Penilaian Status Gizi Ibu Hamil di


Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap
Ketapang
NAMA : Hendy Perdana, A.Md.Gz
NIP : 19930517 201902 1 003
UNIT KERJA : UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang

Telah disetujui berdasarkan seminar laporan Hasil Aktualisasi


Pada hari , tanggal Juli 2019

DISETUJUI OLEH:

COACH MENTOR

i
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

NAMA : Hendy Perdana, A.Md.Gz


NIP. : 19930517 201902 3 003
UNIT KERJA/MAGANG : UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang

Telah disahkan berdasarkan seminar laporan Hasil Aktualisasi


Pada hari Jumat, tanggal Juli 2019

Penguji
COACH

ii
KATA PENGANTAR

Tiada kata yang lebih indah dan pantas terucap selain Alhamdulillah
hanya milik Allah swt karena hanya dengan rahmat, karunia dan petunjuk-
Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan rangkaian rancangan
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bentuk
Rancangan aktualisasi yang berjudul “Pelaksanaan Penilaian Status Gizi
pada Ibu Hamil dalam Upaya Perbaikan Gizi untuk Mencegah Stunting”.
Shalawat dan salam tercurah kepada junjungan Rasulullah SAW, keluarga,
sahabat dan para pengikut sunnahnya hingga hari kiamat.
Penulisan rancangan aktualisasi ini merupakan salah satu tugas
Latihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan VII. Dalam rancangan ini terdapat
berbagai kegiatan yang telah penulis susun dengan menerapkan nilai-nilai
dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi atau biasa disingkat “ANEKA”.
Penulisan rancangan ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu pada
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala Badan Pelatihan Kesehatan Provinsi Lampung yang telah
memberikan kesempatan kepada Penulis untuk mengikuti prajabatan di
Badan Pelatihan Provinsi Lampung.
2. Bapak .................... selaku Coach yang telah meluangkan banyak waktu
dan kesempatan untuk memberikan bimbingan, arahan dan masukan
sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
3. Bapak ........................ selaku Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan
RSUD Pringsewu sekaligus Mentor yang telah banyak membantu
memberikan arahan, saran dan kemudahan selama penulis
malaksanakan aktualiasi di tempat tugas.
iii
4. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan materi dan bimbingan
sehingga proses prajabatan dan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN ini
berjalan lancar.
5. Segenap panitia dan pengasuh yang telah membimbing dan melatih kami
selama menjadi peserta diklat prajabatan.
6. Rekan-rekan diklat prajabatan golongan II angkatan VII yang telah
banyak mengukir kisah serta kenangan dalam rangkaian metamorfosa
menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Saling berbagi banyak informasi
dan pengalaman sehingga aktualisasi nilai-nilai dasar ASN ini dapat
berjalan lancar.
Akhirnya secara khusus penulis haturkan sembah dan sujud kepada
Ayahanda Alm. Suryadi dan ibu Sri Eliana tersayang yang telah merawat dan
membesarkan penulis, berkat do’a dan dorongan moral maupun materil
memberikan motivasi terbesar dalam menyelesaikan laporan ini. Serta
kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu
persatu yang telah memberi sumbangsih penulis mengucapkan banyak
terima kasih. Tiada daya dan upaya melainkan atas kehendak-Nya, semoga
segala bantuan yang diberikan memperoleh pahala disisi-Nya.
Penulis menyadari bahwa rancangan ini masih memerlukan banyak
perbaikan, olehnya itu penulis memohon maaf atas segala kesalahan dan
kekhilafan selama proses Latihan Dasar, dan penulisan rancangan ini seraya
mengharapkan sumbangan pemikiran berupa saran dan kritik konstruktif
untuk perbaikan selanjutnya.

iv
Semoga rancangan ini dapat memberikan gambaran hasil
pemahaman penulis terhadap materi-materi yang telah diberikan selama
prajabatan dalam rangka aktualisasi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara
(ASN). Serta penerapannya kelak pasca prajabatan. Amin ya Robbal Alamin

Bandar Lampung, ..........2019


Penulis

Hendy Perdana, A.Md.Gz


NIP. 19930517 201902 1 003

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….


LEMBAR PERSETUJUAN …………………………………………………… i
LEMBAR PENGESAHAN.…………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………………. iii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. vi
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………. 1
A. Latar Belakang ………………………………………………………… 1
B. Tujuan dan Manfaat …………………………………………………… 2
C. Ruang Lingkup ………………………………………………………… 4
D. Deskripsi Organisasi ………………………………………………….. 5
1. Profil Organisasi …………………………………………………… 5
2. Visi, Misi, Nilai-Nilai Organisasi ………………………………….. 6
3. Tupoksi ……………………………………………………………… 8
E. Deskripsi Isu ……………………………………………………………. 11
F. Analisis Isu ……………………………………………………………… 12
G. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ………………………… 14
BAB II PROSES PEMAHAMAN NILAI-NILAI ASN………………………… 15
A. Nilai-Nilai PNS ………………………………………………………… 15

vi
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ……………………………………….. 21
A. Profil Lembaga ………………………………………………………... 21
B. Identifikasi Permasalahan ……………………………………………. 26
C. Rencana Kegiatan Aktualisasi ………………………………………. 27
D. Matrix Rancangan Aktualisasi ………………………………………. 31
E. Jadwal Kegiatan ………………………………………………………... 40
BAB IV PENUTUP …………………………………………………………..... 41
A. Kesimpulan...... ………………………………………………………... 41
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 42

vii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dari ribuan pulau dengan
berbagai suku bangsa yang bernaung dalam bentuk Negara kesatuan Republik
Indonesia. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang
melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan
demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola sumber daya alam yang
melimpah diharapkan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai
suatu sistem birokrasi dengan SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS Profesional
yang saat ini dikenal dengan istilah ASN (Aparatur Sipil Negara).
Dalam UU No. 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara
(ASN) adalah Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas
dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas Negara lainnya dan
digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pembinaan terhadap ASN
sangat diperlukan dalam rangka menciptakan ASN yang mempunyai SDM yang
berkualitas.
Pendidikan dan pelatihan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk
meningkatkan kualitas dan dan profesionalisme PNS. Peraturan lembaga
administrasi negara republik indonesia nomor 12 tahun 2018 tentang pelatihan
dasar calon pegawai negeri sipil yang profesional seperti tersebut di atas adalah
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 34 ayat (7) Peraturan Pemerintah
Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, perlu
menetapkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara tentang Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil.

1
Selain itu pendidikan dan pelatihan prajabatan merupakan pembekalan
komprehensif agar CPNS mempunyai pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara, sesuai
dengan peraturan kepala LAN –RI nomer 38 tahun 2014 tentang pedoman
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan CPNS golongan III, yang
menggunakan pola baru, peserta diklat mengikuti proses pembelajaran yang
mencakup nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika public, Komitmen mutu, Anti korupsi). Latihan dasar ini
dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi ASN yang
nantinya akan diaktualisasikan di tempat tugas, sehingga nilai-nilai dasar profesi
ASN tersebut terpatri kuat dalam diri ASN.
Kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang,
dimanapun dan siapapun pasti membutukan badan yang sehat, baik jasmani
maupun rohani guna menopang aktifitas kehidupan sehari-hari. Begitu
pentingnya nilai kesehatan ini, sehingga seseorang yang menginginkan agar
dirinya tetap sehat harus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan
derajat kesehatannya, seperti melakukan penerapan pola hidup sehat dan pola
makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari (Mubarak, 2009).
Program perbaikan gizi masyarakat secara umum ditujukan untuk
meningkatkan kemampuan, kesadaran dan keinginan masyarakat dalam
mewujudkan kesehatan yang optimal khususnya pada bidang gizi, terutama
bagi golongan rawan dan masyarakat yang berpenghasilan rendah baik di desa
maupun di kota. Kegiatan pokok Kementrian Kesehatan dalam
menginplementasikan Perbaikan Gizi Masyarakat meliputi, peningkatan
pendidikan gizi, penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), anemia gizi
besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), kurang Vitamin A, dan
kekurangan zat gizi lebih, peningkatan surveillance gizi, dan pemberdayaan
masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi (Perpres, 2007).
Pengelolaan program perbaikan gizi merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari implementasi program kesehatan, baik di tingkat makro

2
maupun mikro. Pada tingkat mikro, program perbaikan gizi di puskesmas
merupakan salah program dari 6 (tujuh) program dasar yang ada, yaitu Program
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Program Perbaikan Gizi, Program Kesehatan
Lingkungan, Program Promosi Kesehatan, Program Pencegahan dan
Penanggulangan Penyakit (P2P), Program Pengobatan. Berhasil tidaknya
pelaksanaan ke enam program ini, semua tergantung dari pengelolaan atau
penyelenggaraannya termasuk pengelolaan program perbaikan gizi.
Salah satu kegiatan program perbaikan gizi yaitu penilaian status gizi
pada ibu hamil. Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan
nutrisi untuk ibu hamil. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan
yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient.
Status gizi ibu hamil sebelum dan selama dalam kehamilan akan menentukan
status gizi pada janin. Ibu hamil yang kekurangan gizi akan berisiko melahirkan
bayi dengan berat lahir rendah, dan ini merupakan penyebab utama stunting
(Hidayati, 2010).
UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang adalah salah satu puskesmas
yang melaksanakan program perbaikan gizi tetapi belum melaksanakan
kegiatan penilian status gizi pada ibu hamil yang hasil kegiatan tersebut dapat
digunakan dalam membuat suatu inovasi dalam pencegahan stunting. Oleh
karena itu penulis membuat rancangan aktualisasi yang berjudul “Pelaksanaan
Penilaian Status Gizi pada Ibu Hamil dalam Upaya Perbaikan Gizi untuk
Mencegah Stunting”.

B. Tujuan dan Manfaat


1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Peserta Diklat Prajabatan Golongan II diharapkan mampu
mengaktualisasikan nilai-nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di unit tempat bertugas,
yaitu UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang.

3
b. Tujuan Khusus
Peserta Diklat Prajabatan Golongan II diharapkan mampu
mengaktualisasikan dengan kemampuan mengaktualisasikan lima nilai
dasar, yaitu:
1) Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan
tugas jabatannya.
2) Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam
pelaksanaan pelayanan publik.
3) Kemampuan menjunjung tinggi dana melaksanakan standar etika
public dalam pelaksanaan tugas jabatan.
4) Kemampuan berinovasi dan memberikan pelayanan sesuai
kompetensinya untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas
jabatan.
5) Kemampuan untuk tidak korupsi, menolak semua bentuk korupsi
dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan
instansi.
2. Manfaat
a. Peserta
1) Mampu menerangkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga memiliki
tanggung jawab dan integritas terhadap tugas dan jabatan.
2) Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme dalam melaksanakan
pelayanan publik dan bekerja atas dasar nilai-nilai Pancasila dan
Undang-undang dasar 1945
3) Mampu menjunjung tinggi etika public dalam pelaksanaan tugas
dan kehidupan sehari-hari
4) Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga
mewujudkan pelayanan yang prima di lingkungan kerja
5) Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi didalam pelaksanaan
tugas dan kehidupan sehari-hari

4
6) Mengaktualisasikan pelayanan public yang berkualitas sesuai
jabatannya kepada masyarakat/stakeholder yang dilayani.
b. Organisasi
1) Terwujudnya lingkungan kerja yang harmonis yang didasari nilai-
nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen
mutu, dan anti korupsi)
2) Terwujudnya manajemen ASN yang baik yang dilakukan oleh
organisasi sehingga tersedia sumber daya aparatur sipil negara
yang unggul selaras dengan perkembangan zaman.

C. Ruang Lingkup Aktualisasi


Ruang lingkup Aktualisasi dan habituasi dilaksanakan dari ........yang
bertempat di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang.

D. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
Wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang meliputi 17 desa,
88 dusun sebagian dusun masih terpencil seperti dusun Pulau Rimau di desa
Sumur, Gunung Taman dan Transmigrasi Aceh di desa Legundi, Taman Arum
dan Pepandu di desa Ruguk. Adapun wilayah administrasinya mempunyai
batas-batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sragi.
b. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bakauheni dan Selat
Sunda
c. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Penengahan
d. Sebelah timur berbatasan dengan laut jawa.
Pada umumnya seluruh wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap
Ketapang dapat dijangkau oleh kendaraan darat baik kendaraan roda dua
maupun kendaraan roda empat, namun ada satu dusun yang hanya dapat

5
ditempuh dengan kendaraan air/perahu yaitu dusun Pulau Rimau desa Sumur
dengan waktu tempuh ± 15 menit dari tepi pantai desa Sumur.
UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang terletak di desa Sri Pendowo.
Jarak antara desa terdekat adalah sejauh 2 km dan yang terjauh 10 km (desa
Berundung, Desa Sumur, Desa Karang Sari). Jalan menuju ibukota Kabupaten
maupun Provinsi seluruhnya merupakan jalan aspal, kecuali jalan ke beberapa
desa dan pedukuhan masih ada yang berupa jalan bebatuan dan tanah merah.
Jarak antara UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang ke ibukota kabupaten
berjarak ± 28 km sedangkan ke ibukota Provinsi berjarak ± 90 km.
2. Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Organisasi
a. Visi RSUD Pringsewu:

6
b. Misi RSUD Pringsewu:
c. Tujuan RSUD Pringsewu:
d. Nilai-Nilai Organisasi

7
3. STRUKTUR ORGANISASI

UPT PUSKESMAS RAWAT INAP KETAPANG


KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
TAHUN 2019

8
4. Tupoksi
URAIAN TUGAS NUTRISIONIS
a. Nama Jabatan Nutrisionis
b. Pengertian
c. Persyaratan
d. Uraian Tugas 1) Menyusun rencana kegiatan
peningkatan gizi masyarakat
berdasarkan data program
puskesmas dan perundang-undangan
yangt berlaku sebagai pedoman kerja
2) Melakukan kegiatan pedoman gizi
masyarakat meliputi pembinaan
posyandu, pemantauan pola
konsumsi, pemantauan penggunaan
garam beryodium, ASI eksklusif,
pemberian vitamin A, pemberian
tablet Fe, penyuluhan gizi, mengatur
pemberian diet pasein yang dirawat,
membina dan mengawasi petugas
dapur serta koordinasi lintas program
terkait seusai dengan prosedura dan
ketentuan
3) Mengevaluasi hasil kegiatan
perbaikan gizi masyarakat secara
keseluruhan
4) Membuat catatan dan laporan
kegiatan dibidang tugasnya sebagai
bahan inormasi dan pertanggung
jawaban kepada atasan
5) Melaksanakan tugas lain yang

9
diberikan atasan
6) Mengumpulkan data gizi, makanan
dan dietetik sebagai bahan penyusun
rencana kegiatan
7) Mengumpulkan data dan literatur
sebagai bahan penyusun pedoman
gizi
8) Mengumpulkan data untuk penentuan
dan penyusunan masalah gizi
9) Melakukan pemeriksaan status gizi
terhadap klien
10) Melakukan pencatatan dan
pemantauan diet
11) Menyusun draft laporan penerimaan
materi, bahan pangan, peralatan dan
saran kegiatan pelayanan
12) Menyusun draft laporan distribusi
materi, bahan pangan, peralatan dan
sarana
13) Menyediakan preparat gizi untuk klien
14) Menyusun draft laporan kegiatan
15) Menyusun draft laporan penggunaan
bahan makanan
16) Menyusun laporan pelaksanaan tugas
17) Menyusun laporan pelaksanaan tugas
lain-lain
e. Tanggung Jawab
f. Wewenang

10
E. Deskripsi Isu
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU No. 5 Tahpengun 2014,
tentang tugas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan
sebagai perekat dan pemersatu bangsa, seorang ASN yang memiliki nilai-nilai
dasar, sesuai dengan standar kompetensi jabatannya. Oleh sebab itu, dalam
rancangan aktualisasi ini, penulis mengangkat beberapa isu antara lain :
1. Belum dilakukannya penyegaran kader posyandu
Masih belum dilakukannya penyegaran kader posyandu yang menyebabkan
kompetensi kader yang menurun dan ketidak validannya data pengukuran
antropometri balita, tetapi hal ini masih dapat dikontrol dengan cara
pemantauan kegiatan pengukuran di posyandu.
2. Belum tersedianya standar diet untuk pasien rawat inap
Belum adanya standar diet yang disusun menyebabkan penagturan diet
yang belum sesuai dengan diagnosa penyakit, kegiatan yang dapat
dilakukan adalah pengawasan terhadap juru masak dan pengawasan
kegiatan proses pengolahan dan pendistribusian makanan pasien.
3. Belum terencananya pelaklsanaan pemberian makanan tambahan anak
sekolah (MT-AS)
Pemberian makanan tambahan anak sekolah merupakan suatu kegiatan
dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyediaan
makanan yang berupa kudapan berbasis pangan lokal yang bertujuan untuk
perbaikan gizi anak sekolah. Kegiatan ini masih belum terencana pada
dalam wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang
4. Belum terlaksananya penilaian status gizi ibu hamil
Belum terlaksananya kegiatan penilaian status gizi ibu hamil yang
menyebabkan tidak terkontrolnya status gizi pada ibu hamil yang
dampaknya pada belum adanya uapaya-upaya dalam pencegahan stunting,
untuk ini perlu dilakukannya penilaian status gizi pada ibu hamil untuk
membuat suatu inovasi dalam upaya pencegahan stunting.

11
F. Analisis Isu
Berdasarkan deskripsi isu di atas, maka perlu dipilih isu prioritas yang
akan diselesaikan dalam pelaksanaan aktualisasi. Kepner dan Tragoe (1981)
menyatakan pentingnya suatu masalah dibandingkan masalah lainnya dapat
dilihat dari tiga aspek berikut :
1. Bagaimana gawatnya masalah dilihat dari pengaruhnya sekarang ini
terhadap produktivitas, orang, dan / atau sumber dana dan daya ?
2. Bagaimana mendesaknya dilihat dari waktu yang tersedia ?
3. Bagaimana perkiraan yang terbaik mengenai kemungkinan berkembangnya
masalah ?
Pada penggunaan Matrix USG, untuk menentukan suatu masalah yang
prioritas, terdapat tiga factor yang perlu dipertimbangkan. Ketiga faktor tersebut
adalah urgency, seriousness, dan growth.
Urgency berkaitan dengan mendesaknya waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan masalah tersebut. Semakin mendesak suatu masalah untuk
diselesaikan maka semakin tinggi urgency masalah tersebut.
Seriousness berkaitan dengan dampak dari adanya masalah tersebut
terhadap organisasi. Dampak ini terutama yang menimbulkan kerugian bagi
organisasi seperti dampaknya terhadap produktivitas, keselematan jiwa manusia,
sumber daya atau sumber dana. Semakin tinggi dampak masalah tersebut
terhadap organisasi maka semakin serius masalah tersebut.
Growth berkaitan dengan pertumbuhan masalah. Semakin cepat
berkembang masalah tersebut maka semakin tinggi tingkat pertumbuhannya.
Suatu masalah yang cepat berkembang tentunya semakin prioritas untuk diatasi
masalah tersebut.
Penilaian terhadap matrix USG sangat ditentukan oleh subyektivitas
pendapat ahli, sehingga untuk mengurangi tingkat subyektivitas dalam
menentukan masalah prioritas maka perlu menetapkan kriteria untuk masing-
masing unsur USG tersebut. Umumnya menggunakan skor dengan skala
tertentu. Misalnya menggunakan skor skala 1-5, disebut skala Likert. Semakin

12
tinggi tingkat urgensi, serius, atau pertumbuhan masalah tersebut, maka semakin
tinggi skor untuk masing-masing unsur tersebut.
Tabel 1
Identifikasi Isu
SKOR
NO IDENTIFIKASI ISU TOTAL RK
U S G
1 Belum dilakukannya penyegaran 4 3 4 11 2
kader posyandu
2 Belum tersedianya standar diet untuk 4 3 3 10 3
pasien rawat inap
3 Belum terencananya pelaklsanaan 2 3 4 9 4
pemberian makanan tambahan anak
sekolah (MT-AS)
4 Belum terlaksananya penilaian status 5 4 4 13 1
gizi ibu hamil

Tabel 2
Kriteria Penetapan skala Likert
URGENCY SERIOUSNESS GROWTH
5 : Sangat Mendesak 5: Akibat yang ditimbulkan 5: Sangat berkembang
4: Mendesak sangat serius 4: Berkembang
3: Cukup mendesak 4: Akibat yang ditimbulkan 3: Cukup berkembang
2: Kurang mendesak serius 2: Kurang berkembang
1: Tidak mendesak 3: Akibat yang ditimbulkan 1: Tidak berkembang
cukup serius
2: Akibat yang ditimbulkan
kurang serius
1: Akibat yang ditimbulkan
tidak serius

Hasil analisis teknik USG tersebut menunjukkan bahwa skor isu yang
terbesar adalah isu nomor satu. Maka kesimpulan yang diperoleh mengarah
pada isu kurang optimalnya pemberian asuhan keperawatan pada pasien anak.
Berdasarkan hasil tersebut dapat dirumuskan gagasan pemecahan isu yaitu:
“Pelaksanaan penilaian status gizi ibu hamil”.

13
G. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih
Isu yang terpilih yaitu belum terlaksananya penilaian status gizi ibu hamil .
Hasil tersebut berdasarkan pertimbangan nilai skor USG tertinggi. Analisis
terhadap skor-skor tersebut adalah:
Pertama, factor urgency. Masalah yang paling cepat harus ditangani
adalah melaksanakan penilaian status gizi pada ibu hamil. Nilai masalah tersebut
paling tinggi karena memiliki tingkat kepentingan sangat tinggi diantara isu yang
lain, yaitu memperoleh skor tertinggi 5. Isu tersebut akan berdampak positif jika
segera diatasi dengan melaksanakan kegiatan penilaian status gizi pada ibu
hamil.
Kedua, factor seriousness. Berdasarkan factor seriousness maka isu yang
memiliki skor tertinggi adalah isu belum terlaksananya penilaian status gizi ibu
hamil. Isu tersebut memperoleh skor 4 yang memiliki makna bahwa jika isu
tersebut tidak diatasi maka akan berdampak serius.
Ketiga, factor growth. Skor tertinggi pada factor growth adalah isu belum
terlaksananya penilaian status gizi ibu hamil. Skor yang diperoleh adalah 4, yaitu
berkembang. Artinya isu ini akan berkembang jika tidak segera diatasi.

14
BAB II
PROSES PEMAHAMAN NILAI-NILAI ASN

A. Nilai-Nilai ASN
Sesuai latar belakang pada bab pendahuluan bahwa ASN harus mampu
mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi PNS berikut penjelasan dari nilai-
nilai tersebut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu pada harapan implisist atau eksplisit bahwa
keputusan atau tindakan seorang akan di evaluasi oleh pihak lain dan hasil
evaluasinya dapat berupa reward atau punishment. Akuntabilitas yang
dlakukan oleh PNS tersebut mengalami permasalahan dalam transpransi
dan akses informasi, penyalahgunaan wewenang, penggunaan sumberdaya
milik negara dan konflikkepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis,
melayani warga secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan
fungsinya. (Lembaga Administrasi Negara, 2015).
PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan
yang tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik
praktis, melayani masyarakat secara adil dan konsisten dalam menjalankan
tugas dan fungsinya.
Terdapat beberapa aspek akuntabilitas, yaitu
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara
individu/kelompok/institusi dengan negara dan masyarakat
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat
pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan inovativ
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan
Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas.
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuen

15
Akuntabilitas adalah kewajiban menunjukan tanggung jawab dan
menghasilkan konsekuensi
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja
Tujuan utama akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS
dalam memberikan layanan
2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN.
Bukan sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan
nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang
lebih penting. ASN yang memiliki nasionalisme yang kuat memiliki orientasi
berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara, serta
mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme serta
wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya
sesuai bidangnya masing-masing (Lembaga Administrasi Negara, 2015).
Nilai-nilai yang terkandung dalam nasionalisme pancasila diantaranya
adil dan tidak diskriminasi, profesional dan berintegritas, menjunjung tinggi
keadilan, disiplin. Untuk mewujudkan ASN dengan semangat nasionalisme
tinggi, beberapa indikator yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan
adalah sebagai berikut :
a. Memiliki pemahaman tentang keragaman bangsa dilihat aspek
sejarah, budaya, dan tingkat kemajuan sosial ekonomi dan
implikasinya terhadap manajemen kebijakan dan pelayanan public
b. Mengenali nilai- nilai perjuangan kemerdekaan, keteladanan dari para
pendiri bangsa, dan menjadikannya sebagai sumber motivasi dan
inspirasi dalam penyelenggaraan pemerintahan
c. Menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai gotong royong dan
kebersamaan sebagai modal sosial dan kultural penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan.

16
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat
publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan
keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan
kebijaksanaan didalam pelayanan publik (Haryatmoko, 2001).
Sementara itu, nilai-nilai dasar etika publik yaitu :
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.

17
4. Komitmen Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan
kepada pelanggan (costumer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya,
dan bahkan melampaui harapan. Mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mencapai hasil kerja. Mutu juga dapat digunakan
sebagai alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa sejenis
lainnya, yang dihasilkan oleh lembaga lain sebagai pesaing.
Dalam meningkatkan mutu terdapat 4 komponen yang harus
dipenuhi, yaitu, efektifitas, efisiensi, kreatifitas dan inovasi.
a. Efektifitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai
tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang
dikerjakannya. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari
performance untuk mencapai target sesuai rencana baik dari aspek
mutu, kuantitas, ketepatan waktu, dan alokasi sumber daya,
melainkan juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan
pelanggan (customers)
b. Efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan
untuk mencapai tujuan organisasional. Efisiensi dapat diukur dari
ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana
pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya
pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan
prosedur, dan mekanisme yang keluar alur (penghematan biaya,
waktu, tenaga dan pikiran dalam menyelesaikan kegiatan)
c. Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang
mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh
jawaban baru terhadap suatu masalah. Kreativitas pada umumnya
berkaitan dengan kemampuan dan keuletan untuk berupaya
menemukan ide-ide ataupun hal-hal baru. Tuntutan globalisasi yang
tengah melanda dunia di berbagai sektor pelayanan publik
menjadikan masyarakat semakin kritis untuk mendapatkan pelayanan

18
terbaik dari pemerintah. Oleh karena itu setiap pelayanan harus
diupayakan selalu dapat dicari pemecahan permasalahan yang ada
untuk dapat dicarikan solusi yang dapat segera dikerjakan secara
kreatif.
d. Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses menciptakan
dan menawarkan jasa atau barang baik yang sifatnya baru, lebih baik
atau lebih murah dibandingkan dengan yang tersedia sebelumnya.
Sebuah inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru, teknologi
proses produksi yang baru, sistem struktur dan administrasi baru atau
rencana baru bagi anggota administrasi (Richard L. Daft, 2010).
Nilai-nilai dasar dalam menjalankan komitmen mutu yaitu :
a. Adanya komitmen bagi kepuasan masyarakat
b. Pemberian layanan yang cepat, tepat dan senyum
c. Pemberian layanan yang dapat memberikan perlindungan kepada
publik
d. Pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
e. Upaya perbaikan secara berkelanjutan

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan luar biasa karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan
kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, dan
kehidupan yang lebih luas yang tidak hanya berdampak buruk dalam kurun
waktu yang pendek, namun juga secara jangka panjang (Lembaga
Administrasi Negara, 2015).
Adapun nilai-nilai anti korupsi yang diidentifikasi oleh KPK yaitu jujur,
peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras sederhana, berani dan
adil. Agar prilaku anti korupsi dapat diwujudkan, maka terdapat beberapa
indikator keberhasilan, yaitu :

19
a. Mampu mengidentifikasi sikap dan perilaku yang mengarah dan atau
termasuk prilaku korupsi.
b. Mampu menjelaskan cara-cara menghindari prilaku korupsi.
c. Mampu menjelaskan risiko dari tindakan korupsi bagi dirinya,
keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

20
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang


Identifikasi Isu :
1. Belum terlaksananya penilaian status gizi ibu hamil
2. Belum dilakukannya penyegaran kader
3. Belum adanya standar diet untuk pasien rawat inap
4. Belum terlaksananya perencanaan pemberian
makanan tambahan pada anak sekolah (MT-AS)
Isu Yang Diangkat : Belum terlaksananya penilaian status gizi ibu hamil
Gagasan Pemecahan Isu : Pelaksanaan Penilaian status gizi ibu hamil dalam upaya
mencegah stunting

Formulir 1.a : Rancangan Aktualisasi


Nama Peserta HENDY PERDANA, A.Md.Gz
Tugas/Jabatan (sesuai NUTRISIONIS TERAMPIL
formasi)

A. PROFIL LEMBAGA
A Nama Satuan Kerja UPT PUSKESMAS RAWAT INAP KETAPANG
B Visi Satuan Kerja Menjadikan puskesmas rawat inap ketapang
sebagai pusat pelayanan kesehatan yang
proesional, berkualitas dan ramah
C Misi Satuan Kerja Misi UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang
sebagai berikut :
1. Memelihara dan meningkatkan kesehatan
individu masyarakat serta lingkungan kerja.
2. Memelihara dan meningkatkan kesehatan yang
bermutu, merata dan terjangkau dengan
peningkatan sumber daya manusia.
3. Membangun sumber inormasi dan manajemen
D Struktur Organisasi pada (terlampir)
Satuan Kerja
E Tugas Satuan Kerja Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya dalam rangka mendukung
terwujudnya kecamatan sehat.
21
Moto UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang
adalah :
Anda Sehat Kami Puas
F Tugas Unit/Atasan 1. Menyusun Rencana Kegiatan Puskesmas
Langsung/Mentor (Lokakarya Minim) Bulanan.
2. Menyusun Rencana Kegiatan Puskesmas
(Lokakarya Minim) Triwulan.
3. Menyusun Rencana Kegiatan Puskesmas
(Lokakarya Minim) Tahunan.
4. Mengkordinasikan Pelaksanaan Pelayanan
Kesehatan Kepada Staf.
5. Mengikuti Rapat KoordinasiDengan Lintas
Sektoral Desa.
6. Mengikuti Rapat KoordinasiDengan Lintas
Sektoral Kecamatan.
7. Mengikuti Rapat KoordinasiDengan Lintas
Sektoral Kabupaten.
8. Mengikuti Rapat KoordinasiDengan Lintas
Sektoral Propinsi.
9. Mengikuti Rapat KoordinasiDengan Lintas
Sektoral Swasta.
10. Melakukan Pengawasan/ Monitoring Dan
Evaluasi Pengelolaan Keuangan.
11. Melakukan Supervisi Dalam Pelaksanaan
Kegiatan Di Puskesmas Induk , Pustu, Pos
Puskesling, Polindes, Posyandu Dan Di
Masyarakat.
12. Menganalisa Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Laporan Mingguan.
13. Menganalisa Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Laporan Bulanan.
14. Menganalisa Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Laporan 3 Bulanan.
15. Menganalisa Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Laporan 6 Bulanan.
16. Menganalisa Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Laporan Tahunan.
17. Pembinaan Pegawai.
18. Menilai Prestasi Kerja Pegawai.

22
19. Alih info Kepada Jajaran Dibawahnya.
20. Menangani Komplain Dari Masyarakat.
21. Memberikan bimbingan Kepada Mahasiswa
Praktek/ Penelitian.
22. Membuat Laporan SPM.
G Rincian Tugas dan Tugas dan fungsi sebagai Nutrisionis:
Fungsi dan atau Tugas 1 Menyusun rencana kegiatan peningkatan gizi
Tambahan, dan atau
Kegiatan Inisiatif Sendiri masyarakat berdasarkan data program
dengan Persetujuan puskesmas dan perundang-undangan yangt
Atasan
berlaku sebagai pedoman kerja
2 Melakukan kegiatan pedoman gizi masyarakat
meliputi pembinaan posyandu, pemantauan
pola konsumsi, pemantauan penggunaan
garam beryodium, ASI eksklusif, pemberian
vitamin A, pemberian tablet Fe, penyuluhan
gizi, mengatur pemberian diet pasein yang
dirawat, membina dan mengawasi petugas
dapur serta koordinasi lintas program terkait
seusai dengan prosedura dan ketentuan
3 Mengevaluasi hasil kegiatan perbaikan gizi
masyarakat secara keseluruhan
4 Membuat catatan dan laporan kegiatan
dibidang tugasnya sebagai bahan inormasi dan
pertanggung jawaban kepada atasan
5 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan
6 Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik
sebagai bahan penyusun rencana kegiatan
7 Mengumpulkan data dan literatur sebagai
bahan penyusun pedoman gizi
8 Mengumpulkan data untuk penentuan dan
penyusunan masalah gizi

23
9 Melakukan pemeriksaan status gizi terhadap
klien
10 Melakukan pencatatan dan pemantauan diet
11 Menyusun draft laporan penerimaan materi,
bahan pangan, peralatan dan saran kegiatan
pelayanan
12 Menyusun draft laporan distribusi materi, bahan
pangan, peralatan dan sarana
13 Menyediakan preparat gizi untuk klien
14 Menyusun draft laporan kegiatan
15 Menyusun draft laporan penggunaan bahan
makanan
16 Menyusun laporan pelaksanaan tugas
17 Menyusun laporan pelaksanaan tugas lain-lain
Tugas tambahan dari atasan :
Melakukan tugas lain selain Tupoksi sesuai
perintah atasan
Tugas Dengan Isiniatif Sendiri :

Penerapan tim Proesional Pemberi Asuhan (PPA),


Soialisasi Skrining Gizi pada Perawat, Catatan
Pasien Terintegrasi (CPPT) dan monitoring
evaluasi pasien rawat inap

24
B. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN
ALTERNATIF SOLUSI
URAIAN TUGAS
NO PERMASALAHAN SOLUSI
(sesuai point 1G)
1 Penilaian Status Belum terlaksananya Melaksanakan kegiatan
Gizi pada klien (ibu kegiatan penilaian penilaian status gizi pada
hamil) status gizi terhapap ibu klien (Ibu Hamil) secara
hamil secara menyeluruh
meneyeluruh
2 Recall 24 jam pada Belum terlaksananya Pelaksanaan kegiatan recall
klien kegiatan recall 24 jam 24 jam pada klien (ibu hamil)
3 Pemantauan Belum terlaksananya Pelaksanaan pemantauan
penambahan berat pemantauan penambahan berat badan ibu
badan ibu hamil penmabahan berat hamil
dari sebelum hamil badan ibu hamil
sampai pada bulan
kehamilan

4 Pengukuran dan Pelaksanaan Melakukan pengukuran dan


pemantauan LILA pemantauan dan pemantauan LILA pada
setiap bulan oleh pengukuran LILA tidak seluruh ibu hamil oleh
Nutrisionis dilakukan pada seluruh Nutrisionis
ibu hamil
5 Home Visit/Home Belum adanya Melaksanakan kegiatan home
Care pada klien kegiatan home visit/home care pada klien
dengan visit/home care pada dengan permasalahan gizi
permasalahan gizi klien dengan
permasalahan gizi
6 Sosialisai Belum adanya Melaksanakan sosialisai dan
mengenai teknologi program sosialisasi demo teknologi tepat guna
tepat guna mengenai teknologi (Pembuatan makanan
(Pembuatan tepat guna (pembutan tambahan berbasis pangan
makanan makanan tambahan lokal)
tambahan berbasis berbasis pangan lokal)
pangan lokal) sehingga masyarakat
pada wilayah kerja
UPT Puskesmas
Rawat Inap Ketapang
tidak memanfaatkan
pangan lokal yang ada
dalam upaya
perbaikan gizi tetapi
masih mengandalkan
bantuan.

25
C. RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI SESUAI NILAI-NILAI DASAR PNS
NILAI DASAR YANG AKAN
DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
KEGIATAN YANG AKAN
NO AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
DILAKUKAN
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI
KORUPSI
1 Koordinasi dengan Ka.UPT Akuntabilitas
Puskesmas Rawat Inap Tanggung jawab dan Transparansi
Ketapangnasi Berkoordinasi dengan mentor dengan penuh
rasa tanggung jawab dan menjelaskan
rincian aktualisasi dengan keterbukaan
Nasionalisme
Musyawarah
Saya akan melakukan Koordinasi dengan
mentor secara musyawarah untuk
menentukan waktu dan rancanan
pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang akan
di lakukan di lingungan tempat kerja
Etika public
Komunikasi dan kerjasama
Saya akan berkomunikasi dan bersikap
sopan saat melakukan diskusi
Komitmen Mutu
Saya akan bersikap proesional
Anti Korupsi
Saya akan berkonsultasi dengan mentor
tanpa melakukan gratifikasi dan suap
2 Membentuk Tim Penilaian Akuntabilitas
Status Gizi dengan Bidan Tanggung jawab dan Transparansi
Desa Berkoordinasi dengan bidan desa dengan
penuh rasa tanggung jawab dan
menjelaskan maksud dan tujuan aktualisasi
dengan keterbukaan
Nasionalisme
Musyawarah
Saya akan melakukan Koordinasi dengan
bidan desa secara musyawarah untuk
menentukan waktu dan rancanan
pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang akan
di lakukan di lingungan tempat kerja
Etika public
Komunikasi dan kerjasama
Saya akan berkomunikasi dan bersikap
sopan ramah dan mendengarkan masukan
bidan desa saat melakukan diskusi.
26
NILAI DASAR YANG AKAN
DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
KEGIATAN YANG AKAN
NO AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
DILAKUKAN
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI
KORUPSI
2 Komitmen Mutu
Koordinasi dengan Bidan Saya akan bersikap proesional
Desa Anti Korupsi
Saya akan berkoordinasi dengan bidan desa
tanpa melakukan gratifikasi dan suap
3 Penilaian Status Gizi pada Ibu Akuntabilitas
Hamil Kejelasan
Saya akan melakukan kegiatan dengan
telebih dahulu menjelaskan kepada klien
maksud dan tujuan dilaksanakannya
kegiatan tersebut
Nasionalisme
Menghargai perbedaan dan bersikap adil
Saya akan melaksanakan kegiatan tanpa
menyinggung unsur SARA (Suku, Agama,
Ras, dan Antar golongan)
Etika publik
Melaksanakan kegiatan penilaikan status gzi
dengan cermat dan disiplin serta
memperlakukan klien dengan ramah, sopan
dan santun.
Komitmen Mutu
Reliability (Kehandalan)
Memberikan pelayanan dengan segera dan
memuaskan sesuai dengan yang telah
dijanjikan.
Anti Korupsi
Saya akan melaksanakan kegiatan dengan
tidak meminta imbalan apapun dari klien.
4 Recall 24 jam pada klien Akuntabilitas
Tanggung jawab
Melkasanakan kegiatan recall 24 jam
dengan penuh rasa tanggung jawab dan
memperhatikan kebutuhan dasar pasien
dengan mengagacu pada standar
operasional prosedur
Nasionalisme
Mementingan Kepentingan Klien diatas
Kepentingan Pribadi
Melaksanakan kegiatan recall 24 jam pada
27
NILAI DASAR YANG AKAN
DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
KEGIATAN YANG AKAN
NO AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
DILAKUKAN
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI
KORUPSI
4 Recall 24 Jam pada klien klien (ibu hamil) dengan melihat situasi dan
kondisi klien serta tidak mendesak klien
demi melancarkan kegiatan aktualisasi.
Etika public
Komunikasi Eektif
Saya akan berkomunikasi dan bersikap
sopan dan ramah saat melakukan recall 24
jam
Komitmen Mutu
Saya akan bersikap proesional dan
memberikan pelayanan yang baik
Anti Korupsi
Melakukan recall 24 jam dengan tepat waktu
5 Pemantauan penambahan Akuntabilitas
berat badan ibu hamil dari Responsibilitas
sebelum hamil sampai pada Tanggug jawab akan penulisan hasil
bulan kehamilan pemantauan berat badan ibu hamil dapat di
percaya karena saya akan melakukannya
secara aktual dan mencatat hasil
pengukuran
Nasionalisme
Menghargai perbedaan
Dalam pelaksanaan kegiatan pemantauan
berat badan saya akan menghargai dan
tidak membedakan suku, agama, ras dan
antar golongan.
Etika public
Ramah, sopan dan santun
Melaksanakan kegiatan dengan ramah,
sopan santun dan tanpa tekanan kepada
klien
Komitmen Mutu
Responsivieness
Melakuakn pemantauan berat badan dengan
tanggap
Anti Korupsi
Disiplin
Melaksanakan jegiatan sesuai dengan
disiplin waktu yang telah ditetapkan dengan
tidak menunda.
28
NILAI DASAR YANG AKAN
DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
KEGIATAN YANG AKAN
NO AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
DILAKUKAN
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI
KORUPSI
6 Pengukuran dan pemantauan Akuntabilitas
LILA setiap bulan oleh Kejelasan
Nutrisionis Saya akan melakukan pengukuran dengan
telebih dahulu menjelaskan kepada klien
maksud dan tujuan dilaksanakannya
kegiatan tersebut
Nasionalisme
Menghargai perbedaan dan bersikap adil
Saya akan melaksanakan kegiatan tanpa
menyinggung unsur SARA (Suku, Agama,
Ras, dan Antar golongan)
Etika publik
Melaksanakan kegiatan pengukuran dan
pemantauan LILA dengan cermat dan
disiplin serta memperlakukan klien dengan
ramah, sopan dan santun.
Komitmen Mutu
Reliability (Kehandalan)
Memberikan pelayanan dengan segera dan
memuaskan sesuai dengan yang telah
dijanjikan.
Anti Korupsi
Saya akan melaksanakan kegiatan dengan
tidak meminta imbalan apapun dari klien.
7 Home Visit/Home Care pada Akuntabilitas
klien dengan permasalahan Konsistensi dan Responsibilitas
gizi Saya akan melaksanakan kegiatan dengan
dengan usaha yang terus menerus sampai
tujuan akhir tercapai dan penuh rasa
tanggung jawab.
Nasionalisme
Semua klien yang mengalami permasalah
gizi berhak mendapatkan pelayanan
perbaikan gizi (Home Visit/Home Care)
Etika publik
Memberikan pelayanan secara benar dan
tidak menyesatkan terkait inormasi uapaya
perbaikan gizi, melaksanakan kegiatan
denga jujur, bertanggung jawab dan
berintegritas serta melayani denganhormat,
29
NILAI DASAR YANG AKAN
DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
KEGIATAN YANG AKAN
NO AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
DILAKUKAN
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI
KORUPSI
7 Home Visit/Home Care pada ramah, sopan dan santun.
klien dengan permasalahan Komitmen Mutu
gizi Empaty dan Assurance
Saya akan melakukan kegiatan dengan
membangun hubungan yang baik,
komunikasi yang baik dan perhatian yang
tulus terhadap kebutuhan klien serta sesuai
dengan kopetensi.
Anti Korupsi
Jujur dan Disiplin waktu
Mmemberikan pelayanan dengan jujur serta
tepat waktu.
8 Sosialisai teknologi tepat guna Akuntabilitas
(pembuatan makanan Tanggung Jawab dan Tranparansi
tambahan berbasis pangan Kegiatan dilakukan sesuai dengan standar
lokal) operasional prosedur dan dengan tanggung
jawab serta ketrbukaan atas semua tindakan
Nasionalisme
Adil
Memberikan sosisalisai kepada semua klien
tanpa membeda-bedakan.
Etika public
Menyampaikan sosialisai teknologi tepat
guna denga ramah, sopan, santun, cermat
dan memberikan inormasi secara benar
(tidak meyesatkan)
Komitmen Mutu
Inovatif
Memberikan inovasi baru dalam pembuatan
makanan tambahan berbasis pangan lokal
sehingga terciptanya variasi olahan pangan
lokal.
Anti Korupsi
Dalam pelaksanaan kegiatan tidak meminta
klien untuk membayar dan menyampaikan
bahwa melaksanakan sosialisai teknologi
tepat guna adalah tugas nutrisionis

30
D. Matrix Rancangan Aktualisasi
Form 1.b Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar

No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan


Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Koordinasi Melakukan Output kegiatan: Akuntabilitas Dengan melakukan Koordinasi
dengan Ka.UPT konsultasi a) Mendapatkan Tanggung jawab koordinasi dengan dengan atasan
Puskesmas dengan mentor izin, saran dan dan Transparansi baik dapat saling bertujuan untuk
Rawat Inap tentang dukungan Berkoordinasi mendukung meningkatkan
Ketapang pemecahan isu untuk dengan mentor kegiatan demi hubungan, rasa
melaksanakan dengan penuh terwujudnya Visi kebersamaan
Sumber rancangan rasa tanggung dan Misi UPT dan kerjasama
kegiatan : kegiatan. jawab dan Puskesmas Rawat seluruh pegawai
TUPOKSI b) Dokumentasi menjelaskan rincian Inap Ketapang yaitu di UPT
foto kegiatan aktualisasi dengan “Menjadikan Puskesmas
keterbukaan Puskesmas Rawat Rawat Inap
Nasionalisme Inap Ketapang Ketapang.
Musyawarah sebagai Pusat
Saya akan Pelayanan
melakukan Kesehatan yang
Koordinasi dengan profesinal,
mentor secara Berkualitas dan
musyawarah untuk Ramah”
menentukan waktu
dan rancanan
pelaksanaan
kegiatan aktualisasi
31
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
yang akan di
lakukan di lingungan
tempat kerja
Etika Publik:
Komunikasi dan
kerjasama
Saya akan
berkomunikasi dan
bersikap sopan saat
melakukan diskusi
Komitmen Mutu:
Komitmen Mutu
Saya akan
Bersikap proesional
Anti Korupsi:
Saya akan
berkonsultasi
dengan mentor
tanpa melakukan
gratifikasi dan suap
2. Membentuk Tim Melakukan Output kegiatan: Akuntabilitas : Dengan melakukan Koordinasi
Penilaian Status sosialisasi, a) Mendapatkan Tanggung jawab dan koordinasi dengan dengan bidan
Gizi Ibu Hamil koordinasi dan saran dan Transparansi baik dapat saling bidan desa akan
dengan bidan membentuk tim bantuan dalam Berkoordinasi mendukung meningkatkan
desa dengan bidan pendekatan dengan bidan desa kegiatan demi kerjasama antar

32
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Sumber desa terkaiat dan penilaian dengan penuh rasa terwujudnya Visi lintas program
kegiatan: penilaian status status gizi tanggung jawab dan dan Misi UPT
TUPOKSI gizi ibu hamil kepada klien menjelaskan Puskesmas Rawat
b) Dokumentasi maksud dan tujuan Inap Ketapang yaitu
foto kegiatan aktualisasi dengan “Menjadikan
keterbukaan Puskesmas Rawat
Nasionalisme Inap Ketapang
Musyawarah sebagai Pusat
Saya akan Pelayanan
melakukan Kesehatan yang
Koordinasi dengan profesinal,
bidan desa secara Berkualitas dan
musyawarah untuk Ramah”
menentukan waktu
dan rancanan
pelaksanaan
kegiatan aktualisasi
yang akan di
lakukan di lingungan
tempat kerja
Etika public
Komunikasi dan
kerjasama Saya
akan berkomunikasi
dan bersikap sopan

33
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
ramah dan
mendengarkan
masukan bidan desa
saat melakukan
diskusi.
Komitmen Mutu :
Komitmen Mutu
Saya akan bersikap
proesional
Anti Korupsi :
Saya akan
berkoordinasi
dengan bidan desa
tanpa melakukan
gratifikasi dan suap
3. Penilaian Status a) Menentukan Output kegiatan: Akuntabilitas Kegiatan ini Menguatkan nilai
Gizi pada Ibu metode a) Kategori Status Kejelasan mempunyai Responsibilitas
Hamil penilaian Gizi Ibu Hamil Saya akan keterkaitan dengan dalam
status gizi b) Dokumentasi melakukan kegiatan misi UPT melakukan
Sumber (Secara Foto dengan telebih Puskesmas Rawat pelayanan gizi
kegiatan: langsung dan dahulu menjelaskan Inap Ketapang yaitu pada masyarakat
TUPOKSI tidak kepada klien a) Memelihara dan
langsung) maksud dan tujuan meningkatkan
b) Melaksanakan dilaksanakannya kesehatan
penilaian gizi kegiatan tersebut individu

34
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
secara Nasionalisme masyarakat
langsung Menghargai serta lingkungan
c) Melaksanakan perbedaan dan kerja.
penilaian bersikap adil b) Memelihara dan
status gizi Saya akan meningkatkan
secara tidak melaksanakan kesehatan yang
langsung kegiatan tanpa bermutu, merata
menyinggung unsur dan terjangkau
SARA (Suku, dengan
Agama, Ras, dan peningkatan
Antar golongan) sumber daya
Etika public manusia
Melaksanakan c) Membangun
kegiatan penilaikan sumber inormasi
status gzi dengan dan manajemen
cermat dan disiplin
serta
memperlakukan
klien dengan ramah,
sopan dan santun.
Komitmen Mutu
Reliability
(Kehandalan)
Memberikan
pelayanan dengan

35
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
segera dan
memuaskan sesuai
dengan yang telah
dijanjikan.
Anti Korupsi
Saya akan
melaksanakan
kegiatan dengan
tidak meminta
imbalan apapun dari
klien.
4. Recall 24 jam a) Menanyakan Output kegiatan: Akuntabilitas Deangan adanya Kegiatan
pada klien dan mencatat a) Dokumentasi Tanggung jawab kegiatan recall 24 kegiatan recall
semua Foto Melkasanakan jam dapat 24 jam memiliki
Sumber makanan dan b) Dokumentasi kegiatan recall 24 menciptakan keterkaitan
kegiatan : minuman yang hasil recall 24 jam jam dengan penuh pelayanan dengan nilai-nilai
TUPOKSI dikonsumsi rasa tanggung kesehatan yang organisasi yaitu
klien (ibu jawab dan bermutu, pelayanan prima,
hamil) dalam memperhatikan meningkatkan komunikasi
ukuran rumah kebutuhan dasar kualitas pelayanan efektif dan
tangga selama pasien dengan preventif dan kuratif responsibilitas
kurun waktu mengagacu pada Puskesmas
24 jam yang standar operasional
lalu prosedur

36
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
b) Menganalisis Nasionalisme
bahan Mementingan
makanan Kepentingan Klien
kedalam zat diatas Kepentingan
gizi dengan Pribadi
menggunakan Melaksanakan
Datar kegiatan recall 24
Komposisi jam pada klien (ibu
Bahan hamil) dengan
Makanan melihat situasi dan
(DPMP) atau kondisi klien serta
Nutrisurvey tidak mendesak
c) Membanding klien demi
kan hasil recall melancarkan
klien dengan kegiatan aktualisasi.
kebutuhan Etika public
energi dan zat Komunikasi Eektif
gizi. Saya akan
d) Melakukan berkomunikasi dan
penilaian dari bersikap sopan dan
hasil recall ramah saat
melakukan recall 24
jam
Komitmen Mutu
Saya akan bersikap

37
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
proesional dan
memberikan
pelayanan yang
baik
Anti Korupsi
Melakukan recall 24
jam dengan tepat
waktu
5. Pemantauan a) Menanyakan Output kegiatan: Akuntabilitas Deangan adanya Kegiatan
penambahan Berat Badan Responsibilitas kegiatan recall 24 kegiatan recall
berat badan ibu sebelum hamil 1. Hasil Tanggug jawab jam dapat 24 jam memiliki
hamil dari b) Melihat KMS penimbangan akan penulisan hasil menciptakan keterkaitan
sebelum hamil mengenai berat badan pemantauan berat pelayanan dengan nilai-nilai
sampai pada data badan ibu hamil kesehatan yang organisasi yaitu
bulan kehamilan penimbangan 2. Dokumentasi dapat di percaya bermutu, pelayanan prima,
berat badan foto kegiatan karena saya akan meningkatkan dan
Sumber ibu hamil melakukannya kualitas pelayanan responsibilitas
kegiatan : (dibulan secara aktual dan preventif dan kuratif
TUPOKSI sebelum mencatat hasil Puskesmas
kehamilan pengukuran
saat Nasionalisme
pelaksanaan Menghargai
kegiatan) perbedaan
c) Menimbang Dalam pelaksanaan
berat badan kegiatan

38
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
ibu hamil pemantauan berat
d) Mencatat hasil badan saya akan
penimbangan menghargai dan
pada formulir tidak membedakan
yang telah suku, agama, ras
disediakan dan antar golongan.
Etika public
Ramah, sopan dan
santun
Melaksanakan
kegiatan dengan
ramah, sopan
santun dan tanpa
tekanan kepada
klien
Komitmen Mutu
Responsivieness
Melakuakn
pemantauan berat
badan dengan
tanggap

39
No. Kegiatan Tahapan Output/Hasil Nilai Dasar Kontribusi Penguatan
Kegiatan kegiatan Terhadap Visi-Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Anti Korupsi
Disiplin
Melaksanakan
jegiatan sesuai
dengan disiplin
waktu yang telah
ditetapkan dengan
tidak menunda.

40
E. Jadwal Kegiatan
Table Jadwal Kegiatan
Bulan Juli Bulan Agustus
No Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Mengikuti pre dan post conference
2 Mengukur tanda-tanda vital pada pasien
3 Menyiapkan terapi bermain untuk pasien anak
4 Memberikan obat pada pasien
5 Membuat laporan asuhan keperawatan

41
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Habituasi di tempat kerja akan dilaksanakan untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yang termuat dalam ANEKA,
serta menerapkan peran dan kedudukan ASN dalam NKRI seperti
manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik di
Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Kabupaten
Pringsewu. Selain itu, aktualisasi dibuat untuk menerapkan solusi atas
isu mengenai sosialisasi kesehatan kepada keluarga tentang
kebutuhan nutrisi anak thalassemia.
Aktualisasi akan dilaksanakan pada tanggal 08 Juli 2019
sampai dengan 19 Agustus 2019 di Ruang Anak Rumah Sakit Umum
Daerah Pringsewu. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi sesuai
rancangan yang termuat dalam laporan ini, dibutuhkan dukungan dari
mentor, coach, maupun rekan sejawat. Dukungan yang diharapkan
penulis terutama adalah dukungan secara moril serta saran yang
membangun dalam upaya pelaksanaan aktualisasi nantinya.

42
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon


PNS: Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Etika Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara
Lembaga Administrasi Negara. (2017). Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS: Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara

43