Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMP NEGERI …………………
Jalan………………………………………………………………………

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

A Komponen Layanan Dasar


B Bidang Layanan Sosial
C Topik / Tema Layanan Nilai-nilai Kehidupan
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli dapat memahami nilai-nilai kehidupan
serta dapat bersosialisasi dan mengambil keputusan berdasarkan
nilai-nilai atau norma kehidupan
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian nilai-nilai
kehidupan
2. Peserta didik/konseli dapat memahami nilai-nilai hidup dan
kehidupan manusia

G Sasaran Layanan Kelas 9


H Materi Layanan 1. Pengertian pengertian nilai-nilai kehidupan
2. Nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia

I Waktu 2 Kali Pertemuan x 45 Menit


J Sumber Materi 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan
Konseling untuk SMP-MTs kelas 9, Yogyakarta, Paramitra
Publishing
2. http://mintotulus.wordpress.com
K Metode/Teknik Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point, Nilai-nilai kehidupan
M Pelaksanaan
Tahap Uraian Kegiatan
1. Membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice breaking)
1. Tahap Awal / 3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan
Pedahuluan Konseling
4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik
1. Guru BK menayangkan media slide power point yang
berhubungan dengan materi layanan
2. Peserta didik mengamati slide pp yang berhubungan dengan
materi layanan
3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab
2. Tahap Inti 4. Guru BK membagi kelas menjadi 6 kelompok, 1 kelompok 5- 6
orang
5. Guru BK memberi tugas kepada masing-masing kelompok
6. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompok masing-
masing
7. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya bergantian
sampai selesai.
3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang
terkait dengan materi layanan
2. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
3. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
M Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik menuliskan di
kertas yang sudah disiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak menarik
untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen penilaian

Surabaya, Juli 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK

Drs. ………………………………………… Dra……………………………………..


NIP ……………………………………………. NIP.……………………………………………

Lampiran 1. Uraian Materi

NILAI – NILAI KEHIDUPAN


Pengertian Nilai Kehidupan

Nilai Menurut para Ahli

Kimball Young : Mengemukakan nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa
yang dianggap penting dalam masyarakat.

A.W.Green : Nilai adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek.

Woods : Mengemukakan bahwa nilai merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta
mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari

M.Z.Lawang : Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang


pantas,berharga,dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.

Hendropuspito : Menyatakan nilai adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai
daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.

Nilai-nilai Kehidupan

Nilai-nilai adalah suatu peraturan atau norma-norma yang dalam hal ini berhubungan dengan “baik
tidak baik”, “boleh tidak boleh”, “sopan tidak sopan”, “penting tidak penting”, “tahu aturan tidak tahu
aturan”, dan sebagainya.

Nilai-nilai kehidupan adalah suatu norma-norma atau nilai-nilai kehidupan yang sangat
mempengaruhi tindakan seseorang. Setiap manusia hidup dalam suatu lingkungan masyarakat, tidak
mungkin hidup sendiri, masing-masing saling mendukung dan membutuhkan. Namun keinginan
masyarakat atau kelompok yang mewakili tidak selalu sama dengan masing-masing individu. Karena
manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain, maka sangatlah penting bagi kita untuk memahami
nilai-nilai kelompok, masyarakat, negara dan nilai pribadi sendiri.

Nilai atau value adalah ukuran pada diri seseorang tentang sesuatu sikap, kata, situasi, dan lain lain]
yang dapat dan selalu atau sering kali mempengaruhi perilakunya. Nilai selalu mempunyai kaitan dengan
norma atau petunjuk-petunjuk agar mempunyai hidup serta berperilaku yang baik. Norma biasanya tidak
tertulis namun berlaku dan disetujui secara umum.
Nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan; atau salah satu unsur kebudayaan
adalah nilai-nilai hidup dan kehidupan? Kedua-duanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai kaitan
erat. Jika kebudayaan dimengerti sebagi hasil cipta manusia untuk memperbaiki, mempermudah, dan
meningkatkan kualitas diri; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan. Akan
tetapi, jika kebudayaan dimengerti sebagai keseluruhan kemampuan pikiran, kata, dan tindakan atau
perbuatan] manusia; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan unsur-unsur kebudayaan yang
digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai situasi dan kondisi.
Nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia biasanya dipengaruhi oleh masukan-masukan dari luar
dirinya sejak kecil. Hal-hal tersebut, antara lain,

 Agama atau ajaran-ajaran agama, biasanya bersifat mutlak; artinya tertanam dan berakarnya nilai-nilai
dalam diri seseorang, yang kadang telah menjadi prinsip hidupnya, merupakan akibat dari pemahaman
keagamaan yang kuat dan mendalam; dan seringkali ia tidak bisa menjelaskan alasan-alasan mempunyai
prinsip yang mungkin orang lain menganggap sebagai suatu kekakuan], namun karena imanya, ia tetap
pada pendiriannya
 Norma ataupun kebiasaan yang berlaku dalam komunitas; norma-norma yang berlaku pada suatu
komunitas biasanya bersifat warisan bersama; artinya semua anggota komunitas menyetujui dan
mempraktekkannya. Karena merupakan warisan bersama, maka hal itu terus-menerus diturunkan kepada
generasi berikut; dan bisa dipakai sebagai salah satu indentits bersama pada komunitas tersebut; dengan
demikian, sampai kapan atau dimana pun ia berada, maka selalu mempertahankan nilai-nilai tersebut
 Pendidikan formal dan informal, disiplin, latihan, bimbingan orang tua maupun guru; semuanya itu
merupakan penanaman nilai-nilai yang dilakukan sejak dini oleh orang dewasa ke dalam diri seseorang
atau anak-anaknya. Proses penanaman itu dilakukan secara sengaja maupun tidak, dengan tujuan
tertanam niali-nilai luhur, baik, dan benar, yang menjadikan seseorang, dapat diterima oleh sesamanya
 Interaksi sosial yang membawa perubahan pikiran dan tujuan mengungkapkan kata serta melakukan
tindakan
 Pengalaman serta wawasan yang didapat karena adanya interaksi dengan orang lain serta keterbukaan
menyerap hal-hal baru
Beberapa contoh nilai-nilai kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal dan menganut berbagai macam nilai kehidupan. Di antara nilai-
nilai kehidupan itu bisa saja dianggap tidak penting bagi seseorang, tetapi bisa agak penting, penting, atau
sangat penting bagi orang lain. Semuanya tergantung pada pilihan dan pertimbangan masing-masing pribadi,
serta dipengaruhi oleh situasi dan kondisi kehidupannya. Beberapa contoh nilai kehidupan itu antara lain
sebagai berikut:

a. Nilai kekuasaan, seperti persepsi (pandangan) terhadap keinginan untuk menundukkan atau
mempengaruhi orang lain.
b. Nilai cinta atau kasih sayang, seperti ikatan batin, saling menghargai, saling setia, saling menghormati,
saling membantu, memikirkan kepentingan dan kebaikan orang lain.
c. Nilai keindahan, seperti kemampuan untuk menghargai dan menikmati hal-hal yang indah, serasi, dan
bagus.
d. Nilai keindahan fisik, seperti persepsi terhadap keadaan tubuh yang dianggap ideal atau serasi.
e. Nilai kesehatan, seperti keinginan untuk memiliki keadaan tubuh yang jauh dari penyakit.
f. Nilai keterampilan, seperti keinginan untuk memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal dengan
tepat, mudah, dan cepat.
g. Nilai rasa sejahtera dan aman, seperti memiliki keinginan untuk bebas dari tekanan, kecemasan, dan
konflik batin.
h. Nilai pengetahuan, seperti tuntutan diri terhadap informasi, kebenaran, hal-hal yang dapat memuaskan
rasa ingin tahu, atau memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu yang diinginkan.
i. Nilai moral, seperti keinginan untuk memiliki pemikiran, keyakinan, dan tindakan yang sesuai dengan
norma yang diterima oleh masyarakat.
j. Nilai keagamaan atau kepercayaan, yaitu iman terhadap Tuhan, dan keinginan untuk dapat hidup sesuai
dengan agama dan kepercayaan.
k. Nilai keadilan, seperti keinginan untuk memiliki sikap adil, sifat tidak memihak atau membedakan
manusia, menghargai kebenaran dan fakta, serta mampu memperlakukan orang lain secara adil.
l. Nilai altruisme, yaitu memiliki kemauan dan kemampuan untuk memperhatikan kebutuhan,
kepentingan, dan kebahagiaan orang lain.
m. Nilai pengakuan atau penghargaan, seperti keinginan untuk mengakui bahwa dirinya sendiri adalah
penting, berharga, dan layak mendapatkan perhatian serta penghargaan dari orang lain.
n. Nilai kesenangan, seperti keinginan merasakan kenikmatan atau kegembiraan.
o. Nilai kebijaksanaan, seperti memiliki kemauan menggunakan akal sehat, pengalaman, dan pengetahuan
dengan tepat, dan dapat mengambil keputusan dengan cermat atau teliti.
p. Nilai kejujuran, seperti memiliki kebaikan hati, ketulusan hati, kesungguhan hati, dan keterusterangan.
q. Nilai prestasi, seperti penghargaan terhadap hasil yang baik dari kerja keras.
r. Nilai kemandirian atau otonomi, seperti kemampuan untuk berdiri sendiri, dan tidak dikuasai oleh orang
lain.
s. Nilai kekayaan, seperti keinginan untuk memiliki banyak harta yang berharga dan atau memiliki banyak
uang.
t. Nilai kesetiaan, seperti keinginan memiliki keteguhan hati dalam persahabatan, dalam ikatan dengan
kelompok, atau lembaga tertentu.
u. Nilai tanggung jawab.
v. Nilai cinta tanah air dan bangsa
w. Nilai kedisiplinan.
x. Nilai kerendahan hati.
y. Nilai keberanian.
z. Nilai keteladana.

Anda mungkin juga menyukai