Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PARTUS NORMAL

“SYAIR OBSTETRI”

Nama klien : Ny. S


Status Obstetrikus : Partus normal dengan cara spontan
HARI
/
KETERANGAN
TANGGAL/J
AM
Minggu, Klien masuk ke IGD dengan keluhan perut kencang/kontraksi sejam jam
10 Desember 05.50 hari minggu 10 Desember 2017.
2017 Pengkajian dimulai jam 05. 00, dengan hasil :
10.00  Pembukaan serviks : 7 cm
 Ketuban masih utuh
 Portio lunak dan tebal
 Presentasi kepala.
 Pelepasan darah dan lendir ( + )

Pemeriksaan luar didapat hasil :


 TFU : 3 jari bawah. Px
 Situs anak memanjang
 Punggung kanan
 Bagian terendah kepala
 Turunnya bagian terendah = BDP
 DJJ =148 x / menit
 Ibu disuruh miring kiri

Dilakukan pemeriksaan ulang:


 Pembukaan serviks : 8 cm
 Ketuban masih utuh
 Portio masih tebal
 Pelepasan darah dan lendir ( + )
 Mengobservasi his dalam 2x10 ada 5x his
 Djj 148x/mnt
 Dianjurkan miringkan ke kiri
 Ibu merasakan keluar air, ternyata tersebut ketuban sudah pecah

Minggu, 10
Desember
Akhir Kala I
2017
1. Pada saat ini ibu sudah merasakan rasa ingin BAB, merasakan
10.00
adanya dorongan untuk meneran, ada tekanan pada anus, perineum
menonjol, dan vulva terbuka.
2. Menyiapkan dan memastikan kondisi peralatan dalam keadaan baik
dan siap pakai.
3. Memakai celemek plastik.
4. Memastikan lengan/ tangan tidak memakai perhiasan.
5. Mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir dan dikeringkan
dengan handuk, makai sarung tangan DTT pada tangan kanan untuk
pemeriksaan dalam.
6. Mengambil spoit dengan tangan kanan yang telah pakai sarung
tangan, isi dengan oxytocin 1 amp dan diletakkan dalam posisi
terbalik dalam wadah DTT.
7. Membersihkan vulva dan perineum menggunakan kapas savlon
dengan gerakan dari vulva ke perineum.

Jam 11.45 Kala II


1. Melakukan pemeriksaan dalam , hasilnya pembukaan lengkap
( 10 cm ), putaran paksi dalam selesai, ketuban (-), penurunan
kepala H III – IV.
2. Memeriksa denyut jantung janin, hasil 140 X / menit.
3. Memberitahukan ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan
baik, meminta ibu untuk meneran saat ada his dan bila ia sudah
merasa ingin meneran lagi.
4. Memimpin ibu meneran saat his dan terus memberikan dukungan
atas usaha ibu dan beristirahat bila tidak ada his.
5. Saat kepala tampak di vulva ± 5 – 6 cm, pasang sarung pada
perut ibu.
6. Meletakan duk steril di bokong ibu.
7. Membuka tutup partus set.
8. Memakai sarung tangan pada kedua tangan.
9. Saat sub oxiput tampak di bawah sympisis, tangan kanan
melindungi perineum dengan dialas lipatan kain dibawah
bokong ibu, sementara tangan kiri menahan puncak kepala agar
tidak terjadi defleksi yang terlalu cepat.
10. Setelah kepala lahir mengusap kasa bersih pada hidung dan
mulut janin dari lendir, darah dan air ketuban.
11. Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin, hasil : tidak
ada.
12. Menunggu hingga kepala bayi selesai melakukan putaran paksi
luar secara spontan.
13. Setelah kepala bayi menghadap ke paha ibu, tempatkan kedua
telapak tangan pada sisi kepala bayi, tarik secara hati – hati
kearah bawah sampai bahu posterior / belakang lahir.
14. Setelah bahu lahir, tangan kanan menyangga kepala, leher dan
bahu bayi bagian posterior dengan posisi ibu jari pada leher
( bagian bawah kepala ) dan keempat jari pada bahu dan dada/
punggung bayi, sementara tangan kiri memegang lengan dan
bahu bayi bagian anterior saat badan dan lengan lahir.
15. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung
kearah bokong dan tungkai bawah ( selipkan jari telunjuk tangan
kiri di antara kedua lutut janin ).
Jam 08.05 lahir seorang bayi perempuan seluruhnya secara
spontan LBK, BB : 3350 gram dan PB : 46 cm, LK 33 cm LD 34
cm, APGAR Scor: 9/9/10
16. Menjepit tali pusat menggunakan klem ± 3 – 5 cm dari
umbilicus, melakukan urutan pada tali pusat kearah ibu dan
memasang klem kedua sekitar 2 cm dari klem pertama.
17. Memegang tali pusat di antara dua klem menggunakan tangan
kiri, dengan perlindungan jari – jari tangan kiri, memotong tali
pusat di antara kedua klem.
18. Mengganti pembungkus bayi dengan kain kering dan bersih,
membungkus bayi hingga kepala.

Jam 12.05 Kala III


1. Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan tunggal /
ganda.
2. Memberitahu ibu untuk disuntik.
3. Menyuntikan oxytocin IM 1mg.
4. Memindahkan klem pada talipusat hingga berjarak 5 – 10 cm
dari vulva.
5. Saat uterus berkontraksi, meregangkan tali pusat , sementara
tangan yang lain mendorong uterus kearah dorso cranial.
6. Jika tali pusat terlihat bertambah panjang dan terasa adanya
kemajuan placenta
7. Minta ibu untuk meneran sedikit sementara tangan kanan
menarik tali pusat kearah bawah kemudian keatas,hingga
placenta tampak pada vulva.
8. Saat placenta tampak pada vulva, memegang placenta dengan
kedua tangan dan melakukan putaran searah untuk membantu
pengeluaran placenta den mencegah trobeknya selaput ketuban.

Jam 13.10 Kala IV


1. Segera setelah placenta lahir, melakukan massage pada fundus uteri
2. Memeriksa apakah ada robekan jalan lahir yang menimbulkan
perdarahan
3. Memeriksa placenta untuk memastikan bahwa placenta dan selaput
ketuban sudah lahir.
4. Memasukan placenta ke dalam kendi.
5. Setelah itu perawatan tali pusat bayi dilanjutkan dengan : mengikat
tali pusat 1 cm dari umbilicus dengan simpul mati.
6. Melepaskan klem yang ada pada tali pusat.
7. Membungkus kembali bayi dan memberikannya kepada ibunya
8. Semua alat dibersihkan
9. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
10. Observasi kala IV:
TD :120/70 mmHg
N : 88X/menit
S :36 0 C
RR : 22 X/ menit