Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2019/2020
A Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan Pribadi-sosial
C Bidang Bimbingan Klasikal
D Topik Layanan Empat Gaya Komunikasi Dasar
E Fungsi Layanan Pemahaman dan pengembangan
Siswa dapat menerapkan gaya komunikasi asertif dalam
F Tujuan Umum
kehidupan sehari-hari
1. Siswa dapat menjelaskan empat jenis gaya komunikasi
2. Siswa dapat memilih gaya komunikasi yang paling
G Tujuan Khusus tepat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3. Siswa dapat mendemonstrasikan gaya komunikasi
asertif
Penguatan Pendidikan
H Bersahabat/komunikatif dan Peduli Sosial
Karakter
I Sasaran Layanan kelas X IPS
J Metode dan Teknik Sosiodrama
K Waktu 2 x 40 menit
L Media/Alat LCD, Laptop, Speaker, Power Point, Skenario Drama
M Tanggal Pelaksanaan April 2019

Reid, C. (2018, November 29). VIP Center. Retrieved


from https://www.uky.edu/vipcenter/:
N Sumber Bacaan
https://www.uky.edu/hr/sites/www.uky.edu.hr/files/well
ness/images/Conf14_FourCommStyles.pdf

Uraian Kegiatan
1 Tahap Awal
1) Membuka dengan salam dan berdoa
2) Membina hubungan baik dengan siswa (presensi,
menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya dan
melakukan ice breaking)
O
a Pernyataan Tujuan 3) Menyampaikan tujuan khusus dari pentingnya
menerapkan gaya komunikasi asertif
4) Menayangan power tentang gaya komunikasi
5) Menyampaikan teknik yang akan digunakan dalam
layanan klasikal yaitu sosiodrama
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

1) Guru BK menginformasikan bahwa dalam permainan


sosiodrama peserta didik akan berperan sebagai
kelompok pemain (aktor) dan pengamat (observer)
Penjelasan tentang 2) Guru BK atau konselor meminta ketersediaan peserta
b
langkah-langkah didik untuk berpartisipasi sebagai kelompok pemain
yang terdiri dari individu-individu yang memerankan
peranperan tertentu sesuai dengan tuntutan skenario,
dan observer (masing-masing empat orang).
1) Guru BK membacakan garis besar cerita sosiodrama
sesuai dengan sinopsis yang telah disiapkan,
dilanjutkan dengan pembacaan rambu-rambu pemain
dari setiap pemegang peran.
2) Menjelaskan bahwa guru hanya menyajikan sinopsis
dan siswa bisa menggunakan bahasa atau kalimatnya
Mengarahkan sendiri dalam memainkan drama.
c
kegiatan(konsolidasi) 3) Guru BK menjelaskan proses permainan adegan-demi
adegan seperti dalam sinopsis. Kelompok pemain diberi
waktu sejenak untuk mempelajari sinopsis.
4) Guru bimbingan dan konseling atau konselor memberi
penjelasan kepada kelompok observer tentang tugas
yang harus mereka dilakukan dalam mengamati proses
sosiodrama.
d Tahap Peralihan (Transisi)
Guru BK/Konselor
1) Guru BK/Konselor memberi kesempatan bertanya
menanyakan kalau ada
kepada setiap kelompok tentang peraan-peran yang
siswa yang belum
belum mereka pahami
mengerti dan
2) Guru BK/Konselor menjelaskan kembali secara singkat
memberikan penjelasan
mengenai hakikat dan tujuan
(Storming)
Guru BK/Konselor
menyiapkan siswa untuk 1) Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan para siswa
melakukan komitmen untuk memainkan sosiodrama
tentang kegiatan yang 2) Setelah semua menyatakan siap, selanjutnya Guru
akan dilakukannya BK/Konselor memulai ke tahap kerja
(Norming)
2 Tahap Inti/Kerja
1) Menayangan power tentang gaya komunikasi
Kegiatan Guru
2) Menyampaikan topik yang akan di bahas dan menjelaskan
a BK/Konselor
teknik yang akan di pakai.
3) Menjelaskan tujuan penggunaan teknik sosiodrama.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

3 Tahap Penutup
1) Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan
yang terkait dengan materi layanan
Menutup kegiatan dan 2) Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan
tindak lanjut datang
3) Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan
salam
Evaluasi
Guru BK terlibat dalam menumbuhkan antusiasme
a
peserta dalam mengikuti kegiatan.
Peserta didik dapat memberi contoh gaya komunikasi
b
1 Evaluasi Proses asrtif
Guru bimbingan dan konseling atau konselor
P c memberikan penguatan pada peserta didik dalam
penerapan gaya komunikasi asertif
Mengajukan pertanyaan untuk mengungkap
a
pengalaman kelompok pemain dan observer
2 Evaluasi Hasil b Mengamati perubahan perilaku peserta didik
Peserta didik mengisi instrumen penilaian dari guru
c
bimbingan dan konseling atau konselor
Guru BK menetapkan tindak lanjut kegiatan yang
d
dibutuhkan

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Uraian materi/slide power point


2. Naskah drama
3. Lembar Evaluasi Siswa

Mengetahui : Pekalongan, April 2019


Kepala SMA N 1 Kedungwuni Guru Pembimbing

Sugeng,S.Pd,.M.Pd Pradhita Nugraheni S.S.Pd,.


NIP.19730405 199703 1 005 NIP. 19931111 201902 007
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

LAMPIRAN MATERI BIMBINGAN KLASIKAL


Empat Dasar Gaya Komunikasi

Artikel ini bersumber dari Pusat Intervensi dan Pencegahan Kekerasan Inggris (UK Violence
Intervention and Prevention Center)
www.uky.edu/vipcenter

1. Gaya komunikasi pasif adalah gaya komunikasi dimana individu mengembangkan


pola untuk menghindari dalam mengekspresikan pendapat, perasaan, atau
menyerukan hak pribadi mereka. Akibatnya, individu dengan gaya komunikasi pasif
seringkali menutup-nutupi perasaa mereka terhadap situasi yang menyakitkan atau
memicu kemarahan. Sebaliknya, mereka justru membiarkan keluhan-keluhan yang
ada pada diri mereka menumpuk hingga menggunung. Pada saat mereka sudah
mencapai ambang batas toleransi, maka rentan akan terjadi ledakan hebat (eksplosif)
yang biasanya akan membawa hal-hal di masa lalu (tidak sesuai dengan insiden yang
memicu ledakan). Namun, setelah ledakan itu, mereka akan cenderung merasa
bersalah, malu, dan bingung sehingga mereka kembali menjadi pribadi yang pasif.
Misal : Laila adalah seorang yang suka memendam perasaannya terhadap hal-hal
yang membuatnya marah, misalnya ketika adiknya menghilangkan kotak pensilnya
atau ketika adiknya membuat kamarnya berantakan. Ia tidak pernah menyampaikan
kalau sebenarnya ia marah pada setiap ulah adiknya dan selalu berkata “tidak apa-
apa”. Pada suatu hari, adik Laila kembali membuat ulah dengan menghilangkan vas
bunga dari tanah liat yang merupakan tugas rumah mata pelajaran seni rupa Laila
yang akan dikumpulkan lusa. Kala itu Laila merasa sangat kesal pada adiknya, hingga
ia meluapkan kemarahannya dengan mengungkit insiden yang telah lalu seperti ketika
adiknya menghilangkan kotak pensilnya dan memberantaki kamarnya.
Orang dengan gaya komunikasi pasif biasanya sering melakukan hal-hal ini :
 Tidak tegas
 Membiarkan orang lain untuk memperlakukannya secara semena-mena
 Tidak mampu mengungkapkan perasaan, kebutuhan, dan pendapat mereka
 Gaya bicaranya senderung halus dan lebih sering meminta maaf
 Takut untuk melakukan kontak mata dan lebih sering menunduk
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

Dampak dari menerapkan gaya komunikasi pasif :


 Sering merasa cemas karena merasa tidak dapat menendalikan/mengatur
apapun
 Sering merasa tertekan, terjebak dan putus asa
 Sering merasa kesal (namun mereka tidak menyadarinya) karena kebutuhan
mereka sering tidak terpenuhi
 Sering merasa bingung akibat sering mengabaikan perasaan mereka sendiri
 Tidak mampu bersikap dewasa karena mereka lebih sering menghindari
masalah ketimbang menghadapinya
Individu dengan gaya komunikasi pasif akan cenderung berkata, merasa, dan perpikir
seperti :
 “Saya tidak mampu membela hak saya”
 “Saya tidak tahu apa saja yang dapat menjadi hak saya”
 “Orang lain selalu menginjak-injak saya”
 “Saya lemah dan tidak mampu bertanggung jawab atas diri saya sendiri”
 “Orang lain tidak pernah mempertimbangkan perasaan saya”
2. Gaya komunikasi agresif adalah gaya komunikasi dimana individu mengekspresikan
perasaan dan pendapat mereka dan memperjuangkan hak mereka dengan cara
menyakiti dan/atau merampas hak orang lain. Dengan kata lain, gaya komunikasi
agresif adalah gaya komunikasi yang kasar dan cenderung menyerang/menyakiti
orang lain baik dari perkataan maupun perbuatan.
Orang dengan gaya komunikasi agresif biasanya sering melakukan hal-hal ini :
 Mendominasi orang lain
 Mempermalukan orang lain dengan tujuan untuk mengontrol/mengambil
manfaat dari orang tersebut
 Mengkritik, menyalahkan, atau menyerang orang lain
 Sangat impulsif (memiliki sediki sekali kontrol diri)
 Memiliki toleransi yang rendah terhadap rasa marah/kecwa/frustasi
 Berbicara dengan suara yang keras, cenderung memerintah, dan bernada tinggi
 Bersikap mengancam dan tidak sopan/kurang ajar
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

 Bukan pendengar yang baik


 Sering kali menginterupsi (memutus pembicaraan orang lain)
 Sering menggunakan pernyataan “kamu” (sering menyalahkan orang)
 Menunjukkan postur yang terkesan sombong atau mengintimidasi
Dampak dari menggunakan gaya komunikasi agresif antara lain :
 Dijauhi orang lain
 Menjauhi orang lain
 Ditakuti dan dibenci oleh orang lain
 Tidak dapat bersikap dewasa karena mereka cenderung mengkritisi orang lain
dibandingkan mengurusi masalahnya sendiri
Individu dengan gaya komunikasi agresif akan cenderung berkata, merasa, dan
perpikir seperti :
 “Saya selalu benar dan kalian selalu salah”
 “Saya berkuasa, bisa memerintah, dan bisa mendesak orang”
 “Saya bisa mendominasi dan mengintimidasimu”
 “Saya bisa menghancurkan hak-hakmu”
 “Saya akan mendapatkan apapun yang saya inginkan bagaimanapun caranya”
 “Kamu adalah orang yang tidak berarti”
 “Semua ini salahmu”
 “Saya bisa bersikap secara spontan”
 “Saya yang paling berhak”
 “Kamu berhutang padaku”
 “Saya bisa menguasaimu”
3. Gaya komunikasi pasif-agresif adalah gaya komunikasi dimana individu tampak pasif
di luar namun mengeluarkan kemarahan dengan cara yang sangat halus, tidak
langsung, atau “di balik layar”. Orang dengan tipe ini biasanya sering merasa tidak
berdaya, terjebak, dan kesal—dengan kata lain, mereka tidak mampu berbuat secara
langsug di depan objek kemarahan mereka. Sebaliknya, mereka mengekspresikan
kemarahan mereka dengan menghancurkan objek kebencian mereka secara perlahan.
Orang dengan gaya komunikasi pasif-agresif biasanya sering melakukan hal-hal ini :
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

 Sering bergumam sendiri (ngedumel) dibanding menghadapi orang atau


masalah
 Sulit mengakui rasa marahnya
 Menampakkan raut wajah yang bertolak belakang dengan apa yang mereka
rasakan, misalnya : tersenyum saat marah
 Menggunakan sindiran / sarkasme (kata-kata tajam/menusuk)
 Memungkiri kalau yang mereka alami adalah sebuah masalah
 Terlihat sangat kooperatif ketika melakukan sesuatu yang bertujuan untuk
mengganggu atau membuat orang lain kesal
 Menggunakan sabotase (merusak) secara halus untuk membalas dendam
Dampak dari menggunakan gaya komunikasi pasif-agresif antara lain :
 Dijauhi orang-orang sekitar
 Tetap terjebak dalam posisi tidak berdaya (pasif)
 Tidak mampu bersikap dewasa karena tidak menangani masalah secara terang-
terangan
Individu dengan gaya komunikasi pasif-agresif akan cenderung berkata, merasa, dan
perpikir seperti :
 “Saya lemah, namun saya marah. Jadilah saya mensabotase (merusak),
membuat frustasi, dan mengganggu orang lain”
 “Saya tidak mampu untuk menghadapimu secara langsung, jadi saya harus
melakukan perang gerilya (sembunyi-sembunyi)”
 “Saya akan tampil kooperatif (ketika menghancurkanmu/membalas dendam)
tapi terlihat tidak”
4. Gaya komunikasi asertif adalah gaya komunikasi dimana individu secara jelas
menyatakan pendapat dan perasaan mereka, dan dengan tegas mengadvoasi
(memperjuangkan) hak dan kebutuhan mereka tanpa melanggar hak dan kebutuhan
orang lain. Individu-individu ini menghargai diri mereka sendiri, menghargai waktu
mereka, dan kebutuhan baik emosional, spiritual, maupun fisik. Mereka merupakan
pendukng yang kuat bagi diri mereka sendiri namun sangat menghormati hak orang
lain.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

Orang dengan gaya komunikasi asertif biasanya sering melakukan hal-hal ini :
 Menyatakan kebutuhan dan keinginannya scara jelas, tepat, dan sopan
 Mengungkapkan perasaan dengan jelas, tepat, dan sopan
 Menggunakan pernyataan “saya” (tidak menyalahkan orang lain)
 Berkomunikasi secara sopan dan santun kepada orang lain
 Pendengar yang baik tanpa menginterupsi pembicaraan seseorang
 Dapat mengendalikan diri
 Dapat melakukan kontak mata dengan baik
 Berbicara dengan nada suara yang tenang dan jelas
 Menampilkan postur yang rileks (tidak membusungkan dada, menunduk atau
membungkuk)
 Peduli dengan orang lain
 Merasa kompeten dan terkendali
 Tidak membiarkan orang lain meyalahgunakan atau memanipulasi mereka
 Memperjuangkan hak diri tanpa menyakiti orang lain
Dampak dari menggunakan gaya komunikasi asertif antara lain :
 Tidak menjauhi atau dijauhi orang lain (tetap menjalin relasi dengan orang
lain)
 Mampu mengendalikan hidupnya
 Dapat bersikap dewasa karena mereka menangani masalah mereka sendiri
 Mampu menciptakan lingkungan di mana saling menghargai dan menghormati
sesama sehingga dapat tumbuh dan bersikap matang/dewasa
Individu dengan gaya komunikasi asertif akan cenderung berkata, merasa, dan
perpikir seperti :
 “Setiap orang berhak untuk mengekspresikan diri dengan sopan dan santun”
 “Saya sangan mengenali diri saya”
 “Saya menyadari saya memiliki pilihan dalam hidup dan saya telah
mempertimbangkannya”
 “Saya bicara dengan jelas, jujur, dan to the point (tidak bertele-tele)”
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

 “Saya tidak dapat mengendalikan orang lain, namun saya dapat


mengendalikan diri saya sendiri”
 “Saya memiliki prioritas pada hak saya untuk dihormati dan dihargai”
 “Saya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan saya dengan cara yang
terhormat (sopan, santun, tanpa melanggar hak orang lain)”
 “Saya menghormati hak orang lain”
 “Saya tidak menuntut orang lain untuk membalas budi pada saya, kecuali
mereka melakukannya atas kemauan mereka sendiri”
 “Diri sayalah yang bertanggung jawab secara penuh terhadap kebahagiaan
saya”

SINOPSIS SOSIODRAMA

“Komunikasi Asertif”
Siswa 1 : Narator
Eri : Pendiam dan cenderung mengikuti apapun yang diputuskan kelompok, meskipun
kadang hal itu bertolak belakang dengan hatinya.
Rei : Pemimpin kelompok. tegas dan apa adanya. Apapun yang ia rasakan selalu ia katakan,
namun sering kali membuat orang lain sakit hati.
Dio : Bukan orang yang pendiam, namun juga bukan orang yang ribut. Ia suka bercanda dan
inisiatif, namun agak sensitif. Ketika marah atau sedih, Dio jadi pendiam.
Ana : orang yang paling dewasa di antara mereka. Ia sering jadi penengah ketika Rei dan Dio
adu pendapat. Ana adalah anak yang jujur dan berani, namun gaya bahasanya baik dan
santun.
Narasi
Narator : Latar berada di ruang kelas. Saat itu sedang jam kosong karena guru Bahasa
Indonesia mereka sedang ada kegiatan di luar sekolah dan memberi tugas seluruh siswa untuk
melanjutkan diskusi kelompok minggu lalu untuk membuat suatu persembahan untuk acara
Bulan Bahasa. Rei, Eri, Dio, dan Ana berada dalam satu kelompok project.

Adegan 1
Narator : Hari ini, tanpa sebab yang jelas Dio memperlihatkan kalau ia sedang dalam suasana
hati (mood) yang buruk. Hal ini tentu saja mepengaruhi jalannya diskusi kelompok.

Adegan 2
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

Narator : Akhirnya, Ana memutuskan untuk bertanya, namun Dio enggan mengaku. Hal ini
membuat Rei marah dan mengacaukan jalannya diskusi kelompok.

Adegan 3
Narator : Pada jam istirahat, Ana mencoba bertanya pada Rei dan Eri tentang apa yang
membuat mood Dio jadi buruk, tapi tidak ada yang tahu. Eri sebenarnya tahu sesuatu tentang
apa yang membuat mood Dio jadi buruk, namun ia enggan mengatakannya saat itu.

Adegan 4
Narator : Ketika Rei sudah pergi, Eri baru mau mengatakan yang sebenarnya pada Ana.
Rupanya Dio berperilaku seperti ini karena sakit hati dengan Rei akibat kemarin Rei
mengatai ide yang Dio berikan untuk acara Bulan Bahasa itu bodoh dan konyol, setelah itu
menertawakannya. Ana sadar bahwa terjadi miss komunikasi antara Dio dan Rei.

Adegan 5
Akhirnya, Ana mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini dengan menerapkan gaya
komunikasi asertif, sehingga terungkaplah bahwa Rei hanya bercanda saja saat mengatakan
ide milik Dio adalah bodoh dan konyol. Akhirnya mereka saling bermaafan.
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com
Oleh : Guru BK

INSTRUMEN EVALUASI PROSES


BIMBINGAN KLASIKAL
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Nama : ................................................................................
Hari/ Tanggal Observasi : ................................................................................
Tempat : ................................................................................
Waktu : ................................................................................

Berilah tanda cek (√) pada kolom yang sesuai dengan pernyataan yang nampak pada individu
yang diobservasi.
Hasil
No Proses yang dinilai Pengamatan Keterangan
1 2 3
1 100% peserta didik hadir di kelas (lengkap)
2 Peserta didik hadir tepat waktu
Peserta didik fokus selama mengikuti proses
3
layanan
peserta didik bersedia menerima peran yang
4
ditugaskan
Peserta didik menjalankan perannya dalam
5
sosiodrama dengan percaya diri
Peserta didik turut memberikan pertanyaan
6
ketika diberi kesempatan
Peserta didik memberikan pendapat ketika
7
diberi kesempatan

Keterangan:
1. Ketercapaian proses < 50%
2. Ketercapian proses = 50%
3. Ketercapaian proses > 50%
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

INSTRUMEN EVALUASI PROSES


BIMBINGAN KLASIKAL
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Nama : ................................................................................
Hari/ Tanggal Observasi : ................................................................................
Tempat : ................................................................................
Waktu : ................................................................................

Berilah skor sesuai dengan permainan peran ditampilkan peserta. Skor paling rendah adalah
angka 1 sedangkan paling tinggi adalah 10.

Dapat menampilkan Dapat Menampil Menyampaikan


Nama ekspresi dari masing- menampilkan kan pesan yang Total
No Fokus
Peserta masing gaya alur cerita perilaku terdapat dalam Nilai
komunikasi dengan baik asertif sinopsis drama

Pekalongan, ..........................................
Mengetahui
Guru BK

Pradhita Nugraheni S,S.Pd


NIP. 19931111 201902 2 007
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com
Oleh : Siswa

INSTRUMEN EVALUASI HASIL


BIMBINGAN KLASIKAL
KELAS SMA N 1 KEDUNGWUNI
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Nama : ................................................................................
Hari/ Tanggal Observasi : ................................................................................
Tempat : ................................................................................
Waktu : ................................................................................

Isilah pertanyaan di bawah ini sesuai pengetahuan yang telah anda dapat pada kegiatan
klasikal hari ini dengan singkat dan jelas.

A. Pengetahuan (Understanding)
1. Tuliskan empat jenis gaya komunikasi beserta pengertiannya secara singkat!
Jawab : ............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
2. Tina dikenal sebagai anak yang pendiam di kelas, namun jika ia kesal, ia sering kali
mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati lawan bicaranya. Tina
merupakan tipe orang yang menggunakan gaya komunikasi apa? Berikan alasanmu!
Jawab : .............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
3. Tuliskan tiga contoh kalimat yang sering diucapkan oleh orang dengan gaya
komunikasi agresif!
Jawab : .............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

B. Perasaan positif (Comfort)


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KEDUNGWUNI
Jl. Paesan Utara Kedungwuni Telp. (0285) 785343 Kab. Pekalongan
Faksimile 0285-785343 e-mail : sman1kdwuni@yahoo.com

1. Setelah mendapatkan materi mengenai empat jenis gaya komunikasi, menurutmu,


gaya komunikasi mana yang paling tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari? Berikan alasanmu!
Jawab : .............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
2. Setelah mendapatkan materi mengenai empat jenis gaya komunikasi, apakah timbul
motivasimu untuk menjadi lebih asertif? Jika ya, apa langkah pertama yang akan
kamu lakukan untuk menjadi seseorang yang asertif dan bagaimana caranya? Tapi
jika tidak, berikan alasannya!
Jawab : ............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

C. Keterampilan (Action)
1. Jika kamu secara kebetulan ditempatkan di dalam satu kelompok kerja berisi orang-
orang dengan tipe komunikasi agresif, apa yang akan kamu lakukan agar
kelompokmu dapat berjalan secara baik dan tidak menimbulkan konflik?
Jawab : .............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
2. Pada suatu hari sepulang sekolah, dua orang teman dekatmu mengajakmu bermain,
padahal dirimu merasa sedang tidak mood untuk melakukan kegiatan apapun sepulang
sekolah. Kamu sudah mencoba menolak secara halus, namun kedua orang temanmu
tetap memaksamu. Apa yang akan kamu lakukan mengenai hal itu? Tuliskan
responmu beserta alasannya!
Jawab : .............................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

Beri Nilai