Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH FARMAKOGNOSI

Dosen:Vivi Anggia

Kelas : 4K

DisusunOleh :

Eka Diani Setyo Aprilianti 1704015045

Irvi Octavia 1704015049

Suliana Chikal 1704015052

Tigo Ramansyah PN 1704015059

Fatimatuz Zahrok 1704015067

AstryDestyaWaluyan 1704015078

Nur Aisyah 1704015081

Nur Azizah

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA

JAKARTA

2019
1
BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Kurma dalam bahasa (Arab: ‫تمر‬, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah
tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan.Pohonnya
berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk
rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang
3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun
muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh
mahkotanya berkisar dari 6-10 m.Pohon kurma merupakan tanaman jenis dioecious, yaitu
memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah.
Peneliti pangan menyebut kurma adalah makanan yang hampir ideal yang
menyediakan nutrisi esensial secara lengkap dengan manfaat kesehatan. Bahkan berpotensi
sebagai makanan terbaik di masa depan. Pohon kurma mempunyai daya adaptabilitas yang
tinggi. Pohon betina kurma mudah kawinan dengan 'siapa saja' maka tidak mengherankan
kalau varietas kurma sampai saat ini dapat mencapai 1000 varietas lebih. Mirip manusia
Indonesia yang bersuku-suku dengan kekhasan sendiri tetapi tetap satu bangsa, Bhineka
Tunggal Ika. Maka kurma juga mempunyai kebhinekaan namun tetap tunggal sebagai
kurma yang super food. Buah kurma dikelompokan menjadi tiga golongan utama yaitu:
lunak (contohnya 'Barhee', 'Halaw', 'Khadrawy', 'Medjool'), semi-kering (contohnya
'Dayri', 'Deglet Noor', 'Zahidi') dan kering (contohnya 'Thoory').
Kurma matang dibagi menjadi empat golongan, yang mana dikenal di seluruh dunia
dengan menggunakan penamaan Arab yaitu, kimri (muda), khalal (berukuran penuh),
rutab (matang, lembut), tamr (matang, dikeringkan dengan bantuan matahari). Pohon
kurma dapat berbuah setelah ditanam selama 4 sampai 7 tahun dan bisa dipanen ketika
telah berusia 7 sampai 10 tahun. Pohon kurma yang telah dewasa bisa menghasilkan 80-
120 kg (176-264 lb) buah kurma pada setiap musim panennya. Agar mendapatkan buah
yang berkualitas untuk bisa dipasarkan, tandan kurma harus ditipiskan dan dibungkus atau

2
ditutup sebelum matang supaya buahnya bisa tumbuh menjadi lebih besar dan terlindungi
dari cuaca dan hama, seperti burung.

B. RumusanMasalah
1. Ayat apa yang menjelaskan bahwa tumbuhan itu bermanfaat
2. SebutkanTaksonomi, klasifikasisertadeskripsitumbuhantersebut
3. Khasiatnya secara tradisional.
4. Kandungan kimiaapa yang terkandung pada tumbuhantersebut
5. Jelaskan 2 khasiat farmakologis yang sudah di uji baik secara klinis dan non klinis

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui khasiat farmakologis yang sudah di uji baik secara klinis dan non
klinis
2. Umtuk mengetahui khasiatnya secara tradisononal
3. Untuk mengetahui kandungan kimia secara tradisional

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Ayat Al-Qur’an

‫ط ْل ِع َها‬ َ ‫َض ًرا نُ ْخ ِر ُج ِم ْنهُ َحبًّا ُمت ََرا ِكبًا َو ِمنَ النَّ ْخ ِل ِم ْن‬ ِ ‫ش ْيءٍ فَأ َ ْخ َرجْ نَا ِم ْنهُ خ‬َ ‫اء َما ًء فَأ َ ْخ َرجْ نَا بِ ِه نَبَاتَ ُك ِل‬
ِ ‫س َم‬َّ ‫{وه َُو الَّذِي أ َ ْنزَ َل ِمنَ ال‬
َ
‫ت ِل َق ْو ٍم‬ٍ ‫ظ ُروا ِإلَى ث َ َم ِر ِه ِإذَا أَثْ َم َر َويَ ْن ِع ِه ِإ َّن فِي ذَ ِل ُك ْم ََليَا‬
ُ ‫الر َّمانَ ُم ْشتَ ِب ًها َو َغي َْر ُمتَشَا ِب ٍه ا ْن‬
ُّ ‫الز ْيتُونَ َو‬
َّ ‫ب َو‬ ٍ ‫ت ِم ْن أ َ ْعنَا‬ ٌ ٌ ‫قِ ْن َو‬
ٍ ‫ان دَانِيَة َو َجنَّا‬
]99 :‫يُؤْ ِمنُونَ } [األنعام‬

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala
macam tumbuh-tumbuhan. Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang
menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari
mayang* korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami
keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya
di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang
demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. [Al-
An'aam:99]
*Mayang: Tongkol bunga palem (kelapa, enau, pinang, dan sebagainya yang terbungkus
seludang).

]16 - 14 :‫ت أ َ ْلفَافًا} [النبأ‬


ٍ ‫) َو َجنَّا‬15( ‫) ِلنُ ْخ ِر َج بِ ِه َحبًّا َونَبَاتًا‬14( ‫ت َما ًء ث َ َّجا ًجا‬ ِ ‫{وأ َ ْنزَ ْلنَا ِمنَ ْال ُم ْع‬
ِ ‫ص َرا‬ َ

Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air
itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat. [An-Naba': 14-16]

َ ‫الز ْيتُونَ َوالنَّ ِخي َل َو ْاأل َ ْعن‬


‫َاب‬ َّ ‫ع َو‬ َّ ‫) ُي ْن ِبتُ َل ُك ْم ِب ِه‬10( َ‫ش َج ٌر ِفي ِه تُسِي ُمون‬
َ ‫الز ْر‬ َ ُ‫اء َما ًء لَ ُك ْم ِم ْنهُ ش ََرابٌ َو ِم ْنه‬ َّ ‫{ه َُو ا َّلذِي أ َ ْنزَ َل ِمنَ ال‬
ِ ‫س َم‬
]11 ،10 :‫ت إِ َّن فِي ذَلِكَ ََليَةً ِلقَ ْو ٍم يَتَفَ َّك ُرونَ } [النحل‬ ِ ‫َو ِم ْن ُك ِل الثَّ َم َرا‬

Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi
minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya)
kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-

4
tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. [An-Nahl:
10-11]

‫س ْينَا َء ت َ ْنبُتُ بِالدُّ ْه ِن‬


َ ‫ور‬
ِ ‫ط‬ َ ‫) َو‬19( َ‫يرة ٌ َو ِم ْن َها ت َأ ْ ُكلُون‬
ُ ‫ش َج َرة ً ت َْخ ُر ُج ِم ْن‬ َ ِ‫ب لَ ُك ْم فِي َها فَ َوا ِكهُ َكث‬ ٍ ‫{فَأ َ ْنشَأْنَا لَ ُك ْم بِ ِه َجنَّا‬
ٍ ‫ت ِم ْن ن َِخي ٍل َوأ َ ْعنَا‬
]20 - 18 :‫صبْغٍ ِل ْْل ِكلِينَ } [المؤمنون‬ ِ ‫َو‬

Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam
kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu
kamu makan. Dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak,
dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan. [Al-Mu'minuun: 19-20]

]27 :‫ْص ُرونَ } [السجدة‬ ُ ُ‫ض ْال ُج ُر ِز فَنُ ْخ ِر ُج ِب ِه زَ ْرعًا ت َأ ْ ُك ُل ِم ْنهُ أَ ْن َعا ُم ُه ْم َوأ َ ْنف‬
ِ ‫س ُه ْم أَفَ ََل يُب‬ ِ ‫وق ْال َما َء ِإلَى ْاأل َ ْر‬
ُ ‫س‬ُ َ‫{أ َ َولَ ْم َي َر ْوا أَنَّا ن‬
Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang
mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang
daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak
memperhatikan? [As-Sajdah: 27]

Semua tanaman yang tumbuh atas sepengetahuan Allah

َ َ ‫ام َها َو َما تَحْ ِم ُل ِم ْن أ ُ ْنثَى َو ََل ت‬


]47 :‫ض ُع إِ ََّل بِ ِع ْل ِم ِه} [فصلت‬ ِ ‫ت ِم ْن أ َ ْك َم‬
ٍ ‫{و َما ت َْخ ُر ُج ِم ْن ث َ َم َرا‬
َ

Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun
mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. [Fushshilat:
47]

B. TaksonomiKurma

Buah kurma atau yang dikenal dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera L merupakan salah
satu jenis tumbuhan palem yang buahnya memiliki rasa manis sehingga dapat dikonsumsi oleh

5
banyak orang. Tanaman kurma adalah salah satutanaman yang tertua di dunia dan hingga saat ini
masih tepelihara keberadaannya di banyak negara.

Nama ilmiah buah kurma Phoenix dactylifera L berasaldari Bahasa Yunani, “phoenix”
yang artinyabuahmerahatauungu, dan “dactylifera” dalam Bahasa Yunani disebutdengan
“daktulos” yang berartijari, seperti yang tampak pada bentukbuahkurma. Genus
daribuahkurmayaitu “phoenix” terdiriatas 12 spesies yang banyakdikenalsebagaitanamanhias,
namunhanyaspesiesbuahkurma yang dapatdipanen, meskipunsebenarnyaada 5 spesiesbuah yang
dapatdimakanselainkurma.

Tanaman kurma memiliki klasifikasi sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Subkingdom :Tracheobionata
Superdivisi :Spermatophyta
Subkelas :Arecidae
Ordo :Arecales
Famili :Arecaceae
Genus : Phoenix
Spesies : Phoenix dactylifera L

C. Morfologi
Pohon kurma yang berbatang tunggal ini memiliki tinggi sekitar15-25 meter dan
mampu mencapai 30 meter. Masing-masing tangkai pohon memiliki sekitar 150 lembar daun
yang berbentuk menyirip. Ujung daun tajam dan runcing seperti jarum, mirip dengan daun
pada pada pohon kelapa. Daun ini tumbuh cukup cepat yaitu setengah meter per tahun dan
dapat menggantikan daun-daun yang sudah gugur. Buah kurma berbentuk lonjong
meyerupai jaritangan. Di dalamnya, terdapat biji dengan ukuran panjangnya mencapai 2,5
cm. Terdapat banyak variasi dari bentuk, ukuran, warna, maupun kualitas daging buah.
Terdapat tiga perubahan warna buah kurma. Pertama, buah kurma berwarna hijau jika
belum matang. Kedua, berwarna kuning setelah proses pematangan. Terakhir, buah kurma
akan berwarna merah kecoklatan jika sudah matang.

6
D. Khasiat Secara Tradisional

1. Sumber Energi yang Baik

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.Energi tinggi yang
dihasilkan dari kurma dapat dikaitkan dengan kadar gula tinggi ini.Banyak orang di seluruh
dunia makan kurma bebas lemak alami untuk camilan sore cepat ketika mereka merasa lesu
atau lamban.Orang-orang Islam, berbuka puasa dengan memakan kurma bersama dengan
air.Ini juga membantu menghindari makan berlebihan setelah puasa berakhir.Ketika tubuh
mulai menyerap kandungan nutrisi yang tinggi dari kurma, rasa lapar dapat dikendalikan.

2. Kurma Dapat Meningkatkan Kesehatan Otak

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D. dkk., menunjukkan
kurma melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan.Buah kurma adalah sumber serat
makanan yang baik dan kaya fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam
ferulat, asam protocatechuic, dan asam caffeic.Keberadaan senyawa polifenol ini dapat
membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer.

3. Membantu Meringankan Sembelit

Dalam pengobatan Tunisia tradisional, kurma digunakan untuk mengobati sembelit.Menurut


penelitian tentang efek serat pada sembelit diet, makanan yang kaya serat sangat penting
dalam membantu gerakan usus yang sehat dan melewati makanan yang nyaman melalui
saluran usus.Sebuah studi 2005 juga menunjukkan bahwa kurma memiliki tingkat serat
makanan dan serat tak larut yang tinggi.Serat larut membantu dalam pencernaan dan dapat
membantu dalam mengurangi gejala sembelit .

4. Bantuan dari Gangguan Usus

Selain mengandung serat yang tidak larut dan larut, kurma juga mengandung banyak asam
amino bermanfaat yang dapat menstimulasi pencernaan makanan dan memastikan perjalanan
cepat melalui usus dan perut.Ini dapat meningkatkan penyerapan nutrisi yang lebih baik oleh
saluran pencernaan.

7
5. Membantu Meringankan Anemia

Kurma merupakan sumber yang baik dari banyak nutrisi seperti zat besi.Kekurangan zat besi
menyebabkan anemia dan asupan makanan kaya zat besi membantu memberikan bantuan
dari itu.Namun, ada kurangnya penelitian yang mendukung peran langsung kurma dalam
mengobati anemia.

6. Cegah Penyakit Jantung

Sebuah penelitian oleh Rock W et al. menyimpulkan kurma memiliki efek menguntungkan
pada asam lemak jenuh dan stres oksidatif.Hal itu sering dikaitkan dengan masalah jantung
dan memiliki potensi untuk mencegah atherogenesis yang mengarah ke penyakit
kardiovaskular.Kurma yang dikolaborasikan dengan buah delima, kaya antioksidan dapat
membantu mengurangi risiko stroke.Buah kurma memiliki 14 manfaat bagi kesehatan,
termasuk mencegah penyakit jantung hingga meningkatkan kesehatan otak. Mereka kaya
berbagai phytochemical yang juga membantu mencegah penyakit jantung.Selanjutnya, kurma
merupakan sumber potasium yang kaya.Terbukti kurma dapat mengurangi risiko stroke dan
penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung lainnya.

7. Mengobati Lemah Syahwat

Pada tahun 2006, sebuah penelitian mengungkapkan kurma dan minyaknya dapat
meningkatkan fungsi seksual.Tingginya kadar estradiol dan flavonoid komponen kurma
membantu meningkatkan jumlah sperma dan motilitas.Penelitian lain yang dilakukan di India
menyatakan serbuk sari kurma telah digunakan untuk mengobati infertilitas pria dalam
pengobatan tradisional.Kurma organik merupakan afrodisiak alami yang hebat.

8. Mencegah Rabun Senja

Kekurangan vitamin A sering dikaitkan dengan kejadian rabun senja.Menurut sebuah artikel
oleh HA Hajar Al Binali MD, kurma kaya akan vitamin A yang dapat membantu mencegah
kebutaan di malam hari atau rabun senja.

9. Mengurangi Keracunan Alkohol

8
Menurut sebuah studi oleh Mahmoudi dkk. diterbitkan dalam Journal of Organic Systems,
kurma telah digunakan bersama dengan lada untuk mengurangi racun bir di Nigeria.

10. Membantu Mengobati Diare Kronis

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Columbia University Medical Center, makanan
yang kaya potasium seperti kurma efektif melawan diare.Mereka juga membantu pencernaan
dan dapat meringankan sifat tak terduga dari diare kronis .

11. Risiko Kanker Colon Lebih Rendah

Penelitian yang dilakukan oleh Prof Dr Jeremy PE Spencer et. al. menunjukkan asupan
kurma dapat membantu meningkatkan kesehatan usus.Juga memperlambat perkembangan
kanker kolorektal.Penelitian itu juga menunjukkan bahwa kurma menunjukkan aktivitas anti-
tumor namun mekanisme yang tepat masih belum diketahui dan membutuhkan lebih banyak
penelitian.

12. Kesehatan Tulang

Sebuah publikasi oleh Julie Garden-Robinson, Ph.D., LRD dkk. (North Dakota University)
menyarankan kurma mengandung boron yang juga merupakan salah satu nutrisi yang
mempromosikan tulang sehat.Sebuah studi yang diterbitkan dalam Tinjauan Kritis dalam
jurnal Food Science and Nutrition menunjukkan buah-buahan kering dapat memperkuat
tulang dan melawan osteoporosis.Buah-buahan kering mengandung mineral seperti fosfor,
kalium, kalsium, dan magnesium.Kurma organik mengandung selenium, mangan, tembaga,
dan magnesium, yang semuanya dapat membantu dalam mengelola kesehatan tulang
khususnya bagi orang tua.

13. Meningkatkan Berat Badan yang Sehat

Menurut USDA kurma yang kaya akan gula, protein, dan banyak vitamin esensial lainnya
adalah tambahan yang baik untuk diet Anda.Jika mereka dikonsumsi dengan pasta
mentimun, Anda dapat menjaga berat badan Anda pada tingkat yang normal dan
seimbang.Sebuah penelitian pada hewan yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukkan

9
asupan kurma dapat membantu penambahan berat badan.Penelitian hewan lain yang
dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan tidak ada peningkatan berat badan.Mengingat
laporan yang saling bertentangan, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung
manfaat ini.

14. Membantu Hilangkan Gejala SAR

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2002, senyawa organik sulfur dapat
memiliki dampak positif pada jumlah penderitaan dari SAR (Seasonal Allergic Rhinitis).

Kurma adalah cara yang bagus untuk membendung efek dari alergi musiman melalui
kontribusi sulfur terhadap diet.Salah satu aspek yang paling menarik dari kurma adalah
keberadaan belerang organik dalam biji mereka.Namun tidak ada penelitian yang
menyarankan penggunaan kurma bermanfaat dalam mengurangi reaksi alergi dan alergi
musiman.

E. Kandungan Kimia

Kurma yaitu sebagai salah satu buah tertua di daerah Arab memiliki berbagai manfaat
untuk manusia karena berbagai komponen yang dimilikinya. Kandungan air dalam kurma terus
berkurang sesuai stadium kematangannya. Pada stadium Kimri kelembaban kurma sekitar 83,
6%, 65,9% pada stadium Khalal, dan terus menurun kelembabannya pada stadium Rutab 43%
dan stadium Tamr 24,2%.14Konsentrasi total karbohidrat dalam kurma terus meningkat dari
stadium Kimrihingga stadium Khalal dan Rutab. Konsentrasi total gula pada stadium Kimri
sekitar 3,4-7,7%, sedangkan pada stadium Khalal 18,8-31,9% dan stadium Rutab
konsentrasinya sekitar 43,9-50,1%.

Selain kandungan air dan karbohidrat yang dimiliki, kurma juga memiliki kandugan
asam lemak, yang terdiridari lemak tersaturasi, seperticapric, lauric, myristic, palmitic, stearic,
margaric, arachidic, heneicosanoic, behenic, dan asam tricosanoic, serta lemak yang tidak
tersaturasi seperti palmitoleic, oleic, linoleic, dan asam linolenic

10
Kurma juga dikenal sebagai buah dengan kandungan protein tertinggi yaitu 2.3-5.6%
dibandingkan dengan buah-buah lain, seperti apel (0.3%), jeruk (0.7%), pisang (1.0%), dan
anggur (1.0%). Telah ditemukan bahwa terdapat dua puluh tiga asam amino yang berbedat
erkandung di dalam protein kurma, contohnya aspartic acid, threonine, serine, glutamic acid,
proline, glycine dan alanine.14 Pada stadium Khalal, kebanyakankandunganasama amino pada
kurma memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Dalam beberapa riset juga ditemukan bahwa
kurma mengandung serat yang memiliki efek baik terhadap kesehatan. Kurma mengandung
0.5-3.9% pectin, sebagaimana diketahui bahwa pectin dapat mengurangi factor resiko penyakit
metabolik yang berkaitandengan heart disease dan diabetes, sertaserat yang terdapat
dalamkurma juga berfungsi untuk menurunkan level kolesterol dalamtubuh.

F. Khasiat Secara Farmakologis

 Hepatoprotektif

Dalam jurnalnya yang diterbitkan oleh European Scientific Journal, B. Sheikh


mendapati bahwa mengonsumsi kurma (Phoenix dactylifera L.) varietas Ajwa terbukti
mengurangi dampak buruk yang diakibatkan oleh paparan zat hepatotoksik CCl4 dengan
beberapa diantara indikator; secara histopatologi dengan sediaan jaringan hepar hewan coba,
dan secara biokimiawi dengan kadar enzim hepar SGOT dan SGPT yang diambil sesaat
sebelum terminasi hewan coba. Hasilnya, sediaan jaringan hepar hewan coba dengan paparan
CCl4 tanpa konsumsi ekstrak buah kurma varietas Ajwa lebih banyak terdapat jaringan fibrosa
bila dibandingkan sediaan jaringan hepar hewan coba dengan paparan CCl4 dengan konsumsi
ekstrak buah kurma varietas Ajwa. Kadar SGOT dan SGPT pada hewan coba dengan paparan
CCl4 tanpa konsumsi ekstrak buah kurma varietas Ajwa juga lebih tinggi bila dibandingkan
dengan kelompok hewan coba yang diberi paparan CCl4 dengan konsumsi ekstrak buah kurma
varietas Ajwa.

Pada jurnal lain, ekstrak buah kurma (Phoenix dactylifera L.) varietas Ajwa juga
terbukti bersifat hepatoprotektif terhadap zat hepatotoksik lainnya, yakni okratoksin A

11
(OTA)10. Okratoksin A adalah salah satu zat mycotoxin yang dihasilkan oleh spesies jamur
Aspergillus dan Penicillium yang biasa ditemui pada hasil komoditas perkebunan yang
disimpan dalam gudang seperti buah dan bijikopi. OTA juga telah terbukti mempunyai sifat
hepatotoksik pada manusia maupun kebanyakan spesies hewan.

Penelitian yang dilakukan oleh Suzan Bakr Abdu ini menggunakan indikator secara
histopatologi dengan sediaan jaringan hepar hewan coba, secara biokimiawi dengan
konsentrasi bilirubin, serta kadar enzim hepar ALT. Hasilnya, sediaan jaringan hepar dengan
paparan OTA tanpa konsumsi ekstrak buah kurma varietas Ajwa tampak pembengkakan sel
hepar serta balooning degeneration. Sedangkan pada sediaan jaringan hepar yang diberi
paparan OTA dengan konsumsi ekstrak buah kurma varietas Ajwa tampak relatif normal meski
masih ditemui juga sedikit sel-sel degeneratif. Lalu pada aspek biokimiawi, konsentrasi
bilirubin dan enzim hepar ALT meningkat pada kelompok hewan coba yang hanya terpapar
OTA. Sedangkan kadar enzim hepar ALT pada kelompok hewan coba yang diberi paparan
OTA serta ekstrak buah kurma varietas Ajwa menunjukkan nilai yang tak berbeda jauh dari
kadar enzim hepar ALT pada kelompok kontrol hewan coba. Lalu, konsentrasi bilirubin
menunjukkan nilai yang lebih rendah dari kadar konsentrasi bilirubin pada kelompok kontrol
hewan coba.

 Daya antibakterial

Daya antibakterial diteliti oleh Al-Daihan dan Bhat dengan menggunakan bahan yaitu
daun, biji, dan buah kurma (Phoenix dactylifera L.) yang masing- masing diekstrak dengan
menggunakan solven akuadestilat, metanol, dan aseton, lalu dipaparkan pada kelompok bakteri
gram positif (S. aureus, S. pyogenes) dan kelompok bakteri gram negatif (E. coli, P.
aeruginosa) pada cawan petri. Indikatornya adalah ukuran zona inhibisi yang terbentuk pada
koloni bakteri yang dibandingkan menggunakan obat kontrol Kanamycin. Hasilnya
menunjukkan bahwa ekstrak semua bahan terbukti memiliki daya antibakterial.

Ekstrak dengan solven akuadestilat mempunyai daya antibakterial yang kurang bila
dibandingkan dengan dua solven lainnya. Buah dan daun terbukti memiliki daya antibakterial
yang lebih baik daripada biji kurma. Ekstrak buah dengan solven aseton merupakan ekstrak
dengan daya antibakterial yang paling tinggi terhadap bakteri S. aureus, sedangkan ekstrak

12
daun dengan solven metanol pada bakteri E. coli. Namun, semua ekstrak tersebut daya
antibakterialnya tak sebagus Kanamycin.

Buah kurma (Phoenix dactylifera L.) juga masih memiliki sejumlah manfaat lainnya
seperti mengatasi infertilitas pada pria dan disfungsi testikular, infertilitas pada wanita dan
kadar hormon, daya antidiabetik, antikanker dan antimutagenesis, antidiare, antiinflamasi dan
antiproliferasi (misal pada sel-sel prostat), sebagai penawar hematoksisitas Pb, antifungal,
sebagai gastroprotektif terhadap ulkus lambung, antihipertensi, menurunkan obesitas, kurma
juga dapat mengurangi efek samping metilprednisolon, dan beberapa manfaat lainnya.

 Flavonoid

Flavonoid hadir dalam berbagai macam buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minuman
termasuk anggur dan teh, dan karenanya dikonsumsi secara teratur dalam makanan manusia
sejak datangnya kehidupan manusia di bumi. Ahli gizi memperkirakan bahwa orang umumnya
mengonsumsi sekitar satu sampai dua gram flavonoid per hari pada diet normal. Flavonoid
berperan penting dalam perawatan medis sejak zaman kuno dan penggunaannya terus berlanjut
sampai sekarang. Ilmuwan terus mencari ramuan medis baru dan memiliki efek yang
menguntungkan. Senyawa yang berasal dari tanaman telah menjadi bahan pertimbangan
ilmiah dan terapeutik karena mereka dapat berfungsi sebagai titik awal untuk pengembangan
turunan senyawa yang optimal. Flavonoid ditemukan oleh banyak ilmuwan memiliki sifat yang
menguntungkan dengan sejumlah manfaat fisiologis yang berkaitan dengan senyawa
fitokimianya. Beberapa aktivitas biologis flavonoid termasuk, antiinflammasi, sitostatik,
sitotoksik, anti kanker, anti virus, dan sebagai modulator imunitas tubuh.

 Flavonoid sebagai imunomodulator

Beberapa flavonoid telah diteliti dan terbukti dapat mengaktivasi sel sitotoksik dan

natural killer T-limfosit serta menstimulasi makrofag17. Mekanismenya adalah terinhibisinya


enzim siklooksigenase (COX) yang menghasilkan prostaglandin oleh flavonoid yang spesifik,
karena prostaglandin yang diproduksi dari proses ini dapat mensupresi T-limfosit. COX adalah
enzim kunci dalam biosintesis hormon eicosanoid yang berperan penting dalam proses
inflamasi, sensasi nyeri, dan perbaikan jaringan. Sehingga apabila enzim siklooksigenase
terhambat, maka produksi prostaglandin yang menghambat aktivasi sel sitotoksik dan natural

13
killer T-limfosit juga ikut terhambat. Dengan kata lain, bila produksi enzim siklooksigenase
terhambat maka akan meningkatkan aktivasi sel sitotoksik dan natural killer T-limfosit.

Di saat yang sama ketika COX terinhibisi, flavonoid membantu menghentikan


produksi eicosanoid yang berperan pada pelepasan substansi P dan bradikinin. Juga, kombinasi
dari limfokin atau aktivator NK yang lain dan senyawa penetral (scavenging) peroksida telah
dideskripsikan sebagai senyawa yang baru saja ditemukan untuk aktivasi sel NK dan
pencegahan dari inaktivasi sel ini oleh monosit.

 Salmonella

Taksonomi Salmonella

Genus Salmonella adalah bagian dari famili Enterobacteriaceae. Taksonomi


Salmonella telah direvisi agar mengurangi potensi yang membingungkan. Genus Salmonella
terdiri dari dua spesies yang masing-masing terbagi atas banyak subspesies dan serotipe, yakni
Salmonella bongori (dahulu disebut subspesies V) dan Salmonella enterica. Salmonella
enterica baru-baru ini dibagi menjadi enam subspesies, yakni: S. e. enterica (subspesies I); S.
e. salamae (subspesies II); S. e. arizonae (subspesies IIIa); S. e. diarizonae (subspesies IIIb);,
S. e. houtenae (subspesies IV); dan S. e. indica (subspesies VI). Sebagian besar penyakit pada
manusia diseebabkan oleh galur subspesies I yang disebut sebagai Salmonella enterica
subspesies enterica. Sesekali, infeksi pada manusia dapat disebabkan oleh subspesies IIIa dan
IIIb atau subspesies lain yang biasanya ditemukan pada hewan berdarah dingin.

Salmonella Typhimurium

Nomenklatur

Nomenklatur klasifikasi yang mungkin akan diterima secara luas adalah sebagai
berikut: Salmonella enterica subspesies enterica serotipe Typhimurium, yang dapat disingkat
menjadi Salmonella Typhimurium dengan nama genus dituliskan dengan bentuk miring dan
nama serotipe dituliskan dalam bentuk reguler (roman).

Patogenitas Salmonella Typhimurium

Salmonella Typhimurium menyebabkan gastroenteritis pada manusia dan mamalia


lainnya. Ketika sel-sel bakteri masuk ke dalam sel epitel yang melapisi usus, Salmonella

14
Typhimurium menyebabkan sel epitel usus dari inang teracak yang menyebabkan kerusakan
sementara dari mikrovili permukaan sel. Hal ini menyebabkan sel darah putih bergerak cepat
menuju sumber luka di dalam mukosa tersebut lalu menyebabkan ketidakseimbangan dari rasio
antara penyerapan dan sekresi usus, dan mengarah ke diare. Pada tikus, S. Typhimurium
menyebabkan gejala yang menyerupai demam tifoid pada manusia. Hasil studi dari
mempelajari bakteri ini pada tikus akhirnya dapat ditemukan vaksin tifoid.

Mekanisme infeksi secara molekuler

Salmonella Typhimurium harus melewati penghalang dari sel usus. Namun ketika
Salmonella Typhimurium telah berhasil melewati penghalang ini, maka Salmonella
Typhimurium menggunakan mekanisme lainnya untuk dapat menyebabkan infeksi.
Salmonella Typhimurium merupakan serovar nontifoidal.

Serovar nontifoidal memasuki sel M pada dinding usus oleh endositosis bakteri-
dimediasi, proses yang terkait dengan peradangan usus dan diare. Mereka juga dapat
mengganggu tight junction antara sel-sel dinding usus, mempengaruhi kemampuan sel untuk
menghentikan aliran ion, air, dan sel-sel kekebalan tubuh ke dalam dan keluar dari usus.
Kombinasi dari peradangan yang disebabkan oleh endositosis bakteri-dimediasi dan gangguan
persimpangan ketat diduga berkontribusi signifikan terhadap induksi diare.

Salmonella Typhimurium juga mampu menembus penghalang usus melalui fagositosis


oleh sel imun CD18+ dan ikut beredar bersamanya di dalam sel imun CD18+ tersebut yang
mungkin menjadi kunci mekanisme untuk infeksi Salmonella Typhimurium. Hal ini dianggap
sebagai cara yang lebih tersembunyi untuk dapat melewati penghalang usus, oleh karena itulah
mengapa dosis infeksi dari golongan Salmonella serovar tifoidal lebih rendah daripada
golongan Salmonella serovar nontifoidal. Serovar tifoidal dapat menggunakan mekanisme ini
untuk menyebar ke seluruh tubuh melalui mekanisme sistem fagosit mononuklear, jaringan
organ yang saling terhubung yang mengandung sel imunitas, dan jaringan sekitar tubuh yang
mengandung sistem kekebalan tubuh.

 Imunitas tubuh manusia

Dalam bukunya, Abbas membagi imunitas tubuh manusia menurut dapatan, dibagi
menjadi dua tipe yakni; imunitas awalan (innate immunity) dan imunitas dapatan (adaptive

15
immunity). Sedangkan menurut responnya, imunitas dibagi menjadi dua pula, yakni; imunitas
respon humoral dan imunitas respon seluler

Dalam penelitian kali ini terfokus pada proses opsonisasi dan fagositosis yang terdapat pada
imunitas awalan (innate immunity).

BAB III

16
PENUTUP

A. Kesimpulan

Buah kurma atau yang dikenal dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera L
merupakan salah satu jenis tumbuhan palem yang buahnya memiliki rasa manis sehingga
dapat dikonsumsi oleh banyak orang. Di dalam al-quran juga sudah tertera ayat yang
mengenai buah kurma seperti surah (Al-an’aam:99), (Al-Nahl:10-11),(Al-mu,minuun:19-
20). Kandungan air dalam kurma terus berkurang sesuai stadium kematangannya. Pada
stadium Kimri kelembaban kurma sekitar 83, 6%, 65,9% pada stadium Khalal, dan terus
menurun kelembabannya pada stadium Rutab 43% dan stadium Tamr 24,2%.Terdapat
tiga perubahan warna buah kurma. Pertama, buah kurma berwarna hijau jika belum
matang. Kedua, berwarna kuning setelah proses pematangan. Terakhir, buah kurma
akan berwarna merah kecoklatan jika sudah matang.manfaat buah kurma untuk tubuh
seperti sumber energi yang baik, kurma dapat meningkatkan kesehatan otak, membantu
meringankan sembelit, membantu meringankan anemia ,cegah penyakit jantung dll.

DAFTAR PUSTAKA

Syamil, Ahmad. 2013. Keistimewaan Kurma dalam Al-Qur’an Ditinjau dari Perspektif Ilmu

Kesehatan. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif.

Naik, Zakir. 2016. Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah. Solo: AQWAM.

Amer, W.M. dan H.A.-R. Ead. 1994. The Date Palm in Ancient History. Taxonomy and
documentary study of food plants in Ancient Egypt : PhD Thesis
Al-Farsi, M.A. dan C.Y. Lee. 2008. Nutritional and Functional Properties of Dates: A Review.
Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 48(10):877 - 887.
Cappers, R. 1999. Trade and Subsistence at The Roman Port of Berenike, Red Sea Coast, Egypt,
in The Exploitation of Plant Resources in Ancient Africa. Kluwer Academic. New York.

17
18
19