Anda di halaman 1dari 5

SOP PEMERIKSAAN - TTV

A. persiapan alat
1. termometer
2. tensimeter
3. penghitung waktu
4. dokomentasi

B. persiapan pasien
1. Jaga privacy pasien
2. pencahayaan ruangan cukup

B. pelaksanaan

1. Menberi salam, pangil pasien dengan panggilan yang di senangi


2. Memperkenalkan nama petugas
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada pasien dan keluarga
4. Berikan kesempatan pasien dan keluarga untuk bertanya
2. Menggunakan sarung tangan
4. Melakukan kegiatan sesuai perencanaan

a. Penilaian pernafasan
2. Membuka baju pasien jika perlu untukmengobservasi gerakan dada simetris / tidak
4. Menentukan irama pernafasan
5. Menghitung pernafasan slama 1 menit atau 60 detik
6. Mendengarkan bunyi pernafasan, kemungkinana ada bunyi abnormal
7. Mencuci tangan

b. Penilaian denyut nadi radialis


1. Mengatur posisi pasien dengan nyaman dan rileks
2. Menekan kulit pada area arteri radialis dengan menggunakan 3 jari yang kemudian
meraba denyut nadi
3. Menekan arteri radialis kuat dengan menggunakan jari-jari 1 menit atau 60 detik, jika
tidakteraba denyutan, jari-jari digeser kekanan atau kekiri hingga denyut nadi dapat
dirasakan
4. Denyut pertama akan terasa atau teraba kuat, jika denyut hilang rabalah, tekanlah
hinggadenyut terasa kuat kembali
5. Mencuci tangan

c. Penilaian tekanan darah


1. Mnyiapkan posisi pasien
2. Menyingsingkan lengan baju pasien
3. Memasang manset 1 inchi ( 2,5 cm ) diatas nadi branchialis ( melakukan palpasi nadi
branchialis )
4. Mengatur tensi meter agar siapdipakai ( untuk tensi air raksa ) menghubungkan pipa
tensi meter dengan pipa manset, menutup sekrup balon manset, membuka kunci
resevoir
5. Meletakan diafragma stotoskop diatas tempat denyut nadi tanpa menekan nadi
branchialis
6. Memompa balon manset ±180 mmHg
7. Mengendorkan pompa dengan cara membuka skrup balon manset hingga melawati
bunyi denyut nadi yang terdengar terakhir
8. Pada saat mengendurkan pompa perahtikan bunyi denyut nadi pertama ( syistol )
sampai denyut nadi terakhir ( diastol ) jatuh diangka berapa sesuai dengan sekala
yang ada di tensi meter
9. Jika pengukuran belum yakin, tunggu 30 detik dan lalu lengan ditinggikan diatas
jantung untuk mengalirkan darah dari lengan setelah itu ulangi lagi, hingga merasa
yakin dan mendapat hasil yang akurat
10. Melepaskan manset
11. Mengembalikan posisi pasien dengan senyaman mungkin
12. Mencuci tangan

d. Penilaian suhu pada aksila


1. Mengamati angka yang di tunjuk air raksa dengan benar ( dibawah 35 c)
2. Menurunkan air raksa bila perlu
3. Mengatur posisi pasien
4. Meletakan termimeter di ketiak tangan kanan atau tangan kiri dengan posisi ujung
termometer dibawah kemudian pasien disuruh menjepit termometer dengan cara
tangan kanan atau tangan kiri memegang bahu secara bersilangan
5. Menunggu sekitar 5 menit
6. Mengambil termometer setelah 5 menit kemudian mengelap termometer dengan
cara berputar dari urutan yang paling bersih keurutan yang paling kotor
7. Menbaca hasil pengukuran suhu yang ditunjukan air raksa dengan segera
8. Merapikan baju dan posisi pasien senyaman mungkin
9. Mencelupkan termometer dengan urutan air savlon 15 menit, air sabun dan bilas
dengan sir bersih
10. Mengeringkan termometer dengan menggunakan tissue
11. Mengembalikan atau menurunkan posisi air raksa
12. Mencuci tangan

E. Tahap terminasi

2. Menyampaikan hasil kepada pasein dan keluarga


3. Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya
5. Mengakhiri kegiatan dengan memberikan salam
1. Catat seluruh hasil kegiatan tindakan dalam buku, beri waktu pelaksanaan kegiatan
dan tanda tangan perawat jaga.
PEMBERIAN OKSIGEN
A. persiapan alat
1. set o2
2. kanul o2
3. kasa
4. sarung tangan
5. masker

B. persiapan pasien
3. Jaga privacy pasien
4. pencahayaan ruangan cukup
5. posisikan pasien senyaman mungkin

c. pelaksanaan
1. Menberi salam, pangil pasien dengan panggilan yang di senangi
2. Memperkenalkan nama petugas
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada pasien dan keluarga
4. Berikan kesempatan pasien dan keluarga untuk bertanya
5. Menggunakan sarung tangan
6. posisikan pasien senyaman mungkin
7. Posisi pasien diatur dengan kepala ekstensi
8. Masukkan nasal kateter ke dalam hidung
9. Membuka regulator untuk menentukan tekanan oksigen sesuai
kebutuhan
10. Mengatur volume oksigen sesuai kebutuhan
11. Memfiksasi nasal kanul kateter di belakang kepala melewati bagian atas
telinga
12. Membuka regulator untuk menentukan tekanan oksigen sesuai
kebutuhan
13. Mengatur aliran oksigen sesuai dengan kebutuhan
14. Memasang kapas kering pada daerah yang tertekan sungkup dan tali
pengikat untuk mencegah iritasi kulit.
15. Memberikan terapi oksigen dengan masker oksigen mempunyai
efektifitas aliran 5-8 liter/menit dengan konsentrasi oksigen yang
didapat 40-60 %.
16. Rapikan pasien
17. Berikan salam sebelum meninggalkan pasien

Memasang masker oksigen pada daerah lubang hidung dan mulut


18. Mengikat tali sungkup di belakang kepala melewati bagian atas telinga
19. Memberikan terapi oksigen dengan masker oksigen mempunyai
efektifitas aliran 5-8 liter/menit dengan konsentrasi oksigen yang
didapat 40-60 %.

SOP PEMASANGAN KATETER


PERSIAPAN ALAT :
1. SLANG KATETER
2. AQUA JELLY
3. SARUNG TANGAN
4. AQUADEST DALAM KOM
5. SPUIT 5 CC
6. PLESTER
7. GUNTING
8. KASA STERIL
9. BETADINE
10. URUBAG
11. PINSET
12. BENGKOK
13. PERLAK

PENATALAKSANAAN :
1. MEMBERIKAN PENJELASAN KEPADA KELUARGA DAN PASIEN
2. MENDEKATKAN PERALATAN DISAMPING PENDERITA
3. MEMASANG PERLAK DAN PETUGAS MENCUCI TANGAN
4. MEMAKAI SARUNG TANGAN
5. MENGATUR POSISI PASIEN
PADA LAKI-LAKI
6. mengolesi slang kateter dengan aqua jelly
7. tangan kiri dengan kasa memegang penis sampai tegak ± 60O
8. tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan
sampai urine keluar

PADA WANITA
9. jari tangan kiri dengan kapas cebok membuka labia
10. tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan
sampai urine keluar
11. bila urine telah keluar, pangkal kateter dihubungkan dengan urine bak
12. kunci kateter dengan larutuan Aqua/NS (20-30cc)
13. mengobservasi respon pasien
14. menggantungkan urobag disisi tempat tidur pasien
15. memfiksasi kateter dengan plester pada paha bagian atas
16. klien dirapikan
17. alat-alat dibersihkan dan dibereskan
18. perawat cuci tangan
19. mencatat kegiatan respon pasien pada catatan keperawatan
Unit terkait Rawat inap, KABER

Read more: http://aneka-wacana.blogspot.com/2012/05/sop-pemasangan-kateter-urine.html#ixzz46QiqNRMh