Anda di halaman 1dari 1

Catatan teknik telusuri

Klasik Kartu Lipat Majalah Mozaik Bilah Sisi Cuplikan Kronologis


menghindarkan kerusakan generator yang lebih besar.

2. Hubung Singkat (hs) Phase ke Tanah


JAN Pemeliharaan
Gangguan ini tidak dapat dideteksi oleh Switchgear
relay differential bila titik netral generator tidak ditanahkan. Oleh karenanya ada
6 telau hubung
Frekwensi tanah untuk yang
pemeliharaan melindungi generator
dianjurkan akanterhadap gangguan
tergantung hubunglingkungan
pada kondisi tanah. dan operasi, sehingga tidak ada
ketentuan hokum yang tetap dapat mengatur semua penerapan. Inspeksi tahunan yang menyeluruh pada switchgear
3. Suhu Tinggi
assembly, termasuk elemen withdrawable pada saat tiga tahun pertama setelah operasi, yang merupakan anjuran
Kenaikan suhu disebabkan oleh
lainkarena pembebanan lebih inspeksi
pada generator yang terlalu
ataulama, ventilasi yang kurang
minimum jika tidak ada criteria yang diketahui. Frekwensi dapat bertambah berkurang tergantung pada
sempurna atau karena banyak kotoran yang menempel pada isolasi lilitan stator sehingga menghambat pelepasan lilitan
observasi dan pengalaman. Hal yang baik adalah mengikuti rekomendasi pabrikan untuk melaksanakan inspeksi dan
stator.
pemeliharaan sampai kita bisa menentukan sendiri.
Aliran minyak pelumas yang kurang baik juga bisa menyebabkan suhu yang tinggi.
Untuk berikut
mengamankan generator terhadap keputusan
masalah suhu yang tinggi, dipakai relay suhu yang pada tahap pertama
Faktor ini yang akan mempengaruhi kapan untuk inspeksi:
membunyikan alarm dan
(turnpada tahap berikutnya mentrip PMT generator.
1). Skedul shutdown around).
2). Emergency Shutdown
4. Penguatan Hilang
3). Kondisi tidak normal atau tidak biasa.
Bila terjadi gangguan pada rangkaianatau
arus penguat, sehingga medan penguat generator menjadi lemah atau hilang,
4). Terjadi gangguan pada penyulang bus.
maka generator mengalami kondisiseperti:
"out of step" atau lepasheavy
dari sinkronisasinya dengan sistem khususnya.
5). Kondisi atmosfir yang ekstrim panas, dingin, cold, rain, snow high wind, fog, smog, salt spray, high
Oleh karenanya pada generator yang mempunyai daya relatif besar disediakan loss of field relay untuk mencegah
humidity, perubahan temperatur yang tidak biasa dan lain-lain.
terjadinya situasidan
outjadwal
of steppemeliharaan.
tersebut di atas dengan jalan mentrip PMT generator bila arus penguat hilang atau menjadi
6). Persyaratan
terlalu lemah oleh karena ada gangguan
dilakukanpada
jika sirkit arus
Inspeksi sebagian mungkin saja bagian lainpenguat.
tidak diperbolehkan untuk tidak beroperasi.

5. Hubung Singkat dalamDAN


SirkitPENGUJIAN
Rotor
PROSEDUR INSPEKSI
Untuk melindungi gangguan ini, maka generator yang besar dipasang relay pengaman
1. Pengamatan fisik, kondisi electrical, and mechanical termasuk adanya moisture atau terhadap
corona. rotor hubung singkat.
2. Pengamatan angker, alignment, pentanahan dam 27th
Diposting area June
clearances yangrhmd
2010 oleh diperlukan.
3. Sebelum membersihkan unit, lakukan, jika diperlukan.
4. Pembersihan unit. Tweet Like 1

5. Verifikasi ukuran fuse dan atau PMTdan jenis sesuai dengan gambar dan study koordinasi.
6. Verifikasi bahwa perbandingan trafo arus Tema
danTampilan Dinamis. Diberdayakan oleh Blogger.
0trafoTambahkan
tegangan sesuai dengan gambar.
komentar
7. Amati koneksi baut terhadap tahanan tinggi (hih resistance) dengan menggunakan metode berikut ini.:
(1) Gunakan ohm meter tahanan rendah.
(2) Verifikasi kekencangan baut dengan menggunakan torque-wrench.
(3) Lakukan thermographic survey untuk instalasi yang memungkinkan untuk penggunaan alat tersebut
8. Yakinkan bahwa operasi dan urutannya benar pada sistem electrical dan mechanical interlock.
9. Persyaratan pelumasan
(1) Gunakan pelumas yang cocok untuk bagian bergerak yang dialiri arus
(2) Gunakan pelumas yang cocok untuk bagian permukaan bagian bergerak atau permukaan untuk meluncur.
10. Lakukan pengujian as left Test
11. Amati isolasi terhadap adanya kerusakan fisik atau permukaan yang terkontaminasi.
12. Verifikasi instalasi dan operasi barier dan shutter.
13. Lakukan percobaan kerja komponen-komponen aktifnya.
14. Amati perlengkapan indikasi mekanis dapat bekerja dengan benar.
15. Lakukan inspeksi visual dan mekanikal untuk trafo instrument.
16. Inspeksi kendali trafo daya.
(1) Amati kerusakan fisik, isolasi pecah/retak, kabel yang rusak, kekencangan koneksi, kerusakan pada kawat dan
seluruh kondisi umum lainnya.
(2) Verifikasi bahwa rating fuse di isisi primer dan sekunder atau CB/Fuse sesuai dengan gambar.
(3) Verifikasi fungsi dari alat pemisah draw-out dan kontak pentanahan dan interlocks.

ELECTRICAL TESTS
1. Lakukan pengujian listrik terhadap trafo instrument.
2. Lakukan pengujian resistance terhadap tanah.
3. Lakukan pengukuran resistance melalui koneksi baut dengan menggunakan ohmmeter tahanan rendah.
4. Lakukan pengujian tahanan isolasi pada masing-masing bagian rel (bus) terhadap fasa ke fasa dan fasa ke tanah.
5. Lakukan pengujian tegangan lebih (overpotential) pada masing-masing seksi rel terhadap tanah dengan fasa yang
diuji tidak ditanahkan.
6. Lakukan pengujian tahan isolasi pada kabel penghantar kontrol terhadap tanah. Trapkan tegangan 500 VDC untuk
sistem dengan rating 300 Volt dan tegangan penguji 1000V untuk tegangan kerja kabel 600V.. Lama pengujian hanya
satu menit. Untuk unit-unit dengan komponen solid state atau peralatan kontrrol yang tidak dapat menerima tegangan
yang diterapkan, maka agar dianjurkan untuk mengikuti rekomendasi pabrikan.
7. Lakukan pengujian fungsi sistem.
8. Control Power Transformers
(1). Lakukan pengujian tahanan isolasi (insulation-resistance). Lakukan pengukuran terhadap kumparan ke kumparan
dan masing-masing kumparan ke tanah. Tegangan pengujian harus sesuai dengan sistem tegangan switchgear tersebut
(PT), atau ikuti anjuran pabrikan.
(2). Verifikasi kebenaran fungsi relay pengendali pemindahan yang ditempatkan di switchgear jika ada mempunya
beberapa sumber.
9. Voltage Transformers
(1). Lakukan pengujian tahanan isolasi. Lakukan pengukuran terhadap lilitan ke lilitan dan masing-masing lilitan ke
tanah. Tegangan pengujian harus sesuai dengan sistem tegangannya atau ikuti anjuran pabrikan.
(2). Verifikasi tegangan-tegangan sekundaer.
10. Verifikasi operasi pemanas kompartement switchgear/switchboard.

TEST VALUES
1. Bandingkan resistansi koneksi rel ke nilai dari koneksi yang serupa.
2. Torsi pengencangan baut harus sesuai dengan standar dari ukuran baut tersebut.
3. Nilai-nilai Microhm atau millivolt agar tidak boleh melampaui nilaai-nilai tertingi dari batas normal yang dikeluarkan
pabrikan..
4. Nilai-nilai tahanan isolasi untuk rel dan kontrol trafo-daya agar sesuai dengan data pabrikan. Pengujian over potential
agar tidak dilakukan sampai nilai isolasi mencapai di atas nilai minimum.
5. Isolasi bus agar tahan terhadap pengujian over-potential tegangan yang diterapkan.
6. Kabel kontrol nilai minimum isolasi resistance agar dapat dibandingkan terhadap nilai sebelumnya hasilnya tidak boleh
lebih kecil dari 2 mega ohm.

Diposting 6th January 2011 oleh rhmd

1 Lihat komentar

JAN Diesel Generating Set


6 Ketika terjadi pemadaman catu daya utama (PLN) maka dibutuhkan suplai cadangan listrik dan pada kondisi tersebut
Generator-Set diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik terutama untuk beban-beban prioritas. Genset dapat digunakan
sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset sering
digunakan oleh rumah sakit dan industri yang membutuhkan sumber daya yang mantap dan andal (tingkat keandalan
pasokan yang tinggi), dan juga untuk area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial dipasok listrik melalui
jaringan distribusi PLN yang ada.

Suatu mesin diesel generator set terdiri dari:


1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel (dalam bahasa inggris disebut diesel engine)
2. Generator
3. AMF (Automatic Main Failure) dan ATS (Automatic Transfer Switch)
4. Baterai dan Battery Charger
5. Panel ACOS (Automatic Change Over Switch)
6. Pengaman untuk Peralatan
7. Perlengkapan Instalasi Tenaga

Mesin Diesel
Mesin diesel termasuk mesin dengan pembakaran dalam atau disebut dengan motor bakar, ditinjau dari cara
memperoleh energi termalnya (energi panas). Untuk membangkitkan listrik, sebuah mesin diesel dihubungkan dengan
generator dalam satu poros (poros dari mesin diesel dikopel dengan poros generator).

Keuntungan pemakaian mesin diesel sebagai penggerak mula:


* Desain dan instalasi sederhana
* Auxilary equipment (peralatan bantu) sederhana
* Waktu pembebanan relatif singkat

Kerugian pemakaian mesin diesel sebagai Penggerak mula:


*Berat mesin sangat berat karena harus dapat menahan getaran serta kompresi yang tinggi.
* Starting awal berat, karena kompresinya tinggi yaitu sekitar 200 bar.
* Semakin besar daya maka mesin diesel tersebut dimensinya makin besar pula, hal tersebut menyebabkan kesulitan
jika daya mesinnya sangat besar.
* Konsumsi bahan bakar menggunakan bahan bakar minyak yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan pembangkit
listrik yang menggunakan bahan bakar jenis lainnya, seperti gas dan batubara.

Cara Kerja Mesin Diesel

Prime mover atau penggerak mula merupakan peralatan yang berfungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan
untuk memutar rotor generator. Pada mesin diesel/diesel engine terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya
berdasarkan udara murni yang dimampatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (± 30 atm), sehingga temperatur
di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan dalam silinder yang bersuhu dan bertekanan tinggi
melebihi titik nyala bahan bakar sehingga bahan bakar yang diinjeksikan akan terbakar secara otomatis. Penambahan
panas atau energi senantiasa dilakukan pada tekanan yang konstan.

Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol
menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan
diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah
menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.

Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu motor diesel yang
menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang
menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor bensin dianalisa dengan
siklus otto).

Perbedaan antara motor diesel dan motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar,
pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena adanya loncatan api listrik yang dihasilkan oleh dua
elektroda busi (spark plug), sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran
udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur nyala. Karena prinsip penyalaan bahan
bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut
spark ignition engine.

Pada mesin diesel, piston melakukan 2 langkah pendek menuju kepala silinder pada setiap langkah daya.
1. Langkah ke atas yang pertama merupakan langkah pemasukan dan penghisapan, di sini udara dan bahan bakar
masuk sedangkan poros engkol berputar ke bawah.
2. Langkah kedua merupakan langkah kompresi, poros engkol terus berputar menyebabkan torak naik dan menekan
bahan bakar sehingga terjadi pembakaran. Kedua proses ini (1 dan 2) termasuk proses pembakaran.
3. Langkah ketiga merupakan langkah ekspansi dan kerja, di sini kedua katup yaitu katup isap dan buang tertutup
sedangkan poros engkol terus berputar dan menarik kembali torak ke bawah.
4. Langkah keempat merupakan langkah pembuangan, disini katup buang terbuka dan menyebabkan gas akibat sisa
pembakaran terbuang keluar. Gas dapat keluar karena pada proses keempat ini torak kembali bergerak naik keatas dan
menyebabkan gas dapat keluar. Kedua proses terakhir ini (3 dan 4) termasuk proses pembuangan.
5. Setelah keempat proses tersebut, maka proses berikutnya akan mengulang kembali proses yang pertama, dimana
udara dan bahan bakar masuk kembali.

Berdasarkan kecepatan proses diatas maka mesin diesel dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Diesel kecepatan rendah (< 400 rpm)
2. Diesel kecepatan menengah (400 - 1000 rpm)
3. Diesel kecepatan tinggi ( >1000 rpm)

Sistem starting atau proses untuk menghidupkan/menjalankan mesin diesel dibagi menjadi 3 macam sistem starting
yaitu:

1. Sistem Start Manual


Sistem start ini dipakai untuk mesin diesel dengan daya mesin yang relatif kecil yaitu < 30 PK. Cara untuk menghidupkan
mesin diesel pada sistem ini adalah dengan menggunakan penggerak engkol start pada poros engkol atau poros
hubung yang akan digerakkan oleh tenaga manusia. Jadi sistem start ini sangat bergantung pada faktor manusia
sebagai operatornya.

2. Sistem Start Elektrik


Sistem ini dipakai oleh mesin diesel yang memiliki daya sedang yaitu < 500 PK. Sistem ini menggunakan motor DC
dengan suplai listrik dari baterai/accu 12 atau 24 volt untuk menstart diesel. Saat start, motor DC mendapat suplai listrik
dari baterai atau accu dan menghasilkan torsi yang dipakai untuk menggerakkan diesel sampai mencapai putaran
tertentu. Baterai atau accu yang dipakai harus dapat dipakai untuk menstart sebanyak 6 kali tanpa diisi kembali, karena
arus start yang dibutuhkan motor DC cukup besar maka dipakai dinamo yang berfungsi sebagai generator DC.
Pengisian ulang baterai atau accu digunakan alat bantu berupa battery charger dan pengaman tegangan. Pada saat
diesel tidak bekerja maka battery charger mendapat suplai listrik dari PLN, sedangkan pada saat diesel bekerja maka
suplai dari battery charger didapat dari generator. Fungsi dari pengaman tegangan adalah untuk memonitor tegangan
baterai atau accu. Sehingga apabila tegangan dari baterai atau accu sudah mencapai 12/24 volt, yang merupakan
tegangan standarnya, maka hubungan antara battery charger dengan baterai atau accu akan diputus oleh pengaman
tegangan.

3. Sistem Start Kompresi


Sistem start ini dipakai oleh diesel yang memiliki daya besar yaitu > 500 PK. Sistem ini memakai motor dengan udara
bertekanan tinggi untuk start dari mesin diesel. Cara kerjanya yaitu dengan menyimpan udara ke dalam suatu botol
udara. Kemudian udara tersebut dikompresi sehingga menjadi udara panas dan bahan bakar solar dimasukkan ke
dalam Fuel Injection Pump serta disemprotkan lewat nozzle dengan tekanan tinggi. Akibatnya akan terjadi pengkabutan
dan pembakaran di ruang bakar. Pada saat tekanan di dalam tabung turun sampai batas minimum yang ditentukan,
maka kompressor akan secara otomatis menaikkan tekanan udara di dalam tabung hingga tekanan dalam tabung
mencukupi dan siap dipakai untuk melakukan starting mesin diesel.

(source : dunia-listrik)

Diposting 6th January 2011 oleh rhmd

1 Lihat komentar

JAN Pemeliharaan Genset


4 Pemeliharaan Generator/Genset hendaknya menyesuaikan dg Operation & Maintenance manual dari masing-masing
genset tersebut, namun kami akan jelaskan O & M genset secara umum yg biasa dilakukan.
Untuk periodik per 6000 RH, pd engine dan generator dapat dilakukan sbb :

Engine :
1. Calibration all safety devices
a. Over Speed
b. High Temp Cooling Water
c. Low Pressure Lubricant Oil
2. Megger test electro motor penggerak pompa2 yang mendukung kerja mesin
3. Alignment check antara engine dan generator

Generator :
1. Megger Test Main Winding Generator
2. Function Test Generator Protection
3. Fungtion Test On Test Mode Closed and Opened CB

Sedangkan preventive maintenance secara umum dapat kami jelaskan sbb : (sesuaikan dg manual book genset)

A. Daily PM :
1. Pencatatan : running hours
2. Pengukuran : RPM, oil pressure, engine temperature, serta output voltage & frequency.

B. Weekly PM :
1. Periksa secara visual tentang kebersihan, apakah ada leakage, over noise (vibration), corossion.
2. Bersihkan : body engine & air filter.
3. Pengukuran ketinggian level : air radiator coolant, lube oil & fuel tank
4. Periksa V-belt tention

C. Monthly PM :
1. Seluruh aktivitas weekly PM
2. Pengecekan servo motor (governor)

D. Quarterly PM :
1. Seluruh aktivitas monthly PM
2. Pengecekan : Intercooler tubocharger, Element radiator
3. Adjust V-belt tention

Diposting 4th January 2011 oleh rhmd

2 Lihat komentar

DEC Perbaikan Genset Deutz


14

Diposting 14th December 2010 oleh rhmd

1 Lihat komentar

DEC Procedure Load Test Engine


11 Standard Packaged Generator Catterpillar Brand
Set Performance Testing
In addition to the standard engine test, all generator sets packaged at the factory also receive a standard test procedure.

Data is recorded ad the generator set runs for :


- 30 minutes at 50% load
- 30 minutes at 75% load
- 3 hours at 100% load

note :
-only for capacity generator 3600
-for 3300,3400 & 3500 gas engine and 3500 diesel engine will run a maximum 0f 1 hour during a standard package test.
-standby and gas engine sets are only tested for 1 hour maximum at full load

Unless the generator set has oberload capability, in which case the generator set runs for :
- 30 minutes at 50% load
- 30 minutes at 75% load
- 2 hours at 100% load
- 1 hours at 110% load (see note below)

note :
-standby, continuous adn gas engine sets will not be tested above 100% of advertised load.

The data collected includes the same engine data collected during the engine performance testing, in addition to the
following generator data:
1. Amperage
2. Voltage
3. Real Power
4. Imaginary Power
5. Power Factor
6. Frequency
7. Response Check Time

Diposting 11th December 2010 oleh rhmd

1 Lihat komentar

DEC Kode Kabel


1 Huruf kode Keterangan
N : Kabel jenis standar dengan tembaga sebagai penghantar
Y : Isolasi PVC
M : Selubung PVC
re : Penghantar padat bulat
rm : Penghantar bulat berkawat banyak
- I : Kabel dengan sistem pengenal warna inti hijau-kuning
- O : Kabel dengan sistem pengenal warna inti tanpa hijau-kuning

Penandaan kode pengenal dilengkapi dengan luas penampang penghantar dan tegangan pengenal.

Contoh:
a. NYM -I 4 X 25 rm 300/500 V
Menyatakan suatu kabel berisolasi dan berselubung PVC berinti empat dengan teganganpengenal 300/500 V,
berpenghantar tembaga dipilin bulat berkawat banyak dengan luaspenampang 25 mm2, dengan sistem pengenal warna
inti hijau-kuning.

b. NYM -O 2 X 10 re 300/500 V
Menyatakan kabel berisolasi dan berselubung PVC berinti dua dengan tegangan pengenal300/500 V, berpenghantar
tembaga padat bulat dengan luas penampang 10 mm2 dengan sistem pengenal warna inti tanpa hijau-kuning.

Dikutip dari SPLN 42-2:1992

Diposting 1st December 2010 oleh rhmd

1 Lihat komentar

NOV Maintenance Procedures for Cummins Power Generation


30 Cummins Power Generation can provide these common maintenance procedures as part of your planned maintenance
program.

Scheduled Checks:

1. Cooling system
•Radiator air restriction, hoses, connections, fluid concentration, belts and louver operation

2. Air intake system


•Check for leaks, holes and loose connections

3. Fuel system
•Fuel levels and pump

4. Exhaust system
•Check for leaks, restrictions and flush condensation cap

5. Electrical system
•Review meters and battery fluid
•Recharge if needed
•Annual, semi-annual and quarterly checks

Annual, semi-annual and quarterly checks

1. Maintenance (annual)
•Change oil, filters

2. Engine not running, check:


•Electrical
•Oil and coolant levels
•Leaks, holes and connections

3. Battery and charger (semi-annual)


•Load, acid and specific gravity
•Corrosion cleaned
•Charger output (adjust if necessary)

4. Fuel system
•Leaks, water, sediment checks
•Day tank – float switch pump
•Governor linkage

5. Coolant system (check only)


•Antifreeze, radiator and cap
•Leaks, hoses, belts and tension

6. Intake and exhaust (check only)


•Air cleaner, turbocharger, muffler and traps
•Leaks
•Breather, flex pipe, rain cap

7. Generator
•Diodes, end bearing, brushes and folder
•A.C. wiring, exciter stator, overspeed switch
•Breakers

8. Controls
•Voltage regulator, wiring relays, monitors and bulbs

9. Transfer switch
•Time delays, exerciser clocks (adjust or reset as necessary)
•Clean cabinet

10. Engine running


•Record A.C. output
•Frequency
•Amps under load
•Instruct owner

(sources : cummins power generation)

Diposting 30th November 2010 oleh rhmd

1 Lihat komentar

NOV Torsi Pengencangan Nm


11

Diposting 11th November 2010 oleh rhmd

1 Lihat komentar

NOV Harmonic Effects to Transformer


11 Harmonics caused by Switching Power Supply (PC, Printer, UPS), Electronic Ballast, Motor Drives, Electroplating,
Battery Charger, etc.
Neutral current exceeds phase current IEC 1000-3-2 IEEE Spectrum 97: max THD allowed 5% of fundamental amplitude

Harmonics effects to transformers:


- Increase copper losses
- Increase core losses
- Lowers efficiency
- Overheating in delta winding due to circulating current of triplen harmonic sum
Shorten transformer’s life

Solutions to overcome harmonic problems:


Oversizing neutral conductor to 1.7 times phase conductor
Install line reactors, harmonic filters, special kVAR correction
Transformer Derating: KVAnew = THDF x KVAold where:
THDF = 1,414 x (Iphase rms) / (Iphase peak)] x 100%
= [(1,414 x 1/3 x (IR + IS + IT)rms / 1/3 x (IR + IS + IT)peak] x 100%
For severe THD, use K-rated Transformers or Harmonic Mitigating Transformer

(source : B&D transformers)

Diposting 11th November 2010 oleh rhmd

0 Tambahkan komentar

NOV A Quick Guide


11 I. ACCEPTANCE CHECKING

Check Nameplate and Test Certificate: Capacity (kVA), High Voltage (kV), Low Voltage (V), Vector Group, Tapping (Off-
load) at HV side. Verify that installed accessories are according to contract such as Thermometer, Oil Level, Buchholz
Relay, Breater (Silica Gel) etc. For conservator type, ensure silica gel has blue color and blocked seal has been removed
If equipped with pressure gauge, ensure transformer pressure within 0.1- 0.4 bar or 1.4 - 6 PSI. Verify that oil level in
Sight Glass or R.I.S is full (maximum pointer). Inspect physical appearance against scratch, damage, fracture, leak, or
any damage that might occurs during transportation.

II. TRANSFORMER INSTALLATION

Provide good air ventilation. Recommended room ambient temperature at 100% load is 30oC. Load should be de-rated if
ambient is higher than 30 oC. Please see user manual.
Provide solid base structure heavier than transformer’s weight to reduce unwanted noise.
Do not place transformer in the room corner, low ceiling height or direct contact with floor as this will boost audible noise
due to acoustic reflective room
Install grounding according to local regulation (PUIL, NEC, etc). Use appropriate cable schoon. Ensure tight contact to
avoid excessive losses and heat. Use cable support / duct for secondary bushing to maintain bushing integrity against
cable forces.

III. TRANSFORMER OPERATION

1. Measure hvdc insulation resistance (Megger) HV-LV, HV-G, LV-G. See user manual for recommended minimum Mohm
value.

2. Check with megger for phase to phase connections, they should read 0 MOhm.

3. Applied to single phase transformers:


In single bushing type, one HV is grounded so megger H1 with body results 0 MOhm.
In 4-bushing type, between X1-X2 and X3-X4 is open, X1 connects X2, X3 with X4.
In CSP type, cgheck breaker mechanism by operating it on-off. When on phase X1-X2 and X3-X4 is short, and open
when off position.

4. Check tap changer for all taps.


With megger, masure tap changer from tap 1 to the last tap by loosen the locking head, pull tap changer head upward,
hold and rotate to desired tap. At every tap, phase A-B, B-C, C-A should read 0 Mohm. Bring back tap changer to
nameplate tap and lock it.

5. Changing tap position after energize.


Break incoming voltage by open Fuse Cut Out / Circuit Breaker in incoming cubicle panel. Ensure no high voltage goes
to transformer. To prevent load shock when re-energize, break the load in outgoing panel. Open tap changer lock, pull
the head and hold upward while rotating it to desired tap.
Example of calculations: transformer rated 20kV/400 V, in tap 3 LV goes down to 390 V (no load) so 20.000/400 x 390 =
19.500. Therefore, tap should be changed to tap 4, (see name plate). LV will supply 400 V.
Ensure tap in the correct position, megger between phases should read 0 Mohm. Locks tap changer.
Apply incoming voltage and make load in sequence to avoid excessive starting currents

(source : B&D transformers)

Diposting 11th November 2010 oleh rhmd

0 Tambahkan komentar