Anda di halaman 1dari 78

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Menurut UU No 5 Tahun 2014, Aparatur Sipil Negara (ASN)
adalah profesi bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau
diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan. Seorang ASN harus melaksanakan tugasnya
dengan baik. Tugas seorang ASN yaitu melaksanakan kebijakan publik
yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan
publik yang profesional dan berkualitas, serta mempererat persatuan
dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan PP No 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil (PNS), untuk menjadi seorang PNS melewati
proses yang panjang mulai dari penyusunan kebutuhan, seleksi yang
ketat hingga dilakukannya masa percobaan pada para Calon PNS guna
menjadikan PNS yang berkualitas. Pada tahun 2019 ini, terdapat aturan
baru yang mengatur masa percobaan CPNS yaitu Peraturan Lembaga
Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 12 Tahun 2018tentang Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Pelaksanakan pelatihan dasar
dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS dikenal dengan
istilah ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, serta Anti Korupsi).

Pelatihan dasar CPNS dilakukan agar menghasilkan PNS yang


siap terjun di masyarakat serta menjalankan fungsinya dengan baik.
Adapun fungsi PNS terdiri dari 3 macam yaitu sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa.
Setiap pelayan publik memiliki standar dalam pelayanannya masing-
masing tidak terkecuali tenaga dokter. Salah satu standar pelayanan
kedokteran diatur pada Undang-undang Republik Indonesia nomor 29
1
tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Seorang Dokter Gigi juga
mempunyai uraian tugas yang diatur dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Umum di
Lingkungan Kementerian Kesehatan. Beberapa tugas dari dokter gigi
yaitu melaksanakan pelayanan medis gigi dan mulut rawat jalan,
melaksanakan pelayanan medis gigi dan mulut spesialistik rawat jalan,
melaksanakan pelayanan medis kegawat daruratan medis gigi dan
mulut, dan mengumpulkan data dalam rangka penyelidikan
epidemiologi gigi dan mulut.

Uraian tugas dokter gigi dan standar pelayanan kedokteran gigi


dijadikan sebagai dasar dalam pemilihan isu-isu di UPTD Puskesmas
Brangsong I. Isu tersebut bersumber dari kedudukan dan peran
Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu pelayanan publik, menejemen ASN
dan Whole of Goverment. Hasil pengamatan di UPTD Puskesmas
Brangsong I berupa isu-isu yang terjadi antara lain : kurangnya
sosialisasi dan promosi dokter gigi baru kepada masyarakat di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I, belum efektifnya
sasaran keselamatan kajian pasien jatuh di UPTD Puskesmas
Brangsong I, belum adanya keseragaman penulisan resep antar
tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Brangsong I, belum adanya
rekam medis khusus gigi bagi pasien baru di poli gigi UPTD
Puskesmas Brangsong I, hingga belum adanya optimalisasi ruangan
konsultasi gizi, PKPR dan kesling di UPTD Puskesmas Brangsong I.

Untuk kebutuhan aktualisasi, dipilih satu core issue yang menjadi


prioritas untuk dipecahkan melalui gagasan-gagasan kegiatan kreatif
dan inovatif yang dilandasi oleh nilai-nilai dasar PNS yaitu
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi (ANEKA) yang dituangkan dalam sebuah rancanga n
aktualisasi. Dari beberapa isu yang ditemukan di UPTD Puskesmas
Brangsong I, ditetapkan satu core issue yaitu kurangnya sosialisasi
dan promosi dokter gigi baru kepada masyarakat di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Brangsong I.

2
Sosialisasi dan promosi tersebut dilakukan dikarenakan dokter
gigi di UPTD Puskesmas Brangsong I adalah dokter gigi baru dan
pada puskesmas tersebut belum ada dokter gigi sebelumnya.
Sehingga dengan adanya promosi dan sosialisasi tersebut,
diharapkan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Brangsong I
mengenal dan mengetahui adanya dokter gigi di UPTD Puskesmas
Brangsong I dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan
gigi dan mulut secara optimal di UPTD Puskesmas Brangsong I.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral kesehatan


secara keseluruhan dan perihal hidup sehingga perlu dibudidayakan
di seluruh masyarakat. Namun dewasa ini kesehatan gigi dan mulut
masyarakat Indonesia masih menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh
dokter gigi.

Menurut Riskesdas tahun 2018 sebanyak 57.6% masyarakat di


Indonesia memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut dan hanya
10.2% masyarakat yang mendapatkan pelayanan. Tingginya masalah
kesehatan gigi dan mulut juga dimulai dari faktor cara menyikat gigi
dengan benar. Menurut Riskesdas 2018 didapatkan hanya 28% saja
masyarakat di Indonesia yang menyikat gigi dengan benar. Untuk itu,
dokter gigi harus ikut andil dalam promosi dan sosialisasi tentang
kesehatan gigi dan mulut.

2. IDENTIFIKASI ISU
Identifikasi isu dibuat berdasarkan isu-isu yang ditemukan dalam
pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Brangsong I Kabupaten
Kendal. Isu-isu yang diangkat tidak lepas dari visi misi UPTD
Puskesmas Brangsong I serta berkaitan dengan tugas pokok penulis.
Pemilihan isu ini didasarkan dari Manajemen ASN, Whole of
Government dan Pelayanan Publik.

Isu-isu yang menjadi permasalahan dalam pelayanan kesehatan


di UPTD Puskesmas Brangsong I antara lain:

3
1. Belum efektifnya sasaran keselamatan kajian pasien jatuh di
UPTD Puskesmas Brangsong I.

2. Belum optimalnya pelayanan kesehatan gigi kepada


masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I

3. Belum adanya keseragaman penulisan resep antar tenaga


kesehatan di UPTD Puskesmas Brangsong I

4. Belum adanya rekam medis khusus gigi bagi pasien baru di


poli gigi UPTD Puskesmas Brangsong I

5. Belum adanya optimalisasi ruangan konsultasi gizi, PKPR


dan kesling di UPTD Puskesmas Brangsong I

4
Tabel 1.1. Identifikasi Isu

No Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan

1. Belum efektifnya sasaran Whole of Selama ini kajian untuk sasaran keselamatan dengan adanya sasaran
keselamatan kajian pasien government pasien jatuh belum optimal dan peningkatan keselamatan kajian pasien
jatuh di UPTD Puskesmas dan pelayanan mutu dan keselamatan pasien juga masih dalam jatuh, diharapkan dengan
Brangsong I. publik perbaikan dan evaluasi. Tanjakan di pintu evaluasi yang konsisten akan
masuk utama sudah dipasang hand rail dan meminimalisir adanya
keset karet namun belum ada evaluasi yang kejadian pasien jatuh.
maksimal terkait sasaran keselamatan pasien
jatuh. Selain itu di toilet pasien belum ada hand
rail sebagai pegangan pasien yang
membutuhkan.

2. Whole of Pasien masih belum tahu adanya dokter gigi Dengan adanya sosialisasi
Belum optimalnya government, baru di Puskesmas Brangsong I. Karena ketidak dan promosi yang akan
pelayanan kesehatan gigi tahuan pasien tersebut, mereka tidak dilakukan, diharapkan pasien
kepada masyarakat di Pelayanan Publik mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan akan mengetahui adanya
wilayah kerja UPTD mulut secara optimal. dokter gigi baru di Puskesmas
Menejemen ASN
Puskesmas Brangsong I Brangsong I sehingga pasien
mendapatkan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut
yang optimal jika

5
No Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan

membutuhkan.

3. Belum adanya Menejemen ASN Dengan banyaknya versi penulisan resep yang Dengan adanya keseragaman
keseragaman penulisan dan Pelayanan tidak baku dan banyaknya penyingkatan nama penulisan resep diharapkan
resep antar tenaga publik obat kadang membuat petugas apotek merasa kedepannya tidak akan ada
kesehatan di UPTD bingung dan harus berulang kali menanyakan lagi kesalah pahaman antara
Puskesmas Brangsong I kepada petugas pemeriksa terkait resep yang petugas medis pemeriksa
dituliskan dengan petugas apotek
sehingga pelayanan kepada
pasien akan terlaksana
secara prima dan optimal.

4. Belum adanya rekam Menejemen ASN Belum adanya rekam medis khusus gigi bagi Meningkatkan kunjungan
medis khusus gigi bagi dan Pelayanan pasien baru di poli gigi yang mengakibatkan diharapkan dengan adanya
pasien baru di poli gigi publik kurangnya pencatatan masalah gigi dan mulut rekam medis khusus gigi akan
UPTD Puskesmas pasien tersebut secara keseluruhan. mengoptimalkan pencatatan
Brangsong I semua kondisi gigi dan mulut
pasien. Selain itu, data
pemeriksaan rongga mulut
yang lengkap pada pasien
baru di poli gigi dapat menjadi
acuan untuk data antemortem
maupun post mortem

6
No Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini Kondisi yang Diharapkan

5. Belum adanya optimalisasi Menejemen ASN Ruangan konsultasi bagi gizi, PKPR dan kesling Dengan adanya optimalisasi
ruangan konsultasi gizi, dan Pelayanan sudah disediakan namun kurang dioptimalisasi ruangan konsultasi
PKPR dan kesling di UPTD publik dikarenakan semua pemeriksaan difokuskan diharapkan pasien bisa
Puskesmas Brangsong I pada poli umum. mendapatkan privasi yang
cukup. Selain itu juga dapat
menjadi penunjang pelayanan
mutu yang prima.

Keterangan : W = Whole of Government


M = Managemen ASN
P = Pelayanan Publik

7
Penetapan isu dilakukan melalui analisis isu dengan menggunakan alat
bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu ini bertujuan untuk
menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat
untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
Analisis isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan dan Layak) dan USG (Urgency,Seriousness, dan
Growth).

Analisis APKL merupakan alat bantu dalam menganalisis


ketepatan dan kualitas isu yang berkaitan dengan tingkat actual,
problematika, kekhalayakan dan layak atau tidaknya isu-isu di UPTD
Puskesmas Dayeuhluhur I untuk diangkat dalam rancangan aktualisasi
habituasi. Kriteria tingkat aktual menandakan bahwa permasalahan atau
isu tersebut benar-benar terjadi dan masih hangat. Problematika
menandakan isu tersebut mempunyai permasalahan yang rumit atau
komplek. Sedangkan kekhalayakan artinya isu tersebut berkaitan dan
berdampak pada hidup banyak orang. Layak berarti isu yang akan
diangkat masuk akal dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.
Analisi APKL dilakukan dengan memberikan tanda positif (+) dan
tanda negatif (-) pada masing-masing kriteria. Tanda positif (+) artinya
membenarkan bahwa isu tersebut memenuhi kriteria APKL, sedangkan
tanda negatif (-) berarti isu tidak memenuhi kriteria APKL. Isu yang
memenuhi syarat pada semua kriteria dapat diangkat menjadi topik
utama dalam rancangan aktualisasi dan habituasi. Apabila terdapat lebih
dari satu isu yang memenuhi syarat maka harus dilakukan penilaian isu
menggunakan metode USG (Urgency,Seriousness, Growth) dapat
dilihat pada Tabel 1.2.

8
Tabel 1.2 Analisis APKL

Prinsip Kriteria
No ASN ISU Hasil
A P K L

WoG, Belum efektifnya sasaran


Tidak
Manajemen keselamatan kajian pasien
1 + + - + Memenuhi
ASN jatuh di UPTD Puskesmas
Syarat
Brangsong I.

WoG, Kurangnya sosialisasi dan


Manajemen promosi dokter gigi baru
Memenuhi
2 ASN, kepada masyarakat di + + + +
Syarat
pelayanan wilayah kerja UPTD
publik Puskesmas Brangsong I

Manajemen Belum adanya keseragaman


ASN, penulisan resep antar
tenaga kesehatan di UPTD Memenuhi
3 Pelayanan + + + +
Puskesmas Brangsong I Syarat
Publik

Manajemen Belum adanya rekam medis


ASN, khusus gigi bagi pasien baru Memenuhi
4 + + + +
Pelayanan di poli gigi UPTD Syarat
Publik Puskesmas Brangsong I

Manajemen Belum adanya optimalisasi


Tidak
ASN, ruangan konsultasi gizi,
5 + + + - Memenuhi
pelayanan PKPR dan kesling di UPTD
Syarat
publik Puskesmas Brangsong I

Keterangan: (+) Memenuhi Kriteria


(-) Tidak Memenuhi Kriteria

Dari hasil analisis APKL didapatkan isu yang dinyatakan


memenuhi kriteria, yang kemudian isu-isu tersebut dianalisis lebih lanjut
9
dengan menggunakan analisis USG. Analisis USG merupakan alat
analisis yang dilakukan untuk menentukan prioritas isu melalui tingkat
kegawatan, keseriusan, dan tingkat pertumbuhan suatu isu atau
masalah. Metode analisis USG menggunakan sistem scoring pada 3
macam kriteria. Kriteria tersebut terdiri dari
1. Urgency atau Kegawatan, seberapa gawat atau mendesak
isu tersebut untuk dibahas atau dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness atau Serius, seberapa serius isu tersebut untuk
dibahas.
3. Growth atau Pertumbuhan, seberapa cepat memburuknya isu
apabila tidak segera ditindaklanjuti.
Masing-masing kriteria pada USG diberikan scoring mulai dari
nilai 1 hingga 5 dengan bobot yang berbeda-beda seperti pada Tabel
1.3. Hasil dari nilai tersebut kemudian dijumlah dan dibandingkan
sehingga mendapatkan satu isu utama yang akan dianalisis dan
ditindaklanjuti dalam aktualisasi dan habituasi. Hasil analisis USG dapat
dilihat pada Tabel 1.4.

Tabel 1.3. Bobot Nilai Kualitas Isu USG

Urgency (Mendesak) Seriousness (Serius) Growth (Tumbuh)

1 = Sangat Kurang 1 = Sangat Kurang Serius 1 = Sangat Kurang Cepat


Mendesak

2 = Kurang Mendesak 2 = Kurang Serius 2 = Kurang Cepat

3 = Cukup Mendesak 3 = Cukup Serius 3 = Cukup Cepat

4 = Mendesak 4 = Serius 4 = Cepat

5 = Sangat Mendesak 5 = Sangat Serius 5 = Sangat Cepat

10
Tabel 1.4. Analisis USG

No. Prinsip ASN Identifikasi Isu U S G Total Peringkat

1. WoG, Kurangnya sosialisasi


Manajemen dan promosi dokter gigi
ASN, baru kepada
4 4 5 13 1
pelayanan masyarakat di wilayah
publik kerja UPTD Puskesmas
Brangsong I

2. Manajemen Belum adanya


ASN, keseragaman penulisan
resep antar tenaga 3 4 3 10 2
Pelayanan
kesehatan di UPTD
Publik
Puskesmas Brangsong I

3 Manajemen Belum adanya rekam


ASN, medis khusus gigi bagi
Pelayanan pasien baru di poli gigi 3 3 3 9 3
Publik UPTD Puskesmas
Brangsong I

Berdasarkan penetapan kualitas isu dengan alat analisis USG


maka tergambar ranking tertinggi yang merupakan isu utama yaitu
Kurangnya sosialisasi dan promosi dokter gigi baru kepada masyarakat di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I.

11
4. DAMPAK JIKA ISU TIDAK DISELESAIKAN
Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis dampak isu untuk
memberikan gambaran ke depan terkait risiko atau dampak yang bisa
muncul apabila isu tersebut tidak segera diberikan tindak lanjut. Berikut
ini adalah analisis dampak isu sebagai pertimbangan aktualisasi dan
habituasi.
Dampak dari isu “kurangnya sosialisasi dan promosi dokter gigi baru
kepada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I” yaitu :

1. Masyarakat tidak mengetahui adanya dokter gigi di puskesmas


Brangsong I sehingga masyarakat tidak mendapatkan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut yang optimal dan yang diharapkan.
2. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Brangsong I akan mencari
fasilitas pelayanan kesehatan yang lain untuk pelayanan gigi dan
mulutnya.
3. Masyarakat akan apatis terhadap kesehatan gigi dan mulutnya
sehingga penyakit gigi dan mulut akan meningkat.
Berdasarkan analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa isu di
atas merupakan hal yang urgent, sehingga jika tidak ditangani maka
akan berdampak pada meningkatnya penyakit gigi dan mulut yang
belum bisa ditangani dengan optimal.

12
4. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan penjabaran identifikasi isu diatas, rumusan
masalah dalam rancangan aktualisasi ini adalah bagaimana cara
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang terkandung dalam
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi (ANEKA) yang telah dianalisa USG maka didapatkan core
isu yaitu : belum optimalnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut
kepada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I.
dari isu tersebut maka rumusan masalah kegiatan aktualisasi melalui
habituasi adalah :
1. Bagaimana bentuk kegiatan yang harus dilakukan
untuk memberikan kontribusi pada optimalnya
pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada
masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Brangsong I?
2. Bagaimana output atau hasil tang dihasilkan dari
kegiatan tersebut?
3. Bagaimana nilai dasar ASN (ANEKA) dapat
diimplementasikan selama kegiatan aktualisasi melalui
habituasi di lingkungan kerja?
4. Bagaimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat
memberikan kontribusi terhadap visi misi UPTD
Puskesmas Brangsong I?

5. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah sebagai
berikut:
1. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang terkandung
dalam akuntabilitas, nasionalisme, etikapublik, komitmen
mutu dan anti korupsi (ANEKA) dalam meningkatkan upaya
pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I.

13
2. Menganalisis dampak apabila nilai-nilai dasar PNS yang
tekandung dalam akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu dan anti korupsi (ANEKA) tidak
diimplementasikan dalam meningkatkan meningkatkan
upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada
masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Brangsong I.
3. Mampu merencanakan gagasan kreatif agar dapat
menyelesaikan isu terkait kurang optimalnya pelayanan
kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat di wilayah
kerja UPTD Puskesmas Brangsong I
4. Mampu mengidentifikasi kontribusi gagasan kreatif/kegiatan
yang dilakukan terhadap pencapaian visi, misi dan tata nilai
organisasi UPTD Puskesmas Brangsong I.

14
5. MANFAAT

Manfaat rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah sebagai


berikut:

1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III

1. Mampu memahami, menginternalisasi dan


mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang
meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.

2. Menjadi dokter gigi yang mampu menjalankan fungsi


sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik dan
perekat dan pemersatu bangsa yang memiliki
integritas dan profesional di lingkungan UPTD
Puskesmas Brangsong I.

2. Bagi Instansi

1. Rancangan aktualisasi ini dapat meningkatkan


efektivitas, efisiensi, dan inovasi serta mutu pelayanan
klinis dan keselamatan pasien di UPTD Puskesmas
Brangsong I.

2. Terwujudnya visi dan misi UPTD Puskesmas


Brangsong I.

3. Bagi Stakeholder

1. Mendapatkan pelayanan yang berkualitas sesuai


dengan kebutuhan dan harapannya dalam bidang
pelayanan klinis.

2. Mendapatkan pelayanan secara aman dengan


diperhatikan keselamatannya.

15
BAB II
LANDASAN TEORI

2. SIKAP PERILAKU BELA NEGARA


Sikap perilaku dan kedisiplinan yang harus dilimiliki oleh PNS
untuk menunjang fungsinya adalah nilai-nilai sikap perilaku,
kesehatan jasmani dan kesehatan mental, kesamaptaan jasmani dan
kesamaptaan mental, dan tata upacara sipil dan keprotokolan.

1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara

Pemahaman dan pemaknaan wawasan kebangsaan dalam


penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur,
pada hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa
dan bernegara yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai
dengan kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan
cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia (sesuai amanah yang
ada dalam Pembukaan UUD 1945) melalui:

1. Menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa dan


negara Indonesia yang terdiri dari beberapa suku bangsa
yang mendiami banyak pulau yang membentang dari Sabang
sampai Merauke, dengan beragam bahasa dan adat istiadat
kebudayaan yang berbeda-beda. Kemajemukan itu diikat
dalam konsep wawasan nusantara yang merupakan cara
pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya
yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Menumbuhkan rasa memiliki jiwa besar dan patriotisme untuk


menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sikap dan
perilaku yang patriotik dimulai dari hal-hal yang sederhana
yaitu dengan saling tolong menolong, menciptakan kerukunan
beragama dan toleransi dalam menjalankan ibadah sesuai
agama masing-masing, saling menghormati dengan sesama
dan menjaga keamanan lingkungan.

16
3. Memiliki kesadaran atas tanggungjawab sebagai warga
negara Indonesia yang menghormati lambang-lambang
negara dan mentaati peraturan perundang-undangan.

Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya


untuk mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat
mengganggu kelangsungan hidup bermasyarakat yang
berdasarkan atas cinta tanah air. Kesadaran bela negara juga
dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di
dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai
kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap
warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran,
penuh tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian
kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita dalam bela
negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.

Nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami


penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan
bernegara antara lain:

1. Cinta Tanah Air.

Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita
cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap
masyarakat didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air
kita. Kita dapat mewujudkan itu semua dengan cara kita
mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan budaya-
budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya
menjaga nama baik negara kita.

2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara.

Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita


yang harus sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu
dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita

17
dapat mewujudkannya dengan cara mencegah perkelahian
antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi anak
bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun
internasional.

3. Pancasila.

Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan


sungguh luar biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis
dan normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu
keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki beragam
budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah
yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan
hambatan.

4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara.

Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban
untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang
ini yaitu perhelatan seagames. Para atlet bekerja keras untuk
bisa mengharumkan nama negaranya walaupun mereka
harus merelakan untuk mengorbankan waktunya untuk
bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan
hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki
pekerjaan lain. Begitupun supporter yang rela berlama-lama
menghabiskan waktunya antri hanya untuk mendapatkan tiket
demi mendukung langsung para atlet yang berlaga demi
mengharumkan nama bangsa.

5. Memiliki Kemampuan Bela Negara.

Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan


tetap menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam
menjalani profesi masing-masing.Kesadaran bela negara
dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam mengamankan
lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari Siskamling,
18
membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui bahwa
Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, mencegah
bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi
penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan
atau antar kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi
perkelahian yang justru dilakukan oleh para pemuda, cinta
produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus
mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya
Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi
baik pada tingkat nasional maupun internasional.

1. Kesiapsiagaan Bela Negara

Untuk melatihan kesiapasiagaan bela negara bagi CPNS ada


beberapa hal yang dapat dilakukan, salah satunya adalah tanggap dan
mau tahu terkait dengan kejadian-kejadian permasalahan yang dihadapi
bangsa negara Indonesia, tidak mudah terprovokasi, tidak mudah
percaya dengan barita gossip yang belum jelas asal usulnya, tidak
terpengaruh dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan
permasalahan bangsa lainnya, dan yang lebih penting lagi ada
mempersiapkan jasmani dan mental untuk turut bela negara.

Pasal 27 dan Pasal 30 UUD Negara RI 1945 mengamanatkan


kepada semua komponen bangsa berhak dan wajib ikut serta dalam
upaya pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan negara.
Dalam hal ini setiap CPNS sebagai bagian dari warga masyarakat tentu
memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk melakukan bela Negara
sebagaimana diamanatkan dalam UUD Negara RI 1945 tersebut.

Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada


negara dan kesediaan berkorban membela negara. Cakupan bela
negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras.
Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama
menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya
adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

19
Setidaknya unsur Bela Negara antara lain :

1. Cinta Tanah Air;

2. Kesadaran Berbangsa dan bernegara;

3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara;

4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan

5. Memiliki kemampuan awal bela negara.

Beberapa contoh bela negara dalam kehidupan sehari-hari di


zaman sekarang di berbagai lingkungan:

1. Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis dalam


keluarga.

2. Membentuk keluarga yang sadar hukum.

3. Meningkatkan iman dan takwa dan iptek

4. Kesadaran untuk menaati tata tertib pelatihan.

5. Menciptakan suasana rukun, damai, dan aman dalam


masyarakat.

6. Menjaga keamanan kampung secara bersama-sama.

7. Mematuhi peraturan hukum yang berlaku.

8. Membayar pajak tepat pada waktunya.

Terkait dengan Pelatihan Dasar bagi CPNS, sudah barang tentu


kegiatan bela negara bukan memanggul senjata sebagai wajib militer
atau kegiatan semacam militerisasi, namun lebih bagaimana
menanamkan jiwa kedisiplinan, mencintai tanah air (dengan menjaga
kelestarian hayati), menjaga asset bangsa, menggunakan produksi
dalam negeri, dan tentu ada beberapa kegiatan yang bersifat fisik dalam
rangka menunjang kesiapsiagaan dan meningkatkan kebugaran fisik
saja.

20
1. NILAI – NILAI DASAR PNS

Pegawai ASN sebagai agen pemerintah harus memiliki nilai-nilai


dasar yang terinternalisasi dalam profesinya. Nilai-nilai tersebut antara
lain Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Anti Korupsi yang disingkat dengan kata ANEKA. Nilai-nilai Dasar
tenaga Aparatur Sipil Negara telah dimuat dalam UU Nomor 5 tahun
2014 yang menyebutkan bahwa untuk mewujudkan tujuan nasional,
dibutuhkan Pegawai ASN yang dapat menjalankan tugas pelayanan
publik, tugas pemerintahan sebagai pelaksana kebijakan, dan tugas
untuk mempererat persatuan.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,


kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya (LANRI, 2015a). Amanah seorang PNS adalah
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai-nilai publik tersebut
antara lain:

1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi


konflik kepentingan, antara kepentingan publik dengan
kepentingan sektor, kelompok, dan pribadi;

2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan


mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;

3. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam


penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik; dan

4. menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat


diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.

Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi organisasi yang


berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai suatu kewajiban
jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan kegiatan

21
pada atasannya. Akuntabilitas mempunyai tiga fungsi utama
(Bovens dalam LANRI, 2015) yaitu : a) untuk menyediakan kontrol
demokratis (peran demokrasi), dengan membangun suatu sistem
yang melibatkan stake holder dan users yang lebih luas (termasuk
masyarakat, pihak swasta, legistlatif, yudikatif dan di lingkungan
pemerintah itu sendiri baik ditingkat kementerian, lembaga maupun
daerah); b) untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan
kekuasaan (peran konstitusional); dan c) untuk meningkatkan
efisiensi dan efektifitas (peran belajar).

Tujuan utama akuntabilitas bagi PNS adalah untuk


memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Seorang PNS yang akuntabel adalah PNS yang dapat
membuat pilihan tepat saat terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat
politik praktis, melayani masyarakat secara adil, serta konsisten
menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam menciptakan lingkungan
kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator yang harus dicapai
yaitu: 1) kepemimpinan; 2) transparansi; 3) integritas; 4)
tanggungjawab (responsibilitas); 5) keadilan; 6) kepercayaan; 7)
keseimbangan; 8) kejelasan; dan 9) konsistensi.

Suatu program / kegiatan yang akuntabel dapat dibangun


melalui 10 tahapan berikut (LANRI, 2015):

1. Menentukan individu/ kelompok/ komunitas sasarandari


program/kegiatan tersebut

2. Menetapkantujuan yang diharapkan tercapai

3. Inventarisasi metode yang dijadikan dasar untuk mencapai


tujuan dan sasaran

4. Identifikasi aktivitas yang diperlukan

5. Memetakan kapasitas organisasi untuk mengimplementasikan


aktivitas tersebut

6. Menyusun rencana aksi


22
7. Evaluasi proses melalui pengukuran kualitas program /
kegiatan dan implementasi program / kegiatan yang terukur

8. Review hasil capaian program / kegiatan

9. Evaluasi proses dan capaian yang diintegrasikan dengan


peningkatan kualitas berkelanjutan

10. Jika program sukses, pikirkan bagaimana


keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan

2. Nasionalisme

Secara bahasa nasionalisme barasal dari kata nation, yang


berarti bangsa. Jadi nasionalisme adalah pemahaman mengenai
nilai-nilai kebangsaan. Nasionalisme memiliki pokok kekuatan
dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya dengan
penyerahaan setinggi- tingginya. Dalam arti luas, nasionalisme
diartikan sebagai pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa
lain.

Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham


kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme
bangsa Indonesia dilandasi nilai- nilai pancasila yang diarahkan
agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan persatuan dan
kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di
atas kepentingan pribadi atau golongan, menunjuk kan sikap rela
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, bangga sebagai
bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa
rendah diri, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa,
menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia,
mengembangkan sikap tenggangrasa.

23
Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
mengandung nilai kemerdekaan dan kebebasan masyarakat dalam
memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Nilai-nilai
ketuhanan diimplementasikan dengan cara mengembangkan etika
sosial di masyarakat. Nilai-nilai ketuhanan menjiwai nilai-nilai lain
yang dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
seperti persatuan, kemanusiaan, permusyawaratan, dan keadilan
sosial. Dengan berpegang teguh pada nilai ketuhanan diharapkan
dapat memperkuat pembentukan karakter dan kepribadian,
melahirkan etos kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan diri
untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam yang
diberikan Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.

Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi


landasan tindakan dan perilaku kita sebagai PNS. Negara
memerlukan sosok PNS yang mampu menentukan kebijakan dan
arah pembangunan dengan mempertimbangkan keselarasan
antara kepentingan nasional dan kemaslahatan global. Perpaduan
antara sila pertama dan kedua Pancasila menuntut pemerintah dan
peyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan
yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat Indonesia.
Dengan berlandaskan prinsip kemanusiaan, berbagai tindakan
perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan tidak
sepatutnya mewarnai kebijakan dan perilaku aparatur negara.
Aparatur negara dan selurh komponen bangsa perlu bahu
membahu menghapus masalah yang bertentangan dengan nilai
kemanusiaan tersebut dari kehidupan berbangsa.

Sila ketiga Persatuan Indonesia menggambarkan bahwa


bangsa Indonesia juga memiliki ciri-ciri gotong royong, guyub,
rukun, bersatu, dan kekeluargaan. Dengan semangat gotong
royong, Negara Indonesia harus mampu melindungi segenap
bangsa dan tumpah darah Indonesia. Negara diharapkan mampu
memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa memandang

24
suku, agama, ras, atau golongan. Semangat gotong royong juga
dapat diperkuat dalam kehidupan masyarakat sipil dan politik
dengan terus menerus mengembangkan pendidikan
kewarganegaraan dan multi- kulturalisme yang dapat membangun
rasa keadilan dan kebersamaan dilandasi dengan prinsip-prinsip
kehidupan publik yang lebih partisipatif dan non diskriminatif.

Sila keempat Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh


hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sila ini
mengandung ciri-ciri demokrasi yang dijalankan di Indonesia, yakni
kerakyatan (kedaulatan rakyat) ,permusyawaratan (kekeluargaan),
dan hikmat kebijaksanaan. Demokrasi yang bercirikan kerakyatan
bermakna negara menghendaki persatuan diatas kepentingan
perseorangan dan golongan. Kekeluargaan bermakna
penyelenggaraan pemerintah didasarkan atas semangat
kekeluargaan diantara keragaman bangsa Indonesia dengan
mengakui adanya kesamaan derajat. Dan hikmat kebijaksanaan
menghendaki adanya landasan etis dalam berdemokrasi.

Sila kelima Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat


Indonesia. Komitmen keadilan memiliki dimensi yang luas. Peran
negara dalam mewujudkan rasa keadilan sosial, setidaknya ada
dalam empat kerangka, yaitu: 1) perwujudan relasi yang adil
disemua tingkat sistem kemasyarakatan; 2) pengembangan
struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan; 3) proses
fasilitasi akses atas informasi, layanan dan sumber daya yang
diperlukan ;dan 4) dukungan atas partisipasi bermakna atas
pengambilan keputusan bagi semua orang (LAN RI, 2015).
Perwujudan negara sejahtera sangat ditentukan oleh integritas dan
mutu penyelenggara Negara, disertai dukungan rasa
tanggungjawab dan rasa kemanusiaan dari semua warga.

Setiap pegawai ASN wajib memiliki jiwa nasionalisme


Pancasila yang kuat dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Jiwa
nasionalisme Pancasila ini harus menjadi dasar dan mengilhami
25
setiap gerak langkah dan semangat bekerja untuk bangsa dan
negara. Pegawa Negeri Sipil sebagai bagian dari ASN harus
senantiasa taat menjalankan nilai-nilai Pancasila dan
mengaktualisasikannya dengan semangat nasionalisme yang
kuat menjalankan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.

ASN sebagai pelaksana kebijakan publik merupakan aparat


pelaksana (eksekutor) yang melaksanakan segala peraturan
perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik
diberbagai bidang dan sektor pemerintah. Undang-undang ASN
juga memberikan jaminan kepada aparatur sipil (birokrat) bebas
dari intervensi kepentingan politik, bahkan bebas dari intervensi
atasan yang memiliki kepentingan subyektif. Hal ini mendorong
ASN yang berorientasi pada kepentingan publik. Prinsip penting
yang harus diperhatikan ASN dalam menjalankan fungsinya
sebagai pelaksana kebijakan publik adalah: 1) ASN harus
mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
mengimplementasikan kebijakan publik; 2) ASN harus
mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan
publik; dan 3) ASN harus berintegritas tinggi dalam menjalankan
tugasnya.

Pelayanan masyarakat (publik) adalah segala bentuk


pelayanan sektor publik yang dilaksanakan aparatur pemerintah.
Tujuan penyelenggaraan untuk dapat melakukan fungsi sebagai
pelayan publik, ASN harus memiliki profesionalisme yaitu keahlian
tertentu yang harus dimiliki sesuai dengan profesi ASN. Dengan
terwujudnya ASN yang profesional akan mendorong terwujudnya
reformasi birokrasi yang lebih baik yang mendorong terciptanya
kemajuan bangsa dan negara, karena pusat pelayanan publik ada
pada birokrasi.

Pentingnya peran PNS sebagai salah satu pemersatu bangsa,


secara implisit disebutkan dalam UU No.5 tahun 2014 terkait asas,
26
prinsip, nilai dasar, dan kode etik dan kode perilaku, dimana dalam
pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa asas-asas dalam
penyelenggaraan dan kebijakan manajemen ASN ada 13, salah
satunya adalah asas persatuan dan kesatuan. Hal ini berarti
seorang ASN dalam menjalankan tugasnya senantiasa
mengutamakan dan mementingkan persatuan dan kesatuan
bangsa. ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus
berpegang pada prinsipn adil dan netral. Netral dalam artian tidak
memihak salah satu kelompok / golongan. Sedangkan adil berarti
ASN dalam melaksanakan tugasnya tidak boleh diskriminatif dan
harus obyektif, jujur, transparan. Dengan bersikap netral dan adil
dalam melaksanakan tugasnya, ASN akan mampu menciptakan
kondisi yang aman, damai, dan tentram di lingkungan kerjanya dan
di masyarakatnya.

3. Etika Publik

Berdasarkan LAN RI Tahun 2015, berkaitan dengan


pelayanan publik, etika publik adalah refleksi standar / norma yang
menentukan baik dan buruk, benar dan salah perilaku, tindakan
dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggungjawab pelayanan publik.

Pada prinsipnya ada tiga dimensi etika publik yaitu dimensi


kualitas pelayanan publik, dimensi modalitas, dan dimensi tindakan
integritas publik. Etika publik menekankan pada aspek nilai dan
norma, serta prinsip moral, sehingga etika publik membentuk
integritas pelayanan publik. Dengan adanya prinsip moral tersebut
diharapkan ASN mampu mengidentifikasi masalah-masalah dan
konsep etika yang khas dalam pelayanan publik. Dimensi modalitas
dalam etika publik dicerminkan oleh unsur-unsur akuntabilitas,
transparansi, dan netralitas. Sedangkan dimensi tindakan
integritas publik memiliki makna kualitas dari pejabat publik yang

27
sesuai dengan nilai, standar, aturan moral yang diterima
masyarakat.

Seorang pelayan publik yang profesional membutuhkan tidak


hanya kompetensi teknis dan leadership, namun juga kompetensi
etika. Tanpa kompetensi etika, pejabat cenderung menjadi tidak
peka, tidak peduli dan diskriminatif terhadap masyarakat tertentu.
Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan
bagaimana nilai-nilai dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan
kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat atau kebaikan
orang lain. Nilai-nilai dasar etika publik yang harus diinternalisasi
dan diaktualisasikan oleh ASN sebagaimana tercantum dalam
Undang- Undang ASN (LANRI, 2015), yakni sebagai berikut:

1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideology Negara Pancasila.


2. Setiadan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia1945.
3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdayaguna, berhasilguna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargaikomunikasi, konsultasi,dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintah yang demokratis
sebagai perangkat system karir.

28
4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah kebulatan tekad, tanggungjawab yang


terdiri dari kegiatan perbaikan (efektifitas, efisiensi, inovasi)
berkelanjutan yang melibatkan setiap orang dalam organisasi
melalui usaha yang terintegrasi secara total untuk meningkatkan
kinerja pada setiap level oranisasi. Dengan afektivitas, efisiensi,
dan inovasi akan dicapai hasil kerja yang memenuhi standar mutu
yang diharapkan.

Kinerja aparatur dalam memberikan layanan publik yang


bermutu harus berlandaskan prinsip efektivitas, efisiensi, dan
inovasi (LANRI,2015). Nilai- nilai dasar (Pasal4) dan kode etik
(Pasal5) layanan publik sebagaimana dituangkan dalam UU
Nomor 5 Tahun 2014 tenang ASN, secara keseluruhan
mencerminkan perlunya komitmen mutu dari setiap aparatur dalam
memberikan layanannya dan kepada siapapun layanan itu
diberikan. Target utama kinerja aparatur yang berbasis komitmen
mutu adalah mewujudkan kepuasan masyarakat yang menerima
layanan (customersatisfaction). Uraian di atas menunjukkan nilai-
nilai dasar yang terkandung dalam komitmen mutu yaitu: 1)
efektifitas; 2) efisiensi; 3)inovasi; dan 4) orientasi mutu.

1. Efektivitas

Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau


jasa yang dihargai oleh pelanggan. Efektivitas organisasi tidak
hanya diukur dari performan untuk mencapai target (rencana) mutu,
kuantitas, ketepatan waktu, dana lokasi sumber daya, melain kan
juga diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan
(customers).

2. Efisiensi

29
Richard L.. Daft dalam Tita Maria Kanita (dalam LAN RI,
2015) mendefinisikan efisiensi organisasi adalah jumlah sumber
daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional.
Efisiensi organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku,
uang, dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah
keluaran tertentu. Efisiensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber
daya yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa.

3. Inovasi

Pengertian inovasi menurut Richard L.. Daft (dalam LAN RI,


2015) menyatakan bahwa inovasi barang dan jasa adalah cara
utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap perubahan-
perubahan di pasar, teknologi, dan persaingan. Inovasi dalam
layanan publik mestinya mencerminkan hasil pemikiran baru yang
konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk
membangun karakter dan mind-set baru sebagai aparatur
penyelenggara pemerintahan, yang diwujudkan dalam bentuk
profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya,
bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.

Inovasi dalam pelayanan publik merupakan sebuah


keniscayaan. Khususnya dalam rangka meningkatkan kepuasan
publik atas layanan aparatur. Upaya peningkatan produktivitas PNS
sebagai aparatur penyelenggara pemerintah dapat dilakukan
melalui banyak cara, misalnya peningkatan kompetensi, motivasi,
penegakan disiplin, serta pengawasan secara profesional untuk
mengawal kinerja PNS agar tetap berada di jalur yang tepat dan
tidak melakukan penyimpangan.

4. Orientasi Mutu

Selain efektivitas, efisiensi, dan inovasi, mutu juga menjadi


tema sentral yang menjadi target capaian institusi, baik di
lingkungan pemerintah maupun perusahaan. Menurut definisi yang
30
dirumuskan Goetsch dan Davis (dalam LAN RI, 2015), mutu
merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan yang sesuai atau bahkan
melebihi harapan konsumen atau pengguna. Dari pengertian
tersebut dapat disimpulkan bahwa mutu mencerminkan nilai
keunggulan produk / jasa yang diberikan kepada pelanggan
(customer) sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan
bahkan melampaui harapannya. Keberhasilan institusi pemerintah
memberikan layanan kepada masyarakat akan sangat bergantung
pada mutu sumber daya manusia serta bagaimana potensi mereka
diberdayakan oleh pimpinannya (LAN RI, 2015).

Dalam kaitannya dengan fungsi ASN, penyelenggaraan


pemerintah layanan publik yang berorientasi mutu adalah
pelayanan yang diarahkan untuk meningkatkan kepuasan
masyarakat sebagai pelanggan, baik menyangkut layanan yang
merujuk pada producer view maupun costumer view. Zeithmalh, dkk
(dalam LAN RI, 2015) menyatakan bahwa terdapat sepuluh ukuran
dalam menilai mutu pelayanan yaitu: 1) tangible (nyata / berwujud)
;2) reliability (kehandalan) ;3) responsiveness (cepat tanggap) ;4)
competence (kompetensi) ; 5) access (kemudahan) ; 6) courtesy
(keramahan) ;7) communication (komunikasi) ; 8) credibility
(kepercayaan) ; 9) security (keamanan) ; dan 10) understandingthe
customer ( pemahaman pelanggan).

5. Anti Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio yang artinya


kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Dalam bahasa Yunani
corruptio yang artinya perbuatan yang tidak baik, buruk, curang,
dapat disuap , tidak bermoral, menyimpang dari kesucian,
melanggar norma agama, material, mental, dan umum (LAN
,2015). Oleh karena itu, anti korupsi adalah pemikiran sikap dan
upaya untuk memberantas korupsi.
31
Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah
internalisasi integritas pada diri sendiri dan hidup atau bekerja
dalam lingkungan yang menjalankan integritas dengan baik.
Identifikasi nilai dasar anti korupsi memberikan nilai nilai dasar anti
korupsi yang prioritas dan memiliki signifikansi yang tinggi bagi kita.
Nilai–nilai dasar anti korupsi penting untuk mencegah terjadinya
korupsi dan mendukung prinsip–prinsip anti korupsi yang meliputi
akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan dan kontrol
kebijakan supaya semua dapat berjalan dengan baik serta, untuk
mencegah faktor eksternal penyebab korupsi.

Dalam sikap anti korupsi terkandung nilai-nilai dasar yang


harus diinternalisasi oleh setiap aparatur pemerintah, yaitu : 1)
jujur; 2) peduli; 3) mandiri; 4) disiplin; 5) tanggungjawab; 6)
kesederhanaan; 7) kerjakeras; 8) berani; dan 9) adil.

6. KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI

Terkait dengan peran PNS dalam NKRI, diuraikan manajemen


ASN, Pelayanan Publik dan Wholeof Government (WoG).

1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk


menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etikaprofesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek
korupsi, kolusi, dan nepotisme (LAN RI, 2016). Manajemen ASN
lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga
diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara
yang unggul dan selaras dengan perkembangan jaman.

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang


menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi
pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua
golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya

32
tersebut maka pegawai ASN mempunyai fungsi sebagaimana
diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yaitu Pegawai ASN
berfungsi sebagai: 1) pelaksana kebijakan publik ; 2) pelayan
publik; dan 3) perekat dan pemersatu bangsa. Pada bagian Kedua
Tugas Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN
bertugas: 1) melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh
Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; 2) memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas; dan 3) mempererat persatuan dan
kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya


dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, menjamin
kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan
hak. ASN juga mempunyai kewajiban sesuai dengan tugas dan
tanggungjawabnya. Hak PNS sesuai dengan ketentuan dalam UU
ASN adalah PNS berhak memperoleh : 1) gaji, tunjangan, dan
fasilitas; 2) cuti; 3) jaminan pensiun dan jaminan hari tua; 4)
perlindungan; dan 5) pengembangan kompetensi.

Sedangkan kewajiban dan tanggung jawab pegawai ASN


disebutkan dalam UU ASN adalah : 1) setia dan taat pada
pancasila, undang-undang dasar negara republik indonesia tahun
1945, negara kesatuan republik indonesia, dan pemerintah yang
sah; 2) menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ; 3)
melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah
yang berwenang ; 4) menaati ketentuan peraturan perundang
undangan ; 5) melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh
pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab; 6)
menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku,
ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun
di luar kedinasan ; 7) menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat

33
mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan ; dan 8) bersedia ditempatkan di
seluruh wilayah negara kesatuan republik indonesia.

ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode


perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga
martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku yang
diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam
penyelenggaraan birokrasi pemerintah.

2. Pelayanan Publik

Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang


Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang
,jasa, dan / atau pelayanan administratif yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Dari pengertian tersebut ada tiga
unsur penting pelayanan publik yaitu organisasi penyelenggara
pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang atau
masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan kepuasan
yang diberikan dan / atau diterima oleh penerima pelayanan.

Seorang ASN terlibat baik secara langsung maupun tidak


langsung dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan
publik yang baik didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan
untuk merespon berbagai kelemahan yang melekat pada tubuh
birokrasi. Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima adalah partisipatif, transparansi, responsif, tidak
diskriminatif ,mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel,
akuntabel, berkeadilan.

Sebagaimana diatur dalam Undang-undang ASN, dijelaskan


bahwa ASN sebagai profesi berdasarkan pada prinsip-prinsip: 1)
34
nilai dasar; 2) kode etik dan kode perilaku; 3) komitmen, integritas
moral, dan tanggungjawab pada pelayanan publik; 4) kompetensi
yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; 5) kualifikasi
akademik; 6) jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas; dan 7) profesionalitas jabatan.

3. Whole of Government

Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan


penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan
publik(LAN RI, 2016). WoG juga dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah
kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.

Pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip


kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan
mencakup keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam
pemerintahan. Pentingnya WoG untuk diterapkan dalam
pemerintahan saat ini. Pertama, karena adanya faktor eksternal
seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan,
program pembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraan pemerintah yang lebih baik. Kedua, karena
adanya faktor internal yaitu ketimpangan kapasitas sektoral
sebagai akibat adanya nuansa kompetisi antar sektor
pembangunan.

WoG sebagai pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk


mendukung fungsi penting dan utama instansi pemerintah yaitu
sebagai perangkat pemberi pelayanan. Pelayan yang diberikan
harus memenuhi level atau kualitas yang diharapkan oleh
masyarakat umum. Terutama untuk menghadapi masyarakat yang
35
semakin maju dan persaingan global yang ketat. Pendekatan WOG
dapat dilakukan baik dari sisi penataan institusi formal maupun
informal, diantaranya:

1 . Penguatan koordinasi antar lembaga;

2 . Membentuk lembaga koordinasi khusus;

3 . Membentuk gugus tugas; dan

4. koalisi sosial

BAB III
PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

1. PROFIL ORGANISASI
Gambaran umum organisasi
Puskesmas brangsong I adalah salah satu Unit Pelayanan Teknis Daerah
dibidang kesehatan dimana Puskesmas brangsong I merupakan perpanjangan
36
tangan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dalam upaya menjalankan
kebijakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja Kecamatan Brangsong.

Puskesmas Brangsong I terletak pada bidang tanah seluas 2.500 m2 dan


luas bangunan 2.500 m2 milik Pemerintah Kabupaten Kendal di Jalan Raya
Sidorejo No 43 Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal yang terletak pada
ketinggian tanah sekitar 6 meter diatas permukaan laut.

1) Luas wilayah Kerja Pusk : 1.729.276 m2/20


km2

2) Jumlah Desa / : 7
Kelurahan

3) Jumlah Dusun : 26 Dusun

4) Jumlah RW : 46 RW

5) Jumlah RT : 157 RT

Batas Wilayah

1) Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Rejosari Kec. Brangsong

2) Sebelah : Berbatasan dengan Kec. Singorojo


Selatan

3) Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kec.Ngampel

4) Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kec Kaliwungu Selatan

PETA WILAYAH PUSKESMAS BRANGSONG I

37
38
No Kategori Jumlah Jumlah Jarak Kondisi Jarak ke Rata-Rata
Dusun RT terjauh ke Keterjangkauan Puskesmas Waktu
Fasilitas Tempuh ke
Roda Roda 4 Jalan
Kesehatan Puskesmas
2

1 Tosari 2 17 ± 1km √ √ √ 3 km ± 15 Menit

2 Sidorejo 4 33 ± 0,5km √ √ √ 0,5 km ± 0,3 Menit

3 Kertomulyo 3 28 ±1 km √ √ √ 5 km ± 25 Menit

4 Penjalin 3 10 ± 1 km √ √ √ 4 km ± 20 Menit

5 Blorok 3 12 ± 1 km √ √ √ 3km ± 15 Menit

6 Sumur 8 32 ± 1km √ √ √ 6km ± 30 Menit

7 Tunggul 3 25 ± 2 km √ √ √ 7 km ± 35 Menit
Sari

Sumber : BPS 2018 Data Desa Kecamatan Brangsong

Dari Tabel di atas, waktu tempuh yang digunakan untuk mencapai


ke fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas Brangsong I , waktu tempuh yang
terjauh 35 menit dan waktu tempuh yang terdekat 0,3 menit ini diukur
dengan menggunakan berjalan kaki. Wilayah terjauh dari lokasi
Puskesmas Brangsong I adalah desa Tunggul Sari yang berjarak ± 7 km
dengan jarak tempuh ± 35 menit.

Pada tahap ini akan dijelaskan informasi terkait UPTD


Puskesmas Brangsong I terlebih dahulu. Informasi yang diberikan antara
lain:
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
A. UU Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
39
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014
Tentang Puskesmas
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 44 Tahun 2016
Tentang Pedoman Manajemen Puskesmas

2. Visi, Misi, Tata Nilai, dan Tujuan Organisasi


A. Visi UPTD Puskesmas Brangsong 1
“Menjadikan Puskesmas Brangsong I sebagai tempat
pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas
prima.”

Penjelasan Visi :

1. Menjadikan : Tercapai suatu tujuan yang diinginkan.

2. Puskesmas Brangsong I :

Sebagai tempat yang memberikan pelayanan kepada


Setiap kelompok masyarakat,sehingga mereka itu dapat
hidup sehat baik fisik,mental,spiritual maupun sosial
yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial dan ekonomi (UU no 36 Tahun 2009
tentang kesehatan )

3. Berkualitas PRIMA : Melayani secara profesional,


ramah, Inisiatif, Inovatif dan Akuntabel

B.Misi UPTD Puskesmas Brangsong 1


1. Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, melalui
Upaya Kesehatan Masyarakat dan perseorangan
2. Mengutamakan Upaya Promotif, Preventif, Kuratif dan
Rehabilitatif
3. Memantapkan Manajemen dan Kinerja guna
meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan.

40
C.Motto UPTD Puskesmas Brangsong 1
“Puskesmas brangsong 01 melayani secara prima dan
sepenuh hati “

D.Tata nilai UPTD Puskesmas Brangsong 1


“ PRIMA”

P rofesional : Dalam mengerjakan tugas harus


berdasarkan SOP

R amah : Dalam mengerjakan tugas harus memiliki


budaya ramah

I nisiatif dan Inovatif : Dalam mengerjakan tugas harus


mampu memecahkan masalah dan mampu untuk
menindaklanjuti.

M alu : Dalam bekerja harus memiliki budaya malu

A kuntabel : Dalam bekerja hasil harus bisa diukur dan


dipertanggungjawabkan.

1. Ada 2 budaya ramah dan 10 budaya malu petugas Yaitu


:
Dua Budaya Ramah
1. Ramah terhadap Pasien
2. Ramah terhadap Lingkungan

Sepuluh Budaya Malu


1. Malu terlambat masuk kerja
2. Malu tidak ikut apel
3. Malu sering minta izin tidak masuk kerja
4. Malu sering tidak masuk kerja tanpa alasan
5. Malu pulang sebelum waktunya
6. Malu bekerja tanpa program kerja
7. Malu sering meninggalkan pekerjaan tanpa alasan
8. Malu berpakaian tidak rapi dan tanpa atribut lengkap

41
9. Malu bekerja tidak sesuai SOP
10. Malu merokok di kawasan tanpa rokok

2. Maklumat Karyawan Karyawati Puskesmas Brangsong I :


Kami karyawan karyawati Puskesmas Brangsong I

1. Siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati


2. Siap bekerja dengan jujur, cermat dan bersemangat untuk
kepentingan masyarakat
3. Siap bekerja sama dengan lintas sektor, lintas program dan
semua karyawan
4. Siap dikritik dan ditegur demi peningkatan kinerja

42
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsinya

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS BRANGSONG I

43
4. Deskripsi Sumber Daya Manusia
UPTD Puskesmas Brangsong I tahun 2019

NO URAIAN JUMLAH PEGAWAI KETERANGAN

1 2 3 4 5 6 7

1 Kondisi pegawai berdasarkan Kualifikasi PNS PTT Pegawan Non Jml pegawai Dari 30 Pegawai
Pendidikan terdapat 18 PNS,
PNS
dan masih ada 12

A SD 0 0 1 1 pegawai non PNS

B SMP/SLTP 1 0 0 1 Yang semuanya


mempunyai latar
C SMA 2 0 1 3 pendidikan cukup
untuk melakukan
D D1 1 0 0 1
kinerja layanan
E D3 16 0 1 17

F D4 3 0 0 3

g. SI 2 0 2 4

Jumlah 25 0 5 30

2 Kondisi Pegawai berdasarkan PNS PTT Pegawan Non Jumlah Dari 30 Pegawai
Pangkat/Golongan terdapat 25 PNS
PNS
mempunyai

A Golongan I 0 0 0 0 kepangkatan/golo
ngan,dan tenaga
B Golongan II 9 0 0 9 yang masih belum
sesuai dg
C Golongan III 16 0 0 16
kompetensi ada 2
serta masih ada 5
pegawai non PNS
non kepangkatan

44
D Golongan IV 0 0 0 0

E Non kepangkatan/gol 0 0 5 5

Jumlah 25 0 5 30

3 Kondisi Pegawai Berdasarkan PNS PTT Pegawai jml

Jabatan Non PNS Dari 30 Pegawai


terdapat 25 PNS,
A Eselon Iva 1 1
1 jabatan

B Eselon Ivb 0 0 Structural, 21


jabatan fungsional,
C Jabatan Fungsional 21 21 3 staf dan masih
ada 5 pegawai
D Staf 3 3
non pns n
E Bidan PTT

F Honda/ wiyata bakti 5 5

Jumlah 25 0 5 30

Deskripsi Sarana dan Prasarana


Jenis Ruangan Pelayanan:
1. Ruang Pendaftaran
2. Ruang Rekam Medis
3. Ruang Immunisasi / Ruang Laktasi
4. Ruang Pemeriksaan Umum/ Ruang Lansia
5. Ruang KIA/ KB
6. Ruang MTBS/ MTBM
7. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut
8. Ruang Laboratorium
9. Ruang TB/ HIV
10. Ruang Farmasi
11. Ruang Gawat Darurat
12. Ruangan konsultasi gizi dan PKPR

45
TUGAS JABATAN PESERTA LATSAR
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 73
Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Umum DI Lingkungan Kementerian
Kesehatan, uraian tugas dokter gigi adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan pelayanan medis gigi dan mulut umum rawat jalan
2. Melaksanakan pelayanan medis gigi dan mulut spesialistik rawat jalan
3. Melaksanakan pelayanan medis gigi dan mulut rawat inap
4. Melaksanakan pelayanan kegawat daruratan medis gigi dan mulut
5. Menganalisis data dan hasil pemeriksaan pasien sesuai dengan pedoman
kerja untuk menyusun catatan medis pasien
6. Mengumpulkan data dalam rangka penyelidikan epidemiologi gigi dan
mulut
7. Menyusun draft visum et repertum
8. Melaksanakan tugas jaga
9. Menyusun draft laporan pelaksanaan tugas
10. Menyusun laporan pelaksanaan tugas
11. Menyusun laporan lain-lain

46
A. ROLE MODEL

Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa


Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu suatu yang patut ditiru atau baik
untuk di contoh seperti teladan, kelakuan, perbuatan, sifat dan sebagainya.
Dalam hal ini role model yang akan penulis ambil yaitu dr. Wiwien
Yunita Indriyati. Beliau adalah kepala puskesmas UPTD Puskesmas
Brangsong I sekaligus mentor saya. Beliau adalah wanita hebat yang lahir di
Lampung, 10 Juni 1975. Selama beberapa minggu penulis bekerja di instansi
tersebut, penulis melihat bahwa beliau adalah sosok yang bisa menempatkan
diri dimana, kapan dan bagaimana situasi yang ada. Beliau memiliki dedikasi
yang tinggi kepada puskesmas yang dipimpinnya. Sikap kepimimpinannya
kuat dan beliau selalu dapat bersikap adil kepada seluruh karyawan di
lingkungan kerjanya. Beliau memiliki integritas yang tinggi dan seorang
wanita yang bekerja keras, walaupun rumah beliau adalah yang paling jauh
diantara karyawan di lingkungan kerja, namun beliau memiliki sikap tanggung
jawab dan disiplin terhadap jabatan yang diembannya dengan datang tepat
waktu. Beliau adalah sosok yang ramah, bersahabat dan dapat menjadi
penengah.
Beliau menjadi role model yang penulis pilih karena beliau adalah
wanita yang memiliki sikap yang terkandung dalam nilai-nilai dasar PNS yaitu
akuntabilitas, nasionalisme, etika public, komitmen mutu, dan anti korupsi
yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

47
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. DAFTAR RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI DAN KETERKAITAN


DENGAN NILAI ANEKA
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Brangsong I
Isu yang : Kurangnya sosialisasi dan promosi dokter
Diangkat gigi baru kepada masyarakat di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Brangsong I

Gagasan : 1. Melakukan pemeriksaan ANC terpadu


Penyelesaian Isu pada kesehatan gigi dan mulut ibu hamil
di Puskesmas Brangsong I
2. Melaksanakan UKGS di sekolahan
wilayah kerja Puskesmas Brangsong I
3. Melaksanakan penyuluhan gigi dan
mulut di desa wilayah kerja
Puskesmas Brangsong I
4. Membuat x banner di depan pintu
masuk Puskesmas Brangsong I
5. Melakukan penyampaian edukasi
kesehatan gigi dan mulut di kelas ibu
hamil di wilayah kerja Puskesmas
Brangsong I

48
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Melakukan 1. Saya Saya melakukan Akuntabilitas: Visi : Menjadikan Dengan memahami


pemeriksaan melakukan koordinasi dengan Puskesmas Brangsong I pentingnya konsultasi
Tanggung jawab,
ANC terpadu koordinasi dan ramah dan sopan sebagai tempat kepada Kepala
kepemimpinan
pada konsultasi serta bertanggung pelayanan ksehatan Puskesmas agar dapat
kesehatan kepada kepala jawab untuk Nasionalisme : masyarakat yang menindak lanjuti hasil
gigi dan mulut puskesmas mendapatkan pancasila, sila ke IV berkualitas prima. musyawarah maka
mufakat terkait sesuai dengan tata
Dengan melakukan
kegiatan yang akan nilai: ”inovatif dan
koordinasi dan konsultasi,
Sumber saya lakukan inisiatif”. (Dalam
kegiatan tersebut sudah
kegiatan : mengerjakan tugas
berkontribusi dalam misi
inovasi harus mampu
puskesmas brangsong I
memecahkan masalah
yaitu memantapkan
dan mampu untuk
Manajemen dan Kinerja
menindaklajuti)
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan.

49
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

Saya Saya melakukan Akuntabilitas: Visi : Menjadikan Dengan memahami


melakukan koordinasi dengan Puskesmas Brangsong I pentingnya koordinasi
Tanggung jawab
koordinasi dan bidan KIA terkait sebagai tempat dan komunikasi kepada
komunikasi rencana kerjasama Etika publik : pelayanan ksehatan teman kantor agar dapat
dengan bidan ANC yang menghargai komunikasi, masyarakat yang melaksanakan kegiatan
KIA melibatkan dan kerjasama berkualitas prima. bersama dengan lancar
pemeriksaan gigi maka sesuai dengan tata
Dengan melakukan
dan mulut nilai: ”ramah”. (Dalam
koordinasi dengan bidan
mengerjakan tugas harus
KIA, kegiatan tersebut
memiliki budaya ramah)
sudah berkontribusi dalam
misi puskesmas
brangsong I yaitu
memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan

50
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

2. Melakukan Saya melakukan Akuntabilitas : Visi : Menjadikan Dengan melakukan


pemeriksaan pemeriksaan rongga Tanggung jawab Puskesmas Brangsong I pemeriksaan gigi dan
rongga mulut mulut ibu hamil sebagai tempat mulut tersebut, maka
Nasionalisme :
ibu hamil dengan bertanggung pelayanan ksehatan sesuai dengan tata nilai:
pancasila, sila ke II dan
jwab, profesional dan masyarakat yang ”profesional”. (Dalam
V
mengutamakan berkualitas prima. mengerjakan tugas
prinsip kemanusiaan Etika publik : harus berdasarkan
Dengan melakukan
untuk mengetahui profesionalisme SOP)
pemeriksaan, pencatatan
status kesehatan ibu
Komitmen mutu dan konsultasi yang
hamil yang saya
:Efektif bertanggung jawab dan
periksa
profesional kepada pasien,
3. Mencatat dan Saya mencatat hasil Akuntabilitas : kegiatan tersebut sudah Dengan melakukan
memberikan pemeriksaan secara berkontribusi dalam misi pemeriksaan gigi dan
Kejelasan
konsultasi jelas, transparan, dan puskesmas brangsong I mulut tersebut, maka
terkait hasil memberikan yaitu Meningkatkan Derajat sesuai dengan tata nilai:
pemeriksaan konsultasi sesuai Kesehatan Masyarakat, ”profesional”. (Dalam
Nasionalisme :
kepada ibu kemampuan dan melalui Upaya Kesehatan mengerjakan tugas
profesional agar ibu Masyarakat dan harus berdasarkan

51
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

hamil hamil tersebut Kemanusiaan (sila II) perseorangan SOP)


semakin paham
Etika publik Selain itu juga sesuai
terkait masalah Mengutamakan Upaya
dengan tata nilai
kesehatan gigi dan Sesuai kemampuan dan Promotif, Preventif, Kuratif
“ramah” yang artinya
mulut profesional dan Rehabilitatif
dalam melakukan
Komitmen mutu :Mutu pekerjaan harus
memiliki budaya ramah

2. Melaksana 1. Melakukan Saya Visi : Menjadikan Dengan memahami


kan UKGS koordinasi melaksanakan Puskesmas Brangsong I pentingnya konsultasi
Akuntabilitas :
di dan koordinasi dan sebagai tempat kepada Kepala
Kejelasan, tanggung
sekolahan konsultasi konsultasi pelayanan ksehatan Puskesmas agar dapat
jawab
kepada mengenai kegiatan masyarakat yang menindak lanjuti hasil
Sumber
kepala UKGS kepada Nasionalisme : berkualitas prima. musyawarah maka
kegiatan :
puskesmas kepala puskesmas sesuai dengan tata
Sasara Musyawarah (sila ke- Dengan melakukan
dengan nilai: ”inovatif dan
Kinerja II) koordinasi dan konsultasi
bertanggung jawab inisiatif”. (Dalam
Pegawai terkait kegiatan UKGS,
dan untuk Etika publik : mengerjakan tugas
kegiatan tersebut sudah

52
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

(SKP) memperjelas Meningkatkan berkontribusi dalam misi harus mampu


tahapan kegiatan efektivitas sistem puskesmas brangsong I memecahkan masalah
yang akan saya pemerintah yaitu memantapkan dan mampu untuk
lakukan Manajemen dan Kinerja menindaklajuti)
Komitmen mutu :
guna meningkatkan Mutu
efektif
Layanan Kesehatan

2. Melakukan Saya melakukan Akuntabilitas: Visi : Menjadikan Dengan memahami


koordinasi koordinasi dengan Kejelasan Puskesmas Brangsong I pentingnya koordinasi
kepada penanggung jawab sebagai tempat dan komunikasi kepada
Nasionalisme :
penanggung program UKGS untuk pelayanan ksehatan teman kantor agar dapat
Musyawarah (Sila ke 4)
jawab program memperjelas jadwal masyarakat yang melaksanakan kegiatan
UKGS pelaksanaan UKGS Etika Publik : berkualitas prima. bersama dengan lancar
di Sekolah. menghargai komunikasi, maka sesuai dengan tata
Dengan melakukan
konsultasi dan kerja nilai: ”ramah”. (Dalam

53
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

sama koordinasi kepada mengerjakan tugas harus


penanggung jawab memiliki budaya ramah)
Non diskriminasi dalam
program, kegiatan tersebut
lingkungan kerja
sudah berkontribusi dalam
Komitmen mutu : misi puskesmas brangsong
efisien I yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
Anti korupsi : Bekerja
guna meningkatkan Mutu
keras
Layanan Kesehatan

3. Membuat form Saya membuat form Komitmen mutu : Visi : Menjadikan Dengan membuat form
pencatatan pencatatan UKGS inovasi Puskesmas Brangsong I untuk kegiatan UKGS
UKGS untuk memudahkan sebagai tempat tersebut, sesuai dengan
Akuntabilitas :
mentatat hasil pelayanan ksehatan tata nilai Puskesmas
kejelasan
pemeriksaan. masyarakat yang Brangsong I yaitu
Pembuatan form Nasionalisme : berkualitas prima. “akuntabel “yang berarti
pencatatan harus Sanggup dan rela dalam bekerja hasil harus
dengan metode berkorban (sila III) bisa diukur dan
Dengan melakukan
pemeriksaan yang up dipertanggungjawabkan
pembuatan form
54
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

to date. Etika publik : pencatatan UKGS dan


mempunyai melaksanakan UKGS
kemampuan yang bertanggung jawab,
melaksanakan inovatif dan profesional ,
kebijakan kegiatan tersebut sudah
berkontribusi dalam misi
: inovasi
puskesmas brangsong I
Anti korupsi : Kerja yaitu Meningkatkan Derajat
keras Komitmen mutu
Kesehatan Masyarakat,
4. Melaksanakan Saya melakukan Akuntabilitas : Dengan melakukan
melalui Upaya Kesehatan
UKGS kegiatan UKGS untuk kegiatan UKGS tersebut,
Kepedulian Masyarakat dan
memberikan sesuai dengan tata nilai
perseorangan
pengetahuan kepada Nasionalisme : Puskesmas Brangsong I
murid-murid tentang yaitu “akuntabel “yang
Sila ke-V yaitu adil Mengutamakan Upaya
cara menyikat gigi. berarti dalam bekerja
kepada sesama dan Promotif, Preventif, Kuratif
Tujuannya untuk hasil harus bisa diukur
saling menghormati dan Rehabilitatif
meningkatkan dan
kesadaran kesehatan Etika publik :

55
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

gigi dan mulut. profesionalisme, tidak dipertanggungjawabkan


berpihak, memberi
layanan, jujur, tanggap
dan cepat sesuai dengan tata nilai:
”ramah”. (Dalam
Komitmenmutu :
mengerjakan tugas harus
Mutu, inovasi
memiliki budaya ramah)

dan juga P rofesional


:Dalam mengerjakan
tugas harus berdasarkan
SOP

3 Melaksanakan 1. Saya menghadap


M Komitmen mutu : Visi : Menjadikan Dengan memahami
penyuluhan enghadap kepala puskesmas efisien Puskesmas Brangsong I pentingnya konsultasi
gigi dan mulut Kepala untuk konsultasi dan sebagai tempat kepada Kepala
Akuntabilitas :
di desa Puskesmas koordinasi terkait pelayanan ksehatan Puskesmas agar dapat
Kejelasan, tanggung
untuk kegiatan penyuluhan masyarakat yang menindak lanjuti hasil
Sumber jawab, kepercayaan
konsultasi di desa agar musyawarah maka

56
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

kegiatan : terkait kegiatan mendapat arahan Nasionalisme : berkualitas prima. sesuai dengan tata
inovasi penyuluhan di dan kepercayaan dari Musyawarah (Sila ke 4) nilai: ”inovatif dan
Dengan melakukan
desa kepala puskesmas inisiatif”. (Dalam
Etika publik : koordinasi, kegiatan
terkait kegiatan mengerjakan tugas
keputusan dengan tersebut sudah
tersebut harus mampu
prinsip keadilan berkontribusi dalam misi
memecahkan masalah
puskesmas brangsong I
Anti korupsi : Berani dan mampu untuk
yaitu memantapkan
menindaklajuti)
Manajemen dan Kinerja
2.Melaksanakan Saya melakukan Akuntabilitas : guna meningkatkan Mutu Dengan memahami
koordinasi koordinasi dengan Kepemimpinan Layanan Kesehatan pentingnya koordinasi
dengan penanggung jawab Nasionalisme : dan komunikasi kepada
penanggung UKM guna untuk Pancasila sila ke IV teman kantor agar dapat
jawab UKM menyesuaikan Etika publik : melaksanakan kegiatan
(Upaya jadwal dan Meningkatkan sistem bersama dengan lancar
Kesehatan menentukan desa pemerintah yang maka sesuai dengan tata
Masyarakat mana yg akan saya demokratis. Visi : Menjadikan nilai: ”ramah”. (Dalam
lakukan penyuluhan Komitmen mutu : Puskesmas Brangsong I mengerjakan tugas harus
sebagai tempat

57
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

terlebih dahulu. efisiensi pelayanan ksehatan memiliki budaya ramah)


masyarakat yang
berkualitas prima.

Dengan melakukan
koordinasi, kegiatan
tersebut sudah
berkontribusi dalam misi
puskesmas brangsong I
yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan

58
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

3.Mempersiapkan Saya membuat Akuntabilitas : Visi : Menjadikan Dengan memahami


materi materi penyuluhan Tanggung jawab Puskesmas Brangsong I pentingnya
penyuluhan untuk siswa-siswa di sebagai tempat mempersiapkan materi
Nasionalisme :
SD dengan kerja pelayanan ksehatan penyuluhan maka sesuai
kebangsaan , sanggup
keras dan masyarakat yang dengan tata nilai: ”inisiatif
dan rela berkorban
bertanggung jawab berkualitas prima. dan inovatif”. (Dalam
untuk kepentingan
agar siswa dapat mengerjakan tugas harus
negara (Sila ke III) Dengan melakukan
lebih memahami mampu memecahkan
persiapan materi
kesehatan gigi dan masalah dan mampu
penyuluhan, kegiatan
mulut. untuk menindaklajuti
Etika publik : punya tersebut sudah
kemampuan untuk berkontribusi dalam misi
melaksanakan program puskesmas brangsong I
pemerintah yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan

59
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

4.Melaksanakan Saya melaksanakan Akuntabilitas : Visi : Menjadikan Dengan melaksanakan


penyuluhan penyuluhan UKGS di bertanggung jawab, adil Puskesmas Brangsong I penyuluhan maka
SD dengan jelas dan sebagai tempat sesuai dengan tata nilai:
Nasionalisme
bertanggung jawab pelayanan ksehatan ”inisiatif dan inovatif”.
:mengembangkan sikap
sesuai dengan masyarakat yang (Dalam mengerjakan
adil kepada sesama
keahlian dan berkualitas prima. tugas harus mampu
(sila ke V)
kompetensi saya memecahkan masalah
Dengan melakukan
agar siswa-siswi SD Etika publik : profesioal dan mampu untuk
penyuluhan yang adil, tidak
yang saya suluh dan tidak memihak menindaklajuti
memihak, berinovasi baru,
memahami
Komitmen mutu : bertanggung jawab dan Selain itu juga termasuk
pentingnya
inovasi profesional , kegiatan dalam tata nilai “ramah”
kesehatan gigi dan
tersebut sudah yang artinya Dalam
mulut.
berkontribusi dalam misi mengerjakan tugas
puskesmas brangsong I harus memiliki budaya
yaitu Meningkatkan Derajat ramah
Kesehatan Masyarakat,
melalui Upaya Kesehatan
Masyarakat dan

60
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

perseorangan

Mengutamakan Upaya
Promotif, Preventif, Kuratif
dan Rehabilitatif
4 Membuat x 1. mSaya melakukan Komitmen mutu : mutu Visi : Menjadikan Dengan memahami
banner di elakukan koordinasi dan Puskesmas Brangsong I pentingnya konsultasi
Nasionalisme :
depan pintu koordinasi dan konsultasi kepada sebagai tempat kepada Kepala
musyawarah (sila
masuk melakukan kepala puskesmas pelayanan ksehatan Puskesmas agar dapat
pancasila ke-4)
Puskesmas konsultasi kepada terkait media promosi masyarakat yang menindak lanjuti hasil
Brangsong I kepala yaitu x-banner yang Etika publik : berkualitas prima. musyawarah maka
puskesmas akan dipasang di kepemimpinan sesuai dengan tata nilai:
Dengan melakukan
pintu masuk supaya berkualitas tinggi ”inovatif dan inisiatif”.
koordinasi dan konsultasi
Sumber didapatkan mufakat (Dalam mengerjakan
Akuntabilitas : yang bertanggung jawab
kegiatan : untuk desain dan tugas harus mampu
Tanggungjawab dan memiliki sikap
konten x-banner memecahkan masalah
Inovasi menjunjung tinggi etika,
dan mampu untuk
kegiatan tersebut sudah
menindaklajuti)
berkontribusi dalam misi

61
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

puskesmas brangsong I
yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan.

2.Membuat Saya membuat Nasionalisme : Visi : Menjadikan Dengan melakukan


desain x-banner desain x-banner yang Musyawarah(Sila ke 4) Puskesmas Brangsong I pembuatan desain x-
sesuai dengan sebagai tempat banner tersebut, sesuai
Etika publik :
kesepakatan yang pelayanan ksehatan dengan tata nilai
melakukan pelayanan
sudah dicapai masyarakat yang Puskesmas Brangsong I
secara tanggap dan
dengan kepala berkualitas prima. yaitu “akuntabel “yang
berdaya guna
puskesmas. berarti dalam bekerja
Dengan melakukan
Pembutan desain Akuntabilitas: hasil harus bisa diukur
koordinasi dan konsultasi,
tersebut sebagai tanggung jawab dan
serta kesepakatan
media promosi yang dipertanggungjawabkan
bersama dengan kepala
menarik agar pasien
puskesmas, kegiatan
membaca dan

62
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

mengetahui info yang tersebut sudah


terkandung. berkontribusi dalam misi
puskesmas brangsong I
yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan.

3.Mencetak x- Saya mencetak x- Akuntabilitas : Visi : Menjadikan Dengan melakukan


banner banner yang sudah kejelasan Puskesmas Brangsong I pencetakan x-banner
saya buat dan sebagai tempat tersebut, sesuai dengan
Komitmen mutu :
melakukan konsultasi pelayanan ksehatan tata nilai Puskesmas
inovasi
kembali dengan masyarakat yang Brangsong I yaitu
kepala puskesmas Nasionalisme : berkualitas prima. “akuntabel “yang berarti
tentang kesesuaian musyawarah mufakat dalam bekerja hasil
Dengan melakukan
konsep dan hasil (pancasila sila ke-4) harus bisa diukur dan
pencetakan x-banner yang
agar didapatkan dipertanggungjawabkan
sudah sesuai dengan
kejelasan terkait hasil

63
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

yang dilakukan arahan kepala puskesmas,


kegiatan tersebut sudah
berkontribusi dalam misi
puskesmas brangsong I
yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan.”
4.Memasang x- Saya memasang x- Akuntabilitas : Visi : Menjadikan Dengan memahami
banner di depan banner di depan kejelasan Puskesmas Brangsong I pentingnya media
pintu masuk pintu masuk sebagai tempat promosi x-banner yang
Nasionalisme : suka
Puskesmas Puskesmas pelayanan ksehatan akan saya pasang sendiri
melakukan kegiatan
Brangsong I Brangsong I agar masyarakat yang secara inisiatif, maka
dalam rangka
pasien dapat melihat berkualitas prima. sesuai dengan tata nilai:
mewujudkan kemajuan
dan membaca info ”inovatif dan inisiatif”.
yang merata dan Dengan melakukan
yang terkandung di (Dalam mengerjakan
berkeadilan sosial pemasangan x-banner
dalam x-banner dan tugas harus mampu
(pancasila sila ke 5) sebagai media promosi
pasien tahu bahwa memecahkan masalah
dokter gigi kepada pasien,

64
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

ada dokter gigi baru Etika publik : kegiatan tersebut sudah dan mampu untuk
di Puskesmas mengutamakan berkontribusi dalam misi menindaklajuti)
Brangsong I pencapaian hasil dan puskesmas brangsong I
mendorong kinerja. yaitu memantapkan
Manajemen dan Kinerja
guna meningkatkan Mutu
Layanan Kesehatan.

5 Melakukan 1. Melakukan Saya melakukan Nasionalisme : Visi : Menjadikan Dengan memahami


penyampaian koordinasi dan koordinasi dan Musyawarah (Sila ke- Puskesmas Brangsong I pentingnya konsultasi
edukasi konsultasi konsultasi kepada 4) sebagai tempat kepada Kepala
kesehatan gigi dengan kepala kepala puskesmas pelayanan ksehatan Puskesmas agar dapat
Etika publik :
dan mulut di puskesmas dengan sopan santun masyarakat yang menindak lanjuti hasil
menjunjung etika
kelas ibu agar mendapatkan berkualitas prima. musyawarah maka
luhur
hamil arahan yang jelas sesuai dengan tata
Dengan melakukan
terkait kegiatan yang Komitmen mutu: nilai: ”inovatif dan
koordinasi dan konsultasi
akan saya inisiatif”. (Dalam

65
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

laksanakan. Orientasi mutu kepada atasan agar mengerjakan tugas


mendapat mufakat dan harus mampu
Sumber
arahan dari atasan terkait memecahkan masalah
kegiatan :
kegiatan edukasi pada ibu dan mampu untuk
Perintah hami dan koordinasi menindaklajuti)
atasan kepada bidan desa untuk
2. Melakukan Saya melakukan Akuntabilitas: Dengan memahami
kejelasan jadwal
koordinasi koordinasi dan pentingnya koordinasi
Integritas, kejelasan pelaksanaan,, kegiatan
dengan bidan komunikasi kepada dan komunikasi kepada
tersebut sudah
desa bidan desa terkait teman kantor agar dapat
berkontribusi dalam misi
kegiatan tersebut melaksanakan kegiatan
Nasioanalisme : sila puskesmas brangsong I
supaya saya bersama dengan lancar
ke 4 musyawarah. yaitu memantapkan
mendapatkan maka sesuai dengan tata
Manajemen dan Kinerja
kejelasan berupa nilai: ”ramah”. (Dalam
guna meningkatkan Mutu
jadwal kegiatan, mengerjakan tugas harus
Komitmen mutu: Layanan Kesehatan.
tempat acara memiliki budaya ramah)
berlangsung dan Orientasi mutu
jumlah peserta yang

66
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

hadir.

3. Mempersiapkan Saya Akuntabilitas: Visi : Menjadikan Dengan melakukan


materi mempersiapkan Puskesmas Brangsong I persiapan materi
Integritas,
materi yang akan sebagai tempat tersebut, sesuai dengan
Tanggungjawab
saya berikan di kelas pelayanan kesehatan tata nilai Puskesmas
ibu hamil supaya ibu- masyarakat yang Brangsong I yaitu
ibu hamil tersebut berkualitas prima. “akuntabel “yang berarti
Nasionalisme:
paham dengan jelas dalam bekerja hasil
menjunjung tinggi rasa Dengan melakukan
akan kesehatan gigi harus bisa diukur dan
rela berkorban untuk persiapan pembuatan
dan mulut. dipertanggungjawabkan
bangsa materi edukasi yang
bertanggung jawab dan
Komitmen mutu:
profesional ,serta
inovasi
melaksanakan dan
membuka konsultasi pada
kelas ibu hamil, kegiatan
4.Melaksanakan Saya melaksanakan Nasionalisme : Dengan melaksanakan
tersebut sudah
pertemuan di pertemuan di kelas menjunjung tinggi nilai penyuluhan maka
berkontribusi dalam misi
kelas ibu hamil ibu hamil untuk kemanusiaan dan sesuai dengan tata nilai:

67
No Kegiatan Tahapan Output Nilai – Nilai Dasar Konstribusi terhadap Visi Penguatan Nilai
Kegiatan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

dan melakukan gemar melakukan puskesmas brangsong I ”inisiatif dan inovatif”.


5.melaksanakan komunikasi dan kegiatan kemanusiaan yaitu Meningkatkan (Dalam mengerjakan
komunikasi dua konsultasi kepada ibu (pancasila sila ke 2) Derajat Kesehatan tugas harus mampu
arah bersama hamil terkait semua Masyarakat, melalui memecahkan masalah
Etika publik :
ibu hamil. permasalahan Upaya Kesehatan dan mampu untuk
menjunjung etika luhur
kesehatan gigi dan Masyarakat dan menindaklajuti
mulut selama hamil perseorangan
Selain itu juga termasuk
agar ibu hamil tidak
Akuntabilitas: keadilan Mengutamakan Upaya dalam tata nilai “ramah”
risau terkait
Promotif, Preventif, Kuratif yang artinya Dalam
kesehatannya dan
dan Rehabilitatif mengerjakan tugas
tahu cara
harus memiliki budaya
pencegahan penyakit
ramah
gigi dan mulut
selama kehamilan.

68
B. JADWAL RANCANGAN AKTUALISASI
Demi meningkatkan pencapaian hasil dari rencana aktualisasi, maka
dibuat jadwal implementasi yang jelas. Jadwal implementasi ini bertujuan untuk
mengatur, mengontrol, mengorganisasi waktu, jenis kegiatan, output
pelaksanaan rencana aktualisasi sesuai dengan rancangan yang telah
direncanakan. Rincian jadwal rancangan aktualisasi dapat dilihat pada Tabel
4.2. berikut ini:

69
JADWAL RANCANGAN AKTUALISASI

UPAYA SOSIALISASI DAN PROMOSI DOKTER GIGI BARU KEPADA


MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRANGSONG I
KABUPATEN KENDAL

Tabel 4.2. Jadwal Aktualisasi


Bulan JUNI
No Kegiatan Minggu ke- Bukti Kegiatan
2 3 4
1 Melakukan pemeriksaan ANC a. Foto kegiatan konsultasi dengan
terpadu pada kesehatan gigi Kepala Puskesmas dan bidan KIA
dan mulut ibu hamil di a. Hard file (formulir rekam medis), buku
Puskesmas Brangsong I ibu hamil
1) b. Foto saat pemeriksaan
c. Foto saat konsultasi
2 Melaksanakan UKGS di a. Foto saat penyuluhan
sekolahan wilayah kerjaa b. Foto kegiatan pemeriksaan gigi dan
Puskesmas Brangsong I mulut
1) c. Hard file form pencatatan hasil
pemeriksaan UKGS
d. Form pencatatan hasil pemeriksaan
UKGS bagi wali murid
e. Form daftar hadir siswa
3 Melaksanakan penyuluhan gigi a. Foto saat penyuluhan
dan mulut di desa wilayah kerja b. Video saat penyuluhan
Puskesmas Brangsong I

4 Membuat x banner di depan a. Foto kegiatan konsultasi dengan


pintu masuk Puskesmas Kepala Puskesmas
Brangsong I b. Foto saat pembuatan desain dan
1) pencetakan x banner
c. Foto pemasangan x banner di depan
pintu masuk Puskesmas Brangsong I
5 Melakukan penyampaian b. Formulir jadwal edukasi

70
edukasi kesehatan gigi dan c. Bukti pengisian daftar hadir
mulut di kelas ibu hamil di d. Foto saat pemberian edukasi dan
wilayah kerja Puskesmas tanya jawab
Brangsong I

71
C. ANTISIPASI DAN STRATEGI MENGHADAPI KENDALA
Dalam tahap aktualisasi dan habituasi terdapat berbagai situasi dan
kondisi yang tidak dapat dikendalikan oleh penulis. Sehingga terdapat
kemungkinan terjadi kendala-kendala dalam proses pelaksanaan rancangan
aktualisasi. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuat rencana antisipasi dan
strategi dalam menghadapi kendala yang mungkin terjadi. Rencana antisipasi
dan strategi menghadapi kendala dijelaskan dalam tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3. Rencana Antisipasidan Strategi Menghadapi Kendala

Kendala yang Strategi Mengatasi


No Kegiatan Mungkin Terjadi Kendala

1. Melakukan pemeriksaan Pasien menolak - Pasien diminta untuk datang lebih


ANC terpadu pada dilakukan pemeriksaan awal agar tidak mendapat antrian
kesehatan gigi dan karena antrian poli gigi terlalu lama.
mulut ibu hamil di lama. - Dilakukan pemeriksaan secara
Puskesmas Brangsong I bergiliran dengan unit pemeriksaan
ANC terpadu lainnya terlebih dahulu
2)
2. Melaksanakan Waktu pelaksanaan Memaksimalkan waktu sebaik mungkin
jika antrian di poli gigi banyak.
UKGS di sekolahan UKGS yang sangat untuk koordinasi dengan kepala
wilayah kerja sempit dikarenakan puskesmas, penanggung jawab
Puskesmas adanya libur lebaran program dan kepala sekolah serta
Brangsong I dan libur semester. melaksanakan UKGS dari sekolah yang
3. Melaksanakan Jadwal sosialisasi dan Mengkoordinasikan bersama kepala
terdekat terlebih dahulu.
2) penyuluhan gigi dan pembekalan yang sulit puskesmas untuk menentukan jadwal
mulut di desa wilayah disepakati karena dan mendorong petugas untuk
kerja Puskesmas padatnya pelayanan mengikuti kegiatan
Brangsong I
4 Membuat x banner di Desain x-banner yang Mengkomunikasikan pada kepala
depan pintu masuk akan direvisi berulang- puskesmas terkait konten yang akan
Puskesmas Brangsong ulang akan dibuat sebelum mendesain x-banner.
I memperlambat proses Dengan begitu, revisi tidak akan
pencetakan. berulang-ulang dan mempercepat
2)
proses.

72
Kendala yang Strategi Mengatasi
No Kegiatan Mungkin Terjadi Kendala

5 Melakukan Menentukan jadwal Melihat jadwal kegiatan selama


penyampaian edukasi koordinasi dan setahun dan berkonsultasi dan
kesehatan gigi dan pelaksanaan, karena koordinasi dengan kepala puskesmas.
mulut di kelas ibu hamil terbentur dengan
di wilayah kerja jadwal kegiatan lain
Puskesmas Brangsong
I

73
BAB V
PENUTUP

Rancang anaktualisasi ini merupakan salah satu cara untuk


mewujudkan nilai-nilai dasar profesi PNS yang diperoleh oleh penulis selama
kegiatan Latsar CPNS Golongan III Angkatan XLIX dalam menjalankan
aktualisasi dan habituasi guna mewujudkan mutu pelayanan klinis yang lebih
baik terutama di poli gigi Puskesmas Brangsong I. Kegiatan aktualisasi dan
habituasi dilakukan selama 30 hari kerja, antara lain:
1. Melakukan pemeriksaan ANC terpadu pada kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di
Puskesmas Brangsong I
2. Melaksanakan UKGS di sekolahan wilayah kerja Puskesmas Brangsong I

3. Melaksanakan penyuluhan gigi dan mulut di desa wilayah kerja Puskesmas


Brangsong I
4. Membuat x banner di depan pintu masuk Puskesmas Brangsong I
5. Melakukan penyampaian edukasi kesehatan gigi dan mulut di kelas ibu
hamil di wilayah kerja Puskesmas Brangsong I

74
DAFTAR PUSTAKA

LAN RI. 2015. Akuntabilitas: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta:LANRI.

LAN RI. 2015. Nasionalisme: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan


golongan III. Jakarta:LANRI.

LANRI.2015.Etika publik:Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan

III. Jakarta:LANRI.
LANRI.2015.Komitmen mutu: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan
golongan III. Jakarta:LANRI.

LANRI.2015.Anti korupsi: Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan

III. Jakarta:LANRI.
LANRI.2016.Pembentukan Sikap Perilaku dan Disiplin PNS: Modul Pelatihan
Dasar Kader PNS. Jakarta:LANRI

LANRI.2016.Manajemen ASN: Modul Pelatihan Dasar Kader PNS.Jakarta:


LANRI

LANRI.2016.Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar Kader PNS.Jakarta:


LANRI

LANRI.2016.Whole of Government : Modul Pelatihan Dasar Kader


PNS.Jakarta: LANRI

LANRI.2016.Aktualisasi Pelatihan Dasar Kader PNS: Modul Pelatihan Dasar


Kader PNS. Jakarta:LANRI

PP No.11 Tahun 2017 Tentang Manajemen ASN

Riskesdas.2018. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian Dan Pengembangan


Kesehatan. Jakarta

UU ASN No.5 Tahun 2014, Diklat PrajabatanPolaBaru


UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negar

75
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap drg. Imas Titi Kusumasari
2 Jabatan Fungsional Dokter Gigi
3 Jabatan Struktural -
4 NIP/NIK/Identitas lainya 19920629 201903 2 009
5 Tempat dan Tanggallahir Kendal, 29 Juni 1992
6 Alamat Rumah Bumi Plantaran Indah No. B14, RT 11
RW 3, Plantaran, Kaliwungu Selatan
7 Nomer HP 085727666151
8 Instansi UPTD Puskesmas Brangsong I
9 Alamat email kusumasari53gmail.com

B. Riwayat Pendidikan
NO TINGKAT NAMA SEKOLAH

1 SD SD SIDOREJO 1

2 SMP SMP NEGERI 2 KENDAL

3 SMA SMA NEGERI 1 KENDAL

4 S1 S1 KEDOKTERAN GIGI, FAKULTAS


KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN,
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

5 PROFESI PROFESI PENDIDIKAN DOKTER GIGI,


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU
KESEHATAN, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA

76
77
78