Anda di halaman 1dari 18

Metabolisme Asam Nukleat

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas


mata kuliah Biokimia

Disusun oleh :

Berliana Octariz Maharani (20160662113)

Dosen pembimbing :

Baterun Khunsah, S.T., M.Si

Prodi D3 Analis Kesehatan


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surabaya
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
karunianya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”Metabolisme Asam
Nukleat”.

Saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Baterun


Khunsha, S.T., M.Si selaku dosen mata kuliah Biokimia yang sudah memberikan
kepercayaan kepada saya untuk menyelesaikan tugas ini.

Saya pun menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Saya mengharapkan
adanya kritik dan saran demi perbaikan makalah yang akan saya buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.

Mudah-mudahan makalah sederhana ini dapat dipahami oleh semua orang


khususnya bagi para pembaca. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika
terdapat kata-kata yang kurang berkenan.

Surabaya, Mei 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI
Cover...............................................................................................................1
Kata pengantar................................................................................................2
Daftar isi.........................................................................................................3
BAB I Pendahuluan .......................................................................................4
1.1 Latar belakang..............................................................................4
1.2 Rumusan Masalah........................................................................6
1.3 Tujuan Penulisan..........................................................................6
BAB II Pembahasan.......................................................................................7
2.1 Pengertian dari Asam Nukleat.....................................................7
2.2 Jenis-jenis Asam Nukleat.............................................................8
2.3 Tingkatan struktur Asam Nukleat................................................8
2.4 Sifat fisika dan kimia Asam Nukelat.........................................10
2.5 Proses metabolisme Asam Nukleat............................................12
BAB III Penutup...........................................................................................17
3.1 Kesimpulan................................................................................17
3.2 Saran..........................................................................................17
Daftar pustaka ..............................................................................................18

3
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Asam nukleat merupakan pengemban kode genetik dalam sistem kehidupan.
Karena informasi yang terkandung dalam asam-asam nukleat itu, suatu organisme
mampu membiosintesis tipe protein yang berlainan (rambut, kulit, otot, enzim dan
sebagainya) dan memproduksi lebih banyak organisme dari jenisnya sendiri.
Asam nukleat merupakan suatu polimer yang terdiri dari banyak molekul
nukleotida. Ada dua macam asam nukleat, yaitu DNA dan RNA. DNA terutama
dijumpai dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat
mereproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru
untuk reproduksi organisme itu, dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel
mengarahkan sintesis molekul RNA. Satu tipe RNA yakni RNA pesuruh (mRNA)
meninggalkan inti sel dan mengarahkan biosintesis dari berbagai tipe protein
dalam organisme itu sesuai dengan kode DNAnya.
Asam-asam Anukleat terdapat pada jaringan-jaringan tubuh sebagai
nukleoprotein, yaitu gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk
memperoleh asam nukleat dari jaringan-jaringan tersebut, dapat di lakukan
ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan garam 1M.
Setelah nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan menjadi protein-protein dan asam
nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara hati-hati, atau
dengan menambah NaCl hingga larutan menjadi jenuh. Setelah terpisah dari
protein yang mengikatnya, asam nukleat dapat diendapkan dengan penambahan
alkohol perlahan-lahan. Disamping itu penambahan NaCl hingga jenuh akan
mengendapkan protein.
Eksperimen terkontrol atas metabolisme manusia pertama kali diterbitkan oleh
Santoriopada tahun1614 di dalam bukunya, “Ars de statica medecina” yang
membuatnya terkenal di Eropa. Dia mendeskripsikan rangkaian percobaan yang
dilakukannya , yang melibatkan penimbangan dirinya sendiri pada sebuah kursi
yang digantung pada sebuah timbangan besar sebelum dan sesudah makan, tidur ,
bekerja, berpuasa makan atau minum, dan buang air besar . Dia menemukan

4
bahwa bagian terbesar makanan yang dimakannnya hilang dari tubuh melalui
“perspiratioinsensibilis” (mungkin dapat diterjemahkan sebagai keringatan yang
tidak tampak). Secara umum, metabolisme memiliki dua arah lintasan reaksi
kimia organik yaitu:
- Katabolisme yaitu reaksi yang mengurai senyawa moleku organik
untuk mendapatkan energi.
- Anabolisme yaitu reaksi yang merangkai senyawa organik dari molekul-
molekul tertentu, untuk diserap oleh sel tubuh.

Kedua arah lintasan metabolisime sangat diperlukan oleh setiap organisme untuk
dapat bertahan hidup. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa
yang disebut sebagai hormon, dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Ada dua
jenis asam nukleat yaitu DNA ( deoxyribonucleic acid ) atau asam
deoksiribonukleat dan RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. DNA
ditemukan padatahun 1869 oleh seorang dokter muda Friedrich Miescher yang
mempercayai bahwa rahasia kehidupan dapat diungkapkan melalui penelitian
kimia pada sel-sel. Sel yang dipilih oleh Friedrich adalah sel yang terdapat pada
nanah untuk dipelajarinya dan ia mendapatkan sel-sel tersebut dari bekas
pembalut luka yang diperolehnya dari dari ruang bedah. Sel-sel tersebut
dilarutkan nya dalam asam encer dan dengan cara ini diperolehnya intisel yang
masih terikat pada sejumlah protein. Kemudian dengan menambahkan enzim
pemecah protein ia dapat memperoleh inti sel saja dan dengan cara dan dengan
cara ekstraksi terhadap inti sel ini ia memperoleh suatu zat yang larut dalam basa
tetapi tidak larut dalam asam. Pada waktu itu ia belum menentukan rumus kimia
untuk zat tersebut,sehingga ia menamakannya nuclein. Sebenarnya apa yang ia
peroleh dari ekstrak inti sel tersebut adalah campuran senyawa-senyawa yang
mengandung 30% DNA. Asam nukleat terdapat dalam semua sel dan memiliki
peranan yang sangat penting dalam biosintesis protein. Baik DNA maupun RNA
berupa anion dan pada umumnya terikat pada protein yang mempunyai sifat basa,
misalnya DNA dalam inti sel terikat pada histon.
Senyawa gabungan antara asam nukleat dengan protein ini disebut
nukleoprotein. Molekul asam nukleat merupakan suatu polimer seperti protein,

5
tetapi yang menjadi monomer bukan asam amino , melainkan nukleotida.
Dibawah ini merupakan hasil hidrolisis nucleoprotein :
- Asam nukleat
- nukleotida
- protein
- Asam fosfat
- nukleosida
- Basa purin/basa pirimidin
- pentosa

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari Asam Nukleat ?
2. Apa-apa saja jenis Asam Nukleat ?
3. Bagaimana tingkatan struktur Asam Nukleat ?
4. Bagaimana sifat fisika dan kimia Asam Nukelat ?
5. Bagaimana proses metabolisme Asam Nukleat ?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui pengertian dari Asam Nukleat
2. Untuk mengetahui jenis Asam Nukleat
3. Untuk mengetahui tingkatan struktur Asam Nukleat
4. Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia Asam Nukleat
5. Untuk mengetahui proses metabolisme Asam Nukleat

6
BAB II
Pembahasan

2.1 Pengertian Asam Nukleat


Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan unit
monomernya mononukleotida. Asam nukleat terdapat pada semua sel hidup dan
bertugas untuk menyimpan dan mentransfer genetic, kemudian menerjemahkan
informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang khas bagi masing-
masing sel. Asam nukleat, jika unit-unit pembangunnya deoksiribonukleotida ,
disebut asam deoksiribonukleotida (DNA) dan jika terdiri- dari unit-unit
ribonukleaotida disebut asam ribonukleaotida (RNA). Asam Nukleat juga
merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari banyak nukleotida. Bila
nukleotida mengandung ribose, maka asam nukleat yang terjadi adalah RNA
(Ribnucleic acid = asam ribonukleat) yang berguna dalam sintesis protein. Bila
nukleotida mengandung deoksiribosa, maka asam nukleat yang terjadi adalah
DNA (Deoxyribonucleic acid = asam deoksiribonukleat) yang merupakan bahan
utama pementukan inti sel. Dalam asam nukleat terdapat 4 basa nitrogen yang
berbeda yaitu 2 purin dan 2 primidin. Baik dalm RNA maupun DNA purin selalu
adenine dan guanine. Dalam RNA primidin selalu sitosin dan urasil, dalam DNA
pirimidin selalu sitosin dan timin. Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan
tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu gabungan antara asam nukleat dengan protein.
Untuk memperoleh asam nukleat dari jaringan-jaringan tersebut, dapat dilakukan
ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan garam IM.
Setelah nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan atau dipecah menjadi protein-
protein dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara
hati-hati, atau dengan menambah NaCl hingga jenuh akan mengendapkan protein.
Cara lain untuk memisahkan asam nukleat dari protein ialah menggunakan enzim
pemecah protein, misal tripsin. Ekstraksi terhadap jaringan-jaringan dengan asam
triklorasetat, dapat pula memisahkan asam nukleat. Denaturasi protein dalam
campuran dengan asam nukleat itu dapat pula menyebabkan terjadinya denaturasi
asam nukleat itu sendiri. Oleh karena asam nukleat itu mengandung pentosa, maka
bila dipanasi dengan asam sulfat akan terbentuk furfural. Furfural ini akan

7
memberikan warna merah dengan anilina asetat atau warna kuning dengan p-
bromfenilhidrazina. Apabila dipanasi dengan difenilamina dalam suasana asam,
DNA akan memberikan warna biru. Pada dasarnya reaksi-reaksi warna untuk
ribosa dan deoksiribosa dapat digunakan untuk keperluan identifikasi asam
nukleat.

2.2 Jenis – jenis Asam Nukleat


Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid )
atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat.
Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein
dan bersifat basa. Misalnya DNA dalam inti sel terikat pada histon. Senyawa
gabungan antara protein danasam nukleat disebut nucleoprotein. Molekul asam
nukleat merupakan polimer sepertiprotein tetapi unit penyusunnya adalah
nukleotida. Salah satu contoh nukleotida asam nukleat bebas adalah ATP yang
berfungsi sebagai pembawa energy.

2.3 Tingkatan Struktur Asam Nukleat


1. Gula Pentosa Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula
yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon
lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat
melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula
dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama
DNA dan RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa. DNA
terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Pada
struktur heliks ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu untai berlawanan
dengan orientasi nukleotida untai lainnya. Hal ini disebut sebagai
antiparalel. Masing-masing untai terdiri dari rangka utama, sebagai struktur
utama, dan basa nitrogen, yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada
heliks. Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen
antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut. Empat basa yang
ditemukan pada DNA adalah adenina (dilambangkan A), sitosina (C, dari
cytosine), guanina (G), dan timina (T). Adenina berikatan hidrogen dengan

8
timina, sedangkan guanina berikatan dengan sitosina. Segmen polipeptida
dari DNA disebut gen, biasanya merupakan molekul RNA. Gula ribosa Gula
dalam asam nukleat adalah jenis gula aldopentosa yakni Ribosa,,bisa dilihat
struktur pada gambar. struktur Hawort (siklik)nya menunjukkan posisi beta-
Furanosa (beta untuk posisi OH yang diatas, Furanosa untuk siklik dari 5
atom karbon).perhatikan untuk C2 nya, disitulah letak perbedaan dari tiap
jenis asam nukleat (DNA & RNA). untuk RNA sama seperti gambar tadi,
namun untuk DNA agak sedikit berbeda, dimana pada atom C2 nya
kehilangan atom O nya sehingga yang ada hanya subtituen H nya saja,
itulah dinamakan gula DEOKSIribosa.
2. Basa Nitrogen Basa nitrogen seperti yang kita tau adalah Purin dan
Pirimidin. Basa Purin misalnya. berasal dari senyawa heterosiklik yang
terdiri dari 2 gabungan siklik (namanya bisiklik). sedangkan Pirimidin juga
termasuk dalam snyawa heterosiklik, namun pirimidin ini berasal dari
turunan Piridin yang ditambahkan 1 atom N (kalo piridin hanya 1 atom N
nya). Purin punya turunan lagi, yakni Adenin dan guanin yang berbeda dari
strukurnya, begitu juga pirimidin yang terdiri dari timin, uracil, dan sitosi.
Masing-masing basa purin dan pirimidin akan saling berpasangan, seperti
adenin akan selalu berpasangan dengan timin pada DNA dan dengan Uracil
pada RNA. sedangkan guanin "setia"dengan sitosin baik di DNA maupun
RNA.,hal ini karena mereka sudah berjodoh satu sama lain, dalam hal ini
masing-masing pasangan akan saling membentuk kestabilan oleh adanya
ikatan hidrogen yang menghubungkan keduanya. dan juga sdh ada enzim2
tertentu yang bekerja pada masing2 jenis asam nukleat, sehingga bila
pasangannya "tertukar" enzim yang bekerja secara otomatis akan berhenti.
3. Gugus fosfat Inilah yang menentukan sifat asam pada asam nukleat Kotak
ungu pada gambar menunjukan fosfat,pada keadaan netral, ia akan sangat
mudah melepaskan protonnya. makin mudah melepaskan protonnya,
semakin asam. sehingga disebut juga sebagai anion asam kuat. Gambar
ikatannya Fosfatnya, berikatan dengan atom C5 nya, dan atom C3 dari
nukleotida sebelumnya atau sesudahnya. ini disebut sebagai
ikatanfosfodiester, dimana ikatan ini menghubungkan nukleotida 1 dengan

9
lainnya. Nukleotida adalah unit molekul dari asam nukleat yang terdiri dari
fosfat, basa N, dan gula. nukleosida adalah unit molekul as. nukleat yang
terdiri dari gula dan basa N saja. untuk Basa N, pada Purin akan berikatan
pada atom N9 nya dengan atom C1 dari gula. sedangkan Pirimidin berikatan
pada N1 nya dengan atom C1 pada gula dengan membentuk ikatan N-
glikosida (nukleosida).gambarnya. pada ujung atas, berakhir pada C5 dan
ujung bawah berakhir pada C3. Ini berguna dalam penulisan sekuensing
asam nukleat itulah disebut sebagai ujung 5'-3'. Merupakan struktur RNA
karena hanya terdiri dari 1 rantai saja, kalau yang rantai ganda seperti DNA,
berarti 2 rantai yang dihubungkan dengan ikatan hidrogen. Pasangan adenin
timin hanya 2 rangkap ikatan hidrogen, karena pada strukturnya tidak
memungkinkan untuk membentuk 3 rangkap seperti pasangan guanin
sitosin. Dari jaraknya antara O dan H apada pasangan adenin timin, sangat
jauh. sehingga tidak memungkinkan adanya interaksi.Dobel heliksnya.
Untaian yang saling melilit ini, menyumbangkan kestabilan dan
memperdekat jarak (rise) antara pasang2 basanya, sehingga bisa menjadi
utuh,untaian ganda ini juga disusun secara anti paralel, pada rantai 1 dari 5'-
3' dan rantai 2 dari 3'-5'.

2.4 Sifat Fisika daan Kimia Asam Nukleat


- Stabilitas asam nukleat
Ketika kita melihat struktur tangga berpilin molekul DNA atau pun struktur
sekunder RNA, sepintas akan nampak bahwa struktur tersebut menjadi
stabil akibat adanya ikatan hidrogen di antara basa-basa yang berpasangan.
Padahal, sebenarnya tidaklah demikian.Ikatan hidrogen di antara pasangan-
pasangan basa hanya akan sama kuatnya dengan ikatan hidrogen antara basa
dan molekul air apabila DNA berada dalam bentuk rantai tunggal. Jadi,
ikatan hidrogen jelas tidak berpengaruh terhadap stabilitas struktur asam
nukleat, tetapi sekedar menentukan spesifitas perpasangan basa.Penentu
stabilitas struktur asam nukleat terletak pada interaksi penempatan (stacking
interactions) antara pasangan-pasangan basa.Permukaan basa yang bersifat

10
hidrofobik menyebabkan molekul-molekul air dikeluarkan dari sela-sela
perpasangan basa sehingga perpasangan tersebut menjadi kuat.

- Pengaruh asam
Di dalam asam pekat dan suhu tinggi, misalnya HClO4 dengan suhu lebih
dari 100ºC, asam nukleat akan mengalami hidrolisis sempurna menjadi
komponen-komponennya. Namun, di dalam asam mineral yang lebih encer,
hanya ikatan glikosidik antara gula dan basa purin saja yang putus sehingga
asam nukleat dikatakan bersifat apurinik.

- Pengaruh alkali
Pengaruh alkali terhadap asam nukleat mengakibatkan terjadinya perubahan
status tautomerik basa. Sebagai contoh, peningkatan pH akan menyebabkan
perubahan struktur guanin dari bentuk keto menjadi bentuk enolat karena
molekul tersebut kehilangan sebuah proton. Selanjutnya, perubahan ini akan
menyebabkan terputusnya sejumlah ikatan hidrogen sehingga pada akhirnya
rantai ganda DNA mengalami denaturasi. Hal yang sama terjadi pula pada
RNA. Bahkan pada pH netral sekalipun, RNA jauh lebih rentan terhadap
hidrolisis bila dibadingkan dengan DNA karena adanya gugus OH pada
atom C nomor 2 di dalam gula ribosanya.

- Denaturasi kimia
Sejumlah bahan kimia diketahui dapat menyebabkan denaturasi asam
nukleat pada pH netral. Contoh yang paling dikenal adalah urea
(CO(NH2)2) dan formamid (COHNH2). Pada konsentrasi yang relatif
tinggi, senyawa-senyawa tersebut dapat merusak ikatan hidrogen. Artinya,
stabilitas struktur sekunder asam nukleat menjadi berkurang dan rantai
ganda mengalami denaturasi.

- Viskositas
DNA kromosom dikatakan mempunyai nisbah aksial yang sangat tinggi
karena diameternya hanya sekitar 2 nm, tetapi panjangnya dapat mencapai

11
beberapa sentimeter.Dengan demikian, DNA tersebut berbentuk tipis
memanjang. Selain itu, DNA merupakan molekul yang relatif kaku sehingga
larutan DNA akan mempunyai viskositas yang tinggi. Karena sifatnya itulah
molekul DNA menjadi sangat rentan terhadap fragmentasi fisik.Hal ini
menimbulkan masalah tersendiri ketika kita hendak melakukan isolasi DNA
yang utuh.

- Kerapatan apung
Analisis dan pemurnian DNA dapat dilakukan sesuai dengan kerapatan
apung (bouyant densitynya). Di dalam larutan yang mengandung garam
pekat dengan berat molekul tinggi, misalnya sesium klorid (CsCl) 8M, DNA
mempunyai kerapatan yang sama dengan larutan tersebut, yakni sekitar 1,7
g/cm3. Jika larutan ini disentrifugasi dengan kecepatan yang sangat tinggi,
maka garam CsCl yang pekat akan bermigrasi ke dasar tabung dengan
membentuk gradien kerapatan. Begitu juga, sampel DNA akan bermigrasi
menuju posisi gradien yang sesuai dengan kerapatannya. Teknik ini dikenal
sebagai sentrifugasi seimbang dalam tingkat kerapatan (equilibrium density
gradient centrifugation) atau sentrifugasi isopiknik. Oleh karena dengan
teknik sentrifugasi tersebut pelet RNA akan berada di dasar tabung dan
protein akan mengapung, maka DNA dapat dimurnikan baik dari RNA
maupun dari protein. Selain itu, teknik tersebut juga berguna untuk
keperluan analisis DNA karena kerapatan apung DNA (ρ) merupakan fungsi
linier bagi kandungan GC-nya. Dalam hal ini, ρ = 1,66 + 0,098% (G + C).

2.5 Metabolisme Asam Nukleat


A. Degradasi Nukleotida
Asam nukleat dalam usus halus terjadi pemutusan ikatan fosfodiester
oleh endonuklease (pankreas) oligonukleotida , dipecah lebih lanjut
dengan fosfodiesterase (enzim exonuclease non spesifik) mononukleotida,
dipecah lebih lanjut fosfomonoesterase dikenal sebagai nukleotidase
menghasilkan nukleosida dan fosfat dengan nukleosida fosforilase
menghasilkan basa dan ribose-1-fosfat.

12
B. Biosintesis Nukleotida (De Novo Synthesis)
Purin disintesis menggunakan Ribosa 5-fosfat sebagai substrat awal
(step by step), kemudian pembentukan PRPP (fosforibosil difosfat)
dimana R-5-P sebagai donor aktif, lalu pembentukan IMP (inosin
monofosfat), dan akhirnya pembentukan AMP dan GMP dari IMP

C. Biosintesis Nukleotida (Salvage Pathways)


Sebuah jalur penyelamatan adalah jalur di mana nukleotida (purin dan
pirimidin) disintesis dari intermediet dalam jalur degradatif untuk
nukleotida.
Jalur penyelamatan digunakan untuk memulihkan basis dan nukleosida
yang terbentuk selama degradasi RNA dan DNA. Hal ini penting dalam
beberapa organ karena beberapa jaringan tidak dapat menjalani de novo
sintesis.
Basa dan nukleosida yang diselamatkan kemudian dapat diubah
kembali menjadi nukleotida.
Uridine fosforilase atau pirimidin-nucleoside fosforilase menambahkan
ribosa 1-fosfat ke dasar urasil gratis, membentuk uridin. Kinase uridin
(kinase alias uridin-cytidine) maka dapat memfosforilasi nucleoside ini
ke monofosfat uridin (UMP). UMP / CMP kinase (EC 2.7.4.14) dapat
memfosforilasi UMP ke difosfat uridin, yang nucleoside difosfat kinase
dapat memfosforilasi ke trifosfat uridin.
Timidin fosforilase atau pirimidin-nucleoside fosforilase
menambahkan 2-deoksi-alpha-D-ribosa 1-fosfat untuk timin, membentuk
timidin. Timidin kinase kemudian dapat memfosforilasi senyawa ini ke
timidin monofosfat (TMP). Timidilat kinase dapat memfosforilasi TMP
menjadi timidin difosfat, yang nucleoside difosfat kinase dapat
memfosforilasi ke timidin trifosfat.
Nukleosida cytidine dan deoxycytidine dapat diselamatkan sepanjang
jalur urasil oleh cytidine deaminase, yang mengubah mereka untuk uridin
dan deoxyuridine, masing-masing. Atau, uridin-cytidine kinase dapat
memfosforilasi mereka ke cytidine monofosfat (CMP) atau

13
deoxycytidine monofosfat (dCMP). UMP / CMP kinase dapat
memfosforilasi (d) CMP ke cytidine difosfat atau deoxycytidine difosfat,
yang nucleoside difosfat kinase dapat memfosforilasi ke cytidine trifosfat
atau deoxycytidine trifosfat.
Fosforibosiltransferase menambahkan diaktifkan ribosa-5-fosfat
(phosphoribosyl pirofosfat, PRPP) ke pangkalan, menciptakan
monophosphates nukleotida. Ada dua jenis fosforibosiltransferase:
fosforibosiltransferase adenin (aprt) dan hipoksantin-guanin
fosforibosiltransferase (HGPRT). Ini adalah enzim penting dalam
metabolisme Purin jalur. Hal ini juga terlibat dalam sindrom Lesch-
Nyhan terkait dengan kekurangan HGPRT.

D. Katabolisme Nukleotida Purin dan Pirimidin


Sintesis nukleotida dari basa purin dan nukleosida purin terjadi
dalam serangkaian langkah-langkah yang dikenal sebagai jalur
penyelamatan. Dasar bebas purin, adenin, guanin, dan Hipoxantina, dapat
dikonversi untuk nukleotida yang berhubungan dengan
phosphoribosylation. Dua enzim transferase kunci yang terlibat dalam sisa
dari purin: phosphoribosyltransferase adenosine (APRT), yang
mengkatalisis reaksi berikut:

adenin + PRPP <-> AMP + PP i

dan Hipoxantina-guanin phosphoribosyltransferase (HGPRT), yang


mengkatalisis reaksi berikut:

Hipoxantina + PRPP <-> IMP + PP i


guanin + PRPP <-> GMP + PP i

Sebuah enzim penting kritis sisa barang purin dengan cepat membagi sel
adalah adenosin deaminase (ADA) yang mengkatalisis deaminasi untuk
inosine disebut adenosin.

14
Katabolisme dari nukleotida pirimidin akhirnya menyebabkan β-
alanin (ketika CMP dan UMP yang rusak) atau β-aminoisobutyrate (ketika
dTMP diturunkan) dan NH 3 dan CO 2. The β-alanin dan β-
aminoisobutyrate berfungsi sebagai donor-NH 2 di transaminasi dari α-
ketoglutarate untuk glutamat.Reaksi selanjutnya mengubah produk untuk
malonyl-KoA (yang dapat dialihkan ke sintesis asam lemak) atau
methylmalonyl-KoA (yang dikonversikan ke succinyl-KoA dan dapat
didorong dengan siklus TCA).
Sisa barang dari basa pirimidin memiliki signifikansi klinis kurang
daripada purin, karena kelarutan dengan-produk katabolisme pirimidin.
Namun, seperti yang ditunjukkan di atas, jalur penyelamatan untuk sintesis
nukleotida timidin sangat penting dalam persiapan untuk pembelahan sel.
Urasil dapat diselamatkan untuk membentuk UMP melalui tindakan
bersama dari fosforilase uridina dan uridina kinase, seperti ditunjukkan:

urasil fosfat + ribosa-1-<-> uridina + P i


uridina + ATP -> ADP + UMP

Deoxyuridine juga merupakan substrat untuk fosforilase uridina.


Pembentukan dTMP, dengan menyelamatkan dari dTMP membutuhkan
fosforilase timin dan sebelumnya dihadapi kinase timidin:

timin <+ deoksiribosa-1-fosfat -> timidin + P i


timidin + ATP -> ADP + dTMP

Sisa barang dari deoxycytidine ini dikatalisis oleh kinase deoxycytidine:

deoxycytidine + ATP <-> dCMP + ADP

Deoxyguanosine Deoxyadenosine dan juga substrat untuk kinase


deoxycytidine, meskipun m K untuk substrat ini jauh lebih tinggi daripada
deoxycytidine.

15
Fungsi utama dari kinase pirimidin nukleosida adalah untuk
menjaga keseimbangan selular antara tingkat pirimidin nukleosida dan
monophosphates pirimidin nukleosida. Namun, karena keseluruhan selular
dan konsentrasi plasma dari pirimidin nukleosida, serta mereka yang
ribosa-1-fosfat, rendah, sisa barang dari pirimidin oleh kinase ini relatif
tidak efisien.

16
BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan
1. Asam amino glutamin, glisin, dan aspartat memberikan semua atom
nitrogen dari purin. Dua langkah cincin-penutupan membentuk inti
purin.
2. Pyrimidine disintesis dari karbamoil fosfat dan aspartat, dan ribosa 5-
fosfat kemudian melekat menghasilkan ribonucleotides pirimidin.
3. Monophosphates Nucleoside dikonversi ke trifosfat mereka dengan
enzimatik phosphorylationreactions. Ribonucleotides dikonversi ke
deoksiribonukleotida oleh reduktase ribonucleotide, enzim dengan
novel mekanistik dan peraturan karakteristik. Nukleotida timin yang
berasal dari dCDP dan dump.
4. Asam urat dan urea adalah produk akhir purin dan degradasi pirimidin.
5. Purin dapat diselamatkan dan dibangun kembali menjadi nukleotida.
Kekurangan genetik di enzim penyelamatan tertentu menyebabkan
gangguan serius seperti sindrom Lesch-Nyhan dan Defisiensi ADA.
6. Akumulasi kristal asam urat pada sendi, mungkin disebabkan oleh
genetik lain ekurangan, menghasilkan asam urat.
7. Enzim dari nukleotida jalur biosintesis adalah target untuk berbagai
agen kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker dan penyakit
lainnya.

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan para pembaca dapat mengetahui
lebih banyak lagi tentang Asam Nukleat guna menambah wawasan
untuk pembelajaran.

17
Daftar Pustaka

 Runingtyas, T. R. (2013). Universitas Gadjah Mada. Dipetik Januari 23,


2016, dari Perpustakaan Universitas Gadjah Mada:
http://lib.ugm.ac.id/ind/
 Suarsana, I. N. (2011). Metabolisme Asam Nukleat. Dipetik January 23,
2016, dari E-Journal Universitas Udayana: http://ojs.unud.ac.id/
 Anonymous.a.2011.http://www.scribd.com/doc/25523953/ASAM-
NUKLEAT.
 Anonymous.b.2011.http://www.scribd.com/doc/47569664/Makalah-Asam-
Nukleat.
 Anonymous.c.2011.http://www.scribd.com/doc/41966467/Resume-Asam-
Nukleat.
 Anonymous.d.2011.http://idonkelor.blogspot.com/2009/09/asam-
nukleat.html.
 Anonymous.g.2011.http://www.e-dukasi.net/index.php?
 Anonymous.h.2011. http://www.news-medical.net/health/RNA-Synthesis.
 Dryer, L Robert.1994.BIOKIMIA suat pendekatan berorientasi kasus.UI
press.Jakarta Poedjiadi, Anna. 2005.Dasar-dasar Biokimia.UI press.Jakarta
 Robinsson, Trevor. 1995.Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi.ITB
press.Bandung http://blog.ub.ac.id/sonianeh/files/2011/12/MAKALAH-
BIOKIMIA-ASAM-NUKLEAT.pdf
 http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/biokimia/bab%2012.pdf

18