Anda di halaman 1dari 9

SIKLUS BIOGEOKIMIA DALAM LAUT

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
KIMIA LINGKUNGAN
yang dibina oleh

Bapak Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc., Dr. Sc.

Bapak Mohammad Sodiq Ibnu, Drs., M.Si.

Oleh :
Kelompok 7 Offering G

Thitania Wahyu Permatasari (160332605875)


Visselly Nabila Fahrully (160332605888)
Vivi Audia Rismala (160332605814)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
APRIL 2019

0
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN

DAFTAR ISI.................................................................................................................................. 1

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................. 2

1.1 Latar Belakang .......................................................................................................................... 2

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................... 4

2.1 Siklus Biogeokimia Laut........................................................................................................... 4

1) Siklus Hidrologi ........................................................................................................................ 4

1
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ekosistem merupakan sistem ekologi yang tercipta dari hubungan timbal


balik yang tidak dapat dipisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Dalam ekosistem ini hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya
dihubungkan oleh suatu proses, diantaranya proses kimia, biologi, dan fisika.
Semua makhluk yang ada di dalam ekosistem baik komponen biotik maupun
abiotik tersusun atas materi. Materi ini tersusun dari unsur-unsur kimia di antaranya
karbon, oksigen, nitrogen, hidrogen, dan fosfor. Unsur-unsur kimia tersebut yang
digunakan untuk proses-proses pada ekosistem, misalnya saja pada proses kimia.
Dalam suatu ekosistem baik di darat maupun di laut tentu ada suatu siklus yang
berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara komponen biotik dan abiotik di
alam.

Laut adalah suatu kumpulan air asin dalam jumlah banyak yang
menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Sekitar 71% wilayah di
bumi terdiri dari air laut dengan sisanya adalah daratan. Air laut ini sendiri
memiliki banyak manfaat bagi kehidupan baik untuk manusia, hewan, maupun
tumbuhan. Di antaranya manfaat air laut yaitu sebagai habitat biota laut, sumber
kekayaan alam, jalur transportasi air atau jalur perdagangan dunia, tempat
menyimpan cadangan air dan sebagainya. Kekayaan yang ada di dalam laut sangat
beragam. Di laut banyak sekali dijumpai mineral yang terkandung seperti Ca,
Fe,Mg dan sebagainya. Adapaun unsur organik juga terdapat perairan laut yaitu C,
N, P, O, dan S. Unsur-unsur yang ada dalam laut tersebut yang akan bertindak
sebagai pelaku proses siklus biogeokimia. Siklus biogeokimia atau yang juga
disebut siklus organik- anorganik merupakan siklus dari unsur-unsur atau senyawa
kimia yang mengalir dari komponen abiotik menuju biotik dan kembali lagi ke
komponen abiotik.

2
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari siklus biogeokimia?


2. Apa saja jenis siklus biogeokimia yang ada di laut?
3. Apa saja instrumentasi yang dapat digunakan untuk pengukuran atau
analisis siklus biogeokimia dalam laut?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui pengertian siklus biogeokimia.


2. Mengetahui jenis siklus biogeokimia yang ada di laut.
3. Mengetahui instrumentasi yang dapat digunakan untuk
pengukuran atau analisis siklus biogeokimia dalam laut.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Siklus Biogeokimia Laut

Siklus biogeokimia atau yang juga disebut siklus organik- anorganik


merupakan siklus dari unsur-unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari
komponen abiotik menuju biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus
biogeokimia dapat berupa siklus organik yang terdiri dari siklus nitrogen, karbon,
dan oksigen, siklus anorganik atau sedimenter yang berupa unsur hara seperti
fosfor, sulfur serta siklus hidrologi atau air.

1) Siklus Hidrologi

Di antara planet-planet yang ada di tata surya. Bumi memiliki satu


keunikan di antara planet yang lain karena airnya yang melimpah. Di permukaan
bumi sebagian besar sumber air yang melimpah ini berupa lautan. Air yang ada di
permukaan bumi berasal dari tanah, atmosfer, lautan, dan mantel bumi melalui
suatu proses yang disebut dengan siklus hidrologi.
Siklus hidrologi merupakan perputaran air di atmosfer dengan perubahan
berbagai bentuk dan kembali pada bentuk awal. Hal tersebut terbukti bahwa
volume air di permukaan bumi ini selalu tetap. Meskipun ada pengaruh iklim atau
cuaca yang menyebabkan volume air dalam berbagai bentuk berubah namun
secara keseluruhan volume air adalah tetap. Siklus hidrologi ini merupakan proses
yang cukup lama dan panjang. Lama siklus hidrologi ini dipengaruhi oleh letak
geografis suatu wilayah, pemanfaatan air itu sendiri dan sebagainya.
Air di permukaan bumi ini berasal dari berbagai sumber di antaranya dari
air hujan, rembesan air tanah, aliran sungai dan sebagainya. Air dari berbagai
sumber tersebut akan bermuara di laut. Volume lautan bersifat konstan karena
pada siklus hidrologi ini air yang berubah dari berbagai bentuk akan berubah
menjadi bentuk awalnya. Oleh karena itu air yang masuk ke laut juga seimbang
dengan air yang keluar. Air sebagian besar di keluarkan dalam proses penguapan.
4
Sejumlah kecil terkubur di dalam laut sebagai sedimen. Sebagiannya lagi terkubur
dalam laut menjadi mantel bumi dimana air tersebut dapat dikembalikan lagi ke
atmosfer melalui proses vulkanisme atau pelapukan.

Gambar 1. Siklus hidrologi global

Sources : (1) Gleick, P. M. (1993). Water in Crisis. Oxford University Press, p. 14. (2) Frank, L. A.
Small Comets and Our Origins. University of Iowa. http://sdrc.lib.uiowa.edu/preslectures/frank99/.
(3) Bounama, C., et al. (2001). Hydrology and Earth System Sciences 5(4), 569–575. (4) Jarrard, R.
D. (2003). Geochemistry, Geophysics Geosystems 4(5), 15. (5) Burnett, W. C., et al. (2003).
Biogeochemistry 66, 3–33.

Siklus hidrologi dimulai dari pemanasan sinar matahari yang


menyebabkan air permukaan (air tanah, sungai, laut) mengalami penguapan
membentuk uap air atau gas. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Penguapan
juga dapat berasal dari tumbuhan disebut dengan transpirasi, sedangkan penguapan

5
yang berasal dari hewan dan manusia disebut respirasi. Jika penguapan air secara
keseluruhan yang terjadi berasal dari benda mati dan benda hidup disebut sebagai
evapotranpirasi. Uap air hasil penguapan tersebut kemudian berkumpul dalam
kondisi atmosfer tertentu dan mengalami pendinginan sehingga membentuk awan.
Proses ini disebut kondensasi. Akibat dari perubahan tekanan udara maka terjadi
perubahan suhu sehingga uap air tersebut terkondensasi menjadi awan. Kemudian
awan tersebut akan berpotensi menjadi hujan yang mengalir ke permukaan tanah.
Proses ini disebut dengan presipitasi yaitu peristiwa jatuhnya air baik dalam bentuk
cair maupun beku dari atmosfer menuju permukaan tanah. Air hujan yang jatuh ke
permukaan tanah terbagi menjadi dua yaitu sebagai aliran limpasan (overland flow)
dan aliran terinfiltrasi (Wulandari, 2017). Aliran limpasan (overland flow)
merupakan aliran air yang berada di permukaan tanah sedangkan aliran terinfiltrasi
merupakan aliran air yang meresap ke dalam tanah.

Gambar 2. Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi dibedakan menjadi 3 berdasarkan panjang pendeknya


proses yang dilakukan yaitu, siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.
Siklus hidrologi pendek merupakan siklus hidrologi dimana air di permukaan
mengalami penguapan oleh sinar matahari dan naik ke angkasa menjadi awan
kemudian turun sebagai hujan. Siklus hidrologi sedang merupakan siklus hidrologi
dimana air di permukaan menguap dan menjadi awan. Karena adanya pengaruh dari

6
angin, awan yang berada di atas laut akan terdorong menuju daratan dan turun
sebagai hujan. Air yang turun sebagai hujan akan mengalir ke sungai dan kembali
ke laut. Siklus hidrologi panjang hampir sama dengan siklus hidrologi sedang
hanya saja pada siklus hidrologi panjang meliputi daerah yang sangat luas hingga
ke daerah subtropis. Angin akan mendorong awan lebih jauh ke daratan. Sehingga
ada yang berubah menjadi hujan salju yang mengalir ke sungai dan kembali ke laut.

7
DAFTAR PUSTAKA

Wulandari. (2017). Perlunya Pemenuhan Kebutuhan Stasiun Hujan di Situs Sangiran.


Jurnal sangiran, 79-87.BPSMP Sangiran (online),
(http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpsmpsangiran/perlunya-pemenuhan-kebutuhan-
stasiun-hujan-di-situs-sangiran/), diakses 11 Mei 2019

M.Libes,Susan. 2009. Introduction To Marine Biogeochemistry: Second Edition


.California: Elseiver Inc, (online) (https://books.google.co.id/books html), diakses 14
April 2019.

Nurhikmah. 2015. Daur Biogeokimia (Daur Sulfur, Nitrogen, Carbon, Fosfor dan Daur
Hidrologi).Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang, (online),
(http://www.academia.edu /Daur-Nitrogen), diakses 11 Mei 2019.

Anda mungkin juga menyukai