Anda di halaman 1dari 20

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

DisusunOleh:

Nama :
No Peserta :
AsalSekolah :

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG)

2017
SILABUS

SatuanPendidikan :
Kelas/Semester :XI/ 1
Tema :Agribisnis Tanaman Sayuran
Subtema :Pemupukan Tanaman
Pembelajaran ke :1

KompetensiDasar
Pembelajaran MateriPokok
yang akandicapai
Subtema: Pemupukan Tanaman
 Mengamati gambar dan contoh pupuk 3.4Menganalisis  Jenis-jenis pupuk
anorganik secara langsung (orientasi pemberian pupuk  Karakteristik pupuk
masalah) (dasar dan susulan)
 Bertanyajawabmengenaicara tanaman sayuran
menganalisis sifat fisik dan kimia pupuk
anorganik (berpikirkritis) 4.4 Melaksanakan
 Merencanakan eksperimen untuk pemberian pupuk
mengetahui pH pupuk (berpikir kritis) (dasar dan susulan)
 Melakukan eksperimen untuk tanaman sayuran
mengetahui pH pupuk sesuai prosedur
 Mengumpulkan informasi dan
mendiskusikan hasil eksperimen untuk
menganalisis sifat fisik dan kimia pupuk
anorganik.
 Mendiskusikan pemilihan pupuk
anorganik yang yang sesuai dengan
kondisi media tanam dan kebutuhan
unsur hara tanaman
 Mempresentasikan hasil diskusi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SatuanPendidikan :
Kelas/Semester :XI/ 1
Tema :Agribisnis Tanaman Sayuran
Subtema :Pemupukan Tanaman
Materi Pokok : Karakteristik Pupuk
Pembelajaran ke :1
AlokasiWaktu :…………. menit

A. KompetensiInti (KI)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura pada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidang dan lingkup Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkanketerampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakantugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak
mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Dasar – Dasar Budidaya Tanaman
No. Kompetensi Dasar No. Indikator
3.4 Menganalisis pemberian 3.4.1 Menganalisis sifat fisik pupuk
pupuk (dasar dan susulan) anorganik
tanaman sayuran 3.4.2 Menganalisis sifat kimia
pupuk anorganik

4.4 Melaksanakan pemberian 4.4.1 Melakukan pengamatan sifat


pupuk (dasar dan susulan) fisik pupuk anorganik
tanaman sayuran sesuai 4.4.2 Melakukan pengukuran pH
prosedur pupuk

Karakter: Teliti

C. TujuanPembelajaran
1. Setelah melakukan pengamatan contoh pupuk, peserta didik dapat menganalisis sifat
fisik pupuk anorganik dengan teliti
2. Setelah melakukan praktek pengukuran pH, peserta didik dapat menganalisis sifat
kimia pupuk anorganik dengan teliti.

D. MateriPembelajaran
1. Jenis-jenis pupuk anorganik
2. Karakteristik pupuk anorganik

E. MetodePembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Inquiry
3. Metode pembelajaran : Tanya jawab, praktek, diskusi, ceramah

F. Media Pembelajaran
1. LCD Proyektor untuk menayangkan gambar kemasan pupuk
2. Laptop untuk membantu menayangkan gambar
3. Gambar kemasan pupuk untuk observasi kandungan unsur hara
4. Contoh pupukUrea, ZA, KCl, SP36, NPK untuk observasi karakteristik pupuk
5. pH meter untuk mengukur tingkat keasaman pupuk

G. SumberBelajar
1. Anonymous. 2013.Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Kelas X Semester 2. Direktorat
PSMK Kemendikbud: Jakarta.
2. Anonymous. 2013. Agribisnis Tanaman Sayuran. Direktorat PSMK Kemendikbud:
Jakarta.

H. Langkah-langkahPembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salamdanmeminta 10 menit
peserta didik memimpin doa.
2. Guru menanyakan kabar dan mengecek
kehadiran peserta didik.
Apersepsi
3. Guru mengaitkan dengan materi pelajaran
sebelumnya yaitu penanaman dengan
materi yang akan diajarkan tentang
pemeliharaan tanaman khusunya
pemupukan.
4. Guru membimbing untuk menyimpulkan
tujuan pembelajaran karakteristik pupuk
anorganik dengan memberikan beberapa
pertanyaan.
Inti 1. Guru mengelompokan peserta didik 30menit
Merumuskan kemudian membagikan lembar kerja
pertanyaan peserta didik
2. Guru membagikan contoh gambar
kemasan pupuk dan contoh pupuk
anorganik.
Mengamati
3. Guru membimbing peserta didik untuk
mengamati gambar kemasan pupuk dan
contoh pupuk anorganik.
Menanya
4. Guru membimbing peserta didik untuk
merumuskan pertanyaan mengenai
karakteristik pupuk anorganikberdasarkan:
- sifat fisik (bentuk, warna, kelarutan)
- sifat kimia (rumus kimia, kandungan
unsur hara, nilai pH)
Merencanakan Mengasosiasi
1. Guru membimbing peserta didik untuk
membuat jawaban sementara (hipotesis)
2. Guru membimbing peserta didik untuk
merencanakan langkah pengamatan dan
praktek untuk membuktikan jawaban
sementara.
Mengumpulkan Mencoba
data dan 1. Guru membimbing peserta didik untuk
menganalisis melakukan observasi pada macam-macam
data pupuk anorganikuntuk mengetahui sifat
fisik pupuk anorganik
2. Guru membimbing peserta didik
untukmelakukan praktek pengukuran pH
dan mengamati kemasan pupuk untuk
mengetahui sifat kimia pupuk anorganik
Menganalisis
3. Guru membimbing peserta didik untuk
berdiskusi menganalisis pupuk berdasarkan
karakteristiknya dan memilih pupuk
anorganik yang sesuai dengan kondisi
media tanam dan kebutuhan unsur hara
tanaman.
4. Guru membimbing peserta didik untuk
menyimpulkan hasil diskusinya.
Menarik Mengkomunikasikan
kesimpulan 1. Guru memfasilitasi peserta didik untuk
mempresentasikan hasil kesimpulan
diskusinya.
2. Guru melakukan konfirmasi dengan
mempertegas konsep dan mengarahkan
peserta didik untuk membuktikan
kesesuaian kesimpulan dengan sumber
belajar.
Aplikasi dan 1. Guru memberikan pertanyaan untuk
tindak lanjut mengarahkan peserta didik
dalammenerapkan hasil analisis
karakteristik pupuk anorganik mengaitkan
dengan pemilihan pupuk sesuai dengan
kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.
2. Gurumenindaklanjutipembelajaranhariinide
nganmemberikantugas mencari informasi
mengenai metode pemupukan.
Penutup 1. Guru memberikan evaluasi secara tertulis. 10 menit
2. Guru melakukan refleksi untuk mengetahui
tingkat pemahaman materi peserta didik
3. Guru menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
yaitu melakukan pemupukan.
4. Gurumengucapkansalam.
I. Penilaian Hasil Pembelajaran
TeknikPenilaian
No Aspek Teknik Penilaian Bentuk Penilaian
1. Sikap Observasi LembarObservasi
2. Pengetahuan TesTertulis Soal Subjektif
3. Keterampilan KinerjaPraktek LembarNilaiPraktek

Menyetujui, …………, …………. 2017


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

……………………… …………………
NIP………………… NIP ………………….
Lampiran 1 : PengembanganBahan Ajar
a. Mengidentifikasi Jenis dan Karakteristik Pupuk Anorganik
Berdasarkan kandungan unsur hara, pupuk anorganik dapat dikelompokkan menjadi dua
bagian yakni:
a) Pupuk Tunggal
Pupuk tunggal adalah pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsur hara pokok seperti N (
nitrogen ), P ( Posfor ) dan K ( Kalium ).
Pupuk Sumber Nitrogen ( N )
Pengaruh positif penggunaan pupuk nitrogen sebagai berikut:
Menaikkan potensi pembentukan daun-daunan dan ranting
Meningkatkan kadar protein pada rumput dan tanaman makanan ternak atau tanaman
lainnya
Meningkatkan kadar protein pada butir gandum atau tanaman biji-bijian lainnya.
Pengaruh negatif penggunaan pupuk nitrogen sebagai berikut:
Tanaman mudah rebah, rebahnya tanaman ini akan berpengaruh terhadap kualitas maupun
kuantitas hasil yang diperoleh
Meningkatnya kepekaan tanaman terhadap berbagai penyakit
Tanaman terlambat masak, dengan pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan
menyebaban petumbuhan vegetatif lebih subur, sehingga perkembangan generatifnya
terlambat
Kualitas tanaman kurang baik, akibat renbahnya tanaman menyebabkan kualitas hasil
menurun / kurang baik
Beberapa jenis pupuk tunggal nitrogen yang dapat diperoleh dipasaran antara lain:
Amoniumsulfat / Zwavelzure amoniak ( ZA )
Pupuk ZA yang mengandung unsur N sebesar 20,5 – 21 %. Artinya bahwa setiap 100 kg ZA
berisi 20 kg N. Pupuk ZA ini berbentuk kristal kecil-kecil, berwarna putih, abu-abu, biru
keabu-abuan dan kuning.
Pupuk ini tidak atau sedikit bersifat higroskopis (menarik air) tetapi ini baru terjadi pada
kembaban 80 % dengan suhu 300C. Pupuk ini larut di dalam air, selanjutnya di dalam tanah
pupuk ini akan terurai menjadi ion-ion amonium dan sultaf. Pupuk ini tidak cocok diberikan
pada tanah muda yang baru dibuka serta pada tanah yang kurang mengandung kalium.
Urea (CO (NH2)2
Pupuk urea terbuat dari gas amoniak dan gas asam arang. Persenyawaan kedua zat ini
menghasilkan pupuk urea yang mengandung unsur/ zat N sebesar 46 %.
Pupuk urea termasuk pupuk yang higroskopis ( mudah menarik uap air ), pada kelembaban
relatif 73 % sudah mulai mengikat air dari udara bebas. Oleh karena itu pupuk urea mudah
larut dalam air dan mudah diserap oleh tanaman. Selain itu pupuk ini mudah tercuci oleh air
dan terbakar oleh sinar matahari padahal akar tanaman belum menyerapnya.
Pupuk urea berbentuk kristal ( butir-butir ) putih bergaris tengah lebih kurang 1 mm larut
dalam air, yang dengan pengaruh dan peranan mikro organisme di dalam tanah diubah
menjadi amoniumcarbonat.
Pupuk Sumber Fosfor ( P )
a) SP36
Pupuk SP36 terbuat dari phosphat alam dan sulfat. Berbentuk butiran / granular dan berwarna
abu-abu. Pupuk ini mengandung 36 % phosphor dalam bentuk P2O5. Pupuk SP36 agak sulit
larut di dalam air dan bereaksi lambat sehingga pupuk ini selalu digunakan sebagai pupuk
dasar. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak bersifat higroskopis dan tidak bersifat
membakar.
Pupuk Kalium ( K )
Pupuk kalium diserap tanaman dalam bentuk ion K+. Unsur ini terdapat pada dalam bentuk
persenyawaan komplek dan diikat oleh mineral atau larutan garam. Mineral utama sebagai
sumber kalium adalah Felsfar, muskofit dan biotit.
Peningkatan pemakaian pupuk nitrogen dan fosfor akan meningkatkan pula pemakaian
terhadap pupuk kalium. Pupuk kalium memberikan pengaruh nyata pada tanah kering, tetapi
pemberian pupuk kalium pada tanah sawah tidak memperlihatkan pengaruh nyata. Hal ini
disebabkan pada tanah sawah unsur kalium banyak ditambahkan oleh air irigasi.

Kalium klorida
Pupuk ini dikalangan petani lebih dikenal dengan pupuk KCl. Pupuk KCl ini terdapat dua
macam yakni:
o Pupuk KCl 80
Pupuk ini mengandung K2O berkisar antara 52 % hingga 53 %
o Pupuk KCl 90
Pupuk ini mengandung K2O berkisar antara 55 % hingga 58 %
Pupuk ini sedikit terbatas pemakaiannya, karena mengandung Clorida yang bisa perpengaruh
negatif pada tanaman-tanaman yang tidak membutuhkan klorida atau peka terhadap klorida.
Pupuk kalium klorida agak bersifat higroskopis serta mempunyai reaksi fisologisnya asam
lemah.
b) Pupuk Majemuk
Pupuk majemuk atau disebut juga pupuk campuran adalah pupuk yang mengandung 2 atau 3
unsur hara utama yang dibutukan tanaman yaitu nitrogen, fosfor kalium dalam satu pupuk.
Pupuk yang mengandung hanya 2 unsur hara disebut pupuk tidak lengkap, sedang pupuk
yang mengandung 3 unsur hara disebut pupuk lengkap. Berdasarkan kandungan unsur hara
utama yang dimiliki pupuk tersebut, maka pupuk ini dinamakan pupuk NPK, PK, -NP dan –
NK.
Dalam pemilihan pupuk majemuk perlu mempertimbangan beberapa faktor antara lain:
a) Kandungan unsur hara yang tinggi
b) Kandungan unsur hara mikro
c) Kualitas pupuk
d) Reaksi yang di timbulkan oleh pupuk
e) Harga pupuk
a) Pupuk NP
Pupuk NP maksudnya adalah pupuk yang mengandung 2 unsur hara utama, yakni gabungan
dari unsur hara nitrogen dan fosfor. Bila pupuk ini kita berikan pada tanah/ tanaman, maka
pupuk ini akan memberikan dua unsur hara sekaligus yakni Unsur hara nitrogen dan fosfor.
Adapun jenis pupuk yang termasuk kelompok ini antara lain: Amofos, Diamonium Fosfat (
DAP ), Superstikfos 16,5/20, Diamofos, Diamofos
b) Pupuk NK
Di pasaran pupuk majemuk jenis ini tidak banyak jenis dan jumlahnya karena pupuk jenis ini
jarang sekali digunakan oleh para petani. Secara umum pupuk ini mengandung unsur
nitrogen ( N ) sebanyak 13 % dan K2O sebanyak 44 %.
Beberapajenispupuk yang termasukkelompokiniantara lain: Potazote, Nitrapo, Sendawa kali,
c) Pupuk PK
Pupuk majemuk ini merupakan gabungan antara fosfat dan kalium. Sama halnya dengan
pupuk NK, maka pupuk ini juga tidak banyak jenis dan jumlahnya ditemui dipasaran karena
kurang dikenal dan jarang digunakan oleh para petani.
Beberapa jenis pupuk yang termasuk kelompok ini antara lain: Kaliummetafosfat / Potasium
metaphospate, Monokaliumfosfat,,
d) Pupuk NPK
Pupuk NPK disebut sebagai “pupuk majemuk lengkap“ atau Complete fertilizer. Pupuk
majemuk jenis ini merupakan gabungan dari unsur nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K).
Beberapa jenis pupuk NPK: Rustica blue dengan kadar NPK ( 12 – 12 – 20 ), Rustica yellow
dengan kadar NPK ( 15 – 15 - 15 ), Amafoska I dengan kadar NPK ( 12 – 24 – 12 ),
Dekastar, dengan kadar NPK 15 – 12 – 15 ( masa persediaan hara 3 – 4 bulan
Selainpupukmajemuktersebutdiatas, masihadabeberapapupukmajemuklainnya yang
biasadiberikanlewatakar.Pupukmajemuktersebuttidaksajamengandungunsurhara N, P dan K
tetapijugadilengkapidenganunsurharamikrodanbahkanada yang mengandungpestisida yang
dapatbekerjasecarasistemikdidalamtubuhtanaman.Pupukmajemuktersebutdapatdiperoleh di
Kios-kiosPertaniansesuaidengankadarunsurhara yang
dibutuhkan.BeberapapupukmajemukiniadalahpupukdaunGandasil D dan B, Bayfolan A dan
B, Gaviota, Hyponex dan lain-lain.

Lampiran 2 : Media pembelajaran


a. Contoh pupuk Urea, ZA, KCl, SP36, NPK untuk observasi karakteristik pupuk anorganik
b. pH meter untuk mengukur tingkat keasaman pupuk
c. Gambar kemasan pupuk untuk observasi kandungan unsur hara
Lampiran 3 : Lembar Kerja Peserta Didik
Mata Pelajaran : Agribisnis Tanaman Sayuran
Kelas : XI
Tema : Karakteristik pupuk anorganik
Nama anggota kelompok :

Langkah Kegiatan:
1. Mengamati

Amatilah gambar kedua tanaman diatas!


2. Menanya
Buatlah pertanyaan berdasarkan pupuk yang diamati.

3. Menalar
Jawablah pertanyaan diatas dengan cara diskusi kelompok
4. Mencoba
 Sifat Fisik
a. Identifikasilah bentuk dan warna pupuk anorganik

b. Bandingkanlah kelarutan antar pupuk anorganik


c. Catatlah semua data sifat fisik pupuk anorganik dalam tabel berikut!

Sifat Fisik
No Nama Pupuk
Bentuk Warna Kelarutan
1 Urea
2 ZA
3 KCl
4 SP36
5 NPK Tawon

 Sifat kimia
a. Identifikasilah kandungan unsur hara utama pupuk anorganik dengan
mengamati gambar kemasan pupuk!
b. Ukurlah tingkat keasaman pupuk anorganik
Alat dan bahan:

Langkah kerja

c. Catatlah semua data sifat fisik pupuk anorganik dalam tabel berikut!

Sifat Kimia
%Unsur Tingkat
No Nama Pupuk
hara keasaman
utama pupuk
1 Urea
2 ZA
3 KCl
4 SP36
5 NPK Tawon
5. Menyimpulkan
Buatlah kesimpulan dari hasil praktikum!

6. Mengkomunikasikan
Presentasikanlah hasil diskusimu!
Lampiran 4 : Instrumen penilaian
a) Instrumen PenilaianPengetahuan
Level Pedoman
No IPK SoalSubjektif KunciJawaban
Kognitif penskoran
1 3.4.1 Menganalisis Pupuk Urea dan C4 Urea berbentuk 5
pupuk anorganik ZA memiliki butiran
berdasarkan sifat kesamaan sedangkan ZA
fisik merupakan pupuk berbentuk kristal
tunggal N tetapi 5
berdasarkan sifat
fisiknya
berbeda.Apa yang
membedakan
keduanya?
2 3.4.2.Menganalisis Hasil analisis tanah C4 Pupuk KCl 5
pupuk anorganik diketahui tanah karena
berdasarkan sifat kekurangan unsur kandungan K
kimia hara K. dalam KCl
Berdasarkan sebesar 60% 5
karakteristik pupuk K2O
anorganik , jenis
pupuk apakah yang
sesuai untuk
menambah unsur
hara K?,
Nilai total skor 20
SkorPerolehan
NilaiPengetahuan = x 100
20

7. Instrumen PenilaianKeterampilan
Skor
Nama Peserta Menggunakan pH
No Mengamati Total Skor
Didik meter
1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Pedoman penskoran:
4 = memenuhi 4 deskriptor
3 = memenuhi 3 deskriptor
2 = memenuhi 2 deskriptor
1 = memenuhi 1 deskriptor

SkorPerolehan
NilaiKeterampilan = x 100
8

Rubrik penilaian keterampilan


Aspek yang Deskripsi
dinilai
Menggunakan 1. Menghidupkan pH meter dengan tepat
pH meter 2. Membuka tutup dan mencelupkan kedalam larutan
sampai batas tanda
3. Mengamati angka pada pH meter sampai stabil
kemudian mencatatnya
4. Membersihkan pH meter
Mengamati 1. Melihat
2. Melihat dengan seksama
3. Melihat dan memegang
4. Melihat dengan seksama dan mendeskripsikan dengan
benar

c) Instrumen Penilaian Sikap


Skor
No Nama Peserta Didik Teliti Total Skor
1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Kriteria penilaian:
4 = memenuhi 4 deskriptor
3 = memenuhi 3 deskriptor
2 = memenuhi 2 deskriptor
1 = memenuhi 1 deskriptor

SkorPerolehan
NilaiSikap = x 100
8
Rubrik penilaian sikap
Aspek yang KriteriaPenilaian
dinilai
Teliti 1. Mengerjakan tugas dengan detail
2. Mencatat seluruh hasil pengamatan
3. Melaksanakan praktek sesuai prosedur
4. Mengerjakan tugas dengan tidak ceroboh