Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN

KASUS
BRONKOPNEUMONIA

Oleh: QURRATUL AINI

Pembimbing : dr. Ranti Waluyan


PENYAJIAN KASUS

2
IDENTITAS PASIEN

◍ Nama : By. A
◍ Jenis Kelamin : Laki-laki
◍ Usia : 34 hari
◍ Alamat : Desa Mentonyek Kec. Mempawah
Hulu, Kab. Landak
◍ Tgl. Lahir : 11 Desember 2018
◍ Tgl. MRS : 15 Januari 2019

3
PRIMARY SURVEY

Breathing Disability
•Snoring (-)
•Gurgling (+)
•Stridor (-) •Nafas spontan, RR :
• Akral hangat,
CRT < 2’, HR :
•GCS : E4V5M6,
• Suhu :
182x/menit,
•Choking (-) 48x/menit, Retraksi
(+) Subcostal, SND
ves(+/+), rh(+/+),
regular, kuat
angkat
Reflek babinski
(+) rooting (+) 36.5C
palmar grasp (+)
wh(-/-) SpO2 : 97%
dgn O2 NK 1 lpm
Airway Circulation Exposure

4

“Pasien rujukan dari PKM Karangan
dengan keluhan sesak ….”

5
SECONDARY SURVEY

A (Alergy) : Tidak ada alergi


M (Medication) : Ceftriaxon iv
P (Previous Ilness) : Sesak (+) usia 7 hari
L (Last Oral Intake) :  1 jam SMRS
E (Event) : Pasien rujukan PKM Karangan dengan
keluhan sesak. Keluhan sesak terlihat sejak usia  7 hari. Keluhan
hilang timbul dan memberat saat posisi berbaring. Saat bernapas
terdengar bunyi seperti berkumur. Saat menyusu pasien sering
berhenti karena sesak dan sering tersedak. Demam (-), Batuk (+)
namun dahak tampak sulit dikeluarkan. Sudah berobat ke Sp. A
sebanyak 2x namun keluhan masih menetap. Riwayat kebiruan
pada pasien disangkal.
6
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Sesak


Kesadaran : Compos Mentis

Tanda Vital
Nadi : 182 x/menit, reguler, kuat angkat
Respirasi : 48 x/menit
Suhu : 36,5 o C
SpO2 : 97% dengan O2 NK 1 lpm
BB : 3,9 kg
BBL : 3 kg secara SC
7
STATUS GENERALIS

8
Kulit Ikterik (-), sianosis (-), petekie (-), anemis (-)

Kepala Wajah sembab (-), ubun-ubun cekung (-), ubun-ubun menonjol (-)

Mata Konjungtiva anemis (+), sklera ikterik (-), injeksi konjungtiva (-/-), RCL (+/+),
refleks cahaya konsensual (+/+), pupil isokor (2mm/2mm)
Telinga AS : sekret (-), meatus tidak eritem, tidak edem, MT tidak dinilai
AD : sekret (-), meatus tidak eritem, tidak edem, MT tidak dinilai
Hidung Rinorhea (-), edema mukosa (-/-), pernafasan cuping hidung (-)

Mulut Stomatitis (-), sianosis (-)

Tenggorok Faring hiperemis (-), tonsil (T1/T1) tidak hiperemis, selaput (-)

Leher Pembesaran KGB (-), massa tiroid normal.

9
Dada Simetris saat statis dan dinamis, retraksi subkostal (+), retraksi interkostal (-),
retraksi suprasternal (-)
Jantung Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : iktus kordis teraba di SIC 5 linea midclavicula S, thrill (-)
Perkusi : batas kanan jantung di SIC 4 linea parasternal D, batas kiri
jantung di SIC 5 linea midclavicula S, pinggang jantung di SIC 3 linea
parasternal S.
Auskultasi: S1 tunggal/ S2 split tak konstan, reguler, gallop (-), murmur (-)
Paru Inspeksi : bentuk dada simetris statis dan dinamis
Palpasi : pengembangan dada simetris kanan dan kiri
Perkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi: suara nafas dasar: vesikuler (+/+), rhonki (+/+), wheezing (-/-)

10
Abdomen Inspeksi : cembung, tampak benjolan/massa (-), distensi (-),
lingkar perut tidak diukur
Auskultasi: bising usus (+) normal, bruit (-)
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : timpani seluruh lapang abdomen
Urogenital Kemerahan (-), sekret (-)
Anus/Rektum Tidak ada kelainan
Ekstremitas Akral hangat, edema (-), CRT < 2 detik
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Hasil
Hb 9,7 g/dl
Hct 27,9%
Leukosit 5.260/µl
Trombosit 425.000/ µL
Eritrosit 3,01 x 106/µL
Diff count
Basofil 0,4
Eosinofil 0,9
Neutrofil 20,6
Limfosit 75,1
Monosit 3,0
12
RONTGEN THOTAX

Trakea di sentral
Cor : bentuk dan letak normal. CTR = 50%
Pulmo : Corakan vascular normal, Tampak
infiltrat pada perikardial kanan
Diafragma kanan setinggi kosta 8 posterior
Sinus kostofrenikus kanan kiri lancip

Kesan :
COR TAK MEMBESAR
PULMO : BRONKOPNEUMONIA

13
ASSESMENT

Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan


pemeriksaan penunjang, pasien di diagnosa
Bronkopneumonia atau Pneumonia berat menurut
klasifikasi WHO.

14
PLAN

• O2 1 lpm via Nasal kanul


• IVFD D5 ¼ NS 16 tpm mikro
• Inj. Cinam 270mg/8jam
• Inj. Cefotaxim 270mg/8jam
• Inj. Dexamethason 1,5mg/8jam
• Inj. Ranitidin 4mg/12jam
• Inj. Furosemid 3mg/24 jam selama 3 hari
• PO : Captopril 2x1mg
Ambroxol 3x1cc

15
TINJAUAN PUSTAKA

16

World health organization (WHO)
mendefinisikan pneumonia hanya
berdasarkan penemua klinis yang
didapat pada pemeriksaan inspeksi
dan frekuensi pernafasaan

17
• Pneumonia  penyakit yang menjadi masalah di
berbagai negara terutama di negara berkembang
termasuk Indonesia
• Insidens pneumonia pada anak <5 tahun di negara maju
adalah 2-4 kasus/100 anak/tahun, sedangkan di negara
berkembang 10-20 kasus/100 anak/tahun.
• Pneumonia menyebabkan lebih dari 5 juta kematian per
tahun pada anak balita di negara berkembang

18
◍ Pneumonia adalah peradangan akut pada parenkim
paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup
bronkiolus respiratorius dan alveoli, serta
menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan
pertukaran gas setempat
◍ Bronkopneumonia : Peradangan pada parenkim paru
yang melibatkan brokus/bronkiolus yang berupa
distribusi berbentuk bercak-bercak (patchy
distribution)

19
Etiologi pneumonia pada anak
berdasarkan dengan usia

3 minggu – 4 bulan- 5
0-20 hari 6-18 tahun
3 bulan tahun
• Bakteri • Bakteri • Bakteri • Bakteri
• Eschricia coli • Chlamydia • Chlamydia • C. Pneumoniae
• Group B trachomatis tracthomatis • M.Pneuminiae
streptococci • s. pneumonia • Mycoplasma • S.Pneumonia
• Listeria pneumoniae
monocytigenes • Virus • S. penumoniaee
• Adenovirus
• Influenza virus • Virus
• Parainfluenzavi • Adenovirus
rus 1,2,3 • Influenza virus
• Respiratory • Parainfluenza
syncitial virus virus
• Rhinovirus
• Respirator
Syncytial Virus

20
KLASIFIKASI

Berdasarkan
Berdasarkan Berdasarkan
klinis dan
Kuman penyebab lokasi infeksi
epidemiologi
• Pneumonia • Pneumonia • Pneumonia
bakterial / komuniti lobaris
tipikal • Penumonia • Bronko
• Pneumonia nosokomial pneumonia
atipikal • Pneumonia • Pneumonia
• Pneumonia aspirasi interstisial
virus
• Pneumonia
jamur
Klasifikasi pneumonia
(berdasarkan WHO)

• Bayi kurang dari 2 bulan


Pneumonia berat : napas cepat atau retraksi yang berat
Pneumonia sangat berat : tidak mau menetek/minum, kejang,
letargis, demam atau hipotermia, bradipnea atau pernapasan
ireguler

• Anak umur 2 bulan - 5 tahun


Pneumonia ringan : napas cepat
Pneumonia berat : retraksi
Pneumonia sangat berat : tidak dapat minum/makan, kejang,
letargis, malnutrisi

22
Keluhan utama:
Batuk (< 2 minggu) atau
Sukar bernapas

LIHAT DAN DENGAR


(anak harus kondisi tenang) :
• Hitung napas dalam 1 menit.
• Perhatikan, adakah Tarikan
Dinding Dada bagian bawah
Ke dalam (TDDK)

Klasifikasikan
BATUK atau
SUKAR BERNAPAS
LIHAT, DENGAR, RABA
(Anak harus tenang)

TANYAKAN
Lihat :
• Berapa umur anak  Hitung napas dalam 1 menit
• Apakah anak batuk?  Adakah TDDK/ TDDK kuat ?
 Apakah kesadaran anak
Berapa lama?
menurun?
 Apakah ada tanda-tanda gizi
Tanda Bahaya : buruk?
• Apakah anak (usia 2bln-<5 Dengar :
tahun) tidak bisa Adakah terdengar stridor?
minum/menetek? Adakah terdengar wheezing?
• Apakah bayi usia <2bln
kurang bisa minum? Raba
• Apakah anak Adakah terdengar stridor?
demam/panas?
• Apakah anak kejang?
UMUR < 2 BULAN

◍ Kurang bisa minum


◍ Kejang
◍ Kesadaran menurun
◍ Stridor
◍ Wheezing
◍ Demam/dingin

Anak yang mempunyai SALAH SATU TANDA


BAHAYA harus SEGERA DIRUJUK
Kriteria Takipneu
menurut WHO

0-2 bulan • ≥ 60 kali/menit

2-12 bulan • ≥ 50 kali/menit

1-4 tahun • ≥ 40 kali/menit

≥ 5 tahun • ≥ 30 kali/menit
TATALAKSANA
(Kriteria Rawat Inap)

Bayi:
- Saturasi oksigen <92%, sianosis
- Frekuensi napas >60 x/menit
- Distres pernapasan, apnea intermiten, atau grunting
- Tidak mau minum/menetek
- Keluarga tidak bisa merawat di rumah

29
TATALAKSANA
(Kriteria Rawat Inap)

Anak:
- Saturasi oksigen <92%, sianosis
- Frekuensi napas >50 x/menit
- Distres pernapasan
- Grunting/Merintih
- Terdapat tanda dehidrasi
- Keluarga tidak bisa merawat di rumah

30
TATALAKSANA

◍ Pemberian oksigen terutama pada pasien


dengan saturasi ≤92% dan pasien dengan
distress pernapasan, evaluasi setiap minimal 4
jam sekali, termasuk pemeriksaan saturasi
oksigen
◍ Hisap lendir
◍ Terapi cairan
◍ Berikan analgetik dan antipiretik
◍ Nebulisasi dengan SABA dan/ atau NACL
◍ Pemberian antibiotik
TATALAKSANA

Rekomendasi UKK Respirologi

Antibiotik untuk community acquired pneumonia:


Neonatus
2 bulan: Ampisilin + gentamisin
> 2 bulan:
- Lini pertama : Ampisilin, bila dalam 3 hari tidak ada perbaikan
dapat ditambahkan kloramfenikol
- Lini kedua : Seftriakson, bila klinis perbaikan antibiotik
intravena dapat diganti preparat oral dengan antibiotik
golongan yang sama dengan antibiotik intravena
sebelumnya.

32
TATALAKSANA

33
PROGNOSIS

Secara umum angka kematian pneumonia


pneumokokus adalah sebesar 5%, namun dapat
meningkat menjadi 60% pada anak dengan
kondisi yang buruk

Adanya leukopenia, ikterus, terkenanya 3 atau


lebih lobus dan komplikasi ekstraparu
merupakan petanda prognosis yang buruk.

Kuman gram negatif menimbulkan prognosis


yang lebih jelek.
PENCEGAHAN

Menurut Global Action Plan for Prevention and Control of Pneumonia :

◍ ASI eksklusif
◍ Vaksinasi : campak, HiB , PCV, Difteri
◍ Perbaikan gizi keluarga
◍ Kontrol polusi udara dalam ruangan
◍ Manajemen infeksi HIV dan
pencegahan penularan HIV dari ibu ke
anak
◍ Mencuci tangan
35

Thanks!
Any questions?

36