Anda di halaman 1dari 4

by Docquity

BREAKING NEWS! Wapada Human Monkeypox Virus Infection (Cacar


Monyet) dan Efeknya Pada Kehamilan

by dr. Jean Val


Kasus pertama Human Monkeypox (MPX) / Cacar Monyet di Singapura telah
dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Singapura. Pasien adalah seorang
turis asal Nigeria berusia 38 tahun yang kemudian dilakukan pemeriksaan virus
dan terbukti positif dengan virus MPX. Pasien langsung segera diisolasi dan
saat ini masih berada di National Centre for Infectious Diseases (NCID.) (1)(2)
Hingga saat ini (13 Mei 2019) menurut Kemenkes belum ditemukan kasus cacar
monyet di Indonesia, tetapi imbauan untuk lebih waspada telah dikumadangkan
oleh Kemenkes.
Sejarah
Monkeypox virus (MPXV) pertama kali ditemukan pada tahun 1958 pada
sebuah koloni monyet . (3) Sedangkan kasus cacar monyet pada manusia
pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Republik Kongo pada anak laki-laki
berusia 9 tahun. Hingga saat ini kasus sporadik cacar monyet telah dilaporkan
terjadi di 10 negara di Afrika. Pada tahun 2017, Nigeria mengalami outbreak
terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Nigeria. (4)
Definisi dan Etiologi
Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri (self limiting
disease) langka yang disebabkan oleh infeksi virus Monkeypox (MPXV). MPXV
temasuk dalam famili Poxviridae, genus Orthopoxvirus. (3,5)
Mode Transmisi
Mode transmisi cacar monyet adalah melalui kontak langsung dengan virus dari
hewan, manusia, atau benda yang terkontaminasi dengan virus tersebut. Virus
masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, lesi kulit, dan membran
mukosa. (3) Reservoir virus ini selain monyet, antara lain adalah tikus Gambian,
tupai, dan hewan pengerat lainnya. 5
Transmisi hewan – manusia(3,5)

Get The App (https://docquity.com/redirect?ptype=journal&pid=&purl=journal-27338b87a8351672f6ddd0c10deb9b94&


Transmisi hewan ke manusia dapa terjadi melalui gigitan atau cakaran,
konsumsi daging hewan liar Afrika ( bush meat), kontak langsung atau tidak
langsung dengan cairan tubuh atau lesi.
Transmisi manusia – manusia(3,5,6)
Transmisi antar manusia terutama terjadi melalui droplet saluran pernapasan.
Selain itu juga dapat terjadi melalui kontak langsung atau pun tidak langsung
dengan cairan tubuh, benda yang terkontaminasi (seperti baju / sprei). Transmisi
vertikal dari ibu ke janin juga telah ditemukan pada beberapa kasus ibu hamil.

Gejala Klinis
Gejala cacar monyet mirip dengan smallpox (variola), tetapi lebih ringan. Masa
inkubasi bervariasi antara 5 – 21 hari, dengan rerata antara 6 – 16 hari. Periode
infeksi terbagi menjadi dua, yaitu : (3,5,7)
Periode Invasi (0 – 5 hari) : demam, sakit kepala, myalgia, nyeri punggung,
asthenia, limfadenopati (ini yang membedakan dengan smallpox)
Periode erupsi (1 – 3 hari setelah demam hari pertama) : ruam dengan
berbagai tingkatan (makulopapular, vesikel, pustul, dan krusta), muncul mulai
dari wajah lalu menyebar ke berbagai bagian tubuh. Ruam wajah (95%),
telapak tangan dan kaki (75%) Umumnya penyakit ini akan reda dengan
sendirinya dalam 2 – 4 minggu.
Gambar 2. Ruam pada Cacar Monyet (8)
Diagnosis
Diagnosis dapat dilihat dari gejala klinisnya, namun untuk diagnosis definitif
diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Pemeriksaaan spesimen
berasal dari swab lesi kulit yang kemudian disimpan kering dalam tabung steril
yang didinginkan. (5)
Komplikasi
Meskipun penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi dalam beberapa
kasus terutama pada anak, dapat menjadi lebih parah hingga menyebabkan
pneumonia, gagal napas, infeksi mata (keratitis, ulserasi kornea, hingga
kebutaan), sepsis, dan esefalitis. (2,3,5,9) Angka mortalitas mulai dari 1 – 10%.
Cacar Monyet Pada Kehamilan
Hingga saat ini data mengenai cacar monyet pada kehamilan masih terbatas,
namun pada penelitian Mbala et al tahun 2017 ditemukan 4 kasus cacar monyet
pada ibu hamil. Dua kehamilan mengalami keguguran pada trimester pertama,
satu kematian janin pada usia kehamilan 18 minggu, dan satu lahir hidup. Pada
bayi yang lahir hidup dari ibu dengan cacar monyet, didapatkan lesi cacar
monyet pada bayi (gambar 3). (6)
Get The App (https://docquity.com/redirect?ptype=journal&pid=&purl=journal-27338b87a8351672f6ddd0c10deb9b94&
CDC merekomendasikan setiap orang dengan risiko paparan terhadap cacar
monyet untuk diberikan imunisasi smallpox, tanpa melihat status kehamilannya.
(10)

Gambar 3. Lesi Cacar Monyet pada Bayi Baru Lahir dari Ibu dengan Cacar
Monyet
Tata Laksana
Hingga saat ini masih belum ada tata laksana spesifik untuk cacar monyet. Jadi
hanya sebatas tata laksana suportif sesuai gejala pada pasien saja. (5) Pada
kasus cacar monyet yang parah dan kritis, CDC menyarankan pemberian
antivirus cidovfovir. (10)
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan hewan dan
orang yang terinfeksi. Hindari kontak dengan benda yang sudah disentuh oleh
hewan atau orang yang terinfeksi. Selain itu, gunakan alat perlindungan diri
(sarung tangan, masker, dll) ketika kontak dengan pasien. Lakukan karantina
pasien yang terinfeksi. Sedangkan untuk pencegahan dengan vaksin, hingga
saat ini belum ada vaksin spesifik untuk cacar monyet, namun disebutkan
bahwa vaksin smallpox efektif hingga 85% untuk mencegah cacar monyet.
Namun sayangnya vaksin ini jarang sekali ditemukan di pasaran karena
smallpox telah tereradikasi.(3,5) Pemberian vaccinia immune globulin (VIG)
hanya diberikan jika terjadi komplikasi vaksin smallpox (progressive vaccinia).

Daftar Pustaka
1. Singapore confirms first case of monkeypox, patient’s close contacts quarantined
[Internet]. CNA. [cited 2019 May 13]. Available from:
https://www.channelnewsasia.com/news/singapore/monkeypox-case-imported-
singapore- moh-11518664
2. News Highlights [Internet]. [cited 2019 May 13]. Available from:
https://www.moh.gov.sg/news-highlights/details/confirmed-imported-case-of-
monkeypox-in- singapore
3. About Monkeypox | Monkeypox | Poxvirus | CDC [Internet]. 2019 [cited 2019 May 13].
Available from: https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/about.html
(https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/about.html)
4. Monkeypox [Internet]. [cited 2019 May 13]. Available from: https://www.who.int/news-
room/fact-sheets/detail/monkeypox
5. WHO | Human Monkeypox (MPX) [Internet]. WHO. [cited 2019 May 13]. Available
from: http://www.who.int/emergencies/diseases/monkeypox/...
(http://www.who.int/emergencies/diseases/monkeypox/en/)
6. Mbala PK, Huggins JW, Riu-Rovira T, Ahuka SM, Mulembakani P, Rimoin AW, et al.
Maternal and Fetal Outcomes Among Pregnant Women With Human Monkeypox
Get The App (https://docquity.com/redirect?ptype=journal&pid=&purl=journal-27338b87a8351672f6ddd0c10deb9b94&
Infection in the Democratic Republic of Congo. J Infect Dis. 2017 Nov 1;216(7):824–8.
7. Monkeypox [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 2019 May 13]. Available from:
https://www.nhs.uk/conditions/monkeypox/
(https://www.nhs.uk/conditions/monkeypox/)
8. Reynolds MG, McCollum AM, Nguete B, Shongo Lushima R, Petersen BW. Improving
the Care and Treatment of Monkeypox Patients in Low-Resource Settings: Applying
Evidence from Contemporary Biomedical and Smallpox Biodefense Research.
Viruses [Internet]. 2017 Dec 12 [cited 2019 May 13];9(12). Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC57441...
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5744154/)
9. Monkeypox: Background, Pathophysiology, Etiology. 2019 Jan 15 [cited 2019 May
13]; Available from: https://emedicine.medscape.com/article/1134714-ove...
(https://emedicine.medscape.com/article/1134714-overview#a2)
10. Kisalu NK, Mokili JL. Toward Understanding the Outcomes of Monkeypox Infection in
Human Pregnancy. J Infect Dis. 2017 Oct 17;216(7):795–7.

Internal Medicine

Get The App (https://docquity.com/redirect?ptype=journal&pid=&purl=journal-27338b87a8351672f6ddd0c10deb9b94&