Anda di halaman 1dari 64

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

HUBUNGAN KERJA ANTARA FREIGHT FORWARDING DENGAN


PERUSAHAAN TRUCKING (TRAILER)

(Studi Kasus PT. Mitra Kargo Indonesia )

Tugas Akhir

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas Dan Memenuhi Persyaratan

guna Mencapai Gelar Ahli Madya pada Program Studi D-3

Manajemen Perdagangan Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Disusun Oleh:

MEYTA ANDRIANI

NIM: F3109049

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA
commit to user
2012

i
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

HALAMAN PERSETUJUAN

Telah disetujui dan diterima oleh Pembimbing Tugas Akhir Jurusan Manajemen

Perdagangan Program Studi Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

Surakarta.

Surakarta, 25 Juni 2012


Disetujui dan diterima oleh
Pembimbing

Mulyadi, S.E
NIP. 310 800 002

commit to user

ii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui dan diterima baik oleh tim penguji Tugas Akhir Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret Surakarta guna melengkapi tugas- tugas memenuhi syarat –syarat

untuk memperoleh gelar Ahli Madya Manajemen Perdagangan.

Surakarta, 17 Juli 2012

Penguji

Drs. Sutanto
NIP.19561129.198601.1.001 (………………….)

Pembimbing

Mulyadi S.E commit to user (…………………..)


NIP.310 800 002
iii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

MOTTO

Jika kita pernah memiliki seseorang yang percaya pada kita,kita harus yakin bahwa kita dapat

mempercayai dia juga bahkan ketika kita sedang dalam kegelapan, bahkan ketika kita sedang

jatuh

(Penulis)

Hidup tak selalu sesuai keinginanmu. Selalu ada masalah, namun masalah membawa

pengalaman, dan pengalaman yang membawa kebijaksanaan

(Penulis)

Kita akan berjalan lebih banyak mengenai sebuah jalan dengan menempuhnya, daripada

mempelajari semua peta yang ada di dunia

(Penulis)

Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu dan belajarlah menjadi kuat dari

hal-hal buruk di hidupmu

(Penulis)

Jika kita hanya pasrah dan menerima nasib, kita tidak akan tahu kesempatan yang datang

pada kita

( SOE HOK GIE )

Kebaikan merupakan hal yang demikian sederhana yaitu : selalu hidup demi orang lain,

jangan pernah mencari keuntungan diri sendiri


commit to user

( Dag, Hammarskjold)

iv
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

PERSEMBAHAN

Tugas Akhir ini penulis persembahkan untuk:

1. Kedua orang tua ku yang paling penulis

sayangi,terimakasih atas semangat, doa dan

dorongannya selama ini.

2. Kakakku “ Septi Andriani dan Adikku

“Tegar Satriyo Wibowo” serta ponakanku

“Qaisara Zahra” tersayang

3. My boy “Kun Suta Prabawa”

4. Bp. Andris CH Yacobus.SH selaku

pembimbing magang di PT.Mitra Kargo

Indonesia

5. Teman-teman ku Bisnis Internasional 2009 ,

khususnya : Echest,Ika, Genug, Mbah

Cholid, Puti ,Koko, Riyan H, Arga dan Novi

6. Temanku tersayang “Tri Purwaningsih”

7. Teman-temanku Ijo Metal

commit to user

v
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

KATA PENGANTAR

Bismillahirohmanirrohim,

Segala puji hanya bagi Allah SWT yang karena nikmat –Nya segala kebaikan menjadi

sempurna, tak lupa shalawat dan salam penulis curahkan kepada junjungan kita Nabi besar

Muhammad SAW, juga segenap keluarga, para sahabat dan seluruh umatnya yang mengikuti

sunahnya sampai akhir zaman. Meskipun dengan kemampuan dan waktu yang terbatas

akhirnya penulis mampu menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir ini dengan judul

“HUBUNGAN KERJA ANTARA FREIGHT FORWARDING DENGAN PERUSAHAAN

TRUCKING (TRAILER) (Studi Kasus PT. Mitra Kargo Indonesia).

Penyusunan Tugas Akhir ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya bantuan,

dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan

terima kasih kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga

penulis dapat menyelesaikan Tugas akhir ini, khususnya kepada:

1. Bp. Mulyadi, S.E selaku dosen pembimbing lapangan sekaligus pembimbing dalam

penyelesaian penyusunan Tugas Akhir ini yang dengan arif dan kesabaran telah

banyak memberikan pengarahan, petunjuk, nasehat serta bimbingan hingga

terselesaikannya tugas akhir penulis.

2. Dekan Fakultas Ekonomi Sebelas Maret Surakarta

3. Ketua program D3 Bisnis Internasional Drs. Hari Murti, M.Si terima kasih atas

bimbingan dan pengertian-pengertian yang telah diberikan kepada penulis sehingga

dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik.

4. Bp. Supriyono selaku direktur utama PT. Mitra Kargo Indonesia serta Ibu. Titik yang

sudah memberikan izin untuk praktik magang kerja untuk penulisan Tugas Akhir ini.
commit to user

vi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

5. Bp. Andris CH Yacobus.SH selaku kepala bagian Operasional PT. Mitra Kargo

Indonesia yang sudah memberikan pengarahan, dorongan dan masukkan sehingga

Tugas akhir ini dapat terselesaikan.

6. Seluruh staff PT.Mitra Kargo Indonesia, Mb Ayu, Mb Lia, Bu Bayu, Pak Dedy, Mas

Arif, Pak Syaban, Mb Nining, Pak Rudi, Pak Agung, Mas Iksan, Mas Faisal, Mas

Nanang, Pak Joko, Mas Heri dan Mas Marno.

7. Babe dan Mama yang sudah merawat, menjaga, memberikan doa, masukan ,

dorongan serta kasih sayangnya.

8. My boy Kun Suta Prabawa yang sudah banyak membantu, menemani serta menjadi

penyemangat hidup penulis.

9. Kakakku Septi ,Mas Ju, Adikku Tegar dan ponakanku sayang Putri.

10. Babe KRT. Sukamto Hadinagoro, Ibu Sri Rejeki, Mb Tira yang memotivasi penulis

11. Mb Genug, Mas Agus, Sidik, Mahir, Farah yang membantu penulis selama penulis

berada di Semarang menyelesaikan magang kerja

12. Teman-teman Bisnis Internasional 2009 , khususnya : Echest, Mbah Cholid, Ika,

Genug, Ryan H., Arga , Puti, Koko, Tya, Gendut ,Patil dan Topa, terimakasih atas

canda tawa kalian, I will miss u , Guys!!

13. Semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu

yang telah membantu hingga terselesaikannya penulisan Laporan Tugas Akhir ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna,

oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritikan dari berbagai pihak demi

kemajuan penulis dan tentunya penulis Tugas Akhir selanjutnya.

Surakarta, 25 Juni 2012


commit to user

Penulis

vii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................................i

HALAMAN ABSTRAKSI .............................................................................................ii

HALAMAN PERSETUJUAN........................................................................................iii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................iv

HALAMAN MOTTO .....................................................................................................v

HALAMAN PERSEMBAHAN .....................................................................................vi

HALAMAN KATA PENGANTAR ...............................................................................vii

HALAMAN DAFTAR ISI .............................................................................................ix

HALAMAN DAFTAR TABEL .....................................................................................xii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR.................................................................................xiii

HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................xiv

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ..............................................................1


B. Perumusan Masalah .....................................................................5
C. Tujuan Penulisan Tugas Akhir ....................................................6
D. Manfaat Penulisan Tugas Akhir ..................................................6
E. Metode Penulisan Tugas Akhir ...................................................7

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Dokumen Penunjang Ekspor .........................................................10


B. Freight Forwarding ........................................................................14
1. commit
Pengertian Freight to user.............................................14
Forwarding
2. Fungsi Freight Forwarding ...................................................15

viii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

C. EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) .........................................16


1. Pengertian EMKL ....................................................................16
2. Peran EMKL .............................................................................18
3. Aktivitas EMKL ........................................................................18
D. Transportasi ...................................................................................19
1. Pengertian Transportasi .............................................................20
2. Peran Transportasi dalam Ekspor..............................................20
3. Sistem Transportasi ...................................................................21
4. Fungsi Transportasi ...................................................................23
5. Faktor- faktor yang perlu diperhatikan dalam transportasi .......23

BAB III. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan


1. Sejarah Berdiri PT. Mitra Kargo Indonesia ................................24
2. Lokasi PT. Mitra Kargo Indonesia .............................................27
3. Struktur Organisasi PT. Mitra Kargo Indonesia .........................27
4. Kinerja PT. Mitra Kargo Indonesia .............................................32
5. Visi dan Misi PT. Mitra Kargo Indonesia ...................................33
6. Jam Kerja PT. Mitra Kargo Indonesia .........................................34

B. Pembahasan

1. Hubungan Kerja PT. Mitra Kargo Indonesia

dengan perusahaan trucking (UD. Kurnia Transport).................34

2. Hambatan- hambatan yang dihadapi


PT. Mitra Kargo Indonesia
Dalam penanganan mekanisme kerja alat
dan angkutan trailer pada perusahaan trucking
( UD. Kurnia Transport) .............................................................45

commit to user

ix
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

BAB IV. PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................48

B. Saran ...................................................................................................49

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................50

LAMPIRAN-LAMPIRAN .............................................................................................51

commit to user

x
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR TABEL

3.1. Daftar Customer PT. Mitra Kargo Indonesia .................................................26

3.2. Jam Kerja PT. Mitra Kargo Indonesia............................................................34

3.3. Daftar Mitra Perusahaan Trucking PT. Mitra Kargo Indonesia .....................37

3.4. Harga Persewaan Trailer UD. Kurnia Transport ...........................................39

3.5. Harga Persewaan Trailer PT. Siba Surya ......................................................40

commit to user

xi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR GAMBAR

3.1. Struktur Organisasi Freight Forwarding dan EMKL PT. Mitra Kargo Indonesia

........................................................................................................................28

3.2. Alur Hubungan Kerja PT. Mitra Kargo Indonesia dengan perusahaan trucking

dalam proses ekspor .........................................................................................35

commit to user

xii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Pernyataan

2. Surat Keterangan Magang

3. Shipping Instruction

4. Invoice

5. Packing List

6. Booking Amendement MCC Transport

7. Container MCC Transport Dimensions

8. Empty Release Order

9. Harga Persewaan Trailer Container PT. Siba Surya

10. EIR Out

11. Surat Pengantar jalan

12. Tagihan Trailer PT. Mitra Kargo Indonesia

commit to user

xiii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

ABSTRAKSI
HUBUNGAN KERJA ANTARA FREIGHT FORWARDING DENGAN
PERUSAHAAN TRUCKING (TRAILER) (Studi Kasus PT. Mitra Kargo
Indonesia)
MEYTA ANDRIANI
F3109049

Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran lebih
dalam dan pemahaman mengenai hubungan kerja antara PT. Mitra Kargo
Indonesia sebagai freight forwarding sekaligus EMKL dengan perusahaan
trucking yaitu trailer. Penelitian ini menggunakan metode analisis yaitu
memfokuskan pada suatu masalah yaitu hubungan kerja antara PT.Mitra Kargo
Indonesia dengan perusahaan transportasi. Data yang digunakan adalah data
primer yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara secara langsung kepada
staff PT. Mitra Kargo Indonesia yang dibuat dan diolah selama melakukan
magang kerja sedangkan data sekunder diperoleh dari data- data yang sudah ada
pada PT. Mitra Kargo Indonesia dan tinggal ditulis kembali sebagai data
pelengkap pembuatan penulisan Tugas Akhir serta informasi-informasi yang
mendukung landasan teori dan daftar pustaka.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan kerja antara pihak PT.
Mitra Kargo Indonesia dengan perusahaan trucking dimulai dari permintaan atau
order dari eksportir yang meminta sejumlah trailer untuk mengangkut
containernya. Hambatan-hambatan yang sering timbul dengan mekanisme kerja
perusahaan trucking (trailer) adalah full booking dimana banyaknya trailer yang
digunakan untuk mengangkut muatan dari perusahaan freight forwarding lain
menyebabkan PT. Mitra Kargo Indonesia kewalahan mencari perusahaan
trucking (trailer) pengganti untuk memenuhi permintaan trailer mengangkut
muatannya, keterlambatan trailer yang harus mengangkut container dalam
jumlah besar untuk stuffing dan dikirim ke pelabuhan, selain itu juga karena jarak
tempuh dan medan yang tidak memungkinkan sehingga kerja trailer sedikit
terganggu.
Saran yang diajukan kepada PT. Mitra Kargo Indonesia adalah membuat
kontrak kerja dengan salah satu perusahaan trucking selama 1 bulan untuk
menyediakan kebutuhan trailer agar proses pelaksanaan ekspor dapat berjalan
lancar dan menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan trucking baru agar
dapat mempunyai referensi harga penyewaan trailer dan mengantisipasi adanya
kekosongan trailer di perusahaan trucking yang sudah sering digunakan pihak PT.
Mitra Kargo Indonesia.

Kata Kunci : Trailer, Freight Forwarding, Perusahaan Trucking


commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

ABSTRACT

THE WORK RELATIONSHIP BETWEEN OF FREIGHT FORWARDING


AND TRUCKING COMPANY (TRAILER) (A Case Study in PT. Mitra
Kargo Indonesia)

MEYTA ANDRIANI
F3109049

The objective of final project is to get more in-depth description and


conception about the work relationship between PT. Mitra Kargo Indonesia as
freight forwarding and EMKL all at once and the trucking company, namely
trailer. This study used an analysis method, that was, to focus on a problem of the
relationship between PT. Mitra Kargo Indonesia and transportation company. The
data used were primary data obtained from direct observation and interview with
the staff of PT. Mitra Kargo Indonesia that was made and processed during
apprenticeship activity, and secondary data obtained from the existing data in PT.
Mitra Kargo Indonesia that was rewritten as supporting data for this Final Project
report writing as well as information supporting the theoretical foundation and
references.
From the result of research, it could be concluded that, the work
relationship between PT. Mitra Kargo Indonesia and trucking company was
started from exporter’s order that asked for a number of trailers for carrying its
containers. The obstacles frequently occurring with the work mechanism of
trucking (trailer) company was full booking in which so many trailers were used
to carry the load from other freight forwarding making the PT. Mitra Kargo
Indonesia finding difficulties in looking for substitute trucking to meet the trailer
demands for carrying its load, trailer’s lateness that should carry contained in
large number for stuffing and sent to the harbor, and difficult travel distance and
field, so that the trailer work was slightly disturbed.
The recommendation given to PT. Mitra Kargo Indonesia was to make
work contract with one trucking company for 1 month to supply the trailer
requirement in order to smooth the export implementation process and to establish
the cooperation between the new trucking company in order to have trailer renting
price reference and to anticipate the trailer emptiness in the trucking company
frequently used by PT. Mitra Kargo Indonesia.

Keywords: Trailer, Freight Forwarding, Trucking Company.

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Ekspor mempunyai peranan penting bagi negara yaitu menambah devisa

negara, dan impor juga mempunyai peranan yang sama, tanpa ekspor impor

perekonomian di negara Indonesia tidak mempunyai patokan maupun ukuran. Saat ini

jumlah ekspor di wilayah Semarang cukup besar, tapi tidak menutup kemungkinan

bahwa impor pun sama besar walaupun hanya dilakukan kadang-kadang saja. Impor

di anggap penting karena mempunyai laba yang cukup besar, saat barang tersebut tiba

ke pelabuhan hingga ke gudang eksportir. Oleh karena itu impor yang sedikit bisa

menyamai ekspor yang rutin dilakukan. Kegiatan ekspor saat ini bersifat rutin ,setiap

hari pasti ada kegiatan untuk mengekspor barang, setiap hari dilakukan stuffing pada

gudang eksportir walaupun volumenya berbeda-beda.

Dipandang dari segi pendapatan negara , ekspor merupakan salah satu pilar

utama perekonomian nasional. Ekspor disadari mempunyai peran yang strategis

dalam membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan dalam negeri. Hal ini

karena melalui ekspor, Negara akan memperoleh devisa dalam upaya menambah

tabungan domestik sehingga dapat membayar hutang luar negeri yang jumlahnya

cenderung semakin meningkat tiap tahunnya (Amir MS, 1991:1). Kegiatan ekspor

disini didorong akan kebutuhan setiap negara baik negara maju sebagai produsen

maupun negara berkembang sebagai konsumen. Dalam perdagangan ekspor impor

banyak sekali organisasi yang memberikan kemudahan – kemudahan dalam proses

transaksi perdagangan internasional seperti WTO (World Trade Organization) di

commit to juga
bawah naungan PBB. Hal ini dimaksudkan user untuk mendukung semua negara di

1
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

dunia untuk mengambil kesempatan ini sebagai peningkat pertumbuhan ekonomi di

negaranya.

Kegiatan ekspor-impor merupakan kegiatan bisnis yang tidak mudah karena

melibatkan banyak pihak, seperti eksportir, importir, bank, perusahan angkutan

barang baik darat, laut, maupun udara, asuransi, Direktorat Jenderal Bea & Cukai,

Direktorat Perdagangan Luar Negeri, Surveyor, dan lain-lain. Dengan banyaknya

pihak yang terlibat maka peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh

eksportir dan importir juga sangat banyak. Belum lagi perbedaan interpretasi bisnis

dengan pihak-pihak di luar negeri. Hal ini membuat kegiatan ekspor impor menjadi

lebih rumit. Para eksekutif di bidang ekspor impor tentunya dituntut untuk memahami

seluruh prosedur dan ketentuan di bidang ekspor impor ini. Hal ini sangat diperlukan

demi kelancaran proses ekspor impor, lebih jauh lagi agar perusahaan tidak

mengalami kerugian. Kerugian bisa terjadi dalam berbagai bentuk, misalnya: barang

yang diimpor tidak dapat dikeluarkan dari pelabuhan, atau eksportir tidak dapat

mencairkan L/C advice.

Dalam setiap transaksi perdagangan harus jeli dan cermat dalam menyikapi

setiap transaksi, karena perdagangan ekspor impor tidak hanya melibatkan antar

pelaku perdagangan saja, namun juga peraturan dari setiap Negara berbeda. Dengan

adanya uraian tersebut, maka perlu adanya suatu badan yang berpengalaman dan

bertanggung jawab untuk dapat membantu permasalahan yang ada seperti apa yang

diungkapkan di atas. Disinilah freight forwarding (FF) dan Ekpedisi Muatan Kapal

Laut (EMKL) dibutuhkan yang berperan dalam transaksi perdagangan ekspor impor

serta pengiriman barangnya dimana pelayanan ekspor menjadi tanggung jawab

commit
bersama. Dalam hal ini, pemerintah to user
melalui instansi terkait telah berupaya untuk

menjadikan Indonesia sebagai pintu gerbang arus barang dan jasa dalam

2
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

pendistribusian barang ekspor dan impor sesuai dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku. Dengan didukung ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang

transportasi dan komunikasi, transportasi memberi pengaruh yang sangat besar dalam

hubungan perekonomian internasional. Perpaduan antara alat komunikasi yang ada

dengan alat transportasi yang memadai saat ini, akan mempermudah mobilitas barang

dan orang dari satu wilayah negara ke negara lain.

Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan (derived demand)

akibat aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dalam kerangka ekonomi makro,

transportasi merupakan tulang punggung perekonomian nasional, regional dan lokal,

baik di perkotaan maupun di pedesaan. Harus diingat bahwa sistem transportasi

memiliki sifat sistem jaringan dimana kinerja pelayanan transportasi sangat

dipengaruhi oleh integritasi dan keterpaduan jaringan.

Skala ekonomi (economy of scale), lingkup ekonomi (economy of scope), dan

keterkaitan (interconnectedness) harus tetap menjadi pertimbangan dalam

pengembangan transportasi dalam menunjang kegiatan ekspor impor suatu negara.

Ada satu kata kunci disini yaitu integrasi dimana berbagai pelayanan transportasi

harus ditata sedemikian rupa sehingga saling terintegrasi, misalnya truck pengangkut

container (trailer), pelabuhan peti kemas, dan angkutan laut peti kemas, semuanya

harus terintegrasi dan memungkinkan sistem transfer yang terus menerus.

Transportasi berasal dari bahasa latin yaitu transportare dimana trans berarti

seberang atau lain dan portare berarti mengangkut atau membawa (sesuatu) ke

sebelah lain atau dari satu tempat ke tempat lainnya. Ini berarti transportasi

merupakan satu jasa yang diberikan, guna menolong orang-orang dan barang untuk
commit to user
dibawa dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan

3
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

bahwa secara umum transportasi adalah upaya seseorang atau badan usaha untuk

melakukan pemindahan barang ataupun penumpang dari suatu tempat ke tempat lain

untuk memperoleh nilai tambah atau manfaat ekonomi yang lazim, disebut manfaat

karena tempat atau place utility.

Transportasi merupakan salah satu aspek ekonomi yang dinamis dan

mengalami perubahan terus menerus sepanjang masa. Setiap negara berupaya keras

untuk membenahi sistem dan infrastruktur transportasi agar dapat mempertahankan

pertumbuhan ekonominya terutama dalam industri dan perdagangan. Transportasi

juga sangat mempermudah hubungan antar bangsa, baik yang menyangkut bidang

sosial budaya maupun bidang ekonomi internasional (Amir MS, 2005: 2).

Mata rantai kegiatan ekspor dapat berkembang baik dari tahun ke tahun

karena peran yang sangat vital dari transportasi. Dapat disimpulkan bahwa

perdagangan berkembang dengan baik akibat dari tersedianya transportasi yang

memadai. Pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang tata niaga

impor, ekspor, maupun antar pulau. Sesuai Surat Keputusan Menteri Perhubungan

Dalam UU NO.10 tahun 1995 tentang kepabeanan disebut bahwa Perusahaan

Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang menangani kepengurusan barang maupun

dokumen dari pelabuhan ke gudang eksportir maupun sebaliknya.

Transportasi (Freight Forwarding dan Ekspedisi Muatan Kapal Laut)

memegang peranan yang sangat penting dalam ekspor yaitu untuk menjamin

kelancaran lalu lintas barang dalam perdagangan internasional juga menjamin hak

pemilikan atas barang dengan pengeluaran dokumen pengapalan yang sangat vital

seperti bill of lading. Salah satu alat transportasi yang berperan penting dalam kegitan
commit to user
ekpor impor ini adalah trailer, karena trailer berfungsi untuk menunjang kegiatan

4
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

ekspor dari gudang eksportir (stuffing) sampai ke terminal peti kemas atau pelabuhan

bongkar muat barang.

Trailer memberi pengaruh besar menjamin kelancaran lalu lintas barang

dalam perdagangan internasional dan bertanggung jawab selama barang masih dalam

petikemas melalui jalur darat (inland). Selain pentingnya trailer ada juga kendala

umum yang sering dihadapi antara lain yaitu stabilitas dan daya dukung jalur gerak

yang berkaitan dengan kondisi geologi dan geografis setempat, kapasitas atau daya

angkut sarana dan prasarana dalam kaitannya dengan makin besarnya kebutuhan yang

ada berikut makin tinggi kecepatan yang diminta dan jumlah armada angkutan trailer

yang tidak sebanding dengan permintaan pihak EMKL. Masalah-masalah tersebut

menjadi acuan bahwa memang benar tanpa koordinasi, tanpa peningkatan kualitas

pelayanan trailer, tanpa adanya trailer proses pengiriman barang ekpor maupun

impor akan terhambat, dan berdasarkan rangkaian masalah dan beberapa fungsi di

atas maka penulis mengambil judul untuk Tugas Akhir ini adalah

“HUBUNGAN KERJA ANTARA FREIGHT FORWARDING DENGAN

PERUSAHAAN TRUCKING (TRAILER) (Studi Kasus PT. Mitra Kargo Indonesia)”.

B. Perumusan Masalah

Untuk memudahkan pembahasan masalah, maka rumusan permasalahan tugas akhir

ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana hubungan kerja antara PT.Mitra Kargo Indonesia Semarang dengan

perusahaan trucking (Trailer) ?

2. Apa saja hambatan yang dihadapi PT. Mitra Kargo Indonesia sebagai perusahaan

freight forwarding sekaligus EMKL dalam penanganan mekanisme kerja alat dan
commit to user
angkutan trailer?

5
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

C. Tujuan Penulisan Tugas Akhir

Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah:

1. Untuk mengetahui pola hubungan kerja antara PT. Mitra Kargo dengan

perusahaan trucking (trailer)

2. Untuk mengetahui hambatan –hambatan yang dihadapi PT. Mitra Kargo

Indonesia sebaga sebagai perusahaan freight forwarding sekaligus EMKL dalam

penanganan mekanisme kerja alat dan angkutan trailer.

D. Manfaat Penulisan Tugas Akhir

Selain mempunyai tujuan, penulisan ini juga mempunyai manfaat penulisan tugas

akhir, yaitu :

1. Bagi Akademis

Melalui penulisan ini diharapkan dapat memberi tambahan referensi bacaan dan

gambaran bahwa alat dan angkutan trailer sangat penting dalam proses

pendistribusian barang ekspor maupun impor, khususnya untuk mahasiswa

jurusan Manajemen Perdagangan yang sedang menyusun Tugas Akhir dengan

pokok permasalahan yang sama.

2. Bagi PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang

Memberikan masukan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan alat dan

angkutan trailer yang dapat digunakan untuk mengevaluasi perusahaan dalam

mengambil kebijaksanaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengiriman

barang ekspor dan impor.

commit to user

6
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

3. Bagi Pemerintah

Sebagai masukan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan transportasi darat

yang dapat digunakan sebagai salah satu evaluasi meningkatkan penyediaan alat

angkutan darat terutama untuk mendukung aktivitas ekspor impor bagi negara..

E. Metode Penulisan Tugas Akhir

Pembahasan mengenai metode penulisan tugas akhir ini antara lain:

1. Ruang Lingkup Penulisan Tugas Akhir

Metode yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir adalah deskripsi analisis,

yaitu mencari gambaran umum tentang hubungan kerja antara PT. Mitra Kargo

Indonesia Semarang dengan perusahaan transportasi yang kemudian dianalisis

secara mendalam dan terperinci dengan memfokuskan pada masalah yang

dihadapi saat kebutuhan akan trailer meningkat. Obyek yang diteliti dalam

masalah ini adalah PT.Mitra Kargo Indonesia Semarang, khususnya pada proses

pelayanan transportasi yang dalam hal ini adalah proses memenuhi permintaan

trucking (trailer) untuk stuffing maupun fiat muat di pelabuhan peti kemas.

Jangka waktu penelitian selama 1 bulan lebih, mulai 6 Februari – 10 Maret 2012.

2. Jenis dan Alat Pengumpul Data

a. Jenis Data

1) Data Primer

Data yang diperoleh dari hasil pengamatan penulis yang melakukan


commit to user
magang kerja pada PT.Mitra Kargo Indonesia, data ini juga diperoleh

7
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

melalui wawancara langsung pada bagian trucking. Tidak ada panduan

wawancara terstruktur dengan option pilihan jawaban tetapi secara tatap

muka. Misalkan: data mengenai jam kerja karyawan PT. Mitra Kargo

Indonesia.

2) Data Sekunder

Data pendukung yang diperoleh dari PT. Mitra Kargo Indonesia yang

berkaitan dengan penulisan tugas akhir ini. Misalnya: data mengenai

organisasi PT. Mitra Kargo Indonesia, daftar harga trucking dari UD.

Kurnia Transport dengan PT. Siba Surya mengenai harga per rit di kota-

kota eksportir tempat stuffing, serta dokumen-dokumen penunjang proses

fiat muat , surat jalan , eir dan empty release order. Termasuk

didalamnya semua informasi yang mendukung landasan teori dan daftar

pustaka.

b. Metode Pengumpulan Data

1) Wawancara

Pengumpulan data atau mencari informasi dengan cara mengadakan tanya

jawab secara langsung yang dilaksanakan dengan tatap muka dengan

pihak staff/karyawan dari pihak PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang

tanpa adanya pedoman wawancara secara terstruktur khususnya di bagian

divisi trucking. Manfaat wawancara langsung ini adalah mendapatkan

informasi yang sesuai dengan keadaan yang terjadi di PT. Mitra Kargo

Indonesia serta informasi- informasi yang didapat dapat diolah menjadi

data primer.
commit to user

8
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2) Studi Pustaka

Pengumpulan data atau mencari informasi dengan cara mempelajari baik

itu buku, catatan, arsip, maupun dokumen yang berhubungan dengan

masalah yang diteliti. Misalnya dengan membaca buku di perpustakaan

tentang transportasi sebagai referensi awal dalam pembuatan tugas akhir.

Manfaat yang dapat diperoleh dari studi pustaka ini adalah mendapatkan

informasi yang relevan dengan masalah yang sedang ditulis dalam tugas

akhir ini, mendapatkan landasan teori yang merupakan pedoman bagi

pendekatan pemecahan masalah yang akan diuji dalam laporan hasil

penulisan tugas akhir dan memperdalam pengetahuan peneliti tentang

masalah yang sedang yang sedang diteliti.

commit to user

9
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Dokumen Penunjang Ekspor

Dokumen adalah suatu instrumen tertulis yang mengandung fakta- fakta,

angka- angka atau keterangan – keterangan lain yang dipakai sebagai bukti ( Roselyne

Hutabarat 1996: 725). Jenis- jenis dokumen dalam pelaksanaan ekspor antara lain:

1. Shipping Instructions (SI)

Shipping Instructions adalah dokumen yang digunakan untuk pemesanan

kapal dan container. Dokumen Shipping Instructions dibuat oleh eksportir atau

Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Informasi yang termuat dalam Shipping

Instructions diperlukan sebagai dasar pembuatan Bill Of Lading (B/L).

2. Bill of lading (B/L)

Bill of lading adalah suatu tanda terima penyerahan barang yang dikeluarkan

oleh perusahaan pelayaran sebagai tanda bukti pemilikan atas barang yang telah

dimuat diatas kapal laut oleh eksportir untuk diserahkan kepada importir.

Fungsi dari Bill of lading adalah sebagai berikut:

a. Tanda bukti penerimaan barang

b. Tanda bukti kontrak pengangkutan

c. Tanda bukti kepemilikan barang

3. Letter of Credit (L/C)

Letter of credit adalah sebuah instrumen yang dikeluarkan oleh sebuah bank

atas permintaan importir, yang menguasakan seseorang atau sebuah perusahaan


commit to user
penerima (eksportir) menarik wesel atas bank yang bersangkutan atau salah satu

10
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

bank korespondennya bagi kepentingan, berdasarkan kondisi- kondisi atau

persyaratan yang tercantum pada instrumen tersebut.

4. Surat Keterangan Asal (SKA) / Certificate Of Origin

Surat keterangan asal adalah surat pernyataan yang menyebutkan negara asal

suatu barang. Dengan adanya surat ini, importir mengetahui bahwa barang yang

diimpornya adalah benar- benat berasal dari negara eksportir. SKA ini penting

karena memperoleh fasilitas bea masuk maupun sebagai alat perhitungan quota di

negara tujuan atau untuk mencegah masuknya barang terlarang. Surat ini

diterbitkan oleh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA).

5. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)

Pemberitahuan Ekspor Barang merupakan dokumen pabean yang digunakan

untuk pembentukkan pelaksanaan ekspor barang yang isinya antara lain:

a. Jenis Barang

b. Identitas Eksportir

c. Nama Importir

d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

e. Berat barang

f. Merk dan nomor petikemas

g. Nomor HS (Harmony Sistem) dll

PEB wajib diisi dengan sebenar-benarnya, ditandatangani oleh eksportir,

penjabat bea dan cukai serta penjabat bank devisa yang berwenang untuk hal

tersebut.
commit to user

11
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

6. Nota Pelayanan Ekspor (NPE)

Nota pelayanan Ekspor adalah dokumen ekspor yang dikeluarkan oleh Bea

dan Cukai yang menyatakan bahwa komoditi tersebut siap untuk diekspor dan

tidak ada masalah.

7. Delivery Order (DO)

Delivery order merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh shipping

company untuk pengambilan container kosong di depo (tempat penumpukkan

container).

8. Invoice

Invoice adalah suatu dokumen yang penting dalam perdagangan, data- data

dalam invoice akan dapat diketahui berapa jumlah wesel yang akan dapat ditarik,

jumlah penutupan asuransi dan penyelesaian segala macam bea masuk. Invoice

dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu:

a. Proforma Invoice

Merupakan penawaran dalam bentuk faktur biasa dari eksportir ke importir

yang potensial dan juga merupakan tawaran pada pembeli untuk menempatkan

pesanannya yang pasti. Invoice ini biasanya berisi syarat-syarat jual beli dan

harga barang, sehingga setelah importir menyetujui pesanan maka akan ada

kontrak yang pasti. Penggunaan invoice ini digunakan bila penyelesain akan

dilakukan dengan pembayaran terlebih dahulu sebelum pengapalan.

commit to user

12
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

b. Commercial Invoice

Nota perincian tentang keterangan jumlah barang – barang yang akan dijual

dan harga dari barang-barang tersebut serta perhitungan pembayaran. Faktur

ini dibuta oleh eksportir untuk ditujukan kepada importir yang nama dan

alamat nya sesuai dengan yang tercantum dalam L/C dan ditandatangani oleh

bank yang berhak menandatangani.

c. Consular Invoice

Faktur yang dikeluarkan oleh instansi resmi yaitu kedutaan atau konsulat.

Faktur dagang ini terkadang ditandatangani oleh konsul perdagangan negri

pembeli atau dibuat oleh eksportir dan ditandatangani oleh konsul Negara

importir. Peraturan-peraturan antar negara memiliki perbedaan antara satu

dengan yang lainnya tentang faktur ini, tetapi faktur ini berfungsi untuk

memeriksa harga jual dibandingkan harga pasar yang sedang berlaku dan

untuk memastikan tidak terjadi dumping.

9. Packing List

Dokumen ini dibuat oleh eksportir yang menerangkan uraian barang- barang

yang di packing, dibungkus atau diikat dalam peti dan sebagainya dan biasanya

diperlukkan oleh bea cukai untuk memudahkan pemeriksaan barang.

10. Polis Asuransi

Surat bukti pertanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi atas

permintaan eksportir maupun importir untuk menjamin keselamatan barang yang

dikirim. Besarnya nilai asuransi tidak perlu sama dengan besarnya L/C, dapat

lebih besar atau lebih kecil tergantung pada jumlah penarikan, syarat-syarat
commit to user
pengapalan atau syarat- syarat L/C.

13
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

B. Freight Forwarding

1. Pengertian Freight Forwarding

Freight forwarding merupakan badan usaha atau perusahaan jasa yang

memberikan pelayanan jasa dan bertanggung jawab atas semua kegiatan

pengiriman, pengangkutan dan penerimaan barang dengan menggunakan

multimodal transport, baik melalui darat, laut maupun udara serta mencakup

kegiatan penerimaan, penyimpanan, pengepakan, penimbangan barang,

pengurusan, penyelesaian dan penerbitan dokumen angkutan. Perhitungan biaya

angkutan, klaim, asuransi, penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya

berkenaan dengan pengiriman barang sampai pada tempat tujuannya.( Suyono,

2001: 125)

Sementara itu pengertian Freight Forwarding pernah didefinisikan dalam

PER-178/PJ/2006 yang berubah menjadi PER- 70/PJ/2007 yaitu mengacu pada

keputusan Menteri Perhubungan No. KM/10 tahun 1988 tentang jasa pengurusan

transportasi. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan tersebut, yang di

maksud dengan jasa Freight Forwarding adalah usaha yang ditujukan untuk

mewakili kepentingan pemilik barang, untuk mengurus semua kegiatan yang

diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui

transportasi darat, laut dan udara yang dapat mencakup kegiatan peneriman,

penyimpanan, pengepakan, penandaan pengukuran, penimbangan, pengurusan

penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, klaim asuransi atas

pengiriman barang serta peyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan

dengan pengiriman barang- barang tersebut sampai dengan diterimanya barang

oleh yang berhak menerimanya.commit to user

14
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2. Fungsi Freight Forwarding ( Amir M.S 2004: 68)

a. Membantu Eksportir dalam melakukan penyerahan barang tepat pada

waktunya

Freight forwarder berfungsi untuk memesan ruang di kapal(booking space)

dan memperkirakan waktu pengapalan (sailing date) yang sesuai dengan

waktu penyerahan (delivery time) yang disepakati dengan pembeli.

Manfaatnya adalah hubungan yang terjalin lama antara freight forwarder

dengan perusahaan pelayaran memungkinkan pembukuan muatan oleh

freight forwarder dengan perusahaan pelayaran lebih mudah dibandingkan

oleh eksportir itu sendiri dan dokumen ekspor yang dikerjakan oleh Freight

Forwarding dianggap oleh bea dan cukai sudah biasa menangani dokumen

ekspor maka dapat memperlancar penyelesaian urusan pabean sehingga

memperlancar pula penyelesaian bongkar muat barang.

b. Membantu pengawasan atas barang supaya tetap dalam keadaan utuh dan

dalam kondisi baik (intact and good condition).

Freight Forwarding berfungsi mengepak muatan dengan syarat- syarat

tertentu dan biasanya sudah mempunyai peralatan yang lengkap untuk

pengepakan barang- barang yang sesuai dengan angkutan peti kemas, pallets

dan lain-lain.

c. Membantu menekan biaya serendah- rendahnya.

Freight Forwarding membantu eksportir untuk berhemat dengan berbagai

cara, misalnya: menentukan persyaratan harga ekspor khususnya atas dasar

Cost and Freight (CIF)commit


maka tosekurang-kurangnya
user Freight Forwarding

15
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

dapat menekan biaya angkutan. Dengan menurunkan biaya angkut maka

harga ekspor atas dasar Cost and Freight (CIF) akan menjadi lebih

kompetitif dan pada umumnya Freight Forwarding dapat mencarikan

perusahaan pelayaran yang dapat memberikan ongkos angkut yang murah

bagi pelangganya.

d. Membantu mengamankan barang

Freight Forwarding berfungsi mengamankan barang bila seandainya terjadi

keterlambatan dalam pelayaran misal: masa laku ijin impor dari pembeli

berakhir maupun masa laku L/C berakhir namun barang terlanjur dikirim

dan belum dapat diterima /ditolak pembeli sampai terjadi penyelesain

masalah dengan pembeli yang bersangkutan.

C. EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut)

1. Pengertian EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut)

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah badan usaha yang bertugas

untuk mengurus dokumen dan formalitas yang diperlukan untuk memasukkan

dan mengeluarkan barang dari kapal atau gudang pelabuhan bongkar muat

barang. Ekspedisi muatan kapal laut memberikan peranannya bagi proses

kelancaran arus barang dan proses kelancaran bagi pengurusan dokumen-

dokumen yang diberi kuasa oleh eksportir maupun importir untuk kepentingan

pengapalan barang-barang.

Sesuai dengan inpres no.4 tahun 1985 yang menyatakan bahwa eksportir dan

importir dapat mengurus atau mengerjakan sendiri dokumen-dokumen ekspor-

commit to user

16
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

impor, tetapi pada umumnya eksportir dan importir biasanya menyerahkan

pekerjaan ini pada EMKL dengan memberikan surat kuasa.

EMKL adalah usaha jasa pengantara yang membantu pemilik barang

mengurus pengiriman maupun penerimaan dengan perusahaan pelayaran serta

menyelesaikan pembayaran bea masuk barang impor maupun bea keluar untuk

barang ekspor dengan bea dan cukai, EMKL juga mengurus penyelesaian sewa

gudang dan transportasi barang ke tempat yang diinginkan oleh pemilik atau

penerima barang.(Amir. M.S, 2004: 193).

EMKL adalah perusahaan yang di bidang usahanya khusus adalah dibidang

Ekspedisi Muatan Kapal Laut dalam hal pengurusan dokumen, muatan dan

kepabeanan, pelayanan dari pintu ke pintu dan pembukuan atas muatan barang.

(Roselyne Hutabarat,1992: 147).

Sesuai dengan Surat Keputusan Menhub No. KM 82/AL 305/PHB85. Di

pelabuhan bongkar, EMKL berfungsi membantu pemilik barang mengurus

pemasukan barang dengan Bea Cukai, menerima muatan dari pelayaran dan

membawa barang dari pelabuhan ke gudang milik barang.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa EMKL adalah

badan usaha yang bergerak di bidang jasa pengurusan dokumen dan muatan yang

bertujuan membantu importir maupun eksportir dalam mengurus pengeluaran

barang dari wilayah kepabeanan atau menerima barang dari pelabuhan untuk

diserahkan ke gudang pemilik barang.

commit to user

17
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2. Peran EMKL

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa kepabeanan, EMKL (

Ekspedisi Muatan Kapal Laut) secara garis besar mempunyai peranan yang sangat

penting anatara lain :

a. Mengurus dokumen dan barang yang menyangkut peneriman muatan yang

akan diangkut melalui lautan untuk diserahkan kepada perusahaan pelayaran

untuk kepentingan pemilik barang.

b. Mengurus dokumen dan barang yang menyangkut penyerahan muatan yang

diangkut melalui lautan yang diterima dari perusahaan pelayaran untuk

kepentingan pemilik barang.

3. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal Laut

Sesuai dengan posisinya sebagai jasa pengurusan dokumen dan muatan

berkedudukan sebagai penghubung antara eksportir dengan perusahaan

pelayaran, mempunyai aktivitas sebagai ekspedisi muatan ekspor antara lain

(Capt. R.P Suyono, 2005: 240). Memilih rute perjalanan barang, moda

transportasi dan pengangkutan yang sesuai, kemudian memesan ruang muat

(space).

a. Melaksanakan penerimaan barang, menyortir, mengepak, menimbang berat,

mengukur dimensi, kemudian menyimpan barang ke dalam gudang.

b. Mempelajari Letter of Credit (L/C) barang, peraturan negara tujuan ekspor,

negara transit negara impor kemudian mempersiapkan dokumen- dokumen

lain yang diperlukan.

commit to user

18
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

c. Melaksanakan transportasi barang ke pelabuhan laut atau udara, mengurus ijin

bea dan cukai, kemudian menyerahkan barang kepada pihak pengangkut.

d. Membayar biaya-biaya handling serta membayarkan freight.

e. Mendapatkan Bill of lading/ Air Waybill dari pihak pengangkut.

f. Mengurus asuransi transportasi barang dan membantu mengajukan klaim

kepada pihak asuransi bila terjadi kehilangan /kerusakan atas barang.

g. Memonitor perjalanan barang sampai ke pihak penerima berdasarkan pihak

pengangkut dan agen Freight Forwarding di negara transit /tujuan.

h. Melaksanakan penerimaan barang dari pihak pengankut.

i. Mengurus ijin masuk pada Bea dan Cukai serta menyelesaikan bea masuk dan

biaya-biaya yang timbul di pelabuhan transit/tujuan.

j. Melaksanakan transportasi barang kepada pihak consignee dan melaksanakan

pendistribusian barang yang diminta.

D. Transportasi

Jasa transportasi secara mutlak diperlukan untuk setiap

kegiatan perdagangan internasional.Usaha transportasi yang dimaksud disini adalah

usaha transportasi yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pengiriman atau

penerimaan barang antar Negara dalam mengurus semua kegiatan yang diperlukan

bagi terlaksananya pengiriman barang baik sebagian maupun seluruhnya melalui

darat,laut maupun udara.

Secara ringkas menurut kamaludin, 1987:9 , usaha jasa

transportasi sebagai badan usaha jasa yang memberikan jasa untuk menjamin muatan

ekspor maupun impor sampai dipelabuhan tujuan secepatnya dalam kondisi baik dan

commit dan
tanpa menimbulkan masalah bagi ekportir to user
importir.

19
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

1. Pengertian Transportasi

Transportasi merupakan tindakan atau kegiatan seseorang atau

beberapa orang untuk mendistribusikan atau memindahkan barang dan

penumpang dari salah satu tempat ke tempat lain, untuk memperoleh keuntungan

di tempat lain.

Menurut Amir M.S 2004: 163 “ Transportasi adalah upaya seseorang

atau suatu badan usaha untuk melakukan pemindahan barang ataupun penumpang

dari suatu tempat ke tempat lain, untuk memperoleh nilai tambah atau manfaat

ekonomi yang lazim disebut manfaat karena tempat atau place utility”. Dalam

transportasi terlihat ada dua unsur yang terpenting yaitu pemindahan/pergerakan

(movement) dan secara fisik mengubah tempat dari barang (komoditi) dan

penumpang ke tempat lain.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

dengan transportasi adalah kegiatan usaha seseorang untuk memindahkan atau

mendistribusikan barang ataupun penumpang dari suatu tempat ke tempat lain,

yang bertujuan agar mendapatkan tambahan manfaat dari tempat yang menjadi

tujuan pendistribusian atau pemindahannya itu sendiri.

2. Peran Tranportasi dalam Ekspor

Transportasi mempunyai pengaruh besar terhadap perorangan,

masyarakat, pembangunan ekonomi Negara yang bisa mendorong laju

pertumbuhan ekonomi.

Dalam bidang ekspor juga mempunyai peranan penting baik untuk

perdagangan internasional dan bagi pemilik barang yang diangkut, dalam

menjamin kerusakan dan kehilangan yang terjadi di dalam proses pengangkutan


commit to user

20
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

dan juga menjamin kelancaran di dalam perdagangan internasional menurut (

Amir MS,2004:164).

Faktor-faktor yang menentukan pemilihan transportasi antara lain :

a. Service tetap

Yaitu apabila pengiriman barang dilakukan secara berkelanjutan dalam

tenggang tetap dengan jangka waktu yang lama, maka dianjurkan untuk

mencari angkutan berjadwal tetap.

b. Kecepatan waktu angkutan

Yaitu apabila atas permintaan pembeli barang diharapkan agar cepat sampai,

maka disarankan untuk memilih angkutan dengan waktu tempuh (transit

time) yang lebih singkat.

c. Layanan yang baik

Merupakan bagian dari komunikasi, ketepatan informasi, dokumentasi,

layanan purna jual serta senantiasa berupaya untuk menyelesaikan keluhan di

samping tentunya penanganan terhadap barang yang dikirim.

d. Biaya angkutan

Merupakan faktor terakhir yang perlu dibahas guna mendahulukan

kepentingan pembeli.

3. Sistem Transportasi

Sistem transportasi terdiri atas angkutan muatan (barang) dan

manajemen yang mengelola angkutan tersebut ( A.Abbas Salim,2008 : 8 ).

a. Angkutan Muatan

Sistem yang digunakan untuk mengangkut barang- barang dengan

menggunakan alat angkut tertentu dinamakan moda transportasi (mode of


commit to user
transportation).

21
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Dalam pemanfaatan transportasi ada 3 moda yang digunakan yaitu:

1) Pengangkutan melalui laut

2) Pengangkutan melalui darat

3) Pengangkutan melalui udara

Tiap moda transportasi mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda

antara yang satu dengan yang lain.

b. Manajemen

Manajemen sistem transportasi ada 2 kategori yaitu:

1) Manajemen Pemasaran dan Penjualan Jasa angkutan

Manajemen pemasaran bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan

pengusahaan di bidang pengangkutan.Selain itu bagian penjualan

berusaha untuk mencari langganan sebanyak mungkin bagi kepentingan

perusahaan.

2) Manajemen lalu lintas angkutan

Manajemen traffic bertanggung jawab untuk mengatur penyediaan jasa-

jasa angkutan yang mengangkut dengan muatan, alat angkut dan biaya-

biaya untuk operasi kendaraan

4. Fungsi Transportasi (Amir MS 2003:164)

a. Menyediakan kendaraan untuk mengangkut produk ke tempat pelanggan

Contoh: Trailer mengangkut container kosong dari depo hingga gudang

eksportir (stuffing) dan daricommit


gudangtoeksportir
user sampai container di fiat muat di

pelabuhan.
22
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

b. Menjamin kelancaran lalu lintas barang dalam perdagangan internasional

Transportasi berfungsi membawa barang maupun komoditi tepat waktu sesuai

jadwal yang telah dibuat oleh Freight Forwarding.

4. Faktor-faktor yang perlu diperhitungkan oleh transportasi antara lain

a. Jarak yang kan ditempuh antara produsen dengan konsumen

b. Nilai komoditi.

c. Tingkat kemungkinan rusaknya komoditi selama perjalanan.

d. Daya tahan komoditi dalam perjalanan

e. Daya tahan dalam muat bongkar.

commit to user

23
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

BAB III

DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

1. Sejarah berdiri Perusahaan

PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang merupakan anggota dari Gabungan

Forwarder dan Logistic Jasa Penyedia Ekspedisi Indonesia (ALFI) terdaftar dari

2010. Berdiri pada tanggal 31 Desember 2009 di Semarang, Jawa Tengah yang

dirintis oleh Bapak Supriyono selaku direktur. PT. Mitra Kargo Indonesia

Semarang merupakan perusahaan di bidang Penyedia Jasa Logistic. PT. Mitra

Kargo Indonesia Semarang didirikan Di tengah industri logistic yang saat ini

meningkat yang disebabkan oleh meningkatnya pasokan dan permintaan produk

dalam negeri dan internasional serta kecenderungan banyak perusahaan untuk

perhatian pada bisnis inti mereka dengan outsourcing fungsi logistic.

a. Jasa yang ditawarkan PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang

Jasa yang ditawarkan meliputi:

1) Laut atau Air Freight

PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang menyediakan kebutuhan

logistic konsumen nya baik melalui darat, laut dan udara. PT. Mitra

Kargo Indonesia juga melayani transportasi multimoda untuk

kebutuhan konsumennya.

2) Inland Transportasi

Dengan armada Truck yang mencakup Truk trailer,Truk Box, dan

juga dilengkapi dengan teknologi sistem pelacakan GPS, sehingga


commit to user

24
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

PT. Mitra Kargo Indonesia mampu menangani kebutuhan distribusi

konsumen.

3) Ekspor Impor

Pelayanan PT. Mitra Kargo Indonesia meliputi penanganan

dokumen yang diperlukan untuk Ekspor / Impor (Clearance

custome). Dengan fasilitas EDI (Electronic Data Interchange), PT.

Mitra Kargo Indonesia bisa menangani layanan dokumentasi

Custom Clearance cepat dan efisien.

4) Inter-Island Distribution

PT. Mitra Kargo Indonesia juga menawarkan layanan pada rute

domestik (Inter-Island) dengan pintu ke pintu, dari pintu ke port,

port to port & port, untuk pintu sesuai dengan kebutuhan

konsumen. PT.Mitra Kargo Indonesia dapat memindahkan barang

konsumen dari suatu daerah ke daerah lain di seluruh Indonesia.

5) FCL, LCL & Break-Massal

PT.Mitra Kargo Indonesia menawarkan Full Container Load

(FCL) maupun Less Container Load (LCL) dan break-bulk untuk

beberapa daerah di Indonesia. Dengan 1500 meter persegi luas

pergudangan PT. Mitra Kargo Indonesia dan armada truck, PT.

Mitra Kargo Indonesia mengirimkan barang milik konsumen

secara langsung.

commit to user

25
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

TABEL 3.1
DAFTAR CUSTOMER PT. MITRA KARGO INDONESIA
TAHUN 2012
No Nama Eksportir Vol. Keterangan
Container
1. PT. Bima Nugraha 1 x 20’ Albasia Wooden
Desa Toyaseka RT 10/ X, Toyaseka Lunch Box
Kec. Kemangkon, Purbalingga
2. CV. Cahaya Abadi 3 X 40’ Albasia bare
JL. Raya Wonosobo Purworejo core
KM.21 DS Setitik, Kel. Kepil
Kab. Wonosobo
3. CV. Nuurita Mandiri 2 x 40’ Wooden
JL. Grobogan No.90 RT 002 RW Furniture
003
Kelurahan Pandan Sari
Semarang – Indonesia
4. PT. Kayamas Intitama 2 x 40’ HC AlbasiaBare
JL. Taman Industri BSB Blok A3 Core
No. 142
Semarang – Indonesia

5. CV. Dadi Mulyo 5 x 40’ HC AlbasiaBare


Krajan RT 01/11 Pinggit Pringsurat Core
Temanggung, JawaTengah-
Indonesia
6. CV. Putra Tama Jaya 5 x 40’HC Albasia Bare
Jl. Raya Parakan – wonosobo KM.2 Core
Parakan, Temanggung
Jawa Tengah – Indonesia
7. PT. Kayu Senggon Industri 2 x 40’ HC Blockboard
JL. Soekarno Hatta KM. 30 No. 55
Kec. Bergas, Semarang –Indonesia
8. PT. Danwood Nusantara 1 x 40’ HC Wooden
JL. Padi Raya IA, Genuk Indah Furniture
Semarang – Indonesia

Sumber : PT. Mitra kargo Indonesia, 2012

commit to user

26
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2. Lokasi PT. Mitra kargo Indonesia

PT. Mitra kargo Indonesia berlokasi di kota lama tepatnya di jalan

Kepodang no. 14 Semarang. Lokasi kantor yang strategis di kota lama dekat

dengan pelabuhan dan kantor PT. Mitra Kargo Indonesia berbentuk ruko dimana

anggota atau karyawan lebih banyak terjun langsung ke lapangan dan hanya

beberapa orang yang tinggal di kantor untuk membuat dokumen dan menangani

pelanggan dan kebutuhan kantor lainnya. PT. Mitra Kargo Indonesia merupakan

perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman barang ekspor yang disebut

sebagai Freight Forwarding sekaligus EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) dan

dapat juga disebut perantara pengiriman barang antara shipper dan consignee. PT.

Mitara Kargo Indonesia sama halnya dengan perusahaan freight forwarding yang

berisi peralatan elektronik yang lengkap dan segala sesuatu ada seperti kantor –

kantor pada umumnya.

3. Struktur organisasi PT. Mitra Kargo Indonesia

Struktur organisasi PT. Mitra Kargo Indonesia adalah struktur organisasi

line (garis). Struktur tersebut dipandang praktis diantara struktur organisasi

lainnya dan sesuai untuk perusahaan seperti PT. Mitra Kargo Indonesia yang

dilihat tidak terlalu besar.

Dalam hal ini kekuasaan dan tanggung jawab ada di tangan direktur,

sehingga segala perintah dari pimpinan tertinggi mengalir melalui garis lurus

kepada bawahan yang paling bawah. Dengan kata lain bahwa ketegasan perintah

dan pengawasan lebih jelas sehingga mampu meningkatkan kedisiplinan

karyawan.
commit to user

27
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

PT. Mitra Kargo Indonesia menggunakan sistem kekeluargaan dalam

setiap kegiatan, dalam hal ini dirasa lebih baik untuk meningkatkan dan

mendorong kinerja mulai dari atasan sampai bawahan, dengan kontrol yang dapat

dikendalikan langsung dari atasan, jadi setiap kegiatan yang masuk kedalam suatu

sistem dapat diketahui langsung oleh atasan, dan adanya pengendalian juga

perhatian yang tetap fokus dari atasan kepada bawahan. Kinerja seperti ini akan

menjadi sangat transparan dan dapat dilihat serta dievaluasi untuk dijadikan yang

lebih baik. Mengenai bagan struktur organisasi pada PT. Mitra Kargo Indonesia

dapat dilihat sebagai berikut:

DIREKTUR

DOKUMEN MARKETING KEUANGAN OPERASIONAL

KASIR

KURIR

GAMBAR 3.1
STRUKTUR ORGANISASI FREIGHT FORWARDING DAN EMKL
PT. MITRA KARGO INDONESIA
Sumber : PT. Mitra Kargo Indonesia

commit to user

28
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

KETERANGAN GAMBAR DAN TUGASNYA

a. Direktur

Direktur adalah orang yang bertanggung jawab atas maju mundurnya

perusahaan. Tugas dan tanggung jawab direktur selaku pimpinan PT.

Mitra Kargo Indonesia Semarang meliputi:

1) Mengadakan perencanaan kerja

2) Mengadakan pembagian tugas diantara unit-unit perencanaan dan

pelaksanaan perencanaan

3) Mengatur dan mengambil keputusan jalannya perusahaan

b. Divisi Dokumen

Divisi ini mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama tetapi yang

membedakan adalah konsumen-konsumen yang ditangani oleh 3 costumer

service dan 1 orang yang membantu pengerjaan dokumen serta 1 orang

sebagai pemimpin di divisi dokumen ini.

Tugas dari pemimpin divisi ini adalah memimpin serta mempunyai

tanggung jawab yang besar untuk kelancaran dokumen yang dibuat serta

kepuasaan pelanggan atas pelayanan yang diberikan PT. Mitra Kargo

Indonesia.

Customer service disini mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai

berikut:

1) Mengurus semua keperluan dokumen ekspor dan impor

2) Memberi service yang baik kepada customer

3) Menerima order, telepon, faksimile serta menerima saran dan kritik

dari konsumen.
commit to user

29
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

4) Membuat Shipping Instruction (SI)

Shipping Instruction ini dibuat berdasarkan copy SI (jika ada) , invoice

dan packing list dari eksportir dengan nama baru atas nama PT. Mitra

Kargo Indonesia Semarang.

5) Membuat House Bill of Lading

Membuat House B/L atas nama PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang

yang berdasarkan master B/L yang dikeluarkan oleh maskapai

pelayaran.

6) Mengoreksi COO (Certificate Of Origin)

Proses mengoreksi COO yang sudah dibuat bagian operasional

berdasarkan Packing List dan Invoice

c. Divisi Marketing

Bertugas mengendalikan sasaran-sasaran dari program perusahaan.

Berhasil tidaknya program perusahaan tergantung dari kemampuan dalam

memperkenalkan program perusahaan kepada masyarakat luas.

Divisi ini terbagi 2 yaitu:

1) Penjualan

Bertugas mempromosikan, memperkenalkan produk perusahaan dan

mencari order.

2) Pelayanan Pelanggan

Bagian yang mencatat order masuk, menerima tamu, serta

menyampaikan dan mengarsip negosiasi dengan setiap pelanggan.

commit to user

30
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

d. Divisi Keuangan

Bertugas mencatat laporan keuangan setiap hari, mencatat pemasukan,

pengeluaran setiap hari dan bertanggung jawab atas laporan keuangan.

Keuangan disini mempuyai staff yang mengatur keluarnya dan masuknya

uang setiap hari di perusahaan PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang.

e. Divisi Operasional

Bertugas menjalankan kegiatan perusahaan di lapangan, yang terdiri

dari :

1) Bagian PEB ( Pemberitahuan Ekspor Barang)

Bertugas untuk mengeluarkan surat Pemberitahuan Ekspor barang

yang ditujukan kepada Bea dan Cukai, dimana dalam dokumen PEB

tersebut berisi tenatang pajak yang akan dibebankan kepada eksportir

sesuai dengan barang yang diekspor.

2) Bagian COO (Certificate Of Origin)

Bertugas untuk mengisi data COO secara online dan mengambil

COO asli dari IPSKA yang menerbitkannya serta membayar sesuai

klasifikasi COO tersebut dengan menggunakan copy B/L.

a) Bagian muat barang, pengiriman barang

Bertugas mencatat container , memuat barang yang akan dikirim

ke dalam container, dan menangani segala sesuatu yang

berhubungan dengan barang dan melaporkan kepada yang

membuat dokumen.

commit to user

31
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

b) Bagian Trucking

Bertugas mencari truck yang sesuai dengan klasifikasi container

serta muatan container tersebut dan bertanggung jawab penuh atas

pengiriman container mulai dari stuffing sampai di pelabuhan.

3) Kurir

Bertugas membayar sejumlah tagihan di bank, mengambil

dokumen- dokumen seperti LS di Sucofindo, Fumigasi dll.

4. Kinerja PT Mitra kargo Indonesia

PT. Mitra Kargo Indonesia merupakan Gabungan Forwarder dan Logistic

Jasa Penyedia Ekspedisi Indonesia (ALFI) yang dapat digolongkan masih muda,

tetapi PT. Mitra Kargo telah membuktikan kinerjanya yang dapat bersaing dengan

perusahaan penyedia jasa logistic yang lebih besar atau setaranya.

Didalam tubuh PT. Mitra Kargo Indonesia diterapkan sistem kekeluargaan

yang dibangun dari pimpinan tertinggi hingga bagian lapangan telah diterapkan

dan dibiasakan karena sistem kekeluargaan tersebut dapat mendorong dan

memotivasi karyawan dan pimpinan semakin maju dan ulet dalam menjalankan

tugas masing-masing.

Setiap karyawan dalam bagiannya masing-masing sangat memperlihatkan

tanggung jawabnya yang besar kepada pekerjaan masing- masing sehingga tidak

sedikit konsumen yang menjadi pelanggan tetap pada PT. Mitra Kargo Indonesia

yang mempercayakan pengiriman barang ekspornya kepada PT. Mitra Kargo

Indonesia, salah satunya ialah CV. Cahaya Abadi yang masih tetap memberikan
commit to user
kepercayaan kepada PT. Mitra Kargo Indonesia.

32
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang adalah salah satu perusahaan yang

tidak mempunyai kapal sendiri, dengan demikian PT. Mitra Kargo Indonesia

Semarang berhubungan dan menjalin kerjasama dengan perusahaan pelayaran

untuk penggapalan barang yang sudah dipercayakan kepada PT. Mitra Kargo

Indonesia Semarang.

5. VISI DAN MISI PT. Mitra Kargo Indonesia

a. VISI

Visi dari PT. Mitra Kargo adalah menjadi perusahaan logistic terpercaya

yang memiliki layanan terbaik.

b. MISI

PT. Mitra Kargo memiliki beberapa misi yaitu sebagai berikut:

Memberikan pelayanan yang terbaik dalam logistic dengan cara yang sangat

baik yaitu :

1) Mempertahankan prestasi pelanggan dengan kinerja professional.

2) Membangun sikap positif dalam kuallitas handal sumber daya manusia

3) Perlu sinergi dengan para stakeholder.

commit to user

33
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

6. Jam Kerja PT. Mitra Kargo Indonesia

TABEL 3.2
JAM KERJA PT. MITRA KARGO INDONESIA SEMARANG
TAHUN 2012

HARI JAM KERJA JAM ISTIRAHAT

SENIN 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00

SELASA 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00

RABU 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00

KAMIS 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00

JUMAT 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00

SABTU 08.00 - 12.00

Sumber : Data Penulis, 2012

B. Pembahasan

1. Hubungan kerja antara PT.Mitra Kargo Indonesia Semarang dengan

perusahaan trucking (Trailer).

a. Hubungan kerja PT. Mitra Kargo Indonesia dengan Perusahaan Trucking

( UD. Kurnia Transport)

Hubungan kerja ini di mulai dari adanya permintaan dari pihak

eksportir yang meminta kepada pihak PT. Mitra Kargo Indonesia selaku

pihak freight forwarding juga EMKL yang meminta sejumlah trailer untuk

membawa containernya. Setelah itu pihak EMKL PT. Mitra Kargo

menghubungi perusahaan transportasii ( trailer) untuk menyediakan trailer

commit to user

34
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

sesuai kebutuhan eksportir. Biasanya 1 hari sebelum stuffing dilakukan di

gudang eksportir.

EKSPORTIR

1)

EMKL
2) SHIPPING
COMPANY
3)

4) 5)

TRUCKING DEPO
6)

9)

7)

TPKS 8) GUDANG
EKSPORTIR

GAMBAR 3.2

ALUR HUBUNGAN KERJA PT. MITRA KARGO INDONESIA


DENGAN PERUSAHAAN TRUCKING DALAM PROSES EKSPOR

TAHUN 2012

Sumber : Data Penulis, 2012

commit to user

35
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Keterangan Gambar:

1) Eksportir menghubungi pihak PT. Mitra Kargo Indonesia (Freight

Forwarding & EMKL) untuk mengurus pengiriman muatan ekspor

milik eksportir.

2) PT. Mitra Kargo Indonesia ( Freight Forwarding & EMKL)

menghubungi Shipping Company (MCC) secara online untuk

membooking sejumlah container yang dibutuhkan oleh Eksportir.

3) Setelah booking container berhasil, Shipping Company Multicon

(MCC) mengeluarkan DO (Delivery Order) kepada PT. Mitra

Kargo Indonesia untuk mengambil container yang sudah di

booking di depo milik Shipping Company Multicon (MCC).

4) Jika DO sudah diterima, PT. Mitra Kargo Indonesia (Freight

Forwarding & EMKL) menghubungi perusahaan trucking,

memesan sejumlah trailer untuk mengangkut container yang sudah

di booking di Shipping Company Multicon.

5) Shipping Company Multicon (MCC) mengkonfirmasikan ke depo

miliknya untuk mempersiapkan container yang di booking PT.

Mitra Kargo Indonesia ( Freight Forwarding & EMKL).

6) Pihak Trucking ( UD. Kurnia Transport) yang sudah menyanggupi

sejumlah trailer yang dipesan oleh PT. Mitra Kargo Indonesia,

mempersiapkan trailernya menuju Depo milik Shipping Company

Multicon (MCC) untuk mengangkut container kosong (empty).

7) Container kosong yang diangkut trailer tadi dibawa ke gudang

milik eksportir dan pihak PT. Mitra Kargo membuat surat jalan
commit to user
untuk keamanan perjalanan menuju stuffing di gudang eksportir .

36
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

8) Setelah stuffing selesai, trailer membawa kembali container yang

berisi muatan tersebut untuk dibawa ke TPKS atau lebih jelasnya

dibawa ke CY (Container Yard) untuk di fiat muat (Lift Off).

9) Setelah pihak PT. Mitra Kargo Indonesia mendapat kabar bahwa

container akan dibawa ke TPKS maka harus menyelesaikan Job

Order dahulu, sebagai syarat bahwa container akan diletakkan di

CY menunggu fiat muat.

b. Daftar rekan bisnis perusahaan trucking PT. Mitra Kargo Indonesia

TABEL 3.3
DAFTAR MITRA PERUSAHAAN TRUCKING
PT.MITRA KARGO INDONESIA
TAHUN 2012

NO NAMA PERUSAHAAN CONTACT PERSON

TRUCKING

1. PT. Saudara Bp. Joko sebagai mandor

2. UD. Kurnia Transport Bp. Muklis sebagai mandor ,

Bp. Robert dan Bp. Philip

sebagai kurir perusahaan

3. PT. Samudra Perdana Bp. Totok sebagai mandor

4. PT. Bina Sarana Bp. Bagus sebagai mandor

5. PT. Agung Perkasa Jaya Bp. Agus sebagai mandor

6. PT. SUN Bp. Sarjono sebagai mandor

7. UD. Rimo Transport Bp. Hendro sebagai mandor

8. PT. Siba Surya Bp. Sukamto sebagai mandor


commit to user
Sumber : PT. Mitra Kargo Indonesia, 2012

37
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Keterangan Tabel 3.3:

Dari data diatas menunjukkan bahwa dalam melakukan pola

kerja transportasi efektif, PT. Mitra Kargo Indonesia memiliki rekan

bisnis perusahaan trucking lebih dari satu, hal ini dimaksudkan untuk

mengatasi berbagai masalah sebagai berikut:

1) Menggunakan saluran distribusi lebih dari satu dengan tujun

untuk mempersingkat waktu pengangkutan container

2) Antisipasi pihak PT. Mitra Kargo Indonesia apabila sewaktu-

waktu trailer tidak tersedia di gudang milik perusahaan trucking

maka pihak PT. Mitra Kargo Indonesia dapat memesan ke

perusahaan trucking yang lain.

3) Dengan memiliki rekan bisnis perusahaan trucking yang lebih

dari satu perusahaan, PT. Mitra Kargo Indonesia dapat memilih

kualitas dari perusahaan trucking yang terbaik yang dapat

disesuaikan dengan kriteria PT. Mitra Kargo Indonesia.

4) Apabila pengiriman barang dalam jumlah yang banyak, PT.

Mitra Kargo Indonesia dapat menggunakan jasa perusahaan

trucking lebih dari satu agar barang muatan dapat diangkut dalam

sekali pengangkutan.

5) Dengan memiliki hubungan bisnis perusahaan trucking lebih dari

satu, PT. Mitra Kargo Indonesia dapat memilih jasa perusahaan

trucking dengan harga dan kualitas yang terbaik dengan tujuan

untuk menekan biaya operasional perusahaan.

commit to user

38
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

c. Daftar harga persewaan trailer di beberapa perusahaan trucking

Salah satu perbandingan harga persewaan trailer yang

digunakan oleh PT. Mitra Kargo Indonesia ( UD. Kurnia Transport dan

PT. Siba Surya).

TABEL 3.4
HARGA PERSEWAAN TRAILER UD. KURNIA TRANSPORT
TAHUN 2012

NO NAMA KOTA 20’ 40’

1. Kota- kota Rp. 525.000 Rp. 625.000

2. Karang jati - Rp. 850.000

3. Secang Rp. 1.225.000 Rp. 1.275.000

4. Batang Rp. 1.125.000 Rp. 1.175.000

5. Boyolali Rp. 1.335.000 Rp. 1.385.000

6. Magelang Barecore Rp. 1.335.000 Rp. 1.385.000

7. Magelang Blockboard Rp. 1.400.000 Rp. 1.450.000

8. Temanggung Rp. 1.300.000 Rp. 1.350.000

9. Pekalongan Rp. 1.350.000 Rp. 1.400.000

10. Tegal Asaputex Rp. 1.515.000 Rp. 1.565.000

11. Parakan Barecore Rp. 1.325.000 Rp. 1.375.000

12. Parakan Blockboard Rp. 1.400.000 Rp. 1.450.000

13. Banjarnegara - Rp. 3.180.000

14. Purbalingga Rp. 2.500.000 Rp. 2.550.000

15. Yogyakarta (berat) Rp. 1.630.000 Rp. 1.680.000

commit to user

39
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

TABEL LANJUTAN 3.4

HARGA PERSEWAAN TRAILER UD. KURNIA TRANSPORT

16. Gombong Rp. 2.000.000 Rp. 2.100.000

17. Cilacap - Rp. 3.200.000

18. Majenang - Rp. 3.400.000

19. Boja - Rp. 765.000

Sumber : UD. Kurnia Transport, 2012

TABEL 3.5
HARGA PERSEWAAN TRAILER PT. SIBA SURYA

1. Batang Rp.1.200.000,00 Rp.1.300.000,00

2. Bawen Rp. 750.000,00 Rp. 800.000,00

3. Blora Rp.1.800.000,00 Rp.1.850.000,00

4. Boja Rp. 700.000,00 Rp. 750.000,00

5. Boyolali Rp.1.300.000,00 Rp.1.400.000,00

6. Bumiayu Rp.2.500.000,00 Rp.2.700.000,00

7. Cilacap Rp.3.350.000,00 Rp.3.500.000,00

8. Cirebon Rp.3.000.000,00 Rp.3.150.000,00

9. Jepara Rp.1.150.000,00 Rp.1.250.000,00

10. Karangjati Rp. 700.000,00 Rp. 750.000,00

11. Kendal/Cipiring Rp. 675.000,00 Rp. 750.000,00

12. Klaten Rp.1.750.000,00 Rp.1.850.000,00

13. Kudus Rp. 850.000,00 Rp. 950.000,00

14. Kutoarjo Rp.1.950.000,00 Rp.2.050.000,00

15. Mantingan commit to user


Rp.2.050.000,00 Rp.2.200.000,00

40
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

TABEL LANJUTAN 3.5

HARGA PERSEWAAN TRAILER PT. SIBA SURYA

16. Temanggung/Parakan Rp.1.300.000,00 Rp.1.400.000,00

17. Muntilan Rp.1.500.000,00 Rp.1.650.000,00

18. Palur/Karanganyar Rp.1.750.000,00 Rp.1850.000,00

19. Pati Rp.1.100.000,00 Rp.1.150.000,00

20. Pekalongan Rp.1.300.000,00 Rp.1.400.000,00

21. Purwokerto Rp.3.000.000,00 Rp.3.150.000,00

22. Purworejo Rp.1.800.000,00 Rp.1.900.000,00

23. Rembang Rp.1.250.000,00 Rp.1.300.000,00

24. Semarang Rp. 450.000,00 Rp. 550.000,00

25. Salatiga Rp.1.100.000,00 Rp.1.150.000,00

26. Solo/Kartosuro Rp.1.550.000,00 Rp.1.650.000,00

27. Sragen Rp.1.900.000,00 Rp.2.000.000,00

28. Tegal Rp.2.000.000,00 Rp.2.150.000,00

29. Ungaran Rp. 600.000,00 Rp. 650.000,00

30. Wonogiri Rp.1.850.000,00 Rp.2.000.000,00

31. Wonosari Rp.1.900.000,00 Rp.2.200.000,00

32. Yogya Rp.1.800.000,00 Rp.1.850.000,00

33. Tengaran Rp.1.200.000,00 Rp.1.300.000,00

34. Tanjung jati Rp.1.200.000,00 Rp.1.300.000,00

Sumber : PT.Siba Surya, 2012

Berdasarkan analisa kedua tabel di atas dapat dilihat

perbedaaan perhitungan harga


commit yang ditetapkan antara UD.Kurnia
to user
Transport dengan PT. Siba Surya, misalkan untuk rit dari Semarang

41
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

menuju Yogyakarta, untuk UD. Kurnia Transport mematok harga

sebesar Rp. 1.630.000,00 untuk muatan kontainer 20’ , Rp.1.680.000,00

untuk muatan container 40’ dan PT. Siba Surya sebesar Rp.

1.800.000,00 untuk container 20’ Rp. 1.850.000,00 untuk kontainer 40’.

Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan dari perusahaan-perusahaan trucking

itu sendiri dan dari kemampuan perusahaan mengatur pengeluaran untuk

biaya operasional per trailer yang dimilikinya. Kemampuan perusahaan

trucking dalam mengatur biaya operasional dapat dipengaruhi oleh

beberapa faktor yaitu:

1) Silinder, piston dan CC mesin trailer

Ini dimaksudkan bahwa silinder yang dipakai sebuah mesin

trailer umumya 8, ini sudah termasuk yang paling besar dan

mengakibatkan CC dari mesin itu +/- 4000cc, silinder dan cc yang

terlalu besar itu menghasilkan kecepatan yang cukup besar pada

trailer. UD.Kurnia biasanya menggunakan 6 dan 8 silinder dan itu

mengakibatkan cc yang dihasilkan dari tarikan piston itu sendiri

lebih rendah daripada PT.Siba Surya yang biasanya menggunakan

silinder yang besar yaitu 8 dan cc yang dhasilkan besar +/- 4000 cc

dan mengakibatkan laju kecepatan dari trailer itu sendiri berbeda.

2) Bahan Bakar

Bahan bakar yang digunakan sangat menentukan tarif yang

ditawarkan oleh pihak pengusaha trucking. Bahan bakar yang

digunakan dipengaruhi oleh muatan yang dibawa oleh trailer, jalan

maupun medan yang dilewati trailer juga besarnya silinder dan


commit to user
piston yang ada pada trailer tersebut. Semua itu sangat

42
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

menentukkan besarnya bahan bakar yang dikeluarkan oleh

UD.Kurnia Transport dengan PT. Siba Surya.

3) Ongkos Sopir

Tiap perusahaan trucking memiliki kebijakan sendiri-

sendiri terhadap karyawan (sopir) yang bekerja di perusahaannya.

Jika berdasarkan tarif perbandingan antara PT.Siba Surya dengan

UD.Kurnia Transport dapat ditarik kesimpulan bahwa ongkos

maupun upah yang akan diterima tiap sopir pada kedua perusahaan

trucking tersebut berbeda.

d. PT. Mitra Kargo Indonesia mempunyai klasifikasi tertentu dalam

memilih perusahaan trucking yaitu sebagai berikut:

1) Kemampuan trucking mengangkut container harus memenuhi

klasifikasi sebagai berikut:

a) Trailer berkapasitas maksimal 18 ton

Trailer ini digunakan untuk mengangkut container berukuran

20’ yang berfungsi untuk mengangkut container dengan

muatan yang ringan, berat dari container kosong adalah 3 ton.

Misalkan: furniture dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.

b) Trailer berkapasitas maksimal 23 ton

Trailer ini mengangkut container berukuran 40’ mengangkut

muatan standar yaitu muatan yang tidak terlalu banyak dan

tidak terlalu sedikit,berat dari container kosong adalah 5 ton.


commit to user
Misalkan: muatan kayu barecore, blockboard.

43
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

c) Trailer berkapasitas maksimal 30 ton

Trailer ini mengangkut container berukuran 45’ yang

berfungsi untuk mengangkut container yang berisi muatan

berat. Misalkan: muatan mesin dan alat-alat berat

2) Jarak tempuh

Jarak tempuh adalah jarak yang ditempuh oleh trailer dari

garasi perusahaan trucking ke gudang eksportir ( stuffing). Jarak

antara PT. Mitra Kargo yang berada di Semarang menjadi acuan

berapa tarif yang harus dikeluarkan untuk 1 (satu) rit, dihitung

berdasarkan per kilometernya.

Misalnya: Jarak tempuh antara PT.Mitra Kargo Indonesia yang

berada di Semarang dan gudang eksportir berada di Solo.

3) Harga sewa tiap perusahaan trucking

Harga yang ditawarkan bervariasi tiap perusahaan trucking, hal

ini terjadi karena kebijakan dari perusahaan trucking itu sendiri

serta kesepakatan diawal antara pihak PT. Mitra Kargo Indonesia

dengan perusahaan trucking.

e. Keuntungan dan Kerugian bekerjasama dengan perusahaan trucking

1) Keuntungan bekerjasama dengan perusahaan trucking

a) PT. Mitra Kargo Indonesia terbantu dengan adanya trucking

karena mempermudah dalam kegiatan ekspor

commit to user

44
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

b) PT. Mitra Kargo Indonesia terbantu dengan masalah waktu

karena perusahaan trucking yang dipilih mempunyai kualitas

dan kuantitas yang baik sehingga lebih mengutamakan

kepuasan customer.

2) Kerugian bekerjasama dengan perusahaan trucking

a) Kurangnya sistem manajemen transportasi (perusahaan

trucking menyusun daftar pengiriman barang sesuai dengan

rute yang terdekat terlebih dahulu untuk stuffing baru

kembali lagi ke garasi dan stuffing di jalur yang lebih jauh)

yang menyebabkan keterlambatan proses stuffing.

b) Biaya yang dikeluarkan oleh PT. Mitra Kargo Indonesia

akan membengkak bila terjadi proses full booking dimana

harus mengganti perusahan trucking meski harga yang

ditawarkan mahal.

2. Hambatan - hambatan yang dihadapi PT. Mitra Kargo Indonesia sebagai

perusahaan Freight Forwarding sekaligus EMKL dalam penanganan

mekanisme kerja alat dan angkutan trailer pada perusahaan trucking.

a. Full booking

yaitu kendala yang sering dihadapi oleh PT.Mitra Kargo Indonesia pada

saat memesan trailer sesuai permintaan order eksportir kepada perusahaan

trucking, yang ternyata trailer yang akan dipesan sudah di booking oleh

perusahaan Freight Forwarding lainnya.

commit to user

45
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Hal ini menyebabkan :

1) PT. Mitra Kargo Indonesia menghadapi kendala dalam masalah waktu,

karena harus menyesuaikan dengan jadwal stuffing di gudang eksportir

sedangkan belum memperoleh trailer untuk mengangkut container, jika

PT. Mitra Kargo Indonesia tidak bisa mendapatkan trailer pada saat

order yang diberikan eksportir akan menyebabkan waktu dari stuffing

lama.

2) PT. Mitra Kargo Indonesia terkendala dengan jadwal fiat muat container

/ release container di pelabuhan dikarenakan belum didapatkannya

trailer untuk mengangkut container yang akan stuffing pada jadwal

yang sudah ditentukan , maka untuk proses fiat muat container akan

sedikit terganggu karena jadwal keberangkatan kapal tidak bisa di

undur.

3) PT. Mitra Kargo Indonesia harus mengupayakan trailer pengganti dari

perusahaan trucking lainnya untuk memenuhi jadwal stuffing pada

gudang eksportir yang sudah dijadwalkan semula.

b. Keterlambatan trailer pada waktu melakukan stuffing

Keterlambatan trailer disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1) Faktor kemacetan

Kemacetan lalu lintas sering terjadi pada saat trailer akan menuju

daerah stuffing, hal ini menyebabkan waktu tempuh perkilometernya

semakin besar. Kemacetan yang terjadi disebabkan oleh ruas-ruas jalan


commit to user
yang sudah tidak mampu menampung luapan arus kendaraan yang

46
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

datang serta luasan dari jalan tersebut tidak seimbang dengan jumlah

kendaraan yang melintas.

2) Faktor Supir

Supir yang sering malas dalam bekerja membuat jadwal stuffing

pada PT. Mitra Kargo Indonesia terganggu, karena berpengaruh

terhadap waktu perjalanan yang semakin lama dan staff dari PT. Mitra

Kargo Indonesia harus selalu tegas dengan para sopir yang akan

mengangkat container nya.

c. Kerusakan Trailer

Kerusakan trailer disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1) Jarak yang terlalu jauh menyebabkan mesin menjadi panas dan itu

membutuhkan waktu untuk mendinginkan mesin agar mampu

melanjutkan perjalanan kembali.

2) Ban trailer mengalami kebocoran, sopir membutuhkan tambahan

waktu untuk mengganti ban dengan ban yang baru.

3) Kecelakaan yang terjadi dikarenakan sopit trailer tidak

mengemudikan trailer dengan baik , jika kerusakan ringan masih bisa

ditangani sendiri namun apabila kerusakan sudah parah bisa

memanggil mekanik dalam perusahaan trucking yang telah tersedia.

commit to user

47
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pembahasan tentang “ Hubungan kerja antara Freight

Forwarding dengan perusahaan trucking (Trailer) (Studi kasus PT. Mitra Kargo

Indonesia Semarang), maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Hubungan kerjasama antara PT. Mitra Kargo Indonesia dengan perusahaan

Trucking dimulai dari adanya permintaan eksportir untuk mengirim barang ke luar

negeri (ekspor). Dan atas dasar tersebut PT. Mitra Kargo Indonesia menjalin

kerjasama dengan beberapa perusahaan trucking dikarenakan pihak PT. Mitra

Kargo Indonesia tidak/belum memiliki trailer sendiri untuk membantu kinerja

dalam melakukan proses pelaksanaan ekspor. Hal ini diwujudkan dengan PT.

Mitra Kargo Indonesia dengan memilih perusahaan trucking yang memiliki

kualitas dan kuantitas yang baik untuk meminimalisasi adanya Force Majeur

dalam pelaksanaan proses ekspor yang dilakukan PT. Mitra Kargo serta kepuasan

eksportir/customer selaku pemilik barang yang akan di ekspor.

2. Hambatan - hambatan yang dihadapi PT. Mitra Kargo Indonesia sebagai

perusahaan Freight Forwarding sekaligus EMKL dalam penanganan mekanisme

kerja alat dan angkutan trailer pada perusahaan trucking adalah full booking,

kerusakan trailer dan keterlambatan trailer. Hal ini dipicu oleh adanya miss

communication antara pihak PT. Miitra Kargo dan perusahaan trucking dalam

masalah pemesanan yang tidak terjadwal dan hanya mengandalkan permintaan

eksportir/customer dalam menggunakan jasa PT. Mitra Kargo Indonesia.

commit to user

48
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

B. SARAN

Setelah melakukan penelitian dan mengambil kesimpulan, penulis memberikan

saran-saran yang mungkin bisa berguna bagi dan bermanfaat bagi PT. Mitra Kargo

Indonesia, antara lain:

1. Penulis menyarankan kepada PT. Mitra Kargo Indonesia untuk membuat kontrak

kerja dengan salah satu perusahaan trucking selama 1 bulan untuk menyediakan

kebutuhan trailer agar proses pelaksanaan ekspor dapat berjalan lancar dan

mengantisipasi adanya permintaan jasa ekspor sewaktu-waktu oleh eksportir yang

tidak selalu terjadwal selama kurun waktu satu bulan.

2. Penulis menyarankan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan pihak trucking

baru agar dapat mempunyai referensi harga penyewaan trailer dan mengantisipasi

adanya kekosongan trailer di perusahaan trucking yang sudah sering digunakan.

Pihak PT. Mitra Kargo Indonesia. Karena hal ini sangat mempengaruhi kepuasaan

customer/ eksportir menggunakan jasa PT. Mitra Kargo Indonesia dalam

pengiriman barang ekspor.

commit to user

49