Anda di halaman 1dari 1431

01

FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria usia 18 tahun dibawa oleh keluarga ke UGD dengan keluhan demam sejak
kemarin. Selain itu, keluarga mengeluhkan jika pasien juga mengalami gusi berdarah dan
memar-memar pada tubuh. Pasien mengeluhkan jika saat ini kepala terasa pusing dan
badan terasa lemas. Dari pemriksaan fisik pasien tampak pucat, tensi 110/70 mmHg, suhu
38,7oC, nadi 98x/menit, RR 20x/menit, konjungtiva anemis, hematom (+). Dari pemeriksaan
darah lengkap didapatkan Hb 6,9 g/dl, leukosit 2000/ʯl, trombosit 35.000/ʯl. Pemeriksaan
gold standar untuk diagnosis pada kasus tersebut adalah...
A. Hapusan darah tepi
B. Biopsi sumsum tulang
C. Tes faal koagulasi
D. Indeks eritrosit
E. Perl’s stain

© FDI2019
B. Biopsi sumsum tulang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan: demam, gusi berdarah, memar-memar, pusing
dan badan terasa lemas.
• PF: tampak pucat, konjungtiva anemis, hematom (+).
• Pemeriksaan penunjang: Hb 6,9 g/dl, leukosit 2000/ʯl,
trombosit 35.000/ʯl.

Pemeriksaan gold standar untuk diagnosis pada kasus


tersebut adalah...

© FDI2019
Anemia Aplastik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: Merupakan kegagalan hemopoiesis yang ditandai oleh


pansitopenia

Gejala klinis
Muncul akibat dari pansitopenia yaitu:
Anemia: pucat, fatig, dispnea, pusing dan jantung berdebar-debar.
Trombositopenia: manifestasi perdarahan seperti memar maupun
perdarahan mukosa.
Neutropenia: rentan terhadap infeksi suehingga muncul geja;a
seperti demam.

Pemeriksaan fisik: pucat, manifestasi perdarahan, demam

© FDI2019
Pemeriksaan penunjang:
Darah lengkap: pansitopenia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hapusan darah tepi: normokromik normositer


Faal hemostasis: waktu perdarahan memanjang
Gold standar: biopsi sumsum tulang

Tatalaksana
Terapi definitif : transplantasi sumsum tulang
Terapi konservatif : immunosupresif
Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Hapusan darah tepi  hanya mengetahui gambaran


sel darah tepi
C. Tes faal koagulasi hanya mengetahui fungsi
pembekuan darah
D. Indeks eritrosit  hanya mengetahui ukuran dan isi
hemoglobin eritrosit
E. Perl’s stain pengecatan besi sumsum tulang

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi Pemeriksaan gold standar untuk


diagnosis pada kasus tersebut adalah...
B. Biopsi sumsum tulang

© FDI2019
02
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan badan lemah dan
mudah lelah sejak kurang lebih 1 bulan yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluhkan
akhir-akhir ini mudah mengantuk. Pasien menyatakan tidak pernah mengalami keluhan
seperti ini sebelumnya. Dari anamnesis diketahui bahawa pasien sering BAB disertai darah
segar yang menetes sejak 7 bulan lalu, tetapi tidak pernah diobati. Saat dilakukan
pemeriksaan fisik pasien tampak pucat, tensi 110/80 mmHg, nadi 93x/menit, suhu 36,7oC,
RR 19x/menit. Didapatkan adanya konjungtiva anemis, koilonychia dan atrofi papil lidah.
Tidak didapatkan splenomegali. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan hasil Hb 9 g/dl,
MCV 70 fl, MCHC 28%. Terapi oral pilihan pertama pada kasus diatas adalah...
A. Asam Folat
B. Ferrous gluconate
C. Ferrous fumarat
D. Ferrous succinate
E. Ferrous sulphat

© FDI2019
E. Ferrous sulphat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan: badan lemah, mudah lelah dan mudah
mengantuk.
• Riwayat sering BAB disertai darah segar yang menetes
sejak 7 bulan lalu.
• PF: tampak pucat, konjungtiva anemis, koilonychia dan
atrofi papil lidah
• Pemeriksaan penunjang: Hb 9 g/dl, MCV 70 fl, MCHC
28%.
Terapi oral pilihan pertama pada kasus diatas adalah...

© FDI2019
Anemia Defisiensi Besi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi:
1. Intake rendah (makanan rendah zat besi)
2. Gangguan absorbsi (gastrektomi, kolitis kronik)
3. Kebutuhan meningkat (masa pertumbuhan, ibu hamil)
4. Kehilangan besi (perdarahan kronis: hemoroid,tukak peptik,infeksi
cacing tambang dan lain sebagainya)
Gejala Klinis
• Umum: lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang,
konjungtiva anemis.
• Khas defisiensi besi: koilonychia (spoon nail), atrofi papil lidah,
stomatitis angularis (cheilosis), disfagia, atrofi mukosa gaster, pica.

© FDI2019
Pemeriksaan Penunjang
• Darah lengkap: hemoglobin, MCV, MCH, MCHC dan hematokrit menurun.
• Hapusan darah tepi: hipokromik mikrositer, anisositosis, poikilositosis, ring
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

cell, pencil cell atau cigar cell


• Pemeriksaan khusus: Serum Iron dan ferittin menurun, TIBC meningkat.

Tatalaksana
1. Terapi besi oral: efektif, murah, aman. Preparat pilihan utama yang
tersedia adalah ferrous sulphat karena efektif dan paling murah.
2. Terapi besi parenteral: lebih efektif, tetapi resiko lebih besar dan mahal.
3. Transfusi PRC: hanya jika terdapat indikasi (penyakit jantung anemik,
gejala yang sangat parah, preoperasi, hamil trimester akhir).

Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit
Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Asam Folat: terapi pada anemia defisiensi asam folat.


B. Ferrous gluconate
C.Ferrous fumarat Harga lebih mahal dari ferrous sulphat
D.Ferrous succinate

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi terapi oral pilihan pertama pada kasus


diatas adalah...
E. Ferrous sulphat

© FDI2019
03
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 45 tahun datang dengan keluhan muncul bintik-bintik hampir pada
seluruh tubuh sejak kemarin. Selain itu pasien mengeluh jika gusi berdarah. Ia mengaku
sejak 6 hari yang lalu mengalami demam tinggi yang tidak membaik dengan obat
warung. Saat diperiksa pasien tampak lemah, dengan tensi 100/60 mmHg, nadi 98x/menit,
RR 20x/menit, suhu 38,4oC, tampak ptekiae luas dan didapatkan adanya purpura fulminan.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 11,2 g/dl, leukosit 22.000/ ʯl , trombosit 60.000/
ʯl, fibrinogen 0,8 g/L, protombin time 5 detik, dan didapatkan adanya peningkatan D
dimer, coomb test (-). Diagnosis pada pasien diatas adalah...
A. ITP
B. DIC
C. Hemofilia
D. Von willebrand’s disease
E. Sepsis

© FDI2019
B. DIC
Keyword:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: muncul bintik-bintik merah hampir pada seluruh


tubuh dan gusi berdarah.
• Sejak 6 hari yang lalu mengalami demam tinggi.
• PF: Suhu 38,4oC, ptekiae luas dan didapatkan adanya
purpura fulminan.
• Pemeriksaan penunjang: trombosit 60.000/ ʯl, fibrinogen
0,8 g/L, protombin time 5 detik, dan didapatkan adanya
peningkatan D dimer.

Diagnosis pada pasien diatas adalah...

© FDI2019
DIC
Definisi : suatu sindroma yang didapat, ditandai oleh aktivasi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

koagulasi intravaskule secara luas.


Etiologi: infeksi, keganasan, malformasi pembuluh darah (seperti
giant hemnagioma,trauma berat, luka bakar, reaksi alergi
berat, syok dan lain sebagainya).
Gejala klinis:
Manifestasi perdarahan (perdarahan kulit dan mukosa yang
luas)
Trombosis: purpura fulminan, akrosianosis perifer, perubahan
pregangrenous pada jari, genital, dan jantung.
Manifestasi disfungsi organ: tergantung organ yang terkena
sperti ikterus, gangguan irama jantung, ARDS dan lain
sebagainya.

© FDI2019
Laboratorium:
Hitung trombosit (penurunan trombosit secara
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

kontinyu),peningkatan D-dimer, faal koagulasi (PT dan


aPTT memanjang), fibrinogen rendah hanya pada DIC
berat.

Diagnosis:
Salah satu cara untuk mendiagnosis DIC dapat dilakukan
dengan menggunakan sistem skor. Jumlah skor 5 atau
lebih sesuai diagnosis DIC overt. Terdapat korelasi kuat
antara kenaikan skor dan mortalitas.

© FDI2019
Sistem skor diagnosis DIC
Hasil pemeriksaan tes koagulasi Skor
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

(0,1,2)
Hitung trombsit >100.000/ʯl 0
50.000-100.000/ʯl 1
<50.000/ʯl 2
D-dimer Tidak ada kenaikan 0
Kenaikan sedang 1
Kenaikan berat 2
Perpanjangan waktu protombin <3 detik 0
(dalam detik diatas batas atas 3-6 detik 1
normal) >6 detik 2
Kadar fibrinogen >1.0 g/L 0
<1.0 g/L 1

Total skor=
Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.
© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. ITP comb test (+)


C. Hemofilia herediter, jumlah trombosit normal, clotting
time dan aPTT memanjang, PT dan bleedig time normal
D. Von willebrand’s disease herediter, jumlah trombosit
normal, aPTT memanjang, tes rsitosetin terganggu.
E. Sepsis diagnosis berdasarkan qSOFA

© FDI2019
Jadi diagnosis pada pasien diatas
adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. DIC

© FDI2019
04
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pasien dicurigai 45 tahun telah menjalani operasi gastrektomi 1 tahun yang lalu,
saat ini pasien sering mengeluh mudah lelah. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva
anemis. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk mengetahui penyebab
penyakit tersebut adalah...
A. Darah lengkap
B. Hapusan darah tepi
C. Coomb test
D. Uji schilling
E. Hb elektroforesis

© FDI2019
D. Uji schilling
Keyword:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: mudah lelah


• Riwayat gastrektomi 1 tahun yang lalu
• PF: konjungtiva anemis

Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk mengetahui


penyebab penyakit tersebut adalah...

© FDI2019
Anemia defisiensi vitamin B12
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi: metabolisme vitamin B12 yang tidak efektif.


Hal tersebut dapat disebabkan oleh:
1. Kurangnya pasoakn vitamin B12 dari makanan
2. Gangguan transport vitamin B12 atau gangguan pengikatan
vitamin B12 oleh resptornya (defisiensi enzim)
• Defisiensi faktor intrinsi (gastrektomi)
• Reseksi dan bypass ileum
• Persaingan biologi absorpsi vitamin B12 pada infeksi
Diphyllobothrium latum (cacing pita ikan), pada divertikulosis,
anastomosis usus
• Pankreatitis kronis

© FDI2019
Gejala Klinis
Gejala umum anemia: lemas, lesu, mudah lelah, pucat, takikardi, dispneu,
takipneu, konsentrasi menurun, pingsan, telinga berdenging.
Gejala akibat defisiensi vitamin B12: neuropati perifer, gangguan kognitif,
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

gangguan memori, gangguan tidur, depresi

Laboratorium:
Darah lengkap (Hb rendah, MCV >100 fl), hapusan darah tepi (anemia
makrositer). Diagnosis anemia megaloblastik hipovitaminosis vitamin B12
dilakukan dengan uji schilling atau mengukur kadar vitamin B12 serum sebelum
dan setelah pemberian vitamin B12.

Penatalaksanaan
Terapi disesuaikan dengan etiologi, keparahan serta gejala anemia. Pada
anemia dengan gejala yang sangat parah atau Hb yang sangat rendah dapat
dilakukan transfusi PRC.
Karena defisiensi vitamin B12 maka pasien diberi injeksi intramuscular vitamin B12
(100-1000 mcg perbulan), berlangsung terus-menerus, dapat diberikan.

Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Darah lengkap  hanya mengetahu anemia, kurang


spesifik
B. Hapusan darah tepi  hanya mengetahu morfologi,
kurang spesifik
C. Coomb test  untuk tes immunohematologi
E. Hb elektroforesis  diagnosis thalasemia

© FDI2019
Jadi pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk
mengetahui penyebab penyakit tersebut adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

D. Uji schilling

© FDI2019
05
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pasien poli penyakit dalam yang rutin kontrol karena penyakit rheumatoid arthritis
yang dideritanya datang dengan keluhan mudah lelah akhir-akhir ini. Pasien mengaku
tidak terdapat perubahan pola aktivitas kesehariannya. Pasien 1 tahun terakhir diketahui
menerapkan pola makan vegetarian. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak sedikit pucat,
konjungtiva anemis, hepatosplenpmegali (-). Dari pemeriksaan penunjang didapatkan Hb
9,2 g/dl, leukosit 8000/ ʯl, trombosit 210/ ʯl, MCV 68 fl, MCHC 27 g/dL, serum iron dan TIBC
menurun, ferittin meningkat,pearl’s stain positif. Diagnosis pada pasien ini adalah...
A. Anemia pernisiosa
B. Anemia akibat penyakit kronis
C. Anemia defisiensi besi
D. Thalasemia
E. Anemia aplastik

© FDI2019
B. Anemia akibat penyakit kronis
Keyword:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: mudah lelah


• Rutin kontrol karena penyakit rheumatoid arthritis
• PF: tampak sedikit pucat, konjungtiva anemis,
hepatosplenpmegali (-)
• Pemeriksaan penunjang: Hb 9,2 g/dl, MCV 68 fl, MCHC 27
g/dL, serum iron dan TIBC menurun, ferittin meningkat,pearl’s
stain positif.

Diagnosis pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Anemia akibat penyakit kronis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi: Infeksi kronis, Inflamasi kronis, keganasan


Gejala klinis:
Umumnya anemia derajat ringan sedang sehingga sering asimptomatik. Pada
pemeriksaan fisik hanya dijumpai konjungtiva pucat.
Laboratorium:
Didapatkan hasil berupa anemia normokromik normositer atau hipokromik
mikrositer, serum iron turun, TIBC turun, feritin normal atau meningkat, pearl’s stain
positif.
Tatalaksana
• Mengobati penyakit dasar.
• Transfusi PRC jika terjadi gangguan hemodinamik.
• Eritropoetin bermanfaat jika anemia disebabkan oleh kanker, gagal ginjal,
multiple mieloma, rheumatoid arthritis dan HIV.

Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Anemia pernisiosa anemia megaloblastik


C. Anemia defisiensi besi TIBC meningkat, ferittin turun,
pearl’s stain negatif
D. Thalasemia anemia hemolitik, serum iron dan feritin
normal
E. Anemia aplastik pansitopenia

© FDI2019
Jadi diagnosis pada pasien ini adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. Anemia akibat penyakit kronis

© FDI2019
06
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria usia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sering sakit kepala. Selain
itu, pasien juga sering merasa mudah lelah, badan nyeri, gatal-gatal dan tangan serta
kaki terasa panas. Untuk riwayat penyakit sebelumnya, pasien mengatakan hanya
memiliki riwayat sakit lambung dan tekanan darah tinggi tetapi tidak berobat teratur. Di
pemeriksaan fisik didapatkan tensi 160/100, nadi 87x/menit, RR 22x/menit, suhu 36,8 oC,
hepatosplenomegali (+). Dari pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 19 g/dl, MCV 94 fl,
MCHC 35 g/dl, Hct 51%, eritrosit 8 juta/ml, leukosit 16.000/ʯl, trombosit 600.000/ʯl. Hasil
histopatologi sumsum tulang tampak megakariosit abormal dan sedikit fibrosis. Terapi awal
pada penyakit yang diderita pasien tersebut adalah...
A. Transfusi PRC
B. Pemberian hydroxiurea
C. Apharesis
D. Flebotomi
E. Pemberian cairan kristaloid

© FDI2019
D. Flebotomi
Keyword:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: sering sakit kepala, mudah lelah, badan nyeri, gatal-


gatal dan tangan serta kaki terasa panas.
• Riwayat sakit lambung dan tekanan darah tinggi.
• PF: tensi 160/100, hepatosplenomegali (+).
• Pemeriksaan penunjang: Hb 19 g/dl, Hct 51%, eritrosit 8 juta/ml,
leukosit 16.000/ʯl, trombosit 600.000/ʯl. Hasil histopatologi
sumsum tulang tampak megakariosit abormal dan sedikit fibrosis.

Terapi awal pada penyakit yang diderita pasien tersebut


adalah...
© FDI2019
Polisitemia vera
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi:
Tidak diketahui. Menurut salah satu penelitian sitogenetik
menunjukkan adanya kariotipe abnormal di sel induk
hemopoesis.
Gejala klinis:
Biasanya sakit kepala, telinga berdenging, mudah lelah,
gangguan daya ingat, susah bernapas, darah tinggi,
gangguan penglihatan, rasa panas pada tangan dan
kaki, pruritus, perdarahan dari hidung, lambung atau sakit
tulang, hepatomegali, splenomegali.
© FDI2019
Pemeriksaan penunjang:
Laboratorium: peningkatan jumlah sel eritrosit, granulosit
meningkat, trombosit meningkat (450-800 ribu/ml bahkan bisa >1
juta/ ml).
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pemeriksaan sumsum tulang: sitologi menunjukkan peningkatan


selularitas normoblastik berupa hiperplasi trilinier dari
ertirosit,megakariosit dan mielosit. Histoptologi menunjukkan
morfologi megakariosit abnormal dan sedikit fibrosis (tanda
patognomonik PV).

Tatalaksana
- Flebotomi untuk mempertahankan hematokrit <42%(wanita) dan
<47% (pria). Dilakukan pada awal permulaan penyakit.
- Kemoterapi sitostatika seperti hidroksiurea
- Kemoterapi biologi
-Aspirin untuk mencegah trombus
Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Transfusi PRC  untuk mengatasi anemia berat


B. Pemberian hydroxiurea kemoterapi sitostatik, bukan
terapi awal
C. Apharesis hanya mengambil 1 komponen darah
E. Pemberian cairan kristaloid  mengisi cairan
intravaskular pada keadaan hipovolemia

© FDI2019
Jadi terapi awal pada penyakit yang
diderita pasien tersebut adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

D. Flebotomi

© FDI2019
07
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 17 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan mudah
lelah dan sering mengantuk di kelas meskipun telah istirahat cukup. Pasien megatakan
tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Di keluarga juga tidak ada yang
mengalami keluhan serupa. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tensi 100/70 mmHg, nadi
97x/menit, suhu 36,5oC, RR 18x/menit, konjungtiva anemis (+), atrofi papil lidah (+),ikterus (-
), Splenomegali (-). Setelah dilakukan pemeriksaan darah lengkap didapatkan hasil Hb 6,8
g/dl, MCV 67 fl, MCHC 26%. Pemeriksaan khusus untuk diagnosis kasus diatas adalah...
A. Hapusan darah tepi
B. Serum iron, TIBC, ferittin
C. Hb elektroforesis
D. Tes Schiling
E. Coomb test

© FDI2019
B. Serum iron, TIBC, ferittin
Keyword:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: mudah lelah dan sering mengantuk.


• PF: konjungtiva anemis (+), atrofi papil lidah (+),ikterus (-),
Splenomegali (-).
• Pemeriksaan penunjang: Hb 6,8 g/dl, MCV 67 fl, MCHC 26%.

Pemeriksaan khusus untuk diagnosis kasus diatas adalah...

© FDI2019
Anemia Defisiensi Besi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi:
1. Intake rendah (makanan rendah zat besi)
2. Gangguan absorbsi (gastrektomi, kolitis kronik)
3. Kebutuhan meningkat (masa pertumbuhan, ibu hamil)
4. Kehilangan besi (perdarahan kronis: hemoroid,tukak peptik,infeksi
cacing tambang dan lain sebagainya)
Gejala Klinis
• Umum: lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang,
konjungtiva anemis.
• Khas defisiensi besi: koilonychia (spoon nail), atrofi papil lidah,
stomatitis angularis (cheilosis), disfagia, atrofi mukosa gaster, pica.

© FDI2019
Pemeriksaan Penunjang
• Darah lengkap: hemoglobin, MCV, MCH, MCHC dan hematokrit menurun.
• Hapusan darah tepi: hipokromik mikrositer, anisositosis, poikilositosis, ring
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

cell, pencil cell atau cigar cell


• Pemeriksaan khusus: Serum Iron dan ferittin menurun, TIBC meningkat.

Tatalaksana
1. Terapi besi oral: efektif, murah, aman. Preparat pilihan utama yang
tersedia adalah ferrous sulphat karena efektif dan paling murah.
2. Terapi besi parenteral: lebih efektif, tetapi resiko lebih besar dan mahal.
3. Transfusi PRC: hanya jika terdapat indikasi (penyakit jantung anemik,
gejala yang sangat parah, preoperasi, hamil trimester akhir).

Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit
Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Hapusan darah tepi  Tidak spesifik


C. Hb elektroforesis  Thalasemia
D. Tes Schiling  defisiensi vitamin B12
E. Coomb test  tes immunohematologi

© FDI2019
Jadi Pemeriksaan khusus untuk diagnosis
kasus diatas adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. Serum iron, TIBC, ferittin

© FDI2019
08
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pasien wanita usia 25 tahun datang dengan keluhan mimisan. Selain itu pasien juga
mengeluhkan adanya pusing, badan terasa lemas, gusi sering berdarah dan sering
mengalami demam sejak beberapa bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik pasien
tampak pucat, tampak epitaksis, tensi 110/70 mmHg, RR 18x/menit, suhu 37,9oC, nadi
88x/menit. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7,3 g/dl, leukosit 3000/ ʯl ,
trombosit 27.000/ ʯl. Hasil pemeriksaan hapusan darah tepi menunjukkan sel darah
normokromik normositer. Terapi definitif pada penyakit pasien tersebut adalah...
A. Transfusi PRC
B. Suplementasi besi oral
C. Transplantasi sumsum tulang
D. Terapi immunosupresif
E. Transfusi trombosit

© FDI2019
C. Transplantasi sumsum tulang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan: mimisan, pusing, badan terasa lemas, gusi sering
berdarah dan sering mengalami demam sejak beberapa bulan
yang lalu.
• PF: tampak pucat, tampak epitaksis, suhu 37,9oC.
• Pemeriksaan penunjang: Hb 7,3 g/dl, leukosit 3000/ ʯl , trombosit
27.000/ ʯl. Hasil pemeriksaan hapusan darah tepi menunjukkan
sel darah normokromik normositer.

Terapi definitif pada penyakit pasien tersebut adalah...

© FDI2019
Anemia Aplastik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: Merupakan kegagalan hemopoiesis yang ditandai oleh


pansitopenia

Gejala klinis
Muncul akibat dari pansitopenia yaitu:
Anemia: pucat, fatig, dispnea, pusing dan jantung berdebar-debar.
Trombositopenia: manifestasi perdarahan seperti memar maupun
perdarahan mukosa.
Neutropenia: rentan terhadap infeksi suehingga muncul geja;a
seperti demam.

Pemeriksaan fisik: pucat, manifestasi perdarahan, demam

© FDI2019
Pemeriksaan penunjang:
Darah lengkap: pansitopenia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hapusan darah tepi: normokromik normositer


Faal hemostasis: waktu perdarahan memanjang
Gold standar: biopsi sumsum tulang

Tatalaksana
Terapi definitif : transplantasi sumsum tulang
Terapi konservatif : immunosupresif
Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Transfusi PRC hanya menambah eritrosit sementara


B. Suplementasi besi oral  untuk defisiensi zat besi
D. Terapi immunosupresif  terapi konservatif
E. Transfusi trombosit  hanya menambah trombosit sementara

© FDI2019
Jadi terapi definitif pada penyakit pasien
tersebut adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

C. Transplantasi sumsum tulang

© FDI2019
09
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang model wanita usia 24 tahun datang ke dokter dengan keluhan sering kesemutan
sejak beberapa bulan terakhir. Ia juga mengeluhkan mudah lelah, sering pusing dan
mudah lupa. Pasien mengaku 1 tahun yang lalu telah melakukan gastrektomi. Selain itu ia
merupakan vegetarian untuk menjaga penampilannya. Saat ini pasien tampak pucat,
konjungtiva anemis. Hb 8,3 g/dl, MCV 110 fl, MCH 30. Diagnoosis pasien ini adalah...
A. Anemia defisiensi besi
B. Anemia defisiensi asam folat
C. Anemia defisiensi vitamin B12
D. Anemia akibat penyakit kronis
E. AIHA

© FDI2019
C. Anemia defisiensi vitamin B12
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan: sering kesemutan, mudah lelah, sering pusing dan
mudah lupa.
• Pasien mengaku 1 tahun yang lalu telah melakukan
gastrektomi.
• PF: tampak pucat, konjungtiva anemis.
• Pemeriksaan penunjang: Hb 8,3 g/dl, MCV 110 fl

Diagnoosis pasien ini adalah...

© FDI2019
Anemia defisiensi vitamin B12
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi: metabolisme vitamin B12 yang tidak efektif.


Hal tersebut dapat disebabkan oleh:
1. Kurangnya pasoakn vitamin B12 dari makanan
2. Gangguan transport vitamin B12 atau gangguan pengikatan
vitamin B12 oleh resptornya (defisiensi enzim)
• Defisiensi faktor intrinsi (gastrektomi)
• Reseksi dan bypass ileum
• Persaingan biologi absorpsi vitamin B12 pada infeksi
Diphyllobothrium latum (cacing pita ikan), pada divertikulosis,
anastomosis usus
• Pankreatitis kronis

© FDI2019
Gejala Klinis
Gejala umum anemia: lemas, lesu, mudah lelah, pucat, takikardi, dispneu,
takipneu, konsentrasi menurun, pingsan, telinga berdenging.
Gejala akibat defisiensi vitamin B12: neuropati perifer, gangguan kognitif,
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

gangguan memori, gangguan tidur, depresi

Laboratorium:
Darah lengkap (Hb rendah, MCV >100 fl), hapusan darah tepi (anemia
makrositer). Diagnosis anemia megaloblastik hipovitaminosis vitamin B12
dilakukan dengan uji schilling atau mengukur kadar vitamin B12 serum sebelum
dan setelah pemberian vitamin B12.

Penatalaksanaan
Terapi disesuaikan dengan etiologi, keparahan serta gejala anemia. Pada
anemia dengan gejala yang sangat parah atau Hb yang sangat rendah dapat
dilakukan transfusi PRC.
Karena defisiensi vitamin B12 maka pasien diberi injeksi intramuscular vitamin B12
(100-1000 mcg perbulan), berlangsung terus-menerus, dapat diberikan.

Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Anemia defisiensi besi hipokromik mikrositer


B. Anemia defisiensi asam folat megaloblastik, tetapi
biasnya bukan karena gastrektomi
D. Anemia akibat penyakit kronis hipokromik mikrositer
E. AIHA normokromik normositer, tanda hemolisis (+)

© FDI2019
Jadi diagnoosis pasien ini adalah...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

C. Anemia defisiensi vitamin B12

© FDI2019
10
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria usia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sering sakit kepala. Selain
itu, pasien juga sering merasa mudah lelah, badan nyeri, gatal-gatal dan tangan serta
kaki terasa panas. Untuk riwayat penyakit sebelumnya, pasien mengatakan hanya
memiliki riwayat sakit lambung dan tekanan darah tinggi tetapi tidak berobat teratur. Di
pemeriksaan fisik didapatkan tensi 160/100, nadi 87x/menit, RR 22x/menit, suhu 36,8 oC,
hepatosplenomegali (+). Dari pemeriksaan penunjang didaptkan Hb 19 g/dl, MCV 94 fl,
MCHC 35 g/dl, eritrosit 8 juta/ml, leukosit 16.000/ʯl, trombosit 600.000/ʯl. Hasil
histopatologi sumsum tulang tampak megakariosit abormal dan sedikit fibrosis. Diagnosis
pasien tersebut adalah...
A. Leukimia akut
B. Polisitemia sekunder
C. Polisitemia vera
D. Multiple mieloma
E. Thalasemia

© FDI2019
C. Polisitemia vera
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan: sering sakit kepala,mudah lelah, badan nyeri, gatal-
gatal dan tangan serta kaki terasa panas.
• Riwayat sakit lambung dan tekanan darah tinggi.
• PF: tensi 160/100, hepatosplenomegali (+).
• Pemeriksaan penunjang: Hb 19 g/dl, eritrosit 8 juta/ml, leukosit
16.000/ʯl, trombosit 600.000/ʯl. Hasil histopatologi sumsum tulang
tampak megakariosit abormal dan sedikit fibrosis.

Diagnosis pasien ini adalah...


© FDI2019
Polisitemia vera
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi:
Tidak diketahui. Menurut salah satu penelitian sitogenetik
menunjukkan adanya kariotipe abnormal di sel induk
hemopoesis.
Gejala klinis:
Biasanya sakit kepala, telinga berdenging, mudah lelah,
gangguan daya ingat, susah bernapas, darah tinggi,
gangguan penglihatan, rasa panas pada tangan dan
kaki, pruritus, perdarahan dari hidung, lambung atau sakit
tulang, hepatomegali, splenomegali.
© FDI2019
Pemeriksaan penunjang:
Laboratorium: peningkatan jumlah sel eritrosit, granulosit
meningkat, trombosit meningkat (450-800 ribu/ml bahkan bisa >1
juta/ ml).
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pemeriksaan sumsum tulang: sitologi menunjukkan peningkatan


selularitas normoblastik berupa hiperplasi trilinier dari
ertirosit,megakariosit dan mielosit. Histoptologi menunjukkan
morfologi megakariosit abnormal dan sedikit fibrosis (tanda
patognomonik PV).

Tatalaksana
- Flebotomi untuk mempertahankan hematokrit <42%(wanita) dan
<47% (pria). Dilakukan pada awal permulaan penyakit.
- Kemoterapi sitostatika seperti hidroksiurea
- Kemoterapi biologi
-Aspirin untuk mencegah trombus
Sumber: Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 6, tahun 2014. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI.

© FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Leukimia akut biasanya leukosit sangat tinggi disertai


bisitopenia
B. Polisitemia sekunder terdapat hal lain yang mendasari
terjadinya polisitemia
D. Multiple mieloma biasanya terdapat lesi litik tulang
E. Thalasemia tanda anemia hemolitik

© FDI2019
11
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita di bawa ke UGD dalam keadaan tidak sadar 30 menit yang lalu.
Menurut keluarganya, pasien sebelumnya sering berdebar, dan terlihat semakin
kurus padahal nafsu makan pasien meningkat. Pasien juga sering berkeringat.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS: 111 TD: 180/110, N: 128 x/menit, RR:
30x/menit, pasien tampak kurus dan tampak adanya benjolan di leher. Diagnosa
yang tepat adalah
A. Koma Miksedema
B. Krisis Tiroid
C. Hipertiroid
D. Tirotoksikosis
E. Grave disease

© FDI2019
B. Krisis Tiroid .
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Terdapat penurunan kesadaran
• Riwayat berdebar, BB turun, sering berkeringat.
• PF: GCS: 111 TD: 180/110, N: 128 x/menit, RR: 30x/menit,
pasien tampak kurus dan tampak adanya benjolan di
leher.

Diagnosis yang tepat adalah…

© FDI2019
Hipertiroidisme
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala klinis : Berdebar-debar, sering berkeringat, tidak tahan


terhadap panas, BB turun, mata menonjol (exoftalmus), dan
adanya struma. Bila hanya gejala yang muncul maka disebut
tiroksikosis. Jika sudah diketahui adanya peningkatan fT4 dan
penurunan TSH maka disebut hipertiroidisme.
• Penunjang:
• Pemeriksaan penunjang awal : TSH (utama), fT4, total T3
• Monitoring terapi : fT4 (utama), TSH
• Anti TPO antibody: menunjukkan autoimun bisa pada Hashimoto atau
grave’s disease
• Anti TSH reseptor : menunjukkan autoimun pada grave’s disease
• Skintigrafi: untuk menilai fungsi organ tiroid

© FDI2019
Hipertiroidisme
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Krisis Tiroid (Thyroid


Grave’s disease
Tiroksikosis Hipertiroidisme storm)
(gejala + ↑fT4 ↓TSH
(Hanya gejala) (gejala + ↑fT4 ↓TSH) (Kesadaran↓ e.c
+ autoimun)
grave’s disease)

• Beta blocker : simtomatik: ex: propranolol, labetalol


• Obat anti-tiroid: hambat sintesis tiroid
-Methimazole
-PTU (thyroid storm, hamil trimester 1, alergi methimazole).
Dosis inisial: 300 mg/hari dibagi 8 jam. Dosis max 600mg/
har dosis terbagi. Maintanance 100 mg/hari dosis terbagi
• Radioactive untuk menurunkan massa tiroid
• Iodine/lugol untuk thyroid storm, pre operasi
© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Koma Miksedema → hipotiroid + penurunan kesadaran
C. Hipertiroid → gejala + ↑fT4 ↓TSH + dengan penurunan
kesadaran
D. Tirotoksikosis → gejala + tanpa penurunan kesadaran
E. Grave disease → gejala + ↑fT4 ↓TSH + autoimun
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus ini


adalah…

B. Krisis Tiroid

© FDI2019
12
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berumur 27 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan
nyeri perut kanan atas sejak 1 hari yang lalu disertai dengan mual muntah dan
badan panas. Sebelumnya pasien memiliki riwayat diare berdarah. PF didapatkan
TD 110/70 mmHg, N: 84x/menit, S: 38,0 RR: 18x/menit, palpasi abdomen nyeri tekan
perut kanan atas. USG didapatkan lesi hypoechoic dengan internal echoes.
Diagnosa yang tepat adalah…..
A. Abses hati piogenik
B. Hepatoma
C. Kista hepar
D. Hepatitis A
E. Abses hati amuba

© FDI2019
E. Abses Hati
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Nyeri perut kanan atas, mual, muntah, demam
• Riwayat diare berdarah
• PF: TD 110/70 mmHg, N: 84x/menit, S: 38,0 RR: 18x/menit,
nyeri tekan pada perut kanan atas.
• USG: lesi hypoechoic dengan internal echoes

Diagnosa yang tepat adalah…..

© FDI2019
Abses Hati Amuba
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala klinis: nyeri perut kanan atas, mual, muntah,


anoreksia, penurunan berat badan, kelemahan tubuh,
dan pembesaran hati yang juga terasa nyeri.
• Riwayat penyakit diare atau disentri
• Diagnosis: USG abdomen (utama) : Lesi hypoechoic
dengan internal echoes.
• Terapi: Metronidazole 3x500mg (3-5 hari), paramomycin
25-35 mg/kg/hari PO terbagi 3 dosis

Sumber: PAPDI, 2014


Panduan Praktik Klinis, 2014
© FDI2019
Abses Hati Amuba
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: PAPDI, 2014 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Abses hati piogenik → tidak didapatkan diare berdarah
B. Hepatoma → terjadi dalam waktu yang lama
C. Kista hepar → tidak didapatkan tanda inflamasi
D. Hepatitis A → IgM dan IgG anti HAV positif
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus ini


adalah…

E. Abses Hati Amuba

© FDI2019
13
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki datang dengan keluhan rasa seperti terbakar di perut bagian kiri
atas. Selain itu didapatkan juga rasa mual, muntah dan kadang rasa pahit di lidah.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 120/80, N: 80 x/menit, S: 36,8, RR: 20x/menit.
Terapi awal yang dapat dilakukan di Puskesmas adalah:
A. PPI selama 8 minggu
B. PPI selama 1 minggu
C. PPI selama 2 minggu
D. PPI selama 4 minggu
E. PPI selama 6 minggu

© FDI2019
C. PPI selama 2 minggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Rasa terbakar di perut bagian kiri atas (epigastrium), mual,
muntah, rasa pahit di mulut..
• PF: TD: 120/80, N: 80 x/menit, S: 36,8, RR: 20x/menit.

Terapi awal yang dapat dilakukan di puskesmas adalah….

© FDI2019
Gastroesofageal Refluks
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala klinis: Rasa panas dan terbakar di retrosternal atau


epigastric dan dapat menjalar ke leher disertai muntah,
atau timbul rasa asam di mulut. Keluhan diperberat saat
berbaring
• Pemeriksaan fisik: tidak didapatkan hasil yang spesifik
• Diagnosis: Diagnosis GERD-Q, jika dari GERD-Q positif
dilanjutkan ke PPI test. Di faskes sekunder dapat dilakukan
endoskopi dan bila perlu biopsi.
• Terapi : PPI dosis tinggi selama 7-14 hari, bila dapat
perbaikan signifikan maka diagnosis dapat ditegakkan
sebagi GERD dan pengobatan pengobatan dapat
dilanjutkan selama 4 minggu. Sumber: Panduan Praktik Klinis, 2014
© FDI2019
GERD
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Panduan Praktik Klinis, 2014


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. PPI selama 8 minggu →lamanya terapi
B. PPI selama 1 minggu → salah lamanya terapi
D. PPI selama 4 minggu → untuk evaluasi
E. PPI selama 6 minggu → salah lamanya terapi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi awal yang dapat dilakukan di


Puskesmas adalah…

C. PPI selama 2 minggu

© FDI2019
14
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 63 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol pengobatan


diabetes mellitus. Pasien memiliki riwayat DM sejak 13 tahun lalu. Pasien
sebelumnya rutin minum metformin. Saat diperiksa kondisi pasien dalam keadaan
baik, TD: 130/80, N:84x/menit, S:36,5, RR:18x/menit. Dokter kemudian melakukan
pemeriksaan HbA1C dan didapatkan hasil 7,7%. Apakah terapi yang tepat untuk
pasien tersebut……
A. Metformin
B. Metformin + Glibenklamid
C. GHS + Metformin + Glibenklamid
D. Metformin + Insulin intensif
E. GHS + Metformin

© FDI2019
C. GHS + Metformin + Glibenklamid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Riwayat DM, sebelumnya minum obat metformin.
• PF: TD: 130/80, N:84x/menit, S:36,5, RR:18x/menit.
• Lab : HbA1C: 7,7%

Terapi yang tepat untuk pasien tersebut adalah….

© FDI2019
Gastroesofageal Refluks
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan klasik DM: poliuria, polidipsi, polifagia, dan


penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
penyebabnya
• Keluhan lain: lemah badan, kesemutan, gatal, mata
kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulva
pada wanita.

Sumber: Panduan Praktik Klinis, 2014


© FDI2019
DIABETES MELLITUS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Metformin → HbA1C : 7,7% dan riwayat sudah minum
metformin
B. Metformin + Glibenklamid → kurang GHS
D. Metformin + Insulin intensif → insulinnya basal dan
kurang GHS
E. GHS + Metformin → masih termasuk monoterapi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang tepat untuk kasus ini


adalah…

C. GHS + Metformin + Glibenklamid

© FDI2019
15
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki datang ke UGD dengan keluhan mual muntah. Pasien juga
mengeluh nyeri perut dan badan terasa lemas. Pada saat pemeriksaan fisik
didapatkan TD: 120/80, N: 80x/menit, S: 37,0, RR:20x/menit. Hasil pemeriksaan Lab
didapatkan IgM anti HAV (+), HbsAg(+), Ig M anti HCV (-), ig G anti HCV (+). Maka
diagnosis yang tepat adalah ……
A. sekarang Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C akut
B. sekarang Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C kronik
C. Sembuh Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C kronik
D. Sembuh Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C akut
E. Sekarang Hep. A + sembuh Hep. B akut + Hep. C kronik

© FDI2019
B. Sekarang Hep. A + sekarang Hep. B akut +
Hep. C kronik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan mual muntah, nyeri perut, badan terasa lemas.
• PF: TD: 120/80, N: 80x/menit, S: 37,0, RR:20x/menit.
• Lab : IgM anti HAV (+), HbsAg(+), Ig M anti HCV (-), ig G
anti HCV (+)
Diagnosis yang tepat adalah….

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hepatitis

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hepatitis

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. sekarang Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C akut
→Ig M anti HCV (-), ig G anti HCV (+)
C. Sembuh Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C
kronik → IgM anti HAV (+)
D. Sembuh Hep. A + sekarang Hep. B akut + Hep. C akut
→IgM anti HAV (+), Ig M anti HCV (-), ig G anti HCV (+)
E. Sekarang Hep. A + sembuh Hep. B akut + Hep. C
kronik → IgM anti HAV (+)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat adalah…

B. Sekarang Hep. A + sekarang


Hep. B akut + Hep. C kronik

© FDI2019
16
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita datang ke IGD dalam keadaan tidak sadar. Pada saat dilakukan
pemeriksaan, GCS 1 2 1, TD: 90/70 mmHg, N: 100x/menit, S: 37,5, RR: 30x/menit,
pernapasan kusmaull dan bau napas keton. Pemeriksaan gula darah sewaktu
didapatkan hasil 400 mg/dl. Terapi kausatif yang tepat adalah……
A. Resusitasi cairan
B. Insulin
C. Kalium
D. Resusitasi Jantung Paru
E. Fosfat

© FDI2019
B. Insulin
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Tidak sadar
• Pernapasan kusmaull dan bau napas keton
• PF: GCS 1 2 1, TD: 90/70 mmHg, N: 100x/menit, S: 37,5, RR:
30x/menit.
• Lab : GDS 400 mg/dl
Terapi kausatif yang tepat adalah….

© FDI2019
Ketoasidosis Diabetik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis : Trias KAD (hiperglikemi, ketonemia dan atau


ketonuria, serta asidosis metabolic dengan beragam
derajat). Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda-
tanda dehidrasi, nafas kussmaul jika asidosis berat,
takikardi, hipotensi atau syok, flushing, penurunan berat
badan. Dari RPD didapatkan riwayat DM.
• Kunci diagnosis KAD adalah adanya peningkatan total
badan keton di sirkulasi.

Sumber: PAPDI, 2014


© FDI2019
Penatalaksanaan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Resusitasi Cairan : sebagai langkah awal penanganan


KAD setelah resusitasi kardiorespirasi
• Insulin : farmakoterapi kausatif utama KAD
• Kalium : untuk mengatasi hyperkalemia yang terjadi
melalui mekanisme asidemia, defisiensi insulin, dan
hipertonisitas.
• Bikarbonat: Jika pH darah kurang dari 6,9.
• Fosfat : Untuk hipofosfatemia
• Transisi insulin ke subkutan

Sumber: PAPDI, 2014


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Resusitasi cairan → penatalaksanaan awal
C. Kalium → untuk hipokalemi
D. Resusitasi Jantung Paru → penatalaksanaan awal
E. Fosfat → untuk hipofosfatemia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi kausatif yang tepat adalah…

B. Insulin

© FDI2019
17
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kencingnya


semakin sedikit. Saat ini pasien sudah tidak kencing lebih dari 12 jam. Saat
dilakukan pemerikaan fisik didapatkan anemis (-),edema tungkai (+). TD: 120/70
mmHg, N: 90x/menit, S: 37,5, RR: 30x/menit. Diagnosis yang tepat adalah ……
A. Acute Kidney Injury
B. Acute Kidney Risk
C. Chronic Kidney Disease
D. Acute Tubular Necrosis
E. Acute Kidney Failure

© FDI2019
E. Acute Kidney Failure
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Kencing berkurang
• Anuria >12 jam
• PF: anemis (-),edema tungkai (+), (+). TD: 120/70 mmHg, N:
90x/menit, S: 37,5, RR: 30x/menit
Diagnosa yang tepat adalah….

© FDI2019
Gagal Ginjal Akut
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala klinis untuk membedakan GGA dan GGK misalnya


adanya anemia dan ukuran ginjal kecil menunjukkan
GGK
• Untuk mendiagnosis GGA, perlu pemeriksaan berulang
fungsi ginjal yaitu kadar ureum, kretinin atau laju filtrasi
glomerulus.
• Pada GGA harus dicari penyebab dari terjadinya GGA
apakah dari pre renal, intra renal, atau post renal

Sumber: PAPDI, 2014


© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

KRITERIA AKI

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Acute Kidney Injury → urine output <0,5 mL/kg/jam ≥12
jam
B. Acute Kidney Risk → urine output <0,5 mL/kg/jam ≥6
jam
C. Chronic Kidney Disease → sudah didapatkan gejala
kronik seperti anemia
D. Acute Tubular Necrosis → salah satu dari penyebab
GGA yang ditandai urine merah terang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosa yang tepat adalah…

E. Acute Kidney Failure

© FDI2019
18
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan 40 tahun di bawa ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada


lutut kirinya. Pasien tersebut baru pertama mengalami sakit seperti ini. Saat
diperiksa didapatkan TD: 120/80 mmHg, N: 80x/menit, RR:20x/menit, S: 36x/menit.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan krepitasi (+) pada lutut kiri. Pasien memiliki
riwayat penyakit lambung. Maka terapi yang tepat adalah….
A. Celecoxib
B. Meloxicam
C. Natrium Diclofenac
D. Paracetamol
E. Piroxicam

© FDI2019
D. Paracetamol
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Nyeri lutut kiri
• Krepitasi (+)
• Belum pernah seperti ini, riwayat penyakit lambung (-)
• PF: TD: 120/80 mmHg, N: 80x/menit, RR:20x/menit, S:
36x/menit
Diagnosa yang tepat adalah….

© FDI2019
Osteoarthritis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: nyeri sendi, hambatan gerak sendi, kaku pagi,


krepitasi, pembesaran sendi, perubahan gaya berjalan.
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda patognomonis
berupa: hambatan gerak, krepitasi, pembengkakan sendi
yang seringkali asimetris, tanda-tanda peradangan sendi,
deformitas sendi yang permanen, perubahan gaya
berjalan.
• Pemeriksaan penunjang: radiografi

Sumber: Pedoman Praktek Klinis, 2014


© FDI2019
Terapi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Perubahan gaya hidup


• Paracetamol
• NSAID : jika ada riwayat gastritis maka diberikan cox-2
inhibitor, jika tidak ada maka diberikan na diclofenac
ataupun meloxicam

Sumber: Pedoman Praktek Klinis, 2014


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Celecoxib →masih pertama kali, dicoba paracetamol
terlebih dahulu
B. Meloxicam → masih pertama kali, dicoba
paracetamol terlebih dahulu
C. Natrium Diclofenac → masih pertama kali, dicoba
paracetamol terlebih dahulu
E. Piroxicam → masih pertama kali, dicoba paracetamol
terlebih dahulu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang tepat adalah…

D. Paracetamol

© FDI2019
19
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan, usia 30 tahun datang ke dengan keluhan berdebar-debar


dan gemetar. Pasien juga mengalami keluhan penurunan berat badan. Keluhan
terjadi sejak 1 bulan yang lalu. Kemudian dokter menyuruh pasien untuk operasi.
Setelah operasi, pasien mengalami keluhan kaku pada badannya. Saat diperiksa
kemungkinan hasil laboratorium yang didapatkan saat ini adalah….
A. hiperfosfatemia, hiperkalsemia, hipermagnesemia
B. Hipokalsemia, hipofosfatemia, hipermagnesemia
C. Hiperfosfatemia, hipokalsemia, hipomagnesemia
D. Hipermagnesemia, hiperfosfatemia, hipokalsemia
E. Hipokalsemia, hipofosfatemia, hipomagnesemia

© FDI2019
C. Hiperfosfatemia, hipokalsemia,
hipomagnesemia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Badan kaku
• Post op dengan riwayat sebelumnya keluhan berdebar-
debar, gemetar, penurunan berat badan
Kemungkinan hasil laboratorium yang di dapatkan saat
ini….

© FDI2019
Hipoparatiroid Hormon
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: Kaku pada semua otot tubuh


• Biasa terjadi pada pasien setelah post operasi struma
karena kelenjar PTH terangkat saat itu.
• Pemeriksaan laboratorium didapatkan: Hipokalsemia,
hipomagnesemia, hiperfosfatemia

© FDI2019
Hipoparatiroid Hormon
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Terapi :
• Hormon PTH
• Suplemen Calsium
• Ca gluconas

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. hiperfosfatemia, hiperkalsemia, hipermagnesemia →
seharusnya hipokalsemia, hipomagnesemia
B. Hipokalsemia, hipofosfatemia, hipermagnesemia →
seharusnya hiperfosfatemia, hipomagnesemia
D. Hipermagnesemia, hiperfosfatemia, hipokalsemia →
seharusnya hipomagnesemia,
E. Hipokalsemia, hipofosfatemia, hipomagnesemia →
seharusnya hiperfosfatemia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, kemungkinan hasil laboratorium yang


didapat saat ini adalah…

C. Hiperfosfatemia, hipokalsemia,
hipomagnesemia

© FDI2019
20
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 40 tahun datang dengan keluhan panas sejak tadi pagi.
Pasien akan berangkat ke luar negeri besok. Saat diperiksa didapatkan TD: 120/80
mmHg, N: 88x/menit, S: 38,0, RR:18x/menit. Untuk mengetahui apakah disebabkan
oleh virus dengue, pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah….
A. IgM
B. IgG
C. HI
D. Darah Lengkap
E. NS1

© FDI2019
E. NS1
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Panas H-1
• Pemeriksaan Fisik : TD: 120/80 mmHg, N: 88x/menit, S: 38,0,
RR:18x/menit
Untuk mengetahui apakah disebabkan oleh virus dengue,
pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah ….

© FDI2019
Demam Berdarah Dengue
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan: Demam tinggi, mendadak, terus menerus


selama 2-7 hari, manifestasi perdarahan (bintik-bintik
merah dikulit, mimisan, gusi berdarah, muntah berdarah,
BAB berdarah). Gejala nyeri kepala, myalgia, atralgia,
nyeri retroorbital. Gejala gastrointestinal (mual, muntah,
nyeri perut biasanya nyeri ulu hati). Kadang juga disertai
dengan gejala lokal seperti nyeri menelan, batuk, pilek.

Pedoman Praktek
Klinis, 2014
© FDI2019
Pemeriksaan Penunjang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Leukosit: dapat normal atau menurun


Trombosit : trombositopenia hari ke 3-8
Hematokrit: umumnya mulai meningkat pada hari ke 3
demam
IgM (hari ke 3-5), IgG(hari ke 14 pada infeksi primer dan hari
ke 2 pada infeksi sekunder)
Uji HI dilakukan hari pertama serta saat pulang perawatan
untuk kepentingan surveilans
NS1 (hari 1-8)
PAPDI, 2014

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. IgM → hari ke 3-5
B. IgG → hari ke 14 pada infeksi primer dan hari ke 2
pada infeksi sekunder
C. HI → untuk kepentingan surveilans
D. Darah Lengkap → belum ada perubahan di hari 1
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, pemeriksaan yang dapat dilakukan


adalah…

E. NS1

© FDI2019
21
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang perempuan usia 50 tahun datang ke UGD dengan nyeri dada hebat sebelah kiri
sejak 30 menit yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluh dada terasa berdebar. Tidak
ada riwayat sesak dan pingsan. Pada pemeriksaan fisik. TD 100/60, Nadi 190x/m irreguler,
RR 20x/m, suhu 36 C. pemeriksaan EKG ditemukan gambaran

Tatalaksana paling tepat adalah?


a. Defibrilasi
b. Kardioversi 100 joule
c. Kardioversi 120 joule
d. Adenosin flush
e. Carotid massage

© FDI2019
C. KARDIOVERSI 120 JOULE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Riwayat nyeri dada hebat sebelah kiri
• Berdebar
• Nadi: 190/m irreguler
• Gambaran EKG: menunjukan AF

Tatalaksana yang tepat adalah…

© FDI2019
ATRIAL FIBRILASI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Definisi:
Aritmia takikardia dengan QRS sempit irreguler
• Pemeriksaan fisik:
- Denyut nadi: >100x/m (irreguler)
- Pulsus defisit (khas)
• Pemeriksaan Penunjang
- EKG ( tampak QRS sempit irreguler)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

TATALAKSANA

© FDI2019
LANJUTAN TATALAKSANA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana atrial fibrilasi


• AF Stabil: vagal manuver, B blocker, Calcium chanel
blocker
• AF Unstable ( nyeri dada, penurunan kesadaran,
hipotensi, sesak) : kardioversi 120-200 joule

Sumber: American heart association. 2014. Management of patients with Atrial Fibrilation. Journal of American college cardiology.
Washington , D.C., United States.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Defibrilasi→ untuk shockable cardiac arrest( VF,


Pvt)
B. Kardioversi 100 joule →untuk unstable QRS lebar
reguler (VT)
D. Adenosine flush →untuk stabil aritmia
E. Carotid massage → untuk stabil aritmia
dengan QRS sempit reguler ( SVT)

© FDI2019
JADI TERAPI YANG TEPAT PADA KASUS INI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ADALAH…

C. KARDIOVERSI 120 JOULE

© FDI2019
22
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
• Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada kiri sejak 1 jam yang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

lalu, menjalar lebahu dan lengan kiri, nyeri dada dirasakan seperti tertindih beban. Riwayat
hipertensi (+) tidak minum obat. Pemeriksaan fisik TD: 160/100, Nadi: 88x/m, suhu 37 C. pada
pemeriksaan EKG ditemukan

Diagnosis yang tepat adalah?


a. STEMI Inferior
b. STEMI Lateral
c. NSTEMI
d. STEMI anterior
e. STEACS

© FDI2019
A. STEMI INFERIOR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

KEYWORDS
• Nyeri dada 1 jam yang lalu(>30 menit), menjalar seperti tertindih
beban berat ( nyeri typical koroner)
• Riwayat hipertensi +
• Gambaran EKG : ST elevasi pada lead II, IIII, avf ( lead inferior)

Diagnosis yang tepat adalah?

© FDI2019
STEMI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Gejala
• Typical chest pain ( nyeri dada kiri >30 menit,
bersifat dull, menjalar ke bahu/pundak atau
rahang kiri, tidak hilang dengan istirahat)
Pemeriksaan Penunjang
• EKG ( gambaran ST Elevasi)
• Cardiac Enzyme ( pasti meningkat)= Gold standart
Troponin I
Diagnosa dapat ditegakan dengan Nyeri dada khas
dan hanya dengan ST elevasi pada EKG

© FDI2019
LOKASI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Anterior : elevasi ST di V3-V4


• Septal : elevasi ST di V1-V2
• Inferior : elevasi ST di II,III, aVF
• Lateral : elevasi ST di I, avl, V5,V6
• Anterior ekstensif : elevasi ST di I, avl, V1-V6
• Posterior : depresi ST di V1-V3

© FDI2019
TATALAKSANA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Di UGD(awal)
• Oksigen 4/lpm
• Nitrat = ISDN 15-80 mg/hari dalam 3 dosis
• Aspirin PO 160-320 mg loading dose, maintanance 1x80 mg
• Clopidogrel PO 300 mg loading dose, maintanance 1x 75 mg
• Morfin 1-5 mg iv( hanya dipakai jika nyeri tidak hilang dengan 3 kali pemberian nitrat)
Definitif reperfusi(onset <12 jam)
• Primary PCI jika >3 jam atau ada KI Trombolitik
• Trombolitik ( streptokinase, urokinase)jika <3 jam

Sumber:
1. American heart association. 2017. Management of STEMI. Journal of American college cardiology. Washington , D.C., United States.
2. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia. 2015. Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut. Edisi: 03. Jakarta., Indonesia.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. STEMI Lateral→ St elevasi pada lead I, avl, v5,v6


C. NSTEMI → Jika St depresi dan ada nya
peningkatan kardiak enzim
D. STEMI Anterior → St elevasi lead v3-v4
E. NSTEACS → Jika nyeri dada typical, EKG St
depresi/normal dan belum diketahui kardiak enzim

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS PADA KASUS DIATAS


ADALAH…

A. STEMI INFERIOR

© FDI2019
23
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke UGD dengan bicara pelo sejak 1 jam yang lalu.
Pasien memiliki riwayat hipertensi dan tidak pernah minum obat. Pada pemeriskaan vital
sign TD 160/100 mmHg, Nadi 80 x/m, suhu 37 C. Apa tatalaksana yang tepat pada kasus
ini?
a. Captopril 5 mg
b. Amlodipine tablet 10 mg
c. Nifedipine sublingual
d. Nicardipine
e. Valsartan 80 mg

© FDI2019
D. NICARDIPINE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

KEYWORDS
• Pasien datang dengan bicara pelo ( target organ)
• Riwayat hipertensi (+)
• Tensi saat ini 160/90 mmHg

Apa tatalaksana yang tepat pada kasus ini?

© FDI2019
HIPERTENSI KRISIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

KLASIFIKASI
• HT Emergency = HT dengan
target organ damage ( CVA,
Gagal ginjal, retinopati
hipertensi )
• Ht Urgency = HT ,S > 180 atau D >
120 dan tidak ada target organ
damage

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Terapi
• HT emergensi (harus segera diturunkan dengan intravena)= nikardipin, labetalol,
diltiazem iv
• HT Urgensi ( tidak perlu terapi IV, hanya dengan oral/sublingual)= B blocker,
calcium chanel blocker
TARGET
• HT emergency
Diturunkan MAP sekitar 20% dalam 2 jam pertama
• HT urgency
Penurunan secara pelan-pelam atau bertahap dalam 24 jam

Sumber:JNC VIII Guidelines. 2013. Management of Hypertension in Adults. Journal of American Academy of Family Physician.
United States

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Captopril → gol ACE inhibitor pada tx HT


urgensi/HT biasa
B. Amlodipine 10 mg → gol Calcium chanel
blocker buat tx HT urgensi/ HT biasa
C. Nifedipine sublingual →gol Calcium chanel
blocker buat tx HT urgensi/ HT bias
E. Valsartan 80 mg →gol ARB buat tx HT urgensi/ HT
biasa

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI TERAPI PADA KASUS DIATAS ADALAH…

D. NICARDIPINE

© FDI2019
24
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan sesak nafas yang bertambah
parah sejak 1 hari lalu. Pasien mengeluh sesak jika berjalan >100 meter. Pasien merasa
lebih nyaman jika istirahat. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/100 mmhg, Nadi 120x/m
RR 30x/m, suhu 37 C, JVP 5+4 cmH2o, gallop (+), edema ekstremitas (+), ronkhi +/+. Apa
diagnosis yang paling tepat?
a. NYHA I dan HF stage A
b. NYHA II dan HF stage B
c. NYHA II dan HF stage C
d. NYHA III dan HF stage C
e. NYHA IV dan HF stage D

© FDI2019
C. NYHA II DAN HF STAGE C
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien datang dengan keluhan sesak nafas
• Sesak jika berjalan >100 meter
• Pemeriksaan fisik nadi 120x/m, gallop(+),JVP 5+4 mmH20,
edema ekstremitas (+), ronkhi +/+

Apa diagnosis yang paling tepat?

© FDI2019
HEART FAILURE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Klasifikasi NYHA (fungsional)


• Class I
Tidak ada batasan aktivitas
• Class II
Sesak di picu aktivitas biasa seperti
berjalan >100 meter
• Class III
Sesak di picu aktivitas kurang dari
biasanya seperti berjalan 20-100
meter
• Clas IV
Sesak saat istirahat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Klasifikasi AHA (struktur)


• HF STAGE A
Orang dengan faktor resiko seperti ( hipertensi,
DM) tapi belum ada kerusakan jantung
• HF STAGE B
Sudah ada gangguan strukturi jantung tapi belum
ada gejala HF
• HF STAGE C
Gangguan struktur jantung disertai gejala HF
• HF STAGE D
Gagal jantung yang memerlukan inter intervensi
khusus

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia. 2015. Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung. Edisi: 03. Jakarta., Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. NYHA I dan HF stage A→ Belum ada gejala


B. NYHA II dan HF stage B →Nyha II sudah
bergejala tapi stage B belum ada gejala
D. NYHA III dan HF stage C → sesak dipicu aktivitas
ringan (jalan 20-100 meter)
E. NYHA IV dan HF stage D →sesak saat istirahat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA KASUS


INI ADALAH…

C. NYHA II DAN HF STAGE C

© FDI2019
25
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Sorang laki-laki usia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri pada ujung jari kaki
kanan sejak 1 tahun terakhir. Nyeri bertambah parah dan tidak hilang dengan istirahat.
Pasien merupakan perokok aktif. Riwayat DM dan hipertensi disangkal. Pemeriksaan fisik
tampak ulkus dan nekrosis pada ujuang-ujung jari kaki kanan. Apa diagnosis yang paling
tepat?
a. Tromboangitis obliterans
b. Raynaud disease
c. Deep vein trombosis
d. Gangrene DM
e. Takayasu arteritis

© FDI2019
A. TROMBOANGITIS OBLITERANS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien datang dengan nyeri ujung jari kaki kanan
• Riwayat merokok (+)
• Pemeriksaan fisik tampak ulkus dan nekrosis jari kaki kanan

Apa diagnosis yang paling tepat?

© FDI2019
TROMBOANGITIS
OBLITERANS/BUERGER DISEASE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi
• Penyakit akibat oklusi arteri dan vena perifer
Faktor resiko
• Merokok
• Sebagian besar menyerang usia muda atau middle age
Gejala klinis
• Awal berupa gejala nyeri saat berjalan saja (klaudikasio)
• Nyeri hebat pada ekstremitas yang bertambah parah saat istirahat
Tanda klinis
• Ulkus, gangrene dan nekrosis pada ujung-ujung ekstremitas
• Hilangnya denyut nadi pada daerah yang terjadi pembuntuan

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Mann, Zippes, Libby. 2014. Brauwnalds Heart Disease; A Textbook of Cardiovascular Medicine 10th Edition. Elsevier

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. Raynaud disease→ gejala sama tapi dipicu suhu


dingin
C. Deep vein trombosis →tidak sampai terjadi ulkus
dan gangrene, pulsasi masih baik
D. Gangrene DM → gangrene dengan riwayat DM
E. Takayasu arteritis → inflamasi pada aorta bukan
pada pembuluh darah perifer

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS PAA KASUS INI ADALAH…

A. TROMBOANGITIS OBLITERANS

© FDI2019
26
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke Rs dengan keluhan batuk berdarah sejak 1 bulan
yang lalu. Batuk disertai dahak kental. Pasien juga mengeluh berat badan semakin
menurun dan keringat pada malam hari. 3 bulan yang lalu pasien terdiagnosis TB paru
dan meminum OAT tetapi hanya diminum selama 20 hari. Apa diagnosis yang tepat pada
kasus diatas?
a. TB paru putus obat
b. TB paru gagal pengobatan
c. TB paru kasus baru
d. TB paru pernah terpapar obat
e. TB paru relaps

© FDI2019
C. TB PARU KASUS BARU
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien batuk berdarah 1 bulan, BB menurun, keringat
pada malam hari
• Pernah minum OAT selama 20 hari (<28 hari)

Apa diagnosis yang tepat pada kasus diatas?

© FDI2019
TB PARU
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etio: Mycobacterium tuberculosis


Gejala klinis:
• Batuk lama > 2 minggu
• Subfebris
• BB menurun, keringat malam
Pemeriksaan penunjang
• Foto thorax
• BTA SP, TCM
• Gold standart : Kultur Lowenstein-Jensen

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Diagnosis TB
• Kasus baru : belum pernah OAT atau OAT< 28 hari
• Pernah terpapar : OAT > 28 hari dan putus <2 bulan
• Putus obat : OAT > 28 hari tetapi putus >2 bulan
• Gagal terapi : BTA + pada akhir pengobatan atau
bulan ke 5
• Relaps/ kambuh : pernah sembuh dan sekarang BTA+

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber:
1. PERMENKES. 2016. Pedoman Penanggulangan TB. Jakarta
2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2017. Pedoman Penatalaksanaan TB. Jakarta. Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. TB paru putus obat→ OAT > 28 hari tetapi putus


>2 bulan
B. TB paru gagal pengobatan→BTA + pada akhir
pengobatan atau bulan ke 5
D. TB paru pernah terpapar→OAT > 28 hari dan
putus <2 bulan
E. TB paru relaps→pernah sembuh dan sekarang
BTA+

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS PADA KASUS DIATAS


ADALAH…

C. TB PARU KASUS BARU

© FDI2019
27
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat 5 hari
terakhir. Sebelumnya pasien telah mengalami sesak nafas selama 1 tahun terakhir. Pasien
juga mengeluh batuk berdahak kental. Pasien merupakan perokok aktif seja usia 20 tahun.
Pada pemeriksaan fisik kesadaran compos mentis, TD 120/70, Nadi 82x/m ,suhu 37.9 C, RR
30x/m Wheezing +/+, ronkhi -/-. Apa diagnosis pada kasus tersebut?
a. Asma bronkiale
b. PPOK eksaserbasi akut
c. Cor pulmonale
d. PPOK
e. Pneumonia

© FDI2019
B. PPOK EKSASERBASI AKUT
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien usia 60 tahun (tua) sesak nafas 1 tahun, memberat
1 minggu disertai batuk berdahak
• Riwayat merokok aktif sejak usia 20 tahun
• Pemeriksaan fisik RR 30x/m, wheezing +/+,Suhu 37.9 C

Apa diagnosis pada kasus tersebut?

© FDI2019
PPOK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: penyakit paru kronik karena hambatan saluran


nafas yang irreversibel
Diagnosis
• Usia tua
• Riwayat merokok atau pajanan polutan
• Jika memberat dan disertai tanda infeksi bakteri =
eksaserbasi akut
Penunjang
• Foto thorax
• Spirometri

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Global Initiative for Chronic Lung Disease. 2017. Pocket Guide to COPD Diagnosis, Management and
Prevention. A Guide For Health Care Profesionals. Philadelphia.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Asma bronkiale→ biasanya pasien sesak saat


usia muda, riwayat atopik + pasien/keluarga
C. Cor pulmonale → gejala PPOK disertai gejala
gagal jantung kanan ( JVP meningkat ,edema
ekstremitas)
D. PPOK → Karena memberat 1 minggu dan dipicu
tanda infeksi sekunder (batuk kental, suhu
meningkat) maka jadi eksaserbasi akut
E. Pneumonia → demam tinggi, nyeri dada, suhu
sangat meningkat, ronkhi +/+

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS KASUS DIATAS ADALAH…

B. PPOK EKSASERBASI AKUT

© FDI2019
28
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang perempuan usia 25 tahun diantar ke UGD oleh keluarga nya karena sesak sejak 1
jam yang lalu. Pasien memiliki riwayat sesak sebelumnya dan sering kambuh-kambuhan.
Dalam 1 minggu sudah kambuh 2-3 kali. Riwayat keluarga ibu menderita hal yang sama.
Pada pemeriksaan fisik kesadaran compos mentis, TD 120/70 , Nadi 80x/m, RR 40 x/m, suhu
37 C, terdengar wheezing +/+, ronkhi -/-. Tatalaksana farmakoterapi awal yang tepat
adalah?
a. Budesonide
b. Procaterol
c. Formoterol
d. Oksigen
e. Terbutalin

© FDI2019
E. TERBUTALIN
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien sesak nafas 1 jam lalu
• Riwayat atopik (+) pada pasien maupun keluarga
• Pemeriksaan fisik RR meningkat (40x/m), wheezing +/+

Tatalaksana farmakoterapi awal yang tepat adalah?

© FDI2019
ASMA BRONKIALE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Gejala klinis
• Riwayat sesak kronik, episodik dan reversibel
• Gejala memburuk pada malam hari
• Riwayat atopik penderita/keluarga
• Pemeriksaan fisik Wheezing +/+
Pemeriksaan penunjang
• Spirometri ( FEV1 postbronkodilator >15% atau 200 cc atau
FEV1/FVC Post bronkodilator >70%)

© FDI2019
Tatalaksana
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Reliever (saat di UGD/ dalam serangan)


• SABA( salbutamol, terbutalin, procatrol)
• antikolinergik (ipratropium bromida)
• theofilin short acting
Kontroler ( untuk mengontrol/ tidak dalam serangan)
• Kortikosteroid inhaler (budesonide)
• Kortikosteroid sistemik (prednison)
• LABA ( salmeterol, procaterol)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber:
1. Global Initiative for Ashtma. 2017. Global Strategy for Asthma Management and Prevention. A Guide For Health Care Profesionals.
Philadelphia.
2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2017. Pedoman Pengendalian Penyakit Asma. Jakarta. Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Budesonide→ kontroler (kortikosteroid inhalasi)


bukan reliever
B. Procaterol →kontroler (LABA) bukan reliever
C. Formoterol → kontroler (LABA) bukan reliever
D. Oksigen → merupakan tatalaksana awal tetapi
termasuk terapi nonfarmakologi

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI TERAPI PADA KASUS INI ADALAH…

E. TERBUTALIN

© FDI2019
29
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan batuk berdahak dengan
warna kecoklatan sejak 5 hari yang lalu. Keluhan batuk berbau busuk dan sangat banyak
pada pagi hari disertai demam dan lemah. Riwayat batuk lama dan penggunaan obat
disangkal. Pada pemeriksaan fisik TD 120/70 mmHg, Nadi 82x/m RR 20 x/m, suhu 38 C,
sainosis dan clubbing finger (+), paru ronkhi +/- wheezing -/-. Foto thorax tampak
perselubungan seperti sarang tawon pada parakardial kanan. Apa diagnosis yang paling
tepat?
a. Bronkitis kronis
b. TB paru
c. Pneumonia
d. Abses paru
e. bronkiektasis

© FDI2019
E. BRONKIEKTASIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien batuk berdahak berbau busuk dan banyak pagi
hari
• Pemeriksaan fisik clubbing finger (+) sianosis(+)
• Pemeriksaan paru ronkhi +/-
• Pemeriksaan radiologi: honey comb appearance
(prselubungan seperti sarang tawon)
Apa diagnosis yang paling tepat?

© FDI2019
BRONKIEKTASIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi= kerusakan pada bronkus


yang menyebabkan penyumbatan
saluran udara oleh mucus
Gejala klinis
• Batuk berdahak 3 lapis dan banyak
padapagi hari
• Sesak nafas
• Demam jika ada infeksi
Tanda klinis
• Ronkhi basah
• Clubbing finger

© FDI2019
Pemeriksaan penunjang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kultur dahak
• Radiologi= honey comb
appearance/ tram-track line
appearance
• Bronkoskopi

Sumber: Murray and Nadal’s. 2015. Textbook of Respiratory Medicine 6th Edition. Elsevier. United States.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Bronkitis kronis→ radang kronis pada bronkus


dengan faktor resiko usia tua dan merokok
B. TB paru → demam sumer, keringat malam, BB
menurun, rontgen infiltrat, fibrotik dan kavitas
pada paru
C. Pneumonia → demam tinggi menggigil, nyeri
dada , roentgen perselubungan difus pada paru
D. Abses paru → pasien demam, batuk purulen,
roentgen kavitas dengan air fluid level

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS PADA KASUS DIATAS


ADALAH…

E. BRONKIEKTASIS

© FDI2019
30
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke UGD dengan batuk >2minggu, keringat
malam hari dan BB menurun. Pasien belum pernah minum OAT sebelumnya. Pemeriksaan
fisik TD 120/80 mmHg, Nadi 82x/m, RR 20 x/m ,suhu 37.8 C. sputum BTA SP (+/+) . Apa
regimen terapi yang paing tepat pada kasus ini?
a. 2RHZE+ 4RHZ
b. 2RHZE(S)+1RHZE+5R3H3E3
c. 2RHZE+4R3H3
d. 2RHZ+4RH
e. 2RHZE+4R3Z3

© FDI2019
C. 2RHZE+4R3H3
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien batuk >2minggu,BB menurun, keringat malam hari
• Belum pernah OAT (kasus baru)
• Sputum BTA SP (+/+)

Apa regimen terapi yang paing tepat pada kasus ini?

© FDI2019
TERAPI TB PARU
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Regimen terapi TB
• Kategori 1(Kasus baru)
2RHZE + 4R3H3
• Kategori 2( gagal terapi, relaps, default)
2RHZE(S)+RHZE+5R3H3E3
• MDR
Levoflosaksin,kanamisin dll sesuai uji sensitivitas
• TB anak (NO ETHAMBUTOL)
2RHZ+4RH

Sumber:
1. PERMENKES. 2016. Pedoman Penanggulangan TB. Jakarta
2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2017. Pedoman Penatalaksanaan TB. Jakarta. Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. 2RHZE+ 4RHZ→tidak ada regimen ini harusnya


4R3H3
B. 2RHZE(S)+1RHZE+5R3H3E3→Kategori 2 untuk
kasus gagal terapi, default atau relaps
D. 2RHZ+4RH→regimen terapi untuk anak
E. 2RHZE+4R3Z3→tidak ada regimen ini harusnya
4R3H3

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI REGIMEN TERAPI YANG PALING TEPAT


PADA KASUS INI ADALAH…

C. 2RHZE+4R3H3

© FDI2019
31
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak perempuan 11 tahun datang bersama ibunya ke


puskesmas dengan keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan
terakhir. Anak juga dikeluhkan sering mengantuk saat di sekolah.
Tanda vital TD 110/70mmHg, Nadi 92x/menit, RR 22x/menit, Suhu
aksila 36.5. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8.0,
Leukosit 6.600, Trombosit 215.000. Pada apusan darah tepi terlihat
eritrosit mikrositik. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini ?
A.Anemia defisiensi folat
B. Anemia hemolitik
C.Anemia defisiensi besi
D.Thallasemia
E. Hemofilia
© FDI2019
C. Anemia Defisiensi Besi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan terakhir dan
sering mengantuk saat di sekolah.
• Pemeriksaan laboratorium : Hb 8.0, Leukosit 6.600,
Trombosit 215.000, hapusan darah tepi terlihat eritrosit
mikrositik
Diagnosis kasus di atas adalah…

© FDI2019
Anemia Defisiensi Besi
• Etiologi : Intake zat besi <<, infeksi parasit (Ancylostoma &
Schistosoma)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala :
• Pucat TANPA manifestasi perdarahan
• 5L (Lemah, Lesu, Letih, Lelah, Lalai)
• Pica
• Pemeriksaan Fisik
• Anemis (Hb < 7 g/dl), koilonikia, glositis,
stomatitis angularis, takikardia
• Gangguan pertumbuhan
• Pemeriksaan Penunjang Sumber : Medscape

• DL : Hb ↓, MCV MCH MCHC ↓


• Hapusan darah tepi : hipokromik mikrositer, anisositosis, sel pencil
/ cigar cell
• Gold standard : Serum iron ↓, ferritin ↓, TIBC ↑ © FDI2019
• Penatalaksanaan :
1. Cari tahu faktor penyebab
2. Suplementasi preparat besi : dosis 4-6 mg/kgBB/hari.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Respons terapi dgn menilai kadar Hb/Ht setelah 1 bulan  (+) bila
naik ≥ 2 g/dl, lanjut sampai 2-3 bulan
Jenis preparat yg tersedia :
a. Ferous Sulfas : 20% besi elemental
b. Ferous fumarat : 33% besi elemental
c. Ferous glukonas : 11,6% besi elemental
3. Transfusi darah (PRC) bila Hb < 4 g/dl
• Pencegahan :
1. Primer : ASI 6 bulan, tunda susu sapi hingga 1 thn, MPASI yg
sudah difortifikasi 6 bln s/d 1 thn, pemberian vit. C
2. Sekunder : screening Hb/Ht, MCV, RDW, feritin ; suplementasi
besi

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Anemia defisiensi folat  hapusan darah tepi makrositik
B. Anemia hemolitik  gejala perdarahan dan organomegali (-)
D. Thallasemia  gejala perdarahan dan organomegali (-)
E. Hemofilia  gejala perdarahan (-)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada kasus ini adalah…

C. Anemia Defisiensi Besi

© FDI2019
32
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Seorang anak perempuan 12 tahun datang bersama ibunya ke
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

puskesmas dengan keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan


terakhir. Anak juga dikeluhkan sering mengantuk saat di sekolah.
Tanda vital TD 110/70 mmHg, Nadi 92x/menit, RR 22x/menit, Suhu
aksila 36.5. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9.0,
Leukosit 5.600, Trombosit 215.000. Pada apusan darah tepi terlihat
eritrosit mikrositik. Pencegahan primer yang dapat dilakukan pada
kasus ini adalah...
A.Screening HB dan Hematokrit
B. Suplementasi zat besi
C.Suplementasi multivitamin
D.Pemberian MPASI yang difortifikasi mulai usia 1 tahun
E. Menunda pemakaian susu sapi sampai usia 1 tahun

© FDI2019
E. Menunda pemakaian susu sapi
sampai usia 1 tahun
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan terakhir dan
sering mengantuk saat di sekolah.
• Pemeriksaan laboratorium : Hb 9.0, Leukosit 5.600,
Trombosit 215.000, hapusan darah tepi terlihat eritrosit
mikrositik

Pencegahan primer yang dapat dilakukan pada kasus ini


adalah…

© FDI2019
Anemia Defisiensi Besi
• Etiologi : Intake zat besi <<, infeksi parasit (Ancylostoma &
Schistosoma)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala :
• Pucat TANPA manifestasi perdarahan
• 5L (Lemah, Lesu, Letih, Lelah, Lalai)
• Pica
• Pemeriksaan Fisik
• Anemis (Hb < 7 g/dl), koilonikia, glositis,
stomatitis angularis, takikardia
• Gangguan pertumbuhan
• Pemeriksaan Penunjang Sumber : Medscape

• DL : Hb ↓, MCV MCH MCHC ↓


• Hapusan darah tepi : hipokromik mikrositer, anisositosis, sel pencil
/ cigar cell
• Gold standard : Serum iron ↓, ferritin ↓, TIBC ↑ © FDI2019
• Penatalaksanaan :
1. Cari tahu faktor penyebab
2. Suplementasi preparat besi : dosis 4-6 mg/kgBB/hari.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Respons terapi dgn menilai kadar Hb/Ht setelah 1 bulan  (+) bila
naik ≥ 2 g/dl, lanjut sampai 2-3 bulan
Jenis preparat yg tersedia :
a. Ferous Sulfas : 20% besi elemental
b. Ferous fumarat : 33% besi elemental
c. Ferous glukonas : 11,6% besi elemental
3. Transfusi darah (PRC) bila Hb < 4 g/dl
• Pencegahan :
1. Primer : ASI 6 bulan, tunda susu sapi hingga 1 thn, MPASI yg
sudah difortifikasi 6 bln s/d 1 thn, pemberian vit. C
2. Sekunder : screening Hb/Ht, MCV, RDW, feritin ; suplementasi
besi

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Screening HB dan Hematokrit  pencegahan sekunder
B. Suplementasi zat besi  pencegahan sekunder
C.Suplementasi multivitamin  kurang relevan
D.Pemberian MPASI yang difortifikasi mulai usia 1 tahun 
mulai diberikan usia 6 bulan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, pencegahan primer yang dapat dilakukan


pada kasus ini pada kasus ini adalah…

E. Menunda pemakaian susu sapi


sampai usia 1 tahun

© FDI2019
33
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL

Seorang anak laki-laki 18 bulan, BB 9,2 kg. Dibawa ke poli anak


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

dengan keluhan pucat sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan


fisik didapatkan ikterik dan lien schuffner III. Hasil laboratorium
menunjukkan Hb 7,7 g% leukosit 8900/mm3 , trombosit 165.000 /mm3 ,
MCV 70 fl, MCH 24, MCHC 18 g/dl, SI dan TIBC normal, HbF 75%, HbA
15%, tes Coomb negatif. Bila dilakukan pemeriksaan hapusan darah
tepi hasil yang diharapkan adalah?
A.Cigar cell
B. Smudge cell
C.Auer rod cell
D.Target cell
E. Sickle cell

© FDI2019
D. Target cell
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak laki 18 bulan, BB 9,2 kg keluhan pucat sejak 1 minggu
yang lalu.
• PF : ikterik dan lien schuffner III
• Lab : Hb 7,7 g% leukosit 8900/mm3 , trombosit 165.000 /mm3 ,
MCV 70 fl, MCH 24, MCHC 18 g/dl, SI dan TIBC normal, HbF
75%, HbA 15%, tes Coomb negatif
Bila dilakukan pemeriksaan hapusan darah tepi hasil yang
diharapkan adalah…

© FDI2019
Thallasemia
• Etiologi : defek genetik pembentukan rantai globin
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala :
• Riwayat transfusi darah berulang
• Riwayat keluarga dengan penyakit yg sama
• Pemeriksaan fisik :
Sumber : http://www.iosrjournals.org

• Anemia
• Icterus
• Facies cooley
• Hepatosplenomegali
• Gangguan pertumbuhan (gizi kurang/buruk, perawakan
pendek, pubertas terlambat)
• Pemeriksaan penunjang : Sumber : http://www.mt.mahidol.ac.th/e-

• Hapusan darah tepi : hipokrom mikrositer, anisositosis, learning/Thalassemia%20Term%20Paper%202556


/Eng%20blood.html
poikilositosis, sel target (+)
• Analisis Hb / Hb elektroforesa : HbA2 dan atau HbF ↑, HbA↓/ (-)
© FDI2019
• Nilai normal hemoglobin :
• HbA : 95-98%
• HbA2 : 1,5-3,5%
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• HbF : <2%
• Klasifikasi :
• Thallasemia alfa : HbA, HbA2, HbF ↓
• Thallasemia beta : HbA ↓, HbA2 dan atau HbF ↑
• Thallasemia minor : 1 rantai hilang, organomegali (-)
• Thallasemia mayor : 2 rantai hilang, organomegali (+)
• Tatalaksana :
• Transfusi darah  Hb < 7 atau Hb ≥ 7 disertai gejala klinis
• Medikamentosa :
• Asam folat
• Vitamin E
• Vitamin C
• Kelasi besi (deferoxamine/DFO)  setelah 3-5 liter atau 10-20x transfusi

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Cigar cell  anemia defisiensi besi
B. Smudge cell  leukemia tipe CLL
C.Auer rod cell  leukemia tipe AML
E. Sickle cell  jenis anemia hemolitik intrasel
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, hasil yang diharapkan pada pemeriksaan


hapusan darah tepi adalah…

D. Target cell

© FDI2019
34
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dibawa ibu ke klinik karena kedua
lutut bengkak sejak 2 hari ini. Sebelumnya anak terjatuh dari sepeda.
Riwayat pasien sering mengalami gusi berdarah dan memar pada
kulitnya. Paman pasien juga mengalami hal yang sama. Pemeriksaan
fisik tanda vital dalam batas normal dan didaptakan hemarthrosis
genu D/S. Terapi yang tepat pada kasus ini adalah?
A.Transfusi konsentrat pembekuan darah
B. Transfusi FFP
C.Transfusi WB
D.Transfusi cryopresipitat
E. Asam traneksamat

© FDI2019
A. Transfusi konsentrat pembekuan
darah
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak laki 8 tahun dgn keluhan kedua lutut bengkak sejak 2
hari ini. Sebelumnya anak terjatuh dari sepeda.
• Riwayat pasien sering mengalami gusi berdarah dan memar
pada kulitnya.
• Paman pasien juga mengalami hal yang sama.
• PF : hemarthrosis genu D/S.

Terapi yang tepat pada kasus ini adalah…


© FDI2019
Hemofilia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gangguan pembekuan darah yg herediter (X-linked


recessive)
• Jenis tersering : hemofilia A (defisiensi faktor VIII) dan
hemofilia B (defisiensi faktor IX)  klinis SAMA
• Gejala :
• Perdarahan  spontan dan atau pasca operasi
• Riwayat kelainan yg sama dalam keluarga (saudara laki2)
• Pemeriksaan fisik
Tergantung letak perdarahan (gusi, sendi, intrakranial, syok)

© FDI2019
• Pemeriksaan penunjang
• DL : Hb ↓ bila perdarahan masif
• APTT ↑ Clotting time (CT) ↑ Protrombin time (PT) normal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gold standard : kadar faktor VIII dan IX ↓↓ (normal : 50-100%)


• Penatalaksanaan :
• Prinsip : cegah perdarahan
• Perdarahan akut sendi otot : replacement therapy faktor VIII/IX
(UTAMA : konsentrat faktor VIII/IX, bila tdk ada gunakan FFP atau
cryopresipitat)
• Perdarahan mukosa (kecuali saluran kemih) : Asam Tranexamat
25 mg/kgBB/kali 3x sehari PO/IV selama 5-10 hari

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
B. Transfusi FFP  diberikan bila konsentrat tidak ada
C. Transfusi WB  kurang relevan
D. Transfusi cryopresipitat  diberikan bila konsentrat tidak
ada
E. Asam traneksamat  diberikan pada perdarahan
mukosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang tepat pada kasus ini adalah …

A. Transfusi konsentrat pembekuan


darah

© FDI2019
35
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Seorang anak perempuan umur 5 tahun dibawa ke IGD karena
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien demam dan batuk sejak


2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran apatis,
nadi 120x/m, rr 36x/m, suhu 38.5 OC. Pada pemeriksaan laboratorium
didapatkan GDS: 350. Pemeriksaan urin didapatkan glukosa +3, keton
+2. Pemeriksaan analisa gas darah pH 7.2, bikarbonat 10. Apakah
diagnosis yang tepat?
A.Koma hiperosmolar non ketotik
B. Diabetes tipe 1
C.Diabetes tipe 2
D.Ketoasidosis diabetikum
E. Hiperglikemi

© FDI2019
D. Ketoasidosis diabetikum
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak perempuan umur 5 tahun dibawa ke IGD
karena penurunan kesadaran.
• PF : kesadaran apatis, nadi 120x/m, RR 36x/m, suhu 38.5 OC.
• Lab : GDS 350
• Urinalisis : glukosa +3, keton +2.
• Analisa gas darah : pH 7.2, bikarbonat 10.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah…

© FDI2019
Ketoasidosis Diabetikum (KAD)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kegawatdaruratan pada Diabetes Mellitus tipe 1


• Diagnosis KAD:
1. Hiperglikemi (kadar gula darah > 11 mmol)
2. pH darah vena < 7,3 atau bikarbonat < 15 mmol
3. Ketonemia dan ketonuria
• Gejala :
• Riwayat diabetes mellitus (+)
• Dehidrasi, hiperpnea, nafas bau keton

© FDI2019
• Pemeriksaan fisik :
• Gejala asidosis : dehidrasi sedang sampai berat tanpa syok
• Pernafasan dalam dan cepat (Kussmaul)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Nafas bau aseton


• Produksi urine tinggi
• Pemeriksaan penunjang :
• Kadar gula darah
• Ketonemia
• Analisis gas darah
• Urinalisis : ketonuria (+)
• Terapi :
• Terapi cairan : NaCl 0.9% 20 ml/kgBB/1 jam
• Insulin : rapid insulin 0.05-0.1 U/kgBB/jam
• Koreksi gangguan elektrolit

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Koma hiperosmolar non ketotik  pH tidak memenuhi
B. Diabetes tipe 1  kurang spesifik
C.Diabetes tipe 2  kurang relevan
E. Hiperglikemi  kurang spesifik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah…

D. Ketoasidosis diabetikum

© FDI2019
36
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Pasien perempuan usia 9 tahun dibawa oleh ibunya datang ke RS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

dengan keluhan demam sejak sehari yang lalu. Riwayat nyeri perut
bagian bawah 2 minggu yang lalu. Saat ini pasien juga mengeluh
nyeri pada kedua pinggang. Pemeriksaan fisik ditemukan nyeri ketok
costovertebra, lain-lain dalam batas normal. Lab urinalisis dijumpai
leukosit 40/lpb, eritrosit 3/lpb. Diagnosis pada pasien ini adalah?
A.Sistitis
B. Uretritis
C.Ureteritis
D.GNAPS
E. Pyelonefritis

© FDI2019
E. Pyelonefritis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 9 tahun dengan keluhan demam sejak
sehari yang lalu disertai nyeri pada kedua pinggang
• Riwayat nyeri perut bagian bawah 2 minggu yang lalu.
• PF : nyeri ketok costovertebra (+)
• Urinalisis : leukosit 40/lpb, eritrosit 3/lpb.

Diagnosis pada pasien ini adalah…

© FDI2019
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi tersering : Escherichia coli


• Gejala : tidak khas (asimptomatis s/d gejala sepsis berat)
• Neonatus s/d 2 bulan : demam, apatis, muntah, mencret, anoreksia,
sianosis (gejala sepsis)
• Bayi : demam, anoreksia, BB sukar naik
• Anak :
• Pyelonefritis (ISK Atas) : demam, nyeri pinggang, BAK bau menyengat
• Sistitis (ISK Bawah) : gejala obstruksi (disuri, frekuensi, tidak tampias),
mengompol, BAK bau menyengat
• Pemeriksaan fisik :
Demam, nyeri ketok costovertebra (+), nyeri tekan simfisis (+), pada laki2
bisa dijumpai fimosis, hipospadia, epispadia
© FDI2019
• Pemeriksaan penunjang :
• DL : leukositosis Algoritma Tatalaksana ISK
• Urinalisis : ditemukan proteinuria,
leukosituria (>5/lpb), hematuria
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

(>5/lpb)
• Diagnosis PASTI : kultur urine
• Tatalaksana :
• Antibiotik IV
• Neonatus : Ampicillin, Gentamisin
• Anak : Ceftriaxone
• Antibiotik PO
• Amoxicilline
• Ampicilline
• Cotrimoxazole

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Sistitis  gejala obstruksi (-)
B. Uretritis  kurang relevan
C.Ureteritis  gejala nyeri pinggang tidak menjalar
D.GNAPS  tidak ada riwayat diare atau ISPA
sebelumnya
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah…

E. Pyelonefritis

© FDI2019
37
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Seorang bayi usia 2 bulan dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

demam sejak 4 hari ini dan mulai tidak mau menyusu sejak 1 hari ini.
Pasien dikeluhkan BAK berbau dan pekat sejak 1 minggu terakhir.
Pemeriksaan fisik anak tampak sakit berat dan lemas, nadi 120x/m,
RR 40x/m, suhu 39C. Pemeriksaan lab : Hb 10 g/dl, Hct 36%, Leukosit
15.400. Trombosit 442.000. Pemeriksaan urinalisis : leukosit 10/lpb, nitrit
(+), leukosit esterase (+). Apakah tatalaksana yang tepat untuk
pasien ini?
A.Seftriaxon IV
B. Ampicilin IV
C.Siprofloksasin IV
D.Kloramfenikol PO
E. Sefixime PO
© FDI2019
B. Ampicilin IV
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Bayi usia 2 bulan demam sejak 4 hari ini dan mulai tidak mau
menyusu sejak 1 hari ini disertai BAK berbau dan pekat sejak
1 minggu terakhir.
• PF : anak tampak sakit berat dan lemas, nadi 120x/m, RR
40x/m, suhu 39C.
• Lab : Hb 10 g/dl, Hct 36%, Leukosit 15.400. Trombosit 442.000.
• Urinalisis : leukosit 10/lpb, nitrit (+), leukosit esterase (+).

Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah…


© FDI2019
Infeksi Saluran Kemih (ISK)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi tersering : Escherichia coli


• Gejala : tidak khas (asimptomatis s/d gejala sepsis berat)
• Neonatus s/d 2 bulan : demam, apatis, muntah, mencret, anoreksia,
sianosis (gejala sepsis)
• Bayi : demam, anoreksia, BB sukar naik
• Anak :
• Pyelonefritis (ISK Atas) : demam, nyeri pinggang, BAK bau menyengat
• Sistitis (ISK Bawah) : gejala obstruksi (disuri, frekuensi, tidak tampias),
mengompol, BAK bau menyengat
• Pemeriksaan fisik :
Demam, nyeri ketok costovertebra (+), nyeri tekan simfisis (+), pada laki2
bisa dijumpai fimosis, hipospadia, epispadia
© FDI2019
• Pemeriksaan penunjang :
• DL : leukositosis Algoritma Tatalaksana ISK
• Urinalisis : ditemukan proteinuria,
leukosituria (>5/lpb), hematuria
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

(>5/lpb)
• Diagnosis PASTI : kultur urine
• Tatalaksana :
• Antibiotik IV
• Neonatus & Bayi : Ampicillin, Gentamisin
• Anak : Ceftriaxone
• Antibiotik PO
• Amoxicilline
• Ampicilline
• Cotrimoxazole

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Seftriaxon IV  bukan antibiotik pilihan pertama pada
ISK neonatus dan bayi
C. Siprofloksasin IV  tidak ada sediaan
D. Kloramfenikol PO  semua ISK neonatus dan bayi
harus MRS dan obat diberiksan secara IV
E. Sefixime PO  semua ISK neonatus dan bayi harus MRS
dan obat diberiksan secara IV
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tatalaksana yang tepat untuk pasien ini


adalah…

B. Ampicilin IV

© FDI2019
38
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Anak laki - laki usia 8 tahun datang bersama orang tuanya dengan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

keluhan kencing seperti air cucian daging. Sebelumnya sekitar dua


minggu yang lalu pasien mengalami batuk pilek dan demam namun
sudah sembuh. Pemeriksaan didapatkan TD 130/90 mmHg, Nadi
84x/m, RR 22x/m, Tax 36,5C lain-lain dalam batas normal. Dari hasil
pemeriksaan darah didapatkan kadar ASTO meningkat. Bakteri
penyebab pada kasus ini adalah...
A. Streptococcus Beta Hemoliticus Grup A
B. Streptococcus Beta Hemoliticus Grup B
C.Streptococcus Beta Hemoliticus Grup C
D. Streptococcus Alfa Hemoliticus Grup A
E. Streptococcus Alfa Hemoliticus Grup B

© FDI2019
A. Streptococcus Beta Hemoliticus Grup A
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak laki usia 8 tahun dengan keluhan kencing seperti air
cucian daging.
• Dua minggu yang lalu pasien mengalami batuk pilek dan
demam namun sudah sembuh.
• PF : TD 130/90 mmHg, Nadi 84x/m, RR 22x/m, Tax 36,5C lain-
lain dalam batas normal.
• Lab : Kadar ASTO meningkat

Bakteri penyebab pada kasus ini adalah…


© FDI2019
Glomerulonefritis Akut Pasca
Streptokokus (GNAPS)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Sindroma nefritik (hematuria, edema, hipertensi, azotemia)


SETELAH adanya infeksi oleh bakteri Streptococcus Beta
Hemolitikus grup A pada saluran nafas dan kulit.
• Gejala :
• Riwayat ISPA (faringitis) dan kulit (pioderma) 1-2 minggu sebelumnya
• Bengkak di kedua kelopak mata dan tungkai
• Kencing darah (gross hematuria) atau seperti air cucian daging,
jumlah berkurang (oliguria)
• Pemeriksaan Fisik :
• Hipertensi
• Edema di kedua kelopak mata dan tungkai
© FDI2019
• Pemeriksaan Penunjang :
• Urinalisis : eritrosit (+++), proteinuria (+) (eritrosit > protein),
ditemukan silinder eritrosit
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• DL : BUN dan SK ↑
• Kadar ASTO ↑↑, kadar C3 ↓↓
• Tatalaksana :
• Medikamentosa :
• Antibiotik Penicillin : Amoxicillin 50mg/kgBB/hari 3 dosis selama 10 hari
atau bila alergi : Eritromisin 30 mg/kgBB/hari 3 dosis selama 10 hari.
• Diuretik  bila ada retensi cairan (edema) dan hipertensi
• Antihipertensi  golongan ACE-inhibitor (renal protector)
• Suportif : Tirah baring

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
B. Streptococcus Beta Hemoliticus Grup B  kurang tepat
C. Streptococcus Beta Hemoliticus Grup C  kurang tepat
D. Streptococcus Alfa Hemoliticus Grup A  kurang tepat
E. Streptococcus Alfa Hemoliticus Grup B  kurang tepat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, bakteri penyebab pada kasus ini adalah…


A. Streptococcus Beta Hemoliticus Grup A

© FDI2019
39
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak laki-laki usia 8 tahun, dibawa ibunya ke poliklinik dengan


keluhan bengkak di seluruh tubuh, perutnya membuncit, dan BAK
berbuih. Dari pemeriksaan dokter didapatkan asites dan edema
anasarka. Penyebab terjadinya bengkak pada pasien ini adalah...
A.Hiperkolestrolemia
B. Hipokolestrolemia
C.Hiperalbuminemia
D.Hipoalbuminemia
E. Hiperglukosuria

© FDI2019
D. Hipoalbuminemia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak laki-laki usia 7 tahun dengan keluhan bengkak di
seluruh tubuh dan perutnya membuncit
• PF: dokter asites dan edema anasarka (+).
• Dx : sindroma nefrotik

Penyebab terjadinya bengkak pada pasien ini adalah…

© FDI2019
Sindroma Nefrotik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kumpulan gejala : edema, hipoalbuminemia, proteinuria


masif, hiperkolestrolemia, hipertensi, hematuria,
penurunan fungsi ginjal (Azotemia)
• Pemeriksaan fisik :
• Edema anasarka
• Ascites
• Hipertensi
• Pemeriksaan penunjang :
• UL : proteinuria masif (≥ 2+), rasio albumin kreatinin > 2, hematuria
• DL : hipoalbuminemia (< 2,5g/dl), hiperkolestrolemia (> 200
mg/dl), LED ↑

© FDI2019
• Penatalaksanaan :
• Medikamentosa : Prednison dosis awal 60 mg/m2/hari dalam 3
dosis selama 4 minggu dilanjutkan 2/3 dosis awal sebanyak single
dose selang sehari selama 4-8 minggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Suportif :
• Diuretik : Furosemid 1-2 mg/kgBB/hari
• Antihipertensi
• Tirah baring
• Diet rendah garam (1-2 g/hari) protein normal (1,5-2 g/kgBB/hari)
• Albumin 0.5g/kgBB/hari

© FDI2019
Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011
Jawaban lainnya…
A. Hiperkolestrolemia  ditemukan pada pemeriksaan
darah
B. Hipokolestrolemia  kurang relevan
C. Hiperalbuminemia  kurang relevan
E. Hiperglukosuria  kurang relevan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, penyebab terjadinya bengkak pada pasien ini


adalah…

D. Hipoalbuminemia

© FDI2019
40
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ibunya periksa karena
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

belum bisa bicara dan duduk. Riwayat pasien pernah kuning lama
dan BAB tidak lancar. Pasien merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara
dan tidak ada riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Pemeriksaan fisik TTV dbn, pasien tampak lebih pendek dibanding
anak seusianya, perut buncit dan makroglosi. Apakah terapi yang
sebaiknya diberikan?
A.Levofloxacin
B. Levonorgestrel
C.Levothyroxine
D.Levocarnitine
E. Levodopa

© FDI2019
C. Levothyroxine
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Laki-laki 4 tahun dengan keluhan belum bisa bicara dan
duduk.
• Riwayat pasien pernah kuning lama dan BAB tidak lancar.
Pasien merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara dan tidak
ada riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
• PF : TTV dbn, pasien tampak lebih pendek dibanding anak
seusianya, perut buncit dan makroglosi

Terapi yang sebaiknya diberikan pada pasien ini adalah…


© FDI2019
Hipotiroid Kongenital
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Faktor resiko : daerah endemis kretinisme, defisiensi


yodium, ibu saat hamil konsumsi obat thyroid
• Gejala dan tanda (Quebec score) :

Sumber : mother-top.com

Bila skor > 4, curiga hipotiroid kongenital, butuh


investigasi lanjutan
© FDI2019
• Pemeriksaan penunjang :
• Fungsi tiroid (T3, T4, TSH)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Darah perifer lengkap


• Radiologi : bone age terlambat
• Screening : 2-3 minggu setelah kelahiran
• Penatalaksanaan :
• Medikamentosa : Levotiroksin (replacement therapy)
• Suportif

© FDI2019
Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011
Jawaban lainnya…
A.Levofloxacin  kurang relevan, jenis antibiotik
B. Levonorgestrel  kurang relevan, jenis KB
D. Levocarnitine  kurang relevan, jenis obat utk
defisiensi karnitin
E. Levodopa  kurang relevan, jenis obat parkinson
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang sebaiknya diberikan pada pasien


ini adalah…

C. Levothyroxine

© FDI2019
41
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak perempuan umur 6 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan


keluhan batuk darah disertai sesak nafas. Ibu pasien juga
mengeluhkan pernah keluar bentukan seperti cacing saat pasien
batuk. Organisme yang dapat menyebabkan gejala di atas adalah...
A. Ascaris lumbricoides
B. Ancylostoma duodenale
C.Trichuris trichuria
D. Schistosoma hematobium
E. Enterobius vermicularis

© FDI2019
A. Ascaris lumbricoides
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords :
• Anak perempuan umur 6 tahun dengan keluhan batuk
darah disertai sesak nafas.
• Ibu pasien juga mengeluhkan pernah keluar bentukan
seperti cacing saat pasien batuk

Organisme penyebab yang paling tepat pada kasus ini


adalah…

© FDI2019
Infeksi Cacing Nematoda
Pemeriksaan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nama Bentuk Telur Cara infeksi Patogenesis Penunjang Terapi


Migrasi larva cacing -->
Lonjong, dinding
Ascaris lumbricoides Fecal oral gangguan GIT, gangguan
albuminoid
(cacing gelang) paru (Loeffler syndrome Pemeriksaan tinja
Enterobius Asimetris
*Fecal oral 1.Albendazole 400 mg SD
vermicularis (planokonveks), Migrasi cacing di Anal swab
*Inhalasi 2.Mebendazole 500 mg SD
(cacing kremi) dinding tembus sinar perianal --> pruritus ani
3.Pirantel pamoat 10mg/kg
Migrasi cacing di usus -->
SD
infeksi berat bisa
Punya 2 kutub seperti *Pemeriksaan tinja
Fecal-oral anemia berat, prolaps
tong/tempayan *Protoskopi
Trichuris trichiura recti
(cacing cambuk)

Enterobius vermicularis

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th Edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
B. Ancylostoma duodenale  tidak menyebabkan Loeffler
syndrome
C. Trichuris trichuria  tidak menyebabkan Loeffler syndrome
D. Schistosoma hematobium  tidak menyebabkan Loeffler
syndrome
E. Enterobius vermicularis  tidak menyebabkan Loeffler
syndrome
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, organisme penyebab yang paling tepat


pada kasus ini pada kasus ini adalah…

© FDI2019
42
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak usia 7 tahun dibawa periksa ke dokter dengan keluhan


perut sering kembung, mual kadang muntah. Ibu juga mengeluhkan
pernah keluar cacing ukuran kurang lebih 10 cm saat pasien BAB.
Pemeriksaan fisik tanda vital normal, status nutrisi gizi kurang. Dari
pemeriksaan feses didapatkan gambaran telur dinding tebal dengan
bagian luar bergelombang. Terapi yang paling tepat pada kasus ini
adalah...
A. Albendazole 2 x 400 mg selama 3 hari
B. Albendazole 2 x 100 mg selama 3 hari
C.Mebendazole 100 mg dosis tunggal
D.Mebendazole 3 x 100 mg selama 3 hari
E. Albendazole 400 mg dosis tunggal

© FDI2019
E. Albendazole 400 mg dosis tunggal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak 7 tahun dengan keluhan perut sering kembung,
mual kadang muntah, disertai pernah keluar cacing
ukuran kurang lebih 10 cm saat pasien BAB.
• PF : status nutrisi gizi kurang.
• Pemeriksaan feses : telur dinding tebal dengan bagian
luar bergelombang
Terapi yang paling tepat pada kasus di atas adalah…

© FDI2019
Infeksi Cacing Nematoda
Pemeriksaan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nama Bentuk Telur Cara infeksi Patogenesis Penunjang Terapi


Migrasi larva cacing -->
Lonjong, dinding
Ascaris lumbricoides Fecal oral gangguan GIT, gangguan
albuminoid
(cacing gelang) paru (Loeffler syndrome Pemeriksaan tinja
Enterobius Asimetris
*Fecal oral 1.Albendazole 400 mg SD
vermicularis (planokonveks), Migrasi cacing di Anal swab
*Inhalasi 2.Mebendazole 500 mg SD
(cacing kremi) dinding tembus sinar perianal --> pruritus ani
3.Pirantel pamoat 10mg/kg
Migrasi cacing di usus -->
SD
infeksi berat bisa
Punya 2 kutub seperti *Pemeriksaan tinja
Fecal-oral anemia berat, prolaps
tong/tempayan *Protoskopi
Trichuris trichiura recti
(cacing cambuk)

Enterobius vermicularis

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th Edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Albendazole 2 x 400 mg selama 3 hari  dosis terlalu besar
B. Albendazole 2 x 100 mg selama 3 hari  dosis kurang tepat
C.Mebendazole 100 mg dosis tunggal  dosis terlalu kecil
D.Mebendazole 3 x 100 mg selama 3 hari  dosis kurang tepat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang paling tepat pada kasus di


atas adalah…

E. Albendazole 400 mg dosis


tunggal

© FDI2019
43
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL

Anak berumur 8 tahun dibawa ibunya ke dokter karena BAB


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

berdarah sejak 4x hari ini. Anak berkata nyeri perut bila hendak BAB
namun setelah BAB membaik. Tidak ada tanda-tanda dehidrasi. Ibu
khawatir karena nafsu makan anak menurun dan anak sering
bermain-main di lumpur. Pada pemeriksaan tinja ditemukan
mikroorganisme berbentuk tempayan. Komplikasi yang dapat terjadi
apabila keluhan tidak tertangani adalah...
A. Malabsorbsi
B. Appendisitis
C.Prolaps rekti
D.Loeflr syndrome
E. Limfadenitis

© FDI2019
C. Prolaps rekti
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak 8 tahun dengan BAB berdarah sejak 4x hari ini
disertai nyeri perut bila hendak BAB namun setelah BAB
membaik.
• Nafsu makan anak menurun dan anak sering bermain-
main di lumpur.
• Pemeriksaan tinja : mikroorganisme berbentuk tempayan.

Komplikasi yang dapat terjadi apabila keluhan tidak


tertangani adalah…
© FDI2019
Infeksi Cacing Nematoda
Pemeriksaan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nama Bentuk Telur Cara infeksi Patogenesis Penunjang Terapi


Migrasi larva cacing -->
Lonjong, dinding
Ascaris lumbricoides Fecal oral gangguan GIT, gangguan
albuminoid
(cacing gelang) paru (Loeffler syndrome Pemeriksaan tinja
Enterobius Asimetris
*Fecal oral 1.Albendazole 400 mg SD
vermicularis (planokonveks), Migrasi cacing di Anal swab
*Inhalasi 2.Mebendazole 500 mg SD
(cacing kremi) dinding tembus sinar perianal --> pruritus ani
3.Pirantel pamoat 10mg/kg
Migrasi cacing di usus -->
SD
infeksi berat bisa
Punya 2 kutub seperti *Pemeriksaan tinja
Fecal-oral anemia berat, prolaps
tong/tempayan *Protoskopi
Trichuris trichiura recti
(cacing cambuk)

Enterobius vermicularis

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th Edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Malabsorbsi  kurang relevan
B. Appendisitis  kurang relevan
D. Loeflr syndrome  komplikasi pada Ascariasis
E. Limfadenitis  gejala filariasis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, komplikasi yang dapat terjadi apabila keluhan


tidak tertangani pada kasus ini adalah…

C. Prolaps rekti

© FDI2019
44
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Seorang anak perempuan usia 7 tahun, diantar ibunya ke puskesmas
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

karena sakit perut sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh mual
namun tidak muntah, kehilangan nafsu makan, lemah dan
terkadang ada diare. Tiga hari sebelumnya pasien dan keluarganya
mengonsumsi banyak daging setengah matang setelah pulang dari
pesta adat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TTV dalam batas
normal, konjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-). Pada pemeriksaan
mikroskopik feses didapatkan gambaran proglotid bercabang 8
dikotom. Diagnosis yang paling tepat pada kasus ini adalah...
A. Taeniasis saginata
B. Taeniasis solium
C.Hymenolepiasis nana
D.Fascioliasis hepatica
E. Filariasis brugia

© FDI2019
B. Taeniasis solium
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak perempuan 7 tahun dengan keluhan sakit perut sejak 3
hari yang lalu disertai mual (+), kehilangan nafsu makan (+),
lemas (+), diare (+).
• Tiga hari sebelumnya pasien dan keluarganya mengonsumsi
banyak daging setengah matang
• PF : dbn
• Pemeriksaan feses : gambaran proglotid bercabang 8
dikotom.
Diagnosis kasus di atas adalah…
© FDI2019
Infeksi Cacing Cestoda
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nama Bentuk Telur Bentuk Proglotid Vektor Cara infeksi Patogenesis & Gejala Terapi

Taenia solium Segmen 1000


Babi
(cacing pita babi) 5-8 cabang Larva nempel di organ
vektor
Telur bulat dengan sapi/babi mentah dimakan Praziquantel
Fecal oral
striae radier manusia --> usus manusia 10-20mg/kg SD
--> gangguan GIT (diare,
konstipasi), anemia
Taenia saginata Segmen 2000
Sapi
(Cacing pita sapi) 15-30 cabang

Sistiserkosis --> infeksi larva Taenia solium, Tx : Albendazole + Prazikuantel 3x15 mg/kg/hari selama 15 hari + steroid

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th Edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Taeniasis saginata  jumlah cabang proglotid 15-30
C. Hymenolepiasis nana  kurang relevan
D. Fascioliasis hepatica  kurang relevan
E. Filariasis brugia  kurang relevan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat pada kasus ini adalah …

B. Taeniasis solium

© FDI2019
45
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak laki-laki 10 tahun datang diantar ibunya ke Puskesmas


mengeluh BAB cair sejak 3 hari ini . Keluhan juga disertai nyeri pada
epigastrium. Riwayat pasien tinggal di daerah yang banyak babi
hutan selama 2 minggu. Riwayat mandi, minum air sungai dan
makan dedaunan mentah yang ada di rawa. Dari pemeriksaan feses
didapatkan gambaran sebagai berikut. Terapi pada kasus ini
adalah...
A.Mebendazole
B. Albendazole
C.Tiabendazole
D.Triclabendazole
E. Fluconazole

© FDI2019
D. Triclabendazole
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak laki-laki 10 tahun mengeluh BAB cair
sejak 3 hari disertai nyeri pada epigastrium.
• Riwayat pasien tinggal di daerah yang
banyak babi hutan selama 2 minggu.
• Pemeriksaan feses :

Terapi pada kasus di atas adalah…


© FDI2019
Infeksi Cacing Trematoda
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hospes
Nama Bentuk Telur Bentuk Infektif Patogenesis Terapi
Perantara

Migrasi cacing dari duodenum --


Fasciola hepatica
Lonjong, operkulum (+) Metaserkaria Siput Lymnea > Triclabendazole
(sheep liver fluke)
hepar --> gejala GIT, ikterus

Schistosoma japonicum Bulat, spina (-)


Serkaria menembus kulit-->
Serkaria Siput Praziquantel
Schistosoma mansoni Lonjong, spina lateral gatal2, radang akut hepar
Schistosoma hematobium Lonjong, spina terminal

Fasciola hepatica a b c

Schistosoma : a. S.mansoni, b. S.japonicum, c. S.hematobium

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th Edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Mebendazole  tx cacing nematoda
B. Albendazole  tx cacing nematoda
C.Tiabendazole  tx cacing nematoda
E. Fluconazole  tx jamur
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi pada kasus ini adalah …

D. Triclabendazole

© FDI2019
46
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak laki-laki usia 4 tahun datang bersama orang tuanya dengan


keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu. Demam dirasakan pada
malam hari disertai nyeri kepala, lemah, lesu, mual, nafsu makan
menurun dan diare. Penderita tinggal di dekat Danau Lindu Sulawesi
Tengah dan orang tua bekerja sebagai nelayan penangkap ikan.
Hasil pemeriksaan feses penderita ditemukan telur lonjong dengan
operculum tanpa duri. Pengobatan yang tepat adalah...
A. Praziquantel 20 mg/kg/hari dosis tunggal
B. Praziquantel 20 mg/kg/hari 3 dosis selama 1-2 hari
C. Praziquantel 60 mg/kg/hari dosis tunggal
D. Praziquantel 60 mg/kg/hari 3 dosis selama 5 hari
E. Praziquantel 60 mg/kg/hari 3 dosis selama 1-2 hari

© FDI2019
E. Praziquantel 60 mg/kg/hari 3 dosis
selama 1-2 hari
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak Laki-laki 4 tahun keluhan demam sejak 1 minggu
yang lalu. Demam dirasakan pada malam hari disertai
nyeri kepala, lemah, lesu, mual, nafsu makan menurun
dan diare.
• Pasien tinggal di dekat Danau Lindu Sulawesi Tengah.
• Pemeriksaan feses : telur lonjong dengan operculum
tanpa duri.

Pengobatan yang tepat pada kasus di atas adalah…


© FDI2019
Infeksi Cacing Trematoda
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hospes
Nama Bentuk Telur Bentuk Infektif Patogenesis Terapi
Perantara

Migrasi cacing dari duodenum --


Fasciola hepatica
Lonjong, operkulum (+) Metaserkaria Siput Lymnea > Triclabendazole
(sheep liver fluke)
hepar --> gejala GIT, ikterus

Schistosoma japonicum Bulat, spina (-)


Serkaria menembus kulit-->
Serkaria Siput Praziquantel
Schistosoma mansoni Lonjong, spina lateral gatal2, radang akut hepar
Schistosoma hematobium Lonjong, spina terminal

Fasciola hepatica a b c

Schistosoma : a. S.mansoni, b. S.japonicum, c. S.hematobium

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th Edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Praziquantel 20 mg/kg/hari dosis tunggal  terapi
taeniasis
B. Praziquantel 20 mg/kg/hari 3 dosis selama 1-2 hari 
dosis dan lama pemberian kurang tepat
C. Praziquantel 60 mg/kg/hari dosis tunggal  lama
pemberian kurang tepat
D. Praziquantel 60 mg/kg/hari 3 dosis selama 5 hari 
lama pemberian kurang tepat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, pengobatan yang tepat pada kasus ini


adalah …

E. Praziquantel 60 mg/kg/hari 3
dosis selama 1-2 hari

© FDI2019
47
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dibawa ibunya berobat dengan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

keluhan demam sejak 2 hari yang lalu disertai batuk pilek. Pasien juga
dikeluhkan bengkak di depan telinga hingga rahang bawah kanan.
Pasien mengeluh merasa nyeri jika memakan makanan yang
masam. Apakah mikroorganisme penyebab kasus di atas?
A.Paramyxovirus
B. Rotavirus
C.Parainfluenza
D.EBV
E. Rhinovirus

© FDI2019
A. Paramyxovirus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak laki-laki usia 7 tahun keluhan demam sejak 2 hari
yang lalu disertai batuk pilek.
• Pasien juga dikeluhkan bengkak di depan telinga hingga
rahang bawah kanan dan merasa nyeri jika memakan
makanan yang masam.

Mikroorganisme penyebab pada kasus di atas adalah…

© FDI2019
Parotitis / Mumps
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : virus Paramyxoviridae


• Predileksi : kelenjar parotis
• Gejala klinis :
• Pembesaran kelenjar parotis unilateral atau bilateral disertai lesu,
nyeri otot, nafsu makan menurun
• Riwayat kontak dengan penderita
• Komplikasi : orchitis, meningoensefalitis, pankreatitis,
oovoritis
• Terapi :
• Simptomatis dan suportif (antipiretik, analgetik, vitamin)

Sumber : Buku Ajar Infeksi Tropis IDAI, 2008 © FDI2019


Jawaban lainnya…
B.Rotavirus  penyebab diare tersering pada bayi
C.Parainfluenza  penyebab influenza
D.EBV  penyebab penyakit Ebstein-Barr
E.Rhinovirus  penyebab common cold
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, mikroorganisme penyebab pada kasus di atas


pada kasus ini adalah …

A. Paramyxovirus

© FDI2019
48
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak perempuan usia 7 tahun datang dengan ibunya ke praktek dokter
karena keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Demam naik turun terutama saat
malam hari. Keluhan disertai mual muntah dan kadang nyeri perut. Pasien juga
dikeluhkan sulit BAB sejak 3 hari ini. Pemeriksaan fisik TD 100/60 mmHg, Nadi 80x/m,
RR 24x/m, Tax 37,8OC dan terdapat hepatomegali. Hasil lab Widal 1/320, 1/160.
Apakah antibiotik yang dapat diberikan pada pasien ini?
A. Amoxicillin
B. Kloramfenikol
C. Eritromisin
D. Ciprofloxacin
E. Metronidazole

© FDI2019
B. Kloramfenikol
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak perempuan 8 tahun keluhan demam sejak 10 hari
yang lalu, meningkat terutama malam hari disertai mual
muntah (+), nyeri perut (+), sulit BAB (+).
• PF : TD: 100/60mmHg, N: 80x/m, R: 24x/m, S: 37,8C,
hepatomegali(+)
• Lab : Widal 1/320, 1/160

Antibiotik yang dapat diberikan pada kasus di atas


adalah…

© FDI2019
Demam Tifoid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : bakteri Salmonella typhii (gram negatif)


• Cara penularan : fecal-oral
• Gejala klinis :
• Demam (Stepladder) ≥ 6 hari
• GIT : diare, obstipasi, nyeri perut, meteorismus, lidah khas (kotor di
tengah merah di tepi, tremor)
• Lain2 : Nyeri kepala, malaise, nausea, nyeri telan, bradikardi
relatif, penurunan kesadaran
• Pemeriksaan penunjang : Minggu 1-2 Kultur darah, LCS (invasif)
• Gold standard : kultur  Minggu 2-3 Feses dan urine

• Serologis (rapid test : Tubex)


• Widal O : kenaikan titer 4x selang 1 minggu
© FDI2019
• Komplikasi tersering : perforasi usus halus
• Tatalaksana :
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Medikamentosa :
1. Kloramfenikol 100mg/kg/hari 4 dosis 10-14 hari
2. Amoxicillin 100mg/kg/hari 4 dosis 10-14 hari
3. Trimetoprim-Sulfametoksazol (TMP-SMZ) 6 mg/kg/hari 2 dosis 10 hari
• Resisten : Ceftriaxone 100mg/kg/hari 1-2 dosis 5-7 hari (IV) atau Cefixime
10-15 mg/kg/hari 2 dosis selama 10 hari (PO)
• Komplikasi : laparotomi
• Suportif : tirah baring, isolasi, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan
cairan

Sumber :
1. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis IDAI, 2008
2. Rekomendasi IDAI mengenai Pemeriksaan Penunjang Demam Tifoid, 2016

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A.Amoxicillin  lini ke 2
C.Eritromisin  bukan antibiotik pilihan
D.Ciprofloxacin  bukan antibiotik pilihan
E.Metronidazole  diberikan pada saat laparotomi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, antibiotik yang dapat diberikan pada kasus ini


adalah …

B. Kloramfenikol

© FDI2019
49
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak perempuan berumur 9 tahun datang ke IGD dengan


keluhan demam sejak 4 hari. Anak mengeluh pusing dan mual. Pada
pemeriksaan fisik tanda vital TD 110/80 mmHg, Nasi 98x/m, RR 24x/m,
didapatkan tes Rumple Leede (+), lain-lain dalam batas normal. Hasil
lab darah Hb 13 g/dl, Hct 47%, Leukosit 6500, Trombosit 98.000.
Apakah diagnosis dari kasus di atas?
A.Demam dengue
B. Dengue hemorrhagic fever grade I
C.Dengue hemorrhagic fever grade II
D.Dengue hemorrhagic fever grade III
E. Dengue hemorrhagic fever grade IV

© FDI2019
B. Dengue hemorrhagic fever grade I
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords:
• Anak perempuan 9 tahun keluhan demam sejak 4 hari
disertai pusing dan mual.
• PF : tanda vital TD 110/80 mmHg, Nasi 98x/m, RR 24x/m,
didapatkan tes Rumple Leede (+), lain-lain dalam batas
normal.
• Lab : Hb 13 g/dl, Hct 47%, Leukosit 6500, Trombosit 98.000.

Diagnosis kasus di atas adalah…

© FDI2019
Infeksi Virus Dengue
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : virus Flavivirus serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3,


DEN-4  vektor : nyamuk Aedes aegypti
• Diagnosis :
• DEMAM : mendadak tinggi (39-40C), kontinu selama 2-7 hari
• Tanda2 perdarahan : uji Torniquet (+), ptekiae, purpura,
ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, dan
hemathemesis/melena
• Hepatomegali
• Tanda2 syok : lemas, pucat, akral dingin, takikardi, CRT > 2
detik, selisih TD sistolik dan diastolik < 20 mmHg
• Pemeriksaan penunjang :
• DL :
• Trombositopeni (≤100.000/mm3)
• DHF : Hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit ≥ 20% dari nilai
normal)
• NS 1 : hari 1-3
• IgM anti Dengue : hari ke 5 dst
© FDI2019
• Klasifikasi Derajat Infeksi Dengue :
GRADE TANDA DAN GEJALA PEMERIKSAAN LABORATORIUM
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Demam dengan min. 2 kriteria :


* Nyeri kepala
* Nyeri orbita *Leukopenia (< 5000/m3)
* Mialgia * Trombositopeni (<150.000/m3)
DF
* Arthralgia / nyeri tulang *Peningkatan hematokrit 5-10%
* Rash TIDAK ADA BUKTI kebocoran plasma
* Manifestasi perdarahan
* TIDAK ADA BUKTI kebocoran plasma

Demam dengan manifestasi


perdarahan * Trombositopeni (<100.000/m3)
DHF I
(uji Tourniquet positif) dan bukti * Peningkatan hematokrit ≥ 20%
kebocoran plasma positif
Sama seperti grade I + Perdarahan * Trombositopeni (<100.000/m3)
DHF II
spontan * Peningkatan hematokrit ≥ 20%
Sama seperti grade I-II + Tanda kega-
galan sirkulasi nadi (nadi lemah, * Trombositopeni (<100.000/m3)
DHF III
hipotensi, * Peningkatan hematokrit ≥ 20%
selisih TD ≤ 20 mmHg, tampak lemas)
Sama seperti grade III + bukti nyata
* Trombositopeni (<100.000/m3)
DHF IV adanya syok (nadi dan tensi TIDAK
* Peningkatan hematokrit ≥ 20%
teraba)
DHF III dan IV disebut juga Dengue Shock Syndrome (DSS)

© FDI2019
• Tatalaksana :
• DF : Rehidrasi oral, antipiretik, terapi cairan bila intake kurang
(mual muntah)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• DHF : Terapi cairan kristaloid isotonik (NaCl 0.9%, Ringer Lactat,


Ringer Asetat)
• DHF grade I-II : cairan maintenance 1 hari + defisit 5%

Kebutuhan cairan berdasarkan Berat Badan Ideal (Guideline WHO, 2011)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM • DHF grade III-IV

• Komplikasi :
• Akibat syok : ensefalopati Dengue,edema cerebri, kelainan
ginjal
• Akibat overload cairan : edema paru
Sumber : Comprehensive guidelines for prevention and control of Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever, WHO 2011 © FDI2019
Jawaban lainnya…
A.Demam dengue  pada kasus ada tanda kebocoran
plasma (HCT naik ≥ 20%)
C.Dengue hemorrhagic fever grade II  pada kasus tidak
ada perdarahan spontan
D.Dengue hemorrhagic fever grade III  pada kasus
tidak ada perdarahan spontan dan tanda2 syok
E.Dengue hemorrhagic fever grade IV  pada kasus
tidak ada perdarahan spontan dan tanda2 syok
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada kasus ini adalah …

B. Dengue hemorrhagic fever grade I

© FDI2019
50
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Bayi usia 2 bulan dibawa ibunya untuk imunisasi. Bayi sudah


mendapatkan imunisasi hepatitis B dan polio. Imunisasi apa
yang tepat diberikan untuk bayi ini menurut rekomendasi
IDAI?
A.MMR
B. Influenza
C.Campak
D.BCG
E. Hepatitis B-1

© FDI2019
D. BCG
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
Bayi usia 2 bulan  sudah imunisasi hepatitis B dan polio

Imunisasi yang tepat diberikan untuk bayi ini menurut


rekomendasi IDAI adalah…

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A.MMR  1x usia 15 bulan
B. Influenza  pertama kali usia 6 bulan
C.Campak  1x saja usia 9 bulan
E.Hepatitis B-1  diberikan max 12 jam setelah lahir
didahului vit K
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, imunisasi yang tepat diberikan untuk


bayi ini menurut rekomendasi IDAI adalah…

D. BCG

© FDI2019
51
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak usia 3 bulan dibawa ibunya untuk imunisasi. Riwayat


persalinan ibu dibantu oleh dukun dan sampai saat ini bayi belum
pernah mendapat imunisasi. Apa tindakan yang anda lakukan?
A.Periksa mantoux test
B. Periksa radiologi
C.Langsung imunisasi BCG
D.Bilas lambung
E. Periksa darah lengkap

© FDI2019
A. Periksa mantoux test
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak 3 bulan dibawa ibunya untuk imunisasi.
• Riwayat persalinan ibu dibantu oleh dukun, sampai saat
ini bayi belum pernah mendapat imunisasi

Tindakan yang dilakukan adalah…

© FDI2019
Vaksin BCG
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Dapat diberikan usia 0-3 bulan


• Paling OPTIMAL : < 3 bulan (s/d 2 bulan 29 hari)
• Bila usia > 2 bulan 29 hari : Tuberculin test
• Bila uji tuberkulin tidak ada  observasi local accelerated
reaction
• Dosis pemberian : 0,05 ml intracutan (0,1 ml utk anak > 1
tahun)

Sumber : Pedoman Imunisasi di Indonesia , Satgas IDAI, 2014 © FDI2019


Jawaban lainnya…
B. Periksa radiologi  kurang relevan
C. Langsung imunisasi BCG  tidak diperbolehkan karena
usia anak sudah 3 bulan
D. Bilas lambung  kurang relevan
E. Periksa darah lengkap  kurang relevan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tindakan yang dilakukan adalah…

A. Periksa mantoux test

© FDI2019
52
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Dokter melakukan penyuluhan mengenai kejadian ikutan pasca


imunisasi (KIPI). Seorang peserta menanyakan tentang kejadian
paling berbahaya saat imunisasi. Pernyataan yang benar di bawah
ini adalah...
A.Muntah-muntah terjadi 5 menit setelah imunisasi BCG
B. Demam terjadi 4 hari setelah imunisasi campak
C.Bengkak di tempat suntikan terjadi 1 hari setelah imunisasi DPT
D.Muntah dan tidak nafsu makan setelah 4 hari imunisasi BCG
E. Anafilaktik sesaat setelah imunisasi influenza

© FDI2019
E. Anafilaktik sesaat setelah imunisasi
influenza
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Dokter melakukan penyuluhan mengenai kejadian ikutan
pasca imunisasi (KIPI).
• Peserta menanyakan tentang kejadian paling berbahaya
saat imunisasi

Pernyataan yang benar di bawah ini adalah…

© FDI2019
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Suatu kejadian sakit yang terjadi setelah menerima


imunisasi yang diduga disebabkan oleh imunisasi

© FDI2019
Reaksi lokal Reaksi SSP Reaksi lain2
Abses pada tempat suntikan Kelumpuhan akut Reaksi alergi
Limfadenitis Ensefalopati Reaksi anafilaktik
Reaksi lokal lain : selulitis, BCG-itis Meningitis Syok anafilaktik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Ensefalitis Arthralgia
Kejang Demam
Sindrom syok toksik

Sumber : Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, Sari Pediatri Vol. 2 No. 1, 2000
© FDI2019
Jawaban lainnya…
A.Muntah-muntah terjadi 5 menit setelah imunisasi BCG 
kurang fatal
B. Demam terjadi 4 hari setelah imunisasi campak 
kurang fatal
C.Bengkak di tempat suntikan terjadi 1 hari setelah
imunisasi DPT  kurang fatal
D.Muntah dan tidak nafsu makan setelah 4 hari imunisasi
BCG  tidak fatal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, pernyataan yang benar di bawah ini


adalah…

E. Anafilaktik sesaat setelah


imunisasi influenza

© FDI2019
53
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
Bayi dirujuk bidan, bayi lahir spontan dengan usia kehamilan 33
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

minggu. Segera setelah kelahiran, bayi tampak sesak. Pada


pemeriksaan fisik didapatkan RR 65x/menit, HR 140x/menit. Auskultasi
paru normal dan tidak didapatkan suara napas tambahan. Dokter
memutuskan untuk melakukan pemeriksaan foto thorax. Apa
gambaran radiologi yang diharapkan pada kasus tersebut ?
A.Infiltrat kasar atau bercak ireguler pada sebagian lapang paru
B. Edema interstisial, efusi pleura dan terdapat cairan di fisura
interlobar
C.Reticogranular ground glass appearance dengan air
bronchogram
D.Hiperlusen avascular pada seluruh lapang paru
E. Honeycomb appearance pada sebagian lapang paru
© FDI2019
C. Reticogranular ground glass
appearance dengan air bronchogram
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Bayi dirujuk bidan, lahir spontan UK 33 minggu. Segera
setelah kelahiran, bayi tampak sesak.
• PF : RR 65x/menit, HR 140x/menit. Auskultasi paru normal
dan tidak didapatkan suara napas tambahan.

Gambaran radiologi yang diharapkan pada kasus tersebut


adalah…

© FDI2019
Asfiksia Neonatorum
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Distres nafas
(Takipneu, retraksi, nafas merintih/grunting)

Preterm Aterm

< 6 jam > 6 jam < 6 jam > 6 jam

• HMD • Pneumonia • TTNB


• Pneumonia • PJB • MAS • Pneumonia
• Anomali paru • Perdarahan • Anomali • Polisitemia
• Syok paru paru • PJB
• Syok
Sumber : Mathai, Raju, and Katnikar. Management of Respiratory Distress in the Newborn, MJAFI, 2007 © FDI2019
Hyalin Membrane Disease (HMD)
• Gangguan distres pernafasan yg sering ditemui pada bayi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

prematur
• Diagnosis :
• Riwayat kelahiran kurang bulan, ibu DM, saudara menderita kelainan
yg sama, persalinan gawat janin
• Sindroma klinis : takipnea, grunting, retraksi dinding dada, sianosis
• Tanda2 prematuritas
• Pemeriksaan penunjang :
• Thorax : ground glass appearance / reticulogranular pattern, air
bronchogram. Ada 4 stadium :
• Std I : pola retikulogranuler
• Std II : stadium 1 + air bronchogram
• Std III : stadium 2 + batas jantung paru kabur
• Std IV : stadium 3 + white lung © FDI2019
• Pemeriksaan penunjang :
• Darah lengkap dan kultur darah
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Rasio lesitin/sfingomielin pada cairan paru (L/S ratio) < 2:1


• Tatalaksana :
• Jaga jalan nafas tetap bersih dan terbuka
• Terapi oksigen
• Antibiotik  bila ada tanda infeksi

Sumber : Pedoman Pelayanan Medik IDAI, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A.Infiltrat kasar atau bercak ireguler pada sebagian
lapang paru  sindroma aspirasi mekonium
B. Edema interstisial, efusi pleura dan terdapat cairan di
fisura interlobar  efusi pleura
D.Hiperlusen avascular pada seluruh lapang paru 
pneumothorax
E.Honeycomb appearance pada sebagian lapang paru
 bronkiektasis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, gambaran radiologi yang diharapkan


pada kasus tersebut adalah…
C. Reticogranular ground glass
appearance dengan air
bronchogram

© FDI2019
54
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Bayi berumur 6 minggu dibawa ibunya karena kuning sejak 1 minggu


yg lalu. Ibu juga mengatakan bahwa BAB anak seperti dempul dan
BAK seperti teh. Mata dan kulit nampak ikterik. Terdapat riwayat
kuning saat berusia 3 hari dan hilang saat usia 10 hari. Dari
pemeriksaan lab didapatkan bilirubin total 12 mg/dl, bilirubin direk 10
mg/dl, bilirubin indirek 2 mg/dl. Diagnosis yg tepat adalah...
A.Atresia esofagus
B. Atresia bilier
C.Hepatitis B
D.Hepatitis neonatal idiopatik
E. Breastmilk jaundice

© FDI2019
B. Atresia bilier
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Bayi berumur 6 minggu keluhan kuning sejak 1 minggu yg
lalu, BAB seperti dempul dan BAK seperti teh.
• Terdapat riwayat kuning saat berusia 3 hari dan hilang
saat usia 10 hari.
• PF : Mata dan kulit nampak ikterik.
• Lab : bilirubin total 12 mg/dl, bilirubin direk 10 mg/dl,
bilirubin indirek 2 mg/dl
Diagnosisnya adalah…

© FDI2019
Atresia Bilier
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : infeksi, malformasi kongenital,


autoimun
• Diagnosis :
• Riwayat ibu : hepatitis, TORCH, obat
hepatotoksik
• Ikterus
• Tinja pucat seperti dempul
• Urin seperti teh
• Pemeriksaan penunjang :
• Lab : bilirubin direk > 20% dari bilirubin total bila
bilirubin total > 5 mg/dl
• USG : triangular cord sign
• Gold standard : kolangiografi
• Terapi : operasi prosedur Kasai (sblm usia 8 Sumber : radiopedia.org

minggu)
Sumber : Pedoman Pelayanan Medis IDAI, 2011 © FDI2019
Jawaban lainnya…
A.Atresia duodenum  ada icterus
C.Hepatitis B  tidak ada riwayat transmisi vertikal
D.Hepatitis neonatal idiopatik  kurang relevan
E.Breastmilk jaundice  tidak ada riwayat minum ASI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada kasus ini adalah…

B. Atresia bilier

© FDI2019
55
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Ibu membawa bayi laki-laki usia 3 bulan datang ke RS dengan keluhan kuning sejak
2 hari. Bayi agak demam dan sudah agak malas menetek ASI. Bayi lahir cukup
bulan namun kecil masa kehamilan dengan BBL 2000 gram. Selama hamil ibu tidak
pernah cek TORCH. Pada pemeriksaan ditemukan korioretinitis, mikrosefali,
gangguan pendengaran, hepatosplenomegali, dan bercak2 keunguan pada
beberapa bagian tubuh, tangan dan kaki. Kemungkinan penyebab infeksi pada
bayi adalah...
A. CMV
B. Toxoplasma
C. Rubella
D. Herpes
E. HIV

© FDI2019
A. CMV
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Bayi laki-laki usia 3 bulan keluhan kuning sejak 2 hari disertai
agak demam dan sudah agak malas menetek ASI.
• Bayi lahir cukup bulan namun kecil masa kehamilan dengan
BBL 2000 gram. Selama hamil ibu tidak pernah cek TORCH.
• PF : korioretinitis (+), mikrosefali (+), gangguan pendengaran
(+), hepatosplenomegali (+), dan bercak2 keunguan pada
beberapa bagian tubuh, tangan dan kaki (+).
Penyebab infeksi pada bayi tersebut adalah…

© FDI2019
Infeksi TORCH saat kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Penyebab Klinis
CMV TRIAS : Mikrosefali, SNHL, chorioretinitis
Rubella TRIAS : Kelainan mata (katarak, glaukoma), kelainan telinga (SNHL), kelainan jantung (PDA)
Toxoplasma TRIAS : Hidrosefalus, chorioretinitis, kalsifikasi intrakranial
Herpes simplex Vesikel mukokutan, konjungtivits/keratokonjungtivitis, peningkatan enzim transaminase

Sumber : Nelson Textbook of Pediatrics 19th edition, 2011 © FDI2019


Jawaban lainnya…
B.Toxoplasma  kurang relevan
C.Rubella  kurang relevan
D.Herpes  kurang relevan
E.HIV  kurang relevan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, penyebab infeksi pada bayi tersebut


adalah…

A. CMV

© FDI2019
56
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan usia 21 tahun datang ke RS diantar oleh suaminya karena


merasa sudah tidak menstruasi 2 bulan ini. Sebulan terakhir, pasien sering
mengalami mual, muntah dan pusing. Pasien curiga bahwa dirinya telah
mengandung. Pasien mengatakan sudah melakukan test pack dan hasilnya
didapatkan strip satu, namun pasien ragu dengan hasilnya sehingga datang ke RS
untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan tanda vital ditemukan tekanan darah 100/70
mmHg, Nadi 85 x/menit, RR 20 x/menit, dan suhu 36,7oC. Dokter menganjurkan
untuk dilakukan pemeriksaan USG, hasil USG tampak gestasional sac. (+), perkiraan
usia kehamilan 6 minggu. Tanda pasti kehamilan pada kasus tersebut adalah...
a. Amenorrhea
b. Mual , muntah, dan pusing
c. Test pack
d. Gestasional sac. (+)
e. Amenorhea + mual, muntah dan pusing

© FDI2019
D. Gestasional Sac. (+)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 21 tahun
• Tidak menstruasi 2 bulan
• Sebulan terakhir, pasien sering mengalami mual, muntah
dan pusing
• Hasil USG tampak gestasional sac. (+), perkiraan usia
kehamilan 6 minggu

Tanda pasti kehamilan pada kasus tersebut adalah...


© FDI2019
Diagnosis Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tanda tidak pasti


Tanda
kehamilan
Tanda pasti

Sarwono, 2008 © FDI2019


Tanda Pasti Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Amenorrhea
• Penyebab lain: ketidakseimbangan ovarium, hipofisis, stres, obat-obatan.

Mual dan muntah


• Morning sicknes oleh karena estrogen dan beta hCG.

Mastodinia
• Rasa kencang dan nyeri pada payudara. Pembesaran payudara, vaskularisasi >>, proliferasi asinus dan duktus. Pengaruh estrogen
dan progesteron.
Quickening Persepsi gerakan janin I
• Primigravida (18-20 minggu); Multigravida (16 minggu).

Keluhan kencing
• Urinasi >>, kencing malam >>, dan desakan uterus yg membesar.

Konstipasi
• Efek relaksasi profesteron pd tonus otot usus, Perubahan pola makan.
Sarwono, 2008 © FDI2019
Tanda Pasti Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perubahan BB

Peningkatan temperatur basal > 3 minggu


• Morning sicknes oleh karena estrogen dan beta hCG.

Warna kulit
• Kloasma, setelah 16 minggu. Warna areola menggelap. Striae gravidarum. Linea nigra. Teleangiektasis. Stimulasi MSH krn estrogen yang tinggi  kortikosteroid >>.

Perubahan Payudara
• Tuberkel montgomery menonjol (UK 6-8 minggu). Stimulasi prolaktin dan Human Placental Lactogen. Sekresi kolostrum (UK > 16 minggu).

Pembesaran perut (stlh UK 16 minggu)

Kontraksi uterus
• Efek relaksasi profesteron pd tonus otot usus, Perubahan pola makan.

Balotemen
• UK 16-20 minggu. DD: asites dg kista ovarium, mioma uteri

Perubahan Uterus
© FDI2019
Sarwono, 2008
Tanda Tidak Pasti Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Janin/bagian janin terlihat


• > 5 minggu dengan USG

DJJ terdengar
• Doppler >12 minggu, stetoskop > 18 minggu

Janin bergerak
• Primi > 18 minggu, multi > 16 minggu

Trimester II
• Ballotement (+); Janin/bagian janin teraba

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Amenorrhea  tanda tidak pasti kehamilan


b. Mual , muntah, dan pusing  tanda tidak pasti
kehamilan
c. Test pack  di soal hasilnya strip satu (negatif)
e. Amenorhea + mual, muntah dan pusing 
tanda tidak pasti kehamilan

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tanda pasti kehamilan pada kasus tersebut adalah...


D. Gestasional Sac. (+)

© FDI2019
57
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 21 tahun, G1P0A0 datang ke Praktik Dokter Umum untuk


memeriksakan kandungannya. Pasien mengatakan tidak ada keluhan.
Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, Nadi 88
x/menit, RR 16 x/menit, dan suhu 36,6oC. Pemeriksaan fisik didapatkan TFU setinggi 2
jari di atas pusat. Berapakah perkiraan usia kehamilan pasien?
a. 20 minggu
b. 22 minggu
c. 24 minggu
d. 26minggu
e. 28 minggu

© FDI2019
D. 26 Minggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 21 tahun, G1P0A0
• Tidak ada keluhan
• TFU setinggi 2 jari di atas pusat

Berapakah perkiraan usia kehamilan pasien?

© FDI2019
Usia Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perkiraan Usia
Kehamilan

HPHT
Hari Pertama Haid Terakhir

TFU
Tinggi Fundus Uteri

USG
Sarwono, 2008

© FDI2019
TFU
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perkiraan:
Di atas pusat: Lebar 1 jari  2 minggu
Di bawah pusat: lebar 1 jari  1 minggu

Tinggi fundus uteri yang normal untuk usia


kehamilan 20-36 minggu dapat
diperkirakan dengan rumus:
(usia kehamilan + 2) cm

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Di soal:
• TFU setinggi 2 jari di atas pusat
• Setinggi pusat = 22 minggu
• Di atas pusat: lebar 1 jari  2 minggu
• Jadi, perkiraan usia kehamilan adalah...
22 minggu + 4 minggu = 26 minggu

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. 20 minggu  tidak tepat (setinggi 2 jari di


bawah pusat)
b. 22 minggu  tidak tepat (setinggi pusat)
c. 24 minggu  tidak tepat (setinggi 1 jari di atas
pusat)
e. 28 minggu  tidak tepat (setinggi 3 jari di atas
pusat)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, perkiraan usia kehamilan pasien adalah...


D. 26 Minggu

© FDI2019
58
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan 20 tahun, hamil anak pertama datang ke Praktik Dokter Umum untuk
memeriksakan kandungannya. Pasien mengeluh kedua kaki bengkak. Pemeriksaan
tanda vital didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi 98 x/menit, RR 19
x/menit, dan suhu 36,5oC. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan
pemeriksaan protein urin, hasil yang diperoleh adalah +2. Pada usia kehamilan
berapakah sebaiknya dilakukan screening pre-eklamsia?
a. 10 minggu
b. 12 minggu
c. 24 minggu
d. 32 minggu
e. 36 minggu

© FDI2019
C. 24 Minggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan 20 tahun, hamil anak pertama
• Kedua kaki bengkak
• Tekanan darah 150/90 mmhg
• Protein urin +2

Pada usia kehamilan berapakah sebaiknya dilakukan


screening pre-eklamsia?

© FDI2019
Antenatal Care (ANC)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADWAL KUNJUNGAN
Trimester Jumlah kunjungan Waktu kunjungan yang dianjurkan
minimal
1 1x Sebelum minggu ke-16
2 1x Antara minggu ke 24-28
3 2x Antara minggu ke 30-32
Antara minggu ke 36-38

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Antenatal Care (ANC)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ANC Waktu (minggu) Tindakan


1 < 14 minggu • Membangun hubungan
• Membangun dan tatalaksana
• Suplemen TT
• Mendorong prilaku sehat
2 14 – 28 minggu + cek Pre-eklamsia
3 28 – 36 minggu + palpasi abdomen
4 > 36 minggu + cek letak

Sarwono, 2008 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. 10 minggu  Membangun hubungan, Membangun dan


tatalaksana, Suplemen TT, Mendorong prilaku sehat
b. 12 minggu  Membangun hubungan, Membangun dan
tatalaksana, Suplemen TT, Mendorong prilaku sehat
d. 32 minggu  Membangun hubungan, Membangun dan
tatalaksana, Suplemen TT, Mendorong prilaku sehat +
palpasi abdomen
e. 36 minggu  Membangun hubungan, Membangun dan
tatalaksana, Suplemen TT, Mendorong prilaku sehat +
palpasi abdomen

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, screening pre-eklamsia sebaiknya dilakukan pada


usia kehamilan...
C. 24 Minggu

© FDI2019
59
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Wanita usia 25 tahun, hamil anak kedua datang ke RS diantar oleh suami untuk
memeriksakan kandungan. Ini merupakan kunjungan ke-2 dan telah direncanakan
untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pada pemeriksaan USG, pada usia kehamilan
berapakah Femur Length dapat dihitung?
a. 5 minggu
b. 12 minggu
c. Trimester 1
d. Trimester 2
e. Trimester 3

© FDI2019
E. Trimester 3
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita usia 25 tahun, hamil anak kedua
• Kunjungan ke-2, direncanakan untuk dilakukan
pemeriksaan USG

Pada pemeriksaan USG, pada usia kehamilan berapakah


Femur Length dapat dihitung?

© FDI2019
Usia Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perkiraan Usia
Kehamilan

HPHT
Hari Pertama Haid Terakhir

TFU
Tinggi Fundus Uteri
Dapat dihitung dengan Rumus McDonald

USG Sarwono, 2008

© FDI2019
Pemeriksaan USG
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Gestasional Sac. Diameter (usia kehamilan 5-8 minggu)

Crown Rump Length (usia kehamilan 8-12 minggu)

Biparietal Diameter (usia kehamilan Trimester 2)

Femur Length (usia kehamilan Trimester 3)

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. 5 minggu  Gestasional sac.


b. 12 minggu  Crown Rump Length
c. Trimester 1  Gestasional sac.; Crown Rump
Length
d. Trimester 2  Biparietal Diameter

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Femur Length dapat dihitung pada usia kehamilan...


E. Trimester 3

© FDI2019
60
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Wanita 32 tahun G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu, dirujuk dari Puskesmas ke UGD
RS karena tekanan darah yang tinggi. Pasien mengeluhkan kepala sakit, mual, dan
kaki bengkak sejak 3 hari yang lalu. Riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil
disangkal. Riwayat persalinan anak pertama, lahir normal di bidan dengan berat
badan lahir 3000 gram. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah
160/100 mmHg, Nadi 100 x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 36,3oC. Pemeriksaan fisik
ditemukan His 2x 10’ 30”, DJJ 150 x/menit. Protein urin + 3. pemeriksaan dalam
didapatkan pembukaan 1 cm. Dokter kemudian memberikan terapi MgSO4,
rencana terminasi kehamilan setelah pemberian MgSO4 dan observasi tekanan
darah. Setiap berapa jam tekanan darah diobservasi?
a. 30 menit
b. 1 jam
c. 1 ½ jam
d. 3 jam
e. 4 jam
© FDI2019
E. 4 Jam
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita 32 tahun G2P1A0, usia Kehamilan 36 minggu
• Rujukan PKM karena TD tinggi
• Kepala sakit, mual, dan kaki bengkak sejak 3 hari yang lalu
• Riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil disangkal.
• Tekanan darah 160/100 mmhg, protein urin + 3

Setiap berapa jam tekanan darah diobservasi?

© FDI2019
Persalinan Normal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Fase laten: pembukaan serviks 1 hingga 3 cm, sekitar 8 jam


1 Fase aktif: pembukaan serviks 4 cm hingga sampai lengkap
(+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam

Pembukaan lengkap sampai bayi lahir

KALA 2 Primigravida  2 jam


Multigravida  1 jam

Segera setelah bayi lahir sampai plasenta lahir lengkap,


3 sekitar 30 menit

4 Segera setelah lahirnya plasenta hingga 2 jam post-partum

Sarwono, 2008 © FDI2019


Pemeriksaan KALA I
Parameter Frekuensi pada fase Frekuensi pada fase
Laten Aktif
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tekanan darah Setiap 4 jam Setiap 4 jam


Suhu Setiap 4 jam Setiap 2 jam
Pembukaan Serviks Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Penurunan kepala Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Warna cairan amnion Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Nadi Setiap 30-60 menit Setiap 30-60 menit
DJJ Setiap 1 jam Setiap 30 menit
Produksi urin, protein, Setiap 2-4 jam
aseton
Kontraksi Setiap 1 jam Setiap 30 menit
Normal: 1-2 x/jam, 20’’ Normal: 3-4x/10’/30-40”

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. 30 menit  pemeriksaan nadi; pemeriksaan DJJ


fase aktif; pemeriksaan his fase aktif
b. 1 jam  pemeriksaan nadi; pemeriksaan DJJ
fase laten
c. 1 ½ jam  tidak tepat
d. 3 jam  tidak tepat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tekanan darah diobservasi setiap...


E. 4 Jam

© FDI2019
61
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0, usia kehamilan telah memasuki


trimester 3 dibawa ke UGD oleh keluarganya karena akan melahirkan. Keluar
cairan, lendir dan darah dari jalan lahir. Nyeri perut terasa hingga ke punggung
sejak 3 jam yang lalu. Perkiraan persalinan seminggu lagi, namun pagi ini sudah
terasa akan melahirkan. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah
120/80 mmHg, Nadi 88 x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 36,7oC. Pemeriksaan fisik
ditemukan His 4x 10’ 45”, DJJ 150 x/menit. Pemeriksaan VT didapatkan pembukaan
lengkap, lendir darah (+), ketuban (-), presentasi kepala. Dokter kemudian
memimpin persalinan. Apakah diagnosis pada pasien ini?
a. Kala IV
b. Kala III
c. Kala II
d. Kala I fase laten
e. Kala I fase aktif

© FDI2019
C. Kala II
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 25 tahun G1P0A0
• Keluar cairan, lendir dan darah dari jalan lahir
• Nyeri perut terasa hingga ke punggung
• Perkiraan persalinan seminggu lagi
• Pembukaan lengkap, lendir darah (+), ketuban (-),
presentasi kepala.

Apakah diagnosis pada pasien ini?

© FDI2019
Persalinan Normal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Fase laten: pembukaan serviks 1 hingga 3 cm, sekitar 8 jam


1 Fase aktif: pembukaan serviks 4 cm hingga sampai lengkap
(+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam

Pembukaan lengkap sampai bayi lahir

KALA 2 Primigravida  2 jam


Multigravida  1 jam

Segera setelah bayi lahir sampai plasenta lahir lengkap,


3 sekitar 30 menit

4 Segera setelah lahirnya plasenta hingga 2 jam post-partum

Sarwono, 2008 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Kala IV  segera setelah lahirnya plasenta


hingga 2 jam post-partum
b. Kala III  segera setelah bayi lahir sampai
plasenta lahir lengkap, sekitar 30 menit
d. Kala I fase laten  pembukaan serviks 1 hingga
3 cm
e. Kala I fase aktif  pembukaan serviks 4 cm
hingga sampai lengkap

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...


C. Kala II

© FDI2019
62
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan 21 tahun G1P0A0 usia kehamilan 40 minggu dibawa ke Puskesmas oleh


suaminya karena akan melahirkan. Pasien mengeluh nyeri perut tembus punggung
sejak kemarin sore yang semakin lama semakin berat. Keluar cairan lendir dan
darah 1 jam yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70
mmHg, Nadi 90 x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 36,7oC. Pemeriksaan dalam
didapatkan pembukaan lengkap, kemudian dokter langsung memimpin
persalinan. Setelah bayi lahir dokter langsung menyuntikan oksitosin dan melakukan
tarikan tali pusat terkendali. 15 menit kemudian plasenta belum lahir juga. Apakah
tindakan yang selanjutnya dilakukan?
a. Injeksi oksitosin 10 unit IM
b. Injeksi oksitosin 10 unit IV
c. Drip oksitosin 10 unit dalam1000 ml NaCl 0,9% dengan kecepatan 40 tpm
d. Manual plasenta
e. Rujuk ke RS

© FDI2019
A. Injeksi Oksitosin 10 Unit IM
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan 21 tahun G1P0A0
• Setelah bayi lahir dokter langsung menyuntikan oksitosin
dan melakukan tarikan tali pusat terkendali.
• 15 menit kemudian plasenta belum lahir juga.

Apakah tindakan yang selanjutnya dilakukan?

© FDI2019
Persalinan Normal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Fase laten: pembukaan serviks 1 hingga 3 cm, sekitar 8 jam


1 Fase aktif: pembukaan serviks 4 cm hingga sampai lengkap
(+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam

Pembukaan lengkap sampai bayi lahir

KALA 2 Primigravida  2 jam


Multigravida  1 jam

Segera setelah bayi lahir sampai plasenta lahir lengkap,


3 sekitar 30 menit

4 Segera setelah lahirnya plasenta hingga 2 jam post-partum

Sarwono, 2008 © FDI2019


Kala III
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

TATALAKSANA
Injeksi Oksitosin Peregangan tali pusat terkendali Masase Uterus
 Dalam waktu 1 menit setelah bayi  Ketika uterus berkontraksi setelah inj. Oksitosin, Cek tonus uterus
lahir, berikan Inj. Oksitosisn 10 tegangkan tali pusat ke arah bawah sambil tangan yang
unit IM di 1/3 paha atas bagian lain mendorong uterus ke arah dorso-kranial secara hati-
distal lateral (lakukan aspirasi hati.
sebelum menyuntikan).  Bila uterus tidak berkontraksi segera lakukan
 Inj. dapat diulang 15 menit rangsangan puting payudara.
setelah suntikan pertama.  Bila 15 menit kemudian, plasenta tak kunjung lahir,
 Bila tidak ada oksitosin, lakukan inj. Oksitosin ulangan dan lakukan peregangan tali
rangsangan puting payudara ibu pusat terkendali.
atau minta ibu menyusui   Dan bila setelah 30 menit, plasenta tak kunjung lahir 
menghasilkan oksitosin alami RUJUK (manual plasenta)

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

b. Injeksi oksitosin 10 unit IV  tidak tepat


c. Drip oksitosin 10 unit dalam1000 ml NaCl 0,9%
dengan kecepatan 40 tpm  tidak tepat
d. Manual plasenta  retensio plasenta (plasenta
tidak lahir 30 menit setelah bayi lahir)
e. Rujuk ke RS  retensio plasenta yang terjadi di
Puskesmas, segera rujuk ke faskes yang lebih
lengkap untuk dilakukan “Manual Plasenta”

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tindakan yang selanjutnya dilakukan adalah...


A. Injeksi Oksitosin 10 Unit IM

© FDI2019
63
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Wanita usia 25 tahun datang ke RS untuk kontrol. Pasien post partum 2 minggu yang lalu,
P2A0. Bayi lahir dengan persalinan normal, berat badan lahir 2900 gram. Pemeriksaan tanda
vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, Nadi 80 x/menit, RR 18x/menit, dan suhu
36,3oC. Pemeriksaan fisik didapatkan tinggi fundus uteri 1 jari di bawah simfisis. Kapan
normalnya tinggi fundus uteri kembali normal?
a. Sesaat setelah kala II
b. 1 minggu post partum
c. 2 minggu post partum
d. 6 minggu post partum
e. 8 minggu post partum

© FDI2019
E. 8 Minggu Post Partum
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita usia 25 tahun
• Post partum 2 minggu yang lalu, P2A0
• Tinggi fundus uteri 1 jari di bawah simfisis

Kapan normalnya tinggi fundus uteri kembali normal?

© FDI2019
Involusio Uteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Involusio Tinggi Fundus


Sesaat setelah kala II Setinggi umbilikus
Sesaat setelah kala II 2 jari bawah umbilikus
1 minggu Mid simfisis – umbilikus
2 minggu Di bawah simfisis
6 minggu Mengecil hampir normal
8 minggu Normal

Sarwono, 2008 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Sesaat setelah kala II  setinggi umbilikus


kemudian 2 jari di bawah umbilikus
b. 1 minggu post partum  setinggi mid simfisis -
umbilikus
c. 2 minggu post partum  setinggi di bawah
simfisis
d. 6 minggu post partum  mengecil hampir
normal

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, normalnya tinggi fundus uteri kembali normal pada...


E. 8 Minggu Post Partum

© FDI2019
64
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Wanita 30 tahun G2P1A0 dibawa ke RS karena akan melahirkan. Usia kehamilan 38


minggu, riwayat anak pertama persalinan normal dengan berat badan lahir 3500
gram. Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan lengkap dengan presentasi
kepala. Dokter langsung memimpin persalinan, bayi lahir dengan berat badan lahir
3800 gram. Terjadi perdarahan, terdapat robekan jalan lahir hingga sfingter ani
eksterna lebih dari setengahnya. Kemudian dilakukan penjahitan. Apa diagnosis
pada pasien ini?
a. Ruptur perineum grade 1
b. Ruptur perineum grade 2
c. Ruptur perineum grade 3A
d. Ruptur perineum grade 3B
e. Ruptur perineum grade 4

© FDI2019
D. Ruptur Perineum Grade 3B
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita 30 tahun G2P1A0
• Usia kehamilan 38 minggu
• Berat badan lahir 3800 gram
• Terdapat robekan jalan lahir hingga sfingter ani eksterna
lebih dari setengahnya

Apakah diagnosis pada pasien ini?

© FDI2019
Robekan Jalan Lahir
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Derajat Robekan Jalan Lahir

Derajat I Derajat II Derajat III Derajat IV

Laserasi epitel vagina Sebatas Musculus Kerusakan pada otot Sampai sfingter ani
atau laserasi pada perinei transversal, sfingter ani externa dan interna
kulit perineum saja tidak melibatkan a. < 50% sfingter ani hingga mukosa
sfingter ani externa rektum
b. > 50% sfingter ani
externa
c. Sfingter ani
Kemenkes RI, 2013 externa dan interna © FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Ruptur perineum grade 1  sebatas vagina


atau kulitperineum
b. Ruptur perineum grade 2  sebatas muskulus
perineum
c. Ruptur perineum grade 3A  < 50% sfingter ani
externa
e. Ruptur perineum grade 4  Sampai sfingter ani
externa dan interna hingga mukosa rektum

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...


D. Ruptur Perineum Grade 3B

© FDI2019
65
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Wanita usia 22 tahun G1P0A0 usia kehamilan 12 minggu datang ke Praktik Dokter
Umum untuk memeriksakan kandungannya. Pasien memiliki riwayat epilepsi dan
telah menghentikan pengobatannya sendiri karena takut nanti anaknya menjadi
cacat akibat obat. Riwayat kejang selama hamil disangkal. Pemeriksaan tanda
vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 85 x/menit, frekuensi nafas 18
x/menit, suhu 36,5oC. Kemudian dokter memberikan edukasi dan obat anti epilepsi
yang aman untuk ibu hamil. Apakah komplikasi pada kehamilan yang dapat
terjadi akibat penyakit yang diderita pasien?
a. Hipotensi
b. Bayi besar
c. Persalinan postterm
d. Persalinan preterm
e. Makrosomia

© FDI2019
D. Persalinan Preterm
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita usia 22 tahun G1P0A0
• Usia kehamilan 12 minggu
• Riwayat epilepsi

Apakah komplikasi pada kehamilan yang dapat terjadi


akibat penyakit yang diderita pasien?

© FDI2019
Epilepsi pada Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri


timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan-
serangan, berulang, yang disebabkan oleh muatan listrik
abnormal sel-sel saraf otak yang bersifat reversibel dengan
berbagai etiologi.

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Epilepsi pada Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Kehamilan pada wanita dengan riwayat epilepsi


mempunyai kecenderungan:
• Hipertensi
• Persalinan prematur
• BBLR
• Bayi dengan kelainan bawaan
• Kematian perinatal

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Epilepsi pada Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

DIAGNOSIS TATALAKSANA
• Kejang • Saat kejang, berikan Diazepam 10 mg IV pelan
• Riwayat kejang sebelumnya selama 2 menit, dapat diulang setelah 10 menit.
• TD normal • Guideline antiepilepsi pada kehamilan:
• Protein urin normal  Lini 1: Lamotrigine
• Diagnosis ditegakkan dengan bantuan EEG  Lini 2: Gabapentin
• Berikan asam folat 4000 mcg/hari untuk mencegah
efek teratogenik
• Hindari pemberian asam valproat  kelainan
bawaan
• Segera rujuk ke RS

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Hipotensi  harusnya hipertensi


b. Bayi besar  harusnya BBLR
c. Persalinan postterm  harusnya persalinan
preterm
e. Makrosomia  harusnya BBLR

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, komplikasi pada kehamilan akibat penyakit yang


diderita pasien adalah...
D. Persalinan Preterm

© FDI2019
66
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan berusia 20 tahun, G1P1A0 dengan usia kehamilan 8 minggu


datang ke UGD Rumah Sakit diantar keluarganya dengan keluhan perdarahan
sedikit-sedikit dari jalan lahir. Riwayat sebelumnya keluar gumpalan atau jaringan
disangkal. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg,
denyut nadi 88 x/menit, RR 19 x/menit, suhu 36,7oC. Pada pemeriksaan inspekulo
tidak ditemukan adanya darah yang keluar, portio masih tertutup. Apakah
diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas?
a. Abortus insipiens
b. Abortus iminens
c. Abortus inkomplit
d. Abortus septik
e. Abortus komplit

© FDI2019
B. Abortus Iminens
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan berusia 20 tahun, G1P1A0, usia kehamilan 8
minggu
• Perdarahan sedikit-sedikit dari jalan lahir
• Riwayat sebelumnya keluar gumpalan atau jaringan disangkal
• Pemeriksaan inspekulo tidak ditemukan adanya darah yang
keluar, portio masih tertutup

Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas?

© FDI2019
Abortus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Abortus adalah suatu ancaman atau pengeluaran hasil


konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dengan
usia kehamilan di bawah 20 minggu atau berat janin kurang
dari 500 gram.

Abortus dibagi menjadi:


o Abortus iminens
o Abortus insipiens
o Abortus inkomplit
o Abortus komplit
o Missed abortion

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Abortus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ABORTUS PERDARAHAN CERVIX KONSEPSI TINGGI TATALAKSANA


FUNDUS

IMMINENS FLEX TERTUTUP - SESUAI Konservatif

INSIPIENS FLUX TERBUKA - SESUAI Evakuasi isi uterus

INKOMPLIT FLUX TERBUKA + TIDAK


(SEBAGIAN) SESUAI

KOMPLIT FLUX TERBUKA/ + TIDAK Observasi


TERTUTUP (SELURUH) SESUAI
MISSED +/- TERBUKA/ > 8 MINGGU MENGECIL Evakuasi isi uterus
ABORTION TERTUTUP

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Abortus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ABORTUS TATALAKSANA

INSIPIENS • UK < 16 minggu: gunakan jari atau forceps cincin, bila perdarahan hebat  AVM
atau kuret
• UK > 16 minggu: infus 40 IU oksitosin dalam 1 liter NaCl 0,9% atau RL 40 tpm

INKOMPLIT • UK < 16 minggu: AVM atau kuret


• UK > 16 minggu: tunggu pengeluaran hasil konsepsi spontan atau dengan AVM

MISSED ABORTION • UK < 12 minggu : AVM atau kuret


• UK > 12 - < 16 minggu : pastikan cervix tetbuka  kuret
• UK > 16 minggu : pematangan cervix (infus oksitosin 20 unit dalam 500 cc NaCl
0,9% atau RL  40 tpm
Kemenkes RI, 2013 © FDI2019
Jawaban lainnya...
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Abortus insipiens  cervix terbuka


c. Abortus inkomplit  cervix terbuka, hasil konsepsi (+)
sebagian
d. Abortus septik  bau, tanda-tanda sepsis (+)
e. Abortus komplit  cervix terbuka/tertutup, hasil konsepsi
(+) seluruh

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas


adalah...
B. Abortus Iminens

© FDI2019
67
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan 25 tahun datang ke UGD RS diantar oleh keluarganya karena nyeri


perut bawah sejak semalam. Keluar darah dari jalan lahir. Pasien sedang
mengandung anak pertama, perkiraan usia kandungan adalah 10 minggu.
Riwayat jatuh dari tangga sehari yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan
tekanan darah 100/60 mmHg, denyut nadi 98 x/menit, RR 19 x/menit, suhu 36,6oC.
Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan cervix, terlihat adanya jaringan di
OUE dan darah mengalir dari OUE (+). Apakah tatalaksana yang tepat pada kasus
ini?
a. Tunggu pengeluaran hasil konsepsi spontan
b. AVM
c. Drip oksitosin
d. Konservatif
e. Bed rest

© FDI2019
B. AVM (Apirasi Vakum Manual)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan 25 tahun
• Nyeri perut bawah
• Keluar darah dari jalan lahir
• Usia kandungan 10 minggu
• Pemeriksaan dalam: pembukaan cervix, terlihat adanya
jaringan di OUE dan darah mengalir dari OUE (+)

Apakah diagnosis pada kasus ini?


© FDI2019
Abortus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Abortus adalah suatu ancaman atau pengeluaran hasil


konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dengan
usia kehamilan di bawah 20 minggu atau berat janin kurang
dari 500 gram.

Abortus dibagi menjadi:


o Abortus iminens
o Abortus insipiens
o Abortus inkomplit
o Abortus komplit
o Missed abortion

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Abortus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ABORTUS PERDARAHAN CERVIX KONSEPSI TINGGI TATALAKSANA


FUNDUS

IMMINENS FLEX TERTUTUP - SESUAI Konservatif

INSIPIENS FLUX TERBUKA - SESUAI Evakuasi isi uterus

INKOMPLIT FLUX TERBUKA + TIDAK


(SEBAGIAN) SESUAI

KOMPLIT FLUX TERBUKA/ + TIDAK Observasi


TERTUTUP (SELURUH) SESUAI
MISSED +/- TERBUKA/ > 8 MINGGU MENGECIL Evakuasi isi uterus
ABORTION TERTUTUP

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Abortus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ABORTUS TATALAKSANA

INSIPIENS • UK < 16 minggu: gunakan jari atau forceps cincin, bila perdarahan hebat  AVM
atau kuret
• UK > 16 minggu: infus 40 IU oksitosin dalam 1 liter NaCl 0,9% atau RL 40 tpm

INKOMPLIT • UK < 16 minggu: AVM atau kuret


• UK > 16 minggu: tunggu pengeluaran hasil konsepsi spontan atau dengan AVM

MISSED ABORTION • UK < 12 minggu : AVM atau kuret


• UK > 12 - < 16 minggu : pastikan cervix tetbuka  kuret
• UK > 16 minggu : pematangan cervix (infus oksitosin 20 unit dalam 500 cc NaCl
0,9% atau RL  40 tpm
Kemenkes RI, 2013 © FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Tunggu pengeluaran hasil konsepsi spontan


tidak tepat (untuk inkomplit UK > 16 minggu)
c. Drip oksitosin  tidak tepat (untuk insipiens dan
missed abortion UK > 16 minggu)
d. Konservatif  tidak tepat (untuk iminens)
e. Bed rest  tidak tepat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tatalaksana yang tepat pada kasus ini adalah...


B. AVM

© FDI2019
68
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan 25 tahun dibawa ke IGD karena mual muntah sejak seminggu yang
lalu dan semakin memberat. Pasien sedang hamil 10 minggu. Keluarga pasien
mengatakan nafsu makan berkurang sejak 3 hari terakhir dan demam sejak
semalam. Pasien tampak pucat, lemah, dan tidak berespon bila diajak berbicara.
Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, denyut nadi
105 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 37,6oC. Pemeriksaan fisik didapatkan mukosa mulut
dan lidah kering, mulut bau aseton. Pemeriksaan laboratorium ditemukan ketonuria
(+). Apakah diagnosis pada pasien ini?
a. Emesis gravidarum
b. Hiperemesis gravidarum grade 1
c. Hiperemesis gravidarum grade 2
d. Hiperemesis gravidarum grade 3
e. Hiperemesis gravidarum grade 4

© FDI2019
C. Hiperemesis Gravidarum Grade 2
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan 25 tahun
• Mual muntah, semakin memberat
• Hamil 10 minggu
• Nafsu makan berkurang , demam
• Tampak pucat, lemah, dan tidak berespon bila diajak
berbicara
• Mukosa mulut dan lidah kering, mulut bau aseton
• Ketonuria (+)

Apakah diagnosis pada pasien ini?


© FDI2019
Hiperemesis Gravidarum
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Emesis  mual muntah


Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berat yang terjadi
pada kehamilan hingga usia 16 minggu, ditandai dengan adanya
tanda dehidrasi, gangguan asam basa & elektrolit dan ketoasidosis.

Diagnosis
• Mual muntah hebat
• BB ↓ 5% dar BB sebelum hamil
• Ketonuria
• Dehidrasi
• Ketidakseimbangan elektrolit
Kemenkes RI, 2013 © FDI2019
Hiperemesis Gravidarum
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Derajat Klinis
1 Sadar, anoreksia, nyeri epigastrium, takikardia, sistolik turun, lidah
kering, turgor menurun, mata cekung
2 Apatis, nadi kecil cepat, hipotensi, oligouria, demam, nafas aseton,
ikterus, lidah kotor
3 Somnolen-koma, nadi kecil cepat, hipotensi, demam, muntah berhenti

© FDI2019
Hiperemesis Gravidarum
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

TATALAKSANA
Pertahankan kecukupan nutrisi  suplementasi vitamin & asam folat
Istirahat cukup dan hindari kelelahan
Farmakoterapi: (urutan obat yang diberikan)
o Doksilamin 10 mg + vitamin B6 10 mg hingga 4x/hr
o Dimenhidrinat 50-100 mg 4-6x/hr
o Prometazin 5-10 mg 3-4x/hr
Bila dengan obat di atas belum teratasi (tapi tidak dehidrasi), berikan salah satu obat di bawah ini:
o Klorpromazin 10-25 mg PO atau 50-100 mg IM setiap 4-6 jam
o Proklorperazin 5-10 mg PO atau IM atau supositoria tiap 6-8 jam
o Prometazin 12,5-25 mg PO atau IM tiap 4-6 jam
o Metokloperamid 5-10 mg PO atau IM tiap 8 jam
o Ondansetron 8 mg PO tiap 12 jam
Bila dehidrasi berat  pasang IV line sesuai derajat dehidrasi

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Emesis gravidarum  tidak tepat (mual muntah)


b. Hiperemesis gravidarum grade 1  tidak tepat
(Sadar, anoreksia, nyeri epigastrium, takikardia,
sistolik turun, lidah kering, turgor menurun, mata
cekung)
d. Hiperemesis gravidarum grade 3  tidak tepat
(Somnolen-koma, nadi kecil cepat, hipotensi,
demam, muntah berhenti)
e. Hiperemesis gravidarum grade 4  tidak ada

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...


C. Hiperemesis Gravidarum Grade 2

© FDI2019
69
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 25 tahun datang ke Paktik Dokter Umum untuk konsultasi masalah
kontrasepsi. Pasien baru saja melahirkan anak pertama satu bulan yang lalu. Pasien
berniat untuk menjarangkan kehamilannya. Riwayat darah tinggi dan kehamilan di
luar kandungan disangkal. Apakah pilihan utama kontrasepsi yang tepat diberikan
pada pasien?
a. Pil
b. Minipil
c. Suntikan
d. Implan
e. AKDR

© FDI2019
E. AKDR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 25 tahun, konsultasi masalah kontrasepsi
• Baru saja melahirkan anak pertama satu bulan yang lalu
• Berniat menjarangkan kehamilannya
• Riwayat darah tinggi dan kehamilan di luar kandungan
disangkal

Apakah pilihan utama kontrasepsi yang tepat diberikan


pada pasien?
© FDI2019
Kontrasepsi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PILIHAN METODE KONTRASEPSI BERDASARKAN TUJUAN PEMAKAIAN


Urutan Fase menunda Fase menjarangkan Fase tidak hamil lagi
prioritas Kehamilan kehamilan (anak ≤ 2) (anak ≥ 3)
1 Pil AKDR Steril
2 AKDR Suntikan AKDR
3 Kondom Minipil Implan
4 Implan Pil Suntikan
5 Suntikan Implan Kondom
6 Kondom Pil

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Mekanisme AKDR dimasukkan ke dalam uterus. AKDR menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii,
memengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri, mencegah sperma dan ovum bertemu,
mencegah implantasi telur dalam uterus.
Efektivitas Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Efektivitas dapat bertahan
lama, hingga 12 tahun.
Keuntungan khusus bagi Mengurangi risiko kanker endometrium.
kesehatan
Risiko bagi kesehatan Dapat menyebabkan anemia bila cadangan besi ibu rendah sebelum pemasangan dan AKDR menyebabkan
haid yang lebih banyak. Dapat menyebabkan penyakit radang panggul bila ibu sudah terinfeksi klamidia atau
gonorea sebelum pemasangan.
Efek samping Perubahan pola haid, terutama dalam 3-6 bulan pertama (haid memanjang dan banyak, tidak teratur, dan
nyeri haid).
Mengapa beberapa orang Efektif mencegah kehamilan, dapat digunakan untuk waktu yang lama, tidak ada biaya tambahan setelah
menyukainya pemasangan, tidak memengaruhi menyusui,, dan dapat langsung dipasang setelah persalinan atau keguguran.
Mengapa beberapa orang Perlu prosedur pemasangan yang harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih.
tidak menyukainya

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Pil  bukan pilihan utama, pilihan ke-4


b. Minipil  bukan pilihan utama, pilihan ke-3
c. Suntikan  bukan pilihan utama, pilihan ke-2
d. Implan  bukan pilihan utama, pilihan ke-5

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, pilihan utama kontrasepsi yang tepat diberikan pada


pasien adalah....
E. AKDR

© FDI2019
70
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 22 tahun datang ke Dokter Praktik Umum untuk konsultasi masalah
kontrasepsi. Pasien berencana untuk menunda kehamilan dalam beberapa tahun ini karena
kesibukan kuliah dan suaminya telah menyetujui. Pasien ingin penampilannya tidak
terganggu akibat penggunaan kontrasepsi. Apakah jenis kontrasepsi yang tepat disarankan
untuk pasien ini?
a. Pil
b. Suntikan
c. AKDR
d. Tubektomi
e. Vasektomi

© FDI2019
C. AKDR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 22 tahun
• Berencana untuk menunda kehamilan dalam beberapa
tahun ini
• Pasien ingin penampilannya tidak terganggu akibat
penggunaan kontrasepsi

Apakah jenis kontrasepsi yang tepat disarankan untuk


pasien ini?

© FDI2019
Kontrasepsi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PILIHAN METODE KONTRASEPSI BERDASARKAN TUJUAN PEMAKAIAN


Urutan Fase menunda Fase menjarangkan Fase tidak hamil lagi
prioritas Kehamilan kehamilan (anak ≤ 2) (anak ≥ 3)
1 Pil AKDR Steril
2 AKDR Suntikan AKDR
3 Kondom Minipil Implan
4 Implan Pil Suntikan
5 Suntikan Implan Kondom
6 Kondom Pil

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Pil KB
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pil Kombinasi
• ES: perubahan pola haid (haid jadi sedikit atau semakin pendek, haid tidak teratur, haid jarang, atau
tidak haid); sakit kepala; pusing; mual; nyeri payudara; perubahan BB; perubahan suasana perasaan;
jerawat; peningkatan tekanan darah
• Disukai karena: pemakaian dikendalikan oleh perempuan, dapat dihentikan kapan pun tanpa perlu
bantuan tenaga kesehatan dan tidak mengganggu hubungan seksual

Pil Progestin (Mini Pil)


• ES: erubahan pola haid (menunda haid lebih lama pada ibu menyusui, haid tidak teratur, haid
memanjang atau sering, haid jarang atau tidak haid); sakit kepala; pusing; perubahan suasana
perasaan; nyeri payudara; nyeri perut; mual
• Disukai karena: dapat diminum saat menyusui, pemakaian dikendalikan oleh perempuan, dapat
dihentikan kapanpun tanpa perlu tenaga kesehatan dan tidak mengganggu hubungan seksual

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Suntikan KB
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Suntikan Kombinasi
• Suntikan diberikan sekali setiap bulan
• ES: perubahan pola haid (haid jadi sedikit atau semakin pendek, haid tidak teratur, haid
memanjang, haid jarang atau tidak haid); sakit kepala; pusing; nyeri payudara; kenaikan
BB

Suntikan Progestin
• Suntikan diberikan 3 bulan sekali
• ES: perubahan pola haid (haid tidak teratur atau memanjang dalam 3 bulan pertama, haid
jarang, tidak teratur atau tidak haid dalam 1 tahun); sakit kepala; pusing; kenaikan BB;
perut kembung atau tidak nyaman; perubahan suasana perasaan; penurunan hasrat
seksual

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Mekanisme AKDR dimasukkan ke dalam uterus. AKDR menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii,
memengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri, mencegah sperma dan ovum bertemu,
mencegah implantasi telur dalam uterus.
Efektivitas Pada umumnya, risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Efektivitas dapat bertahan
lama, hingga 12 tahun.
Keuntungan khusus bagi Mengurangi risiko kanker endometrium.
kesehatan
Risiko bagi kesehatan Dapat menyebabkan anemia bila cadangan besi ibu rendah sebelum pemasangan dan AKDR menyebabkan
haid yang lebih banyak. Dapat menyebabkan penyakit radang panggul bila ibu sudah terinfeksi klamidia atau
gonorea sebelum pemasangan.
Efek samping Perubahan pola haid, terutama dalam 3-6 bulan pertama (haid memanjang dan banyak, tidak teratur, dan
nyeri haid).
Mengapa beberapa orang Efektif mencegah kehamilan, dapat digunakan untuk waktu yang lama, tidak ada biaya tambahan setelah
menyukainya pemasangan, tidak memengaruhi menyusui,, dan dapat langsung dipasang setelah persalinan atau keguguran.
Mengapa beberapa orang Perlu prosedur pemasangan yang harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih.
tidak menyukainya

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pilihan utama untuk menunda kehamilan adalah Pil,


namun ES-nya dapat meningkatkan BB, jerawat 
menganggu penampilan.

Oleh karena itu, disarankan untuk memberikan kontrasepsi


pilihan ke-2 yaitu AKDR

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Pil  mengganggu penampilan


b. Suntikan  mengganggu penampilan
d. Tubektomi  pilihan untuk tidak hamil lagi (anak
> 3) yang dilakukan pada perempuan
e. Vasektomi  pilihan untuk tidak hamil lagi (anak
> 3) yang dilakukan pada laki-laki

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, jenis kontrasepsi yang tepat disarankan untuk pasien


ini adalah....
C. AKDR

© FDI2019
71
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan 24 tahun datang ke Praktik Dokter Umum untuk berkonsultasi. Pasien


mengatakan post senggama dengan suaminya semalam. Pasien berniat untuk
tidak hamil dulu, tetapi pasien lupa meminum Pil KB 3 hari ini. Apakah tatalaksana
yang tepat untuk pasien ini?
a. Pil kombinasi dosis rendah 2 x 2 Tablet
b. Pil kombinasi dosis tinggi 2 x 2 Tablet
c. Pil kombinasi dosis tinggi 2 x 4 Tablet
d. Pil progestin 2 x 2 Tablet
e. Pil progestin 2x 4 Tablet

© FDI2019
B. Pil Kombinasi dosis tinggi 2 x 2
Tablet
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan 24 tahun, post senggama dengan suaminya
semalam
• Pasien berniat untuk tidak hamil dulu, tetapi pasien lupa
meminum Pil KB 3 hari ini

Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien ini?

© FDI2019
Kontrasepsi Darurat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan setelah senggama tanpa


pelindung atau tanpa pemakaian kontrasepsi yang tepat dan konsisten sebelumnya.

Indikasi penggunaan:
1. Perkosaan
2. Senggama tanpa menggunakan kontrasepsi
3. Pemakaian kontrasepsi tidak benar atau tidak konsisten:
• Kondom bocor, lepas atau salah digunakan
• Diafragma pecah, robek, atau diangkat terlalu cepat
• Senggama terputus gagal ilakukan sehingga ejakulasi terjadi di vagina atau genetalia eksterna
• Salah hitung masa subur
• AKDR ekspulsi
• Lupa minum pil KB lebih dari 2 tablet
• Terlambat suntik progestin lebih dari 2 minggu atau terlambat suntik kombinasi lebih dari 7 hari
Kemenkes RI, 2013 © FDI2019
Kontrasepsi Darurat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Cara Komposisi Merk Dagang Dosis Waktu Pemberian


AKDR-Cu - Cooper T 1 x pemasangan Dalam waktu 5 hari
Multiload pascasenggama
Nova T
Pil kombinasi dosis 0,05 mg etinil-estradiol Microgynon 50 2 x 2 tablet Dalam waktu 3 hari
tinggi + Ovral pascasenggama, dosis
0,25 mg evo-norgestrel Neogynon kedua 12 jam kemudian
Norgiol
Eugynon
Pil Kombinasi dosis 0,03 mg etinil-estradiol Microgynon 30 2 x 4 tablet Dalam waktu 3 hari
rendah + Mikrodiol pascasenggama, dosis
0,15 mg levo-norgestrel Nordette kedua 12 jam kemudian

Progestin 1,5 mg levo-norgestrel Postinor 2 x 1 tablet Dalam waktu 3 hari


pascasenggama, dosis
kedua 12 jam kemudian

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Pil kombinasi dosis rendah 2 x 2 Tablet  kurang


tepat, harusnya 2 x 4 Tablet
c. Pil kombinasi dosis tinggi 2 x 4 Tablet  kurang
tepat, harusnya 2 x 2 Tablet
d. Pil progestin 2 x 2 Tablet  kurang tepat,
harusnya 2 x 1 Tablet
e. Pil progestin 2x 4 Tablet  kurang tepat,
harusnya 2 x 1 Tablet

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah....


B. Pil Kombinasi dosis tinggi 2 x 2 Tablet

© FDI2019
72
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan usia 20 tahun, G1P0A0, usia kandungan 36 minggu, dibawa


oleh suaminya ke UGD RS dengan keluhan keluar darah berwarna kehitaman dari
jalan lahir sejak satu jam yang lalu, disertai dengan nyeri perut hebat dan perut
terasa tegang. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg,
nadi 105 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 36,7oC. Pemeriksaan genetalia
ditemukan adanya perdarahan dari jalan lahir. Di bawah ini, yang bukan faktor
predisposisi terjadinya kasus di atas adalah…
a. Hipertensi
b. Versi luar
c. Trauma abdomen
d. Defisiensi besi
e. Oligohidramnion

© FDI2019
E. Oligohidramnion
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 20 tahun, G1P0A0, usia kandungan 36 minggu
• Keluar darah berwarna kehitaman dari jalan lahir sejak satu
jam yang lalu,
• Nyeri perut hebat dan perut terasa tegang
• Pemeriksaan genetalia ditemukan adanya perdarahan dari
jalan lahir

Di bawah ini, yang bukan faktor predisposisi terjadinya kasus di


atas adalah…

© FDI2019
Solusio Plasenta
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi
Terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya

Faktor Predisposisi Diagnosis


 Hipertensi  Perdarahan nyeri intermiten atau menetap
 Versi Luar  Warna darah kehitaman dan cair, tetapi mungkin ada bekuan jika
 Trauma abdomen solusio relatif baru
 Hidramnion  Syok tidak sesuai dengan jumlah darah keluar (tersembunyi)
 Gemeli  Anemia berat
 Defisiensi besi  Gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin
 Uterus tegang terus menerus dan nyeri

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Solusio Plasenta
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
 Jika terjadi perdarahan hebat (nyata atau tersembunyi) dengan tanda-tanda awal syok pada ibu, lakukan persalinan
segera:
• Jika pembukaan servix lengkap, lakukan persalinan dengan ekstraksi vakum
• Jika pembukaan servix belum lengkap, lakukan persalinan dengan SC

 Jika perdarahan ringan atau sedang dan belum terdapat tanda-tanda syok, tindakan bergantung pada DJJ:
• DJJ normal  SC
• DJJ tidak terdengar namun nadi dan TD ibu normal  pertimbangkan pervaginam
• DJJ tidak terdengar dan nadi serta TD ibu bermasalah, pecahkan ketuban dengan kokher:
o Jika kontraksi jelek, perbaiki dengan pemberian oksitosin
o Jika servix kenyal, tebal, dan tertutup  SC
o DJJ abnormal ( < 100 atau > 180 x/menit) lakukan persalinan pervaginam segera atau SC bila pervaginam
tidak memungkinkan
Note: kasus ini tidak boleh ditatalaksana di FASKES dasar, harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Tatalaksana di atas hanya boleh dilakukan di FASKES yang lengkap !!

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Hipertensi
b. Versi luar Benar merupakan faktor predisposisi dari
c. Trauma abdomen solusio plasenta

d. Defisiensi besi

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, yang bukan faktor predisposisi terjadinya kasus di atas


adalah....
E. Oligohidramnion

© FDI2019
73
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita berusia 39 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu datang ke UGD RS
diantar suaminya dengan keluhan perdarahan jalan lahir sejak 2 jam yang lalu. Nyeri perut
disangkal. Riwayat kelahiran sebelumnya normal ditolong bidan. Pemeriksaan tanda vital
didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 90 x/menit, frekuensi nafas 18 x/menit, suhu
36,5oC. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TFU 3 cm di bawah processus xyphoideus. Letak
janin lintang, kepala di kiri ibu. Pemeriksaan inspekulo diperoleh portio normal, vagina
normal. Tampak fluksus di orificium uteri eksterna. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
a. Solusio plasenta
b. Plasenta previa
c. Plasenta akreta
d. Ruptur uteri
e. Abortus imminens

© FDI2019
B. Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita berusia 39 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu
• Perdarahan jalan lahir sejak 2 jam yang lalu, nyeri perut
disangkal
• TFU 3 cm di bawah processus xyphoideus, letak janin lintang,
kepala di kiri ibu
• Pemeriksaan inspekulo: portio normal, vagina normal, tampak
fluksus di orificium uteri eksterna.

Apakah diagnosis yang paling mungkin?

© FDI2019
Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Plasenta Previa adalah plasenta yang berimplantasi di atas atau


mendekati ostium servix interna.

Klasifikasi Plasenta Previa


1. Plasenta previa totalis: ostium internal ditutupi seluruhnya oleh
plasenta
2. Plasenta previa parsialis: ostium internal ditutupi sebagian oleh
plasenta
3. Plasenta previa marginalis: tepi plasenta di tepi ostium internal
4. Plasenta previa letak rendah: plasenta berimplantasi di segmen
bawah uterus sehingga tepi plasenta terletak dekat dengan
ostium

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Faktor Predisposisi Diagnosis


 Kehamilan dengan ibu usia lanjut  Perdarahan tanpa nyeri, usia kehamilan > 22 minggu
 Multiparitas  Darah segar yang keluar sesuai dengan beratnya anemia
 Riwayat SC sebelumnya  Syok
 Tidak ada kontraksi uterus
 Bagian terendah janin tidak masuk pintu atas panggul
 Kondisi janin normal atau terjadi gawat janin
 Penegakkan diagnosis dibantu dengan USG

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
1. Perbaiki kekurangan cairan/darah dengan infus Syarat Konservatif:
cairan IV NaCl 0,9% atau RL 1. Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit
2. Lakukan penilaian jumlah perdarahan yang kemudian berhenti dengan atau tanpa
3. Jika perdarahan banyak dan berlangsung, pengobatan tokolitik
persiapkan SC tanpa memperhitungkan usia 2. Belum ada tanda inpartu
kehamilan 3. Keadaan umum ibu cukup baik (kadar Hb dbn)
4. Jika perdarahan sedikit dan berhenti, dan janin 4. Janin masih hidup dan kondisi janin baik
hidup tetapi prematur, pertimbangkan untuk
konservatif
Note: TIDAK dianjurkan melakukan PEMERIKSAAN DALAM sebelum tersedia kesiapan untuk SC. Pemeriksaan
inspekulo dilakukan secara hati-hati, untuk menentukan sumber perdarahan.

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Solusio plasenta  terlepasnya plasenta dari


tempat implantasinya
c. Plasenta akreta  pembuluh darah plasenta
atau bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu
dalam pada dinding rahim
d. Ruptur uteri  robeknya dinding rahim terjadi
akibat terlampauinya daya regang miometrium
e. Abortus imminens  ancaman atau
pengeluaran konsepsi sebelum janin dapat
hidup di luar kandungan, abortus jenis ini masih
dapat dikonservatif

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin adalah....


B. Plasenta Previa

© FDI2019
74
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 30 tahun G3P2A0, usia kandungan 28 minggu, datang ke RS untuk


memeriksakan kandungannya. Tidak ada keluhan. Riwayat persalinan pertama
dan kedua SC, usia anak masing-masing 6 tahun dan 3 tahun. Pemeriksaan tanda
vital dalam batas normal. Pemeriksaan fisik TFU setinggi 3 jari di atas pusat.
Pemeriksaan USG didapatkan tepi plasenta berada di tepi ostium internal. Apakah
diagnosis pada pasien ini?
a. Plasenta previa totalis
b. Plasenta previa subtotalis
c. Plasenta previa parsialis
d. Plasenta previa marginalis
e. Plasenta previa letak rendah

© FDI2019
D. Plasenta Previa Marginalis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 30 tahun G3P2A0, usia kandungan 28
minggu
• Riwayat persalinan pertama dan kedua SC
• TFU setinggi 3 jari di atas pusat
• Pemeriksaan USG didapatkan tepi plasenta berada di
tepi ostium internal

Apakah diagnosis pada pasien ini?


© FDI2019
Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Plasenta Previa adalah plasenta yang berimplantasi di atas atau


mendekati ostium servix interna.

Klasifikasi Plasenta Previa


1. Plasenta previa totalis: ostium internal ditutupi seluruhnya oleh
plasenta
2. Plasenta previa parsialis: ostium internal ditutupi sebagian oleh
plasenta
3. Plasenta previa marginalis: tepi plasenta di tepi ostium internal
4. Plasenta previa letak rendah: plasenta berimplantasi di segmen
bawah uterus sehingga tepi plasenta terletak dekat dengan
ostium

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Faktor Predisposisi Diagnosis


 Kehamilan dengan ibu usia lanjut  Perdarahan tanpa nyeri, usia kehamilan > 22 minggu
 Multiparitas  Darah segar yang keluar sesuai dengan beratnya anemia
 Riwayat SC sebelumnya  Syok
 Tidak ada kontraksi uterus
 Bagian terendah janin tidak masuk pintu atas panggul
 Kondisi janin normal atau terjadi gawat janin
 Penegakkan diagnosis dibantu dengan USG

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Plasenta Previa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
1. Perbaiki kekurangan cairan/darah dengan infus Syarat Konservatif:
cairan IV NaCl 0,9% atau RL 1. Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit
2. Lakukan penilaian jumlah perdarahan yang kemudian berhenti dengan atau tanpa
3. Jika perdarahan banyak dan berlangsung, pengobatan tokolitik
persiapkan SC tanpa memperhitungkan usia 2. Belum ada tanda inpartu
kehamilan 3. Keadaan umum ibu cukup baik (kadar Hb dbn)
4. Jika perdarahan sedikit dan berhenti, dan janin 4. Janin masih hidup dan kondisi janin baik
hidup tetapi prematur, pertimbangkan untuk
konservatif
Note: TIDAK dianjurkan melakukan PEMERIKSAAN DALAM sebelum tersedia kesiapan untuk SC. Pemeriksaan
inspekulo dilakukan secara hati-hati, untuk menentukan sumber perdarahan.

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Plasenta previa totalis  ostium internal ditutupi


seluruhnya oleh plasenta
b. Plasenta previa subtotalis  tidak ada
c. Plasenta previa parsialis  ostium internal
ditutupi sebagian oleh plasenta
e. Plasenta previa letak rendah  plasenta
berimplantasi di segmen bawah uterus sehingga
tepi plasenta terletak dekat dengan ostium

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah ....


D. Plasenta Previa Marginalis

© FDI2019
75
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 25 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 14 minggu, datang ke UGD
RS diantar suaminya dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir, disertai nyeri
perut bagian bawah. Badan terasa lemah. Riwayat penggunaan kontrasepsi IUD.
Pemeriksaan tanda vital ditemukan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 100 x/menit,
frekuensi nafas 18 x/menit, Suhu 36,5oC. Pemeriksaan dalam didapatkan kavum
douglas menonjol, nyeri goyang portio (+). Apakah faktor predisposisi terjadinya
kasus di atas?
a. Riwayat trauma
b. Riwayat Pelvic Inflammatory Disease
c. Riwayat abortus
d. Infertilitas
e. Riwayat penggunaan AKDR

© FDI2019
E. Riwayat penggunaan AKDR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita usia 25 tahun, G1P0A0 usia kehamilan 14 minggu
• Perdarahan dari jalan lahir, disertai nyeri perut bagian bawah
• Badan terasa lemah
• Riwayat penggunaan kontrasepsi IUD
• Kavum douglas menonjol, nyeri goyang portio (+)

Apakah faktor predisposisi terjadinya kasus di atas?


© FDI2019
Kehamilan Ektopik Terganggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

 Kehamilan Ektopik adalah kehamilan di luar rahim


(uterus).
 Kehamilan Ektopik Terganggu adalah kehamilan ektopik
yang ruptur di lokasi implantasi kehamilan, dan
menyebabkan terjadinya perdarahan masif dan nyeri
abdiomen akut.
 Hampir 95% kehamilan ektopik terjadi di berbagai
segmen tuba falopii, dengan sisa 5% sisanya terdapat di
ovarium, rongga peritoneum atau di dalam servix.

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Kehamilan Ektopik Terganggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Faktor Predisposisi Diagnosis


 Riw. Kehamilan ektopik sebelumnya  Perdarahan pervaginam dari bercak hingga berjumlah
 Riw. Operasi di daerah tuba dan/atau tubektomi sedang
 Riw. Penggunaan AKDR  Kesadaran menurun
 Infertilitas  Pucat
 Riw. Inseminasi buatan atau teknologi bantuan  Hipotensi dan hipovolemia
reproduktif (ART)  Nyeri abdomen dan pelvis
 Merokok  Nyeri goyang portio
 Riw. Abortus sebelumnya  Servix tertutup
 Riw. Promiskuitas  Penegakkan diagnosis dibantu dengan pemeriksaan
 Riw. SC sebelumnya USG

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Kehamilan Ektopik Terganggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
Tatalaksana Umum: Tatalaksana Khusus:
 Restorasi cairan tubuh dengan cairan kristaloid  Uji silang darah  persiapan LAPARATOMI.
NaCl 0,9% atau RL (500 ml dalam 15 menit  Saat laparotomi  eksplorasi kedua ovarium dan
pertama) atau 2 L dalam 2 jam pertama. tuba falopii:
 Segera rujuk ke RS (untuk dilakukan laparatomi). • Bila terjadi kerusakan berat pada tuba 
SALPINGEKTOMI.
• Bila terjadi kerusakan ringan pada tuba 
SALPINGOSTOMI.
 Sebelum memulangkan, konseling penggunaan
kontrasepsi. Jadwalkan kunjungan ulang 4 minggu
kemudian. Atasi anemia dengan sulfas ferosus 60
mg/hari selama 6 bulan.

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Riwayat trauma  bukan faktor predisposisi KET


b. Riwayat Pelvic Inflammatory Disease
Merupakan faktor predisposisi
c. Riwayat abortus dari KET, tetapi tidak sesuai
dengan kasus
d. Infertilitas

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, faktor predisposisi terjadinya kasus di atas adalah ....


E. Riwayat penggunaan AKDR

© FDI2019
76
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 21 tahun datang ke UGD RS diantar oleh suaminya karena mual
muntah hebat sejak 1 hari yang lalu. Pasien sedang mengandung anak pertama,
dengan usia kandungan 10 minggu. Pasien mengeluhkan pusing dan badan
terasa lemas. Pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 92
x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 36,7oC. Pemeriksaan fisik didapatkan TFU
setinggi 1 jari di bawah pusat. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan
pemeriksaan USG. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut?
a. Emesis gravidarum
b. Hiperemesis gravidarum grade I
c. Hiperemesis gravidarum grade II
d. Hiperemesis gravidarum grade III
e. Mola hidatidosa

© FDI2019
E. Mola Hidatidosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 21 tahun datang ke UGD RS, mual muntah
hebat sejak 1 hari yang lalu
• mengandung anak pertama, UK10 minggu
• mengeluhkan pusing dan badan terasa lemas
• TFU setinggi 1 jari di bawah pusat

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut?

© FDI2019
Mola Hidatidosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi Bagian dari penyakit trofoblastik gestasional, yang


disebabkan oleh kelainan pada vili khorionik yang
disebabkan oleh proliferasi trofoblastik dan edem
Faktor Predisposisi  Usia – kehamilan terlalu muda dan tua
 Riwayat kehamilan mola sebelumnya
 Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan
kontrasepsi oral

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Mola Hidatidosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Diagnosis Tatalaksana
• Perdarahan pervaginam berupa Tatalaksana Umum
bercak hingga berjumlah banyak • Jika servix tertutup, pasang batang laminaria selama 24 jam untuk
• Mual dan muntah hebat mendilatasi servix
• Ukuran uterus lebih besar dari usia • Siapkan darah untuk transfusi, terutama pada mola berukuran
kehamilan besar
• Tidak ditemukan janin intrauterin
• Nyeri perut Tatalaksana khusus
• Servix terbuka • Evakuasi dengan aspirasi vakum manual (AVM)
• Keluar jaringan seperti anggur, tidak • Infus oksitosin 10 unit dalam 500 ml NaCl 0,9% atau RL, kecepatan
ada janin 40-60 tpm untuk mencegah perdarahan
• Takikardi, berdebar-debar (tanda- • Anjurkan kontrasepsi hormonal bila masih ingin punya anak,
tanda tirotoksikosis) tubektomi bila ingin menghentikan kesuburan
• Dapat dibantu dengan USG
Note: tidak boleh ditatalaksana di FASKES dasar, harus di FASKES
yang lebih lengkap

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Mola Hidatidosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Monitoring:
o Pemeriksaan HCG serum setiap 2 minggu
o Bila hasil HCG serum terus menetap atau naik dalam 2 kali pemeriksaan berturut-
turut, rujuk ke RS tersier yang memiliki fasilitas kemoterapi
o HCG urin yang belum memberi hasil negatif selama 8 minggu juga
mengindikasikan untuk rujuk ke RS tersier yang memiliki fasilitas kemoterapi

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Emesis gravidarum  mual muntah pada


kehamilan
• Mual muntah berat yang terjadi
b. Hiperemesis gravidarum grade I pada kehamilan hingga usia 16
minggu, ditandai dengan
c. Hiperemesis gravidarum grade II adanya tanda dehidrasi,
gangguan asam basa &
d. Hiperemesis gravidarum grade III elektrolit dan ketoasidosis.
• Klinis sesuai dengan grade
masing-masing

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut


adalah ....
E. Mola Hidatidosa

© FDI2019
77
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 25 tahun G1P1A0 usia kehamilan 32 minggu dibawa ke UGD RS


oleh keluarganya karena keluar cairan yang banyak dari jalan lahir sejak 6 jam
yang lalu. Cairan berwarna bening. Nyeri perut kadang-kadang dirasakan. Lendir
dan darah disangkal. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70
mmHg, denyut nadi 86 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit dan suhu 36,4°C.
Pemeriksaan fisik didapatkan TFU 32 cm, letak kepala, his tidak ada, DJJ 145
x/menit. Pemeriksaan inspekulo didapatkan servix tertutup, cairan di fornix posterior
(+), kertas lakmus berubah dari merah menjadi biru. Apakah diagnosis yang paling
tepat ?
a. Inpartu kala I fase laten
b. Inpartu kala I fase aktif
c. Ketuban pecah dini
d. Kala II
e. Kala II memanjang

© FDI2019
C. Ketuban Pecah Dini
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 25 tahun G1P1A0 usia kehamilan 32 minggu
dibawa ke UGD RS
• keluar cairan yang banyak dari jalan lahir sejak 6 jam yang
lalu, cairan berwarna bening
• Nyeri perut kadang-kadang dirasakan, lendir dan darah
disangkal
• Pemeriksaan inspekulo: servix tertutup, cairan di fornix posterior
(+), kertas lakmus berubah dari merah menjadi biru

Apakah diagnosis yang paling tepat?


© FDI2019
Ketuban Pecah Dini
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah keadaan pecahnya


selaput ketuban sebelum persalinan atau dimulainya
tanda inpartu.

Faktor Predisposisi
 Riwayat KPD pada kehamilan sebelumnya
 Infeksi traktus genital
 Perdarahan antepartum
 Merokok
Kemenkes RI, 2013 © FDI2019
Ketuban Pecah Dini
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Diagnosis
 Anamnesis:
Penderita merasa keluar cairan yang banyak secara tiba-tiba
 Inspekulo:
Adanya cairan yang keluar dari servix atau menggenang di fornix posterior. Jika tidak ada, gerakkan
sedikit bagian bawah janin atau minta ibu untuk mengedan atau batuk.
 Pemeriksaan dalam sebaiknya tidak dilakukan kecuali akan dilakukan penanganan aktif (melahirkan bayi)
karena dapat mengurangi latensi dan meningkatkan kemungkinan infeksi.
 Bau cairan ketuban khas
 Tes Nitrazin (+):
Kertas lakmus berubah dari merah menjadi biru. Ingat !!! Darah, semen dan infeksi dapat menyebabkan
hasil positif palsu
 Gambaran pakis yang terlihat di mikroskop ketika mengamati sekret servikovaginal yang mengering

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Ketuban Pecah Dini
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
Tatalaksana umum Tatalaksana khusus (di RS Rujukan)
• Berikan eritromisin 4 x 250 mg • ≥ 34 minggu
selama 10 hari  lakukan induksi persalinan dengan oksitosin bila tidak ada KI
• Segera rujuk ke FASKES yang
memadai • 24 – 33 minggu
 Bila terdapat amnionitis, abrupsio plasenta dan kematian janin
 persalinan segera
 Dexamethasone 6 mg IM tiap 12 jam selama 48 jam atau
Betamethasone 12 mg IM tiap 24 jam selama 48 jam  untuk
pematangan paru
 Bila paru sudah matang  bayi dilahirkan

• < 24 minggu
 Bila terjadi infeksi (korioamnionitis)  lakukan tatalaksana
Korioamnionitis

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Inpartu kala I fase laten pembukaan servix 1


hingga 3 cm
b. Inpartu kala I fase aktif  pembukaan servix 4
hingga 10 cm
d. Kala II  pembukaan lengkap hingga bayi lahir
e. Kala II memanjang  kala II lebih dari 1 jam
pada multipara dan lebih dari 2 jam pada
nulipara

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling tepat adalah ....


C. Ketuban Pecah Dini

© FDI2019
78
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan 22 tahun G1P1A0 usia kehamilan 38 minggu dibawa ke UGD RS oleh suaminya
karena keluar cairan dari jalan lahir sejak 1 hari yang lalu. Awalnya cairan berwarna bening,
kemudian berwarna keruh dan berbau. Keluhan disertai dengan nyeri perut tembus
punggung. Riwayat infeksi genetalia disangkal. Pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan
darah 120/80 mmHg, denyut nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit dan suhu 38,9°C.
Pemeriksaan fisik didapatkan TFU setinggi Xyphoid, letak kepala, his 4x/10’/35”, DJJ
165x/menit. Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan servix 6 cm, ketuban (-), lendir
darah (+). Apakah faktor predisposisi terjadinya kasus di atas?
a. Persalinan prematur
b. Persalinan lama
c. Infeksi traktus genitalia
d. Ketuban pecah lama
e. Merokok

© FDI2019
D. Ketuban Pecah Lama
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan 22 tahun G1P1A0 usia kehamilan 38 minggu
• Keluar cairan dari jalan lahir sejak 1 hari yang lalu. Awalnya cairan
berwarna bening, kemudian berwarna keruh dan berbau
• Riwayat infeksi genetalia disangkal
• Suhu 38,9°C
• TFU setinggi xyphoid, letak kepala, his 4x/10’/35”, DJJ 165x/menit
• Pembukaan servix 6 cm, ketuban (-), lendir darah (+)

Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?

© FDI2019
Korioamnionitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi Infeksi pada korion dan amnion


Faktor Predisposisi • Persalinan prematur
• Persalinan lama
• Ketuban pecah lama
• Pemeriksaan dalam yang dilakukan berulang-ulang
• Adanya bakteri patogen pada traktus genitalia (IMS, BV)
• Alkohol
• Merokok
Diagnosis Diagnosis klinis yang ditegakkan bila ditemukan demam > 38oC dengan 2 atau lebih
tanda berikut ini:
• Leukositosis > 15000 sel/mm3
• DJJ > 160 x/menit
• Nadi ibu > 100 x/menit
• Nyeri tekan fundus saat tidak berkontraksi
• Cairan amnion berbau

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Korioamnionitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
Tatalaksana umum Tatalaksana khusus
• Rujuk ke RS • Jika terdapat metritis (demam, cairan
• Beri AB kombinasi: ampisilin 2 g IV tiap 6 jam ditambah vagina bau), berikan AB
Gentamisin 5 mg/kgbb IV setiap 24 jam • Jika bayi mengalami sepsis, lakukan
• Terminasi kehamilan, nilai servix untuk menentukan cara kultur darah dan beri AB sesuai
persalinan: selama 7-10 hari
o Jika servix matang  lakukan induksi persalinan dengan
oksitosin
o Jika servix belum matang  matangkan dengan prostaglandin
dan infus oksitosin atau SC
• Jika persalinan dilakukan pervaginam, hentikan AB setelah
persalinan, jika dengan SC, lanjutkan AB dan tambahkan
metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai bebas demam selama
48 jam

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Persalinan prematur
b. Persalinan lama Merupakan faktor predisposisi dari
korioamnionitis, namun tidak sesuai dengan
c. Infeksi traktus genitalia kasus

e. Merokok

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, faktor predisposisi terjadinya kasus di atas adalah ....


D. Ketuban Pecah Lama

© FDI2019
79
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perempuan usia 32 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu dilarikan ke UGD RS oleh
keluarganya karena nyeri perut hebat sejak 1 jam yang lalu. Riwayat keluar cairan atau
darah dari jalan lahir disangkal. Riwayat trauma disangkal. Riwayat persalinan sebelumnya
anak pertama normal ditolong bidan dan anak kedua SC. Pasien tampak kesakitan.
Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, denyut nadi 100 x/menit,
frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 36,3oC. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri pada
palpasi abdomen, bentuk abdomen abnormal, bandl’s ring (+). Apakah diagnosis yang
paling mungkin pada pasien ini?
a. Ruptur uteri
b. Ruptur Perineum
c. Solusio plasenta
d. Sisa plasenta
e. Atonia uteri

© FDI2019
A. Ruptur Uteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perempuan usia 32 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38
minggu dilarikan ke UGD RS
• Nyeri perut hebat sejak 1 jam yang lalu
• Nyeri pada palpasi abdomen, bentuk abdomen
abnormal, bandl’s ring (+)

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

© FDI2019
Ruptur Uteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Ruptur uteri: robeknya dinding rahim terjadi akibat terllampauinya daya regang
miometrium.
Ruptur uteri risiko terjadinya lebih tinggi pada bekas SC.

Diagnosis
• Perdarahan intraabdominal, dengan atau tanps perdarahan pervaginam
• Nyeri perut hebat (dapat berkurang setelah ruptur terjadi)
• Syok atau takikardia
• Adanya cairan bebas intraabdominal
• Hilangnya gerak dan DJJ
• Bentuk uterus abnormal atau konturnya tidak jelas
• Dapat didahului oleh lingkaran kontriksi (bandl’s ring)
• Nyeri raba/tekan dinding perut
• Bagian-bagian janin mudah dipalpasi

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Ruptur Uteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
Tatalaksana umum Tatalaksanan khusus
• Berikan oksigen. • Jika uterus dapat diperbaiki dengan risiko operasi lebih
• Perbaiki kehilangan volume darah dengan rendah daripada histerektomi dan tepi robekan uterus
pemberian infus cairan IV (NaCl 0,9% atau RL) tidak nekrotik, lakukan reparasi uterus (histerorafi).
sebelum tindakan pembedahan. Tindakan ini membutuhkan waktu yang lebih singkat
• Jika kondisi ibu stabil, lakukan SC untuk dan menyebabkan kehilangan darah yang lebih sedikit
melahirkan bayi dan plasenta. dibanding histerektomi
• Jika uterus tidak dapat diperbaiki, lakukan histerektomi
subtotal. Jika robekan memanjang hingga servix dan
vagina, histerektomi total mungkin diperlukan

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

b. Ruptur Perineum  robekan pada perineum


c. Solusio plasenta  Terlepasnya plasenta dari
tempat implantasinya
d. Sisa plasenta   tertinggalnya bagian
plasenta dalam rongga rahim yang dapat
menimbulkan perdarahan post-partum
e. Atonia uteri  keadaan lemahnya
tonus/kontraksi rahim yang menyebabkan uterus
tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari
tempat implantasi plasenta setelah bayi dan
plasenta lahir

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini


adalah ....
A. Ruptur Uteri

© FDI2019
80
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita berusia 32 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 20 minggu datang ke


Puskesmas untuk kontrol kandungannya. Tidak ada keluhan. Pemeriksaan tanda
vital didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 90 x/menit, frekuensi
nafas 18 x/menit, suhu 36,3oC. Pasien mengatakan memiliki riwayat hipertensi
sebelum hamil. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut?
a. Preeklamsia ringan
b. Preeklamsia berat
c. Hipertensi gestasional
d. Hipertensi kronik
e. Superimposed preeklamsia

© FDI2019
D. Hipertensi Kronik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Wanita berusia 32 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 20 minggu
datang ke Puskesmas untuk kontrol kandungannya
• Tekanan darah 140/90 mmHg
• Pasien mengatakan memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut?

© FDI2019
HIPERTENSI dalam Kehamilan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hipertensi Kronik • Hipertensi tanpa proteinuria yang timbul dari sebelum kehamilan
dan menetap setelah persalinan (TD ≥ 140/90 mmHg)
• Sudah ada riwayat HT sebelum hamil atau diketahui HT pada UK <
20 minggu
Hipertensi Gestasional • Hipertensi tanpa proteinuria yang timbul setelah kehamilan 20
minggu dan menghilang setelah persalinan (TD ≥ 140/90 mmHg)
• Tidak ada riwayat HT sebelum hamil, TD normal di usia kehamilan <
12 minggu

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Preeklamsia dan Eklamsia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Preeklamsia ringan • TD ≥ 140/90 mmHg pada UK > 20 minggu


• Proteinuria + 1 atau pemeriksaan protein kuantitatif > 300 mg/24
jam
Preeklamsia Berat • TD > 160/110 mmHg pada UK > 20 minggu
• Proteinuria ≥ 2 atau protein kuantitatif > 5 g/24 jam
• Atau disertai keterlibatan organ lain:
o Trombositopenia (< 100.000 sel/uL), hemolisis mikroangiopati
o Peningkatan SGOT/SGPT, nyeri abdomen kuadran kanan atas
o Sakit kepala, skotoma penglihatan
o Pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion
o Edema paru dan/atau gagal jantung kongestif
o Oligouria (< 500 ml/24 jam), kreatinin > 1,2 mg/dL

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Preeklamsia dan Eklamsia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Superimposed preeklamsia • Ibu dengan riwayat HT kronik (sudah ada sebelum UK 20 minggu)
pada hipertensi kronik • Proteinuria > +1 atau trombosit < 100.000 sel/uL pada UK > 20
minggu
Eklamsia • Kejang umum dan/atau koma
• Ada tanda dan gejala preeklamsia
• Tidak ada kemungkinan penyebab lain (misal: epilepsi, perdarahan
subarakhnoid, meningitis)

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Preeklamsia dan Eklamsia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana
• Bila terjadi kejang, perhatikan jalan Cara pemberian MgSO4
nafas, pernafasan (oksigen) dan sirkulasi • Berikan dosis awal 4 g MgSO4 sesuai prosedur untuk
(cairan IV) mencegah kejang atau kejang berulang
• Berikan MgSO4 secara IV pada ibu yang • sa,mbil menunggu rujukan, mulai dosis rumatan 6 g MgSO4
eklamsia dan preeklamsia berat dalam 6 jam sesuai prosedur
• Pada kondisi dimana MgSO4 tidak dapat
diberikan seluruhnya, berikan dosis awal
lalu RUJUK ibu ke FASKES yang lebih Syarat pemberian MgSO4
memadai • Tersedia Ca Glukonas 10%
• Lakukan intubasi bila kjang berulang  • Ada refleks patella
ICU • Jumlah urin minimal 0,5 ml/kgbb/jam

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Preeklamsia dan Eklamsia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pemberian MgSO4
Cara pemberian dosis awal Cara pemberian dosis rumatan
• Ambil 4 g larutan MgSO4 (10 ml larutan MgSO4 • Ambil 6 g MgSO4 (15 ml larutan MgSO4 40%) dan
40%) dan larutkan dengan 10 ml aquades larutkan dalam 500 ml RL?RA, lalu berikan secara IV
• Berikan larutan tersebut secara IV pelan selama dengan kecepatan 28 tpm selama 6 jam dan diulang
20 menit 24 jam setelah persalinan atau kejang berakhir (bila
• Jika akses IV sulit, berikan masing-masing 5 g eklamsia)
MgSO4 (12,5 ml larutan MgSO4 40%) IM
bokong kanan dan kiri

Kemenkes RI, 2013 © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

a. Preeklamsia ringan  tidak tepat


b. Preeklamsia berat  tidak tepat
c. Hipertensi gestasional  tidak tepat
e. Superimposed preeklamsia  tidak tepat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut


adalah ....
D. Hipertensi Kronik

© FDI2019
81
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak Budi 11 tahun, mengeluh nyeri mendadak di daerah skrotum saat bangun
tidur. Tampak posisi salah satu testis lebih tinggi dan mendatar, serta berwarna
kemerahan. Pada saat testis diangkat, nyeri semakin bertambah. Pemeriksaan
penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diganosa…
A. USG Doppler
B. Transluminasi
C. Urinalisis
D. CT-Scan
E. USG FAST

© FDI2019
A. USG DOPPLER
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak usia 11 tahun
• nyeri mendadak saat bangun tidur
• PF: posisi salah satu testis lebih tinggi dan mendatar,
berwarna kemerahan
• Saat testis diangkat, nyeri semakin bertambah  Phrens’s
Test (-)
Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk
menegakkan diganosa…

© FDI2019
Torsio Testis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis :
• Sering terjadi pada usia muda dengan onset akut terutama saat
bangun tidur, setelah berolahraga dan setelah terjadi trauma skrotum.
• Klinis:
• Nyeri hebat
• Posisi testis lebih tinggi, lebih mendatar/horizontal
• Testis bengkak, kemerahan
• Demam (-)
• Pemeriksaan Fisik
• Phren’s Test  (-)
• Penunjang
• USG Doppler  vaskularisasi menurun

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
TORSIO TESTIS EPIDIDIMO-ORCHITIS
Onset Akut Gradual
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Phren’s Test Semakin sakit / (-) Sakit berkurang / (+)


Reflek Cremaster (-) (+)
Urinalisis Steril Bakter dan Leukosit (+)
USG Doppler Vaskularisasi menurun Vaskularisasi meningkat

• Terapi
• Non-operatif : manual de-rotasi
• Operatif :
• Reposisi
• Orkidopeksi bila masih viabel
• Orkidektomi dan orkidopeksi kontralateral bila non-viabel

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Transluminasi  untuk hidrokel
C. Urinalisis  bisa dilakukan sebagai penunjang tapi
bukan yang paling tepat
D. CT-Scan  diagnosis dan staging tumor
E. USG FAST  trauma ginjal dengan hemodinamik tidak
stabil
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Pemeriksaan penunjang yang paling


tepat untuk menegakkan diganosa…

A. USG DOPPLER

© FDI2019
82
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nn. Lisa 20 tahun, datang dengan keluhan benjolan pada payudara kanan sejak 1
tahun yang lalu. Benjolan hanya terasa nyeri saat haid dan saat menjelang haid.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan kenyal, sangat mobile, tidak ditemukan
ulkus, retraksi papil serta pembesaran KGB. Diagnosa pada pasien ini adalah...
A. Tumor Phyloides
B. Fibrokistik mamme
C. Intraductal papiloma
D. Fibroadenoma Mammae
E. Paget’s disease

© FDI2019
D. FIBROADENOMA MAMMAE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Nn. Lisa 20thn
• Benjolan pada payudara kanan sejak 1 thn yll
• Benjolan nyeri saat/menjelang haid
• PF : benjolan kenyal, sangat mobile, tidak ditemukan
ulkus, retraksi papil serta pembesaran KGB

Diagnosa pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Fibroadenoma Mammae (FAM)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis :
• Sering terjadi pada wanita muda (15-30thn)
• Klinis:
• Pertumbuhan lambat, tidak ada perubahan pada kulit
• Nyeri (-)  kadang saat/menjelang haid
• Tidak ada tanda ganas
• Pemeriksaan Fisik
• Konsistensi kenyal, permukaan licin, dapat digerakkan dari jaringan
sekitarnya (sangat mobile), bentuk kadang bulat lonjong
• Bisa single / multiple
• Terapi
• Eksisi

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Tumor Phyloides  tampak besar terdapat vena ektasi
B. Fibrokistik Mammae  pengaruh psikis
C. Intraductal papiloma  perdarahan puting susu
E. Paget’s disease  ulkus dan crustae (+)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosa pada kasus ini adalah...

D. FIBROADENOMA MAMMAE

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
83
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Bayi usia 6 hari dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan jarang BAB dan perut
semakin membesar. Saat dilakukan pemeriksaan dengan memasukan jari di rektum
, feses menyemprot. Gambaran apa yang ditemukan saat dilakukan pemeriksaan
penunjang?
A. Single Bubble appereance
B. Megacolon
C. Cupping sign
D. Donut sign
E. Double Bubble appearance

© FDI2019
B. MEGACOLON
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Bayi usia 6 hari
• Perut semakin membesar
• BAB Jarang
• Pemeriksaan colok dubur : Feses menyemprot

Gambaran apa yang ditemukan saat dilakukan


pemeriksaan penunjang?

© FDI2019
Hirscprung’s disease
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi :
• Aganglionik segmen kolon
• Klinis:
• Distensi abdomen
• Mekoneum terlambat
• BAB jarang
• Muntah bilous
• RT : feses menyemprot
• Pemeriksaan penunjang:
• Barium Enema  ditemukan dilatasi colon (Megacolon) dan
penyempitan pada bagian bawah

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Single Bubble appereance  Atresia Pylori
C. Cupping sign  Intususepsi / invaginasi
D. Donut sign  Intususepsi / invaginasi
E. Double Bubble appearance  Atresia duodenal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Gambaran apa yang ditemukan saat


dilakukan pemeriksaan penunjang?

B. MEGACOLON

© FDI2019
84
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tn. Toni 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan keluar benjolan di skrotum kiri.
Selama ini benjoan bisa masuk sendiri, tapi kali ini benjolan tidak dapat masuk dan
semakin terasa nyeri hebat. Diagnosa klinis pasien ini…
A. Hernia Inguinalis Strangulata
B. Hernia Inguinalis Medialis Reponibilis
C. Hernia Inguinalis Lateralis Reponibilis
D. Hernia Scrotalis Ireponibilis
E. Hernia Scrotalis Reponibilis

© FDI2019
A. Hernia Inguinalis Strangulata
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• keluar benjolan di skrotum kiri.
• benjolan tidak dapat masuk
• terasa nyeri hebat.
Diganosa klinis pasien ini…

© FDI2019
Hernia Inguinalis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis :
• Sering terjadi pada infant dan orang tua. Lebih sering terjadi
pada pria daripada wanita.
• Pembagian :
• Hernia Inguinalis Indiriek / Lateralis
• Menonjol dari perut di lateral pembuluh epigastrika inferior
• Keluar melalui dua pintu dan saluran : anulus dan kanalis inguinalis
• Pem. Fis : tampak tonjolan bentuk lonjong

• Hernia Inguinalis Direk / Medialis


• Disebabkan peninggian tekanan intraabdomen kronik
• Kelemahan otot dinding trigonum hesselbach
• Biasanya bilateral, jarang inkarserasi/strangulasi

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Hernia Inguinalis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Hernia reponible
• Bisa masuk sendiri
• Hernia Ireponible
• Tidak bisa masuk sendiri
• Hernia Inkarserata
• Terdapat gangguan pasase
• Hernia Strangulata
• Nyeri mual muntah  ancaman nekrosis dan gangren

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Hernia Inguinalis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pemeriksaan Fisik
• Finger test
• Thumb test
• Zieman test
• Jari Telunjuk : Hernia indirek
• Jari Tengah : Hernia direk
• Jari Cincin : Hernia femoral
• Terapi
• Herniotomi – Hernioraphy
• Operasi segera pada hernia strangulata / obstruksi

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Hernia Inguinalis Medialis Reponibilis  bisa masuk
C. Hernia Inguinalis Lateralis Reponibilis  bisa masuk
D. Hernia Scrotalis Ireponibilis  tidak bisa masuk , tidak
ada nyeri hebat
E. Hernia Scrotalis Reponibilis  bisa masuk
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diganosa klinis pasien ini…

A. Hernia Inguinalis Strangulata

© FDI2019
85
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria 24thn dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Pasien mengendarai sepeda dan mengerem mendadak sehingga selangkangan
nya membentur stang sepeda. Dari pemeriksaan fisik tampak memar di bagian
perineum. Diagnosa pada pasien ini adalah...
A. Ruptur Uretra Anterior
B. Ruptur Uretra Posterior
C. Ruptur Buli
D. Ruptur Prostat
E. Ruptur Ureter

© FDI2019
A. Ruptur Uretra Anterior
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• selangkangan nya membentur stang sepeda.
• memar di bagian perineum

Diagnosa pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Trauma Uretra
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis :
• Sering terjadi pada laki - laki, biasanya berkaitan dengan fraktur
pelvis atau straddle injury
• Pembagian :
• Trauma Uretra Anterior
• Straddle injury
• Pem. Fis : hematoma daerah perineum; butterfly hematom
• Trauma Uretra Posterior
• Sering karena fraktur pelvis anterior
• Pem.Fis : rectal touche  prostat melayang / high riding prostate / floating
prostate

© FDI2019
Trauma Uretra
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• KONTRAINDIKASI : pemasangan kateter !!!


• Terapi
• Cystotomi

© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Ruptur Uretra Posterior  high riding prostat
C. Ruptur Buli  hematuria / tidak bisa BAK
D. Ruptur Prostat
E. Ruptur Ureter
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosa pada kasus ini adalah...

A. Ruptur Uretra Anterior

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
86
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nn. Nita 20thn datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Keluhan
dirasakan sejak 2 hari ini disertai demam, saat dibuat berjalan perut terasa semakin
sakit, keluhan ini disertai dengan mual muntah. Dilakukan fleksi panggul dan rotasi
internal panggul, timbul rasa nyeri . Pemeriksaan fisik apa yang dilakukan pada
pasien ini?
A. Psoas sign
B. Obturator sign
C. Dunphy sign
D. Blumberg sign
E. Rovsing sign

© FDI2019
B. Obturator sign
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
nyeri perut kanan bawah, demam, saat dibuat berjalan
perut terasa semakin sakit, keluhan ini disertai dengan mual
muntah  Gejala appendicitis
• fleksi panggul dan rotasi internal panggul, timbul rasa
nyeri

Pemeriksaan fisik apa yang dilakukan pada pasien ini?

© FDI2019
Appendicitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi :
• Infeksi bakteri; sumbatan lumen appendiks.
• Klinis:
• Nyeri daerah epigastrium sekitar umbilicus dalam beberapa jam
berpindah ke titik McBurney
• Mual , muntah, nafsu makan menurun

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Appendicitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Appendicitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Tanda:
• Rovsing’s sign : (+)  palpasi pada kwadran kiri bawah, timbul nyeri
pada sisi kanan
• Psoas : pasien dibaringkan ke sisi kiri, kemudian dilakukan ekstensi
panggul kanan. (+)  nyeri kanan bawah
• Obturator : fleksi panggul & dilakukan rotasi internal panggul. (+) 
nyeri hipogastrium / vagina
• Dunphy sign  nyeri testis kanan bawah saat batuk
• Ten horn sign  nyeri timbul saat traksi lembut pada korda spermatica
kanan
• Kocher sign  nyeri awal pada epigastrium kemudian berpindah ke
kanan bawah
• Blumberg sign  nyeri lepas. Palpasi kwadran kanan bawah kemudian
dilepas tiba – tiba.

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Psoas sign
C. Dunphy sign
D. Blumberg sign
E. Rovsing sign
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Pemeriksaan fisik apa yang dilakukan


pada pasien ini?

B. Obturator sign

© FDI2019
87
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria 24thn datang dengan keluhan nyeri pada buah zakar . Dari
pemeriksaan fisik tampak skrotum membesar, hiperemis, dan terasa nyeri. Tidak
disertai dengan demam. Pada saat skrotum diangkat ke atas nyeri berkurang.
Diagnosa pada pasien ini adalah...
A. Torsio testis
B. Hernia inkarserata
C. Hernia strangulata
D. Ruptur testis
E. Epididimitis

© FDI2019
E. Epididimitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• nyeri pada buah zakar
• skrotum membesar, hiperemis, dan terasa nyeri
• Skrotum diangkat ke atas nyeri berkurang  Phren’s test
(+)

Diagnosa pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Epididimitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi :
• Infeksi asenden saluran kemih
• Klinis:
• Nyeri epididimis dan mungkin beralih ke daerah perut atau ginjal
• Dapat disertai demam
• Pem. Fis :
• Epididimis bengkak
• Dorsal testis nyeri
• Kulit skrotum panas, merah, bengkak
• Penanganan :
• Antibiotik sesuai hasil biakan
Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC
© FDI2019
TORSIO TESTIS EPIDIDIMO-ORCHITIS
Onset Akut Gradual
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Phren’s Test Semakin sakit / (-) Sakit berkurang / (+)


Reflek Cremaster (-) (+)
Urinalisis Steril Bakter dan Leukosit (+)
USG Doppler Vaskularisasi menurun Vaskularisasi meningkat

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Torsio testis  Phren’s test (-)
B. Hernia inkarserata  gangguan pasase usus
C. Hernia strangulata  nyeri sangat pada benjolan
D. Ruptur testis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosa pada kasus ini adalah...

E. Epididimitis

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
88
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki 20thn korban kecelakaan dibawa ke IGD. Pada pemeriksaan


didapatkan mata tidak terbuka dengan rangsangan nyeri, mengeram dan
gerakan ekstensi abnormal. Termasuk cedera kepala apa pasien ini?
A. Cedera kepala ringan
B. Cedera kepala sedang
C. Cedera kepala berat
D. Cedera kepala minimal
E. Cedera kepala sederhana

© FDI2019
C. Cedera kepala berat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• mata tidak terbuka dengan rangsangan nyeri  E: 1
• Mengeram  V: 2
• gerakan ekstensi abnormal  M: 2

Termasuk cedera kepala apa pasien ini?

© FDI2019
GCS
Cedera Kepala
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Ringan : 13 - 15
• Sedang : 9 – 12
• Berat : 3 - 8

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Cedera kepala ringan  13 - 15
B. Cedera kepala sedang  9 - 12
D. Cedera kepala minimal
E. Cedera kepala sederhana
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Termasuk cedera kepala apa pasien


ini?

C. Cedera Kepala Berat

© FDI2019
89
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak-anak 1 tahun dibawa ke Puskesmas oleh ibunya karena saat kecing air seni
tidak keluar dari ujung penis , melainkan pada bagian bawah. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan OUE pada bagian ventral, seperti gambar dibawah ini. Diagnosa
pada pasien ini?
A. Epispadia Scrotal
B. Epispadia Penoscrotal
C. Hipospadia Scrotal
D. Hipospadia Penoscrotal
E. Hipospadia Perineal

© FDI2019
D. Hipospadia Penoscrotal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• air seni tidak keluar dari ujung penis , melainkan pada
bagian bawah.
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan OUE pada bagian
ventral  hipospadia
Diagnosa pada pasien ini?

© FDI2019
Kelainan kongenital saluran kemih
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Epispadia:
• OUE pada bagian dorsal
• Hipospadia:
• OUE pada bagian ventral

Muara uretra pada hipospadia

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Epispadia Scrotal
B. Epispadia Penoscrotal
C. Hipospadia Scrotal
E. Hipospadia Perineal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosa pada pasien ini?

D. Hipospadia Penoscrotal

© FDI2019
90
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki 20thn dibawa ke IGD RS setelah terkena ledakan gas LPG. TTV
dbn, pada pemeriksaan tampak lesi kemerahan di seluruh lengan bawah kanan
dan kiri, nyeri saat disentuh dan tampak bula (+). Termasuk luka bakar grade
berapa pasien ini?
A. Combutio derajat I
B. Combutio derajat IIa
C. Combutio derajat IIb
D. Combutio derajat III
E. Combutio derajat IV

© FDI2019
B. Combutio derajat IIa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• lesi kemerahan di seluruh lengan bawah kanan dan kiri
• nyeri saat disentuh
• tampak bula (+)

Termasuk luka bakar grade berapa pasien ini?

© FDI2019
Luka Bakar
Luka Bakar
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Grade I : Epidermis, merah ,


kering, seperti luka bakar
matahari
• Grade II
• IIa : bula merah (superficial)
• IIb : pucat (deep)
• Grade III : tidak ada elemen
epitel yang vital. Jar. Lemak,
otot, tulang hangus

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Combutio derajat I  tidak ada bula
C. Combutio derajat IIb  bula ada, kulit hipoestesi
D. Combutio derajat III  tidak ada elemen vital
E. Combutio derajat IV
Jadi, Termasuk luka bakar grade berapa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

pasien ini?

B. Combutio derajat IIa

© FDI2019
91
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pasien laki2 dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat datang
ke IGD didapatkan paha kanan dalam keadaan fleksi, adduksi dan internal rotasi.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini?
A. Fraktur Femur
B. Dislokasi patella
C. Dislokasi hip joint anterior
D. Dislokasi hip joint posterior
E. Fraktur patella

© FDI2019
D. Dislokasi hip joint posterior
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• paha kanan dalam keadaan fleksi, adduksi dan internal
rotasi.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini?

© FDI2019
Dislokasi sendi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sendi Arah Kelainan


Panggul Anterior Fleksi, eksorotasi , abduksi
Posterior Fleksi, internal rotasi, adduksi
Bahu Anterior Eksorotasi , abduksi
Posterior Endorotasi, adduksi
Siku Posterior Tonjolan olecranon ke posterior
Lutut Anteroposterior Bentuk menjadi tidak normal

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Fraktur Femur
B. Dislokasi patella  bentukan menjadi tidak normal
C. Dislokasi hip joint anterior  Fleksi, eksorotasi , abduksi
E. Fraktur patella
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosis pasien ini?

D. Dislokasi hip joint posterior

© FDI2019
92
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pasien laki2 dibawa ke IGD karena luka bakar tersiram kuah panas, dari
pemeriksaan fisik didapatkan kulit kemerahan dan bula pada seluruh lengan
bawah tangan kanan. Derajat luka bakar pada pasien ini?
A. 18%
B. 4,5%
C. 9%
D. 27%
E. 10%

© FDI2019
B. 4,5%
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• kulit kemerahan dan bula  grade IIa
• pada seluruh lengan bawah tangan kanan  4,5%

• Derajat luka bakar pasien ini?

© FDI2019
Luka Bakar
Luka Bakar
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Grade I : Epidermis, merah ,


kering, seperti luka bakar
matahari
• Grade II
• IIa : bula merah (superficial)
• IIb : pucat (deep)
• Grade III : tidak ada elemen
epitel yang vital. Jar. Lemak,
otot, tulang hangus

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. 18%
C. 9%
D. 27%
E. 10%
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Derajat luka bakar pasien ini?

B. 4,5%

© FDI2019
93
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pasien laki2 dibawa ke IGD karena luka bakar karena ledakan LPG, dari
pemeriksaan fisik didapatkan kulit pucat dan bula pada seluruh lengan kanan dan
kiri serta dada. Derajat luka bakar pada pasien ini?
A. Luka bakar grade I ; 27%
B. Luka bakar grade IIb ; 18%
C. Luka bakar grade IIa ; 27%
D. Luka bakar grade IIb ; 27%
E. Luka bakar grade III ; 27%

© FDI2019
D. Luka bakar grade IIb ; 27%
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• kulit pucat dan bula  grade IIb
• pada seluruh lengan kanan (9%) dan kiri (9%) dada (9%)
• Derajat luka bakar pasien ini?

© FDI2019
Luka Bakar
Luka Bakar
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Grade I : Epidermis, merah ,


kering, seperti luka bakar
matahari
• Grade II
• IIa : bula merah (superficial)
• IIb : pucat (deep)
• Grade III : tidak ada elemen
epitel yang vital. Jar. Lemak,
otot, tulang hangus

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Luka bakar grade I ; 27%
B. Luka bakar grade IIb ; 18%
C. Luka bakar grade IIa ; 27%  kulit kemerahan dan bula
E. Luka bakar grade III ; 27%
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Derajat luka bakar pasien ini?

D. Luka bakar grade IIb ; 27%

© FDI2019
94
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Anak-anak 1 tahun dibawa ke Puskesmas oleh ibunya karena saat kecing air seni
tidak keluar dari ujung penis , melainkan pada bagian atas. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan OUE pada bagian dorsal. Diagnosa pada pasien ini?
A. Epispadia
B. Hipospadia
C. Hipospadia Scrotal
D. Hipospadia Penoscrotal
E. Hipospadia Perineal

© FDI2019
A. Epispadia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• air seni tidak keluar dari ujung penis , melainkan pada
bagian atas.
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan OUE pada bagian
dorsal  epispadia
Diagnosa pada pasien ini?

© FDI2019
Kelainan kongenital saluran kemih
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Epispadia:
• OUE pada bagian dorsal
• Hipospadia:
• OUE pada bagian ventral

Muara uretra pada hipospadia

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Hipospadia
C. Hipospadia Scrotal
D. Hipospadia Penoscrotal
E. Hipospadia Perineal
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosa pada pasien ini?

A. Epispadia

© FDI2019
95
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Korban kecelakaan lalu lintas dibawa warga ke IGD setelah kecelakaan 1 jam lalu.
Didapatkan luka pada tungkai kanan , luka berukuran 3cm, kontaminasi ringan,
nampak tulang, disertai krepitasi. Diagnosa pada pasien ini?
A. OF grade 1
B. OF grade 2
C. OF grade 3a
D. OF grade 3b
E. OF grade 3c

© FDI2019
D. OF grade 3b
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• luka berukuran 3cm, kontaminasi ringan, nampak tulang,
disertai krepitasi.
Diagnosa pada pasien ini?

© FDI2019
Grading fraktur
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Grade Ukuran Luka Kontaminasi Jaringan lunak


I < 1cm Bersih
II >1cm Sedang
IIIa <10cm Berat kerusakan jaringanlunak luas, tapi
masih bisa menutupi
patahantulang ketika dilakukan
perbaikan
IIIb >10cm Masif kerusakan jaringanlunak
luas/hilang, sehingga tampak
tulang (bone expose)
IIIc >10cm masif kerusakan jaringanlunak disertai
kerusakanpembuluh darah /saraf
yang hebat

Buku Ajar Ilmu Bedah, ed. Hidayat S., de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…

A. OF grade 1
B. OF grade 2
C. OF grade 3a
E. OF grade 3c
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosa pada pasien ini?

D. OF grade 3b

© FDI2019
96
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usa 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut mendadak.
Keluhan disertai mual muntah. Pasien tidak BAB dan flatus sejak 5 hari yang lalu. Pada
pemeriksaan fisik kesadaran compos mentis, TD 120/70 mmHg, Nadi 82x/m, RR 20x/m , suhu
37 C. pemeriksaan abdmen tampak darm contour, darm steifung dan bising usus
meningkat. Apa pemeriksaan penunjang yang diusulkan pada pasien ini?
a. USG abdomen
b. BNO-IVP
c. Foto abdomen 3 posisi
d. BNO
e. CT-scan

© FDI2019
C. FOTO ABDOMEN 3 POSISI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien datang dengan nyeri perut mendadak disertai
keluhan obstruktif ( mual, muntah, tidak bisa bab dan
flatus)
• Pemeriksaan fisik tampak darm contour dan darm steifung
• Bising usus meningkat

Apa pemeriksaan penunjang yang diusulkan pada pasien


ini?

© FDI2019
ILEUS OBSTRUKTIF
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi : penyumbatan mekanik pada usus


Gejala klinis
• Nyeri kolik
• Mual muntah
• Tidak bisa BAB dan kentut
Pemeriksaan fisik
• Perut distended
• Inspeksi: darm contour, darm steifung
• Auskultasi: bising usus meningkat, metalic sound

© FDI2019
Pemeriksaan penunjang
• BOF 3 posisi: tampak step ladder Herring bone app Step ladder app
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

appearance dan hearing bone


appearance
Tatalaksana
• Dekompresi usus (NGT)
• Koreksi keseimbangan cairan dan
elektrolit
• Rujuk sp. Bedah untuk mencari
penyebab obstruksi

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. USG ABDOMEN→ pilihan pada kasus


appendicitis
B. BNO-IVP → pilihan pada kasus batu saluran
kemih
D. BNO →pemeriksaan dasar kasus abdomen tapi
bukan pemeriksaan spesifik untuk ileus
E. CT-SCAN → bukan pilihan pada kasus obstruksi
abdomen

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI PEMERIKSAAN PENUNJANG YANG TEPAT


ADALAH…

C. FOTO ABDOMEN 3 POSISI

© FDI2019
97
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 20 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan. Pasien tampak sesak
dan mengorok. Kesadaran somnolen, TD 90/60, Nadi 100x/m, RR 30x/m. pemeriksaan fisik
JVP meningkat, pemeriksaan thorax tampak dada kanan tertinggal, suara nafas menjauh,
perkusi hipersonor. Diagnosa pada pasien ini adalah?
a. Hematothorax
b. Open pneumothorax
c. Simple pneumothorax
d. Tension pneumothorax
e. Tamponade jantung

© FDI2019
D. TENSION PNEUMOTHORAX
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien korban kecelakaan datang dengan sesak
• Tanda vital=(shock) TD 90/60 mmHg, Nadi 100x/m
• Pemeriksaan fisik JVP meningkat,
• Thorax: Gerak dada kanan tertinggal, suara nafas
menjauh, perkusi hipersonor

Diagnosa pada pasien ini adalah?

© FDI2019
TENSION PNEUMOTHORAX
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: Pneumothoraks
dengan gangguan
hemodinamik
Tanda
• Tanda shock = hipotensi,
takikardia, sianosis
• Pemeriksaan thoraks (tanda
pneumohorax): gerak dada
asimetris, suaran nafas sis
sakit menjauh, perkusi sis
yang sakit hipersonor

© FDI2019
Tatalaksana
• Kontraventil (needle
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

thoracosintesis)
• WSD

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de


Jong. EGC

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Hematothorax → rongga pleura berisi darah


(perkusi redup)
B. Open pneumothorax → ada nya luka terbuka
pada dinding dada
C. Simple pneumothorax → gejala pneumothorax
tapi belum ada tanda shock
E. Tamponade jantung → darah pada cavum
pericard ditandai triad beck

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS PADA KASUS DIATAS


ADALAH…

D. TENSION PNEUMOTHORAX

© FDI2019
98
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri lutut sejak 30 menit
lalu setelah berolahraga. Keluhan disertai bengkak pada lutut. Pemeriksaan fisik kesadarn
kompos mentis, TD 120/80mmHg, Nadi 82x/m, RR 20x/m, suhu 37 C. oleh dokter di RS
tersebut dilakukan Lachman test (+). Apa diagnosis pada kasus tersebut?
a. Rupture meniscus lateral
b. Rupture meniscus medial
c. Ruptur tendon achilles
d. Ruptur ligamen krusiatum posterior
e. Ruptur ligamen krusiatum anterior

© FDI2019
E. RUPTUR LIGAMEN KRUSIATUM
ANTERIOR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien nyeri lutut setelah berolahraga
• Pemeriksaan lachman test (+)

Apa diagnosis pada kasus tersebut?

© FDI2019
RUPTUR LIGAMEN LUTUT
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Macam ligamen lutut


• ACL (anterior cruciatum
ligament)
• PCL (posterior cruciatum
ligament)
• Medial meniscus ligamen
• Lateral meniscus ligamen
• Medial Kolateral ligamen
• Lateral kolateral ligamen

© FDI2019
Pemeriksaan fisik:
• ACL = Lachman
test,anterior drawer test
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• PCL= Posterior drawer


test
• Medial meniscus=
mcmurray eksorotasi
• Lateral meniscus=
mcmurray endorotasi
• Medial kolateral= valgus
test
• Lateral kolateral= varus
test

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong.


EGC

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Ruptur kolateral lateral → varus test(+)


B. Ruptur kolateral medial → valgus test(+)
C. Ruptur tendon achilles → thompson test(+)
D. Ruptur ligamen krusiatum posterior → posterior
drawer test (+)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS PADA KASUS DIATAS


ADALAH…

E. RUPTUR LIGAMEN KRUSIATUM


ANTERIOR

© FDI2019
99
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki diantar warga ke UGD karena penurunan kesadaran. Riwayat


kecelakaan 30 menit yang lalu ditabrak truk. Pemeriksaan fisik kesadaan somnolen, TD
130/80 mmHg, Nadi 60 x/m, RR 24x/m. tampak jejas pada leher kanan dan wajah kanan.
Apa tindakan selanjutnya yang tepat?
A. Oksigen masker
B. Stabilisasi aiway dengan Head tilt, chin lift
C. Jaw thrust
D. CPR
E. Trakeostomi

© FDI2019
C. JAW THRUST
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Seorang laki-laki penurunan kesadaran post KLL
• Kesadaran somnolen TD 130/80 mmHg, Nadi 60x/m, RR
24x/m
• Tampak jejas pada leher kanan dan wajah

Apa tindakan selanjutnya yang tepat?

© FDI2019
PRIMARY SURVEY
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Prinsip ABCDE ( dikerjakan


sesuai urutan)
• Airway and c-spine control
Tanda: sianosis, agitasi, stridor,
hoarse, trauma cervical
Teknik:
- Head tilt, chin lift
- Jaw thrust
Pada curiga trauma cervical
tanda:( jejas diatas clavicula)
- Oropharingeal airway
- Surgical airway

© FDI2019
• Breathing
Tanda: gerak dada yang tidak simetris, suara
nafas yang tidak simetris, jejas pada dinding
dada
Manajemen: oksigenasi, Pneumothoraks-
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

hematothoraks management ( WSD)


• Circulation and control bleeding
Tanda (syok) : hipotensi, bradikardia, akral
dingin pucat, adanya perdarahan aktif
Manajemen: resusitasi cairan, bebat tekan,
pembedahan
• Disability
Tanda : GCS menurun
• Exposure
Buka semua baju, cari luka seluruh badan,
cegah hipotermia dengan selimuut hangat

Sumber: ATLS. 2017. Advanced Trauma Life Support 9th


Edition. American College of Surgeons.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Oksigen masker→ Manajemn breathing


B. Stabilisasi aiway dengan Head tilt, chin lift →
kurang tepat, curiga cedera cervical
D. CPR → pada kasus jantung, kasus ini kasus
trauma
E. Trakeostomi →dilakukan jika manajemen airway
biasa tidak dapat dilakukan/gagal

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI TINDAKAN SELANJUTNYA YANG TEPAT


ADALAH…

C. JAW THRUST

© FDI2019
100
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki datang ke UGD dengan keluhan penurunan kesadaran post KLL.
Pemeriksaan fisik tampak kesadaran somnolen, TD 80/60 mmHg, Nadi 140x/m lemah, RR
30x/m. CRT 2 detik. Status lokalis tampak open fracture femur sinistra. Berapa perkiraan
kehilangan darah yang dialami pasien?
A. > 2000 cc
B. 1500-2000 cc
C. 750-1500 cc
D. < 750 cc
E. 200-300 cc

© FDI2019
B. 1500-2000 CC
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien penurunan kesadaran post KLL
• Kesadaran somnolen, TD 80/60 mmHg, Nadi 140x/m
lemah, RR 30x/m. CRT 2 detik
• Status lokalis tampak open fracture femur sinistra.

Berapa perkiraan kehilangan darah yang dialami pasien?

© FDI2019
SYOK HEMORAGIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: Syok akibat


perdarahan
Merupakan syok yang
paling sering
ditemukan
Kelas:
• Class 1
• Class 2
• Class 3
• Class 4
© FDI2019
Manajemen
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• IV 2-3 L kristaloid
dengan 2 kanul
ukuran 16 atau lebih
• Bebat tekan
perdarahan aktif
• Evaluasi urin output
dengan urin kateter

Sumber: ATLS. 2017. Advanced Trauma Life


Support 9th Edition. American College of
Surgeons.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.> 2000 cc→ Untuk perdarahan kelas 4


C.750-1500 cc→ Untuk perdarahan kelas 2
D.< 750 cc→ Untuk perdarahan kelas 1
E. 200-300 cc→ tidak ada

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI PERKIRAAN KEHILANGAN DARAH PADA


PASIEN INI ADALAH…

B. 1500-2000CC

© FDI2019
101
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke UGD post KLL 20 menit yang lalu. Airway,
Breathing, Circulaion pasien paten. Pasien membuka mata saat diberi rangsang nyeri
dengan kata yang tidak dimengerti, posisi lengan ekstensi. Berapakah GCS pasien ini?
A. 7
B. 6
C. 5
D. 4
E. 8

© FDI2019
A. 7
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien post KLL 20 menit yang lalu
• Airway, breathing, circulation paten
• Pasien membuka mata saat nyeri (2), mengeluarkan kata
yang tidak dimengerti (3), posisi lengan ekstensi (2)

Berapakah GCS pasien ini

© FDI2019
SKORING GCS
Mata
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• 4 = terbuka spontan
• 3 = terbuka saat di panggil
• 2 = terbuka dengan rangsang nyeri
• 1= respon (-)
Verbal
• 5 = orientasi waktu, tempat, orang baik
• 4 = bingung berupa kalimat tidak nyambung
• 3 = kata-kata tidak dimengerti
• 2 = suara tidak dimengerti
• 1 = respon (-)
Motorik
• 6 = sesuai perintah
• 5 = lokalisir nyeri
• 4 = Menjauhi sumber nyeri
• 3 = fleksi abnormal (dekortikasi)
• 2 = ekstensi abnormal (desrebrasi)
• 1 = respon (-)

Sumber: ATLS. 2017. Advanced Trauma Life Support 9th Edition. American College of Surgeons.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. 6→ Kurang tepat, harusnya 7


C.5 → Kurang tepat, harusnya 7
D.4 → Kurang tepat, harusnya 7
E.8 → Kurang tepat, harusnya 7

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI NILAI GCS PADA PASIEN INI ADALAH…

A. 7

© FDI2019
102
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki 40 tahun datang ke UGD karena post KLL 30 menit yang lalu. Pasien
sempat pingsan kemudiaan sadar lagi. Setelah sampai ke UGD pasien pingsan lagi.
Pemeriksaan fisik TD: 120/80 mmHg, Nadi 82x/m, RR 20x/m, suhu 37 C. pemeriksaan CT scan
tampak perdarahan berbentuk bikonveks. Apa diagnosis yang tepat?
A. Subdural hematome
B. Epidural hematome
C. Subarachnoid hematome
D. Intracerebral hematome
E. Commusio cerebri

© FDI2019
B. EPIDURAL HEMATOME
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien post KLL 30 menit lalu
• Sempat pingsan kemudia sadar kemudia pingsan lagi
(lucid interval)
• CT SCAN: perdarahan berbentuk bikonveks

Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
EPIDURAL HEMATOME
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : pecah arteri meningea


media
• Khas: Lucid interval
(Trauma→pingsan →sadar →pingsan lagi))

• CT SCAN : tampak perdarahan


berbentuk binkonveks atau
lentikuler

Sumber: ATLS. 2017. Advanced Trauma Life Support 9th Edition.


American College of Surgeons

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Subdural hematome→ perdarahan berbentuk


bulan sabit
C.Subarachnoid hematome→ perdarahan mengisi
sulcus dan gyrus
D.Intracerebral hematome→ perdarahan di dalam
parenkim otak
E. Commusio cerebri→ CT SCAN normal

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA PASIEN


INI ADALAH…

B. EPIDURAL HEMATOME

© FDI2019
103
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
• Seorang laki-laki di antar warga ke UGD karena penurunan kesadaran disertai muntah.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Riwayat KLL 1 hri yang lalu. Pemeriksaan fisik GCS 10 ,TD 150/80mmHg, Nadi 55x/m, RR
16x/m, suhu 37 C. jejas pada kepala kanan, CT SCAN ditemukan gambaran

Pembuluh darah apa yang pecah pada pasien ini?


A. Pecahnya arteri meningea media
B. Arteri venous malformation
C. Pecahnya aneurisma
D. Pecahnya arteri dura
E. Pecahnya bridging vein
© FDI2019
E. PECAHNYA BRIDGING VEIN
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien keluhan Penurunan kesadaran disertai muntah
• Pasien post KLL 1 hari yang lalu
• TD 150/80mmHh, Nadi 55x/m, RR 16x/m
• Status lokalis Jejas pada kanan
• CT SCAN: tampak lesi hiperdens berbentuk bulan sabit

Pembuluh darah apa yang pecah pada pasien ini?

© FDI2019
SUBDURAL HEMATOME
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Etiologi: pecahnya Bridging


Vein
Gejala:
Penurunan kesadaran terjadi
secara lambat (karena
perdarahan vena)
Sering terjadi peningkatan
TIK
CT SCAN:
Tampak lesi hiperdens
berbentuk bulan
sabit/crescent
© FDI2019
Peningkatan TIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

ditandai dengan trias


CUSHING
• Peningkatan sistolik
• Bradikardia
• Penurunan RR

Sumber: ATLS. 2017. Advanced Trauma Life


Support 9th Edition. American College of
Surgeons

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Pecahnya arteri meningea media→ Pada


Epidural hematom
B. Arteri venous malformation→ Pada subarachnoid
hematom
C.Pecahnya aneurisma→ Pada subarachnoid
hematom
D.Pecahnya arteri dura→ Pada Epidural hematom

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI PEMBULUH DARAH YANG PECAH PADA


KASUS INI ADALAH…

E. PECAHNYA BRIDGING VEIN

© FDI2019
104
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke UGD bersama temannya karena KLL. Pasien
tampak sadar. Dari anamnesa pasien mengalami mimisan disertai keluar darah dari
telinga.pemeriksaan fisik kesadaran compos mentis, TD 130/80mmHg, nadi 88x/m, RR
24x/m. tampak hematom pada retroauricular dan pada sekitar mata. Halo test (+). Apa
diagnosis yang tepat?
A. Fraktur zygoma
B. Fraktur mandibula
C. Fraktur maksilofacial
D. Fraktur basis cranii
E. Fraktur nasal

© FDI2019
D. FRAKTUR BASIS CRANII
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien post KLL keluhan keluar darah dari hidung dan
telinga
• Pemeriksaan fisik kesadaran compos mentis, tampak
hematome pada sekitar mata (racoon eyes) dan
retroauricula (battle sign)
• Halo test (+)
• Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
FRAKTUR BASIS CRANII
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: Fraktur yang terjadi pada dasar


tengkorak (bassis cranii)
Dibagi 3:
• Fossa anterior
• Fossa media
• Fossa posterior

© FDI2019
Tanda dan gejala
• Racoon eyes = hematom periorbita
• Battle sign = hematome retroaurikula
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Rhinorea = cairan CSF kadang bercampur


darah dari hidung
• Otorhea = cairan CSF kadang bercampur
darah dari telinga
• Kadang disertai cranial nerve injury
Pemeriksan penunjang
• Halo test
Bentukan seperti cincin menandakan darah
bercampur CSF disekelilingnya
• CT SCAN
• MRI

Sumber:
1. buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC
2. Yelinek S, Avi Cohen et al. 2016. Clinical Significance of Skull Base Fracture in Patients after
Traumatic Brain Injury. Journal of Clinical Neuroscience ,Elsevier. Jerusalem , israel
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Fraktur zygoma → bentuk wajah asimetris, Halo


test (-)
B. Fraktur mandibula→ maloklusi (+), halo test (-)
C.Fraktur maksilofacialbentuk wajah asimetris, Halo
test (-)
E. Fraktur nasal →bentuk hidung asimetris, halo test
(-)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA KASUS


INI ADALAH…

D. FRAKTUR BASIS CRANII

© FDI2019
105
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang perempuan usia 20 tahun diantar ke UGD karena penurunan kesadaran setelah
mengalami kecelakaan beberapa saat yang lalu. Pasien juga muntah proyektil.
Pemeriksaan fisik pupil pinpoint, refleks cornea (-) pola pernafasan apneustic. Dimanakah
letak lesi pada pasien ini?
A. Thalamus
B. Hipothalamus
C. Metencephalon
D. Mesencephalon
E. myelencephalon

© FDI2019
C. METENCEPHALON
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien post KLL penurunan kesadara disertai muntah
proyektil
• Pemeriksaan fisik pupil pinpoint, refleks cornea (-) pola
pernafasan apneustic

Dimanakah letak lesi pada pasien ini?

© FDI2019
BRAIN STEM INJURY
• Diencephalon
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pola pernapasan cheyne stokes,


pupilkecil reaktif
• Mesencephalon ( midbrain)
Pola pernapasan CNH, pupil fix
• Metencephalon (pons)
Pola pernapasan apneustic, pupil
pinpoint
• Myelencephalon (medulla
oblongata)
Pola pernapasan ataxic

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Thalamus→ Bukan pilihan yang tepat


B. Hipothalamus→ Bukan pilihan yang tepat
D.Mesencephalon→pola pernapasan CNH, Pupil fix
E. Myelencephalon →pola pernapasan ataxic

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI LETAK LESI PADA PASIEN INI ADALAH


DI…

C. METENCEPHALON

© FDI2019
106
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut hebat sejak 3
jam yang lalu. Nyeri pertama muncul di ulu hati kemudian menjadi nyeri pada seluruh
perut. Riwayat minum jamu-jamuan. Pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, Nadi 90x/m, RR
24x/m, suhu 38 C. defans muskuler (+), pekak hepar hilang. Apa diagnosis yang tepat?
A. Appendicitis
B. Ulkus peptikum
C. Gastritis erosifa
D. Peritonitis
E. Pankreatitis

© FDI2019
D. PERITONITIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien nyeri perut hebat
• Awalnya di ulu hati kemudian menjadi nyeri seluruh perut
• Riwayat minum jamu-jamuan (+)
• Pemeriksaan fisik defans muskuler (+), pekak hepar
menghilang

Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
PERFORASI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Definisi: Pecahnya organ berongga di


abdomen
• Dapat menyebabkan peritonitis (inflamasi
pada peritoneum)
Gejala dan tanda klinis:
• Nyeri difus seluruh perut
• Demam
• Mual muntah
• Konstipasi/ diare
• Leukositosis

© FDI2019
Tanda khas perforasi
• Defans muscular
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

(perut keras seperti papan)


• Pekak hepar menghilang
Perkusi timpani pada bawah hepar (
harusnya pekak)
Diagnosis
• Foto BOF : tampak radiolusen
dibawah diafragma ( air sickle
sign/pneumoperitoneum)

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC

© FDI2019
107
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke klinik dokter dengan keluhan tidak bisa BAB sejak
2 hari yang lalu. Riwayat post operasi hernia 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik TD
110/80mmHg, Nadi 80x/m, RR 20x/m, suhu 37 C. Pemeriksaan abdomen perut tampak
distended, bising usus menghilang, nyeri tekan (-), perkusi timpani. Apa diagnosis yang
tepat?
A. Ileus paralitik
B. Ileus obstruktif
C. Appendicits
D. Perforasi
E. Chron disease

© FDI2019
A. ILEUS PARALITIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien tidak bisa BAB sejak 2 hari
• Post operasi hernia 1 minggu yang lalu
• Pemeriksaan abdomen perut tampak distended, bising
usus menghilang, nyeri tekan (-), perkusi timpani

Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
ILEUS PARALITIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: kegagalan usus melakukan


peristaltik
Etiologi
• Post operasi abdomen
(neurogenik)
• Trauma abdomen
• Infeksi
• Iskemik mesenterikus
• Obat-obatan( narkotika,
antikolinergik dll)
© FDI2019
Gejala dan tanda klinis:
• Perut kembung/distended
• Tidak bisa BAB/ kentut
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Bising usus hilang


• Perkusi timpani
Pemeriksaan penunjang
• BOF 3 posisi : tampak air fluid level
berbentik line up
Tatalaksana
• Dekompresi usus (NGT)
• Koreksi keseimbangan cairan dan
elektrolit
• Stimulasi kontraksi usus ( laxatives)
• Rujuk sp. Bedah

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC


© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. Ileus obstruktif→ keluhan obstruktif (mual,


muntah, nyeri kolik)
C. Appendicitis →nyeri kuadran kanan bawah
D. Perforasi →nyeri difus seluruh perut, defans
muskuler (+)
E. Chron disease → diare kronis berdarah,
endoskopi cobble stone app

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA PASIEN


INI ADALAH…

A. ILEUS PARALITIK

© FDI2019
108
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki usia 30 tahun datang ke klinik dokter dengan keluhan diare sejak 1 bulan
yang lalu. Diare disertai darah dan nyeri perut. Pemeriksaan fisik 120/80 mmHg, nadi 80x/m,
RR 20x/m, suhu 38C. Hasil endoskopi ditemukan gambaran lead pipe. Apa diagnosis yang
tepat?
A. Crohn disease
B. Kolitis ulseratif
C. IBS
D. Appendicitis
E. Ulkus gaster

© FDI2019
B. KOLITIS ULSERATIF
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien datang klinik dengan diare sejak 1 bulan
• Diare campur darah disertai nyeri perut
• Suhu 38 C
• Endoskopi: gambaran lead pipe

Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
IBD
Dibagi 2:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Crhon disease
• Kolitis ulseratif
Gejala klinis:
1. Chron disease
• Diare kronis berdarah
• Ulkus dari mulut hingga anus
2. Kolitis ulseratif
• Diare kronis berdarah
• Ulkus pada kolon
• Nyeri perut

© FDI2019
Penunjang:
• Crohn disease
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Gambaran cobblestone disertai skiping


lession
• Kolitis ulseratif
Gambaran lead pipe

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Crohn disease→ Endoskopi cobble stone app


C.IBS → endoskopi normal hanya diare berdarah
D.Appendicitis → nyeri kuadran kanan bawah
E.Ulkus gaster → nyeri epigastrium , riwayat minum
obat nyeri

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA PASIEN


INI ADALAH

B. KOLITIS ULSERATIF

© FDI2019
109
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki datang ke klinik dengan keluhan benjolan pada lipatan paha kiri.
Benjolan awalnya keluar masuk, tapi sekarang benjolan tetap. Keluhan tidak bisa BAB dan
kentut disangkal. Pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg, nadi 80 x/m, RR 20x/m, suhu 37 C.
benjolan tidak nyeri. Apa diagnosis yang tepat?
A. Hernia inkarserata
B. Hernia reponibel
C. Hernia irreponibel
D. Hernia strangulata
E. Hernia pantalon

© FDI2019
C. HERNIA IRREPONIBEL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien keluhan benjolan di lipatan paha kiri
• Benjolan awalnya keluar masuk, tapi sekarang tetap
• Keluhan tidak bisa BAB dan kentut disangkal
• Benjolan tidak nyeri

Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
HERNIA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Definisi: keluarnya isi perut melalui lokus minoris


Gejala klinis
• Benjolan ukuran bervariasi
• Awalnya keluar masuk sesuai posisi tubuh kemudian bisa menetap
Derajat hernia:
• Hernia reponibel = benjolan keluar masuk
• Hernia irreponibel = benjolan tidak bisa masuk
• Hernia inkarserata = benjolan tidak bisa masuk disertai gangguan pasase
usus ( tidak bisa kentun dan BAB)
• Hernia strangulata = ditambah dengan ganggua vaskularisasi ( nyeri,
demam)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Diagnosis
• Hanya dengan anamnesis dan
pemeriksaan fisik
• USG
Tatalaksana
• Herniotomi dan hernoraphy

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Hernia inkarserata→ ada gangguan pasase


B. Hernia reponibel → masih bisa keluar masuk
D.Hernia strangulata → ada gangguan vaskular
E. Hernia pantalon → hernia inguinalis lateral dan
medial pada satu sisi

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA PASIEN


INI ADALAH…

C. HERNIA IRREPONIBEL

© FDI2019
110
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Seorang laki-laki 55 tahun datang ke UGD dengan keluhan benjolan di lipatan paha yang
keluar masuk saat mengejan. Benjolan tidak nyeri. BAB dan kentut normal. Pemeriksaan
fisik TD 120/80 mmHg, nadi 80x/m, RR 20x/m suhu 37 C. Finger test teraba benjolan di
samping jari. Zieman test terasa benjolan pada jari tengah. Apa diagnosis yang tepat?
A. Hernia inguinalis medialis
B. Hernia inguinalis lateralis
C. Hernia irreponibel
D. Hernia femoralis
E. Hernia inkarserata

© FDI2019
A. HERNIA INGUINALIS MEDIALIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keywords
• Pasien keluhan benjolan di lipatan paha yang keluar
masuk saat mengejan.
• Benjolan tidak nyeri. BAB dan kentut normal
• Finger test teraba benjolan di samping jari. Zieman test
terasa benjolan pada jari tengah

Apa diagnosis yang tepat?

© FDI2019
HERNIA INGUINALIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Dibagi 2
• Hernia inguinalis lateral/ indirek
- Melewati kanalis inguinalis
- Melalui anulus internus
- Sebelah lateral dari vasa epigastrica inferior
- Kongenital/ injury
Hernia inguinalis medial/ direk
• Di belakang anulus eksternus
• Keluar melalui trigonum hasselbach
• Sebealh medial dari vasa epigastrica inferior
• Pada usia tua

© FDI2019
Pemeriksaan fisik
• Thumb test (Membedakan HIL atau bukan)
- Cara: menekan anulus internus dengan ibu jari
- Jika benjolan tidak keluar = HIL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

- Jika benjola keluar: HIM/ Hernia femoralis


• Finger test (Membedakan HIL dan HIM)
- Cara : memasukan cari melalui skrotum ke kanalis
inguinalis , kemudia pasien disuruh mengejan/ batuk
- Jika benjolan terasa di ujung jari = HIL
- Jika benjolan terasa di samping jari = HIM
• Zieman test(Membedakan HIL, HIM atau hernia
femoralis)
- Cara: memakai 3 jari, jari telunjuk pada anulus internus,
jari tengah pada anulus eksternus, jari manis pada fossa
ovalis
- Jika benjolan terasa di jari telunjuk = HIL
- Jika benjolan terasa di jari tengah = HIM
- Jika benjolan terasa di jari manis = Hernia femoralis

Sumber: buku ajar ilmu bedah,ed. Hidayat S, de Jong. EGC © FDI2019


Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B.Hernia inguinalis lateralis→ finger test teraba di


ujung jari ,Zieman test terasa di jari tengah
C.Hernia irreponibel→ benjolan tidak bisa masuk
D.Hernia femoralis→ zieman test terasa di jari manis
E.Hernia inkarserata→ benjolan tidak bisa masuk
disertai gangguan pasase

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

JADI DIAGNOSIS YANG TEPAT PADA KASUS


INI ADALAH…

A. HERNIA INGUINALIS MEDIALIS

© FDI2019
111
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tn. Ahmad, 50 tahun, datang ke IGD meminta dilakukan visum atas luka yang
dialaminya akibat pukulan dari temannya . Namun visum tidak dapat dilakukan
oleh dokter karena tidak ada surat resmi dari kepolisian. Siapa yang berhak
mengeluarkan surat permohonan visum?
A. Inspektur II
B. Inspektur I
C. Brigadir I
D. Kapolri
E. Kapolda

Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1983 Tentang : Pelaksanaan Kitab Undang


© FDI2019
Undang Hukum Acara Pidana
A. Inspektur II
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• visum atas luka yang dialaminya akibat pukulan dari
temannya
• visum tidak dapat dilakukan oleh dokter
• tidak ada surat resmi dari kepolisian.
Siapa yang berhak mengeluarkan surat permohonan
visum?

© FDI2019
Syarat pembuatan VeR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Dapat dibuat apabila :


• Korban + Penyidik + SPVR
• Korban + SPVR
• Peminta :
• Penyidik
• Pejabat kepolisian RI serendah-rendahnya Kepala Kepolisian Sektor
berpangkat serendah-rendahnya IPDA
• Polisi Militer (minimal Kapten)
• Pejabat sipil (Hakim, Jaksa).
• Penyidik Pembantu
• Brigadir II

© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Inspektur I
C. Brigadir I
D. Kapolri
E. Kapolda
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Siapa yang berhak mengeluarkan


surat permohonan visum?

A. Inspektur II

© FDI2019
112
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria ditemukan di kamar terkunci dengan posisi tergantung. Kondisi kamar
rapi, mayat tersebut masih segar, berpakaian lengkap, tidak ada tanda kekerasan.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan alur jerat berbentuk V, lidah tidak terjulur.
Penyebab kematian korban adalah...
A. Penjeratan
B. Gantung diri
C. Penganiayaan
D. Terjatuh
E. Pencekikan

© FDI2019
B. GANTUNG DIRI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• posisi tergantung
• tidak ada tanda kekerasan.
• alur jerat berbentuk V
• lidah tidak terjulur.

Penyebab kematian korban adalah...

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

GANTUNG PENJERATAN
Simpul Hidup Simpul Mati
Alur Jerat “V” : depan – atas belakang Alur Jerat : mendatar
Lidah tidak terjulur Lidah terjulur
Tali mendekati korban Tali menjauhi korban
Alur jerat di atas cartilago thyroid Alur jerat di bawah cartilago thyroid

Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, Idries, AM, Bina rupa aksara, 1997
© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Penjeratan  alur jerat mendatar
C. Penganiayaan
D. Terjatuh
E. Pencekikan  dicekik dengan tangan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Penyebab kematian korban adalah...

B. GANTUNG DIRI

© FDI2019
113
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria ditemukan tewas, diduga akibat pembunuhan, disamping korban


ditemukan beberapa pisau, luka bekas tusukan terdapat di dada korban dengan
panjang luka 5cm dengan dalam luka 15cm. Perkiraan ukuran pisau yang
digunakan tersangka?
A. Panjang pisau 17cm dan lebar 3 cm
B. Panjang pisau 17cm dan lebar 7 cm
C. Panjang pisau 13cm dan lebar 2 cm
D. Panjang pisau 14cm dan lebar 3 cm
E. Panjang pisau 12cm dan lebar 5cm

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran Universitas


© FDI2019
Airlangga
A. Panjang pisau 17cm dan lebar 3cm
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• panjang luka 5cm dengan dalam luka 15cm

Perkiraan ukuran pisau yang digunakan tersangka?

© FDI2019
Luka Tusuk
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Estimasi ukuran benda tajam


• Dalam Luka = panjang minimum senjata
• Panjang Luka = lebar maksimum senjata

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran Universitas


© FDI2019
Airlangga
Jawaban lainnya…
B. Panjang pisau 17cm dan lebar 7 cm
C. Panjang pisau 13cm dan lebar 2 cm
D. Panjang pisau 14cm dan lebar 3 cm
E. Panjang pisau 12cm dan lebar 5cm

Tidak memenuhi konsep estimasi ukuran benda tajam


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Perkiraan ukuran pisau yang


digunakan tersangka?

A. Panjang pisau 17cm dan lebar


3cm

© FDI2019
114
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita berusia 60 tahun mengalami koma sejak 6bulan yang lalu setelah
dilakukan operasi, saat ini pasien berada di ICU. Dokter memberitahukan kepada
keluarga bahwa pasien saat ini dapat bertahan karena dibantu alat medis. Selama
6 bulan ini tidak ada kemajuan dari pasien, keluarga mulai kebingunan masalah
biaya, keluarga pasien meminta dokter untuk melepas semua alat medis pasien.
Dokter memenuhi permintaan keluarga dengan melepas ventilator pasien. Hal ini
disebut dengan?
A. Euthanasia Aktif
B. Euthanasia Pasif Involunter
C. Euthanasia Pasif
D. Euthanasia Volunter
E. Euthanasia Involunter

© FDI2019
B. Euthanasia Pasif Involunter
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• wanita berusia 60 tahun mengalami koma sejak 6bulan
yang lalu setelah dilakukan operasi
• pasien saat ini dapat bertahan karena dibantu alat medis
• keluarga pasien meminta dokter untuk melepas semua
alat medis pasien

Hal ini disebut dengan?

© FDI2019
Euthanasia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Cara dilaksanakan :
• Aktif : Tindakan mempercepat proses kematian, baik dengan
memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu
medika saat tanda kehidupan masih ada pada pasien
• Pasif : Suatu tindakan membiarkan pasien/penderita yang
dalam keadaan tidak sadar (comma)
• Permintaan
• Sukarela / Volunter : permintaan sendiri
• Tidak sukarela / Involunter : keluarga yang meminta

Crisdiono M. Achadiat, Dinamika Etika dan Hukum Kedokteran dalam Tantangan


© FDI2019
Zaman, (Jakarta; EGC, 2007), 184-185
Jawaban lainnya…
A. Euthanasia Aktif  saat pasien masih ada tanda
kehidupan
C. Euthanasia Pasif  saat pasien tidak sadar (comma)
D. Euthanasia Volunter  atas permintaan pasien sendiri
E. Euthanasia Involunter  atas permintaan keluarga

Jawaban B, lebih lengkap dari pilihan lainnya


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Hal ini disebut dengan?

B. Euthanasia Pasif Involunter

© FDI2019
115
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita berusia sekitar 25tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan
keadaan tidak sadar, oleh warga sekitar tempat korban mengalami kecelakaan
lalu lintas. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien membutuhkan operasi segera
mungkin karena adanya perdarahan otak dan patah tulang panggul nya.
Bagaimana informed consent pasien ini?
A. Langsung melakukan operasi tanpa informed consent
B. Melakukan informed consent pada warga yang mengantar
C. Menunggu keluarga pasien datang
D. Melakukan informed consent pada warga dan keluarga
E. Menunggu pasien sadar dan meminta informed consent pada pasien

© FDI2019
A. Langsung melakukan operasi tanpa
informed consent
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Pasien tidak sadar
• Harus segera dilakukan operasi
• Perdarahan otak dan patah tulang panggul

Bagaimana informed consent pasien ini?

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• PPK No. 290 tahun 2008 tentang Persetujuan Tindakan


Kedokteran
• Bab II , Pasal 4 : Dalam keadaan gawat darurat, untuk
menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan
tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran (informed
consent)

PPK No. 290 tahun 2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran © FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Melakukan informed consent pada warga yang
mengantar
C. Menunggu keluarga pasien datang
D. Melakukan informed consent pada warga dan
keluarga
E. Menunggu pasien sadar dan meminta informed
consent pada pasien

Jawaban lain tidak sesuai dengan PPK No. 290 tahun


2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Bagaimana informed consent pasien


ini?
A. Langsung melakukan operasi
tanpa informed consent

© FDI2019
116
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pria 25tahun datang ke polikinik rumah sakit ingin meminta Rekam Medis
atas penyaktinya karena ingin diajukan asuransi di perusahaan nya. Siapa saja
yang berhak atas kepemilikan berkas Rekam Medis?
A. Pasien
B. Dokter, Sarana Pelayanan kesehatan, Pasien
C. Dokter dan Pasien
D. Dokter dan sarana pelayanan kesehatan
E. Sarana pelayanan kesehatan dan pasien.

© FDI2019
D. Dokter dan sarana pelayanan
kesehatan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Siapa saja yang berhak atas kepemilikan berkas Rekam


Medis?

© FDI2019
Kepemilikan Rekam Medis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Sesuai UU Praktik Kedokteran, berkas rekam medis


menjadi milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan
kesehatan, sedangkan isi rekam medis dan lampiran
dokumen menjadi milik pasien.

Manual Rekam Medis, KKI, 2006 © FDI2019


Jawaban lainnya…
A. Pasien  hanya akan diberi resume Rekam Medis
B. Dokter, Sarana Pelayanan kesehatan, Pasien
C. Dokter dan Pasien
E. Sarana pelayanan kesehatan dan pasien.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Siapa saja yang berhak atas


kepemilikan berkas Rekam Medis?

D. Dokter dan sarana pelayanan


kesehatan

© FDI2019
117
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang dokter melakukan otopsi forensik terhadap mayat wanita 28 tahun yang
ditemukan meninggal di dalam kamar nya. Ditemukan hasil otopsi adanya luka
berbentuk bulan sabit pada leher korban. Apa kesimpulan penyebab kematian
dari korban?
A. Digantung
B. Pencekikan manual
C. Penjeratan
D. Pembekapan
E. Gantung diri

© FDI2019
B. Pencekikan manual
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Hasil otopsi adanya luka berbentuk bulan sabit pada
leher korban
Apa kesimpulan penyebab kematian dari korban?

© FDI2019
Pencekikan / Manual Strangulation
(Throttling)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Dicekik dengan tangan


• Tedapat luka berbentuk bulan sabit

Macam Strangulation lainnya :


• Hanging / Gantung
• Strangulation / penjeratan

Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, Idries, AM, Bina rupa aksara, 1997
© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

GANTUNG PENJERATAN
Simpul Hidup Simpul Mati
Alur Jerat “V” : depan – atas belakang Alur Jerat : mendatar
Lidah tidak terjulur Lidah terjulur
Tali mendekati korban Tali menjauhi korban
Alur jerat di atas cartilago thyroid Alur jerat di bawah cartilago thyroid

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Digantung
C. Penjeratan  alur jerat mendatar, lidah terjulur
D. Pembekapan
E. Gantung diri  alur jerat “V”
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, kesimpulan penyebab kematian


dari korban?

B. Pencekikan manual

© FDI2019
118
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita berusia sekitar 25tahun dibawa ke UGD rumah sakit karena terkena
peluru nyasar. Dari pemeriksaan fisik hanya didapatkan lubang efek anak peluru
pada lengan kanan atas korban. Klasifikasi luka tembak korban ?
A. Luka tembak masuk jauh
B. Luka tembak masuk tempel
C. Luka tembak keluar jauh
D. Luka tembak keluar sangat dekat
E. Luka tembak masuk dekat

© FDI2019
A. Luka tembak masuk jauh
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Hanya didapatkan anak peluru pada lengan kanan atas
korban
Klasifikasi luka tembak korban ?

© FDI2019
Luka Tembak
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Luka tembak masuk


• Kontak
• Sangat dekat
• Dekat
• Jauh
• Luka tembak keluar

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran Universitas © FDI2019


Airlangga
Tanda trauma tembak
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Kontak Sangat Dekat Dekat Jauh


( Tempel ) ( < 15cm ) ( < 30cm ) ( 60cm )
Moncong / Muzzle effect Api / Flame Effect  luka Tanda lain : jelaga ; tatto ; Hanya efek anak peluru
/ Stellata !!! bakar !!! anak peluru, fouling !!!  lubang !!!

Memar Moncong (-) Moncong (-) Tanda lain (-)


Tanda lain boleh ada Api (-)

• Efek moncong (muzzle effect)  stellata


• Efek nyala api (flame effect)  luka bakar
• Efek asap (smoke effect)  jelaga
• Efek mesiu  tatto
• Efek anak peluru  lubang
© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Luka tembak masuk tempel  stellata, moncong
C. Luka tembak keluar jauh  tidak ada
D. Luka tembak keluar sangat dekat  tidak ada
E. Luka tembak masuk dekat  jelaga, tatto
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Klasifikasi luka tembak korban ?

A. Luka tembak masuk jauh

© FDI2019
119
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jenazah pria 25tahun korban dugaan penganiyaan dibawa ke kamar jenazah RS.
Dari pemeriksaan fisik ditemukan beberapa luka di dada, salah satu dari luka
tersebut berukuran panjang 4cm dan dalam sekitar 10cm, dengan tepi luka rata.
Kemungkinan benda yang digunakan beserta ukurannya?
A. Benda tumpul ukuran lebar 3cm , panjang 10cm
B. Benda tumpul ukuran lebar 4cm , panjang 10cm
C. Benda tajam ukuran lebar 5cm , panjang 10cm
D. Benda tajam ukuran lebar 5cm , panjang 15cm
E. Benda tajam ukuran lebar 3cm , panjang 15cm

© FDI2019
E. Benda tajam ukuran lebar 3cm ,
panjang 15cm
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword :
• luka tersebut berukuran panjang 4cm dan dalam sekitar
10cm
• tepi luka rata

Kemungkinan benda yang digunakan beserta ukurannya?

© FDI2019
Kekerasan Tajam
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Tepi luka rata


• Tidak ditemukan jembatan jaringan
• Ujung luka tajam
• Sekitar luka bersih
• Akar rambut terpotong

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran Universitas


© FDI2019
Airlangga
Luka Tusuk
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Estimasi ukuran benda tajam


• Dalam Luka = panjang minimum senjata
• Panjang Luka = lebar maksimum senjata

Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Fakultas Kedokteran Universitas


© FDI2019
Airlangga
Jawaban lainnya…
A. Benda tumpul ukuran lebar 3cm , panjang 10cm
B. Benda tumpul ukuran lebar 4cm , panjang 10cm
C. Benda tajam ukuran lebar 5cm , panjang 10cm
D. Benda tajam ukuran lebar 5cm , panjang 15cm

Tidak memenuhi konsep kekerasan tajam dan estimasi


ukuran benda tajam
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Kemungkinan benda yang digunakan


beserta ukurannya?

E. Benda tajam ukuran lebar 3cm ,


panjang 15cm

© FDI2019
120
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Ny. Sri, 50 tahun, datang ke poliklinik sebuah RS untuk melakukan check up rutin,
dari hasil pemeriksaan pasien menderita kanker payudara stadium akhir,
mengetahui hal tersebut keluarga dan suami pasien meminta dokter untuk tidak
memberitahukan hasil pemeriksaan pada pasien dengan tujuan agar pasien tidak
terbebani. Dokter menyetejui permintaan suami dan keluarga pasien. Asas etik
apa yang menjadi landasan tindakan dokter?
A. Justice
B. Veracity
C. Non-maleficence
D. Beneficence
E. Autonomy

Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1983 Tentang : Pelaksanaan Kitab Undang


© FDI2019
Undang Hukum Acara Pidana
C. Non-maleficence
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

•Keyword:
•kanker payudara stadium akhir
•mengetahui hal tersebut keluarga dan suami pasien
meminta dokter untuk tidak memberitahukan hasil
pemeriksaan pada pasien dengan tujuan agar pasien
tidak terbebani
•Dokter menyetejui permintaan suami dan keluarga pasien

Asas etik apa yang menjadi landasan tindakan dokter?

© FDI2019
Kaidah dasar etika
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Autonomy Justice
Hak pasien untuk pasien Prinsip keadilan

4 Kaidah Dasar Etika

Non – Maleficence
Beneficence
Emergency Case!!
Yang terbaik untuk pasien
No Harm !!

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Justice
B. Veracity
D. Beneficence
E. Autonomy
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Asas etik apa yang menjadi landasan


tindakan dokter?

C. Non-maleficence

© FDI2019
121
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak berusia 10 tahun datang diantar oleh ayahnya ke tempat praktek dokter
dengan keluhan sakit pada telinga kirinya sejak 4 hari yang lalu. Menurut keterangan
ayahnya, pasien suka mengorek-ngorek telinga dengan cotton bud. Pemeriksaan fisik THT
didapatkan nyeri pada telinga kiri saat ditarik dan nyeri tekan tragus. Kanalis akustikus
eksterna tampak edem dan menyempit. Liang telinga penuh sekret serosa. Membran
timpani sulit dievaluasi. Diagnosis yang paling mungkin adalah...
A. Otitis media supuratif akut
B. Otitis media efusi
C. Otitis eksterna maligna
D. Otitis eksterna sirkumkripta
E. Otitis eksterna difusa

© FDI2019
E. OTITIS EKSTERNA DIFUSA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak berusia 10 tahun datang dengan keluhan sakit
pada telinga kirinya sejak 4 hari yang lalu.
• Pasien suka mengorek-ngorek telinga dengan cotton bud.
• Pemeriksaan fisik THT didapatkan nyeri pada telinga kiri saat
ditarik dan nyeri tekan tragus. Kanalis akustikus eksterna
tampak edem dan menyempit. Liang telinga penuh sekret
serosa. Membran timpani sulit dievaluasi.

Diagnosis yang paling mungkin adalah...


© FDI2019
Otitis Eksterna
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah radang telinga akut maupun kronis yang


disebabkan infeksi bakteri, jamur, dan virus.
• Faktor yang berpengaruh: perubahan pH liang telinga,
udara hangat dan lembab, trauma ringan saat mengorek
telinga.
• Terdapat 2 kemungkinan otitis eksterna akut, yaitu otitis
eksterna sirkumkripta dan otitis eksterna difusa.

© FDI2019
Otitis Eksterna
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Hal SIRKUMKRIPTA DIFUSA MALIGNA OTOMIKOSIS


(FURUNCLE)
Lokasi 1/3 lateral 2/3 media Difusa Dimana saja
Etiologi Flora normal Bakteri gram negatif Pseudomonas aureginos Jamur
Klinis Nyeri, keluar cairan, Nyeri, keluar cairan, Nyeri, keluar cairan, Gatal, keluar cairan,
nyeri tekan tragus dan radang sistemik, nyeri radang sistemik, paresis hifa dan spora,
saat membuka mulut, tekan tragus dan saat nervus VII, granulasi. biasanya terkait
membran timpani sulit membuka mulut, edem Risk faktor: penderita post pemakaian
dievaluasi luas dengan batas DM, imunokompremais antibiotik sprektum
kabur luas
Terapi Ear toilet, antibiotik, Ear toilet, antibiotik, Ear toilet, antibiotik, Ear toilet,
insisi bila abses, simtomatik simtomatik nistatin/ketokonazol
simtomatik Atasi penyebab e, simtomatik.
(DM/imunokompremais) Pertimbangkan
antibiotik bila
terdapat infeksi
sekunder
© FDI2019
Otitis Eksterna Difusa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus albus,


Eschercia coli.
• Otitis eksterna difusa dapat juga terjadi sekunder pada
otitis media supuratif kronis.
• Biasanya mengenai kulit liang telinga dua pertiga dalam.
Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edem yang tidak
jelas batasnya.

© FDI2019
Otitis Eksterna Difusa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis:
• Nyeri telinga, gatal diliang telinga, telinga terasa
penuh, gangguan pendengaran, adanya cairan yang
keluar dari liang telinga dengan bau tak sedap.
• Nyeri tekan tragus, nyeri jika daun telinga ditarik kearah
atas dan belakang, liang telinga hiperemis sempit
dengan edem yang batasnya tidak jelas, pembesaran
kelenjar getah bening regional.
• Pemeriksaan penunjang tidak diperlukan.

© FDI2019
Otitis Eksterna Difusa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Terapi : membersihkan liang telinga, memasukkan


tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga
supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan
kulit yang meradang. Bila kondisi berat dapat
dipertimbangkan penggunaan antibiotik sistemik.
• Komplikasi : keluhan menetap setelah penggunaan
antibiotik, abses berulang, infeksi kronik liang telinga,
terbentuk jaringan parut dan stenosis liang telinga.

© FDI2019
Otitis Eksterna Difusa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Edukasi :
• Hindari pajanan air pada telinga
• Hindari manipulasi pada liang telinga berupa pembersihan
dengan cotton bud atau bahan lainnya
• Pembersihan dan inspeksi rutin telinga oleh dokter

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala &
Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi, Nurbaiti Iskandar,
Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti, 2012.
• Boies Buku Ajar Penyakit THT Edisi 6 Editor: Adam Boies Highler,
2012.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Otitis media supuratif akut  ada riwayat ISPA


B. Otitis media efusi  membran timpani tampak
suram, tampak air fluid level atau bubles pada
OME yang berisi cairan serus
C.Otitis eksterna maligna risk faktor
DM/imunokompremais
D.Otitis eksterna sirkumkripta  furuncle (+),
mengenai 1/3 lateral liang telinga, causa flora
normal

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada


kasus ini adalah...

E. OTITIS EKSTERNA DIFUSA

© FDI2019
122
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan usia 27 tahun datang ke poliklinik THT Rumah sakit dengan keluhan
pilek sejak 7 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai buntu pada hidung. Awalnya lendir
berwarna putih encer kemudian 1 bulan terakhir menjadi kental dan berbau busuk. Pasien
memiliki riwayat bersin dan pilek jika terkena debu. Pada pemeriksaan didapatkan konka
hiperemis, edem, serta sekret kekuningan. Tidak didapatkan gigi berlubang. Didapatkan
nyeri tekan sekitar kedua sisi hidung. Diagnosis yang paling mungkin adalah...
A. Rhinitis alergi
B. Rhinitis persisten
C. Ozaena
D. Rhinosinusitis maksilaris
E. Sinusitis maksilaris dentogen

© FDI2019
D. RHINOSINUSITIS MAKSILARIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang perempuan usia 27 tahun datang ke poliklinik THT
Rumah sakit dengan keluhan pilek sejak 7 bulan yang lalu.
• Keluhan ini disertai buntu pada hidung.
• 1 bulan terakhir ingus menjadi kental dan berbau busuk.
• Pasien memiliki riwayat bersin dan pilek jika terkena debu.
• Pada pemeriksaan didapatkan konka hiperemis, edem,
serta sekret kekuningan. Tidak didapatkan gigi berlubang.
Didapatkan nyeri tekan sekitar kedua sisi hidung.
Diagnosis yang paling mungkin adalah...
© FDI2019
Sinusitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah inflamasi mukosa sinus paranasal.


• Etiologi dan faktor predisposisi: ISPA akibat virus,
bermacam rhinitis terutama rhinitis alergi, rhinitis hormonal
pada ibu hamil, polip hidung, defiasi septum, hipertropi
konka, sumbatan kompleks ostio-meatal (KOM), infeksi
tonsil, infeksi gigi, kelianan imunologik.
• Faktor lain yang berpengarung adalah lingkungan
berpolusi, udara dingin dan kering serta kebiasaan
merokok. Keadatan tersebut lama-lama akan
menyebabkan perubahan mukosa dan merusak silia.

© FDI2019
Sinusitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : bakteri utama Streptococcus pneumonia (30-


50%), Haemophylus influenza(20-40%) dan Moraxella
catarrhalis (4%), sedangkan penyebab pada anak
adalah M. catarrhalis (20%).
• Konsensus tahun 2004 membagi menjadi akut dengan
batas sampai 4 minggu, subakut antara 4 minggu sampai
3 bulan, dan kronik jika lebih dari 3 bulan.
• Terdapat 2 macam yaitu sinusitis dentogen yang
berhubungan dengan kerusakan gigi dan rhinosinusitis

© FDI2019
Rhinosinusitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis :
• Gejala yang dialami sesuai dengan kriteria menurut
American Academy of Otolaringology

Gejala Mayor: Gejala Minor:


- Hidung tersumbat - Sakit kepala
- Post nasal drip yang - Demam
purulen - Halitosis
- Nyeri pada wajah - Rasa penuh ditelinga
- Hiposmia/anosmia - Batuk

• Diagnosis >2 gejala mayor, 1 gejala mayor dan 2 gejala


minor
© FDI2019
Rhinosinusitis
• Pemeriksaan fisik:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Suhu dapat meningkat


• Bengkak dan nyeri sinus pada inspeksi palpasi hidung dan sinus
• Rhinoskopi anterior: edem dan atau obstruksi mukosa di meatus
media, sekret mukopurulen, ataupun kelainan anatomis yang
mendasari
• Penunjang:
• Transiluminasi
• Laboratorium
• Foto waters
• CT scan gold standart
• Nasoendoskopi
© FDI2019
Rhinosinusitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Terapi: antibiotik dan dekongestan adalah pilihan pada


sinusitis bakterial. Antibiotik yang dipilih adalah golongan
penisilin atau sefalosporin generasi 2. diberikan selama 10-14
hari meskipun gelaja klinik sudah hilang. Selain itu dapat
diberikan analgetik, mukolitik, streroid topikal/oral, pencucu
rongga hidung dengan NaCl atau diatermi. Imunoterapi
dapat dipertimbangkan bila pasien menderita alergi yang
berat. Pertimbangkan pemberian antijamur untuk kasus sinusitis
akibat jamur.
• Indikasi bedah sinus endoskopi fungsional (BSEF/FESS): sinusitis
kronik yang tak ada perbaikan setelah pengobatan adekuat,
disertai kista, polip ekstensi, adanya komplikasi, serta sinusitis
jamur.
© FDI2019
Rhinosinusitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Komplikasi:
• Kelainan orbita
• Kelainan intrakranial
• Osteomielitis dan abses subperiosteal
• Kelainan paru

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher Edisi
Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi, Nurbaiti Iskandar, Jenny Bashirudin, Ratna
Dwi Restuti, 2012.
•Buku Ajar Ilmu Kesehatan Teling, Hidung, Tenggorok, Kepala, Dan Leher.
Edisi Ke Tujuh. Mangunkusumo, E Soetjipto D. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
2014

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Rhinitis alergi  ada riwayat alergi, rinore dan


dominan bersin
B. Rhinitis persisten  gejala lebih dari 4 hari/minggu
dan lebih dari 4 minggu
C.Ozaena  bau busuk dirasakan oleh orang
sekitar, pasien tidak mencium bau tersebut
E. Sinusitis maksilaris dentogen  berkaitan dengan
masalah pada gigi

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada


kasus ini adalah...

D. RHINOSINUSITIS MAKSILARIS

© FDI2019
123
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan usia 20 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan
penurunan pendengaran pada telinga kiri. Tiga hari sebelumnya pasien juga mengeluh
telinga kiri terasa sangat nyeri dan keluar cairan seperti nanah berwarna kuning kehijauan.
Pasien juga menderita batuk pilek. Pada pemeriksaan otoskop ditemukan perforasi
membran timpani. Tatalaksana yang tepat adalah...
A. Antibiotik
B. Dekongestan
C. H2O2 3% dan antibiotik
D. Analgetik
E. Observasi

© FDI2019
C. H2O2 3% DAN ANTIBIOTIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang perempuan usia 20 tahun datang ke tempat praktek
dokter dengan keluhan penurunan pendengaran pada
telinga kiri.
• Tiga hari sebelumnya pasien juga mengeluh telinga kiri terasa
sangat nyeri dan keluar cairan seperti nanah berwarna kuning
kehijauan.
• Pasien juga menderita batuk pilek.
• Pada pemeriksaan otoskop ditemukan perforasi membran
timpani.
Tatalaksana yang tepat adalah...

© FDI2019
Otitis Media
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Akut Barotrauma
Non Supurasi

Kronis otitis media


efusi

Otitis Media
Otitis media akut

Supuratif
Otitis media
supuratif kronis

© FDI2019
Patofisiologi Otitis Media Akut
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Stadium Otitis Media Akut
Stadium Oklusi Stadium Stadium Supuratif Stadium Perforasi Stadium Resolusi
Hiperemis/Presup
urasi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Patofisi Fungsi tuba terganggu, Patogen masuk ke Pus yang terbentuk Tekanan semakin Fase
ologi terbentuk tekanan telinga tengah, di telinga tengah meningkat dan penyembuhan.
negatif ditelinga terjadi respon semakin banyak menyebabkan Penutupan
tengah, memicu inflamsi di telinga sehingga tekanan di rupturnya membran kembali MT
terjadinya efusi dan tengah telinga tengah timpani
retraksi membran meningkat
timpani
Gejala - Penurunan - Nyeri telinga - Nyeri semakin - Nyeri berkurang - Cairan dari
pendengaran - Penurunan memberat - Pada anak telinga
- Sensasi penuh pendengaran - Pada anak tampak lebih berkurang
ditelinga - Demam tinggi tamoak semakin tenang - Penurunan
rewel - Demam pendengaran
- demam berkurang
- Keluar cairan
Tanda - MT retraksi, MT tampak MT tampak bulging Perforasi MT, edem mukosa
tampak suram hiperemis dan dan hiperemis tampak discharge berkurang,
- Tuli konduktif kongesti dari telinga tengah © FDI2019
discharge
berkurang
Stadium Oklusi Stadium Stadium Supuratif Stadium Perforasi Stadium Resolusi
Hiperemis/Presupuras
i
Terapi Tetes hidung HCL Antibiotik 10-14 hari: Miringotomi (kasus - Obat cuci telinga Sekret tenang 
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

efedrin 0,5-1% Ampisilin (dewasa rujukan) dan H2O2 3% selama observasi


atau 4x500 mg/hari, anak pemberian 3-5 hari
oksimethazolin 4x25mg/kgBB) atau antibiotik - Antibiotik
0,025-0,05% amoxcicillin (dewasa adekuat yang
3x500mg/hari, anak tidak ototoksik
3x10mg/kgBB) atau seperti ofloxacin
eritromisin (dewasa tetes telinga
4x500mg/hari, anak sampai 3 minggu
4x10mg/kgBB

© FDI2019
Komplikasi otitis Media Akut
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Abses sub-periosteal
• Meningtis
• Abses otak

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok
Kepala & Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi,
Nurbaiti Iskandar, Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti,
2012.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Antibiotik stadium presupurasi


B. Dekongestan  stadium oklusi
D. Analgetik  tidak rutin digunakan
E. Observasi  stadium resolusi

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tatalaksana yang paling tepat pada


kasus tersebut adalah...

C. H2O2 3% DAN ANTIBIOTIK

© FDI2019
124
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang ke Puskesmas diantar oleh kedua orang
tuanya dengan keluhan batuk pilek sejak 3 hari yang lalu. Orang tua nya mengeluh bahwa
anaknya semakin rewel dan sering menarik-narik telinga kananya. Keluhan tidak disertai
keluarnya cairan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,8 C dan status lokalis
didapatkan membran timpani hiperemis dan edem. Diagnosis yang paling mungkin
adalah...
A. Otitis media akut stadium oklusi
B. Otitis media akut stadium presupurasi
C. Otitis media akut stadium supurasi
D. Otitis media akut stadium perforasi
E. Otitis media akut stadium resolusi

© FDI2019
B. OTITIS MEDIA AKUT STADIUM
PRESUPURASI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang ke
Puskesmas diantar oleh kedua orang tuanya dengan
keluhan batuk pilek sejak 3 hari yang lalu.
• Keluhan tidak disertai keluarnya cairan.
• Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,8 C dan status
lokalis didapatkan membran timpani hiperemis dan
edem.
Diagnosis yang paling mungkin adalah...

© FDI2019
Stadium Otitis Media Akut
Stadium Oklusi Stadium Stadium Supuratif Stadium Perforasi Stadium Resolusi
Hiperemis/Presup
urasi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Patofisi Fungsi tuba terganggu, Patogen masuk ke Pus yang terbentuk Tekanan semakin Fase
ologi terbentuk tekanan telinga tengah, di telinga tengah meningkat dan penyembuhan.
negatif ditelinga terjadi respon semakin banyak menyebabkan Penutupan
tengah, memicu inflamsi di telinga sehingga tekanan di rupturnya membran kembali MT
terjadinya efusi dan tengah telinga tengah timpani
retraksi membran meningkat
timpani
Gejala - Penurunan - Nyeri telinga - Nyeri semakin - Nyeri berkurang - Cairan dari
pendengaran - Penurunan memberat - Pada anak telinga
- Sensasi penuh pendengaran - Pada anak tampak lebih berkurang
ditelinga - Demam tinggi tamoak semakin tenang - Penurunan
rewel - Demam pendengaran
- demam berkurang
- Keluar cairan
Tanda - MT retraksi, MT tampak MT tampak bulging Perforasi MT, edem mukosa
tampak suram hiperemis dan dan hiperemis tampak discharge berkurang,
- Tuli konduktif kongesti dari telinga tengah discharge
© FDI2019
berkurang
Stadium Oklusi Stadium Stadium Supuratif Stadium Perforasi Stadium Resolusi
Hiperemis/Presupuras
i
Terapi Tetes hidung HCL Antibiotik 10-14 hari: Miringotomi (kasus - Obat cuci telinga Sekret tenang 
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

efedrin 0,5-1% Ampisilin (dewasa rujukan) dan H2O2 3% selama observasi


atau 4x500 mg/hari, anak pemberian 3-5 hari
oksimethazolin 4x25mg/kgBB) atau antibiotik - Antibiotik
0,025-0,05% amoxcicillin (dewasa adekuat yang
3x500mg/hari, anak tidak ototoksik
3x10mg/kgBB) atau seperti ofloxacin
eritromisin (dewasa tetes telinga
4x500mg/hari, anak sampai 3 minggu
4x10mg/kgBB

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Otitis media akut stadium oklusi  membran


timpani retraksi dan tampak suram
C.Otitis media akut stadium supurasi  membran
timpani tampak hiperemis dan menonjol
D. Otitis media akut stadium perforasi  perforasi
membran timpani, terdapat discharge dari
telinga tengah
E. Otitis media akut stadium resolusi  edem
mukosa berkurang, discharge yang keluarjuga
berkurang

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada


kasus ini adalah...

B. OTITIS MEDIA AKUT STADIUM


PRESUPURASI

© FDI2019
125
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan
penurunan pendengaran sejak 5 bulan yang lalu. Keluhan ini dirasakan pada kedua telinga,
tetapi telinga kanan dirasa lebih berat. Keluhan lain berupa telinga berdenging dan pusing.
Bila dikeramaian pasien cenderung bicara pelan dan merasa pendengarannya membaik.
Pada pemeriksaan fisik dan otoskopi tidak didapatkan kelainan baik pada telinga kanan
maupun telinga kiri. Diagnosis yang paling mungkin adalah...
A. Otosklerosis
B. Presbiakusis
C. Sumbatan serumen
D. Timpanosklerosis
E. Otitis media efusi

© FDI2019
A. OTOSKLEROSIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke tempat praktek
dokter dengan keluhan penurunan pendengaran sejak 5
bulan yang lalu.
• Keluhan ini dirasakan pada kedua telinga, tetapi telinga
kanan dirasa lebih berat. Keluhan lain berupa telinga
berdenging dan pusing. Bila dikeramaian pasien cenderung
bicara pelan dan merasa pendengarannya membaik.
• Pada pemeriksaan fisik dan otoskopi tidak didapatkan
kelainan baik pada telinga kanan maupun telinga kiri.
Diagnosis yang paling mungkin adalah...

© FDI2019
Otosklerosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah penyakit pada kapsul tulang labirinyang mengalami


spoingiosis didaerah kaki stapes, sehingga kaku dan tidak
dapat menghantarkan getaran suara ke labirin dengan baik.
• Etiologi masih belum dapat dipastikan, diperkirakan akibat
beberapa faktor seperti keturunan dan gangguan
perdarahan pada stapes.
• Gejala dan tanda klinik:
• Pendengaran berkurang secara progresif
• Tinitus
• vertigo
© FDI2019
Otosklerosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pemeriksaan fisik dalam batas normal, tidak ditemukan


kelainan. Membran timpani utuh, tuba paten dan tidak
terdapat riwayat penyakit telinga atau trauma kepala
atau telinga sebelumnya
• Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan audiometri
nada murni dan pemeriksaan impedance.
• Khas dari otoslerosis adalah Paracusis willisi, yaitu
pendengaran membaik dalam ruangan bising.

© FDI2019
Terapi Otosklerosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pengobatan penyakit ini adalah operasi stapedektomi


atau stapedotomi, yaitu stapes diganti dengan bahan
protesis. Pada kasus yang tidak dapat dilakukan operasi,
alat bantu dengar dapat smentara membantu
pendengaran.

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok
Kepala & Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi,
Nurbaiti Iskandar, Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti,
2012.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

B. Presbiakusis  uasia tua, pada pemeriksaan


ditemukan tuli sensorineural
C. Sumbatan serumen  pada pemeriksaan akan
ditemukan serumen
D. Timpanosklerosis kelainan pada membran
timpani
E. Otitis media efusi membran timpani tampak
suram dan berwarna kekuningan

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling mungkin pada


kasus ini adalah...

A. OTOSKLEROSIS

© FDI2019
126
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak berusia 7 tahun datang diantar oleh guru sekolannya ke Puskesmas dengan
keluhan mimisan. Keluhan ini terjadi saat pasien tengah mengikuti acara Pramuka.
Kesadaran dan tanda vital tidak ditemukan kelainan. Status generalis dalam batas normal.
Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan konka hiperemis dan terdapat darah pada
rongga hidung, sedangkan rhinoskopi posterior dalam batas normal. Kemungkinan sumber
perdarahan pada pasien ini adalah...
A. Arteri sfenopalatina
B. Arteri etmoidalis anterior
C. Arteri etmoidalis posterior
D. Arteri nasalis
E. Plexus woodruff

© FDI2019
B. ARTERI ETMOIDALIS ANTERIOR
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak berusia 7 tahun datang diantar oleh guru
sekolannya ke Puskesmas dengan keluhan mimisan.
• Keluhan ini terjadi saat pasien tengah mengikuti acara
Pramuka. Kesadaran dan tanda vital tidak ditemukan
kelainan. Status generalis dalam batas normal.
• Pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan konka hiperemis
dan terdapat darah pada rongga hidung, sedangkan
rhinoskopi posterior dalam batas normal.
Kemungkinan sumber perdarahan pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Epistaksis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi:
• Kelainan lokal: trauma, kelainan anatomi,
kelainanpembuluh darah, infeksi lokal, benda asing, tumor,
pengaruh udara lingkungan.
• Kelainan sistemik: penyakit kardiovaskular, kelaianan darah,
infeksi sistemik, perubahan tekanan atmosfir, kelainan
hormonal dan kelainan kongenital.
• Sumber perdarahan:
• Epistaksis anterior: plexus Kisselbach diseptum bagian
anterior atau arteri etmoidalis anterior.
• Epistaksis posterior: arteri etmoidalis posterior atau arteri
sfenopalatina.

© FDI2019
Epistaksis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Epistaksi anterior biasanya perdarahannya ringan karena


keadaan mukosa yang hiperemis atau kebiasaan
mengorek hidung dan kebanyakan terjadi pada anak,
seringkali berulang dan berhenti sendiri.
• Epistaksis posterior, perdarahannya lebih hebat dan
jarang dapat berhenti sendiri. Sering ditemukan pada
pasien hipertensi, arteriosklerosis atau pasien dengan
penyakit kardiovaskuler akibat pecahnya arteri
sfenopatatina.

© FDI2019
Terapi Epistaksis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Prinsip utama:
1. Menghentikan perdarahan
2. Mencegah komplikasi
3. Mencegah berulangnya epistaksis
• Menghentikan perdarahan anterior: dapatdicoba
dengan menekan hidung dari luar selama 10-15 menit.
Bila sumber perdarahan terlihat dapat dikaustik AgNO3
25-30%. Kemudian beri antibiotik. Bila tidak berhasil maka
dapat diberi tampon yang diolesi dengan pelumas
vaselin atau salep antibiotik selama 2x24 jam.

© FDI2019
Terapi Epistaksis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Menghentikan perdarahan posterior: lebih sulit diatasi,


untuk menanggulangi perdarahan posterior dilakukan
pemasangan tampon posterior, yang disebut Bellocq.
Tampon ini didiamkan lema 2-3 hari. Bila tampon Bellocq
tidak ada dapat diganti dengan kateter Folley dengan
balon.
• Semakin meningkatnya pemakaian endoskop, akhir-akhir
ini juga dikembangkan teknik kauterisasi atau ligasi arteri
spenopalatina dengan panduan endoskop.

© FDI2019
Epistaksis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Komplikasi: aspirasi darah ke dalam saluran napas, syok,


anemia, dan gagal ginjal, hipotensi, hipoksia, iskemia serebri,
insufisiensi koroner, infark miokard, infeksi, rinosinusitis,
otitismedia, septikemia, hemotimpanun, bloddy tears.
• Mencegah perdarahanberulang: pemasangan tampon, perlu
dilakukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan foto polos
atauCT scan, dan pertimbangkan konsul pada bagian terkait.
Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala &
Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi, Nurbaiti Iskandar,
Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti, 2012.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Arteri sfenopalatina epistaksi posterior


C. Arteri etmoidalis posterior  epistaksi posterior
D. Arteri nasalis tidak spesifik
E. Plexus woodruff bagian dari arteri etmoidalis
posterior

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, kemungkinan sumber perdarahan


pada pasien ini adalah...

B. ARTERI ETMOIDALIS ANTERIOR

© FDI2019
127
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak perempuan berusia 6 tahun datang diantar oleh ibunya ke tempat praktek
dokter dengan keluhan nyeri pada tenggorokannya sejak 5 hari yang lalu. Keluhan lain
berupa suara serak dan demam. Pemeriksaan fisik ditemukan anak tampak tenang, disfoni,
tonsil T2 T2 serta pseudomembran putih dan mengalami perdarahan saat diangkat, tampak
bull neck. Tatalaksanan yang paling tepat adalah...
A. Antidifteri serum
B. Antidifteri serum dan eritromisin
C. Antidifteri serum dan kotrimoxazole
D. Penisilin G
E. Eritromisin

© FDI2019
B. ANTIDIFTERI SERUM DAN
ERITROMISIN
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak perempuan berusia 6 tahun datang diantar
oleh ibunya ke tempat praktek dokter dengan keluhan
nyeri pada tenggorokannya sejak 5 hari yang lalu.
• Keluhan lain berupa suara serak dan demam.
• Pemeriksaan fisik ditemukan anak tampak tenang, disfoni,
tonsil T2 T2 serta pseudomembran putih dan mengalami
perdarahan saat diangkat, tampak bull neck.
Tatalaksanan yang paling tepat adalah...

© FDI2019
Tonsilitis Difteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi: Corynebacterium diptheriae


• Sering ditemukan pada anak usia < 10 tahun dan frekuensi
tertinggi pada usia 2-5 tahun walaupun pada orangdewasa
masih mungkin menderita penyakit ini.
• Gelaja umum: demam, biasanya subfebris, nyeri kepala, tidak
nafsu makan, badan lemah, nadi lambat, serta keluhan nyeri
telan.
• Gela lokal: tonsil bengkak dengan ditutupi bercak putih kotor
yang makin lama makin luas dan membentuk membran semu.
Membran ini dapat meluas ke palatum mole, uvula,
nasofaring, laring, trakea dan bronkus serta dapat menyumbat
saluran napas. Mudah berdarah saat diangkat, bull neck.
© FDI2019
Tonsilitis Difteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Gejala akibat eksotoksin: miokarditis sampai


dekompensatio cordis, albuminuria.
• Diagnosis: berdasarkan gambaran klinik dan pemeriksaan
preparat langsung kuman yangdiambil dari
pseudoembran.
• Terapi: antidifteri serum 20.000-100.000 unit tergantung usia
dan berat penyakit. Antibiotik penisilin atau eritromisin 25-
50 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis. Kortikosteroid 1,2
mg/kgBB/hari. Antipiretk untuk simtomatis. Pasien harus
diisolasi. Perawatan kurang lebih selama 2-3 minggu.

© FDI2019
Tonsilitis Difteri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Komplikasi: laringitis difteri, miokarditis, dekompensatio


cordis, kelumpuhan otot palatum mole, otot mata, otot
faring dan otot laring, suara parau, kelumpuhan otot
pernapasan, serta albuminuria.

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok
Kepala & Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi,
Nurbaiti Iskandar, Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti,
2012.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Antidifteri serum kurang lengkap


C. Antidifteri serum dan kotrimoxazole antibiotik
tidak tepat
D. Penisilin G kurang lengkap
E. Eritromisin  kurang lengkap

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tatalaksana yang tepat pada kasus


diatas adalah...

B. ANTIDIFTERI SERUM DAN


ERITROMISIN

© FDI2019
128
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki usia 12 tahun datan ke Puskesmas diantar ibunya dengan keluhan
penurunan pendengaran pada telinga kiri. Keluhan tidak disertai keluar cairan. Ibu pasien
mengatakan bahwa 6 bulan yang lalu telinga kiri pasien sering mengeluarkan cairan berbau
busuk. Pasien susah untuk diajak berobat sehingga dari awal keluhan muncul
pengobatannya tidak tuntas. Pemeriksaan fisik didalam batas normal. Pemeriksaan otoskopi
ditemukan perforasi atik, kolesteatom (+), dan tampak jaringan granulasi. Diagnosis yang
paling mungkin pada pasien ini adalah...
A. Otitis media akut
B. Otitis media supuratif kronik
C. Otitis media supuratis kronik tipe aman
D. Otitis media supuratif kronik tipe bahaya
E. Otitis media efusi

© FDI2019
D. OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK
TIPE BAHAYA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak laki-laki usia 12 tahun datan ke Puskesmas
diantar ibunya dengan keluhan penurunan pendengaran
pada telinga kiri.
• Keluhan tidak disertai keluar cairan.
• Ibu pasien mengatakan bahwa 6 bulan yang lalu telinga kiri
pasien sering mengeluarkan cairan berbau busuk. Pasien
susah untuk diajak berobat sehingga dari awal keluhan
muncul pengobatannya tidak tuntas.
• Pemeriksaan fisik didalam batas normal. Pemeriksaan otoskopi
ditemukan perforasi atik, kolesteatom (+), dan tampak
jaringan granulasi.
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
© FDI2019
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah peradangan kronik telinga tengah dengan


perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret
dari telinga lebih dari 12 minggu, baik terus menerus atau
hilang timbul.
• Diagnosis:
• Keluar cairan dari telinga secara terus menerus atau
hilang timbul lebih dari 12 minggu, cairan berwarna
kuning/kuning-kehijauan/ bercampur
darah/jernih/berbau. Terdapat gangguan
pendengaran.
• Pemeriksaan otoskopi tergantung tipe OMSK.
© FDI2019
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

OMSK Tipe Aman:


OMSK Tipe Bahaya:
- Perforasi sentral atau pars
- Perforasi atik, marginal, atau
tensa bentuk ginjal atau
sentral besar (total)
bundar
- Sekret sangat berbau, warna
- Sekret biasanya mukoid atau
kuning keabuan, purulent,
tidak terlalu berbau
dan dapat terlihat kepingan
- Mukosa kavum timpani tidak
berwarna putih mengkilap
edem, hipertrofi, granulasi,
- Kolesteatom
atau terdapat
- Jaringan granulasi
timpanosklerosis

© FDI2019
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pemeriksaan penunjang:
• Tes garpulata: menunjukkan tuli konduksi, Audiometri, dan
Fotos mastoid.
• Tatalaksana:
• OMSK tipe aman: konservatif atau dengan
medikamentosa. Pencuci telinga H2O2 3% selama 3-5
hari. Obat tetes telinga mengandung antibiotik dan
kortikosteroid, oral eritromisin atau ampisilin
miringoplasti/timpanoplasti setelah 2 bulan.
• OMSK tipe bahaya: mastoidektomi

© FDI2019
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Komplikasi:
• Intratemporal: labirinitis, paresis nervus fasialis, hidrosepalus
otik, petrositis.
• Intrakranial: abses (subperiosteal, perisinus, subdural, otak),
thrombosis sinus lateralis, serebritis.

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala &
Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi, Nurbaiti Iskandar,
Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti, 2012.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Otitis media akutwaktu kurang dari 3 minggu


B. Otitis media supuratif kronik tidak spesifik
C.Otitis media supuratis kronik tipe aman perforasi
sentral, tidak ada kolesteatom
E. Otitis media efusi membran timpani tampak
suram

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling tepat pada


kasus diatas adalah...

D. OTITIS MEDIA SUPURATIF


KRONIK TIPE BAHAYA

© FDI2019
129
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 20 tahun datang dengan ke Puskesmas dengan keluhan rasa penuh
pada telinga sejak 3 hari yang lalu. Keluhan diseratai rasa gatal dan saat ini pasien merasa
pendengarannya menurun. Tanda vital tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan didapatkan
nyeri tarik tragus (+) dan terlihat sekret pada liang telinga. Pemeriksaan otoskopi ditemukan
liang telinga tampak hiperemis, sedikit edem, dan tampak hifa berfilamen putih dengan titik-
titik hitam yang tumbuh dari kulit. Terapi yang paling tepat diberikan adalah...
A. Dekongestan
B. Analgetik
C. Polimiksin B
D. klotrimazole
E. kortikosteroid

© FDI2019
D. KLOTRIMAZOLE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki usia 20 tahun datang dengan ke
Puskesmas dengan keluhan rasa penuh pada telinga
sejak 3 hari yang lalu. Keluhan diseratai rasa gatal dan
saat ini pasien merasa pendengarannya menurun.
• Pemeriksaan didapatkan nyeri tarik tragus (+) dan terlihat
sekret pada liang telinga. Pemeriksaan otoskopi
ditemukan liang telinga tampak hiperemis, sedikit edem,
dan tampak hifa berfilamen putih dengan titik-titik hitam
yang tumbuh dari kulit.
Terapi yang paling tepat diberikan adalah...
© FDI2019
Otomikosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi: Pityrosporum, Aspergillus.


• Faktor resiko: imunokompremaise, kelembapan liang
telinga yang tinggi, trauma liang telinga, penekun
olahraga air.
• Diagnosis:
• Gatal pada liang telinga, rasa penuh pada telinga,
dan penurunan pendengaran.
• Nyeri tarik tragus, terdapat sekret diliang telinga, pada
otoskopi didapatkan hifa berfilamen putih dengan titik-
titik hitam yang tumbuh dari permukaan kulit.

© FDI2019
Otomikosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Penunjang:
• Preparat KOH 10%
• Kultur skuama pada media Agar Saboraund

• Komplikasi:
• Perforasi membran timpani
• Otitis media serosa

© FDI2019
Terapi Otomikosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Antiseptik topikal: asam asetat 2% dalam alkhohol, larutan


iodium povidon 5%.
• Antifungan topikal nonspesifik: gentian violet 1-2%
• Antifungal topikal spesifik: nistatin, ketokonazoe, klotrimazole
• Antifungal oral: itrakonazole

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala &
Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi, Nurbaiti Iskandar,
Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti, 2012.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Dekongestan  tidak tepat


B. Analgetik  tidak tepat
C.Polimiksin B  antibiotik
E. Kortikosteroid  tidak tepat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang paling tepat pada kasus


diatas adalah...

D. KLOTRIMAZOLE

© FDI2019
130
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 28 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan nyeri pada
telinga kiri sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai demam, badan terasa lemas, dan muncul
plentingan berisi cairan yang menggerombol awalnya dipipi kemudian menyebar sampai
belakang telinga. Riwayat cacar air saat masih kecil. Pasien juga mengeluh telinga kiri
berdenging. Pada pemeriksaan status lokalis tampak multiple vesikle diatas makula eritem
umur dalam satu gerombolan sama tapi berbeda dengan gerombolan lainnya serta kulit
diantara gerombolan normal. Tatalaksana yang paling tepat pada kasus diatas adalah...
A. Ampisilin 3x500 mg
B. Ketokonazole 2x200 mg
C. Acyclovir 4x800 mg
D. Famcyclovir 3x1000 mg
E. Valancyclovir 3x1000 mg

© FDI2019
E. VALANCYCLOVIR 3x1000 MG
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki usia 28 tahun datang ke tempat praktek
dokter dengan keluhan nyeri pada telinga kiri sejak 4 hari yang
lalu. Keluhan disertai demam, badan terasa lemas, dan
muncul plentingan berisi cairan yang menggerombol awalnya
dipipi kemudian menyebar sampai belakang telinga.
• Riwayat cacar air saat masih kecil. Pasien juga mengeluh
telinga kiri berdenging.
• Pada pemeriksaan status lokalis tampak multiple vesikle diatas
makula eritem umur dalam satu gerombolan sama tapi
berbeda dengan gerombolan lainnya serta kulit diantara
gerombolan normal.
Tatalaksana yang paling tepat pada kasus diatas adalah...

© FDI2019
Herpes Zoster Otikus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi: virus varicella zoster


• Dapat mengenai saraf trigeminus, gangilion genikulatum dan
radiks servikalis bagian atas disebut sindroma ramsay hunt.
• Diagnosis:
• Nyeri pada telinga, rasa terbakar disekitar wajah, mulut,
lidah, mual muntah, gangguan pendengaran, hiperakusis
atau tinitus.
• Tampak vesikel pada liang telinga, konka, dan daun
telinga. Bintik kemerahan pada kulit di belakang telinga,
dinding lateral hidung, pallatum mole, dan lidah bagian
anterolateral. Paralisis saraf fasialis, dapat ditemukan tuli
sensoris

© FDI2019
Herpes Zoster Otikus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Terapi:
• Acyclovir 5x800 mg/hari (5-7 hari)
• Valancyclovir 3x1000 mg (10-14 hari)
• Famcyclovir 3x500 mg/hari (10 hari)
• Terapi simtomatis berupa analgetik dan antiinflamasi

Daftar Pustaka:
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala &
Leher Edisi Ke Tujuh Editor: Efiaty Soepardi, Nurbaiti Iskandar,
Jenny Bashirudin, Ratna Dwi Restuti, 2012.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Ampisilin 3x500 mg tidak perlu antibiotik


B. Ketokonazole 2x200 mg tidak perlu antijamur
C.Acyclovir 4x800 mg seharusnya 5x800 mg
D.Famcyclovir 3x1000 mg seharusnya 3x500 mg

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tatalaksana yang paling tepat pada


kasus diatas adalah...

E. VALANCYCLOVIR 3x1000 MG

© FDI2019
131
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan
yang lalu, keringat dingin saat malam hari, dan berat badan tidak naik dalam 1 bulan
terakhir meskipun porsi makan pasien cukup. Dokter Puskesmas menyarankan pasien untuk
diambil sampel dahak yang kemudian akan dikirim ke Rumah Sakit. Pengiriman dahak
pasien karena tidak adanya sarana dan tenaga ahli yang dapat memeriksa sampel tersebut
di Puskesmas termasuk dalam...
A. Rujukan kasus
B. Rujuan bahan pemeriksaan (spesimen)
C. Rujukan ilmu pengetahuan
D. Rujukan tenaga
E. Rujukan sarana

© FDI2019
B. RUJUKAN BAHAN PEMERIKSAAN
(SPESIMEN)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan
keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, keringat dingin saat
malam hari, dan berat badan tidak naik dalam 1 bulan
terakhir meskipun porsi makan pasien cukup.
• Dokter Puskesmas menyarankan pasien untuk diambil sampel
dahak yang kemudian akan dikirim ke Rumah Sakit.
Pengiriman dahak pasien karena tidak adanya sarana dan
tenaga ahli yang dapat memeriksa sampel tersebut di
Puskesmas termasuk dalam...

© FDI2019
Sistem Rujukan Puskesmas
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat


1. Rujukan kasus 1. Rujukan sarana dan logistik
2. Rujukan bahan pemeriksaan (spesimen) 2. Rujukan tenaga
3. Rujukan ilmu pengetahuan 3. Rujukan operasional

Rujukan Bahan Pemeriksaan:


Mencakup merujuk/mengirim bahan pemeriksaan dari
pasien-pasien tertentu ke fasilitas pelayanan kesehatan lain
untuk pemeriksaan laboratorium lebih lengkap.

© FDI2019
Sistem Rujukan Puskesmas
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Rujukan kasus: merujuk pasien secara perorangan ke


fasilitas pelayanan kesehatan lain, untuk keperluan
diagnostik, pengobatan, tindakan medis.
• Rujukan ilmu pengetahuan: mendatangkan tenaga yang
lebih kompeten untuk melakukan bimbingan tenaga
Puskesmas dan atau menyelenggarakan pelayanan
medik spesialis di Puskesmas.
• Rujukan sarana dan logistik: adalah peminjaman alat,
bantuan obat, vaksin, bahan-bahan habis pakai kepada
Dinas Kesehatan setempat.

© FDI2019
Sistem Rujukan Puskesmas
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Rujukan tenaga: dukungan tenaga ahli untuk penyidikan


kejadian luar biasa, bantuan penyelesaian masalah
hukum kesehatan, penanggulangan bencana alam.
• Rujukan operasional: menyerahkan sepenuhnya
kewenangan dan tanggung jawab penyelesaian
masalah kesehatan masyarakat. Rujukan ini
diselenggarakan apabila Puskesmas merasa tidak
mampu untuk melaksanakannya.

Sumber: Permenkes no.75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Rujukan kasus merujuk pasien perorangan


C. Rujukan ilmu pengetahuan mendatangkan
tenaga yang lebih kompeten
D. Rujukan tenaga dukungan tenaga ahli untuk
penyidikan kejadian luar biasa
E. Rujukan sarana peminjaman alat, bantuan
obat, bahan-nahan habis pakai

© FDI2019
Jadi, pengiriman dahak pasien karena tidak
adanya sarana dan tenaga ahli yang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

dapat memeriksa sampel tersebut di


Puskesmas termasuk dalam...

B. RUJUKAN BAHAN
PEMERIKSAAN (SPESIMEN)

© FDI2019
132
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki anggota Kepolisisan Negara Republik Indonesia berpangkat Perwira


bermaksud untuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Tipe
BPJS Kesehatan yang paling tepat diterima adalah...
A. BPJS PBI, PPU
B. BPJS PBI, Non-PPU
C. BPJS Non-PBI, PPU
D. BPJS Non-PBI, Non-PPU
E. BPJS Ketenagakerjaan

© FDI2019
C. BPJS Non-PBI, PPU
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki anggota Kepolisisan Negara Republik
Indonesia berpangkat Perwira bermaksud untuk menjadi
peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Tipe BPJS Kesehatan yang paling tepat diterima adalah...

© FDI2019
Kepesertaan BPJS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Non-Penerima Bantuan Iuran


(Non-PBI)

1. Pekerja Penerima Upah


(PPU) PNS/TNI/Polri,
Penerima Bantuan Iuran (PBI)
karyawan instansi
pemerintah, karyawan
1. Jamkesmas
swasta
2. Jamkesda
2. Pekerja Bukan Penerima
upah (Non-
PPU)wiraswasta
3. Bukan Perkerja  investor,
CEO, direktur, pensiunan
Sumber:
Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
https://www.bpjs-kesehatan.go.id/

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.BPJS PBI, PPU tidak ada


B. BPJS PBI, Non-PPU tidak ada
D. BPJS Non-PBI, Non-PPU wiraswasta
E. BPJS Ketenagakerjaan berkaitan dengan
tenaga kerja

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tipe BPJS Kesehatan yang paling tepat


diterima adalah...

C. BPJS Non-PBI, PPU

© FDI2019
133
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang dokter keluarga merawat pasien dengan riwayat DM tipe 2 selama 15 tahun. Saat
ini terdapat adanya ulkus gangren pada kaki kiri. Mengatasi hal tersebut, dokter merujuk
pasien ke dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit dan tetep memberikan terapi pada
keluhan pasien yang masih bisa diatasi olehnya. Tipe rujukan pada kasus diatas adalah...
A. Horizontal referal
B. Interval referal
C. Collateral referal
D. Cross-referal
E. Split referal

© FDI2019
C. COLLATERAL REFERAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang dokter keluarga merawat pasien dengan riwayat
DM tipe 2 selama 15 tahun. Saat ini terdapat adanya ulkus
gangren pada kaki kiri.
• Mengatasi hal tersebut, dokter merujuk pasien ke dokter
spesialis penyakit dalam di rumah sakit dan tetep
memberikan terapi pada keluhan pasien yang masih bisa
diatasi olehnya.
Tipe rujukan pada kasus diatas adalah...

© FDI2019
Sistem Rujukan Dokter
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Interval referal: rujukan untuk perawatan komprehensif selama


periode tertentu.
• Collateral referal: dokter yang merujuk tetap memegang
tanggung jawab atas pasien secara umum, namun merujuk
untuk permasalahan tertentu.
• Cross referal: pasin disarankan/dirujuk pada dokter lain. Sejak
saat itu, dokter yang merujuk tidak lagi bertanggung jawab
atas pasien.
• Split referal: pada kondisi ini yang membutuhkan layanan
spesialis multidisiplin, tanggung jawab pasien dipecah pada
dua spesialis atau lebih.
Sumber: Anies.2006. Kedokteran dan Pelayanan Kedokteran yang Bermutu. Semarang.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Horizontal referal  dari 1bagian lain dalam 1


unit
B. Interval referal rujukan untuk perawatan
komprehensif
D.Cross-referal dirujuk pada dokter lain/
melimpahkan tanggung jawab.
E.Split referal membutuhkan pelayanan spesialis
multidisiplin.

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, tipe rujukan pada kasus diatas


adalah...

C. COLLATERAL REFERAL

© FDI2019
134
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang mahasiswa kedokteran ingin meneliti hubungan antara merokok dengan kejadian
hipertensi. Desain yang tepat untuk mencari hubungan antara merokok dengan terjadinya
hipertensi adalah...
A. Eksperimental
B. Case control
C. Cross sectional
D. Cohort retrospektif
E. Cohort prospektif

© FDI2019
B. CASE CONTROL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang mahasiswa kedokteran ingin meneliti hubungan
antara merokok dengan kejadian hipertensi.
Desain yang tepat untuk mencari hubungan antara
merokok dengan terjadinya hipertensi adalah...

© FDI2019
Desain Penelitian
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Cohort
Deskriptif

Observasional Case Control

Studi
Epidemiologi Cross Sectional

Analitik

RCT

Eksperimental
NRCT

© FDI2019
Berdasarkan Waktu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Saat ini
Cohort
Retrospektif
Cohort
Prospektif
Case Control

Cross Sectional

Lampau Akan Datang

© FDI2019
Desain Penelitian
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Cohort:
- Terdapat 2 jenis yaitu
porspektif dan
retrospektif Case Control: Cross sectional:
- Mengikuti subjek untuk - Retrospektif - observasional, sewaktu
periode tertentu - Dapat melihat kausalitas - Hubungan kausal paling
- Butuh waktu yang lama - Biasanya digunakan untuk lemah
dan mahal kasus langka - Cepat dan murah
- Sangat baik menilai - Menghitung odd ratio - Menghitung relatif risk
kausalitas
- Menghitung Relatif Risk

Sumber: Pratiknya, Ahmad Watik. 2010. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian dan Kesehatan. Jakarta:Raja Grafindo Persada

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Eksperimental peneliti memberikan perlakuan


tertententu pada subjek penelitian
C. Cross sectional observasional sewaktu
D. Cohort retrospektif mencari faktor resiko pada
masa lampau
E. Cohort prospektif mencari faktor resiko pada
masa akan datang

© FDI2019
Jadi, desain yang tepat untuk mencari
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

hubungan antara merokok dengan


terjadinya hipertensi adalah...

B. CASE CONTROL

© FDI2019
135
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang dokter spesialis anak ketika praktik, mendahulukan pasien lain yang merupakan
anak sejawatnya meskipun dalam kondisi tidak darurat. Padahal ada beberapa pasien
yang telah menunggu lebih lama. Prinsip bioetik yang dilanggar adalah...
A. Beneficence
B. Nonmalficence
C. Autonomy
D. Justice
E. Primum non nocere

© FDI2019
D. JUSTICE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang dokter spesialis anak ketika praktik,
mendahulukan pasien lain yang merupakan anak
sejawatnya meskipun dalam kondisi tidak darurat.
Padahal ada beberapa pasien yang telah menunggu
lebih lama.
Prinsip bioetik yang dilanggar adalah...

© FDI2019
Prinsip Etika Medis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Primum non nocere, jangan merugikan. Hal ini menjadi


landasan prinsip etika yang utama nonmalficience, dimana
setiap tindakan dan pelayanan medis yang kita berikan tidak
membahayakan atau merugikan kepentingan pasien
nantinya. Implikasinya adalah kecuali terdapat cukup alasan
seorang tenaga medis wajib menghindari dan tidak
melakukan tindakan yang sekiranya menimbulkan efek lebih
banyak bahaya dibandingkan keuntungannya.
• Beneficeance: prinsip etika yang menuntut setiap dokter
berbuat baik atauyang nantinya akan menguntungkan
kepentingan pasien. Untuk setiap tindakan yang mengandung
potensi untukng dan rugi terhadap pasien, seorang dokter
wajib mempertimbangkan kepentingan dan persetujuan
pasien serta standart pelayanan medis yang berlaku.

© FDI2019
Prinsip Etika Medis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Autonomy: bentuk hak dan kebebsan yang dimiliki seseorang


untuk menentukan serta merencanakan tindakan medis yang
akan dilaksanakan pada dirinya. Aspek ini ditujukan untuk
menghargai kepentingan seseorang sebagai individu yang
bebas dan kompeten mengambil keputusan.
• Justice: perlakuan yang sama pada tiap individu dalam situasi
dan kondisi sejenis. Dalam aspek medis, dokter dituntut
memberikan perlakuan dan pelayanan sama terhadap tiap
pasien dengan mempertimbangkan asas persamaan dan
kebutuhan tiap pasien, tanpa memandang status, agama,
ras, ekonomi, dan hubungan kekerabatan.
Sumber: Wiradharma D. 2006. Etika Profesi Medis. Jakarta Hal 82-86

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Beneficence berbuat baik yang akan


menguntungkan kepentingan pasien
B. Nonmalficence tidak merugikan kepentingan
pasien
C.Autonomy hak dan kebebasan yang dimiliki
untuk menentukan dan merencanakan tindakan
medis yang akan diterima pasien
E.Primum non nocere landasan prinsip
nonmalficence

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, prinsip bioetik yang dilanggar adalah...

D. JUSTICE

© FDI2019
136
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang dokter Puskesmas yang menjabat kepala Puskesmas ingin mengetahui data
presentase jumlah seluruh kasus demam berdarah di kecamatan cakupan wilayah kerja
pada semester kedua tahun 2017. Istilah data epidemiologi yang dimaksud adalah...
A. Prevalensi
B. Insidensi
C. Case fetality rate
D. Insidens rate
E. Prevalens rate

© FDI2019
E. PREVALENS RATE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang dokter Puskesmas yang menjabat kepala
Puskesmas ingin mengetahui data presentase jumlah
seluruh kasus demam berdarah di kecamatan cakupan
wilayah kerja pada semester kedua tahun 2017.
Istilah data epidemiologi yang dimaksud adalah...

© FDI2019
Data Epidemiologi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Prevaensi: adalah jumlah total seluruh penderita suatu


oenyakit, baik penderita lama dan baru pada kelompok
masyarakat tertentu dalam suatu waktu tertentu.
• Insidensi: jumlah kejadian kasus atau penderita baru suatu
penyakit yang ditemukan pada populasi dan periode
waktu tertentu.
• Prevalen rate: jumlah total seluruh penyakit, baik
penderita lama dan baru pada kelompok masyarakat
tertentu dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam
presentase.

© FDI2019
Data Epidemiologi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Insidans rate: jumlah kejadian kasus atau penderita baru


suatu penyakit yang ditemukan pada populasi dan
periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam
presentase.
• Case fetality rate: ukuran epidemiologi yang menyatakan
perbandingan antara jumlah seluruh kematian karena
satu penyebab sakit tertentu dengan jumlah seluruh
penderita penyakit tersebut pada suatu waktu tertentu
yang dinyatakan dalam presentase.
Sumber: Bonita R et al. 2006. Basic Epidemiology, Edisi 2. Geneva: World Health Organization Press, hal 18-22

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Prevalensi jumlah total seluruh penderita


penyakit, baik kasus baru dan kasus lama
B. Insidensi jumlah penderita baru suatu penyakit
C.Case fetality rate perbandingan jumlah seluruh
kematian dan jumlah seluruh penderita penyakit
D.Insidens rate jumlah kejadian kasus baru dalam
persentase

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, istilah data epidemiologi yang


dimaksud adalah...

E. PREVALENS RATE

© FDI2019
137
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ketempat prektek dokter dengan keluhan adalah
plendingan pada dada sebelah kiri dan terasa nyeri. Ketika dokter anamnesis pasien
langsung membuka baju tanpa menjawab pertanyaan dokter. Kemudian dokter minta ijin
untuk melakukan pemeriksaan seperlunya tanpa menunggu jawaban pasien. Istilah yang
paling tepat terkait persetujuan tindakan medis pada kasus diatas adalah...
A. Informed consent
B. Implied consent
C. Expressed consent
D. Emergency consent
E. Persetujuan yang dinyatakan lisan dan tulisan

© FDI2019
B. IMPLIED CONSENT
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ketempat prektek
dokter dengan keluhan adalah plendingan pada dada
sebelah kiri dan terasa nyeri. Ketika dokter anamnesis
pasien langsung membuka baju tanpa menjawab
pertanyaan dokter. Kemudian dokter minta ijin untuk
melakukan pemeriksaan seperlunya tanpa menunggu
jawaban pasien.
Istilah yang paling tepat terkait persetujuan tindakan medis
pada kasus diatas adalah...

© FDI2019
Bentuk Persetujuan Tindakan Medis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

1. Implied consent (dianggap diberikan): diberikan dalam


keadaan normal, artinya dokter dapat menangkap
persetujuan tindakan medis tersebut dari isyarat yang
diberikan/dilakukan. Demikian juga pada kasus emergncy
sedangkan dokter memerlukan tindakan segera semenara
pasien dalam keadaan tidak bisa memberikan persetujuan
dan keluarganya tidak ada ditempat, maka dokter dapat
melakukan tindakan medis terbaik menurut dokter.
2. Expressed consent (dinyatakan): dapat dinyatakan secara
lisan maupun tulisan. Dalam tindakan medis yang bersifat
invasif dan mengandung resiko, dokter sebaiknya mendapat
persetujuan secara tertulis, atau yang secara umum dikenal
dirumah sakit sebagai surat ijin operasi.
Sumber: Konsil Kedokteran Indonesia, Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran, Jakarta: 2006.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Informed consent suatu persetujuan yang


diberikan setelah mendapat informa
C. Expressed consent dapat dinyatakan secara
lisan maupun tulisan.
D. Emergency consent tidak tepat
E. Persetujuan yang dinyatakan lisan dan tulisan
Expressed consent

© FDI2019
Jadi, Istilah yang paling tepat terkait
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

persetujuan tindakan medis pada kasus


diatas adalah...

B. IMPLIED CONSENT

© FDI2019
138
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang penderita kanker usus sudah mengalami metastase sehingga harus dirawat di
ruang ICU rumah sakit. Dokter menjelaskan pada keluarga bahwa pasien dapat bertahan
hidup dengan bantuan ventilator. Keluarga memutuskan untuk mencopot semua alat bantu
pernafasan dan menghentikan semua pengobatan karena tidak ada biaya lagi untuk
perawatan pasien. Jenis euthanasia yang terjadi pada kasus diatas adalah...
A. Euthanasia pasif volunter
B. Euthanasia pasif involunter
C. Euthanasia aktif volunter
D. Euthanasia aktif involunter
E. Euthanasia aktif dan pasif

© FDI2019
B. EUTHANASIA PASIF INVOLUNTER
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang penderita kanker usus sudah mengalami
metastase sehingga harus dirawat di ruang ICU rumah
sakit.
• Dokter menjelaskan pada keluarga bahwa pasien dapat
bertahan hidup dengan bantuan ventilator.
• Keluarga memutuskan untuk mencopot semua alat bantu
pernafasan dan menghentikan semua pengobatan
karena tidak ada biaya lagi untuk perawatan pasien.
Jenis euthanasia yang terjadi pada kasus diatas adalah...

© FDI2019
Jenis-Jenis Euthanasia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Ditinjau dari cara pelaksanaannya:


1. Euthanasia aktif:
• Euthanasia aktif langsung (direk): dilakukannya
tindakan medik terarah yang diperhitungkan akan
mengakhiri hidup pasien.
• Euthanasia aktif tidak langsung (indirek): keadaan
dimana dokter atau tenaga medis melakukan
tinadakan medik tidak langsung untuk mengakhiri
hidup pasien, namun mengetahui resiko yang dapat
memperpendek hidup pasien, seperti cabut oksigen.
© FDI2019
Jenis-Jenis Euthanasia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

2. Euthanasia pasif:
• Adalah menghentikan atau mencabut segala tindakan
pengobatan yang sedang berlangsung untuk
mempertahankan hidupnya. Menurut kamus hukum,
euthanasia pasif adalah pihak dokter menghentikan
segala pengobatan yang diberikan pada pasien,
kecuali obat untuk mengurangi rasa sakit atas
permintaan pasien.

© FDI2019
Jenis-Jenis Euthanasia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Euthanasia ditinjau dari permintaannya:


1. Euthanasia voluntir: dilakukan berdasarkan permintaan
pasien sendiri. Permintaan dilakukan dalam kondisi
sadar dan berulang-ulang tanpa tekanan
darisiapapun.
2. Euthanasia involunter: dilakukan pada pasien yang
tidak sadar. Biasanya permintaan datang dari pihak
ketiga yaitu keluarga pasien dengan berbagai alasan
seperti biaya perawatan, kasihan pada pasien, dan
lain-lain.
Sumber: Notoadmodjo, S. Etika dan Hukum Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Euthanasia pasif volunter  tidak tepat


C. Euthanasia aktif volunter  tidak tepat
D. Euthanasia aktif involunter  tidak tepat
E. Euthanasia aktif dan pasif  tidak tepat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, jenis euthanasia yang terjadi pada


kasus diatas adalah...

B. EUTHANASIA PASIF
INVOLUNTER

© FDI2019
139
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Perawat rumah sakit salah mengatur cairan pada pasien balita yang terdiagnosis
gastroenteritis akut dengan dehidrasi sedang. Sehingga pasien mendapatkan cairan yang
sangat banyak dan lebih dari seharusnya, akibatnya terjadi edem paru yang
mengakibatkan pasien meninggal. Kesalahan yang terjadi adalah...
A. Near miss
B. Kejadian tidak diharapkan
C. Kondisi potensi cedera
D. No harm incident
E. Kejadian sentinel

© FDI2019
E. KEJADIAN SENTINEL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Perawat rumah sakit salah mengatur cairan pada pasien
balita yang terdiagnosis gastroenteritis akut dengan
dehidrasi sedang. Sehingga pasien mendapatkan cairan
yang sangat banyak dan lebih dari seharusnya, akibatnya
terjadi edem paru yang mengakibatkan pasien
meninggal.
Kesalahan yang terjadi adalah...

© FDI2019
Insiden Terkait Patient Safety
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kondisi potensial cedera: merupakan kondisi yang sangat


berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum
terjadi insiden. Contoh: penyimpanan kantong darah
yang tidak sesuai label di ruang penyimpanan.
• Keadaan nyaris cedera (Near miss): insiden akibat
melakukan suatu tindakan (commission) atau karena
tidak melakukan suatu tindakan (ommision) yang dapat
menyederai pasien, tetapi tidak cedera serius karena
keberuntungan, pencegahan, atau keringanan. Contoh:
unit transfusi darah sudah siap dipasangkan pada pasien
yang salah, tetapi kesalahan tersebut sudah diketahui
sebelum dipasangkan.
© FDI2019
Insiden Terkait Patient Safety
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kejadian tidak cedera: insiden sudah terpapar ke pasien,


tetapi tidak timbul cedera. Contoh: darah transfusi yang
keliru sudah masuk dalam tubuh pasien namun tidak
timbul gejala inkompabilitas.
• Kejadian tidak diharapkan: insiden yang mengakibatkan
cedera yang tidak diharapkab pada pasien karena suatu
tindakan atau karena tidak melakukan suatu tindakan
dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien.
Contoh: transfusi darah yang salah menyebabkan reaksi
hemolisis pada pasien.

© FDI2019
Insiden Terkait Patient Safety
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kejadian sentinel: merupakan kejadian tidak diharapkan


yang mengakibatkan kematian, cedera permanrn, atau
cedera berat yang temporer dan membutuhkan
intervensi untuk mempertahankan kehidupan. Contoh:
kesalahan transfusi yang telah masuk dalam tubuh pasien
menyebabkan hemolisis dan pasien meninggal.

Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan
Pasien. Jakarta. 2017
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Edisi ke-2. Jakarta. 2008.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Near miss  keadaan nyaris cedera


B. Kejadian tidak diharapkan  advers event
C.Kondisi potensi cedera  kondisi yang sangat
berpotensi menimbulkan cedera tetapi belum
terjadi insiden
D.No harm incident  kejadian tidak cedera

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, kesalahan yang terjadi adalah...

E. KEJADIAN SENTINEL

© FDI2019
140
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan 20 tahun datang ke rumah sakit ingin meminta rekam medis pada
dokter, karena ingin mengetahui penyakit apa yang diderita ibunya. Rumah sakit menolak
memberikan berkas rekam medis dan hanya memberikan resume penyakit. Yang berhak
memiliki berkas rekam medis adalah...
A. Pasien
B. Dokter
C. Pasien dan dokter
D. Rumah sakit
E. Petugas arsip instansi

© FDI2019
D. RUMAH SAKIT
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang perempuan 20 tahun datang ke rumah sakit
ingin meminta rekam medis pada dokter, karena ingin
mengetahui penyakit apa yang diderita ibunya. Rumah
sakit menolak memberikan berkas rekam medis dan
hanya memberikan resume penyakit.
Yang berhak memiliki berkas rekam medis adalah...

© FDI2019
Kepemilikan Rekam Medis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Berkas rekam medis merupakan milik sarana pelayanan


kesehatan.
• Isi rekam medis merupakan milik pasien. Isi rekam medis
yang dimaksud adalah berupa ringkasan rekam medis.
• Ringkasan rekam medis, dapat diberikan, dicatat, atau
dikopy oleh pasien atau orang yang diberikan kuasa atas
persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang
berhak untuk itu.
Sumber: Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A.Pasien isi rekam medis


B. Dokter tidak tepat
C.Pasien dan dokter tidak tepat
E.Petugas arsip instansi tidak tepat

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, yang berhak memiliki berkas rekam


medis adalah...

D. RUMAH SAKIT

© FDI2019
141
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan pandangan


kabur saat melihat jarak jauh. Pada pemeriksaan didapatkan hasil VODS 6/15
dengan koreksi S-2.50 menjadi 6/6. Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Presbiopia
B. Miopia
C. Hipermetropia
D. Astigmatisme
E. Nyctalopia

© FDI2019
B. Miopia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Pandangan kabur saat melihat jarak jauh.
• VODS 6/15
• Dengan koreksi S-2.50 menjadi 6/6

Diagnosis pada pasien ini adalah …

© FDI2019
Kelainan Refraksi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Miopia Hipermetropia Astigmatisme


• Rabun jauh • Rabun dekat • Kelengkungan kornea atau lensa
tidak rata
• Sumbu bola mata lebih panjang • Sumbu bola mata lebih pendek • Koreksi: lensa silinder (C+/-)
• Titik fokus jatuh di depan retina • Titik fokus jatuh di belakang retina • Jenis:
1. Astigmatisme Miopia Simplek 
• Lensa terlalu cembung, • Lensa terlalu datar, akomodasi susah C-
akomodasi kuat 2. Astigmatisme Hipermetropia
• Koreksi: lensa sferis (-) terkecil • Koreksi: lensa sferis (+) terbesar Simplek  C+
3. Astigmatisme Miopia
Kompositus  C-S-
4. Astigmatisme Hipermetropia
Kompositus  C+S+
5. Astigmatisme Miktus  C-S+
atau C+S- (C>S)

Sumber: Oftalmologi Umum, Vaughan & Asbury, Ed 17, hal.393-395 © FDI2019


Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.77-84
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Presbiopia  rabun tua, usia >40thn, kabur melihat
jarak dekat
C. Hipermetropia  koreksi dengan lensa sferis (+)
D. Astigmatisme  koreksi dengan lensa Cylinder
E. Nyctalopia  rabun senja, khas penglihatan menurun
terutama saat sore menjelang malam (gelap)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...

B. Miopia

© FDI2019
142
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan pandangan


kabur saat melihat jarak jauh. Pada pemeriksaan didapatkan hasil VODS 6/15
dengan koreksi S-2.50 menjadi 6/6. Di bawah ini yang sesuai dengan kondisi pasien
adalah...

A. Disebabkan kelengkungan kornea tidak rata


B. Sumbu bola mata terlalu pendek
C. Lensa terlalu datar
D. Titik fokus jatuh di depan retina
E. Koreksi dengan lensa sferis positif

© FDI2019
D. Titik fokus jatuh di depan retina
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Pandangan kabur saat melihat jarak jauh.
• VOD/VOS 6/15
• Dengan koreksi S-2.50 menjadi 6/6

Di bawah ini yang sesuai dengan kondisi pasien adalah...

© FDI2019
Kelainan Refraksi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Miopia Hipermetropia Astigmatisme


• Rabun jauh • Rabun dekat • Kelengkungan kornea atau lensa
tidak rata
• Sumbu bola mata lebih panjang • Sumbu bola mata lebih pendek • Koreksi: lensa silinder (C+/-)
• Titik fokus jatuh di depan retina • Titik fokus jatuh di belakang retina • Jenis:
1. Astigmatisme Miopia Simplek 
• Lensa terlalu cembung, • Lensa terlalu datar, akomodasi susah C-
akomodasi kuat 2. Astigmatisme Hipermetropia
• Koreksi: lensa sferis (-) terkecil • Koreksi: lensa sferis (+) terbesar Simplek  C+
3. Astigmatisme Miopia
Kompositus  C-S-
4. Astigmatisme Hipermetropia
Kompositus  C+S+
5. Astigmatisme Miktus  C-S+
atau C+S- (C>S)

Sumber: Oftalmologi Umum, Vaughan & Asbury, Ed 17, hal.393-395 © FDI2019


Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.77-84
Jawaban lainnya…

A. Disebabkan kelengkungan kornea tidak rata  kondisi


astigmatisme
B. Sumbu bola mata terlalu pendek  kondisi
hipermetropia
C. Lensa terlalu datar  kondisi hipermetropia
E. Koreksi dengan lensa sferis positif  kondisi
hipermetropia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Di bawah ini yang sesuai dengan


kondisi pasien adalah...

D. Titik fokus jatuh di depan


retina

© FDI2019
143
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pemuda berusia 35 tahun datang ke IGD dengan keluhan mata merah,
nyeri dan berair, serta silau. Pemuda tersebut bekerja sehari-hari sebagai tukang las
dan jarang menggunakan kacamata pelindung. Pada pemeriksaan visus
didapatkan VOD 6/6, VOS 6/6, injeksi konjungtiva (+), benda asing (+). Tindakan
dokter dibawah ini benar dalam tatalaksana pasien, kecuali...

A. Berikan tetes mata Tetrakain 0,5% sebanyak 1-2 tetes pada mata yang terkena
benda asing.
B. Angkat benda asing dengan menggunakan jarum suntik ukuran 23G.
C. Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tepi ke tengah.
D. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan Povidon Iodin pada tempat bekas benda
asing.
E. Kloramfenikol tetes mata, 1 tetes setiap 2 jam selama 2 hari

© FDI2019
C. Arah pengambilan benda asing
dilakukan dari tepi ke tengah
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan mata merah, nyeri dan berair, serta silau.
• Bekerja sebagai tukang las, jarang menggunakan kacamata
pelindung
• PF: VOD 6/6, VOS 6/6
• Injeksi konjungtiva (+), benda asing (+).

Tindakan dokter dibawah ini benar dalam tatalaksana pasien,


kecuali...

© FDI2019
BENDA ASING DI KONJUNGTIVA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pasien datang dengan keluhan adanya benda yang masuk


ke dalam konjungtiva atau matanya. Gejala yang ditimbulkan
berupa nyeri, mata merah dan berair, sensasi benda asing,
dan fotofobia.
• Pemeriksaan Fisik
1. Visus biasanya normal.
2. Ditemukan injeksi konjungtiva tarsal dan/atau bulbi.
3. Ditemukan benda asing pada konjungtiva tarsal superior
dan/atau inferiordan/atau konjungtiva bulbi.

Sumber: KepMenKes PPK Faskes Primer 514/2015 hal. 209 © FDI2019


• Tatalaksana
1. Non-medikamentosa:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Pengangkatan benda asing Berikut adalah cara yang dapat


dilakukan:
a. Berikan tetes mata Tetrakain 0,5% sebanyak 1-2 tetes pada
mata yang terkena benda asing.
b. Gunakan kaca pembesar (lup) dalam pengangkatan benda
asing
c. Angkat benda asing dengan menggunakan lidi kapas atau
jarum suntik ukuran 23G.
d. Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tengah ke
tepi.
e. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan Povidon Iodin pada
tempat bekas benda asing.
© FDI2019
2. Medikamentosa
Antibiotik topikal (salep atau tetes mata), misalnya
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Kloramfenikol tetes mata, 1 tetes setiap 2 jam selama 2 hari

Catatan:
Bila benda asing terdapat di kornea -> Rujuk Sp. M

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Berikan tetes mata Tetrakain 0,5% sebanyak 1-2 tetes
pada mata yang terkena benda asing  tatalaksana
sudah benar
B. Angkat benda asing dengan menggunakan jarum
suntik ukuran 23G  tatalaksana sudah benar
D. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan Povidon Iodin
pada tempat bekas benda asing  tatalaksana sudah
benar
E. Kloramfenikol tetes mata, 1 tetes setiap 2 jam selama 2
hari  tatalaksana sudah benar
Jadi, Tindakan dokter dibawah ini benar
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

dalam tatalaksana pasien, kecuali...

C. Arah pengambilan benda asing


dilakukan dari tepi ke tengah.

© FDI2019
144
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan pandangan


kabur saat melihat jarak jauh sejak 6 bulan ini. Pada pemeriksaan didapatkan hasil
VOD 6/12, VOS 6/18. Kemudian dilakukan koreksi kacamata dengan ukuran:
• OD S-1,25 C+1,75 aksis 90 -> 6/6
• OS S-1,00 C+0,75 aksis 180 -> 6/6
Diagnosis pasien ini adalah ...

A. OD Astigmatisme Miopia Kompositus, OS Astigmatisme Miktus


B. OD Astigmatisme Miktus, OS Astigmatisme Miopia Kompositus
C. OD Astigmatisme Miktus, OS Astigmatisme Hipermetropia Kompositus
D. ODS Astigmatisme Miktus
E. ODS Anisometropia

© FDI2019
B. OD Astigmatisme Miktus, OS
Astigmatisme Miopia Kompositus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Pandangan kabur saat melihat jarak jauh sejak 6 bulan ini
• VOD 6/12, VOS 6/18
• Hasil koreksi
OD S-1,25 C+1,75 aksis 90 -> 6/6
OS S-1,00 C+0,75 aksis 180 -> 6/6

Diagnosis pada pasien ini adalah …

© FDI2019
Kelainan Refraksi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Miopia Hipermetropia Astigmatisme


• Rabun jauh • Rabun dekat • Kelengkungan kornea atau lensa
tidak rata
• Sumbu bola mata lebih panjang • Sumbu bola mata lebih pendek • Koreksi: lensa silinder (C+/-)
• Titik fokus jatuh di depan retina • Titik fokus jatuh di belakang retina • Jenis:
1. Astigmatisme Miopia Simplek 
• Lensa terlalu cembung, • Lensa terlalu datar, akomodasi susah C-
akomodasi kuat 2. Astigmatisme Hipermetropia
• Koreksi: lensa sferis (-) terkecil • Koreksi: lensa sferis (+) terbesar Simplek  C+
3. Astigmatisme Miopia
Kompositus  C-S-
4. Astigmatisme Hipermetropia
Kompositus  C+S+
5. Astigmatisme Miktus  C-S+
atau C+S- (C>S)

Sumber: Oftalmologi Umum, Vaughan & Asbury, Ed 17, hal.393-395 © FDI2019


Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.77-84
Astigmatisme
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Astigmatisme Miktus bila nilai C dan S saling berlainan


• Dengan syarat nilai C > S
• Bila tidak terpenuhi C > S, maka dapat dilakukan
Transposisi

CARA TRANSPOSISI
1. Nilai S ditambahkan dengan C
2. C diubah tanda, (+) menjadi (–) atau sebaliknya
3. Aksis ditambahkan 900

© FDI2019
Jawaban lainnya…
Diagnosis pasien ini adalah ...

A. OD Astigmatisme Miopia Kompositus, OS Astigmatisme


Miktus  Diagnosis OD dan OS terbalik
C. OD Astigmatisme Miktus, OS Astigmatisme Hipermetropia
Kompositus  OS bukan hipermetropia tapi miopia
D. ODS Astigmatisme Miktus  OS bukan Astig.Miktus tapi
Astig.Miopia Kompositus
E. ODS Anisometropia  Kelainan refraksi dimana OD dan OS
memiliki selisih yang besar, dengan ketentuan:
- Untuk Miopia, bila selisih >3,00 D
- Untuk Hipermetropia, bila selisih >2,00 D
- Untuk Astigmatisme, bila selisih >1,50 D
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...

B. OD Astigmatisme Miktus,
OS Astigmatisme Miopia
Kompositus

© FDI2019
145
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan usia 19 tahun datang ke dokter dengan keluhan agak kabur
untuk membaca jauh. Pada pemeriksaan didapatkan hasil VOD 2/60 dikoreksi
dengan S-6,00 menjadi 6/6, VOS 5/12 dikoreksi dengan S-2,75 menjadi 6/6.
Bagaimana penulisan resep kacamata pada pasien yang benar ...

A. OD S-6,00 dan OS S-2,75


B. OD S-3,00 dan OS S-2,75
C. OD S-6,00 dan OS S-3,00
D. OD S-2,75 dan OS S-2,75
E. OD S-5,75 dan OS S-2,75

© FDI2019
E. OD S-5,75 dan OS S-2,75
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Agak kabur untuk membaca jauh
• VOD 2/60 dikoreksi dengan S-6,00 menjadi 6/6
• VOS 5/12 dikoreksi dengan S-2,75 menjadi 6/6

Bagaimana penulisan resep kacamata pada pasien yang


benar ...

© FDI2019
Kelainan Refraksi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Miopia Hipermetropia Astigmatisme


• Rabun jauh • Rabun dekat • Kelengkungan kornea atau lensa
tidak rata
• Sumbu bola mata lebih panjang • Sumbu bola mata lebih pendek • Koreksi: lensa silinder (C+/-)
• Titik fokus jatuh di depan retina • Titik fokus jatuh di belakang retina • Jenis:
1. Astigmatisme Miopia Simplek 
• Lensa terlalu cembung, • Lensa terlalu datar, akomodasi susah C-
akomodasi kuat 2. Astigmatisme Hipermetropia
• Koreksi: lensa sferis (-) terkecil • Koreksi: lensa sferis (+) terbesar Simplek  C+
3. Astigmatisme Miopia
Kompositus  C-S-
4. Astigmatisme Hipermetropia
Kompositus  C+S+
5. Astigmatisme Miktus  C-S+
atau C+S- (C>S)

Sumber: Oftalmologi Umum, Vaughan & Asbury, Ed 17, hal.393-395 © FDI2019


Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.77-84
Anisometropia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Oleh karena selisih koreksi antara OD dan OS > 3,00 D


maka peresepan kacamata disesuaikan dengan kondisi
anisometropia nya.

Peresepan Kacamata Pada Kondisi


Anisometropia
1. Mata yang lebih sehat di koreksi
maksimal
2. Mata yang lebih kabur di resepkan
dengan selisih maksimal, yaitu:
S(-): 3,00 D
S(+): 2,00 D
C(+/-): 1,50 D

© FDI2019
Jadi,
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Peresepan Kacamata Pada Kondisi Anisometropia

1. Mata yang lebih sehat di koreksi maksimal


= Pada kasus ini mata yang lebih sehat adalah OS, sehingga di koreksi maksimal
yaitu S-2,75

2. Mata yang lebih kabur di resepkan dengan selisih maksimal


= Mata sebelah nya yaitu OD di koreksi dengan batas maksimal agar selisih pada
kedua mata tidak menjadi anisometropia sehingga penglihatan bisa binokuler.
Untuk miopia yaitu 3,00 jadi S-5,75 (-2,75 tambah -3,00)

© FDI2019
Jawaban lainnya…

A. OD S-6,00 dan OS S-2,75  Koreksi OD harusnya S-5,75


B. OD S-3,00 dan OS S-2,75  Koreksi OD harusnya S-5,75
C. OD S-6,00 dan OS S-3,00  Koreksi OD harusnya S-5,75,
OS S-2,75
D. OD S-2,75 dan OS S-2,75  Koreksi OD harusnya S-5,75
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Bagaimana penulisan resep kacamata


pada pasien yang benar ...

E. OD S-5,75 dan OS S-2,75

© FDI2019
146
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang ke poliklinik umum dengan keluhan mata
merah. Penglihatan tidak ada masalah. Selain merah, pasien juga mengeluh mata
terkadang terasa kering, nyeri, dan mengganjal. Dokter kemudian meneteskan fenil
efedrin 2,5% pada mata pasien dan kemudian didapatkan kongesti dan
kemerahan pada mata pasien berkurang. Pada riwayat penyakit pasien diketahui
pasien juga mengidap penyakit lupus eritematous sistemik. Diagnosis pasien ini
adalah...

A. Konjungtivitis
B. Episkleritis
C. Skleritis
D. Dry Eyes Syndrome
E. Trikiasis

© FDI2019
B. Episkleritis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan mata merah. Penglihatan tidak ada masalah
• Mata terkadang terasa kering, nyeri, dan mengganjal
• Dokter meneteskan fenil efedrin 2,5% dan didapatkan
kongesti dan kemerahan berkurang
• Riwayat penyakit SLE

Diagnosis pasien ini adalah …

© FDI2019
EPISKLERITIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Episkleritis merupakan reaksi radang pada episklera.


• Termasuk dalam kelompok ‘mata merah dengan
penglihatan normal’
• Umumnya, episkleritis bersifat ringan, namun dapat pula
merupakan tanda adanya penyakit sistemik, seperti
tuberkulosis, reumatoid artritis, dan systemic lupus
erythematosus (SLE)

Sumber: KepMenKes PPK Faskes Primer 514/2015 hal. 232 © FDI2019


• Anamnesis:
• Mata merah merupakan gejala utama atau satu-
satunya
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Keluhan penyerta lain, misalnya: rasa kering, nyeri,


mengganjal, atau berair

• Pemeriksaan fisik:
• Kemerahan hanya melibatkan satu bagian dari area
episklera. Pada penyinaran dengan senter, tampak
warna pink seperti daging salmon.
• Pada episkleritis, penetesan Fenil Efedrin 2,5% akan
mengecilkan kongesti dan mengurangi kemerahan

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Konjungtivitis  gejala mata merah, ganjal, gatal dan
berair. Bisa disebabkan oleh bakteri, virus, dan alergi.
Masing-masing ada gejala khas.
C. Skleritis  Pada tes fenil efedrin 2,5% kongesti dan
kemerahan tidak berkurang
D. Dry Eyes Syndrome  Gejala mata gatal dan berpasir,
terdapat foamy tears, dan tes schirmer <10 mm
E. Trikiasis  PF didapatkan bulu mata tumbuh ke arah
dalam.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pasien ini adalah...

B. EPISKLERITIS

© FDI2019
147
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Wanita usia 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan mata kanan sering berair,
terasa mengganjal, silau bila terpapar cahaya, dan kelilipan. Penglihatan akhir-
akhir ini terasa kabur. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan bulu mata sebelah kanan
tumbuh masuk ke arah dalam bola mata. Tes fluoresein positif. Pengobatan pada
pasien ini adalah...

A. Kompres hangat
B. Salep antibiotik
C. Epilasi
D. Ekskokleasi
E. Eviserasi

© FDI2019
C. Epilasi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan mata kanan sering berair, terasa mengganjal,
silau bila terpapar cahaya, dan kelilipan
• Hasil pemeriksaan fisik didapatkan bulu mata sebelah
kanan tumbuh masuk ke arah dalam bola mata.
• Tes fluoresein positif

Pengobatan pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Trikiasis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kondisi dimana bulu mata mengarah pada bola mata


yang akan menggosok kornea atau konjungtiva.
• Gejala:
- Fotofobia
- Lakrimasi
- Kelilipan
- Hiperemi konjungtiva
• Bila terdapat ulkus pada kornea, uji fluoresein akan
memberi hasil positif.
Sumber: Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.100 © FDI2019
Masalah pada Kelopak Mata
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Entropion Ektropion Trikiasis

-Inversi -Ekstrusi -Bulu


kelopak kelopak mata
mata mata tumbuh
(palpebra (palpebra ke arah
terlipat terlipat dalam
ke dalam) ke luar) bola
mata

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Pengobatan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pengobatan sementara dengan epilasi atau mencabut


bulu yang salah tumbuh ke dalam. Biasanya kejadian
akan berulang akibat pertumbuhan bulu mata dalam 6-8
minggu.
• Dapat efektif dengan elektrolisis
• Pada bagian yang luas dilakukan dengan terapi krio
• Pada trakoma dengan trikiasis dilakukan tarsotomi atau di
bedah plastik.

© FDI2019
Jawaban lainnya…

A. Kompres hangat  Bukan terapi pada trikiasis


B. Salep antibiotik  Bukan terapi pada trikiasis
D. Ekskokleasi  Merupakan terapi pada kasus kalazion
E. Eviserasi  Suatu tindakan pembedahan dengan
mengangkat isi bola mata dengan meninggalkan
dinding bola mata, sklera, otot ekstra okuli dan saraf
optik.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Pengobatan pada pasien ini adalah...

C. Epilasi

© FDI2019
148
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 60 tahun datang ke dokter dengan keluhan mata lelah, berair
dan sering terasa perih. Pasien juga mengeluh harus menjauhkan lengan agar bisa
membaca koran. Keluhan tersebut dirasakan kurang lebih sudah 4 tahun lama nya
dan dirasakan perlahan-lahan yang semakin lama semakin buruk. Riwayat
penggunaan kacamata baca (+). Hasil pemeriksaan fisik didapatkan VODS 20/40.
Pemberian kacamata yang tepat pada pasien ini adalah...

A. S+ 1,00 D
B. S+ 1,50 D
C. S+ 2,00 D
D. S+ 2,50 D
E. S+ 3,00 D

© FDI2019
E. S+ 3,00 D
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan mata lelah, berair dan sering terasa perih
• Pasien harus menjauhkan lengan agar bisa membaca
koran (sulit membaca dekat)
• Riwayat penggunaan kacamata baca (+)
• VODS: 20/40

Pemberian kacamata yang tepat pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Presbiopia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Gangguan akomodasi pada usia lanjut yang terjadi akibat:


- Kelemahan otot akomodasi
- Lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya
akibat sklerosis lensa

Akibat gangguan akomodasi ini maka pasien berusia > 40


thn akan memberikan keluhan setelah membaca yaitu
berupa mata lelah, berair, dan sering terasa pedas.

Sumber: Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.75 © FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Usia Koreksi Lensa

40 tahun S+ 1,00 D
+ 0,5
45 tahun S+ 1,50 D
+ 0,5
50 tahun S+ 2,00 D
+ 0,5
55 tahun S+ 2,50 D
+ 0,5
60 tahun S+ 3,00 D

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. S+ 1,00 D  Koreksi untuk usia 40 tahun
B. S+ 1,50 D  Koreksi untuk usia 45 tahun
C. S+ 2,00 D  Koreksi untuk usia 50 tahun
D. S+ 2,50 D  Koreksi untuk usia 55 tahun
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Pemberian kacamata yang tepat


pada pasien ini adalah...

E. S+ 3,00 D

© FDI2019
149
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang ibu membawa anaknya ke dokter dengan keluhan nyeri dan bengkak
pada kelopak mata sebelah kiri. Pada pemeriksaan didapatkan edema dan
hiperemi palpebra sinistra, konjungtiva kemotik, dan pembesaran kelenjar
preaurikel. Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Dakrioadenitis
B. Dakriosistitis
C. Stenosis dan Obstruksi Duktus Nasolakrimal
D. Dry eye syndrome
E. Konjungtivitis akut

© FDI2019
A. Dakrioadenitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan nyeri dan bengkak pada kelopak mata sebelah
kiri.
• Pada pemeriksaan didapatkan edema dan hiperemi
palpebra sinistra, konjungtiva kemotik, dan pembesaran
kelenjar preaurikel

Diagnosis pada pasien ini adalah...

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Kelainan pada Sistem Lakrimal

Stenosis dan
Obstruksi
Dakrioadenitis Dakriosistitis
Duktus
Nasolakrimal

Sumber: Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.107 © FDI2019
Stenosis dan
Dakrioadenitis Dakriosistitis Obstruksi Duktus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nasolakrimal

-Radang sakus lakrimalis -Tertutupnya membran di daerah


-Radang pada kelenjar lakrimalis
-Bengkak dan nyeri tekan pada sakus meatus inferior pada neonatus.
-Bengkak pada bagian lakrimalis atau bagian medial/nasal -Pada dewasa disebabkan dakriolit
temporal/lateral
-akut: nyeri, epifora, demam, radang atau akibat dakriosistitis
-S-shape palpebra
-kronis: nyeri (-), epifora (+) -epifora (+)

Terapi: Antibiotik lokal dan sistemik


Terapi: Kompres hangat, antibiotik / Bila ada abses -> insisi & drainase Terapi: Probing atau dilakukan
antiinflamasi topikal dan sistemik Pembedahan: Dakriosistorinostomi, dakriosistorinostomi
operasi Toti

© FDI2019
Jawaban lainnya…

B. Dakriosistitis  nyeri dan bengkak pada daerah medial


bukan lateral/temporal
C. Stenosis dan Obstruksi Duktus Nasolakrimal  Kelainan
bawaan pada bayi dan pada dewasa oleh karna
dakriolit/dakriosistitis
D. Dry eye syndrome  mata terasa ganjal, berpasir, dan
Tes Schirmer (+)
E. Konjungtivitis akut  radang akut pada konjungtiva,
tidak ada kelainan pada palpebra
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Dakrioadenitis

© FDI2019
150
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang remaja dilarikan ke puskesmas setelah mata kiri nya terkena bahan
pembersih lantai kamar mandi saat membersihkan kamar mandi rumahnya.
Penglihatan dirasakan menurun. Dokter melakukan pemeriksaan dan didapatkan
OS hiperemi konjungtiva (+), disertai nekrosis konjungtiva (+). Tes fluoresein (+).
Menurut klasifikasi Thoft, kondisi pasien tersebut termasuk ke dalam derajat ...

A. Derajat I
B. Derajat 2
C. Derajat 3
D. Derajat 4
E. Derajat 5

© FDI2019
C. Derajat 3
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Mata kiri terkena bahan pembersih lantai kamar mandi
• Hiperemi konjungtiva (+), disertai nekrosis konjungtiva (+).
• Tes fluoresein (+).

Menurut klasifikasi Thoft, kondisi pasien tersebut termasuk


ke dalam derajat ...

© FDI2019
Trauma Kimia pada Mata
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Trauma Trauma
Basa/Alkali Asam
Amonia (NH3), zat ini banyak ditemukan pada bahan pembersih rumah tangga, zat Sulfuric acid (H2SO4), contohnya aki mobil, bahan pembersih (industry)
pendingin, dan pupuk.

NaOH, sering ditemukan pada pembersih pipa. Sulfurous acid (H2SO3), pada pengawet sayur dan buah

Potassium hydroxide (KOH), seperti caustic potash


Hydrofluoric acid (HF), ditemukan pada pembersih karat, pengilat aluminium,
penggosok kaca
Magnesium Hydroxide (Mg(OH)2) seperti pada kembang api

Acetic acid (CH3COOH), pada cuka.


Lime(Ca(OH)2), seperti pada perekat, mortar, semen dan kapur.

Hydrochloric acid (HCl) 31-38%, zat pembersih.

Sumber: Prof Sidarta Ilyas, Ilmu Penyakit Mata Edisi ke-5, hal.292 © FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Trauma akibat bahan kimia basa akan memberikan akibat


yang sangat gawat pada mata dibanding trauma kimia
asam
• Pada trauma asam, kerusakan terjadi biasa nya hanya
pada bagian superfisial saja
• Pada trauma basa, terjadi proses persabunan serta
terbentuk kolagenase yang menambah kerusakan kolagen
kornea

© FDI2019
Menurut klasifikasi Thoft, trauma alkali
dibedakan dalam:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Derajat 1 : hiperemi konjungtiva disertai dengan keratitis


pungtata.
• Derajat 2 : hiperemi konjungtiva disertai dengan
hilangnya epitel kornea.
• Derajat 3 : hiperemi disetai dengan nekrosis konjungtiva
dan lepasnya epitel kornea.
• Derajat 4 : konjungtiva perilimal nekrosis sebanyak 50%

© FDI2019
Jawaban lainnya…

A. Derajat I  pada kasus terdapat nekrosis konjungtiva


B. Derajat 2  pada kasus terdapat nekrosis konjungtiva
D. Derajat 4  tidak disebutkan nekrosis perilimal pada
kasus
E. Derajat 5  tidak ada derajat 5
Jadi, Menurut klasifikasi Thoft, kondisi pasien
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

tersebut termasuk ke dalam derajat ...

C. Derajat 3

© FDI2019
151
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang PPDS senior seringkali menyuruh PPDS junior untuk mengerjakan tugas
morning report nya. PPDS junior pun balik menyuruh dokter muda untuk
mengerjakan tugas tersebut. Mekanisme pembelaan ego diatas adalah...

A. Supresi
B. Sublimasi
C. Denial
D. Introyeksi
E. Proyeksi

© FDI2019
D. Introyeksi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang PPDS senior seringkali menyuruh PPDS junior untuk
mengerjakan tugas morning report nya.
• PPDS junior pun balik menyuruh dokter muda untuk
mengerjakan tugas tersebut.

Mekanisme pembelaan ego diatas adalah...

© FDI2019
Mekanisme Defensi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Yaitu semua cara penanggulangan masalah, baik yg


rasional maupun irasional, yg sadar maupun nirsadar, yg
realistik maupun yg fantastik.

Mekanisme defensi tergolong matur

Mekanisme defensi potensial patologik

Sumber: Buku Ajar Psikiatri, Edisi 2, FK UI, hal. 43-46


© FDI2019
Matur
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Supresi: Membuang pikiran-pikiran dan perasaan yg tidak


dapat diterima secara sadar

• Altruisme: Menangguhkan atau menganggap tidak penting


kebutuhan/minat pribadi dibandingkan dgn orang lain

• Sublimasi: Mengganti dorongan/harapan (secara nirsadar) yg


tdk dapat diterima oleh alam sadar dgn alternatif lain yg
dapat diterima secara sosial

• Humor: Kemampuan membuat hal-hal yg lucu utk diri sendiri


atau pada situasi tempat individu berada, yg merupakan
bagian dari jiwa yg sehat
© FDI2019
Potensial Patologik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Penyangkalan (denial): Menganggap tdk ada sensasi


nyeri/antisipasi suatu peristiwa yg tidak menyenangkan
• Represi: Perasaan dan impuls yg nyeri atau tidak dapat
diterima (memalukan, membangkitkan rasa bersalah,
membahayakan) didorong keluar kesadaran, tidak diingat,
“dilupakan”.
• Proyeksi: Kegagalan diri sendiri dipersalahkan kpd org lain atau
pada “situasi” tertentu.
• Introyeksi: “memasukkan ke dalam diri” sifat-sifat tertentu sbg
reaksi menyingkirkan ketakutan seseorang.

© FDI2019
Potensial Patologik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Reaction formation: Terhadap impuls dalam dirinya yg


dirasakan sbg ancaman, individu menyusun sikap reaktif
terhadapnya
• Peniadaan (undoing): Perbuatan ritualistik yg mempunyai arti
simbolik utk meniadakan, menghapus, melupakan suatu
kejadian, pemikiran, atau impuls.

• Isolasi: Memisahkan ingatan ttg peristiwa traumatik dari


penghayatan emosinya.
• Penghalangan (blocking): Digunakan bila seseorang tdk
dapat mengatasi emosinya dgn penyangkalan dan represi,
dengan demikian suatu fungsinya dihentikan, dihadang.
© FDI2019
Potensial Patologik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Regresi: Mundur kembali pada jenis adaptasi yg lebih dini.


• Splitting: Mekanisme defensif yg primitif, yg bermanifestasi
secara klinis dalam bentuk
a). Ekspresi perasaan dan prilaku yg berubah-ubah secara
cepat
b). Kemampuan pengendalian impuls berkurang secara
selektif.
c). Memisahkan orang-orang di lingkungannya menjadi 2
macam, yg baik dan yg buruk.
• Identifikasi proyektif: Sarana masuknya splitting intrapsikik ke
dalam splitting interpersonal.
© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Supresi  Misal: Salah seorang teman Anto
menyinggung dan membangkitkan amarahnya. Namun,
Anto meredam kembali dorongan untuk bertindak agresi
secara impulsif karena akan mengakibatkan dampak
yang serius pada relasi dengan temannya
B. Sublimasi  Misalnya: dorongan seksual diubah
menjadi dorongan kreatif untuk menghasilkan karya seni,
dorongan agresi diubah menjadi daya juang untuk
mencapai suatu tujuan.
C. Denial  Menganggap tdk ada sensasi nyeri/antisipasi
suatu peristiwa yg tidak menyenangkan
E. Proyeksi  Kegagalan diri sendiri dipersalahkan kpd org
lain atau pada “situasi” tertentu.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Mekanisme pembelaan ego diatas


adalah...

D. Introyeksi

© FDI2019
152
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang remaja dibawa ke IGD karena ada luka sayatan di arteri radialisnya. Di
bawah ini yang bukan merupakan kasus kegawat-daruratan psikiatrik adalah...

A. Suicide
B. Delirium
C. Violence
D. Sindrom Neuroleptik Maligna
E. Delusion

© FDI2019
E. Delusion
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang remaja dibawa ke IGD karena ada luka sayatan
di arteri radialisnya.

Di bawah ini yang bukan merupakan kasus kegawat-


daruratan psikiatrik adalah...

© FDI2019
KEDARURATAN PSIKIATRI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

KONDISI GADUH GELISAH

DAMPAK TINDAK KEKERASAN (VIOLENCE)

SUICIDE

GEJALA EKSTRA PIRAMIDAL

DELIRIUM

Sumber: Buku Ajar Psikiatri, Edisi 2, FK UI, hal. 360


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Suicide  Termasuk kedaruratan psikiatri
B. Delirium  Termasuk kedaruratan psikiatri
C. Violence  Termasuk kedaruratan psikiatri
D. Sindrom Neuroleptik Maligna  Termasuk kedaruratan
psikiatri
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Di bawah ini yang bukan merupakan


kasus kegawat-daruratan psikiatrik adalah...

E. Delusion

© FDI2019
153
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak kelas 4 SD dibawa orang tuanya ke dokter. Orang tua anak tersebut
mengeluh karena guru sekolah anaknya seringkali mengatakan bahwa si anak
suka jalan-jalan dan berbicara dengan kawannya di kelas saat proses belajar-
mengajar berlangsung, serta sering tampak melamun. Bila dirumah, orang tua
mengatakan bahwa anaknya tidak mau menuruti perintah, dan tidak mampu
mengerjakan PR nya hingga tuntas. Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Autisme masa kanak


B. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)
C. Sindrom Asperger
D. Retardasi mental sedang
E. Sindrom Rett

© FDI2019
B. Gangguan pemusatan perhatian
dan hiperaktivitas (GPPH)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang anak kelas 4 SD dibawa orang tuanya ke dokter
mengeluh karena guru sekolah anaknya seringkali
mengatakan bahwa si anak suka jalan-jalan dan berbicara
dengan kawannya di kelas saat proses belajar-mengajar
berlangsung, serta sering tampak melamun.
• Bila dirumah, orang tua mengatakan bahwa anaknya tidak
mau menuruti perintah, dan tidak mampu mengerjakan PR
nya hingga tuntas.

Diagnosis pada pasien ini adalah...

© FDI2019
GPPH/ADHD
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan


Hiperaktivitas (GPPH) adalah anak yg menunjukkan
perilaku hiperaktif, impulsif, dan sulit memusatkan
perhatian yg timbulnya lebih sering, persisten dengan
tingkat yang lebih berat.

Sumber: Buku Ajar Psikiatri, Edisi 2, FK UI, hal. 483


© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Karakteristik (berdasarkan DSM V):


1. Inattention
2. Hyperactivity
3. Impulsive

Kriteria diagnostic  DSM V


(Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders)

© FDI2019
1. Perhatian
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

1. 6 / > gejala tidak mampu memusatkan perhatian seperti di bawah ini menetap
min.6 bulan pada derajat maladaptif dan tidak sesuai dg tk. perkembangannya:

a. Sering gagal memusatkan perhatian pada hal kecil /membuat kesalahan yang
ceroboh (tidak hati-hati) dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan / kegiatan lain.
b. Sering sulit mempertahankan perhatian saat melaksanakan tugas / kegiatan
bermain
c. Sering seperti tidak mendengarkan saat diajak bicara langsung
d. Sering tidak mengikuti petunjuk dan gagal menyelesaikan pekerjaan sekolah
dan tugas (tidak disebabkan oleh perilaku menentang atau kegagalan
memahami petunjuk)
e. Sering sulit mengatur tugas dan kegiatan
f. Sering menghindar, tidak suka/enggan terlibat dalam tugas yang memerlukan
ketekunan berkesinambungan.
g. Sering menghilangkan benda yang diperlukan untuk melaksanakan tugas /
kegiatan
h. Perhatian sering mudah dialihkan oleh rangsangan dari luar
i. Sering lupa dalam kegiatan sehari-hari
© FDI2019
2. Hiperaktivitas & Impulsive
2. 6 / > gejala hiperaktivitas dan impulsivitas seperti dibawah ini menetap min.6
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

bulan pada derajat maladaptif dan tidak sesuai dg tk perkembangannya :

• Sering tangan dan kakinya tidak bisa diam, tidak bisa duduk diam.
• Sering meninggalkan tempat duduk di dalam kelas / di situasi lain dimana
diharapkan untuk tetap diam.
• Sering berlari-lari / memanjat berlebihan dalam situasi yang tidak sesuai
untuk hal tersebut.
• Sering mengalami kesulitan bermain / mengikuti kegiatan waktu senggang
dengan tenang.
• Sering dalam keadaan “siap bergerak” (atau bertindak seperti digerakkan
mesin)
• Sering bicara berlebihan
• Sering melontarkan jawaban sebelum pertanyaan selesai ditanyakan.
• Sering sulit menunggu giliran.
• Sering menyela / memaksakan diri terhadap orang lain (misal : memotong
percakapan/mengganggu permainan).

© FDI2019
Tambahan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

1. Gejala tersebut yang menimbulkan masalah terjadi


sebelum usia 12 tahun.
2. Kegagalan yang ditimbulkan oleh gejala-gejala
tersebut tampak pada 2/> tempat (di sekolah atau
di tempat bermain dan di rumah)
3. Ada permasalahan yang bermakna secara klinis
pada fungsi sosial, akademik, dan okupasional
4. Gejala-gejala tersebut tidak disebabkan oleh
gangguan yang lain: perkembangan pervasif,
skizofrenia / psikotik dan tidak diakibatkan
gangguan mental lain (misalnya : gangguan cemas,
gangguan kepribadian)
© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Autisme masa kanak  trias autis (ggn interaksi sosial,
komunikasi, dan prilaku terbatas & berulang)
C. Sindrom Asperger  trias autis (+) + tanpa
keterlambatan bahasa dan kognitif
D. Retardasi mental sedang  nilai WISC 35-49
E. Sindrom Rett  hanya pada perempuan, onset 7-24
bulan. Ada riwayat perkembangan normal sebelumnya
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosis pada pasien ini adalah...


B. Gangguan pemusatan
perhatian dan hiperaktivitas
(GPPH)

© FDI2019
154
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita 17 tahun terlihat sering senyum-senyum sendiri sudah 6 bulan


lamanya, jarang makan dan jarang mandi. Pemeriksaan didapatkan afek dangkal,
inappropiate. Sebelumnya tidak ada keluhan serupa dan tidak pernah di rawat di
RSJ. Diagnosis pasien ini adalah...

A. Skizofrenia paranoid
B. Skizofrenia hebefrenik
C. Skizofrenia katatonik
D. Skizoafektif
E. Skizoid

© FDI2019
B. Skizofrenia hebefrenik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang wanita 17 tahun terlihat sering senyum-senyum
sendiri sudah 6 bulan lamanya, jarang makan dan jarang
mandi.
• Pemeriksaan didapatkan afek dangkal, inappropiate.
• Sebelumnya tidak ada keluhan serupa dan tidak pernah
di rawat di RSJ.

Diagnosis pasien ini adalah...

© FDI2019
Skizofrenia Hebefrenik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia.


• Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan
pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai
15-25 tahun).
- perilaku yang tidak bertanggungjawab dan tak dapat
diramalkan, serta mannerisme; ada kecendrungan untuk
selalu menyendiri (solitary), dan perilaku menunjukkan hampa
tujuan dan hampa perasaan;
- afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate),
sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri
(self-satisfied), senyum sendiri.

Sumber: Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ III & DSM 5, hal. 48


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Skizofrenia paranoid  dominasi halusinasi auditorik
dan waham curiga/kejar
C. Skizofrenia katatonik  dominasi gangguan psikomotor
D. Skizoafektif  gejala skizofrenia dan ggn mood muncul
bersamaan dan sama-sama menonjol
E. Skizoid  salah satu contoh gangguan kepribadian
tipe A dengan ciri tertutup, hidup sendiri.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosis pasien ini adalah...

B. Skizofrenia hebefrenik

© FDI2019
155
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Ny. N 25 tahun mengeluh merasakan kondisi yg tidak nyaman sampai sesak


apabila berada dalam keramaian. Hal ini membuatnya menjadi lebih senang
didalam rumah sendirian. Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Agorafobia
B. Fobia sosial
C. Fobia khas
D. Gangguan panik
E. Gangguan cemas menyeluruh

© FDI2019
A. Agorafobia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Ny. N 25 tahun mengeluh merasakan kondisi yg tidak
nyaman sampai sesak apabila berada dalam keramaian.
• Hal ini membuatnya menjadi lebih senang didalam rumah
sendirian.

Diagnosis pada pasien ini adalah...

© FDI2019
Agorafobia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Semua kriteria dibawah ini harus dipenuhi untuk diagnosis pasti :


(a) gejala psikologis, perilaku atau otonomik yang timbul harus
merupakan manifestasi primer dari anxietasnya dan bukan
sekunder dari gejala-gejala lain seperti misalnya waham atau
pikiran obsesif
(b) anxietas yang timbul harus terbatas pada (terutama terjadi
dalam hubungan dengan) setidaknya dua dari situasi berikut:
banyak orang/keramaian, tempat umum, bepergian ke luar
rumah dan bepergian sendiri
(c) menghindari situasi fobik harus atau sudah merupakan gejala
yang menonjol (penderita menjadi "housebound").

Sumber: Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ III & DSM 5, hal. 72


© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Fobia sosial  takut/cemas menjadi pusat perhatian
C. Fobia khas  terbatas pada situasi yg sangat spesifik,
misal takut petir, takut ke dokter gigi
D. Gangguan panik  ketakutan heboh, gejala otonom
lebih hebat
E. Gangguan cemas menyeluruh  kecemasan yg
terlalu diambang (hal yg seharusnya tidak perlu
dicemaskan)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Agorafobia

© FDI2019
156
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 35 thn mengeluh seringkali bermimpi buruk terkait tsunami.
Pasien mengatakan 2 tahun yang lalu, terjadi gempa dan disusul gelombang
tsunami saat ia bersama keluarga nya liburan di pantai. Hanya pasien yang
berhasil selamat karena berpegang pada kayu yang mengapung saat kejadian.
Sampai sekarang pasien selalu menolak apabila ada yang mengajaknya pergi ke
pantai maupun kolam renang. Diagnosis pada pasien ini adalah...

A. Reaksi stres akut


B. Gangguan penyesuaian
C. Gangguan stres paska trauma
D. Amnestik disosiatif
E. Fugue disosiatif

© FDI2019
C. Gangguan stres paska trauma
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki usia 35 thn mengeluh seringkali bermimpi
buruk terkait tsunami.
• Pasien mengatakan 2 tahun yang lalu, terjadi gempa dan
disusul gelombang tsunami saat ia bersama keluarga nya
liburan di pantai.
• Hanya pasien yang berhasil selamat karena berpegang pada
kayu yang mengapung saat kejadian.
• Sampai sekarang pasien selalu menolak apabila ada yang
mengajaknya pergi ke pantai maupun kolam renang.

Diagnosis pada pasien ini adalah...

© FDI2019
GANGGUAN STRES PASKA TRAUMA
(PTSD)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Ada Trauma yang berat / mencekam / tragis


• Flashbacks
• Avoidance

Sumber: Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ III & DSM 5, hal. 79


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Reaksi stres akut  sifatnya akut, gejala menghilang
dalam beberapa jam/hari
B. Gangguan penyesuaian  keluhan muncul 1 bulan
setelah ada di lingkungan/situasi yang baru
D. Amnestik disosiatif  hilangnya daya ingat, biasanya
mengenai kejadian penting yang baru terjadi (selektif),
E. Fugue disosiatif  ada riwayat melakukan suatu
perjalanan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...

C. Gangguan stres paska


trauma

© FDI2019
157
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Laki-laki 37 thn datang ke dokter mengatakan bahwa ia sakit kanker usus. Hal ini ia
yakini karena sudah beberapa kali ia mengeluh bahwa berat badannya menurun,
dan perut nya diyakini bertambah besar. Sebelumnya pasien sudah kerap kali ke
dokter yang berbeda-beda karena belum mau menerima jawaban dokter. Hasil
lab dan penunjang lainnya dalam batas normal. Diagnosis pada pasien ini
adalah...

A. Nyeri somatoform
B. Gangguan somatisasi
C. Gangguan hipokondrik
D. Psikosomatis
E. Body dismorfik

© FDI2019
C. Gangguan hipokondrik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Laki-laki 37 thn datang ke dokter mengatakan bahwa ia sakit
kanker usus.
• Hal ini ia yakini karena sudah beberapa kali ia mengeluh
bahwa berat badannya menurun, dan perut nya diyakini
bertambah besar.
• Sebelumnya pasien sudah kerap kali ke dokter yang berbeda-
beda karena belum mau menerima jawaban dokter.
• Hasil lab dan penunjang lainnya dalam batas normal.

Diagnosis pada pasien ini adalah...


© FDI2019
GANGGUAN HIPOKONDRIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ III & DSM 5, hal. 84


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Nyeri somatoform  1 gejala yg berat, menyiksa dan
menetap
B. Gangguan somatisasi  banyak gejala tidak khas
D. Psikosomatis  pemeriksaan fisik ada yg (+) namun
tidak sebanding dengan gejala pasien
E. Body dismorfik  gangguan estetik, merasa buruk rupa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...

C. Gangguan hipokondrik

© FDI2019
158
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Berikut adalah percakapan antara dokter dengan pasien


D: "Bapak semalam bisa tidur?"
P: "Banyak yang ganggu dok ............................ Saya.................(diam).

Status psikiatri diatas adalah adalah...

A. Logorea
B. Rambling
C. Punning
D. Blocking
E. Neologisme

© FDI2019
D. Blocking
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• D: "Bapak semalam bisa tidur?“
• P: "Banyak yang ganggu dok ............................
Saya.................(diam).

Status psikiatri diatas adalah adalah...

© FDI2019
BENTURAN/PENGHALANGAN
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Blocking
• Merupakan gangguan arus pikiran
• Yaitu jalan pikiran tiba-tiba berhenti atau berhenti di
tengah sebuah kalimat. Pasien tidak dapat menerangkan
mengapa ia berhenti

Sumber: Ilmu Kedokteran Jiwa, Maramis, hal. 125


© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Logorea  banyak bicara, kata-kata dikeluarkan
bertubi-tubi tanpa kontrol, mungkin koheren ataupun
inkoheren.
B. Rambling  menceritakan dengan bertele-tele
C. Punning  bermain dengan kata yg mempunyai arti
ganda
E. Neologisme  kata baru yang diciptakan oleh pasien,
seringkali dengan menyambungkan suku kata dari kata-
kata lain untuk alasan psikologis yang idiosinkratik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Status psikiatri di atas adalah...

D. Blocking

© FDI2019
159
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tn. X usia 35 thn merasa bahwa tetangga-tetangga sekitarnya sering


membicarakan tentang dirinya. Hal ini sudah berulang kali diberitahu sama
keluarga bahwa hal itu tidak benar tapi Tn. X tetap mempercayainya. Pasien juga
mengatakan sering mendengar suara-suara yang ingin menyakitinya. Diagnosis
pasien ini adalah...

A. Skizofrenia paranoid
B. Skizofrenia hebefrenik
C. Skizofrenia katatonik
D. Skizoafektif
E. Skizoid

© FDI2019
A. Skizofrenia paranoid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Tn. X usia 35 thn merasa bahwa tetangga-tetangga
sekitarnya sering membicarakan tentang dirinya.
• Hal ini sudah berulang kali diberitahu sama keluarga
bahwa hal itu tidak benar tapi Tn. X tetap
mempercayainya.
• Pasien juga mengatakan sering mendengar suara-suara
yang ingin menyakitinya.

Diagnosis pasien ini adalah...

© FDI2019
Skizofrenia Paranoid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia.


• Sebagai tambahan :
- Halusinasi dan/atau waham harus menonjol
(a) suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi
perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi
pluit (whistling), mendengung (humming), atau bunyi tawa
(laughing);
(b) halusinasi pembauan atau pengecapan-rasa, atau bersifat
seksual, atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual mungkin ada
tetapi jarang menonjol
(c) waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham
dikendalikan (delusion of control), dipengaruhi (delusion of influence),
atau "passivity“ (delusion of passivity), dan keyakinan dikejar-kejar
yang beraneka ragam, adalah yang paling khas
Sumber: Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ III & DSM 5, hal. 48
© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Skizofrenia hebefrenik  dominasi gangguan perilaku,
afek, dan arus pikiran.
C. Skizofrenia katatonik  dominasi gangguan psikomotor
D. Skizoafektif  gejala skizofrenia dan ggn mood muncul
bersamaan dan sama-sama menonjol.
E. Skizoid  salah satu contoh gangguan kepribadian
tipe A dengan ciri tertutup, hidup sendiri.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, Diagnosis pasien ini adalah...

A. Skizofrenia paranoid

© FDI2019
160
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang mahasiswa FK datang ke puskesmas dengan keluhan sulit untuk memulai


tidur di malam hari. Keluhan ini dirasakan sudah 4 minggu lama nya. Belakangan ini
juga pasien sering menggantikan jaga malam pacarnya. Pada status generalis
didapatkan pasien tampak lelah dan mata cekung. Diagnosis pada pasien ini
adalah...

A. Somnabulisme
B. Narkolepsi
C. Sleep apnea
D. Insomnia
E. Amnesia

© FDI2019
D. Insomnia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Keluhan sulit untuk memulai tidur di malam hari.
• Keluhan ini dirasakan sudah 4 minggu lama nya
• Sering menggantikan jaga malam
• PF: tampak lelah dan mata cekung

Diagnosis pada pasien ini adalah …

© FDI2019
Insomnia
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah gejala atau gangguan dalam tidur, dapat


berupa kesulitan berulang untuk mencapai tidur, atau
mempertahankan tidur yang optimal, atau kualitas tidur
yang buruk.

Sumber: KepMenKes PPK Faskes Primer 514/2015 hal. 396 © FDI2019


• Faktor Predisposisi
1. Sering bekerja di malam hari.
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

2. Jam kerja tidak stabil.


3. Penggunaan alkohol, cafein atau zat adiktif yang
berlebihan.
4. Efek samping obat.
5. Kerusakan otak, seperti: encephalitis, stroke, penyakit
Alzheimer

© FDI2019
• Pedoman Diagnosis
1. Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

mempertahankan tidur atau kualitas tidur yang buruk


2. Gangguan terjadi minimal tiga kali seminggu selama
minimal satu bulan.
3. Adanya preokupasi tidak bisa tidur dan peduli yang
berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan
sepanjang siang hari.
4. Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas
tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan
mempengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan.

© FDI2019
Jawaban lainnya…

A. Somnabulisme  kondisi tidur sambil berjalan


(sleepwalking)
B. Narkolepsi  rasa kantuk pada siang hari dan bisa
tiba-tiba tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat
C. Sleep apnea  kondisi dimana pada saat tidur,
pernapasan tiba tiba berhenti
E. Amnesia  kondisi terganggu nya daya ingat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis pada pasien ini adalah...

D. INSOMNIA

© FDI2019
161
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poli kulit dengan keluhan kuku
tangannya terasa gatal sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan status lokalis
didapatkan kuku yang rapuh, dan terdapat sisa jaringan. Pada pemeriksaan KOH
tampak adanya hifa panjang bersepta. Apakah terapi yang tepat untuk kasus
diatas?
A. Terapi oral, griseofulvin 2 x 500 mg 2 minggu
B. Terapi denyut, Itrakonazole 2 x200 mg diberikan 3 tahap
C. Ketokonazole 1 x 100 mg 2 minggu
D. Terapi topical, mikonazole cream sampai lesi hilang
E. Fluconazole 150 mg single dose

© FDI2019
B. Terapi denyut, Itrakonazole 2 x200
mg diberikan 3 tahap
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Kuku tangan terasa gatal
• Pada pemeriksaan tampak kuku rapuh dan sisa jaringan
• Pemeriksaan KOH tampak hifa panjang bersepta
Terapi yang paling tepat adalah…..

© FDI2019
Tinea unguium/ Onikomikosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Merupakan dermatofitosis pada kuku jari tangan dan kaki


• Pada pemeriksaan dapat ditemukan adanya sisa kuku
yang rapuh, akan hancur menyerupai kapur.
• Pada pemeriksaan KOH 20% didapatkan hifa, sebagai
dua garis sejajar, terbagi oleh sekat dan bercabang,
artospora

© FDI2019
Terapi Onikomikosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Khusus untuk onikomikosis, dikenal sebagai dosis denyut


selama 3 bulan. Cara pemberiannya sebagai berikut,
diberikan 3 tahap dengan interval 1 bulan. Setiap tahap
selama 1 minggu dengan dosis 2x200 mg sehari dalam
kapsul.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Terapi oral, griseofulvin 2 x 500 mg 2 minggu – untuk
jenis tinea barbae, tinea capitis, dan tinea corporis,
cruris, manus, pedis apabila lesinya luas dan residif
C. Ketokonazole 3 x 100 mg 2 minggu – dosis tidak tepat
D. Terapi topical, mikonazole cream sampai lesi hilang –
tidak dianjurkan
E. Fluconazole 150 mg single dose – untuk terapi
candidiasis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang tepat adalah……..

B. Terapi denyut, Itrakonazole 2 x 200


mg diberikan 3 tahap

© FDI2019
162
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki usia 5 tahun datang diantar orang tuanya dengan keluhan
adanya keropeng di sekitar mulut. Sebelumnya pasien mengeluh batuk pilek. Pada
saat pemeriksaan status dermatologis didapatkan adanya krusta tebal berwarna
kuning seperti madu. Apakah penyebab dari kasus diatas?
A. Staphyloccocus gram +
B. Neisseria Gonorhea
C. Chlamydia
D. Streptococcus beta haemoliticus
E. Trycophyton rubrum

© FDI2019
D. Streptococcus beta haemoliticus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Adanya keropeng di sekitar mulut
• Riwayat pilek
• Adaya krusta tebal warna kuning seperti madu
Penyebab dari kasus diatas adalah….

© FDI2019
Impetigo Krustosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : Streptococcus beta haemoliticus


• Gejala klinis: tidak disertai gejala umum, hanya terdapat
pada anak. Tempat predileksi di wajah, yakni di sekitar
lubang hidung dan mulut karena dianggap sumber infeksi
dari daerah tersebut. Kelainan kulit berupa eritema dan
vesikel yang cepat memecah sehingga jika penderita
dating berobat yang terlihat ialah krusta tebal berwarna
kuning seperti madu. Jika dilepas tampak erosi
dibawahnya.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Staphyloccocus gram + - penyebab pioderma yang
lain
B. Neisseria Gonorhea – penyebab Gonorhea
C. Chlamydia - Penyebab dari Infeksi genital non Spesifik
E. Trycophyton rubrum – penyebab dari penyakit jamur
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, penyebab dari kasus diatas adalah…

D. Streptococcus Beta Haemoliticus

© FDI2019
163
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki usia 25 tahun datang dengan keluhan adanya luka di


kemaluannya sejak 3 hari yang lalu. Pasien sering berganti-ganti pasangan seksual.
Pada pemeriksaan dermatologi tampak adanya luka dengan dasar kotor, nyeri,
indurasi -. Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus diatas?
A. Gonorhea
B. Kandidiasis
C. Chancroid
D. Ulkus durum
E. Trikomoniasis

© FDI2019
C. Chancroid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Luka di kemaluan
• Pasien sering berganti-ganti pasangan
• Luka dengan dasar kotor, nyeri, dan indurasi -
Diagnosis yang paling tepat adalah…

© FDI2019
Ulkus mole/ Chancroid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Penyakit infeksi genitalia akut yang disebabkan oleh


Haemophilus ducreyi.
• Sifat khas ulkus ini adalah multiple, sangat nyeri, terutama
bila terkena pakaian atau urin, tepi tidak rata dan
bergaung, berbatas tegas. Dasar ulkus rapuh, kotor,
mudah berdarah, nekrotik. Tidak dijumpai indurasi pada
dasar dan sekitar ulkus.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Gonorhea – tidak spesifik
B. Kandidiasis – tidak spesifik
D. Ulkus durum – ulkus dasar bersih, tidak nyeri, indurasi +
E. Trikomoniasis – tidak spesifik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat adalah……..

C. Chancroid

© FDI2019
164
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki, berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal dan
kemerahan di kulit tubuh kaki. Gatal sudah dirasakan selama 1 minggu ini,
terutama saat berkeringat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan macula eritema
dengan tepi aktif, sebanyak 4 buah, berbatas tegas dan tepi meninggi. Terapi
yang tepat untuk kasus diatas adalah?
A. ketoconazole 200mg/ hari selama 14 hari
B. griseofulvin 500mg/ hari selama 4 minggu
C. ketoconazole 200mg/ hari selama 20 hari
D. griseofulvin 500mg/ hari selama 2 minggu
E. ketoconazole 100mg/ hari selama 10 hari

© FDI2019
D. Griseofulvin 500mg/ hari selama 2
minggu
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Gatal dan kemerahan di kulit tubuh kaki
• Gatal terutama bila berkeringat
• macula eritema dengan tepi aktif, sebanyak 4 buah,
berbatas tegas dan tepi meninggi
Terapi yang paling tepat adalah…..

© FDI2019
Tinea corporis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Merupakan dermatofitosis pada kulit tubuh tidak berambut


(glabrous skin)
• Anamnesa : ruam yang gatal (terutama bila berkeringat) di
badan, ekstremitas atau wajah
• Pemeriksaan fisik : tampak lesi berbatas tegas, polisiklik, tepi
aktif karena tanda radang lebih jelas dan polimorfi yang terdiri
atas eritema, skuama, dan kadang papul dan vesikel di tepi,
normal di tengah (central healing).
• Pemeriksaan penunjang: pemeriksaan dengan menggunakan
KOH 20%, didapatkan adanya hifa, sebagai dua garis sejajar,
terbagi oleh sekat dan bercabang, artospora.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Terapi Tinea Corporis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Topikal : klotrimazol, mikonazole, terbinafine selama 4-6


minggu
• Sistemik : diberikan bila lesi kronik, luas, atau sesuai indikasi
- griseofulvin oral 500mg/hari (0.5-1 g untuk
dewasa, 0.25-0.5 g untuk anak-anak atau 10-25
mg/kgbb) selama 2 minggu
- Itrakonazole 2x100mg/hari selama 2 minggu
- ketoconazole 200mg/hari
- terbinafin 250mg/hari selama 2 minggu

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Ketoconazole 200mg/ hari selama 14 hari – bukan lini
pertama
B. Griseofulvin 500mg/ hari selama 4 minggu – seharusnya
2 minggu
C. Ketoconazole 200mg/ hari selama 20 hari –
seharusnya 2 minggu
E. Ketoconazole 100mg/ hari selama 10 hari – dosis salah
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang tepat adalah……..

D. Griseofulvin 500mg/ hari selama 2


minggu

© FDI2019
165
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita berusia 33 tahun mengeluhkan ada benjolan membesar di dada


bagian depan. Benjolan tersebut muncul setelah menjalani operasi. Benjolan tidak
terasa nyeri, tidak mudah berdarah, kadang terasa gatal. Sebelumnya pasien
pernah mengalami kecelakaan dan muncul benjolan yang sama dengan
benjolan di dada. Hasil pemeriksaan didapatkan plak sedikit hiperpigmentasi,
bentuk regular, batasnya melebihi luka bekas sayatan operasi, tampakan jonjot -.
Apa diagnosa yang mungkin untuk pasien tersebut?
A. Keloid
B. Hiperpigmentasi pasca inflamasi
C. Hypertrophic scar
D. Morbus Hansen
E. Vitiligo

© FDI2019
A. KELOID
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• benjolan membesar di dada
• muncul setelah menjalani operasi
• tidak terasa nyeri, tidak mudah berdarah, kadang terasa
gatal.
• plak sedikit hiperpigmentasi, bentuk regular, batasnya
melebihi luka bekas sayatan operasi, tampakan jonjot -.
Diagnosis yang paling tepat adalah…..

© FDI2019
Keloid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah penyembuhan dengan pertumbuhan berlebihan


jaringan ikat melebihi ukuran luka
• Epidemiologi : banyak dijumpai pada ras kulit hitam
dibandingakan dengan kulit putih dan perempuan lebih
sering
• Keloid berupa lesi padat kemerahan dan menimbul
dengan permukaan licin dan berkilat. Keloid lebih banyak
tumbuh di daerah predileksi dada, punggung dan
deltoid.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Hiperpigmentasi pasca inflamasi – tidak ada riwayat
inflamasi sebelumnya
B. Hypertrophic scar – penyembuhan dengan
pertumbuhan sesuai dengan ukuran luka
C. Morbus Hansen – tidak ada keterangan dan tanda
khas MH (lesi hipoestesi)
D. Vitiligo – proses depigmentasi pada kulit
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosa yang tepat adalah……..

A. Keloid

© FDI2019
166
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang bayi perempuan, usia 0 hari, lahir melalui persalinan pervaginam, langsung
menangis, dan bergerak aktif. Dokter menemukan bahwa kulit bayi sangat putih
seperti susu, rambut halus di kulit kepala juga berwarna putih, dan iris kedua mata
berwarna biru. Di luar itu, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Orang tua dari
bayi tersebut berkulit sawo matang dengan warna rambut serta iris hitam. Namun,
adik laki-laki dari ibu bayi mengalami kondisi serupa seperti pasien. Apakah kondisi
paling mungkin yang dialami bayi tersebut?
A. Vitiligo
B. Hipopigmentasi pasca inflamasi
C. Sindrom alezandrini
D. Albinisme ocular
E. Albinisme oculocutan

© FDI2019
Albinisme Oculocutan
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• kulit bayi sangat putih seperti susu, rambut halus di kulit
kepala juga berwarna putih, dan iris kedua mata
berwarna biru.
Kondisi paling tepat adalah…..

© FDI2019
Albinisme Okulokutanea
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah hipopigmentasi pada kulit, rambut, dan mata.


Ada 4 kelainan autosomal resesif yang mencakup
kelainan ini.
• Terdapat pada semua ras dengan prevalensi berbeda
• Adanya pengurangan pigmen yang nyata pada kulit,
rambut dan mata. Penderita mengalami fotofobia dan
mempunyai ekspresi wajah yang khas karena silau. Dapat
timbul kerusakan karena sinar matahari.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Vitiligo – proses depigmentasi pada kulit
B. Hipopigmentasi pasca inflamasi – ada riwayat
inflamasi sebelumnya
C. Sindrom alezandrini – sindrom ini ditandai dengan
adanya retinitis degenerative yang unilateral, diikuti
vitiligo yang unilateral pada wajah dan poliosis
unilateral pada sisi yang sama. Kadang kadang disetai
tuli.
D. Albinisme ocular – bila hanya mengenai mata saja
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, kondisi yang paling tepat adalah……..

E. Albinisme okulokutanea

© FDI2019
167
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki, 28 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan muncul lenting


dalam jumlah banyak pada alat kelaminnya. Pasien memiliki riwayat berhubungan
dengan PSK seminggu yang lalu tanpa menggunakan kondom. Pasien merasa
demam dan tidak enak badan. Status dermatologi: vesikel multiple berkelompok di
atas dasar eritematosa pada batang dan glans penis dan didapatkan erosi.
Apakah pengobatan yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
a. Acyclovir 5x400 mg 5 hari
b. Acyclovir 5x200 mg 7 hari
c. Acyclovir 5x800 mg 3 hari
d. Acyclovir 3x400 mg 5 hari
e. Acyclovir 3x800 mg 3 hari

© FDI2019
B. Acyclovir 5x200 mg 7 hari
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• lenting dalam jumlah banyak pada alat kelaminnya.
• merasa demam dan tidak enak badan
• vesikel multiple berkelompok di atas dasar eritematosa
pada batang dan glans penis dan didapatkan erosi.
Pengobatan yang paling tepat adalah…..

© FDI2019
Herpes Simpleks
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus Herpes


simpleks tipe 1 atau tipe 2, dan bersifat rekuren.
• Klinis : vesikel/ erosi/ ulkus dangkal berkelompok dengan
dasar eritematous disertai rasa nyeri. Dapat disertai
keluhan sistemik yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot,
nyeri dan pembengkakan kelenjar getah bening.
• Terapi herpes genitalis episode pertama lesi primer
1. Asiklovir 5x200 mg/ hari selama 7-10 hari atau asiklovir
3x400mg/hari selama 7-10 hari
2. Valasiklovir 1x500-1000mg/hari selama 7-10 hari
3. Famsiklovir 3x250 mg/hari selama 7-10 hari

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Acyclovir 5x400 mg 5 hari – tidak tepat
C. Acyclovir 5x800 mg 3 hari – tidak tepat
D. Acyclovir 3x400 mg 5 hari – pengobatan selama 5 hari
untuk herpes rekuren
E. Acyclovir 3x800 mg 3 hari – tidak tepat
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, pengobatan yang paling tepat


adalah……..

B. Acyclovir 5x200 mg 7 hari

© FDI2019
168
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki usia 5 tahun datang diantar orang tuanya dengan keluhan
muncul benjolan di daerah bokong disertai demam sejak 3 hari ini. Hasil
pemeriksaan status lokalis dijumpai nodul ukuran 3 cm hiperemis, hangat pada
perabaan, tampak puctate pustul sebanyak 5 buah di atasnya. Apakah hasil
pemeriksaan yang didapat pada pasien ini?
A. Bakteri streptococcus gram – berwarna biru
B. Bakteri staphylococcus gram + berwarna merah
C. Bakteri staphylococcus gram – berwarna biru
D. Bakteri streptococcus gram + berwarna biru
E. Bakteri staphylococcus gram + berwarna biru

© FDI2019
E. Bakteri staphylococcus gram +
berwarna biru
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• benjolan di daerah bokong disertai demam sejak 3 hari ini
• nodul ukuran 3 cm hiperemis, hangat pada perabaan,
tampak puctate pustul sebanyak 5 buah di atasnya
Hasil pemeriksaan yang didapatkan adalah…..

© FDI2019
Karbunkel
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Merupakan infeksi pada folikel rambut dan jaringan


sekitarnya yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus,
bakteri gram positif berwarna biru/ungu.
• Predileksi: daerah berambut yang sering mengalami
gesekan, oklusif, berkeringat, misalnya leher, wajah, aksila,
dan bokong
• Karbunkel timbul bila yang terkena beberapa folikel
rambut. Karbunkel lebih besar, diameter dapat mencapai
3-10cm dasar lebih dalam. Nyeri dan sering disertai gejala
konstitusi. Pecah lebih lambat, bila sembuh dapat
meninggalkan jaringan parut

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Bakteri streptococcus gram – berwarna biru –
seharusnya staphylococcus gram +
B. Bakteri staphylococcus gram + berwarna merah –
seharusnya warna biru
C. Bakteri staphylococcus gram – berwarna biru -
seharusnya gram +
D. Bakteri streptococcus gram + berwarna biru –
seharusnya staphylococcus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, hasil pemeriksaan yang paling tepat


adalah……..

E. Bakteri staphylococcus gram +


berwarna biru

© FDI2019
169
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Laki-laki 18 tahun datang dengan keluhan bercak keputihan di punggung


belakangnya sejak ± 2 minggu lalu. Keluhan disertai rasa gatal. Saat dilakukan
pemeriksaan dermatologi didapatkan makula hipopigmentasi dengan skuama
halus. Pemeriksaan KOH 10% didapatkan hifa pendek dengan spora bulat. Apa
penyebab penyakit ini?
A. Malassezia furfur
B. Candida albicans
C. Staphylococcus aureus
D. Streptococcus beta hemolitikus
E. Haemophilus ducreyi

© FDI2019
A. Malassezia Furfur
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• bercak keputihan di punggung belakangnya
• Keluhan disertai rasa gatal
• makula hipopigmentasi dengan skuama halus
• KOH 10% didapatkan hifa pendek dengan spora bulat
Penyebab pada kasus diatas adalah…..

© FDI2019
Pitiriasis Versikolor
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah infeksi kulit superficial kronik, disebabkan oleh ragi


genus Malassezia.
• Gambaran klinis : lesi PV terutama terdapat pada badan
bagian atas, leher, perut, ekstremitas sisi proksimal. Lesi
berupa macula berbatas tegas, dapat hipopigmentasi,
hiperpigmentasi dan kadang eritematosa, terdiri atas
berbagai ukuran, dan berskuama halus. Umumnya tidak
disertai gejala subyektif, hanya berupa keluhan kosmetik,
meskipun kadang ada pruritus ringan.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pemeriksaan penunjang : dengan menggunakan lampu


wood dapat memperlihatkan fluoresensi kekuningan.
Pada pemeriksaan KOH 20% terdapat gambaran berupa
hifa pendek dan sel ragi bulat, kadang oval atau dengan
sebutan spaghetti and meatballs.

© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Candida albicans – menyebabkan candidiasis
C. Staphylococcus aureus – penyebab pioderma
D. Streptococcus beta hemolitikus – penyebab pioderma
E. Haemophilus ducreyi – penyebab chancroid
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, penyebab yang paling tepat


adalah……..

A. Malassezia Furfur

© FDI2019
170
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki usia usia 5tahun datang ke puskesmas diantar ibunya
dengan keluhan terdapat luka di daerah hidung. Beberapa hari sebelumnya
pasien ada riwayat batuk pilek. Dari hasil pemeriksaan didapatkan krusta tebal
kuning seperti madu dengan erosi di bawahnya. Apakah terapi yang paling tepat
pada pasien tersebut?
A. Hydrocortisone cream 2.5%
B. Salep acyclovir 5%
C. Salep mupirocin 2%
D. Kompres Permanganas Kalikus 1/5000
E. Amoksisiln syrup

© FDI2019
D. Kompres Permanganas Kalikus
1/5000
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• luka di daerah hidung
• ada riwayat batuk pilek
• krusta tebal kuning seperti madu dengan erosi di
bawahnya
• Terapi yang tepat pada kasus diatas adalah…..

© FDI2019
Impetigo Krustosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi : Streptococcus beta haemoliticus


• Gejala klinis: tidak disertai gejala umum, hanya terdapat
pada anak. Tempat predileksi di wajah, yakni di sekitar
lubang hidung dan mulut karena dianggap sumber infeksi
dari daerah tersebut. Kelainan kulit berupa eritema dan
vesikel yang cepat memecah sehingga jika penderita
dating berobat yang terlihat ialah krusta tebal berwarna
kuning seperti madu. Jika dilepas tampak erosi
dibawahnya.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia
PERDOSKI. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Jakarta
© FDI2019
Terapi Impetigo Krustosa
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Topikal : bila banyak pus atau krusta kompres terbuka


dengan permanganas kalikus 1/5000, asam salisilat 0.1%,
rivanol 1%, larutan povidon iodine 1%, dilakukan 3 kali
sehari masing-masing ½ jam-1 jam selama keadaan akut.
Bila tidak tertutup pus atau krusta : salep/krim asam fusidat
2%, mupirocin 2% dioleskan 2-3 kali sehari selama 7-10 hari
• Sistemik (minimal selama 7 hari)
Lini pertama : kloksasilin/dikloksasilin, amoksisilin
Lini kedua : azitromisin, klindamisin, eritromisin

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Hydrocortisone cream 2.5% - bukan terapi khusus untuk
impetigo
B. Salep acyclovir 5% - terapi untuk virus
C. Salep mupirocin 2% - bukan yang pertama digunakan
E. Amoksisilin syrup – pada kasus ini belum ada indikasi
untuk diberikan terapi sistemik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, terapi yang paling tepat adalah……..

D. Kompres Permanganas Kalikus


1/5000

© FDI2019
171
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak perempuan berusia 10 tahun dibawa ayahnya ke poli kulit dengan
keluhan adanya benjolan di tungkai bawahnya. Benjolan berwarna merah, jika
pecah keluar nanah. Tidak ada keluhan demam. Dari pemeriksaan didapatkan lesi
papulo dan pustule eritema dan ditemukan rambut ditengahnya . Tidak ada
fluktuasi pada subkutan. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?
a. Impetigo krustosa
b. Impetigo Bockhart
c. Impetigo ulseratif
d. Herpes simpleks
e. Herpes zoster

© FDI2019
B. Impetigo Bockhart
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• benjolan di tungkai bawahnya
• berwarna merah, jika pecah keluar nanah
• lesi papulo dan pustule eritema dan ditemukan rambut
ditengahnya
Diagnosis yang tepat pada kasus diatas adalah…..

© FDI2019
Folikulitis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah radang pada folikel rambut yang disesabkan oleh


Staphylococcus aureus
• Terbagi menjadi dua :
a. Folikulitis superficialis (Impetigo Bockhart) : tempat
predileksi di tungkai bawah. Kelainan berupa papul
atau pustule yang eritematosa dan ditengahnya
terdapat rambut, biasanya multiple
b. Folikulitis profunda : sampai ke subkutan. Gambaran
klinis sama seperti diatas, hanya teraba infiltrate di
subkutan.
Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia © FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Impetigo krustosa – predileksi di wajah, sekitar mulut
dan hidung, khas krusta warna
seperti madu
C. Impetigo Ulseratif – predileksi di tungkai bawah, krusta
lekat warna kecoklatan, bila lepas
tampak ulkus dangkal
D. Herpes simpleks – tidak spesifik
E. Herpes Zoster – tidak spesifik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang paling tepat


adalah……..

B. Impetigo Bockhart

© FDI2019
172
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 26 tahun mengeluhkan ada benjolan membesar di tangan


kanan. Benjolan tersebut muncul setelah menjalani operasi. Benjolan tidak terasa
nyeri, tidak mudah berdarah, kadang terasa gatal. Sebelumnya pasien pernah
mengalami kecelakaan dan muncul benjolan yang sama dengan benjolan di
tangan. Hasil pemeriksaan didapatkan plak sedikit hiperpigmentasi, bentuk regular,
batasnya tidak melebihi luka bekas sayatan operasi. Apa diagnosa yang mungkin
untuk pasien tersebut?
A. Keloid
B. Hiperpigmentasi pasca inflamasi
C. Hypertrophic scar
D. Morbus Hansen
E. Vitiligo

© FDI2019
C. Hypertrophic scar
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• benjolan membesar di tangan kanan
• muncul setelah menjalani operasi
• tidak terasa nyeri, tidak mudah berdarah, kadang terasa
gatal.
• plak sedikit hiperpigmentasi, bentuk regular, batasnya
tidak melebihi luka bekas sayatan operasi
Diagnosis yang paling tepat adalah…..

© FDI2019
Hypertrophic Scar
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Adalah penyembuhan dengan pertumbuhan sesuai


dengan ukuran luka dan akan mengalami resolusi
• Epidemiologi : banyak dijumpai pada ras kulit hitam
dibandingakan dengan kulit putih dan perempuan lebih
sering
• Keloid berupa lesi padat kemerahan dan menimbul
dengan permukaan licin dan berkilat.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Keloid – penyembuhan dengan pertumbuhan
melebihi ukuran luka
B. Hiperpigmentasi pasca inflamasi – tidak ada riwayat
inflamasi sebelumnya
D. Morbus Hansen – tidak ada keterangan dan tanda
khas MH (lesi hipoestesi)
E. Vitiligo – proses depigmentasi pada kulit
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosa yang tepat adalah……..

A. Hypertrophic Scar

© FDI2019
173
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak perempuan berusia 10 tahun dibawa ayahnya ke poli kulit dengan
keluhan adanya benjolan di tungkai bawahnya. Benjolan berwarna merah, jika
pecah keluar nanah. Tidak ada keluhan demam. Dari pemeriksaan didapatkan lesi
papulo dan pustule eritema dan ditemukan rambut ditengahnya . Tidak ada
fluktuasi pada subkutan. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?
A. Impetigo krustosa
B. Impetigo Bockhart
C. Impetigo ulseratif
D. Herpes simpleks
E. Herpes zoster

© FDI2019
C. Impetigo Ulseratif/ Ektima
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• keropeng di tungkai bawah
• keropeng diangkat maka akan timbul luka disertai
dengan perdarahan
• lesi eritema, nyeri, tertutup krusta warna kecoklatan

Bakteri penyebab pada kasus diatas adalah…..

© FDI2019
Ektima/ Impetigo Ulseratif
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Ialah ulkus superficialis dengan krusta diatasnya


disebabkan oleh infeksi Streptococcus Beta hemolyticus.
• Gejala klinis: tampak sebagai krusta tebal berwarna
kuning, biasanya berlokasi di tungkai bawah, yaitu
tempat yang relative banyak mendapat trauma. Jika
krusta diangkat ternyata lekat dan tampak ulkus yang
dangkal

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Impetigo krustosa – predileksi di wajah, sekitar mulut
dan hidung, khas krusta warna
seperti madu
B. Impetigo Bockhart – adanya papul dengan rambut
ditengahnya
D. Herpes simpleks – tidak spesifik
E. Herpes Zoster – tidak spesifik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosa yang paling tepat


adalah……..

C. Impetigo Ulseratif

© FDI2019
174
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki datang ke puskesmas dengan keluhan adanya keropeng di


tungkai bawah kanan dan kiri sejak 3 hari yang lalu. Bila keropeng diangkat maka
akan timbul luka disertai dengan perdarahan. Pada pemeriksaan dermatologis
terdapat lesi eritema, nyeri, tertutup krusta warna kecoklatan. Apakah bakteri
penyebab pada kasus diatas?
a. Streptococcus beta haemolyticus
b. Staphylococcus aureus
c. Haemophilus ducreyi
d. N. gonorrhea
e. Candidiasis

© FDI2019
A. Streptococcus beta haemolyticus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• keropeng di tungkai bawah
• keropeng diangkat maka akan timbul luka disertai
dengan perdarahan
• lesi eritema, nyeri, tertutup krusta warna kecoklatan

Bakteri penyebab pada kasus diatas adalah…..

© FDI2019
Ektima
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Ialah ulkus superficialis dengan krusta diatasnya


disebabkan oleh infeksi Streptococcus Beta hemolyticus.
• Gejala klinis: tampak sebagai krusta tebal berwarna
kuning, biasanya berlokasi di tungkai bawah, yaitu
tempat yang relative banyak mendapat trauma. Jika
krusta diangkat ternyata lekat dan tampak ulkus yang
dangkal

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
B. Staphylococcus aureus – penyebab impetigo bulosa
C. Haemophilus ducreyi – penyebab ulkus mole
D. N. gonorrhea – penyebab gonorhea
E. Candidia albicans – penyebab candidiasis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, bakteri yang paling tepat adalah……..

A. Streptococcus beta haemolyticus

© FDI2019
175
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang wanita usia 45 tahun datang dengan keluhan demam dan nyeri pada
kaki kirinya sejak 6 hari yang lalu. Saat ini kaki tampak merah, teraba hangat, batas
tegas. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu. Apakah
diagnosis pasien tersebut?
a. Impetigo
b. Selulitis
c. Erisepelas
d. Buerger disease
e. Herpes

© FDI2019
C. Erisipelas
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• demam dan nyeri pada kaki kirinya
• tampak merah, teraba hangat, batas tegas
• riwayat diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu
Diagnosa yang paling tepat adalah…..

© FDI2019
Erisipelas
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Ialah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh karena


Streptococcus Beta Hemolyticus
• Gejala klinis: terdapat gejala konstitusi berupa demam,
malaise. Biasanya tempat predileksinya di tungkai bawah.
Kelainan kulit yang utama ialah eritema yang berwarna
merah cerah, berbatas tegas, dan pinggirnya meninggi
dengan tanda-tanda radang akut. Dapat disertai edema,
vesikel dan bula. Terdapat leukositosis.

Menaldi SW, Sri Linuwih, dkk. 2016. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Universitas Indonesia

© FDI2019
Jawaban lainnya…
A. Impetigo krustosa – tidak ada tanda khas impetigo
krustosa
B. Selulitis – batasnya tidak tegas
D. Buerger disease – tidak ada tanda khas buerger
(nekrosis pada ujung ujung jari, riwayat merokok)
E. Herpes – tidak spesifik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Jadi, diagnosis yang tepat adalah……..

C. Erisipelas

© FDI2019
176
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan berusia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 hari
yang lalu. Pasien mengatakan nyeri kepala dirasakan di seluruh kepala, seperti diikat, dan
tidak berdenyut, serta disertai kaku pada otot leher. Keluhan tidak disertai mual dan
muntah. Keluhan serupa pernah dirasakan beberapa kali sebelumnya dan biasanya timbul
bila pasien stress. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi
88x/menit, suhu 36,4 C, RR 18x/menit. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal.
Tatalaksana awal yang tepat untuk pasien tersebut adalah...
A. Carbamazepine
B. Amitriptilin
C. Oksigen
D. Sumatriptan
E. Parasetamol

© FDI2019
E. PARASETAMOL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Nyeri kepala sejak 1 hari yang lalu, dirasakan di seluruh
kepala, seperti diikat, dan tidak berdenyut, serta disertai
kaku pada otot leher.
• Pernah dirasakan beberapa kali sebelumnya dan
biasanya timbul bila pasien stress.
• PF: tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 88x/menit, suhu
36,4 C, RR 18x/menit.
• Pemeriksaan neurologis dalam batas normal
Tatalaksana awal yang tepat adalah...

© FDI2019
TENSION TYPE HEADACHE (TTH)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Bentuk sakit kepala yang paling sering dijumpai


• Definisi: nyeri kepala tipe tegang
• Mekanisme utama: spasme otot perikranial
• Faktor pencetus: stress
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologi

© FDI2019
• Klasifikasi:
1. TTH episodik frekuen
 bila terjadi sedikitnya
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

10 episode yang
timbul selama 1–14
hari/bulan selama
paling tidak 3 bulan
(12– 180 hari/tahun)

2. TTH kronis
 nyeri kepala timbul >
15 hari per bulan,
berlangsung > 3 bulan
(≥180 hari/tahun)

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologi

© FDI2019
Anamnesis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Anamnesis:
 Nyeri kepala bilateral, seperti ditekan atau diikat, tidak
berdenyut, timbul sesaat atau terus menerus.
 Durasi: 30 menit hingga 1 minggu.
 Nyeri tidak bertambah berat pada aktivitas fisik rutin
 Mual dan muntah (-)
• PF: dalam batas normal
• PP: -
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologi

© FDI2019
Terapi
• Terapi non farmakologis:
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

 Kontrol diet
 Terapi fisik
 latihan postur dan posisi.
 massage, ultrasound, manual terapi, kompres panas/dingin.
 akupuntur TENS (transcutaneus electrical stimulation).
 Hindari pemakaian harian obat analgetik, sedatif dan
ergotamin
 Perubahan gaya hidup
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologi

© FDI2019
Terapi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Terapi farmakologis:
Serangan Akut Serangan Kronis
(tidak boleh lebih dari 2 hari/minggu)
• Analgesik • Antidepresan
1. Aspirin 1000 mg/hari,  Jenis trisiklik: amitriptilin
2. Asetaminofen 1000 mg/hari, • Anti ansietas
3. NSAIDs (Naproxen 660-750 mg/hari, Ketoprofen
25-50 mg/hari, asam mefenamat, ibuprofen 800
mg/hari, diklofenak 50-100 mg/hari).
4. Kafein (analgetik ajuvan) 65 mg.
5. Kombinasi: 325 aspirin, asetaminofen + 40 mg
kafein.

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Carbamazepine  terapi trigeminal neuralgia


B. Amitriptilin  terapi profilaksis
C. Oksigen  terapi abortif cluster
D. Sumatriptan  terapi abortif migrain

© FDI2019
177
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan kaki dan tangan kanan
lemas sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai nyeri kepala yang sangat hebat, bibir merot,
dan bicara pelo. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg, nadi
100x/menit, suhu 36,6 C, RR 20x/menit. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan kaku kuduk
(+). Dari hasil pemeriksaan CT Scan didapatkan gambaran hiperdens berbentuk seperti
bintang. Diagnosis yang tepat adalah...
A. Stroke iskemik
B. Stroke infark
C. Subdural hemorrhage
D. Epidural hemorrhage
E. Subarachnoid hemorrhage

© FDI2019
E. SUBARACHNOID HEMORRHAGE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Kaki dan tangan kanan lemas sejak 1 jam yang lalu.
• Nyeri kepala yang sangat hebat, bibir merot, dan bicara
pelo.
• PF: tekanan darah 150/100 mmHg, nadi 100x/menit, suhu
36,6 C, RR 20x/menit.
• Pemeriksaan neurologis: kaku kuduk (+).
• CT Scan: gambaran hiperdens berbentuk seperti bintang
Diagnosis yang tepat adalah...
© FDI2019
STROKE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Definisi: defisit neurologis fokal yang terjadi mendadak,


berlangsung > 24 jam dan disebabkan oleh faktor vaskuler.
• Klasifikasi:
1. Stroke hemoragik
 sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran,
tekanan darah tinggi (+)
2. Stroke iskemik
 sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran,
tekanan darah tinggi (-)
Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I
© FDI2019
Klasifikasi Stroke
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Stroke Iskemik Stroke Hemoragik


• Transient Ischemic Attack (TIA) • Perdarahan intraserebral
• Reversible Ischemic Neurological • Perdarahan subarachnoid
Deficite (RIND)
• Stroke in evolution
• Stroke in resolution
• Completed stroke
Sumber: Dewanto, G. et al. 2009. Panduan Praktik Diagnosis & Tatalaksana Penyakit Saraf, Cetakan I. Jakarta: EGC

© FDI2019
Iskemik vs Hemoragik
(Siriraj Score Stroke)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

= (2,5 x derajat kesadaran) + (2 x muntah) + (2 x nyeri kepala) + (0,1 x tekanan diastolik) –


(3 x penanda ateroma) – 12

Keterangan:
Derajat kesadaran  0 = komposmentis; 1 = somnolen; 2 = sopor/koma
Muntah  0 = tidak ada; 1 = ada
Nyeri kepala  0 = tidak ada; 1 = ada
Ateroma  0 = tidak ada; 1 = salah satu atau lebih (DM, angina, penyakit
pembuluh darah)

Hasil:
• Skor > 1 : sroke perdarahan
• Skro < 1 : stroke iskemik

Sumber: Dewanto, G. et al. 2009. Panduan Praktik Diagnosis & Tatalaksana Penyakit Saraf, Cetakan I. Jakarta: EGC
© FDI2019
SUBARACHNOID HEMORRGAHE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Etiologi:
- Trauma
- Pecahnya aneurisma
- AVM

© FDI2019
BERRY ANEURISMA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Pecahnya aneurisma  dipicu oleh tekanan

© FDI2019
Diagnosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Anamnesis:
1. Gejala prodomal:
 Gejala peningkatan tekanan intrakranial
 sakit kepala hebat, muntah-muntah, sampai kesadaran menurun.
 Gejala rangsang meningeal
 sakit kepala hebat, kaku leher, silau, sampai kesadaran menurun
2. Gejala khusus:
 Manifestasi peningkatan tekanan intrakranial karena edema
serebri, hidrosefalus dan terjadinya perdarahan berulang
 Defisit neurologis fokal
 Manifestasi stroke iskemik karena vasospasme bergantung
kepada komplikasinya
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic
© FDI2019
Diagnosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• PF:
 Tanda Rangsang Meningeal / Kaku Kuduk
 Nyeri kepala
 Kelumpuhan saraf kranial
 Kelemahan motorik
 Defisit sensorik
 Gangguan otonom
 Gangguan neurobehavior

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic
© FDI2019
Diagnosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• PP:
 CT-Scan non kontras  lesi hiperdens di sisterna basalis 
gambaran seperti bintang/jala/stellata

© FDI2019
Tatalaksana
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Tatalaksana Umum Tatalaksana Spesifik Tatalaksana Intervensi/


Operatif
• Stabilisasi jalan nafas dan • Manajemen hipertensi (Nicardipin, • Clipping Aneurisma
pernapasan ARB, ACE-Inhibitor, Calcium • Coiling aneurisma
• Stabilisasi hemodinamik (infus Antagonist, Beta blocker, Diuretik) • VP Shunt / external drainage, sesuai
kristaloid) • Manajemen gula darah (insulin, indikasi
• Pengendalian tekanan intrakranial anti diabetic oral)
(manitol jika diperlukan) • Pencegahan perdarahan ulang (Vit.
• Pengendalian kejang (terapi anti K, antifibrinolitik)
kejang jika diperlukan) • Pencegahan vasospasme
• Analgetik dan antipiterik (Nimodipin 60 mg PO tiap 4 jam
• Gastroprotektor, jika diperlukan selama 21 hari)
• Manajemen nutrisi • Neuroprotektor
• Pencegahan DVT dan emboli paru : • Perawatan di Unit Stroke
heparin atau LMWH • Neurorestorasi

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Stroke iskemik  penurunan kesadaran (-), nyeri


kepala (-), meningeal sign (-), lesi hipodens
B. Stroke infark  penurunan kesadaran (-), nyeri kepala
(-), meningeal sign (-), lesi hipodens
C. Subdural hemorrhage  lucid interval (-), meningeal
sign (-), lesi hiperdens berbentuk bulan
sabit/crescent/bikonkaf
D. Epidural hemorrhage  lucid interval (+), meningeal
sign (-), lesi hiperdens berbentuk bikonveks (cembung)
atau seperti lensa (lentikular/lentiformis)

© FDI2019
178
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan berusia 29 tahun datang ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak 2
hari yang lalu. Keluhan diawali dengan demam dan nyeri kepala sejak 1 bulan yang lalu.
Keluhan juga disertai batuk sejak 1 bulan yang lalu, penurunan berat badan, mual, dan
muntah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90x/menit,
suhu 38 C, RR 20x/menit. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan kaku kuduk (+). Hasil
lumbal pungsi didapatkan LCS sedikit kekuningan, sel didominasi MN, protein meningkat,
dan glukosa menurun. Diagnosis pada pasien ini adalah...
A. Meningitis bakterialis
B. Ensefalitis TB
C. Meningitis viral
D. Meningoensefalitis TB
E. Meningoensefalitis viral

© FDI2019
D. MENINGOENSEFALITIS TB
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Penurunan kesadaran sejak 2 hari yang lalu, diawali dengan
demam dan nyeri kepala sejak 1 bulan yang lalu.
• Batuk sejak 1 bulan yang lalu, penurunan berat badan, mual,
dan muntah.
• PF: tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90x/menit, suhu 38 C, RR
20x/menit.
• Pemeriksaan neurologis: kaku kuduk (+).
• Lumbal pungsi: LCS sedikit kekuningan, sel didominasi MN,
protein meningkat, dan glukosa menurun.
Diagnosis yang tepat adalah...
© FDI2019
MENINGITIS vs ENSEFALITIS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

MENINGITIS ENSEFALITIS
• TRIAS meningitis: • Penurunan kesadaran (+)
 Demam • Kejang
 Nyeri kepala hebat • Gejala neurologis fokal (paresis nervus kranialis,
 Meningeal sign (+) afasia, dll)
• Penurunan kesadaran (-)

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic

© FDI2019
Analisa CSF dari LP
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Meningitis bakterialis  meningeal sign (+), penurunan


kesadaran (-), CSF keruh, sel didominasi PMN, protein
meningkat, glukosa menurun
B. Ensefalitis TB  riwayat batuk lama, penurunan
kesadaran (+)
C. Meningitis viral  meningeal sign (+), penurunan
kesadaran (-), CSF jernih, sel didominasi MN, protein
meningkat, glukosa normal
E. Meningoensefalitis viral  meningeal sign (+),
penurunan kesadaran (+), CSF jernih, sel didominasi
MN, protein meningkat, glukosa normal

© FDI2019
179
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri di wajah
kanan sejak 3 hari yang lalu. Pasien mengatakan keluhan terasa semakin memberat
terutama ketika menggosok gigi, makan, dan menyentuh wajahnya. Pemeriksaan fisik dan
neurologis dalam batas normal. Tatalaksana farmakologis yang paling tepat adalah,,,
A. Ibuprofen 3 x 400 mg PO
B. Parasetamol 3 x 500 mg PO
C. Gabapentin 3 x 300 mg PO
D. Karbamazepin 3 x 300 mg PO
E. Karbamazepin 2 x 100 mg PO

© FDI2019
E. KARBAMAZEPIN 2 x 100 MG PO
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Nyeri di wajah kanan sejak 3 hari yang lalu.
• Keluhan terasa semakin memberat terutama ketika
menggosok gigi, makan, dan menyentuh wajahnya.
Tatalaksana farmakologis yang paling tepat adalah,,,

© FDI2019
TRIGEMINAL NEURALGIA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Rasa nyeri tajam di daerah persarafan n. Trigeminus (N. V), dapat


merupakan suatu kondisi idiopatik maupun simtomatik.
• Gejala dan tanda:
 Serangan nyeri paroksismal berlangsung beberapa detik sampai
< 2 menit.
 Nyeri dirasakan sepanjang inervasi satu atau lebih cabang n V
 Awitan nyeri yang tiba-tiba, berat, tajam seperti ditikam, panas
atau kesetrum dan superfisial.
 Alodinia (rangsangan antara lain: menggosok gigi, makan ,
mengunyah, mencukur, atau mencuci wajah dan tiupan angin,
bicara)
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic
© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Kriteria Diagnosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

1. Serangan nyeri paroksismal yang bertahan selama beberapa


detik sampai 2 menit, mengenai satu atau lebih daerah
persarafan cabang saraf trigeminal
2. Nyeri harus memenuhi satu dari dua kriteria berikut:
a. Intensitas tinggi, tajam, terasa di permukaan, atau seperti ditusuk-tusuk
b. Berawal dari trigger zone atau karena sentuhan pemicu
3. Pola serangan sama terus
4. Defisit neurologis (-)
5. Penyakit terkait lain (-)

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic
© FDI2019
Tatalaksana
Non-Invasif Minimal Invasif
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Non Farmakologis Farmakologis (atas indikasi)


• Rehabilitasi medik Antikonvulsan: • Ganglion Gasserian
• Karbamazepine (lini pertama) Radiofrekuensi Ablasi
 Dosis inisial: 200 mg/hari terbagi dalam 1 – 2 dosis • Glycerol rhizolisis
 Dosis maintenance: 400 – 1200 mg/hari terbagi
dalam 2 dosis
• Oxkarbazepine 600-3000 mg/hari yang secara
bertahap ditingkatkan untuk mengontrol rasa sakitnya.
• Gabapentine 300-3600 mg/hari dan ditambah hingga
dosis maksimal.
• Phenitoin 100-200 mg / hari
• Phenobarbital 50-100 mg / hari
• Clobazam 10 mg / hari
• Topiramate 100 – 400 mg / hari
• Pregabaline 50-75 mg / hari
• Mecobalamine 500 – 1000 mcg/hari
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Ibuprofen 3 x 400 mg PO  TTH


B. Parasetamol 3 x 500 mg PO  demam
C. Gabapentin 2 x 100 mg PO  dosis: 3 x 300 mg,
digunakan terutama untuk neuralgia post
herpetik
D. Karbamazepin 3 x 300 mg PO  dosis: 2 x 100
mg

© FDI2019
180
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang ke IGD dengan keluhan bicara pelo sejak pagi
hari setelah bangun tidur. Keluhan ini menghilang dalam waktu 8 jam. Pasien mempunyai
riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah
160/100 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36 C, RR 18x/menit. Pemeriksaan neurologis dalam
batas normal. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...
A. Stroke hemorrhagic
B. Stroke emboli
C. Transient ischemic attack
D. Reversible ischemic neurological deficite
E. Stroke in evolution

© FDI2019
C. TRANSIENT ISCHEMIC ATTACK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Bicara pelo sejak pagi hari setelah bangun tidur,
menghilang dalam waktu 8 jam.
• Riwayat hipertensi dan diabetes melitus (+).
• PF: tekanan darah 160/100 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36
C, RR 18x/menit.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...

© FDI2019
STROKE ISKEMIK
(berdasarkan waktunya)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Transient Ischemic Attack (TIA) timbul secara akut dan menghilang tanpa sisa (sembuh SEMPURNA) dengan
cepat dalam waktu < 24 jam
Reversible Ischemic Neurological berlangsung > 24 jam dan menghilang tanpa sisa dalam waktu < 2 minggu
Deficite (RIND)
Stroke in Evolution stroke yang berlangsung progresif dan mencapai maksimal dalam beberapa
jam sampai hari
Stroke in Resolution stroke yang memperlihatkan perbaikan dan mencapai maksimal dalam
beberapa jam sampai hari
Completed Stroke menetap dan tidak dapat sembuh
Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Stroke hemorrhagic
B. Stroke emboli
D. Reversible ischemic neurological deficite
E. Stroke in evolution

© FDI2019
181
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik RS diantar oleh kedua orang
tuanya dengan keluhan sering mengalami pandangan kosong dan bengong sejak 1 tahun
yang lalu. Keluhan terjadi selama 10 detik dan dapat berulang hingga 10 kali sehari. Keluhan
terjadi mendadak, kmeudian pasien normal kembali. Pemeriksaan fisik dan status neurologis
dalam batas normal. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...
A. Status epileptikus
B. Kejang demam sederhana
C. Epilepsi dengan tipe kejang parsial sederhana
D. Epilepsi dengan tipe kejang umum absans
E. Epilepsi dengan tipe kejang umum tonik

© FDI2019
D. EPILEPSI DENGAN TIPE KEJANG
UMUM ABSANS
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Anak laki-laki berusia 10 tahun
• Sering mengalami pandangan kosong dan bengong sejak
1 tahun yang lalu, terjadi selama 10 detik dan dapat
berulang hingga 10 kali sehari.
• Keluhan terjadi mendadak, kmeudian pasien normal
kembali.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...

© FDI2019
EPILEPSI
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Epilepsi
 ditandai oleh bangkitan epilepsi berulang berselang >
24 jam, timbul tanpa provokasi

• Bangkitan epilepsi
 manifestasi klinis yang disebabkan oleh aktivitas listrik
yang abnormal

• PP: EEG
Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
Jenis-Jenis Kejang
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Kejang Fokal/ Parsial Kejang Umum/ Generalized


• Sederhana: kesadaran tidak terganggu • Absans/petit mal: pasien menjadi bengong, dapat
• Kompleks: kesadaran terganggu, pasien tidak ingat disertai automatisme
saat kejang • Mioklonik: gerakan motorik singkat, jerking, < 1
• Umum-sekunder: awalnya kejang fokal kompleks, detik
lalu menjadi kejang umum tonik-klonik • Klonik: pergerakan motorik - ritmik
• Tonik: tonus otot meningkat, tubuh jadi kaku
• Tonik-klonik: campuran tonik dan klonik
• Atonik: tonus otot hilang, tiba-tiba jatuh

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2014. Pedoman Tatalaksana Epilepsi, Edisi Kelima
© FDI2019
Tatalaksana
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• OAE diberikan bila:


a. Dx epilepsi sudah tegak
b. Pastikan faktor pencerus dapat dihindari (alkohol, stress,
kurang tidur, dan lain-lain)
c. Terdapat minimum 2 bangkitan dalam setahun
d. Pasien dan keluarga sudah menerima penjelasan terhadap
tujuan pengobatan
e. Pasien dan keluarga telah diberitahu kemungkinan efek
samping yang timbul dari OAE
• Terapi dimulai dengan monoterapi menggunakan OAE pilihan
sesuai dengan jenis bangkitan
Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan © FDI2019
Kesehatan Primer, Edisi I
Obat Anti Epilepsi
(OAE)
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Ginsberg, L. 2007. Lecture Notes: Neurologi, Edisi Kedelapan © FDI2019


FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2016. Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus © FDI2019
Status Epileptikus
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• bangkitan yang berlangsung lebih dari 30 menit, atau


• adanya dua bangkitan atau lebih dan di antara bangkitan-
bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan kesadaran

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2014. Pedoman Tatalaksana Epilepsi, Edisi Kelima
© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Status epileptikus  berlangsung > 30 menit, adanya


dua bangkitan atau lebih dan di antara bangkitan-
bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan kesadaran
B. Kejang demam sederhana  provokasi (+)
C. Epilepsi dengan tipe kejang parsial sederhana 
kesadaran tidak terganggu, kejangnya parsial
E. Epilepsi dengan tipe kejang umum tonik  tonus otot
meningkat, tubuh jadi kaku

© FDI2019
182
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan pusing berputar
sejak tadi pagi, setelah bangun tidur. Pasien mengatakan keluhan juga disertai mual,
muntah, dan keringat dingin. Pada pemeriksaan head roll test ke kiri, muncul nistagmus
horizontal sekitar 10 detik. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...
A. Vertigo servikal
B. Vertigo paroksismal laten
C. BPPV
D. Hipotensi ortostatik
E. Meniere’s disease

© FDI2019
C. BPPV
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Pusing berputar sejak tadi pagi, setelah bangun tidur,
disertai mual, muntah, dan keringat dingin.
• Pemeriksaan head roll test ke kiri: nistagmus horizontal
sekitar 10 detik.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...

© FDI2019
VERTIGO
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Definisi: persepsi yang salah dari gerakan seseorang atau


lingkungan sekitarnya. Persepsi gerakan bisa berupa:
1. Vertigo vestibular adalah rasa berputar yang timbul pada
gangguan vestibular.
2. Vertigo non vestibular adalah rasa goyang, melayang,
mengambang yang timbul pada gangguan sistem
proprioseptif atau sistem visual

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
VERTIGO VESTIBULAR VERTIGO NON VESTIBULAR
Perifer Sentral
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

 Terjadi pada lesi di  Timbul pada lesi di  Etiologi:


labirin dan nervus nukleus vestibularis • Polineuropati
vestibularis batang otak, thalamus • Mielopati
sampai ke korteks • Trauma leher
serebri • Hipotensi ortostatik
 Etiologi:  Etiologi: • Tension headache
• Benign Paroxismal • Migren • Penyakit sistemik
Positional Vertigo • Epilepsi
(BPPV) • Degenerasi
• Meniere’s Disease • Tumor
• Neuritis Vestibularis
• Labirinitis

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
Vertigo Vestibular vs Vertigo Non
Vestibular
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
Vertigo Perifer vs Vertigo Sentral
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
Pemeriksaan Fisik
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

•Tes nistagmus
– Vertigo vestibular sentral: vertikal, torsional
– Vertigo vestibular perifer: horizontal, rotatoar (kelainan di kanal posterior)
•Tes past pointing
– Kelainan di vestibuler: deviasi ke arah lesi
– Kelainan serebelum: hipermetri atau hipometri
•Tes rhomberg dipertajam
– Kelainan serebelum: saat mata terbuka pasien sudah jatuh
– Kelainan di vestibuler atau propioseptif: jatuh
•Tes jalan tandem
– Kelainan di vestibuler: pasien deviasi
– Kelainan serebelum: pasien jatuh

© FDI2019
Tatalaksana
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

1. Antihistamin
• Dimenhidrinat: 25-50 mg, 4 kali sehari PO
• Difenhidramin HCL: 25-50 mg, 4 kali sehari PO
• Senyawa betahistn (analog histamin)
 Betahistin Mesylate: 12 mg, 3 kali sehari PO
 Betahistin HCL: 8-24 mg, 3 kali sehari PO
2. Kalsium antagonis
• Cinnarizine: 15-30 mg, 3 kali sehari PO atau 1 x 75 mg
sehari PO
Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
BPPV
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Definisi: gangguan klinis yang sering terjadi dengan


karakteristik serangan vertigo di perifer, berulang dan
singkat, sering berkaitan dengan perubahan posisi kepala
dari tidur, melihat ke atas, kemudian memutar kepala.

• Gambaran klinis: vertigo timbul mendadak pada


perubahan posisi

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
BPPV
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Diagnosis = Dix-Hallpike, head roll test

• Terapi
– Manuver Epley  saat pasien datang pertama dan
menjadi “first choice”.
– Manuver Semont/ Brand Darrof  jika masih ada gejala
sisa dari Epley, dapat dilakukan sendiri oleh pasien di
rumah

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Dix-Hallpike

© FDI2019
Epley Manuver Semont/Brandt-
Darrof
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Vertigo servikal: vertigo yang timbul pasca


adanya cedera servikal.
B. Vertigo posisional paroksismal laten: tidak ada
D. Hipotensi ortotstatik: hipotensi akibat perubahan
dari posisi duduk ke berdiri yang tiba-tiba
E. Meniere’s disease: pendengaran menurun,
tinitus, vertigo, telinga terasa penuh atau tidak
nyaman

© FDI2019
183
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang pasien laki-laki berusia 55 tahun datang ke poliklinik RS diantar oleh keluarganya
dengan keluhan gangguan bicara. Pasien mengerti isi pembicaraan tetapi tidak bisa
mengeluarkan kata-kata. Selain itu, pasien mampu mengulang kata sesuai perintah seperti
menyebut ulang kata “meja”. Pasien mempunyai riwayat stroke 1 tahun yang lalu dengan
kelemahan anggota gerak kanan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/80
mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36 C, RR 20x/menit. Diagnosis yang tepat pada pasien ini
adalah...
A. Afasia global
B. Afasia wernicke
C. Afasia motorik
D. Afasia trasnkortikal motorik
E. Afasia trasnkortikal sensorik

© FDI2019
D. AFASIA TRANSKORTIKAL MOTORIK
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Gangguan bicara.
• Mengerti isi pembicaraan, tidak bisa mengeluarkan kata-
kata, mampu mengulang kata.
• Riwayat stroke 1 tahun yang lalu dengan kelemahan
anggota gerak kanan.
• PF: tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36 C,
RR 20x/menit.
Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah...
© FDI2019
AFASIA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Afasia : tidak dapat berbicara.


• Klasifikasi:
– Afasia sensorik  dia bisa bicara dengan lancar tapi tidak
dapat mengerti dan tidak dapat mengulang pembicaraan
(motorik saja yang bisa)
– Afasia motorik  dia tidak bisa bicara dengan lancar dan
tidak dapat mengulang, tetapi dapat mengerti (sensorik
saja yang bisa)
– Afasia transkortikal  jika diantara keduanya di atas masih
bisa mengulang

Sumber: Weiner, H.L., Levitt, L.P. 2001. Buku Saku Neurologi, Edisi Kelima
© FDI2019
LOKASI AFASIA WERNICKE DAN BROCA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Broca (B): mengatur proses


bicara (Motorik)
• Wernicke: mengatur proses
pemahaman pembicaraan
(Sensorik)

© FDI2019
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

© FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Afasia global  tidak dapat berbicara dengan lancar,


tidak dapat mengerti, dan tidak dapat mengulang
pembicaraan
B. Afasia Wernicke (afasia sensorik)  dapat bicara
dengan lancar tetapi tidak dapat mengerti dan tidak
dapat mengulang pembicaraan
C. Afasia motoric  tidak dapat bicara dengan lancar
dan tidak dapat mengulang, tetapi dapat mengerti
E. Afasia trasnkortikal sensorik  dapat berbicara dengan
lancar dan dapat mengulang pembicaraan, tetapi
tidak dapat mengerti

© FDI2019
184
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang diantar keluarganya dengan keluhan sering lupa
makan, sering minta makan pada anaknya, padahal pasien sudah makan. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36,5 C, RR
20x/menit. Dari hasil tes MMSE, diketahui score MMSE pasien adalah 22. Kategori demensia
pada pasien tersebut adalah...
A. Dementia vaskular
B. Mild dementia
C. Moderate dementia
D. Severe dementia
E. Moderate – severe dementia

© FDI2019
B. MILD DEMENTIA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Seorang laki-laki berusia 70 tahun sering lupa makan, sering
minta makan pada anaknya, padahal pasien sudah
makan.
• PF: tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36,5
C, RR 20x/menit.
• Score MMSE pasien = 22.
Kategori demensia pada pasien tersebut adalah...

© FDI2019
DEMENSIA
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Definisi: sindrom aibat penyakit otak yang bersifat kronik


progresif, ditandai dengan kemunduran fungsi kognitif
multiple, termasuk daya ingat (memori), daya pikir, daya
tangkap (komprehensi), kemampuan belajar, orientasi,
kalkulasi, visuospasial, bahasa, dan daya nilai.

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
Kriteria Diagnosis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

1. Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir


yang sampai mengganggu kegiatan sehari-hari
2. Tidak ada gangguan kesadaran
3. Gejala dan disabilitas sudah nyata untuk paling sedikit
enam bulan

Sumber: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. 2017. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Edisi I © FDI2019
Klasifikasi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Demensia Alzheimer Demensia yang berhubungan dengan proses


penuaan
Demensia Vaskular Akibat kelainan vaskular: aterosklerosis, stroke,
hipertensi
Demensia Lewy Body Demensia idiopatik yang progresif
Biasanya ada gangguan motorik dan halusinasi
visual
Histologi: Badan Lewi
Demensia Frontotemporal/ Mengenai lobus frontal dan temporal
Pick’s Disease Gangguan memori, perilaku, bicara

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2015. Panduan Praktik Klinik: Diagnosis
dan Penatalaksanaan Demensia © FDI2019
• PP:
Untuk pemantauan progresitas dan derajat keparahan demensia
 Mini Mental State Examination (MMSE)
 Clinical Dementia Rating (CDR)
 Global Deterioration Scale
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Untuk mendeteksi adanya gejala non kognisi


 Geriatric Depression Scale (GDS)
 Neuropsychiatric Inventory (NPI)
Pemeriksaan Laboratorium untuk komorbiditas
 Tes hematologi rutin (Hb, Hematokrit, Leukosit, Trombosit, Hitung jenis, LED)
 Tes biokimia meliputi elektrolit, glukosa, fungsi renal dan hepar
 Tes fungsi tiroid
 Kadar serum vitamin B12
Neuroimaging
 Structural Imaging: CT Scan dan MRI
 Functional Imaging: MRS, PET, dan SPECT
 Pemeriksaan tambahan
 Pemeriksaan EEG, cairan otak, tes TPHA/VDRL, HIV atas indikasi klinis

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic © FDI2019
MMSE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Derajat gangguan kognisi berdasarkan MMSE:

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2015. Panduan Praktik Klinik: Diagnosis
dan Penatalaksanaan Demensia © FDI2019
Tatalaksana
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Penyekat Kolinesterase
 Donepezil. Dosis awal 1x 2,5 - 5 mg, naikkan setiap 4-8
minggu sampai mencapai 1x 10 mg
 Rivastigmin patch. Dosis awal patch 4,6 mg/24jam naikkan
hingga 9,5 mg/24jam setelah 4 minggu
 Galantamin. Dosis awal 2x4 mg, naikkan setelah 4 minggu
2x8 mg tablet atau 1x16 mg PR capsul

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic © FDI2019
Jawaban lainnya…
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

A. Dementia vaskular  akibat kelainan vaskular


C. Moderate dementia  MMSE 15-20
D. Severe dementia  MMSE 0-9
E. Moderate – severe dementia  MMSE 10-14

© FDI2019
185
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

PLATFORM TRY OUT UKMPPD ONLINE TERBAIK DAN TERMURAH DI


INDONESIA
SOAL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Seorang perempuan berusia 28 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat sejak 2 jam yang
lalu. Pasien mengatakan nyeri dirasakan di sekitar mata kanan, nyeri seperti dibor, dan tidak
berdenyut. Keluhan disertai mata merah, sering mengeluarkan air mata, dan pilek. Pasien
mengatakan dalam sehari keluhan berulang hingga 4 kali sehari. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36,4 C, RR 18x/menit.
Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Terapi profilaksis yang tepat untuk pasien
tersebut adalah...
A. Carbamazepine
B. Amitriptilin
C. Oksigen 100%
D. Verapamil
E. Ibuprofen

© FDI2019
D. VERAPAMIL
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Keyword:
• Nyeri hebat sejak 2 jam yang lalu.
• Nyeri dirasakan di sekitar mata kanan, nyeri seperti dibor,
dan tidak berdenyut, serta mata merah, sering
mengeluarkan air mata dan pilek.
• Pasien mengatakan dalam sehari keluhan berulang hingga
4 kali sehari.
Terapi profilaksis yang tepat untuk pasien tersebut adalah...

© FDI2019
CLUSTER TYPE HEADACHE
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Kriteria Diagnosis:
a. Sekurang-kurangnya terdapat 5 serangan yang memenuhi
kriteria b-d.
b. Nyeri hebat pada daerah orbita, supraorbita dan/atau temporal
yang berlangsung antara 15-180 menit jika tidak ditangani.
c. Nyeri kepala disertai setidaknya satu gejala berikut:
• injeksi konjungtiva dan/atau lakrimasi pada mata ipsilateral, kongesti
nasal dan/atau rhinorrhea ipsilateral, edema palpebra ipsilateral,
berkeringat pada daerah dahi dan wajah ipsilateral, miosis dan/atau
ptosis ipsilateral, gelisah atau agitasi, frekuensi serangan 1-8 kali/hari
d. Tidak berhubungan dengan kelainan lain

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic © FDI2019
Klasifikasi
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

Nyeri Kepala Kluster Episodik Nyeri Kepala Kluster Kronis


1. Serangan-serangan yang memenuhi kriteria A-D 1. Serangan-serangan yang memenuhi kriteria A-D
untuk nyeri kepala kluster. untuk nyeri kepala kluster.
2. Paling sedikit dua periode kluster yang berlangsung 2. Serangan berulang lebih dari 1 tahun tanpa periode
7–365 hari dan dipisahkan oleh periode remisi remisi atau dengan periode remisi yang berlangsung
bebas nyeri > 1 bulan. kurang dari 1 bulan.

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). 2016. Panduan Praktik Klinis Neurologic © FDI2019
Tatalaksana
Serangan Akut Profilaksis
FUTUREDOCTORINDONESIA.COM

• Inhalasi oksigen (masker muka): oksigen 100% 7 • Verapamil (pilihan pertama) 120–160 mg t.i.d-q.i.d,
liter/menit selama 15 menit. selain itu bisa juga dengan Nimodipin 240 mg/hari atau
• Dihidroergotamin (DHE ) 0,5–1,5 mg i.v. akan Nifedipin 40-120 mg/hari.
mengurangi nyeri dalam 10 menit; pemberian i.m. dan • Steroid (80–90% efektif untuk prevensi serangan), tidak