Anda di halaman 1dari 3

Contoh implementasi forward chaining dan backward chaining dalam kehidupan sehari-hari

-FOWARD CHAINING

Metode Forward Chaining adalah metode pencarian atau teknik pelacakan ke depan yang dimulai
dengan informasi yang ada dan penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan.
(Russel S,Norvig P, 2003). Dalam kehidupan sehari-hari kita ada beberapa contoh gejala penyakit yang
hampir mirip, sebagai contoh influenza, tipus, dan maag. Untuk dapat melakukan diagnosis dengan
benar, terlebih dahulu kita harus mengetahui gejala-gejala dari penyakit tersebut. Beberapa gejala yang
mungkin timbul dari ketiga jenis penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kepala terasa pusing;

2. Suhu badan tinggi;

3. Batuk dan pilek;

4. Badan terasa lemas;

5. Demam lebih dari tiga hari;

6. Hasil cek darah menunjukkan positif salmonella paratipii

7. Nyeri di bagian ulu hati;

8. Nyeri pada lambung.

Dan penyakitnya :

1a.influenza

2a.tipus

3a.maag

Sedangkan obat yang disarankan sebagai solusi untuk mengobati penyakit tersebut meliputi:

a. Paracetamol;

b. Antibiotik;

c. Multivitamin;

d. Obat Pereda mual;

e. CTM (obat tidur).


Dari gejala-gejala tersebut kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

- Jika gejala yang timbul adalah 1, 2, dan 3 maka dia menderita influenza (1a) dan solusi obatnya adalah
a, b, dan c.

- Jika gejala yang timbul adalah 1, 4, 5, dan 6 maka dia menderita tipus(2a) dan solusi obatnya adalah a,
b, c, d, dan e.

- Jika gejala yang timbul adalah 1, 7, dan 8 maka dia menderita maag(3a) dan solusi obatnya adalah a, b,
c, dan d.

Dengan menggunakan sistem pakar ini kita dapat melakukan diagnosis penyakit influenza, tipus, dan
maag sehingga kita dapat melakukan pertolongan pertama pada penderita penyakit tersebut.

-Backward Chaining

Metode backward chaining adalah pelacakan kebelakang yang memulai penalarannya dari kesimpulan
(goal), dengan mencari sekumpulan hipotesa-hipotesa yang mendukung menuju fakta-fakta yang
mendukung sekumpulan hipotesa-hipotesa tersebut.

Contoh implementasi dari kasus yang sama .

obat yang disarankan sebagai solusi untuk mengobati penyakit tersebut meliputi:

a. Paracetamol;

b. Antibiotik;

c. Multivitamin;

d. Obat Pereda mual;

e. CTM (obat tidur).

Gejala dari penyakit :

1. Kepala terasa pusing;

2. Suhu badan tinggi;

3. Batuk dan pilek;

4. Badan terasa lemas;


5. Demam lebih dari tiga hari;

6. Hasil cek darah menunjukkan positif salmonella paratipii

7. Nyeri di bagian ulu hati;

8. Nyeri pada lambung.

Nama penyakitnya :

1a.influenza

2a.tipus

3a.maag

Obat yang digunakan berdasarkan gejala dan penyakit :

-Jika obatnya a,b,c maka terkena influenza (1a) dan gejalanya 1,2,3

-Jika obatnya a,b,c,d,e maka terkena maag(2a) dan gejalanya 1,4,5,6

-Jika obatnya a,b,c,d maka terkena tipus(3a) dan gejalanya 1,7,8

Anda mungkin juga menyukai