Anda di halaman 1dari 26

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)

A. Latar Belakang
World Health Organitation (WHO, 2009) memperkirakan sebanyak 450 juta
orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental. Terdapat sekitar 10%
orang dewasa mengalami gangguan jiwa rsaat ini dan 25% penduduk
diperkirakan akan mengalami gangguan jiwa pada usia tertentu selama
hidupnya. Gangguan jiwa yang mencapai 13% dari penyakit secara
keseluruhan dan kemungkinan akan berkembang menjadi 25% di tahun 2030.
Gangguan jiwa ditemukan di semua negara, pada perempuan dan laki-laki,
pada semua tahap kehidupan, orang miskin maupun kaya baik pedesaan
maupun perkotaan mulai dari yang ringan sampai berat (Keliat, 2010).

Didapatkan data pasien di Rumah Sakit Jiwa Indonesia menurut Depkes 2009
, jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia saat ini, mencapai lebih dari 28
juta orang, dengan kategori gangguan jiwa ringan 11,6% dan 0,46%
menderita gangguan jiwa berat. Sekitar 70% halusinasi yang dialami oleh
pasien gangguan jiwa adalah halusinasi pendengaran, 20% halusinasi
penglihatan, dan 10% adalah halusinasi penghidu, pengecapan dan perabaan
(Depkes RI, 2009). Berdasarkan data di Rumah Sakit Jiwa Medan ditemukan
85% pasien dengan kasus halusinasi. Menurut Rumah Sakit Grhasia Propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di ruang kelas III rata- rata angka
halusinasi mencapai 46,7% setiap bulannya (Mamnu’ah, 2010).

Dari data riset kesehatan dasar (riskesdas), Departemen Kesehatan tahun


2014 menyebutkan, terdapat 1 juta jiwa pasien gangguan jiwa berat dan 19
juta pasien gangguan jiwa ringan di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak
385.700 jiwa atau sebesar 2,03% pasien gangguan jiwa terdapat di Jakarta
dan berada di peringkat pertama nasional, Nanggroe Aceh Darussalam
(1,9%), dan Sumatera Barat (1,6%). Berdasarkan data tersebut diketahui
bahwa 11,6% penduduk Indonesia mengalami masalah gangguan mental
emosional (Hendi, 2014).

Keterangan yang didapat di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta
khususnya di Ruang Elang 1 pada periode Agustus pasien dengan halusinasi
sebanyak 33,1%, ISOS 15,3%,RPK 42%, DPD 9,6%, waham 0, HDR 0,
sedangkan bulan September 2017 pasien dengan halusinasi sebanyak 87,1%,
ISOS 2,4%, RPK 4,5%, DPD 5,3%, waham 0,7% HDR 0.

Aktivitas Kelompok (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya memfasilitasi


kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial.
Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa
adalah gangguan persepsi sensori: Halusinasi merupakan salah satu masalah
keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi
adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan
sensori persepsi; merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan,
pengecapan perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang
sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang diderita klien diantaranya
dapat menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan
fikirannya sendiri. Salah satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi
Aktivitas Kelompok yang bertujuan untuk mengidentifikasi halusinasi dan
mengontrol halusinasi yang dialaminya.

Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Dr. Soeharto heerdjan
diruang Elang I sebagian besar pasien menderita halusinasi. Oleh karena itu,
perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.

B. Landasan Teori
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang
menggunakan aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan
berbagai stimulasi yang terkait dengan pengalaman dengan kehidupan untuk
didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa
kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah.
Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi dalam 5
sesi, yaitu:
1) Sesi I : Menjalin hubungan saling percaya
2) Sesi II : Mengenal halusinasi
3) Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
4) Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
Terjadwal
5) Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain
6) Sesi VI : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi
dalam kelompok secara bertahap.
2. Tujuan khusus
a. Klien dapat mengenal halusinasi.
b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain.
d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
terjadwal.
e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.

D. Sesi yang digunakan


1. Sesi I :Klien membina Hubungan saling percaya
2. Sesi III : Klien mengenal halusinasi
3. Sesi II I : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
4. Sesi IV : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain
5. Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
Terjadwal
6. Sesi V I : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat

E. Klien
Kriteria klien :
1. Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol.
2. Klien yang mengalami perubahan persepsi.
Proses seleksi :
1. Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
2. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
3. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
4. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok

F. Kriteria Hasil
Evaluasi Struktur
1. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan
memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan
2. Posisi tempat dilantai menggunakan tikar
3. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan
4. Alat yang digunakan dalam kondisi baik
5. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya.

Evaluasi Proses
1. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
2. Leader mampu memimpin acara.
3. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
4. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
5. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung
jawab dalam antisipasi masalah.
6. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok
7. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir

Evaluasi Hasil
Diharapkan 75% dari kelompok mampu:
1. Menjelaskan apa yang sudah digambarkan dan apa yang dilihat
2. Menyampaikan halusinasi yang dirasakan dengan jelas

G. Antisipasi Masalah
Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas :
1. Memanggil klien
2. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau
klien lain

Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin :


1. Panggil nama klien
2. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan

Bila klien lain ingin ikut :


1. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang telah
dipilih
2. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti oleh
klien tersebut
3. Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi
pesan pada kegiatan ini

H. Pengorganisasian
SESI I,II,III,IV,V,VI
1. Pelaksanaan
a. Hari/Tanggal : Jumat, 29 September 2017
b. Waktu : Pkl. 10.00 – 10.45 WIB s.d selesai (sesi I-sesi VI)
c. Alokasi waktu : Perkenalan dan pengarahan (10 menit)
Terapi kelompok (25 menit)
Penutup (10 menit)
d. Tempat : Ruang Elang 1
e. Jumlah klien : 10 orang

2. Tim Terapi
a. Leader sesi I : Nova Emelia (membina hubungan saling percaya)
b. Leader sesi II : Marlita paliyama (Mengenal halusinasi)
c. Leader sesi III : Oktu monika (Mengontrol dengan cara
menghardik)
d. Leader sesi IV : Ade Putri Aprianita Pasaribu (Membuat aktivitas
terjadwal)
e. Leader sesi V : Ayu karisma (Mengontrol halusinasi dengan cara
bercakap-cakap)
f. Leader sesi VI : Gloria Saiya (Mengontrol halusinasi dengan patuh
minum obat)

Uraian tugas :
1) Mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Memimpin jalannya terapi kelompok
3) Memimpin diskusi
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi

3. Co-leader
a. Co leader sesi I : Ayu Karisma
b. Co leader sesi II : Gloria Saiya
c. Co leader sesi III : Ade Putri Pasaribu
d. Co leader sesi IV : Marlita paliyama
e. Co leader sesi V : Nova Emelia
f. Co Leader sesi VI : Oktu Monika
Uraian tugas :
1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
3) Membantu memimpin jalannya kegiatan
4) Menggantikan leader jika terhalang tugas
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan

4. Observer
a. Observer sesi I : Gloria Saiya
b. Observer sesi II : Ade putri pasaribu
c. Observer sesi III : Ayu Karisma
d. Observer sesi IV : Nova Emelia
e. Observer sesi V : Oktu Monika
f. Observer sesi VI : Marlita Paliama

Uraian tugas :
1) Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu,
tempat dan jalannya acara
2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota
kelompok dengan evaluasi kelompok

5. Fasilitator
a. Fasilitator sesi I : 1. Ade Putri Aprianita
2. Marlita paliama
3. Oktu monika
b. Fasilitator sesi II : 1. Nova Emelia
2. Oktu Monika
3. Ayu Karisma
c. Fasilitator sesi III : 1. Nova emilia
2. Marlita paliama
3. Gloria Saiya
d. Fasilitator sesi IV : 1. Ayu Karisma
2. Oktu Monika
3. Gloria Saiya
e. Fasilitator sesi V : 1. Gloria saya
2. Ade Putri Aprianita
3. Marlita Paliama
f. Fasilitator sesi VI :1. Ade Putri Aprianita
2. Nova Emelia
3. Ayu Karisma

Uraian tugas :
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
4) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah

I. Metode dan Media


1. Metode
a. Diskusi
b. Bermain peran/stimulasi
2. Media
a. Papan nama
b. Whiteboard
c. Spidol
d. Spiker
e. Bola

J. Proses Pelaksanaan TAK


Sesi I: Membina Hubungan Saling Percaya
1. Pengorganisasian :
Leader : Nova Emelia
Co Leader : Ayu Karisma
Observer : Gloria Saiya
Fasilitator : a. Ade Putri Aprianita
b. Marlita Paliama
c. Oktu monika
2. Tujuan
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan: nama lengkap,
nama panggilan, asal dan hobi.

3. Langkah kegiatan
a. Salam terapeutik
1) Salam terapeutik kepada klien
2) Perkenalan nama lengkap dan nama panggilan semua struktur (beri
papan nama)
3) Menanyakan nama lengkap dan nama panggilan dari semua klien
(beri papan nama)

b. Evaluasi/validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini

c. Kontrak
1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu
mengenal suara-suara yang didengar
2) Leader menjelaskan aturan main
3) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada leader
4) Lama kegiatan 20 menit
5) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

d. Tahap kerja
1) Leader menjelaskan peraturan permainan
2) Leader menyampaikan memperkenalkan diri dengan menyebutkan:
nama lengkap, nama panggilan.
3) Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik

e. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Leader menanyakan perasaan klien setelah menikuti TAK
b) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

2) Tindak Lanjut
Leader meminta untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan perasaan
jika halusinasi muncul

3) Kontrak yang akan datang


a) Menyepakati TAK yang akan datang: cara mengontrol halusinasi
b) Menyepakati waktu dan tempat

Sesi II: Mengenal halusinasi


1. Pengorganisasian
Leader : Marlita paliyama
Co Leader : Glory saiya
Observer : Ade putri pasaribu
Fasilitator : a. Nova emilia
b. Ayu karisma
c. Oktu monika
2. Tujuan
a. Klien dapat mengenal isi halusinasi
b. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi
c. Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi
d. Klien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi.

3. Langkah kegiatan
a. Salam terapeutik
1) Salam terapeutik kepada klien
2) Klien dan terapis pakai papan nama

b. Evaluasi/validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini

c. Kontrak
1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu
mengenal suara-suara yang didengar
2) Leader menjelaskan aturan main
3) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada leader
4) Lama kegiatan 15 menit
5) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

d. Tahap kerja
1) Leader menjelaskan peraturan permainan
2) Leader menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu mengenal
suara-suara yang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu
terjadinya, situasi yang membuat terjadi dan perasaan klien pada saat
halusinasi muncul
3) Leader meminta klien menceritakan isi halusinasi, waktu terjadinya,
situasi yang membuat terjadi dan perasaan klien saat terjadi
halusinasi. Hasilnya ditulis di whiteboard
4) Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik
5) Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi pada saat terjadi dan perasaan
klien dari suara yang biasa didengar

f. Tahap terminasi
4) Evaluasi
c) Leader menanyakan perasaan klien setelah menikuti TAK
d) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
5) Tindak Lanjut
Leader meminta untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan perasaan
jika halusinasi muncul

6) Kontrak yang akan datang


c) Menyepakati TAK yang akan datang: cara mengontrol halusinasi
d) Menyepakati waktu dan tempat

Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Formulir yang dievaluasi
Sesi I TAK Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)
Kemampuan Personal/Halusinasi

Menyebutkan Menyebut Situasi Menyebut


Nama Menyebut Isi
No Waktu terjadi Halusinasi Perasaan saat
Klien Halusinasi
Halusinasi Muncul berhalusinasi

Petunjuk :
a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
b. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan mengenal halusinasi; isi, waktu,
situasi dan perasaan saat halusinasi muncul. Beri tanda √ jika klien mampu
dan berikan tanda X jika klien tidak mampu.
Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan setiap klien. Anjurkan klien mengidentifikasi halusinasi yang timbul
dan menyampaikan kepada perawat.

Sesi III: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik


1. Pengorganisasian
Leader : Oktu monika
Co Leader : Ade putri pasaribu
Observer : Ayu karisma
Fasilitator : a. Marlita paliyama
b. Nova emilia
c. Gloria saiya

2. Tujuan
a. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi
halusinasi
b. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
c. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi

3. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak kepada klien yang telah mengikuti sesi I dan II
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam terapeutik
b) Klien dan terapis pakai papan nama
2) Orientasi
a) Leader menanyakan perasaan klien saat ini
b) Leader menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi: isi, waktu,
situasi dan perasaan
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan: latihan cara mengontrol halusinasi
dengan cara menghardik
2) Menjelaskan aturan main
3) Jika ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin
kepada leader
4) Lama kegiatan 20 menit
5) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

d. Tahap kerja
1) Leader menjelaskan peraturan permainan
2) Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat
mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya . Ulangi sampai semua
pasien mendapat giliran
3) Berikan pujian setiap klien selesai bercerita
4) Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik
halusinasi pada saat halusinasi muncul
5) Co-Leader memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu: ”Pergi,
pergi jangan ganggu saya, kamu suara palsu...”
6) Leader meminta masing-masing klien memperagakan cara menghardik
halusinasi
7) Leader memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan
setiap klien memperagakan menghardik halusinasi

e. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
2) Tindak Lanjut
a) Leader mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari
jika halusinasi muncul
b) Memasukkan kegiatan menghardik ke dalam jadwal kegiatan harian
klien
c) Kontrak yang akan datang
d) Leader membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya
yaitu cara mengontrol halusinasi dengan melakukan bercakap-cakap
dengan orang lain
e) Leader membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Sesi III: Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)
Kemampuan Menghardik Halusinasi
No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menyebutkan cara yang selama

ini digunakan untuk mengatasi

halusinasi

2 Menyebutkan efektivitas cara

yang digunakan

3 Menyebutkan cara mengatasi

halusinasi dengan menghardik

4 Memperagakan cara

menghardik halusinasi

Petunjuk:
a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
b. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan; cara yang biasa
digunakan untuk mengatasi halusinasi, efektifitas cara yang digunakan, cara
mengatasi halusinasi dengan menghardik dan memperagakan cara menghardik
halusinasi. Beri tanda √ jika klien mampu dan berikan tanda X jika klien tidak
mampu.

Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan setiap klien. Contoh: klien mengikuti TAK stimulasi persepsi
sensori. Klien mampu memperagakan cara menghardik halusinasi, anjurkan klien
mengguanakannnya jika halusinasi muncul.

Sesi IV: Mengontrol Halusinasi dengan Melakukan Kegiatan Terjadwal


1. Pengorganisasian
Leader : Ade putri pasaribu
Co Leader : Marlita paliyama
Observer : Nova emilia
Fasilitator : a. Ayu karisma
b. Oktu monika
c. Gloria saiya
2. Tujuan
a. Klien dapat memahami pentingnya melakukan kegiatan untuk mencegah
munculnya halusinasi
b. Klien dapat menyusun jadwal kegiatan untuk mencegah terjadinya
Halusinasi

3. Langkah Kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak klien yang telah mengikuti sesi 2
2) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis klien
b) Klien dan terapis pakai papan nama
2) Evaluasi/ validasi
a) Terapis menyakan keadaan klie saat ini
b) Terapis menanyakan cara mengontrol halusinasi yang telah di pelajari
c) Terapis menanyakan pengalaman klien menerapkan cara menghadrik
halusinasi.

c. Kontrak
1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu terjadinya halusinasi dengan
melakukan kegiatan
2) Menjelaskan aturan main berikut :
a) Jika ada klien ingin meninggalkan kelompok, harus meminta ijin
kepada terapis
b) Lama kegiatan 15 menit
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

d. Tahap kerja
1) Leader menjelaskan peraturan permainan
2) Terapis menjelaskan cara kedua yaitu melakukan kegiatan sehari- hari.
Jelaskan bahwa dengan melakukan kegiatan yang teratur akan mencegah
munculnya halusinasi
3) Terapis meminta tiap-tiapklien menyampaikan kegiatan yang biasa
dilakukan sehari-hari dan tulis di whiteboard
4) Terapis membagikan formulir jadwal kegiatan.terapis menulis formulir
yang sama di whiteboard
5) Terapis membimbinng satu persatu klien untuk membuat jadwal
kegiatan, dari bangun pagi sampai tidur malam. Klien menggunakan
formulir dan terapis menggunakan whiteboard
6) Terapis melatih klien memperagakan kegiatan yang telah di susun.
7) Berikan pujian dengan tepuk tangan bersama kepada klien yang sudah
selesai membuat jadwal kegiatan dan memperagakannya.

e. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah selesai menyusun
jadwal kegiatan dan memperagakanya
b) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
2) Tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien melaksanakan 2 cara mengontrol halusinasi,
yaitu menghardik dan melakukan kegiatan.
3) Kontrak yang akan datang
a) Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya,
yaitu belajar mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap.
b) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat.

Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja
Aspek yang di evaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK stimulasi persepsi sensori (halusinasi) sesi III, kemampuan yang
diharapkan adalah klien melakukan kegiatan harian untuk mencegah timbulmya
haluasinasi.

Formulir evaluasi sebagai berikut:


Sesi III TAK
Stimulasi persepsi sensori (halusinasi)
Kemampuan Mencegah Halusinasi dengan Melakukan Kegiatan

ASPEK YANG NAMA KLIEN


NO
DINILAI
1 Menyebutkan
kegiatan yang biasa
dilakuakan
2 Mempergakan
kegiatan yang biasa
dilakukan
3 Menyusun jadwal
kegiatan harian
4 Menyebutkan 2
cara mengontrol
halusinasi

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan kegiatan
harian yang biasa dilakukan, memperagakan salah stau kegiatan, menyusun
jadwal kegiatan harian dan menyebutkan 2 cara mencegah halusinasi, beri
tanda √ jika klien mampu dan tanda X jika klien tidsak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki saat klien TAK. Pada catatan proses
keperawatan tiap klien.contoh klien mengikuti TAK stimulasi persepsi:
halusinasi.

Sesi V: Mencegah Halusinasi dengan Bercakap-cakap


1. Pengorganisasian
Leader : Ayu karisma
Co Leader : Nova emilia
Observer : Oktu monika
Fasilitator : a. Ade putri pasaribu
b. Gloria saiya
c. Marlita paliyama

2. Tujuan
a. Klien memahami pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk
mencegah munculnya halusinasi
b. Klien dapat bercakap-cakap dengan orang lain untuk mencegah halusinasi

3. Langkah Kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak klien yang telah mengikuti sesi IV
2) Terapis membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a. Salam dari terapis klien
b. Klien dan terapis pakai papan nama
2) Evaluasi/ validasi
a. Menayakan perasaan klien saat ini
b. Menanyakan pengalaman klien setelah menerapkan dua cara yang
telah di pelajari{mengardik, menyibukkan diri dengan kegiatan
terarah}untuk mencegah halusinasi.
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan, yaitu mengontrol halusinasi dengan
bercakap-cakap.
2) Terapis menjelaskan aturan main berikut :
a) Jika ada klien ingin meninggalkan kelompok, harus meminta ijin kepada
terapis
b) Lama kegiatan 15 menit
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

d. Tahap Kerja
1) Terapis menjelaskan peraturan permainan
2) Terapis menjelaskan pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk
mengontrol dan mencegah halusinasi
3) Terapis meminta tiap tiap klien untuk menyebutkan orang yang biasa dan
bisa diajak bercakap-cakap.
4) Terapis meminta tiap klien menyebutkan pokok pembicaraan yang biasa dan
bisa dilakukan
5) Terapis memperagakan cara bercakap-cakap jika halusinasi itu muncul
”suster ada suara di telinga saya pengen ngobrol sama suster saja”
6) Terapis meminta klien untuk memperagakan percakapan dengan orang di
sebelahnya
7) Berikan pujian atas keberhasilan klien
8) Ulangi e dan f sampai semua klien giliran.

e. Tahap Terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b) Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah di latih
c) Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

2) Tindak lanjut
Menganjurkan klien menggunakan tiga cara mengontrol halusinasi yaitu
menghardik, melakukan kegiatan harian dan bercakap-cakap.

3) Kontrak yang akan datang


a) Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya, yaitu
belajar cara mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat
b) Terapis menyepakati waktu dan tempat

Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Evaluasi di lakukan saat TAK berlangsung khusunya pada tahap kerja.aspek yang
dinilai adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

Formulir evaluasi sebagai berikut:


Sesi IV : TAK
Stimulasi persepsi: halusinasi
Kemampuan bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi

NO Aspek yang dinilai Nama klien


1 Menyebutkan orang yang
diajak bicara
2 Memperagakan
percakapan
3 Menyebutkan tiga cara
mengontrol dan
mencegah halusinasi

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan orang yang
biasa diajak bicara, memperagakan percakapan, menyusun jadwal kegiatan
harian,dan menyebutkan 3 cara mencegah halusinasi, beri tanda √ jika klien
mampu dan tanda X jika klien tidsak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki saat klien TAK. Pada catatan proses
keperawatan tiap klien.contoh klien mengikuti TAK stimulasi persepsi: halusinasi
sesi IV. Klien mampu memperagakan bercakap-cakap dengan orang lain.
Anjurkan klien untuk melakukan percakapan kepada klien dan perawat untuk
mencegah halusinasi.

Sesi VI: Mengontrol Halusinasi dengan Patuh Minum Obat


1. Pengorganisasian
Leader : Gloria saiya
Co Leader : Oktu monika
Observer : Marlita paliyama
Fasilitator : a. Nova emilia
b. Ayu karisma
c. Ade putri

2. Tujuan
a. Klien memahami pentingnya minum obat
b. Klien memahami akibat tidak minum obat
c. Klien dapat menyebutkan lima benar minum obat
3. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1) Mengingatkan kontrak klien yang telah mengikuti sesi IV
2) Terapis membuat kontrak dengan klien
3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b. Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis klien
b) Klien dan terapis pakai papan nama
2) Evaluasi/ validasi
a) Menanyakan perasaan klien saat ini
b) Menanyakan pengalaman klien mengontrol halusinasi setelah
menggunakan tiga cara yang telah di pelajari{mengardik,
menyibukkan diri dengan kegiatan terarah dan bercakap-cakap.

c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan, yaitu mengontrol halusinasi dengan
bercakap-cakap dan minum obat.
2) Terapis menjelaskan aturan main berikut :
a) Jika ada klien ingin meninggalkan kelompok, harus meminta ijin
kepada terapis
b) Lama kegiatan 20 menit
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

d. Tahap Kerja
1) Terapis menjelaskan peraturan permainan
2) Terapis menjelaskan untungnya patuh minum obat, yaitu mencegah
kambuh karena obat memberi perasaan tenang
3) Terapis menjelaskan kerugian bila tidak patuh minum obat.
4) Terapis meminta tiap klien menyampaikan obat yang dimakan dan waktu
memakannya. Buat daftar di whiteboard
5) Menjelaskan lima benar minum obat
6) Meminta klien untuk menyebutkan lima benar minum obat
7) Berikan pujian pada klien yang benar
8) Diskusikan perasaan klien sebelum minum obat (tulis di whiteboard)
9) Diskusikan perasaan klien setelah teratur minum obat (whiteboard)
10) Menjelaskan keuntungan minum obat, yaitu salah satu cara
mencegah halusinasi/kambuh
11) Menjelaskan akibat/kerugian tidak minum obat,yaitu halusinasi kambuh
12) Minta klien menyebutkan kembali keuntungan dan kerugian minum atau
tidak minum obat.
13) Berikan pujian bila benar.

e. Tahap terminasi
1) Evaluasi
a) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b) Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah dilatih
c) Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
2) Tindak lanjut
Menganjurkan klien menggunakan tiga cara mengontrol halusinasi yaitu :
menghardik, melakukan kegiatan harian dan bercakap-cakap dan minum
obat
3) Kontrak yang akan datang :
a) Terapis mengakhiri sesi TAK stimulasi persepsi untuk mengontrol
halusinasi
b) Buat kesepakatan baru untuk TAK yang lain sesuai dengan indikasi
klien.

Evaluasi
Evaluasi di lakukan saat TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja.aspek
yang dinilai adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

Formulir evaluasi sebagai berikut:


Sesi VI: TAK
Stimulasi persepsi : halusinasi
Kemampuan patuh minum obat untuk mencegah halusinasi

Menyebutkan akibat
Menyebutkan 5 benar Menyebutkan
No Nama klien tidak patuh minum
cara minum obat keuntungan minum obat
obat
1
2
3
4
5
6
7
8

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan 5 benar
cara minum obat, manfaat dan akibat tidak minum obat beri tanda √ jika
klien mampu dan tanda X jika klien tidak mampu.

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki saat klien TAK. Pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Contoh klien mengikuti TAK stimulasi persepsi:
halusinasi sesi V. Klien mampu menyebutkan 5 benar minum obat, manfaat dan
akibat bila tidak patuh minum obat. Anjurkan klien minum obat dengan cara yang
benar.
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, Dr. Budi Anna, S.Kp, M.App.Sc, & Akemat S.Kp, M.Kep, (2014).
Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC

Stuart, Gail Wiscart & Sandra J. Sundeen, (2015). Buku Saku Keperawatan Jiwa.
Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.