Anda di halaman 1dari 14

Perencanaan Ulang Jaringan Drainase Jalan Komjen Pol. M.

Jasin
Kelapa Dua Depok

1
Nurhidayah Tinia Lestari (nurhidayahtinialestari4@gmail.com) / NPM 16313677
2
Dr. Haryono Putro, ST., MT. (haryono_putro@staff.gunadarma.ac.id)
12
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma, Jakarta

ABSTRAK
Jalan Komjen Pol M. Jasin merupakan salah satu ruas jalan di Kota Depok yang
mengalami banjir disaat terjadi hujan. Penyebab terjadinya banjir pada ruas jalan ini
yaitu kapasitas street inlet yang tidak memadai untuk mengalirkan debit air dari jalan
raya ke saluran drainase. Dari hasil analisis kapasitas saluran drainase untuk
perencanaan 10 tahun ke depan memadai, sehingga tidak dilakukan perencanaan
ulang pada saluran tersebut. Perencanaan ulang dilakukan pada 6 curb inlet eksisting
dengan dimensi 0,24 m x 0,17 m. Sedangkan, penambahan inlet direncanakan
sebanyak 10 lubang dengan jenis curb inlet yang berjarak 5 m dengan dimensi 0,24
m x 0,17 m dan 2 unit jenis grate inlet dengan jumlah kisi pada setiap unit 35 lubang,
1 unit grate inlet dengan jumlah kisi 7 lubang, dan 3 unit jenis grate inlet dengan
jumlah kisi setiap unit 36 lubang, dimensi kisi perenacanaan grate inlet tersebut
adalah 0,05 m x 0,04 m dengan jarak antar kisi 0,05 m. Total rencana anggaran biaya
perbaikan sebesar Rp. 4.941.759 dengan biaya pembongkaran sebesar Rp. 1.272.579
dan biaya pemasangan sebesar Rp. 3.669.180.

Kata Kunci: Jalan Komjen Pol M. Jasin, Kelapa Dua, Kota Depok, Street Inlet,
Saluran Drainase, Rencana Anggaran Biaya.

1
ABSTRACT
Komjen Pol M. Jasin Street is one of the streets in Depok City that experienced
flooding during the rain. The main reason of flooding in this road is the capacity of
the street inlet that was not able to drain the flow of water from the highway to the
drainage channel. From the results of the drainage channel capacity analysis for the
next 10 years planning is adequate, so there is no redesign on the channel. The
redesign is done on 6 existing curb inlet with dimensions of 0.24 m x 0.17 m.
Meanwhile, the addition of inlet is planned for 10 holes with curb inlet type and
slope 5 m with dimension 0.24 mx 0.17 m and 2 units of grate inlet type with 35
hole/unit, 1 unit of grate inlet with 7 holes , And 3 units of grate inlet type with 36
hole/unit, grate inlet grid dimension is 0.05 m x 0.04 m, slope of 0.05 m. Total budget
plan for repair cost of Rp. 4,941,759 with a demolition fee of Rp. 1,272,579 and
repair fee of Rp. 3.669.180.

Keywords: Jalan Komjen Pol M. Jasin Street, Kelapa Dua, Depok City, Street
Inlet, Drainage Channel, Budget Plan.

PENDAHULUAN Dilansir dari surat kabar


Jalan Komjen Pol M. Jasin merupakan Sindonews.com, pada tahun 2012
salah satu ruas jalan di Kota Depok tinggi genangan air yang terjadi di ruas
yang masih sering mengalami jalan tersebut akibat hujan selama 3
genangan pada saat musim penghujan. jam dengan intensitas curah hujan 70
Pada ruas jalan ini terdapat titik rawan mm/jam adalah 10 cm. Menurut surat
banjir yang yaitu di depan Rumah Sakit kabar POSKOTANEWS, pada tahun
Bhayangkara Brimob yang terletak ini genangan air yang terjadi di ruas
pada koordinat garis lintang jalan tersebut setinggi 20 cm dengan
6°21'19.42"S dan garis bujur lama hujan 1 jam. Penyebab terjadinya
106°50'58.32"T. permasalahan di ruas Jalan Komjen Pol
M. Jasin diduga karena kapasitas inlet

2
yang tidak dapat menampung debit air banjir rencana. Debit rencana
hujan pada sisi jalan yang merupakan debit maksimum rencana di
mengakibatkan air menggenang di sungai satau saluran dengan periode
sepanjang jalan ketika hujan. ulang tertentu yang dapat dialirkan
Meninjau dari permasalahan di atas tanpa membahayakan lingkungan
perlu dilakukannya perencanaan sekitar dan stabilitas sungai.
jaringan drainase ulang pada ruas Jalan
Komjen Pol M. Jasin guna terhindar Analisis Curah Hujan Rencana
dari bencana yang akan mengakibatkan Analisis data hujan dimaksudkan untuk
kerugian besar bagi masyarakat di mendapatkan besaran curah hujan dan
sekitar. analisis statistik yang diperhitungkan
dalam perhitungan debit banjir rencana.
Tujuan dari Penelitian ini adalah Data curah hujan yang dipakai untuk
sebagai berikut: perhitungan debit banjir adalah hujan
1. Menghitung ulang jaringan yang terjadi pada daerah aliran sungai
drainase yang efektif untuk pada waktu yang sama.
mengalirkan air yang melimpas di
Jalan Komjen Pol M. Jasin, Kelapa Waktu Konsentrasi
Dua, Kota Depok. Waktu konsentrasi adalah waktu yang
2. Menghitung Rencana Anggaran diperlukan oleh partikel air untuk
Biaya (RAB) perencanaan ulang mengalir dari titik terjauh di dalam
jaringan drainase di Jalan Komjen daerah tangkapan sampai titik yang
Pol M. Jasin, Kelapa Dua, Kota ditinjau. Waktu konsentrasi bergantung
Depok. pada karakteristik daerah tangkapan,
tataguna lahan, jarak lintasan air dari
TINJAUAN PUSTAKA titik terjauh sampai stasiun yang
Analisis Hidrologi ditinjau (Bambang Triatmojo, 2008).
Analisis data hidrologi digunakan Berikut ini adalah persamaan yang
untuk memperoleh besarnya debit

3
digunakan untuk menghitung waktu Intensitas Hujan
konsentrasi: Intensitas hujan adalah tinggi air hujan

 0,87  L2 
0,385 persatuan waktu dengan satuan
tc =   (1)
 1000  S  mm/jam. Besarnya intensitas air hujan

Dimana: yang berbeda-beda disebabkan oleh

tc : Waktu konsentrasi (jam) lamanya hujan atau frekuensi

L : Panjang sungai (km) terjadinya hujan. Stasiun hujan yang

S : Kemiringan sungai terdapat di sekitar daerah perencanaan


adalah stasiun penakar hujan harian,

Koefisien Pengaliran oleh karena itu digunakan rumus

Koefisien pengaliran merupakan mononobe untuk mendapatkan

perbandingan antara jumlah air yang intensitas hujan adalah sebagai berikut:
2
mengalir akibat turunnya hujan di suatu R  24  3
I = 24    (2)
daerah dengan jumlah air hujan yang 24  t 
turun pada daerah tersebut. Besarnya Dimana:
koefisien pengaliran berubah dari I : Intensitas curah hujan
waktu ke waktu sesuai dengan (mm/jam)
pemanfaatan lahan dan aliran sungai. R24 : Curah hujan maksimum 24
Penentuan nilai koefisien suatu jam (mm)
pengaliran suatu daerah yang terdiri t : Lamanya curah hujan (jam)
dari beberapa jenis tata guna lahan ini
dilakukan dengan mengambil rata-rata Debit Banjir Rencana
koefisien pengaliran dari setiap tata Menghitung debit banjir rencana
guna lahan dengan menghitung bobot digunakan metode rasional. Metode
masing-masing bagian sesuai dengan rasional banyak digunakan untuk untuk
luas daerah yang diwakilinya. memperkirakan debit puncak yang
ditimbulkan oleh hujan deras pada
daerah tangkapan (DAS) kecil.

4
Pemakaian metode rasional sangat Apabila harga Δmaks yang terbaca pada
sederhana, dan sering digunakan dalam kertas probabilitas lebih kecil dari
perencanaan drainase perkotaan. Δkritis maka distribusi teoritis yang
Berikut ini adalah persamaan yang digunakan untuk menentukan
digunakan untuk menghitung debit persamaan distribusi dapat diterima,
banjir rencana dengan menggunakan apabila Δmaks lebih besar dari Δkritis
metode rasional dapat dilihat pada maka distribusi teoritis yang digunakan
persamaan 3 sebagai berikut. untuk menentukan persamaan distribusi
Q = 0,278 × C × I × A (3) tidak dapat diterima.
Dimana: Berikut ini adalah persamaan yang
Q : Debit puncak yang digunakan dalam uji keselarasan
ditimbulkan oleh hujan Smirnov-Kolmogorof, yaitu:
dengan intensitas, durasi dan Δmaks  Pe(x)  Pt(x) (4)
frekuensi tertentu (m3/det). Dimana:
C : Koefisien aliran, tergantung ∆maks = Selisih data
pada jenis permukaan lahan probabilitas dan empiris
yang nilainya dapat dilihat Pe(x) = Peluang pengamatan
pada tabel 2.11. Pt(x) = Peluang teoritis

A : Luas daerah tangkapan (km2).


I : Intensitas hujan (mm/jam).

Uji Keselarasan Distribusi


Metode Smirnov-Kolmogorof
Uji Smirnov-Kolmogorof sering
disebut juga uji kecocokan non
parametrik (non parametric test),
karena pengujiannya tidak
menggunakan fungsi distribusi tertentu.

5
Tabel 1. Nilai Derajat Kepercayaan Uji Tabel 2. Kriteria Periode Ulang Saluran
Keselarasan Smirnov-Kolmogorof
Drainase
Jumlah α Derajat Kepercayaan
Tata Guna Periode
Data 0,20 0,20 0,05 0,01 No.
Lahan Ulang
5 0,45 0,51 0,56 0,67 1 Jalan Tol 10 Tahun
10 0,32 0,37 0,41 0,49 2 Jalan Arteri 10 Tahun
15 0,27 0,30 0,34 0,40 3 Jalan Kolektor 10 Tahun
20 0,23 0,26 0,29 0,36 4 Jalan Biasa 10 Tahun
25 0,21 0,24 0,27 0,32 5 Perumahan 2 – 5 Tahun
Pusat
30 0,19 0,22 0,24 0,29 6 2 – 10 Tahun
Perdagangan
35 0,18 0,20 0,23 0,27 7 Pusat Bisnis 2 – 10 Tahun
40 0,17 0,19 0,21 0,25 Landasan
8 5 Tahun
45 0,16 0,18 0,20 0,24 Terbang
50 0,15 0,17 0,19 0,23 Sumber: SNI Perencanaan Sistem Drainase
Jalan, 2006
1,07/ 1,22 1,46/
N>50 1,63/n
n /n n
Analisis Penampang Eksisting
dengan Metode Manual
Analisis Hidrolika
Analisa penampang eksisting dilakukan
Periode Ulang Minimum
untuk mengetahui titik-titik yang
Perencanaan drainase pada umumnya
memerlukan penanganan atau
ditentukan dengan kala ulang yang
perbaikan dengan membandingkan
digunakan berdasarkan fungsi saluran
kapasitas debit yang mampu dialirkan
serta tata guna lahan, misalnya 10
saluran eksisting terhadap debit banjir
tahun, 25 tahun, 50 tahun, atau 100
rencana yang telah diperhitungkan
tahun, sehingga drainase akan aman
sebelumnya. Persamaan yang
jika debit banjir yang terjadi tidak
digunakan adalah sebagai berikut:
melebihi debit banjir rencana kala ulang
Q  AV (5)
tersebut. Kriteria periode ulang dilihat
pada tabel berikut ini: Dimana:
1 2 3 12
V R S (6)
n
Dengan:

6
Q = debit saluran (m3/s) 1
3
kn = konstanta ( 1,0 / det)
V = kecepatan aliran (m/s)
T = tinggi genangan
A = luas penampang basah (m2)
Sx = kemiringan melintang bahu
R = jari-jari hidrolis (m)
jalan
S = kemiringan dasar saluran
SL = kemiringan memanjang jalan
N = koefisien kekasaran manning
Sedangkan, untuk menghitung kapasitas
tampung grate inlet digunakan
Analisis Kapasitas Inlet
persamaan sebagai berikut:
Air hujan yang turun dipermukaan
Qg  0,67  Ag  (2g  dg) 0,5 (10)
jalan akan masuk kesaluran drainase
Dimana:
melalui inlet yang dipasang pada tepi
Qg = kapasitas tangkapan grate
jalan, tepat dibawah kerb (curb). Agar
inlet (m3/detik)
debit air hujan dapat masuk kedalam
dg = kedalaman genangan di bahu
saluran drainase dengan lancar, maka
diperlukan dimensi dan letak inlet yang jalan (m) = Sx  T

tepat. Ag = luas ruang terbuka kisi (m2),

Untuk mengetahui kapasitas tampung total luas inlet dikurangi luas kisi

curb inlet digunakan persamaan sebagai g = percepatan gravitasi (9,8

berikut: m/detik3)

Qinlet  Qsaluran - Qbahu jalan (7)


Untuk tipe inlet tegak (curb opening
inlet) Qbahu jalan dihitung dengan
persamaan
8 5 1
knT 3 Sx 3 SL 2
Qbahu jalan  (8)
2,64n
3
 2,64Q  8

T 8 5 1  (9)
 3 3 2 
 kn Sx SL 
Dimana:

7
METODE PENELITIAN Mulai

Lokasi Penelitian Identifikasi Masalah

Penelitian dilakukan di ruas Jalan


Peta Data Curah Data
Topografi Hujan Eksisting
Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua,
Kota Depok, Jawa Barat. Analisis Hidrologi

Uji Keselarasan

Menghitung:
- Luas Daerah (A)
- Koefisien Pengaliran (C) Intensitas Hujan

Q = 0,278 x C x I x A Qkapasitas

Tidak
Q > Qkapasitas Dimensi Eksisting OK

Ya
Gambar 1. Batas Lokasi Penelitian Perencanaan Inlet

Adapun langkah-langkah kegiatan Rencana Anggaran Biaya

dalam penelitian ini dapat dilihat pada Selesai

Gambar 2. Diagram Alir Perencanaan


Gambar 2 Jaringan Drainase Jalan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Analisis Hidrologi
Analisis hidrologi menggunakan
metode Log Pearson III didapatkan
curah hijan rencana pada Tabel 3.
Tabel 3. Curah Hujan Rencana dengan
Metode Log Pearson III

Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

8
Intensitas Hujan (I) Tabel 6. Debit Kapasitas Eksisting
Saluran
Perhitungan intensitas curah hujan A V Q
Segmen
menggunakan persamaan (2), dengan (m2/s) (m/s) (m3/s)
Ka1 0,456 0,147 0,067
hasil sebagai berikut: Ka2 0,338 0,256 0,086
Ki1 0,408 0,146 0,060
Tabel 4. Intensitas Curah Hujan Ki2 0,610 0,314 0,191
Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

Hasil perbandingan debit kapasitas


penampang saluran eksisting terhadap
debit banjir rencana dapat dilihat pada
Tabel 7. sebagai berikut:
Sumber: Hasil Perhitungan, 2017 Tabel 7. Perbandingan Debit Kapasitas
Eksisting Saluran Terhadap Debit
Banjir Rencana
Debit Banjir Rencana (Q)
Perhitungan intensitas curah hujan
menggunakan persamaan (3), dengan
hasil sebagai berikut:
Tabel 5. Debit Banjir Rencana Kala
Ulang 10 Tahun Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

Analisis Penampang Inlet


Perhitungan penampang saluran
eksisting menggunakan persamaan (7),
Sumber: Hasil Perhitungan, 2017 (8), (9), dan (10), dengan hasil sebagai
berikut:
Analisis Hidrolika Tabel 8. Debit Inlet Eksisting
Analisis Penampang Saluran Eksisting
Perhitungan penampang saluran
eksisting menggunakan persamaan (5),
dengan hasil sebagai berikut: Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

9
Tabel 9. Analisis Kapasitas Inlet Tabel 10. Perencanaan Ulang Debit
Eksisting Inlet pada Saluran Kai Dan Ki1

Sumber: Hasil Perhitungan, 2017

Gambar 3. dan Gambar 4. berikut ini


Sumber: Hasil Perhitungan, 2017 menunjukan dimensi perencanaan ulang
curb inlet pada saluran Ka1 dan Ki2.
Dari hasil analisa di atas diperlukan
perencanaan ulang dimensi inlet pada
saluran Ka1 dengan nomer inlet 2
sampai dengan 6, dan saluran Ki2.
Selain itu, perencanaan untuk
pengadaan inlet tambahan pada saluran
Gambar 3. Perencanaan Ulang Curb
Ka1, Ka2, Ki1 dan Ki2 juga dilakukan
Inlet Saluran Ka1
agar dapat mengalirkan air disaat hujan
sehingga tidak menyebabkan terjadinya
genangan. Perencanaan inlet tambahan
pada segmen Ka1 direncanakan berupa
curb inlet dengan jumlah 10 lubang.
Gambar 4. Perencanaan Ulang Curb
Berikut ini adalah hasil perhitungan Inlet Saluran Ki2
perencanaan ulang debit inlet pada
saluran Kai dan Ki2 yang dapat dilihat Sedangkan pada segmen Ka2, Ki1, dan
pada Tabel 10. Ki2 direncanakan berupa grate inlet
dengan hasil perhitungan sebagai
berikut:

10
Tabel 11. Perencanaan Dimensi Inlet pekerjaan pemasangan dapat dilihat
Tambahan pada Saluran Ka2, Ki1,
pada Tabel 13., sebagai berikut:
Dan Ki2

Jenis Pekerjaan : Pembongkaran


Uraian Pekerjaan :
Sumber: Hasil Perhitungan, 2017 1. Pembongkaran Curb Inlet Segmen
Ka1 sebanyak 5 lubang dan Ki1
Gambar 5. dan Gambar 6. berikut ini
sebanyak 1 lubang.
menunjukan dimensi perencanaan ulang
2. Pembongkaran beton di atas saluran
grate inlet pada saluran Ka2 dan Ki2.
drainase segmen Ka2, Ki1, dan Ki2
Tabel 12. Rencana Anggaran Biaya
Pekerjaan Pembongkaran

Gambar 5. Perencanaan Ulang Grate


Inlet Saluran Ka2 dan Ki2

Gambar 6. Perencanaan Ulang Grate


Inlet Ki1

Rencana Anggaran Biaya (RAB)


Rencana Anggaran Biaya dengan jenis
Sumber: Hasil Perhitungan, 2017
pekerjaan pembongkaran dapat dilihat
pada Tabel 12, sedangkan untuk
Jenis Pekerjaan : Pemasangan
Rencana Anggaran Biaya dengan jenis
Uraian Pekerjaan :

11
1. Pemasangan Curb Inlet Segmen Ka1 PENUTUP
sebanyak 16 lubang dan Ki1 Kesimpulan
sebanyak 1 lubang Berdasarkan pembahasan yang telah
2. Pemasangan Grate Inlet di atas disampaikan dapat diambil kesimpulan
saluran drainase segmen Ka2, Ki1, sebagai berikut:
dan Ki2 1. Banjir yang terjadi di Jalan Komjen
Tabel 13. Rencana Anggaran Biaya Pol M. Jasin, Kelapa Dua, Kota
Pekerjaan Pemasangan
Depok disebabkan oleh penampang
street inlet yang tidak mampu
mengalirkan debit banjir yang ada.
2. Kapasitas saluran drainase Jalan
Komjen Pol M. Jasin, Kelapa Dua,
Kota Depok masih memadai unuk
perancanaan 10 tahun ke depan,
sehingga tidak dilakukan
perencanaan ulang pada saluran
drainase.
3. Perencanaan ulang dimensi curb
inlet dilakukan pada inlet No. 2 – 6
pada segmen Ka1 dan inlet No. 2
pada segmen Ki1.
4. Penambahan curb inlet dilakukan
pada segmen Ka1 sebanyak 10
Sumber: Hasil Perhitungan, 2017
lubang dengan dimensi 0,24 m x
0,17 m dengan jarak 5 m.
5. Penambahan 2 grate inlet dilakukan
pada segmen Ka2 terdapat 35 lubang
kisi dengan panjang 0,05 m dan
lebar 0,04 m dan jarak antar kisi 0,05

12
m sehingga didapatkan dimensi 55 lengkap, sehingga tidak menemui
cm x 63 cm pada setiap grate inlet. kesulitan dalam pengerjaan.
6. Penambahan 1 grate inlet dilakukan 2. Penegakan aturan pemerintah dan
pada segmen Ki1 terdapat 7 lubang kesadaran masyarkat sangat
kisi dengan panjang 0,05 m dan dibutuhkan untuk menjaga
lebar 0,04 m dan jarak antar kisi 0,05 lingkungan dari bencana yang dapat
m sehingga didapatkan dimensi 15 dihindari.
cm x 68 cm.
7. Penambahan 3 grate inlet dilakukan DAFTAR PUSTAKA
pada segmen Ki2 terdapat 36 lubang Elluisa, Debora. “Redesign Drainase di
kisi dengan panjang 0,05 m dan Perumahan Bukit Cengkeh II
lebar 0,04 m dan jarak antar kisi 0,05 Kota Depok”. Tugas Akhir
m sehingga didapatkan dimensi 45 Universitas Gunadarma. Depok.
cm x 86 cm pada setiap grate inlet. 2016
8. Total biaya perbaikan street inlet Hasmar. Halim. “Drainase Terapan”.
Jalan Komjen Pol M. Jasin, Kelapa Penerbit UII Press.
Dua, Kota Depok sebesar Rp. Yogyakarta. 2012
4.941.759 dengan biaya Hidayat, Taufik. “Tinjauan Perencanaan
pembongkaran sebesar Rp. Saluran Drainase Jalan Jati
1.272.579 dan biaya pemasangan Kelurahan Tangkerang Utara
sebesar Rp. 3.669.180. Kota Pekanbaru - Riau”. Tugas
Akhir Universitas Islam Riau.
Saran Pekanbaru 2010
Adapun beberapa saran yang Kamiana, I Made. “Teknik Perhitungan
diperlukan untuk penelitiannya Debit Rencana Bangunan Air”.
selanjutnya adalah sebagai berikut: Graha Ilmu. Yogyakarta. 2011
1. Sebelum melakukan perencanaan Kementrian Pekerjaan Umum.
pastikan data yang dibutuhkan sudah “Analisis Harga Satuan Pekerjaan

13
(AHSP) Bidang Pekerjaan Sepuluh Nopember. Surabaya.
Umum”. Jakarta. 2012. 2011
Risman, Angga. “Tak Ada Drainase, Suripin. “Sistem Drainase Perkotaan
Jalan di Depok Bsnjir”. yang Berkelanjutan”. Andi.
Diakses Tanggal 21 November Jakarta. 2003
2016. Triatmodjo, Bambang. “Hidrologi
http://poskotanews.com/2016/0 Terapan”. Beta Offset. Yogyakarta.
1/04/tak-ada-drainase-jalan-di- 2008
depok-banjir/ .[ s.n ]. “Drainase Perkotaan”. Penerbit
Suharyanto, Agus. “Desain Street Inlet Universitas Gunadarma.
Berdasarkan Geometri Jalan Jakarta. 1997
Raya”. Universitas Brawijaya.
Malang. 2013
Suhendar, Ade. “Perencanaan
Penampang Sungai Kali Laya
Kota Depok”. Tugas Akhir
Universitas Gunadarma. Depok.
2016
Sumarto. “Hidrologi Teknik”.
Surabaya. 1987
SNI Pd. T-02-2006-B, “Perencanaan
Sistem Drainase Jalan”.
Departemen Pekerjaan Umum
Suryapraja, Dipo. “Perencanaan Sistem
Drainase Pada Proyek
Pembangunan Jalan Tol
Surabaya-Mojokerto Seksi Ia”.
Tugas Akhir Institut Teknologi

14