Anda di halaman 1dari 3

Sketsa dan Pola Tari Piring

OLEH :

MASDAR
KELAS IX

SMKN 1 LIMBORO

TAHUN PELAJARAN 2017/2018


Tari Piring
Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni
tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Tarian ini
dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama.[1] Piring-piring tersebut kemudian
diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan[2]. Tari
Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya
terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek.[3]

Sejarah

Pada awalnya, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-
dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa
sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah
dengan gerakan yang dinamis[4].

Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak lagi digunakan sebagai
ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa[5]. Akan tetapi, tari tersebut digunakan sebagai
sarana hiburan bagi masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian.

Gerakan

Pola lantai yang dipergunakan dalam tari Piring adalah garis lengkung dan membentuk
lingkaran.
Pola Tari Piring
1. pola 1

2. Pola 2

3. Pola 3