Anda di halaman 1dari 13

Pengusulan Cuti Aparatur Sipil

Negara
No. : /SOP/PKM-
Dokumen AD/2019
SOP No. Revisi :
Tgl Terbit : 2019

Halaman :1/8
UPTD PUSKESMAS dr.JUMHARI
AUR DURI NIP.19760604 201001 1 010
1. Pengertian Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang dizinkan dalam jangka
waktu tertentu yang merupakan hak Aparatur Sipil Negara yang
diberikan oleh atasan langsung sesuai ketentuan peraturan yang
berlaku
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pengusulan Curi Aparatur sipil negara dalam
rangka usaha untuk menjamin kesegaran jasmani dan rohani.
3. Kebijakan 1. Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Aur Duri Nomor :
/ SK/PKM-AD/ / 2019 Tentang Pengusulan Cuti Aparatur
Sipil Negara
4. Referensi 1. UU RI Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok
kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan undang-
undang RI Nomor 43 Tahun 1999.
2. PP Nomor 24 tahun 1976 tentang cuti Pegawai negeri sipil
3. Keputusan Bersama 3 menteri mengenai cuti bersama
Surat edaran No. SE 3559/MK.i/2009
5. Prosedur / Jenis- jenis Cuti :
langkah-langkah A. Cuti Tahunan
1. Hak Cuti Tahunan
a. Merupakan hak PNS termasuk CPNS yang telah
bekerja secara terus menerus sela 1 (satu) tahun
b. CPNS hanya berhak atas cuti tahunan , kecuali
ditentukan oleh pejabat yang berwenang
memberikan cuti berdasarkan pertimbangan
kemanusiaan
c. Selama menjalankan cuti tahunan PNS/CPNS yang
bersangkutan memperoleh TKPKN.
2. Penggunaan cuti tahunan
a. Penggunaan cuti tahunan dapat digabungkan
dengan cuti bersama dengan jumlah yang paling
sedikit menjadi 3 (tiga) hari kerja
b. Cuti bersama yang tidak digunakan karena
kepentingan dinas dan berdasarkan surat tugas ,
tetap menjadi hak cuti tahunan PNS
3. Penggunaan cuti tahunan yang tersisa
a. Cuti Tahunan yang tersisa 6 (enam) hari kerja atau
kurang tetap menjadi hak PNS yang bersangkutan.
b. cuti tahunan yang tersisa lebih dari 6 (enam) hari
kerja harus dimintakkan penangguhan oleh
PNS/CPNS kepada pejabat yang berwenang
memberikan cuti ,agar penangguhan dimaksud
dapat dilaksanakan tahun berikutnya.
c. Pejabat yang berwenang memberikan cuti dapat
menagguhkan cuti tahunan paling lambat akhir
bulan Desember tahun yang berjalan.
4. Penggunaan Cuti tahunan yang tersisa.
a. Cuti tahunan yang tersisa yang digabungkan
penggunaanya dengan cuti tahunan tahun yang
berjalan ,dapat diambil untuk paling lama :
a. 18 (delapan belas ) hari kerja termasuk cuti
tahunan yang sedang berjalan dan
b. 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti
tahunan yang sedang berjalan , apabila cuti
tahunan tidak diambil secara penuh dalam
beberapa tahun
b. Permohonan cuti tahunan yang tersisa yang
digabungkan penggunaannya dengan cuti tahunan
yang sedang berjalan harus mencantumkan jumlah
cuti tahunan yang tersisa dari cuti tahnan pada
masing-masing tahun yang bersangkutan .
c. Tanpa adanya persetujuan penangguhan dari
pejabat yang berwenang cuti tidak dapat di berikan.
lamanya cuti tahunan yang dapat diambil dalam
tahun yang sedang berjalan menjadi paling lama 18
(delapan belas) hari Kerja .
B. Cuti Besar
1. Hak Cuti Besar
a. Merupakan hak PNS yang telah bekerja paling
kurang 6 (enam) Tahun secara terus menerus
b. PNS yang akan / telah menjalani cuti besar tidak
berhak lagi atas cuti tahunan dalam tahun yang
bersangkutan .
c. Selama menjalankan cuti besar, PNS yang
bersangkutan tidak berhak atas tunjangan jabatan
dan tidak memperoleh TKPKN
2. Penggunaan Cuti Besar
a. PNS perlu merencanakan penggunaan cuti besar
sejak awal tahun
b. Cuti besar dapat digunakan oleh PNS untuk :
c. Memenuhi kewajiban agama
d. Persalinan anaknya yang ke 4 (empat) apabila
PNS yang bersangkutan mempunyai hak cuti
besar menjelang persalinan ;atau
e. Keperluan lainnya sesuai pertimbangan pejabat
yang berwenang.
3. PNS yang telah melaksanakan cuti tahunan dan akan
mengambil cuti besar pada tahun yang bersangkutan
harus mengembalikan TKPKN yang diterimanya selama
menjalankan cuti tahunan .
4. PNS yang akan /telah menggunakan cuti besar berhak
atas :
a. Cuti bersama
b. Cuti tahunan yang tersisa pada tahun sebelun
digunakan cuti besar
c. Cuti sakit
d. Cuti bersalin untuk persalinan anaknya yang
pertama,kedua dan ketiga;
e. Cuti karena alasan penting.
C. Cuti sakit
1. Hak cuti sakit merupakan hak PNS dan / atau PNS/CPNS
wanita yang mengalami gugur kandungan
2. Penggunaan cuti sakit
a. PNS yang menderita sakit lebih dari 2 (dua) hari
harus melampirkan surat keterangan dokter dari
Rumah Sakit pemerintah /Puskesmas.
b. PNS yang telah menggunakan cuti sakit untuk jangka
waktu paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan
telah aktif bekerja kembali , berhak atas :
f. Cuti bersama
g. Cuti tahunan pada tahun yang sedang berjalan
dan cuti tahunan yang tersisa pada tahun
sebelum digunakan cuti sakit.
h. Cuti besar
i. Cuti karena alasan penting
3. Cuti bersalin
- Hak cuti bersalin
a. Merupakan hak PNS/CPNS wanita untuk
persalinan anaknya yang pertama , kedua dan
ketiga
b. Cuti bersalin yang digunakan oleh CPNS Wanita
untuk persalinan anaknya yang pertama akan
mengurangi hak cuti persalinan setelah yang
bersangkutan menjadi PNS
- Penggunaan Cuti bersalin dan cuti lain untuk
bersalin
a. PNS yang telah menggunakan cuti bersalin
berhak atas:
j. Cuti bersama
k. Cuti tahunan pada tahun yang sedang berjalan
dan cuti tahunan yang tersisa pada tahun
sebelum digunakan cuti bersalin.
l. Cuti besar
m. Cuti sakit
n. Cuti karena alasan penting
b. PNS wanita dapat diberikan cuti besar untuk
persalinan anaknya yang ke 4 (empat) ,apabila
yang bersangkutan mempunyai hak cuti besar
menjelang persalinan.
c. PNS wanita yang akan / telah menggunakan cuti
besar untuk persalinan anaknya yang ke 4
(empat) tidak lagi berhak atas cuti tahnannya
dalam tahun yang bersangkutan
d. PNS wanita yang akan / telah menggunakan cuti
besar tersebut berhak atas :
o. Cuti bersama
p. Cuti Tahunan yang tersisa pada tahun sebelum
digunakan cuti besar
q. Cuti sakit
r. Cuti alasan penting
e. PNS wanita dapat diberikan cuti di luar
tanggungan negara untuk persalinan anaknya
yang ke 5 (lima) dan seterusnya
f. PNS wanita yang telah menggunakan cuti diluar
tanggungan negara tersebut berhak atas :
s. Cuti bersama
t. Cuti tahunan pada tahun yang sedang berjalan
u. Dan cuti tahunan yang tersisa pada tahun
sebelum digunakan cuti di luar tanggungan
negara.
v. Cuti besarsetelah bekerja kembali paling kurang
6 (enam) tahun secara terus menerus ;
w. Cuti sakit
x. Cuti karena alasan penting
4.Cuti Karena alasan penting
1. Hak cuti karena alasan penting
a. Merupakan Hak PNS
b. Selama menjalankan cuti karena alasan
penting PNS yang bersangkutan tidak
memperoleh TKPKN
2. Penggunaan cuti karena alasan penting
a. Selain karena alasan yang ditetapkan dalam
peraturan perundang-undangan yang
mengatur cuti PNS ,PNS juga berhak atas cuti
karena alasan penting karena terjadi kondisi
force major, misalnya banjir, tanah longsor
,kebakaran dan gempa bumi
b. PNS yang telah menggunakan cuti karena
alasan penting berhak atas :
- Cuti bersama
- cuti ahunan pada tahun yang sedang berjalan
dan
cuti tahunan yang tersisa pada tahun sebelum
digunakan cuti karena alasan penting
- Cuti besar
- Cuti Sakit
- Cuti bersalin
5. Hak cuti bagi PNS yang sedang tugas belajar
1. PNS yang sedang tugas belajar , berhak atas :
a. Cuti bersama
b. Cuti bersalin
c. Cuti besar untuk persalinan anaknya yang ke 4 (empat)
apabila yang bersangkutan mempunyai hak cuti besar
menjelang persalinan.
2.PNS yang sedang tugas belajar di alam negeri atau diluar
negeri yang akan menggunakan cuti bersali dan cuti besar
untuk persalinan anaknya yang keepat ( apabila yang
bersangkutan mempunyai hak cuti besar menjelang
persalinan) harus mengajukan permohonan cuti kepada
pejabat yang berwenang memberikan cuti melalui pimpinan
perguruan tinggi atau kepala perwakilan RI di negara
bersangkutan
6. Hak cuti bagi PNS yang telah selesai tugas belajar
1.PNS yang telah selesai tugas belajar dan bekerja kembali di
lingkungan Departeman keuangan berhak atas :
a. Cuti bersma
b. cuti besar untuk persalinan anaknya yang keempat apabila
yang bersangkutan mempunyai hak cuti besar menjelang
persalinan
c. Cuti Sakit
d. Cuti bersalin
e. Cuti karna alasan penting
2. PNS yang telah selesai tugas belajar dan kembali bekerja
sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan ,berhak atas
a. Cuti Tahunan pada tahun yang sedang berjalan;
b. Cuti Besar
7. Pengajuan hak cuti
1.Permohonan cuti yang akan dijalankan di dalam negeri dan
sudah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang
memberikan cuti , harus disampaikan kepada pejabat yang
berwenang menetapkan surat izin cuti paling lama 7 (tujuh)
hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan cuti, kecuali
permohonan :
a. Cuti sakit;
b. cuti karena alasan penting
2. Cuti yang akan dijalankan diluar negeri harus mendapat izin
dari Menteri keuangan
3. Permohonan cuti yang akan dijalankan di luar negeri dan izin
ke luar negeri harus disampaikan kepada Sekretaris Jendral
cq. Biro Sumber Daya Manusia paling lambat 14 (empat
belas) hari kerja sebelum tamggal pelaksanaan cuti ,kecuali
permohonan :
a. Cuti Sakit;
b. cuti karena alasan penting
8. Cuti diluar tanggungan negara
1. PNS yang telah bekerja paling kurang 5 (lima) tahun secara
terus menerus dapat diberikan cuti diluar tanggungan
negara karena alasan-alasan peribadi yang penting dan
mendesak
2. cuti diluar tanggungan negara dapat diberikan untuk paling
lama 3 (tiga) tahun dan paling lama 1 (satu) tahun apabila
ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya
3. alasan-alasan peribadi yang penting dan mendesak tersebut
dapat dipertimbangkan oleh atasan langsung PNS yang
bersangkutan apabila disertai dengan bukti-bukti yang
mendukung
4. PNS yang bekerja kembali di lingungan keuangan setelah
melaksanakan cuti diluar tanggungan negara tidak berhak
atas cuti tahunan dan berhak atas ;
1. cuti bersama
2. cuti tahunan pada tahun yang sedang berjalan setelah
bekerja kembali paling kuran 3 (tiga) bulan
3. Cuti besar, yaitu setelah bekerja kembali paling kuran
6 (enam) tahun secara terus menerus
4. Cuti Sakit;
5. Cuti bersalin;
6. Cuti Karena alasan penting

6. Hal-hal Yang
perlu di
perhatikan
7. Unit terkait 1. Kepala DPKAD
2. Kepala BKD
3. Bagian Kepegawaian
4. Bendaharawan Gaji
8. Dokumen Terkait

9. Rekaman Historis
Perubahan
Pengusulan Kenaikan Pangkat
No. : /SOP/PKM-
Dokumen AD/2019
SOP No. Revisi :
Tgl Terbit : 2019

Halaman :1/4
UPTD PUSKESMAS dr.JUMHARI
AUR DURI NIP.19760604 201001 1 010
1. Pengertian Pangkat adalah keduduksn yang menunjukkan tingkatan
seseorang PNS berdasarkan jabatan dalam rangkaian
susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar
penggajian sedangkan Kenaikan pangkat adalah
Penghargaan yang diberikan kepada Aparatur Sipil Negara
atas prestasi kerja dan pengabdian terhadap negara sesuai
dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku sebagai
berikut ;
1. Kenaikan Pangkat Reguler diberikan Kepada ASN yang
tidak menduduki jabatan struktural atau fungsional
termasuk ASN yang
a) melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya tidak
menduduki jabatan struktural atau jabatan
fungsional
b) Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di
luar instansi induk dan tidak mendudki jabatan
pimpinan yang telah ditetapkan persamaan
eselonnya atau jabatan fungsional tertentu.
Kenaikan pangkat reguler diberikan sepanjang tidak
melampaui pangkat atasan lansungnya
2. Kenaikan Pangkat pilihan
a) ASN yang menduduki jabatan Struktural / fungsional
b) ASN yang menduduki jabatan tertentu yang
pengangkatannya ditetapkan dalam keputusan
Presiden
c) ASN yang menunjukkan prestasi kerja luarbiasa
baiknya
d) ASN yang menemukan penemuan baru yang
bermanfaat bagi negara
e) ASN yang menjadi pejabat negara dan diberhentikan
dari jabatan organik.
f) ASN yang menjadi pejabat negara dan tidak
diberhentikan dari jabatan organik
3. Kenaikan pangkat Anumerta / kenaikan pangkat
pengabdian bagi yang meninggal dunia ,mencapai batas
usia pensiunatau cacat karena dinas dan tidak dapat
bekerja lagi dalam semua jabatan negeri
2. Tujuan Untuk menciptakan tertib administrasi dalam pengurusan kenaikan
pangkat bagi Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan
peraturan yang berlalu.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Aur Duri Nomor : /
SK/PKM-AD/ / 2019 Tentang Pengusulan Kenaikan Pangkat
4. Referensi 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang No. 43 Tahun
1999 tentang pokok-pokok kepegawaian
2. PP Nomor 99 Tahun 2000 jo PP no. 12 Tahun 2002 tentang
kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil
3. PP No. 9 Tahun 203 tentang wewenangpengangkatan
,pemindahan dan pemberhentian PNS
4. Kep.Ka.BKN no. 13 Tahun 2003 tanggal 21 april 2003 tentang
petunjuk teknis pelaksanaan PP no. 9 Tahun 2003 tentang
wewenang pengankatan,pemindahan dan pemberhentian
PNS
5. Prosedur / a. Pemberitahuan
langkah-langkah 1. Diterimanya surat pemberitahuan pengajuan pangkat
dari BKD
2. Menaikan surat pemberitahuan ke Kepala UPTD
Puskesmas untuk mendapatkan disposisi
3. Menyampaikan surat edaran ke seluruh ASN
Puskesmasmas dan unit kerja dalam wilayah kerja
Puskesmas Aur Duri Kota Jambi tentang pemberitahuan
pengajuan kenaikan pangkat
b. Pelaksanaan
1. Menerima surat pengantar usulan kenaikan pangkat ASN
dari ASN
2. Meneliti Kelengkapan berkas usulan kenaikan pangkat
berupa
Foto Copy Legalisir SK Capeg
Foto Copy Legalisir SK PNS
Foto Copy Legalisir Karpeg
Foto Copy Legalisir SKP 2 Tahun terakhir
Foto Copy Legalisir SK Kenaikan Pangkat Trakhir
Foto Copy Ijazal Terakhir
Foto Copy Legalisir SK Konpersi NIP Baru
Syarat Tambahan bagi jabatan Fungsional
- Penilaian Angka Kredit
- Foto Copy legalisir Pengangkatan dalam
Syarat Tambahan bagi Jabatan Struktural
- Fotocopy legalisir SK Pengangkatan dalam Jabatan
Struktural
- Foto Copy Legalisir Surat Pernyataan Pelantikan al
3. Membuat Surat Pengantar Pengajuan kenaikan Pangkat
untuk di tandatangani oleh kepala Dinas
4. Membuan Surat pengantar untuk mendapakan
Rekomendasi Hukuman Disiplin PP Nomor 53 Tahun
2010 ke Inpektorat Kota Jambi
5. Memproses Daftar Usulan Penilian Angka Kredit bagi
ASN yang menduduki jabatan fungsional.yang
mengajukan usulan kenaikan pangkat
6. Mengirimkan Berkas Usulan Kenaikan pangkat yang telah
lengkap ke BKD Kota Jambi untuk diproses lebih lanjut
sesuai limit waktu yang ditentukan
7. Bagi ASN yang berkas usulan kenaikan pangkat tidak
lengkap dikembalikan kepada ASN yang bersangkutan
untuk dilengkapi.
6. Hal-hal yang
Perlu
Diperhatikan
7. Unit Terkait 1. BKD Prpvinsi Jambi
2. BKD Kota Jambi
3. Bagian Kepegawaian
4. Puskesmas Pembantu dalam wilayah kerja
Puskesmas Aur Duri Kota Jambi
8. Dokumen
Terkait
9. Rekaman
Historis
Perubahan
PETUNJUK PENGISIAN NOTA KESEPAHAMAN PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DILINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DARI PEGAWAI TIDAK TETAP PUSAT

1. Cantumkan logo instansi Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) berwarna pada


kolom yang telah disediakan sebelah kanan atas Nota Kesepahaman ini.
2. Pilih salah satu antara Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan daerah Saudara. Misal
Gubernur Lampung, Bupati Tulangbawang, Walikota Metro.
3. Pencantuman Nomor Nota Kesepahaman untuk yang Bagian Atas diisi nomor dari
Kementerian Kesehatan, sedangkan nomor Bagian Bawah diisi nomor dari Pemerintah
Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota).
4. Kepala Dinas Kesehatan (Provinsi/Kabupaten/Kota) memberikan paraf pada sebelah
kanan bawah di setiap lembar halaman Nota Kesepahaman (halaman 1 sampai 3).
5. Penulisan tanggal, bulan, tahun dan tempat penandatanganan Nota Kesepahaman diisi
mengikuti tanggal pelaksanaan pertemuan Rapat Kerja Kesehatan Nasional
(Rakerkesnas) Tahun 2016 yang akan diselenggarakan di Jakarta. (Bagi Daerah yang
diundang pada gelombang 1 tanggal 30 Maret 2016 tuliskan tanggal tsb pada nota
kesepahaman begitu pun dengan yang diundang pada gelombang 2 tanggal 5 April 2016)
6. Pembubuhan tanda tangan Nota Kesepahaman dilakukan diatas materai Rp. 6.000,-
(enam ribu rupiah) dan distempel dinas (Gubernur/Bupati/Walikota) disertai Lampiran
yang juga harus ditandatangani dan distempel dinas oleh PARA PIHAK (rangkap dua).
7. Pengisian lampiran harus berdasarkan data PTT Aktif pada tanggal 1 September 2015
sesuai SIMPEG Kementerian Kesehatan.
8. Nota Kesepahaman beserta lampiran yang telah ditandatangani oleh
Gubernur/Bupati/Walikota (rangkap dua) harap dibawa oleh Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi/Kabupaten/Kota pada pertemuan Rakerkesnas Tahun 2016 di Jakarta dan
diserahkan kepada panitia Pengadaan CPNS di lingkungan Pemerintah Daerah dari PTT
Pusat di lokasi pertemuan Rakerkesnas.

Anda mungkin juga menyukai