Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN

ANTENATAL CARE

A. PENGERTIAN
Periode Antenatal adalah periode persiapan baik secara fisik, yaitu pertumbuhan
janin dan adaptasi maternal, maupun secara psikologis yakni antisipasi menjadi orang
tua (Bobak, 2005).
Antenatal care adalah pengawasan sebelum anak lahir terutama ditujukan kepada
anak. Prenatal care adalah pengawasan pra kelahiran. Antepartal care adalah
pengawasan sebelum bersalin, lebih ditujukan pada keadaan ibu (Novita, 2011).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai
konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 2005).

B. TUJUAN
Kunjungan Prenatal / Antenatal care direncanakan untuk mengikuti
pertumbuhan dan perkembangan janin dan untuk mengidentifikasi kelainan yang dapat
mengganggu proses persalinan normal (Bobak, 2005).
Tujuan antenatal care adalah ( FIK- UNISSULA, 2010) :
1. Pengawasan : Kesehtan ibu, deteksi dini pwnyakit penyerta dn komplikasi
kehamilan, menetapkan resiko kehamilan tinggi, meragukan dan rendah )
2. Menyiapkan persalinan
3. Mempersiapkan pemeliharaan bayi dan laktasi
4. Mengantarkan pemulihan kesehatan ibu optimal
Menurut Novita (2011), tujuan dari pemeriksaan antenatal care adalah :
1. Perawatan kesehatan pada maternal-fetal
2. Menentukan keakurasian dalam menentukan usia kehamilan
3. Untuk mengetahui pengkajian dan tindakan yang tepat untuk pasien yang beresiko.
4. Promosi kesehatan dan pendidikan tentang kehamilan, persalinan, dan menjadi
orang tua.
5. Sebagai perawat profesional harus mengetahui kapan harus referal.

1
C. ADAPTASI FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS KEHAMILAN
1. Trimester I (1 - 13 minggu)
a. Respirasi
1) Diafragma tertekan, kurang leluasa bergerak
2) Estrogen meningkat menyebabkan peningkatan jaringan ikat
3) Progesteron meningkat menyebabkan penurunan resistensi dengan relaksasi,
penurunan otot polos yang memudahkan mengalirnya CO2 dari janin ke ibu.
b. Kardiovaskuler
1) Cardiac volume meningkat kurang lebih 10% (75 ml)
2) Diafragma terdorong ke arah atas oleh karena pembesaran uterus posisi jantung
pada bagian kiri atas.
3) Denyut jantung meningkat, nadi meningkat kurang lebih 10-15x/menit
4) Transportasi O2 meningkat, filtrasi ginjal meningkat.
c. Payudara
Membesar, tegang dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan
progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara.
d. Uterus
1) Pada saat tidak hamil beratnya 35,5 gram, volume 10 cc
2) Pada saat hamil aterm 1000-1100 gram, volume 5-10 liter
3) Istmus hipertrofi, panjang dan lunak (tanda Hegar)
e. Traktus digestivus
1) Mual, muntah : morning sickness
2) Tonus otot-otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan
akan lebih lama berada dalam saluran pencernaan. Reabsorsi makanan baik,
namun akan menimbulkan obstipasi.
f. Vagina
1) Peningkatan vaskularisasi
2) Peningkatan sekresi, putih kental bersifat asam
g. Kulit
Pada daerah kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi :
1) Muka : Cloasma gravidarum
2) Payudara : Puting susu dan areola payudara

2
3) Perut : Linea nigra, striae
h. Muskuloskeletal
a. Relaksasi persendian
b. Uterus memanjang mengakibatkan nyeri pada dada ligamentum rotundum
c. Perubahan postural
1) Sakit pinggang, untuk mengimbangi lordosis dan tarikan tulang belakang
2) Sakit atau baal pada anggota bagian atas, oleh karena bahu dan dada
terdorong ke depan.
i. Kelenjar endokrin
Kelenjar tiroid dapat membesar sedikit

2. Trimester II (14 - 27 mgg)


Perubahan fisiologis
a. Sistem Reproduksi
1) Uterus
a) Uterus membesar, hipertropi sel-sel otot
b) Dinding uterus tipis dan lunak
c) Fetus dapat di palpasi pada abdomen
d) Uterus jadi bentuk ovale
e) Adanya kontraksi ” braxton his”
2) Serviks
a) Terus memanjang
b) Adanya mucus
c) Sel otot hipertropi
d) Kelenjar serviks aktif
3) Vagina
a) Sel otot hipertropi
b) Mukosa tebal
c) Adanya lorchea
d) PH asam : 3,5-6,0
4) Payudara
a) Duktus dan alveoli hipertropi
b) Areola dan putting membesar

3
c) Mulai ada sekresi kolostrum
b. Sistem kardiovaskuler
1) Volume darah bertambah banyak kurang lebih 25%
2) Hb menurun akibat eskpirasi plasma lebih besar dari pada sel darah merah
3) Output meningkat 30-50 %
4) Stroke volume meningkat
5) Tekanan darah sama dan cenderung sedikit menurun
6) Leukosit meningkat sampai 10.000/cc, trombosit meningkat
c. Sistem respiratory
1) Oksigen dalam darah meningkat
2) Pernafasan lebih dalam
3) Volume darah stabil
4) Kebutuhan oksigen meningkat
5) Uterus membesar dan menekan diagfragma menyebabkan sulit atau sesak
nafas.
d. Sistem Urinaria
1) Perubahan ukuran pada kandung kemih meningkat
2) Oedema fisiologis pada kandung kemih
3) Frekuensi berkemih menurun
4) Dilatasi ginjal dan ureter
5) Ibu rentang terhadap infeksi traktus urinarius
6) Filtrasi glomerolus meningkat 50 %
7) Aliran plasma renal meningkat
8) Ekskresi glukosa, polipeptida, elektrolit dan vitamin yang larut dalam air
meningkat.
e. Sistem muskuluskeletal
1) Pusat gravitasi berubah sebagai akibat membesarnya uterus, lordosis fisiologis.
2) Kram pada kaki
f. Sistem integumen
1) Hiperpigmentasi terutama pada putting dan perineum
2) Adanya linia nigra
3) Vaskuler adanya palmar eritema
4) Rambut menjadi lebih halus

4
5) Kuku lebih lunak dan tingkat pertumbuhan meningkat
g. Sistem gastrointestinal
1) Mulut dan gigi
Hiperimia, sensitif terhadap zat iritan
2) Esofagus dan gaster
Kapasitas lambung menurun, sekresi asam hidroverolik dan pepsin dalam
lambung menurun
3) Liver
Meningkatnya serum phospotase, menurunnya albumin dan globulin
4) Pankreas
Hipertropi, hiperplasia dan hiperaktif yang sering terjadi pada sel-sel beta
5) Intestinal
Waktu pengosongan lambung meningkat, asorbsi nutrien dan air meningkat.
h. Sistem endokrin
1) Kelenjar pituitary
Sekresi hormon luteinizing dan folikel stimulating hormon prolaktin meningkat
2) Kelenjar tiroid
a) Vaskularisasi meningkat
b) Meningkatnya T3 dan T4
c) BMR meningkat
3) Paratiroid
Hiperplasia, sekresi hormon meningkat
4) Adrenal
a) Sekresi adenocorticotropik hormon (ACTH) meningkat
b) Level kortisol meningkat
c) Level aldosteron meningkat
5) Plasenta
Fungsi utuh dan komplek

Perubahan Psikologis
a. Reaksi – reaksi psikologis dan fokus perhatiannya, perasaan “Well being”
menyadari bahwa kehamilan akan mudah dikenal orang lain.
b. Penerimaan terhadap kehamilan.

5
“Ambivalence” sebagian besar dapat teratasi dan kehamilan dapat diterima.
c. Maternal role atteinment
Reflikasi berlanjut, peran model yang diperlukan untuk pergerakan janin,
internalisasi dan fantasi.
d. Fantasi
Berlanjut, membantu untuk mengenal perannya.
e. Hubungan dengan ibu
Semakin erat dan penting, tukar pengalaman, perlu penerimaan ibunya yang
membutuhkan support.
f. Hubungan dengan janin
Sadar dengan adanya pergerakan janin, memulai perilaku kontak dengan janin,
gerak janin diartikan sebagai “Bentuk komunikasi yang rutin”.
g. Body image
Janin merupakan bagian yang terpisah dari ibu, tanda-tanda kehamilan mulai
dapat diobservasi.
h. Waktu dan jarak
Kehamilan tidak akan lama lagi berakhir, ibu berfokus pada janinnya, ibu
mungkin menarik diri dari orang lain

3. Trimester III ( 28 – 40 mgg)


Perubahan fisiologis
a. Sistem reproduksi
1) Uterus
Ukuran bertambah besar, distensi miometrium, dinding menipis, kontraksi
“braxton hix” semakin jelas.
2) Serviks
Effacement, pengeluaran mukosa.
3) Vagina
Hiperemia, pertumbuhan laktobual, lochea
4) Payudara
Membesar, tegang, kolostrum keluar
b. Sistem kardiovaskuler
1) COP meningkat 40 %

6
2) volume darah ibu meningkat 30 – 50 %
3) HR meningkat 10x/menit
4) Stroke volume meningkat
5) Kerja kardiovaskuler meningkat sangat beresiko pada ibu dengan masalah
jantung
c. Sistem Respirasi
1) Diafragma tertekan karena pembesaran uterus keatas.
2) Iga-iga ekspansi
3) Kebutuhan oksigen meningkat
d. Sistem Urinaria
1) Dilatasi kaliks renal, filtrasi glomerolus meningkat
2) Frekwensi miksi meningkat
3) Konsentrasi albumin plasma menurun
e. Sistem Muskuloskeletal
Lordosis, sulit berjalan, rebas – rebas ekstremitas
f. Sistem integumen
1) Striae semakin terlihat, pigmentasi meningkat
2) Rambut tipis dan rontok
3) Kuku cepat tumbuh dan mudah patah
g. Sistem gastrointestinal
1) Mulut dan gusi hiperemia, gusi sangat sensitif
2) Gastrik refluks, kapasitas gaster menurun
3) Mobilitas intestinal menurun, rentan terhadap konstipasi
h. Sistem endokrin
1) Pituitary : Prolaktin meningkat, oksitosin meningkat
2) Tiroid : BMR meningkat
3) Plasenta : Fungsi maksimal

Perubahan Psikologis
a. Perubahan Psikologis Ibu
1) Penerimaan terhadap janin meningkat
2) Fantasi terhadap perubahan peran
3) Rasa cemas akan keadaan janin meningkat

7
4) Fokus perhatian pada persalinan
5) Menaruh perhatian pada persalinan
b. Perubahan Psikologis Ayah
1) Butuh perhatian, kecemasan meningkat, merasa kehilangan, personal freedom,
covvod sindrom berat.
2) Parent hood, fantasi, bicara dengan calon ayah lain.

D. FISIOLOGISWAYS

Kehamilan

Peningkatan progesterone Payudara besar Rahim membesar

Tonus otot menurun Prolaktin meningkat Tarikan Vesika Diafragma


pada urinaria tertekan
HCL menurun Sensitif meningkat saraf otot tertekan
peristaltik menurun vertebrata

Mual, muntah ketidaknyamanan Kapasitas Ekspansi


pada ibu VU menurun paru

Perubahan nutrisi Resiko defisit Resiko Sekresi Pola


kurang dari volume cairan infeksi urine napas
kebutuhan menurun tidak
efektif

8
E. TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN SERTA PEMERIKSAAN
Tanda dan gejala menurut Bobak (2005) adalah
1. Presumtif
a) Amenore
b) Perubahan payudara
c) Mual dan Muntah ( morning sickness)
d) Frekuensi berkemih meningkat, disebabkan karena fundus uteri menekan dinding
vesika urinaria.
e) Leukorea
f) Tanda Chadwiek’s
g) Quickening
2. Probabilitas
a) Pertumbuhan dan perubahan uterus
b) Tanda Hegar’s, yaitu melinaknya segmen bawah uterus
c) Ballotement, yaitu lentingan janin di uterus saat palpasi
d) Braxton hick’s, adanya kontraksi selama masa kehamilan
e) Perubahan dan pembesaran abdomen
f) Striae gravidarum
g) Pigmentasi pada linea nigra
3. Absolut
a) Terdengar DJJ
b) Teraba bagian janin oleh pemeriksa
c) Terlihat hasil konsepsei dengan USG
d) Teraba gerakan janin oleh pemeriksa

F. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian
a. Aktivitas dan Istirahat
1) Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8 sampai 12 minggu),
kembali meningkat pada prakehamilan selama setengah kehamilan terakhir.
2) Denyut nadi dapat meningkat 10-15 x / menit.

9
3) Murmur sistolik pendek dapat terjadi sehubungan dengn peningkatan volume
darah.
4) Episode sinkope
5) Varieses dan edema pada ekstremitas bawah terutama pada trisemester ke III.
b. Integritas Ego
1) Menunjukkan perubahan persepsi diri
2) Bodi image rendah
c. Eliminasi
1) Perubahan pada konsistensi dan atau frekuensi defekasi.
2) Peningkatan frekuensi berkemih
3) Peningkatan berat jenis urin
4) Hemoroid
d. Makanan dan Cairan
1) Mual dan muntah terutama terjadi pada trisemester I, nyeri ulu hati umum
terjadi
2) Penambahana berat badan : 2 sampai 4 kg pada trisemester I, trisemester II dan
III masing – masing 11 sampai 12 kg.
3) Membran mukossa kering, hipertropi jaringan, gusi mudah berdarah.
4) Hb dan Ht rendah, mungkin ditemui anemia fisiologis
5) Sedikit edema dependen
6) Sedikit glikosuria mungkin ada
7) Diastasis rekti ( separasi otit rektus ) dapat terjadi pada akhir kehamilan.
e. Nyeri dan Ketidaknyamanan
1) Kram kaki
2) Nyeri tekan dan bengkak pada payudara
3) Kontraksi bawaan Braxton hick’s terlihat setelah 28 minggu
4) Nyeri punggung
f. Pernafasan
1) Hidung tersumbat
2) Mukosa lebih merah daripada normal
3) Frekuensi pernapasan dapan meingkat relatif ukuran atau tinggi uterus
4) Pernafasan thorakal
g. Keamanan

10
1) Suhu tubuh 98-99º F ( 36 -37,5º C)
2) Denyut Jantung Janin (DJJ) terengar dengan Doptone pada usia kehamilan 10-
12 minggu atau dengan fetoskop pada usia kehamilan 17-20 minggu.
3) Gerakan janin terasa saat pemeriksaan setelah usia kehamilan 20 minggu.
4) Quickening (sensasi gerakan janin pada abdomen) diantara usia kehamilan 16-
20 minggu.
5) Ballotement ada pada bulan ke 4 dan ke 5 kehamilan.
h. Seksualitas
1) Berhentinya menstruasi (amenore)
2) Perubahan respon atau aktivitas seksual
3) Leukorea mungkin ada
4) Peningkatan progresif ukuran uterus
5) Perubahan payudara : Pembesaran jaringan adiposa, peningkatan vaskularitas,
lunak bila dipalpasi, peningkatan diameter dan pigmentasi areola, hipertropi
tuberkel Montgomery, sensasi kesemutan pada trimester I dan III, kemingkinan
adanya striae garvidarum, kolostrum tampak setelah 12 minggu.
6) Perubahan pigmentasi :Kloasma, line nigra,m palmar eritema, spider nevi,
striae gravidarum.
7) Tanda-tanda Goodell, Hegar, Chadwick positif.
i. Interaksi Sosial
1) Bigung atau meragukan perubahan peran yang diantisipasi
2) Tahap maturasi atau perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan
stresor kehamilan.
3) Respons anggota keluarga lain dapat bervariasi dari positif dan mendukung
sampai disfungsional.
j. Penyuluhan dan Pembelajaran
Harapan individu terhadap kehamilan persalinan, melahirkan tergantung pada
usia, tingkat pengetahuan, pengalaman, paritas, keinginan terhadap anak, dan
keadaan ekonomi.
k. Pemeriksaan Fisik
1) Pemeriksaan Umum
a) Keadaan umum ibu hamil
Keadaan gizi, kesadaan, anemia, sianosis, ikterus, dispneu.

11
b) Keadaan jantung dan paru-paru
c) Adanya oedem
d) Refleks bisep, trisep dan patela
e) Vital Sign
1) Tekanan Darah , pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 / 90 mmHg,
dan perubahan 30 pada sistolik dan 15 pada diastolik diatas tensi sebelum
hamil, karena menandakan adnya toxaemia gravidarum.
2) Nadi,
3) Suhu, dan
4) Respirasi Rate
f) Antopometri
1) Berat Badan, harus dipantau tiap kali ibu hamil periksa. Pada Trimester
III BB tidak boleh bertambah lebih dari 1 Kg dalam seminggu atau 3 Kg
dalam sebulan.
2) Tinggi Badan
3) Lingkar Lengan Atas
g) Pemeriaksaan Head To Toe
1) Kepala
Inspeksi : Warna, kebersihan dan kerontokan rambut
Palpasi : Meraba kepala untuk mengetahui adanya lesi dan massa
2) Wajah
Inspeksi : Melihat apakah adanya oedem, dan cloasma gravidarum
3) Mata
Inspeksi : Skelera ikterik atau tidak, Konjungtiva anemis atau tidak
Palpasi : Adanya nyeri tekan, pembengkakan atau tidak.
4) Hidung
Inspeksi : Kesimetrisan hidung
Palpasi : Adakah pembesaran polip dan sinusitis atau tidak
5) Mulut
Inspeksi : Bibir kering atau tidak, adskah sianosis, terdapat caries gigi
atau tidak, lidah kotor atau tidak.
6) Leher

12
Palpasi : Periksa adanya pembesaran vena jugularis, kelenjar tiroid,
kelenjar limfa atau tidak.
7) Thoraks
a) Pemeriksaan jantung dan paru
b) Pemeriksaan mamae
Inspeksi : Kesimetrisan payudara, papilla mamae menonjor/mendatar/
invereted, Areola melebar atau bertambah hitam dan
terdapat lesi dan benjolan atau tidak.
Palpasi : Kaji pengeluaran kolostrum, dan terdapat massa atau tidak.
8) Abdomen
Inspeksi : Kesimetrisan perut, lesi / bekas operasi, dan adanya garis-garis
( striae, linea alba dan nigra).
Palpasi : Lakukan pemeriksaan Leopold
Leopold I
Menetukan bagian apa yang terdapat pada bagian fundus uteri
dan menentukan usia kehamilan dengan cara mengukur tinggi
fundus uteri.
a) Menentukan bagian janin yang terdapat di fundus
Sifat kepala : Keras, bundar dan melenting
Sifat bokong : Lunak, kurang bundar, kurang melenting
Bila kosong : letak lintang
b) Mengukur tinggi fundus uteri, ada dua cara :
1. Mengukur dengan jari
2. Mengukur dari ujung atas simphysis sampai fundus
dengan menggunakan metline, usia kehamilan dihitung
dengan menggunakan rumus Mc Donald.
Rumus :
Hasil (cm) x 2/7 = Usia kehamilan dalam bulan
Hasil (cm) x 8/7 = Usia kehamilan dalam minggu
Leopold II
Menentukan diaman letak bagian punggung dan dimana letak
bagian ekstremitas.
Leopold III

13
Menentukan apa yang terdapat di bagiana bawah dan apakah
bagian bawah ini sudah masuk PAP.
Leopold IV
Memastikan ulang apa yang terdapat pada bagian bawah dan
menentukan sudah seberapa besar bagian bawah tersebut masuk
ke dalam rongga panggul.
Auskultasi : Mendengarkan DJJ dengan menggunakan funandoskop,
atau menggunakan doptone / dopler.
9) Genetalia
Inspeksi : Sekret, varises vagina, tanda chadwick
10) Ekstremitas
Inspeksi : Varises, oedem
11) Pemeriksaan panggul
a) Distantia Spinarum
Jarak antara SIAS kiri dan kanan (23-26 cm).
b) Distantia Cristarum
Jarak yang terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26-29 cm).
c) Conjugata Externa
Jarank antara pinggir atas symphisis dan ujung prossesus spinosus
ruans tulang lumbal ke V (18-20 cm).
d) Ukuran Lingkar Panggul
Dari pinggir atas shymphisis ke pertengahan antara SIAS dan
trochanter mayor di satu sisi kemudian kembali melalui tempat yang
sama di sisi lain ( 80-90 cm).
l. Pemeriksaan Diagniostik (Doengoes, 2001)
1. JDL : Menunjukkan anemia, hemoglobinipatis ; misal sel sabit.
2. Golongan darah : ABO dan Rh untuk mengidentifikasi resiko terhadap
inkompabilitas.
3. Usap vagina / rektal : Tes untuk Neisseria gonorrhae, Chlamydia.
4. Tes serologi : Menentukan adanya sifilis (RPR : Rapid Plasama Reagin),
penyakit hubungan kelamin lain , seperti diindikasikan untuk kutil vagina,
lesi, rabas abnormal.
5. Skrining : Terhadap HIV, hepatitis, tuberkolosis.

14
6. Titer rubella : > a:aO menunjukkan imunitas.
7. Papanicolaou smear : Mengidentifikasi neoplasia, herps simpleks tipe 2.
8. Urinalis : Skrin untuk kondisi medis.
9. Tes serum / urin untuk gonadotropin korionik manusia (HCG) : Positif
10. Sonografi : Ada janin setelah gestasi 8 minggu
11. Skrin glukosa serum atau 1 jam tes glukosa : <140 mg/dl, biasanya dilakukan
antara 24 dan 28 minggu.
12. Evaluasi selanjutnya dan fokus pengkajian dilakukan pada setiap kunjungan
pranatal.

2. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan


a. Trimester I (Pertama)
1. Risiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
perubahan nafsu makan, mual, muntah.
Kriteria Hasil :
a) Menjelaskan komponen diet seimbang pranatal, memberi makanan yang
mengandung vitamin, mineral, protein dan besi.
b) Mengikuti diet yang dianjurkan
c) Mengkonsumsi suplemen zat besi / vitamin
d) Menunjukkan peningkatan BB yang sesuai (minimal 1,5 kg pada akhir
TM I).
Intervensi Keperawatan

INTERVENSI RASIONAL
1. Tentukan keadekuatan 1. Kesejahteraan janin dan ibu
asupan nutrisi setiap 24 jam tergantung pada nutrisi ibu.
2. Kaji riwayan kesehatan 2. Remaja dapat cenderung malnutrisi /
klien ; catat usia (khususnya anemia dan klien lansia mungkin
≤ 17 tahun, ≥ 35 tahun) cenderung obesitas / diabetus
gestasional.
3. Kaji tingkt pengetahuan klien 3. Menentukan kebutuhan belajar
tentang kebutuhan diet. khusus.
4. Berikan informasi tertulis/ 4. Materi referensi yang dapat
verbal tentang diet prenatal dipelajari pasien dirumah,
dan suplemen. meningkatkan kemungkinan klien
memilih diet seimbang.
5. Tanyakan keyakinan diet 5. Dapat menunjukkan motivasi untuk
sesuai budaya. mengikuti anjuran pemberi layanan

15
kesehatan.
6. Timbang BB dan kaji BB 6. Untuk mengetahui perubahan berat
pregravid biasanya. badan yang terjadi
7. Tinjau frekuensi dan 7. Mual / muntah pada trimester I dapat
beratnya mual dan muntah. berdampak negatif pada status
nutrisi prenatal.
8. Pantau kadr Hb / Ht, test 8. Mengidentifikasi adanya anemia dan
urine (aseton, albumin, dan potensial penurunan kapasitas
glikosa) pembawa O2 ibu, serta untuk
menetapkan data dasar.
9. Ukur pembesaran Uterus 9. Malnutrisi ibu berefek negatif
terhadap pertumbuhan janin dan
memperberat penurunan komplemen
sel otak pada janin, yang
mengakibbatkan kemunduran
perkembanganjanin dan
kemungkinan lebih kanjut.
10. Kolaborasi : Program diet ibu 10. Membantu meningkatkan secara
hamil. optimal nutrisi ibu.

2. Risiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan hilangnya cairan


yang berlebihan (muntah).
Kriteria Hasil :
a) Mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk menurunkan frekuensi
dan keparahan mual/muntah.
b) Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setiap hari.
c) Mengidentifikasi tanda-tanda dan gejala dehindrasi yang memerlukan
tindakan
Intervensi Keperawatan

INTERVENSI RASIONAL
1. Auskultasi DJJ 1. Memastikan adannya janin bukan
mola hidatidosa.
2. Tentukan frekuensi dan 2. Memberikan data berkenaan dengan
beratnya mual / muntah. semua kondisi.

3. Tinjau riwayat medis lain 3. Membantu dalam mengenyamping


(ulkus peptikum, gastritis, kan penyebab lain.
kolesistis)
4. Anjurkan klien mempertahan 4. Membantu dalam menentukan
kan asupan cairan, tes urin, adanya muntah yang tidak dapat
dan penurunan BB setiap hari. dikontrol.
5. Kaji suhu dan turgor kulit, 5. Indikator dalam memantau untuk
membran mukosa, TTV, mengevaluasi tingkat hidrasi.

16
intake dan output, dan berat
jenis urin. Timbang BB.
6. Anjurkan peningkatan asupan 6. Membantu meminimalkan mual
minuman manis, makan muntah dengan menurunkan
sedikit tapi sering dan tinggi keasaaman lambung.
karbohidrat.

3. Resiko tinggi infeksi salurn kemih (ISK) berhubungna dengan statis urinarius,
prakrik hygiene buruk.
Kriteria Hasil :
a) Mengidentifikasi prilaku yang dapat menurunkan statis urinarius / resiko
infeksi.
b) Menyuebutkan tanda dan gejala yang memelukan evaluasi / intervensi
c) Bebas dari tanda dan gejala infeksi.
Intervensi Keperawatan

INTERVENSI RASIONAL
1. Beri Informasi tentang gejala- 1. Ibu yang ISK berespon baik pada
gejala ISK. tindakan dan mungkin tidak serius ,
dihubungkan dengan persalinan /
kelahiran praterm.
2. Tekankan perlunya mencuci 2. Mencegah infeksi
tangan secara menyeluruh secara
teratur sebelum dan saat
memegang makanan, dan setelah
toileting.
3. Beri informasi tentang tindakan 3. Membantu mencegah kontaminan
higiene lain. bakteri.
4. Anjurkan klien minum 6 sampai 4. Membantu mencegah statis pada
8 gelas per hari. saluran urinarius.
5. Anjurkan untuk mempraktek kan 5. Memperbaiki dukungan untuk organ
latihan Kegel sepanjang hari. pelvis, menguatkan dan
meningkatkan otot pibokoksigeus,
lebih mengontrol perkemihan.
6. Anjurkan menggunakan celana 6. Statis urinarius dan glikosuria dapat
dalam ari bahan katun dan mempredisposisikan klien prenatal
hindari mandi menggunakan pada ISK.
bathtub jika klien memiliki
riwayat ISK.
7. Kolaborasi : Tes Urin rutin 7. Urin dapat memberi kecenderungan
(pemeriksaan mikroskopik, pH, pasien terkena infeksi Proteus
adanya sel darah putih, kultur, Vulgaris.
sensitivitas sesuai indikasi).
8. Kolaborasi : Pemberian 8. Atasi infeksi sesuai indikasi.

17
antibiotik.

4. Resiko konstipasi berhubungan dengan relaksasi otot halus, peningkatan


absorbsi air, hemoroid, konsumsi suplemen zat besi.
Kriteria Hasil :
a) Mempertahankan pola fungsi usus normal
b) Mengidentifikasi perilaku yang memberatkan atau beresiko
c) Melaporkan tindakan tepat yang dilakukan individu untuk meningkatkan
eliminasi
Intervensi Keperawatan

INTERVENSI RASIONAL
1. Kaji kebiasaan eliminasi
1. Pola eliminasi di pertahankan bila
sebelum kehamilan, dan
mungkin.
perubahan selama hamil.
2. Varieses rektum seringkali terjadi
pada konstipasi lama, mengejan,
2. Kaji adanya hemoroid atau sebagai akibat dari penekanan
volume sirkulasi dan rellaksasi
hormonal pembuluh darah.
3. Beri Informasi tentng makans 3. Bulk dan konsistesnsi dalam pilihan
tinggi serat ((buah, sayur, diet meningkatkan keefektipan pola
makanan kasar, asupan cairan) defekasi.
4. Anjurkan latihan ringan secara 4. Meningkatkan peristaltik usus dan
teratur, seperti jalan kaki. mencegah konstipasi.

5. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh hormonal.


Kriteria Hasil :
a) Mengidentifikasi tindakan-tindakan yang memberikan kelegaan
b) Menerima tangungjawab untuk menghilangkan ketidaknyamanan.
c) Melaporkan berhasil / tidak penatalaksanaan ketidaknyamanan.
Intervensi Keperawatan
INTERVENSI RASIONAL
1. Kaji derajat ketidaknyamanan 1. Ketidaknyamanan selama
selama pemeriksaan internal. pemeriksa an internal dapat terjadi.
2. Anjurkan penggunaan Bra 2. Memberi kan sokongan yang
penyokong. sesuai untuk jaringan payudara
yang membesar, menguatkan
jaringan areola.
3. Intruksikan penggunaan tekhnik 3. Membantu melepaskan perlekatan
Hoffman untuk putik ytang datar / dan menyebabkan putting menjadi

18
masuk, atau anjurkan penggunaan lebih tegak.
tutup plastik yang keras.
4. Intruksinkan penggunaan kompres 4. Menurunkan ketidaknyamanan dan
es, hangat, atau anastesi topikal. bengkak, meningkatkan motilitas
GI.
5. Kaji tingkat kelelahan dan sifat 5. Mendorong klien unuk menyusun
dasar komitmen keluarga / prioritas termasuk waktu untuk
pekerjaan. istirahat.

b. Trimester II ( Kedua)
1. Ketidakefektipan pola nafas berhubungan dengan pergeseran diafragma
karena pembesaran uterus.
Kriteria Hasil :
a) Melaporkan penurunan frekuensi / beratnya keluhan
b) Mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi pernafasan
Intervensi Keperawatan
INTERVENSI RASIONAL
1. Kaji status pernapasan 1. Menentutkan luas / beratnya
masalah
2. Kaji riwayat medis sebelum nya. 2. Masalah lain dapat terus mengubah
pola pernapasan dan menurunkan
oksigenasi jaringan ibu / janin.
3. Kaji kadar Hb dan Ht. 3. Mengetahui kemungkinan adanya
anemia dan penurunan kapasitas
pembawa O2.
4. Berikan informasi tentang 4. Menurunkan kemungkinan gejala-
rasional untuk kesulitan gejala pernapasan.
pernapasan dan program
aktivitas / latihan realistis.
5. Tinjau ulang tindakan yang 5. Postur yang baik dan makan sedikit
dilakukan oleh klien untuk membantu memaksimal kan
mengatasi masalah. penurunan diafragmatik, meningkat
kan ketersediaan ruang untuk
ekspansi paru.

2. Resiko tinggi kelebihan volume cairan berhubungan dengan perubahan


mekanisme regulator, retensi natrium / air.
Kriteria Hasil :
a) Menyebutkan cara-cara untuk meminimalkan masalah
b) Mengidentifikasi tanda / gejala yang memerlukan evaluasi / intervensi medis

19
c) Bebas dari hipertensi, albuminuria, retensi cairan berlebihan dan edema
wajah.

Intervensi Keperawatan

INTERVENSI RASIONAL
1. Pantu BB secara teratur 1. Mendeteksi penambahan BB
berlebihan dan retensi cairan yng
tidak kelihatan.
2. Kaji adanya tanda – tanda HAK , 2. Indikator edema patologis
dan pantau tekanan darah.
3. Tes urin terhadap albumin 3. Deteksi masalah vaskular
berkenaan dengan spasme
glomerular dari ginjal,
menurunkan resorpsi albumin.
4. Berikan informasi tntang diet , 4. Nutrisi adekuat, khususnya
misalnya peningkatan protin, tidak peningkatan protein, menurunkan
menambahkan garam meja, peningkatan HAK.
menghindari makanan dan
minuman tinggi natrium)
5. Anjurkan meninggikan ekstremitas 5. Untuk mengatasi terjadinya
secara periodik setiap hari.M edema ekstremitas.
6. Tinjau ulang kadar Ht 6. Memantau apakah terjadinya
perpindahan cairan intravaskular
myang dapat mengakibatkan
edema jaringan yang dapat
dilihat dari peningkatan kadar Ht.
7. Kolaborasi : Jadwalkan kunjungan 7. Perawatan membantu
pranatal lebih sering dan lakukan peninggkatan kesejahteraan ibu
pengobatan bila ada HAK. dan janin.

c. Trimester III (Ketiga)


1. Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus,
peningkatas tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi
glomerulus.
Kriteria Hasil :
a) Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi
b) Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah statis urinarius dan / atau edema
jaringan.
Intervensi Keperawatan

INTERVENSI RASIONAL

20
1. Beri informasi tentang perubahan 1. Membantu klien memahami alasan
perkemihan berhubungan dengan fisiologis dari masalah berkemih
trimester III. dan nokturia.
2. Anjurkan klien untuk melakukan 2. Meningkatkan perfusi ginjal,
posisi miring saat tidur memobilisasi bagian yang
mengalami edema dependen.
3. Anjurkan klien untuk 3. Memungkinkan terjadinya
menghindari posisi tegak dalam sindroma vena cava dan
waktu yang lama. menurunkan aliran vena.
4. Beri informasi mengenai perlunya 4. Mempertahankan tingkat cairan
minum 6 sampai 8 gelkas perhari, dan perfusi ginjal adekuat, yang
penurunan intake 2-3 jam sebelum mengurangi natrium diet untuk
istirahat, dan penggunaan garam, mempertahankan status isotonik.
makanan dan produk yang
mengandung natrium
dalamjumlah banyak.
5. Beri informasi tentng bahaya 5. Kehilangan natrium dapat sangat
menggunakan diuretik dan menekan regulator renin-
penghilangan natrium dari diet. angiotensin-aldosteron dari kadar
cairan, mangekibatkan dehidrasi /
hipovolemia berat.
6. Tes urin untuk pemeriksaan 6. Dapat mengindikasikan spasme
albumin. glomerulus atau penurunan perfusi
ginjal berkenaan dengan HAK.
7. Kolaborasi : Kaji ulang riwayat 7. Mengetahui masalah-masalah yang
medis sebelumnya. mempengaruhi kesehatan klien.
8. Kolaborasi : Kaji tanda dan gejala 8. Klien prenatal rentan tehadap
ISK. stasis perkemihan .

2. Resiko tinggi kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran


darah dalam residua, perubahan suplai O2.
Kriteria Hasil :
a) Mengidentifikasi faktor-faktor resiko individu
b) Mendemonstrasikan teknik untuk mengontrol / menghilangkan faktor resiko.
c) Menunjukka DJJ normal, gerakan janin setiap hari normal, dan kemajuan
perkembangan fundus.
Intervensi Keperawatan
INTERVENSI RASIONAL
1. Evaluasi kemajuan pertumbuhan 1. Mengetahui pertumbuhan norfmal
normal dengan menggunakan atau tidak.
pengukuran tinggi fundus dan
ukuran luar janin.
2. Bantu klien / pasangan mengkaji 2. Infusiensi plasenta dapat dideteksi
gerakan janin. dengan adanya penurunan gerakan
21
janin.
3. Lanjutkan pengkajian secara terus- 3. Tembakau dapat mempengaruhi
menerus dan anjurkan penghentian sirkulasi plasenta secara negatif.
penggunaan tembakau.
4. Kaji program latihan prenatal 4. Kerena latihan yang keras aliran
klien. darah pada uterus menurun
sampai 70%.
5. Evaluasi terhadap faktor-faktor 5. Merupakan indikasi inkom
resiko lain. patibilitas potensial dan
penurunan perfusi plasenta.
6. Kolaborasi : Siapkan dan batu 6. Mengkaji pertumbuhan secara
dengan USG bila diindikasikan. akurat.
7. Kolaborasi : Tes serum terhadap 7. Memungkinkan intervensi dini
ketidaksesuaian Rh pada Rh (-).
8. Berikan globulin Rh imun pada 8. Dapat menurunkan perdarahan
gestasi minggu ke 28. traplasenta pada klien yang tidak
sensitif

3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan tingkat aktifitas, stress


psikologis, ketidakmampuan untuk mempertahankan ketidaknyamanan.
Kriteria Hasil :
a) Melaporkan perbaikan tidur / istirahat
b) Melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar.
Intervensi Keperawatan
(Doengoes : 2001)
INTERVENSI RASIONAL
1. Tentukan pola tidur saat ini 1. Membantyu mengidentifikasi
kebutuahan untuk menepakan pola
tidur yang berbeda.
2. Evaluasi tingkat kelelahan : 2. Peningkatan retensi cairan,
anjurkan klien istirahat 1-2 jam penambahan berat badan dan
dan dapatkan 8 jam tidur per pertumbuhan janin semua
malam. meperberat perasaan lelah,
khususnya pada multipara dengan
anak lain atau kebutuhan lain.
3. Kaji kejadian insomnia dan 3. Ansietas yang berlebihan,
respons kliean terhadap penurunan kegembiraan, ketidaknyamanan
tidur fisik, nokturia, dan aktivitas janin
dapat mempersulit tidur.
4. Kaji kesulitan bernafas karena 4. Posisi rekumben dapat membatasi
posisi. ekspansi paru.

22
DAFTAR PUSTAKA

Bobak, dkk. (2005). Buku ajar Keperawatam Maternitass, Edisi 4. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran, EGC.

Doenges, RE. (2001). Rencana Perawatan Maternal atau Bayi Edisi 2. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran, EGC.

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. (2010). Modul
Keperawatam Maternitas.

Manuaba, I Gede (2001). Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan
KB. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran, EGC.

Novita, Regina (2011). Keperawatan Maternitas. Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia.

23