Anda di halaman 1dari 17

MODUL

PELATIHAN PELAYANAN DARAH BAGI


PERAWAT DI UNIT TRANSFUSI DARAH

MATERI INTI 1
PENGERAHAN PENDONOR DARAH

DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER


DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................................... iii
TIM PENYUSUN ...................................................................................................................iv
I. DESKRIPSI SINGKAT................................................................................................... 1
II. TUJUAN PEMBELAJARAN .......................................................................................... 1
III. POKOK BAHASAN ................................................................................................... 1
IV. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN ............................................. 1
V. URAIAN MATERI .......................................................................................................... 3
A. Konsep Pengerahan Pendonor Darah Sukarela ......................................................... 3
B. Pelaksanaan Pengerahan Pendonor Darah ............................................................... 4
VI. REFERENSI ............................................................................................................... 8
VII. LAMPIRAN ................................................................................................................ 8
1. Formulir Kegiatan Rekrutmen Donor di UTD .............................................................. 9
2. Formulir Rekapitulasi Kegiatan Rekrutmen Donor Bulanan di UTD .......................... 11
3. Panduan Role Play ................................................................................................... 12
4. Panduan Latihan ...................................................................................................... 13

iii
TIM PENYUSUN

Dr.dr.Yuyun Siti Maryuningsih, M.Sc.


drg. Haslinda, M.Kes.
dr. Ika Hariyani, MKM.
dr. Ernawati Oktavia, MKM.
dr. Susanti, MM.
dr. Elida Marpaung, M.Biomed.
Dr. Atik Hodikoh, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat.
Ernawati, S.Kp., Sp.MB
Ns. Uke Pemila, M.Kep., Sp.MB.
Deasy Widiana, AP.TTD, S.Pd.
Farida Netty R.
Yuli Nazlia Sidy, S.Kep. Ners., MKM.
Reni Octavia, SKM, MKM.
Bambang Heriyanto, SKM, MPH.
dr. Aina Fatiya
drg. Enita Pardede

KONTRIBUTOR:

Edy Suprapto, S.Si., M.Si.; Sutarno, SAP; Prapti Setyaningsih, S.Farm., Apt., MKK.; Ns.
Suriyanti Marasaoly, S.Kep.; dr. Rita Inastuti.

iv
I. DESKRIPSI SINGKAT

Setiap Unit Transfusi Darah (UTD) memiliki tanggung jawab untuk memenuhi
ketersediaan darah di wilayah kerjanya atau jejaring. Ketersediaan darah sa ngat
tergantung pada kemauan dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya
secara sukarela dan teratur. Untuk mencapai hal tersebut UTD perlu melakukan
kegiatan rekrutmen donor dimana pengerahan donor dan pelestarian donor darah
sukarela adalah bagian dari kegiatannya.

Khusus dalam pelaksanaan kegiatan pengerahan donor perlu ditentukan tempat yang
cocok untuk memberi penyuluhan, pemberitahuan melalui pengumuman seluas-luasnya
agar banyak masyarakat terinformasikan, persiapan sarana dan prasarana serta
evaluasi terhadap efektifitas dan efisiensi kegiatan pengerahan donor. Selanjutnya,
semua kegiatan pengerahan donor harus dicatat.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum:


Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu melakukan pengerahan pendonor
darah

B. Tujuan Pembelajaran Umum:


Setelah mengikuti materi peserta mampu:
1. Menjelaskan konsep pengerahan pendonor darah sukarela.
2. Melakukan pengerahan pendonor darah.

III. POKOK BAHASAN

Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan berikut:


1. Konsep pengerahan pendonor darah sukarela.
2. Pelaksanaan pengerahan pendonor darah.

IV. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Berikut ini merupakan pedoman bagi pelatih dan peserta dalam melaksanakan
pembelajaran.

Langkah Uraian Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Waktu


(menit)
1 Pengkondisian 1. Pelatih memperkenalkan diri 10’
sekaligus menyapa peserta dengan
ramah dan hangat, dan
menyampaikan tujuan pembelajaran
umum dan khusus materi.
2. Pelatih menggali pendapat/

1
Langkah Uraian Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
(menit)
pemahaman peserta terkait rekrutmen
pendonor darah di Puskesmas.
2 Pembahasan 1. Pelatih menyampaikan materi 70’
Materi dengan menggunakan bahan tayang
tentang:
a. Konsep pengerahan pendonor
darah sukarela.
b. Pelaksanaan pengerahan
pendonor darah
2. Pelatih memberikan kesempatan
kepada peserta untuk bertanya
maupun mencurahkan pendapat/
pengalaman dalam proses
pembelajaran maupun di akhir
pembelajaran.
3. Pelatih memberikan apresiasi kepada
peserta yang aktif
3 Role Play 1. Pelatih dibantu asisten membimbing 90’
peserta dalam melakukan role play
KIE tentang donor darah kepada
masyarakat sesuai TPK 2
2. Pelatih dibantu asisten memfasilitasi
bila ada peserta yang bertanya/
kurang memahami dalam proses role
play.
4 Latihan 1. Pelatih dibantu asisten membimbing 45’
peserta dalam melakukan latihan
pencatatan kegiatan pengerahan
pendonor darah sesuai TPK 2
2. Pelatih dibantu asisten memfasilitasi
bila ada peserta yang bertanya/
kurang memahami dalam proses
latihan
4 Evaluasi dan 1. Pelatih melakukan evaluasi dengan 10’
Rangkuman mengajukan pertanyaan untuk
menilai apakah tujuan pembelajaran
tercapai
2. Pelatih merangkum sesi
pembelajaran.
3. Pelatih menutup sesi ini dengan
memberikan apresiasi atas
keterlibatan aktif seluruh peserta.

2
V. URAIAN MATERI

A. Konsep Pengerahan Pendonor Darah Sukarela


1. Pengertian
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 83 Tahun 2014, yang dimaksud
dengan:
a. Pendonor darah adalah orang yang menyumbangkan darah atau
komponennya kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan.
b. Pengerahan pendonor adalah kegiatan memotivasi, mengumpulkan dan
mengerahkan masyarakat dari kelompok risiko rendah agar bersedia menjadi
pendonor darah sukarela.
c. Pelestarian pendonor darah sukarela adalah upaya yang dilakukan untuk
mempertahankan pendonor darah sukarela untuk dapat melakukan donor
darah secara berkesinambungan dan teratur selama hidupnya.

Setiap orang dapat menjadi pendonor darah. Sesuai Permenkes RI Nomor 91


Tahun 2015, berdasarkan motivasi pendonor terdapat empat jenis pendonor
yaitu:
a. Pendonor sukarela
b. Pendonor keluarga/pengganti
c. Pendonor bayaran
d. Pendonor plasma khusus
Seharusnya pendonoran darah dilakukan secara sukarela. Pengerahan pendonor
dan pelestarian pendonor darah sukarela merupakan bagian dari upaya
rekrutmen pendonor.

Target utama rekrurmen donor adalah diperolehnya jumlah darah sesuai dengan
kebutuhan atau target UTD yang difokuskan kepada kelompok pendonor darah
sukarela berisiko rendah. Berbagai upaya dapat dilakukan UTD untuk menjaring
ketersediaan darah tersebut, diantaranya:
a. Membangun jejaring dalam hal penyediaan kebutuhan darah
b. Menghidupkan komunikasi serta kerja sama dengan semua komponen
masyarakat
c. Keikutsertaan dinas, instansi kerja atau perusahaan swasta sebagai bentuk
kepedulian terhadap kebutuhan darah yang harus dipenuhi
d. Memperluas jangkauan kerja sampai ke daerah perifer dengan melibatkan
Puskesmas dan jejaringnya

2. Tujuan
Pengerahan pendonor darah sukarela bertujuan:
a. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesadaran masyarakat sehingga
mengerti mengapa kegiatan penyumbangan darah (donor darah) adalah
sangat penting dan merupakan upaya untuk menyelamatkan jiwa manusia.
b. Meningkatkan perilaku masyarakat untuk menyumbangkan darahnya secara
teratur dan sukarela.

3
c. Menjaga agar donor sukarela mengerti pentingnya darah yang aman
sehingga mereka tidak menyumbangkan darahnya apabila mereka tidak sehat
atau memiliki risiko infeksi penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi
darah.

3. Prinsip Prinsip
Prinsip pengerahan pendonor darah sukarela adalah:
a. Memberi penjelasan pentingnya donor darah sukarela tanpa pamrih dan
secara teratur
b. Memotivasi dan mendidik donor sukarela mengenai kebutuhan akan pasokan
darah berkesinambungan.
c. Mencari pendonor sukarela yang memenuhi kriteria pendonor risiko rendah
karena perilaku yang berisiko tinggi dapat mempengaruhi kemanan dan mutu
darah
d. Melibatkan tokoh masyarakat dalam pengerahan pendonor darah
e. Pelestarian pendonor darah sukarela diaktifkan.
f. Mengelola kampanye donor darah secara terus menerus.

4. Metode
Setiap sasaran pengerahan pendonor darah membutuhkan informasi yang
berbeda tentang penyumbangan darah. Oleh karena itu penting untuk
mengetahui karakterisik kelompok dalam masyarakat berdasarkan sosial,
ekonomi, budaya, pendidikan atau pengetahuan mereka terhadap donor darah.
Hal ini penting untuk memilih metoda komunikasi dan edukasi yang sesuai
dengan masing-masing kelompok dalam upaya untuk membina sikap yang positif
terhadap penyumbangan darah.

Metoda komunikasi yang dapat digunakan untuk penyuluhan masyarakat tentang


penyumbangan darah diantaranya adalah:
a. Ceramah
b. Pembagian leaflet dan poster
c. Penjelasan melalui media massa cetak maupun elektronik
d. Iklan di media elektronik

B. Pelaksanaan Pengerahan Pendonor Darah


1. Persiapan Alat dan Bahan Kegiatan Pengerahan Pendonor Darah
a. Peralatan
Alat-alat yang digunakan dalam kegiatan pengerahan donor adalah alat untuk
melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang
donor darah. Alat tersebut meliputi, antara lain: laptop, LCD, layar, pengeras
suara, dll.

b. Bahan Penyuluhan
Bahan penyuluhan adalah bagian penting dalam kegiatan pengerahan donor,
diantaranya adalah leaflet dan poster penyumbangan darah. Setiap bahan
penyuluhan yang diproduksi, isinya harus mengacu pada Permenkes No. 91
Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.

4
Contoh bahan penyuluhan:
1) Leaflet
Apabila mempersiapkan leaflet, informasi yang akan disampaikan
hendaknya dalam alur pikir yang jelas, bahasa yang sederhana dan
ilustrasi yang menarik. Leaflet harus diuji coba terlebih dahulu walau hanya
kepada beberapa orang. Pilihlah beberapa orang yang hanya tahu sedikit
tentang donor darah dan tanyakan pada mereka apakah leaflet tersebut
cukup jelas dan berisi semua informasi yang mereka butuhkan. Dengan
cara ini, perbaikan dapat dibuat sebelum leaflet diproduksi dan
didistribusikan lebih luas. Wawancara dan diskusi dilaksanakan untuk
melihat seberapa jauh efektifitas dari bahan tersebut dalam menyampaikan
pesan yang diinginkan.

2) Poster/Spanduk/Baliho
Poster/Spanduk/Baliho sangat berguna karena cenderung dilihat oleh
banyak orang jika terpasang di tempat-tempat umum, kantor, pabrik,
perguruan tinggi atau tempat strategis. Fungsinya untuk memberitahukan
atau menyampaikan pesan iklan atau promosi mengenai donor darah yang
disampaikan lewat media kain, vinyl, stiker atau semacamnya.

3) Media massa cetak


Baik media massa cetak nasional maupun yang ada di daerah merupakan
sarana penting agar masyarakat umum mengetahui akan kebutuhan donor
darah sukarela, serta kapan dan dimana dapat menyumbangkan darah
mereka. Surat kabar selalu mencari berita-berita yang menarik, sehingga
sangat mungkin tertarik untuk menulis tentang kegiatan donor darah,
testimoni pendonor darah yang telah memberikan penyumbangan darah
paling banyak, atau tentang pasien yang nyawanya telah terselamatkan
oleh transfusi.

4) Media massa elektronik: radio, televisi, media sosial dan lainnya


Radio, televisi, media sosial dan media elektronik lainnya memberikan
kesempatan yang bagus bagi para penyelenggara pengerahan donor untuk
mencapai banyak orang. Siaran berkala di radio dan TV perlu
dilaksanakan untuk memberi tahu kepada masyarakat akan kebutuhan
darah, peranan donor sukarela dalam membantu pelayanan rumah sakit,
jaminan keamanan pelayanan bagi mereka sendiri apabila membutuhkan
transfusi darah secara darurat dan dimana mereka dapat menyumbangkan
darah.

Radio atau TV juga sangat penting untuk menyiarkan kepada donor darah
baru maupun donor darah teratur untuk menyumbangkan darah mereka
ketika persediaan darah mulai menipis, misalnya pada masa liburan atau
terjadinya musibah besar.

5
2. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Tentang Donor Darah Kepada
Masyarakat
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sangat penting untuk diperhatikan.
Strategi yang tepat adalah kunci keberhasilan rekrutmen donor. Sebagaimana
telah disampaikan di atas bahwa tujuan pengerahan pendonor darah, maka
bahan materi KIE harus disesuaikan dengan kebutuhan sasaran penyuluhan,
dapat meliputi:

a. Manfaat menyumbangkan darah bagi pendonor


1) Menyumbangkan darah merupakan perbuatan sosial menolong sesama
yang dapat menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan batin bagi pendonor
darah.
2) Manfaat lain dari penyumbangan darah adalah diperolehnya pemeriksaan
kesehatan secara rutin setiap kali menyumbangkan darah. Pemeriksaan
kesehatan meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin, tekanan darah,
keadaan umum, kemungkinan tertular terhadap infeksi HIV, Hepatitis B,
Hepatitis C dan Sifilis.
3) Penyumbangan darah secara rutin juga dapat turut menjaga kadar zat besi
di dalam tubuh tetap normal, oleh karena berlebihnya zat besi di dalam
tubuh dapat bersifak radikal bebas yang dapat memacu berbagai kondisi
kesakitan.
4) Kehilangan sejumlah darah dari tubuh dapat memacu sumsum tulang
untuk memproduksi sel-sel darah baru yang memiliki kapasitas
pengangkutan oksigen lebih baik lagi.

b. Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah


Berbagai macam infeksi dapat ditularkan melalui transfusi darah diantaranya
adalah HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis dan Malaria. Oleh karena itu calon
pendonor harus diyakini sehat dan terbebas dari jenis infeksi tersebut di atas.
Hal ini dapat diupayakan melalui seleksi donor yang dilakukan baik oleh
Puskesmas maupun UTD sebelum pengambilan darah.

c. Perilaku-perilaku berisiko yang dapat mengakibatkan ditularkannya


berbagai infeksi melalui transfusi darah
Perilaku yang berisiko antara lain:
1) Perilaku seksual berisiko
2) Menggunakan NAPZA suntik
3) Menggunakan jarum suntik terkontaminasi
4) Memakai tattoo

d. Terjaminnya kerahasiaan atas hasil pemeriksaan uji saring Infeksi


Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) terhadap darah donor.
Informasi yag disampaikan adalah:
1) Uji saring IMLTD merupakan upaya penapisan darah yang tidak aman
untuk ditransfusikan, bukan merupakan pemeriksaan untuk mendiagnosa
penyakit. Oleh karena itu hasil uji saring IMLTD hanya dapat

6
diberitahukan kepada pendonor darah yang bersangkutan setelah uji
saring IMLTD menunjukkan hasil reaktif ulang.
2) Pemberitahuan kepada pendonor disampaikan secara tertulis dengan
redaksi pemanggilan pendonor untuk mendapatkan konseling hasil uji
saring IMLTD oleh tenaga UTD yang sudah dilatih.
3) Pendonor dengan dugaan terinfeksi selanjutnya dirujuk ke RS untuk
mendapatkan pemeriksaan diagnostik untuk menetapkan status kesakitan
pendonor yang bersangkutan.

e. Persyaratan/kriteria pendonor darah.


Persyaratan/kriteria pendonor darah disampaikan sebagaimana tertera didalam
Peraturan Menteri Kesehatan No. 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan
Transfusi Darah.

f. Alasan diperlukannya pemeriksaan kesehatan dan riwayat kesehatan.


1) Pada penyumbangan darah, darah dalam jumlah tertentu akan dikeluarkan
dari tubuh pendonor, hal ini tentunya akan berdampak terhadap
hemodinamika tubuh pendonor. Jika pendonor tidak berada dalam keadaan
sehat, perubahan hemodinamika dikhawatirkan dapat berdampak buruk
pada pendonor itu sendiri.
2) Darah yang disumbangkan oleh pendonor yang “tidak sehat” akan
berdampak pada kesehatan penerima transfusi, misalnya berbagai infeksi
dapat ditularkan melalui transfusi darah seperti misalnya HIV, Hepatitis B,
Hepatitis C, Sifilis dan Malaria. Oleh karena itu pemeriksaan kesehatan
calon pendonor harus dilakukan secermat mungkin.

g. Alasan mengapa pendonor tidak boleh menyumbangkan darah jika


terdapat risiko potensial kesakitan baik untuk donor maupun pasien.
Penjelasan sama seperti pada penjelasan nomor 7.

h. Proses penyumbangan darah dan efek samping yang mungkin terjadi dari
pengambilan darah.
1) Proses penyumbangan darah dapat memakan waktu hingga 15 menit.
2) Proses penyumbangan darah dimulai dari seleksi donor hingga
pengambilan sampel darah donor.
3) Beberapa efek samping dapat terjadi akibat penyumbangan darah seperti
misalnya rasa pusing, mual atau pingsan. Hal ini sebagai akibat gangguan
hemodinamika.
4) Efek samping yang lebih berat seperti kejang-kejang juga mungkin terjadi
walaupun jarang.

i. Pendonor darah harus dengan jujur memberikan keterangan terkait


riwayat kesehatannya

7
Khusus kelompok pendonor yang tergolong calon pendonor pendamping ibu hamil
dalam Program Kerja Sama antara Puskesmas, UTD dan RS dalam Pelayanan
Darah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu ditambahkan materi sebagai berikut:
1. Manfaat darah yang disumbangkan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas yang
memerlukan transfusi.
Darah yang disumbangkan baik oleh calon pendonor darah pendamping ataupun
masyarakat dimana ibu hamil, bersalin dan nifas tinggal akan sangat bermanfaat
ketika terjadi perdarahan.
2. Darah yang disumbangkan diperuntukkan bagi ibu hamil dan jika tidak jadi
dipergunakan maka darah tersebut akan diperuntukkan bagi pasien lain.

3. Pencatatan Kegiatan Pengerahan Pendonor Darah


Pencatatan pengerahan pendonor darah meliputi :
a. Formulir kegiatan rekrutmen donor (formulir 3.1. dalam Permenkes RI Nomor
91 Tahun 2015).
b. Formulir rekapitulasi kegiatan rekrutmen donor bulanan.

Data-data kegiatan pengerahan donor yang sudah tercatat dan terdokumentasi ini
dapat digunakan sebagai sumber informasi, bahan evaluasi, bahan dasar
pengembangan, dan bukti pertanggungjawaban.

VI. REFERENSI

1. Permenkes RI No. 83 Tahun 2014 tentang UTD, BDRS dan Jejaring Pelayanan
Transfusi Darah.
2. Permenkes RI No. 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.

VII. LAMPIRAN

1. Formulir Kegiatan Rekrutmen Donor di UTD


2. Formulir Rekapitulasi Kegiatan Rekrutmen Donor Bulanan di UTD
3. Panduan Role Play
4. Panduan latihan

8
1. Formulir Kegiatan Rekrutmen Donor di UTD

FORMULIR KEGIATAN REKRUTMEN DONOR

UTD ............................................

Tanggal Kegiatan : .................................................


Tempat Kegiatan : .................................................
Jenis Kegiatan : * Dialog Interaktif TV/ Dialog Interaktif Radio/ Ceramah/ Paparan/
Konsultasi/ Lainnya : ....................................................
Jumlah Undangan : ..................
Jumlah yang hadir : .................. (daftar hadir terlampir)
Pertanyaan/ permasalahan yang paling banyak disampaikan peserta:
1. .............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
2. .............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
3. .............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
4. .............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
5. .............................................................................................................................................
...........................................................................................................................................

Tempat/Tanggal : .................................
Mengetahui:
Petugas Pelaksana: Pengawas:

Petunjuk Pengisian:
Jenis : Coret yang tidak diperlukan: Dialog Interaktif TV/ Dialog Interaktif Radio/ Ceramah/ Paparan/
Kegiatan Konsultasi. Bila belum ada pilihan maka bisa dicatat di lainnya

9
Lampiran Formulir Kegiatan Rekrutmen Donor

CONTOH DAFTAR HADIR

No Nama P/L Alamat Pekerjaan Tanda-


tangan
1 2 3 4 5 6

Tempat/Tanggal : .................................
Mengetahui:
Petugas Pelaksana: Pengawas:

Petunjuk Pengisian:
Kolom 1 : Diisi nomor urut daftar hadir
Kolom 2 : Diisi nama peserta yang mengikuti kegiatan rekrutmen donor
Kolom 3 : Diisi P= Perempuan dan L=Laki-laki
Kolom 4 : Diisi alamat tempat tinggal peserta
Kolom 5 : Diisi nama pekerjaan peserta saat ini
Kolom 6 : Diisi tanda-tangan peserta

10
2. Formulir Rekapitulasi Kegiatan Rekrutmen Donor Bulanan di UTD

FORMULIR REKAPITULASI KEGIATAN REKRUTMEN DONOR BULANAN

UTD ............................................

Nama UTD : .................................................


Bulan : .................................................

No Tanggal Tempat Kegiatan Jumlah Jenis Kegiatan


Kegiatan Peserta
1 2 3 4 5

Tempat/Tanggal : .................................
Mengetahui:
Petugas Rekap: Kepala UTD .....................

....................................................... ...........................................

Petunjuk Pengisian:
Kolom 1 : Diisi nomor urut kegiatan
Kolom 2 : Diisi tanggal kegiatan rekrutmen donor
Kolom 3 : Diisi tempat kegiatan rekrutmen donor
Kolom 4 : Diisi jumlah total peserta yang hadir saat kegiatan berlangsung
Kolom 5 : Diisi jenis kegiatan: Dialog Interaktif TV/ Dialog Interaktif Radio/ Ceramah/ Paparan/
Konsultasi/ jenis kegiatan lainnya yang tercatat

11
3. Panduan Role Play

Materi Inti 1 : Pengerahan Pendonor Darah


Pokok Bahasan 2 : Pelaksanaan pengerahan pendonor darah

A. Panduan untuk Pelatih


1. Pelatih dan asisten (minimal 2 orang) menyiapkan alat praktikum seperti:
a. LCD dan layar
b. Pointers
c. Microphone dan sounds systems
2. Pelatih memberikan penjelasan mekanisme praktikum (alokasi 5 menit) sebagai
berikut:
a. Pelatih membagi peserta kelas menjadi tiga kelompok praktikum
b. Pelatih meminta setiap kelompok praktikum menyiapkan laptop
c. Pelatih meminta kelompok praktikum mempersiapkan bahan KIE tentang
donor darah kepada masyarakat selama 15 menit sebelum dilakukan Role
Play
d. Pelatih memberikan waktu untuk melaksanakan Role Play selama 15 menit
untuk setiap kelompok. Ketika kelompok pertama melaksanakan role play,
kelompok yang lain berperan sebagai observer (alokasi 45 menit)
e. Pelatih meminta satu kelompok yang berperan sebagai observer untuk
memberikan tanggapan terhadap Role Play yang dimainkan masing-masing 5
menit (alokasi 15 menit)
f. Pelatih dibantu asisten memberikan kesempatan kepada peserta untuk
menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti selama proses praktikum
berlangsung (alokasi 5 menit)
3. Pelatih dibantu asisten mengatur pelaksanaan Role Play sesuai mekanisme yang
disampaikan
4. Pelatih merangkum hasil Role Play dengan alokasi 5 menit

B. Alokasi Waktu
2 Jpl X 45 menit

C. Media dan Alat Bantu


1. Modul pelatihan
2. Bahan Tayang
3. Bahan KIE
4. Laptop/komputer
5. LCD dan layar
6. Mic dan Sound Systems

D. Tempat
Ruangan kelas

12
4. Panduan Latihan

Materi Inti 1 : Pengerahan Pendonor Darah


Pokok Bahasan 2 : Pelaksanaan pengerahan pendonor darah

A. Panduan untuk Pelatih


1. Pelatih dan asisten (minimal 2 orang) menyiapkan bahan tayang, formulir
praktikum dan alat seperti:
a. LCD dan layar
b. Pointers
c. Microphone dan sounds systems
2. Pelatih memberikan penjelasan mekanisme praktikum (alokasi 5 menit) sebagai
berikut:
a. Pelatih membagikan formulir praktikum kepada peserta
b. Pelatih menjelaskan cara pengisian formulir praktikum
c. Hasil Role Play digunakan peserta untuk latihan pengisian formulir
d. setiap peserta selesai mengisi pelaksanaan kegiatan Role Play di formulir
praktikum, peserta menyerahkan kepada pelatih dan asisten untuk dinilai
e. Pelatih memberikan waktu kepada setiap kelompok untuk mengekspresikan
perasaan setelah melaksanakan latihan
f. Pelatih dibantu asisten memberikan kesempatan kepada peserta untuk
menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti selama proses praktikum
berlangsung
3. Pelatih merangkum hasil latihan dengan alokasi 5 menit

B. Alokasi Waktu
1 Jpl X 45 menit

C. Media dan Alat Bantu


1. Modul pelatihan
2. Bahan Tayang
3. Laptop/komputer
4. LCD dan layar
5. Mic dan Sound Systems
6. Formulir Kegiatan Rekrutmen Donor di UTD
7. Formulir Rekapitulasi Kegiatan Rekrutmen Donor Bulanan di UTD

D. Tempat
Ruangan kelas

13