Anda di halaman 1dari 30

PENGORGANISASIAN INFORMASI/

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Oleh : Sri Rahayu, S.Sos.


(Pustakawan Madya)

Disampaikan dalam
Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan Se Kabupaten
Sidoarjo Angkatan I Tahun 2018
Pada tanggal 12-15 Maret 2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas Rahmat dan HidayahNya,

makalah yang berjudul “Pengorganisasian Informasi/Pengolahan Banah Pustaka” dapat

terselesaikan. Makalah ini dibuat untuk peserta Bimbingan Teknis Pengelola

Perpustakaan Desa/Kelurahan Se Kabupaten Sidoarjo Angkatan I Tahun 2018.

Makalah ini membahas tentang administrasi dan pengolahan bahan pustaka

secara umum. Penyajian makalah ini berbentuk praktis dan menggunakan bahasa yang

sederhana, dengan harapan dapat mudah dipahami serta diterapkan oleh setiap

pengelola perpustakaan khususnya yang bertugas di bagian Pengelolaan

Informasi/Pengolahan Bahan Pustaka.

Makalah ini masih jauh dari sempurna, namun penyusun berharap tulisan ini

membantu peserta dalam mengikuti dan memahami tentang Pengolahan Bahan Pustaka

secara umum , penulis juga berharap saran dan kritik untuk perbaikan tulisan ini

selanjutnya.

Surabaya, Maret 2018

Penyusun,

Sri Rahayu, S.Sos.


NIP. 19640429 199103 2 004
BAB. I
Pengorganisasian Informasi/Pengolahan Bahan Pustaka

A. Pendahuluan

Perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan yang mempunyai tugas


pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah desa/kelurahan
serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum yang tidak
membedakan usia, ras, agama, status sosisal ekonomi dan gender. Upaya
Pemerintah untuk mencerdaskan Bangsa haruslah didukung dan dilaksanakan
secara terus menerus dan berkesinambungan, seperti yang diamanahkan dalam
UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan taraf
hidup masyarakat.

Program Pengembangan Perpustakaan Desa / Kelurahan di Jawa Timur


merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab Pemerintah Provinsi dan
Kabupate/Kota di Jawa Timur melalui Dinas Perpustakaan di Jawa Timur
sebagai Instansi pembina dari semua jenis perpustakaan. Perlu dukungan
perangkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan untuk mewujudkan fungsi dan
tujuan Perpustakaan Desa / Kelurahan, serta menjamin kelangsungan
penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai sumber belajar
masyarakat dan pembelajaran seumur hidup, serta menjamin Optimalisasi
Layanan Perpustakaan Desa / Kelurahan di Jawa Timur.

Perpustakaan desa/kelurahan merupakan wahana penting sebagai sumber


informasi dan ilmu pengetahuan bagi warga masyarakat yang tinggal di
desa-desa maupun kelurahan . Perpustakaan desa/kelurahan dapat
dipandang sebagai basis pelayanan dan pemasyarakatan perpustakaan di
tengah-tengah masyarakat. Perpustakaan desa/kelurahan dapat memenuhi
kebutuhan riil masyarakat akan informasi atau buku dapat langsung dipenuhi
oleh perpustakaan desa/kelurahan tanpa harus pergi ke perpustakaan umum
di pusat kota. Semakin banyak berdiri keberadaan perpustakaan
desa/kelurahan , maka akan semakin besar kemungkinan masyarakat yang
dapat dilayani, artinya akan semakin merata pula layanan perpustakaan, serta
diharapkan dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat melalui
implementasi koleksi yang dibacanya.

B. JENIS KOLEKSI
Koleksi perpustakaan merupakan semua jenis bahan pustaka yang
dikumpulkan/diadakan, diolah, disimpan dan dimanfaatkan pemustaka
(masyarakat pembaca). Koleksi perpustakaan desa untuk menunjang kegiatan
masyarakat i dan peningkatan kehidupan masyarakat melalui implementasi
koleksi perpustakaan. Menurut jenisnya biasanya berupa:

a. Karya Cetak
Karya Cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dan diproduksi
dalam bentuk cetak, seperti: Buku (buku teks dan buku rujukan) , Terbitan berseri
(harian: surat kabar; majalah: mingguan, bulanan dan lainnya; laporan: tahunan,
triwulan dan sebagainya).

b. Karya Non Cetak


Karya non cetak adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dan diproduksi
tidak dalam rekaman: Rekaman Suara, misalnya pita kaset, CD/Compact Disk;
Gambar hidup dan rekaman video, misalnya VCD, film dan sejenisnya; Bahan
Grafika, misalnya lukisan, bagan, foto, slide transparan dan film strip; Bahan
Kartografi. Ditinjau dari perolehannya, dapat berasal dari pembelian, hadiah/hibah,
tukar- menukar atau berasal dari bahan pustaka titipan.
Koleksi perpustakaan desa terdiri atas:
1. Buku sumber/rujukan/referensi: Kamus bahasa, kamus istilah bidang pilihan:
(pertanian, perdaganyan, komputer dsb), ensiklopedia, dll
2. Buku bacaan umum praktis: non fiksi
3. Buku bacaan fiksi
4. Terbitan berkala: koran, majalah
5. Kliping

C. PROSES PENGADAAN BAHAN PUSTAKA


Pengertian pengadaan buku lebih luas dan bukan hanya sekedar pembelian atau
pemesanan. Pengadaan mencakup hal-hal yang perlu setelah kita menentukan
pemilihan buku, di dalamnya termasuk juga perolehan bahan melalui pembelian,
hadiah, pertukaran bahan dan pencatatan-pencatatan yang berkaitan dengan
pengadaan, jadi pengadaan bahan pustaka merupakan usaha yang dilakukan oleh
pustakawan untuk memperoleh/mendapatkan bahan pustaka.
Pengadaan bahan pustaka ini adalah tugas yang dilakukan berulang setiap saat
oleh Perpustakaan (Pustakawan) yang bertujuan menjaga agar koleksi perpustakaan
baik isi/materi yang dikandungnya, senantiasa memenuhi keperluan dan kebutuhan
pengguna jasa perpustakaan.
Usaha pengadaan bahan pustaka dapat dilakukan dengan berbagai cara yakni
pembelian, hibah/hadiah, tukar menukar, titipan dan menerbitkan sendiri.
a. Pembelian, adalah jalan yang paling ideal dalam pengadaan bahan pustaka, sebab
ada kebebasan menetukan yang dibutuhkan, pembelian dapat dilakukan langsung
ke toko buku, atau dengan cara memesan ke penerbit.
b. Hibah/hadiah; dapat diperoleh dari keikhlasan donatur (biasanya
pemuka/perangkat desa), Departemen/Instansi pemerintah atau swasta, penerbit,
perorangan baik diminta atau tidak.
c. Tukar menukar; Pertukaran bahan pustaka biasanya dibuat secara langsung
diantara perpustakaan sejenis.
d. Titipan; Dalam situasi tertentu perpustakaan dapat menerima titipan bahan pustaka
dari mana saja baik perseorangan maupun lembaga lain yang ingin agar bahan
pustakanya dapat dimanfaatkan. Dengan demikian hak milik tetap ada pada yang
menitipkan, sedangkan perpustakaan berhak untuk mengelola dan meminjamkan
serta membantu merawatnya.

Pengolahan Bahan Pustaka


Sistem pengolahan bahan pustaka bertujuan membuat sarana temu kembali
koleksi yang dibutuhkan pemustaka. Untuk itu diperlukan kartu katalog atau OPAC
(komputer) dan susunan koleksi di rak. Pengolahan meliputi: inventarisasi, katalogisasi,
klasifikasi, penyelesaian dan pengaturan/penjajaran koleksi.

D. INVENTARISASI
Inventarisasi bahan pustaka merupakan suatu kegiatan pencatatan keterangan
atau data setiap bahan pustaka yang diterima oleh suatu perpustakaan kedalam buku
inventaris atau buku induk. Tujuannya adalah agar perpustakaan dapat mengontrol
bahan pustaka kepemilikannya, membuat laporan, menyusun statistik, memeriksa atau
mengetahui bahan pustaka yang sudah atau belum dimiliki perpustakaan. Selain itu
juga untuk dapat mengetahui jumlah bahan pustaka yang kondisinya rusak atau hilang
dalam kurun waktu tertentu.
1. Stempel, bahan pustaka yang sudah selesai diperiksa dibubuhi stempel:
Stempel tanggal penerimaan. penyetempelan tanggal penerimaan biasanya kita jumpai
pada halaman judul kanan atas (pojok);
Stempel kepemilikan. Lokasi pembubuhan stempel pada tiap nomor halaman bahan
pustaka. Masing-masing perpustakaan biasanya memiliki kekhasan tersendiri, sebab
pemberian stempel ini merupakan rahasia bagi perpustakaan yang bersangkutan.
Antar perpustakaan tidak harus perlu sama halaman pembubuhan stempelnya.
Sebagai contoh, pada Perpustakaan Provinsi Jawa Timur pembubuhan stempel
kepemilikannya dijumpai pada balik halaman judul (halaman verso), hal. 8, hal 17,
hal 45 dan halaman terakhir. Yang perlu diperhatikan bahwa pembubuhan stempel
tidak boleh mengganggu teks, data atau ilustrasi dalam buku/bahan pustaka.
Sekiranya tidak memungkinkan untuk dihindarkan atau terpaksa karena ruang
kosong sangat terbatas, agar diusahakan sesedikit mungkin mengenai
teks/data/ilustrasinya.
2. Pencatatan dalam buku induk (buku inventaris)
Informasi dari bahan pustaka yang perlu dicatat dalam buku induk dengan kolom-
kolom sebagai berikut: tanggal, nomor, pengarang, judul, penerbit, tempat terbit,
tahun terbit, cetakan/edisi, harga, asal, keterangan, dsb.
Adapun kolom-kolom tersebut dsapat disesuaikan dengan keperluan masing-
masing perpustakan sehingga kolom bisa bertambah atau berkurang, umpama ingin
menambah kolom bahasa (Inggris, Jerman, Prancis dsb.), hal ini terjadi bila akan
membuat statistik bahan pustaka berdasarkan bahasa.
3. Pemberian nomor induk
Bahan pustaka yang datanya sudah dimasukan dalam buku induk tersebut isi
nomor pada kolom nomor buku induk dituliskan kembali pada bahan pustaka yang
bersangkutan di bawah stempel kepemilikan di belakang halaman judul, hal ini
perlu sekali untuk mengetahui sejak kapan suatu bahan telah menjadi inventaris
dari suatu perpustakaan.

4. Penjelasan pengisian kolom


a. Tanggal
Kolom tanggal pencatatan bahan pustaka harus selalu diisi ketika mencatat data
bahan pustaka ke dalam buku induk, tanggal pencatatan bahan pustaka belum
tentu sama dengan tanggal penerimaannya oleh karena bahan pustaka yang
diterima belum sempat/belum selesai dicatat semuanya ke dalam buku induk.
Agar diperhatikan sungguh-sungguh bahwa setiap penerimaan bahan pustaka
untuk sesegera mungkin dilaksanakan pencatatan pada buku induk. Kolom ini
juga menunjukan kepada kita sejak kapan suatu bahan pustaka telah menjadi
barang inventaris pada suatu perpustakaan.
b. Nomor
Yang dimaksud kolom nomor disini ialah tempat nomor urut (sebagai nomor
induk) dari bahan pustaka yang dicatatkan dalam buku induk sebagai barang
inventaris. Nomor induk adalah nomor urut dari semua bahan pustaka yang ada
di perpustakaan, mulai nomor satu hingga nomor-nomor terakhir dari bahan
pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan. Setiap eksemplar bahan pustaka
memperoleh satu nomor inventaris/nomor induk, dan nomor itu harus diterakan
pada masing-masing bahan pustaka di bawah stempel kepemilikan di belakang
halaman judul. Pencatatan nomor seperti tersebut untuk setiap perpustakaan
belum tentu sama.
Ada perpustakaan yang pencatatan nomor urutnya menganut sistem
berkelanjutan (kontinuitas) terus-menerus dari tahun ke tahun, artinya
pencatatan bahan pustaka dimulai dari nomor satu dan seterusnya secara urut
tanpa merubahnya setiap tahun. Kelebihan cara ini dengan mudah untuk
mengetahui berapa jumlah bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan
dan kekurangannya bila kita ingin mengetahui jumlah penambahan bahan
pustaka yang dilakukan setiap tahunnya (harus menghitung dahulu). Ada pula
perpustakaan yang pencatatan nomor urutnya menganut sistem pertahun,
artinya nomor urut itu setiap awal tahun dimulai lagi dari nomor satu, demikian
seterusnya. Kelebihan cara ini dapat dengan cepat untuk mengetahui beberapa
jumlah penambahan bahan pustaka setiap tahunnya, sebagai perbandingan.
Kesulitannya bila akan mengetahui jumlah bahan pustaka yang dimiliki
perpustakaan, sebab harus melakukan perhitungan penerimaan setiap tahun
bahan pustaka yang dimilikinya oleh sebab lebih dulu harus melakukan
perhitungan penerimaan setiap tahunnya.

c. Pengarang
Kolom ini diisi dengan siapa yang mengarang atau yang bertanggung jawab
terhadap nilai intrinsik dari suatu bahan pustaka, hal ini dapat perorangan atau
badan korporasi. Penulisan pengarang sama dengan cara pencantuman nama
pada tajuk. Semua jenis gelar tidak perlu ditulis. Umpama: …”Prof. Dr. Slamet
Imam Santoso“ penulisnnya menjadi : … Slamet Imam Santoso. Demikian untuk
seterusnya.

d. Judul
Kolom ini diisi judul bahan pustaka sebagaimana yang tercantum pada halaman
judul. Apabila judulnya panjang, maka dapat di persingkat dengan memutuskan
bagian yang di anggap kurang penting dengan memberi tanda titik sebanyak 3
(tiga) kali. Umpama sebuah bahan pustaka berjudul “Hamengku Buwono IX dan
sistem birokrasi pemerintahan Yogyakarta 1942-1974 sebuah tinjauan historis.”
Maka judul bahan pustaka tersebut dapat di tulis/diperpendek menjadi
“Hamengku Buwono IX dan sistem …”, dst.
e. Penerbit
Kolom ini diisi dengan nama suatu badan yang menerbitkan bahan pustaka, baik
dari pemerintah maupun swasta. Jenis-jenis badan seperti CV, PT, UD, Yayasan
dsb. Tidak perlu ditulis, cukup nama suatu badan itu sendiri saja yang ditulis.
Umpama: Yayasan Waluyo, maka cukup ditulis Waluyo, CV Bina Pustaka ditulis
Bina Pustaka, dsb.
f. Tempat terbit
Kolom ini diisi nomor/tempat/kota dimana bahan pustaka yang bersangkutan
diterbitkan.
g. Tahun Terbit
Kolom ini diisi kapan suatu bahan pustaka itu diterbitkan, tahun penerbitan
selalu dicantumkan pada bahan pustaka, apabila terdapat dua tahun penerbitan
dalam bahan pustaka itu maka yang diambil tahun terakhir penerbitan.
h. Cetakan/Edisi
Kolom ini diisi Cetakan/Edisi yang tercantum dalam bahan pustaka untuk
mengetahui bahwa bahan pustaka itu Cetakan/Edisi lama atau baru.
i. Asal/Sumber
Kolom ini diisi asal dari bahan pustaka itu diterima (bisa dari pembelian “P”,
hadiah “H”, tukar menukar “Tm” maupun titipan “Tt”). Hal itu akan
menghilangkan keragu-raguan bagi pelaksana (pustakawan/dalam
memprosesnya dan sebagainya)
j. Harga
Kolom ini dalam buku induk setiap perpustakaan hampir tidak pernah diisi,
sebab selama ini dianggap sebagai sesuatu yang rahasia. Padahal kolom ini
berfungsi untuk mengetahui berapa besar dana yang dikeluarkan untuk
penambahan koleksi. Selain sebagai tolok ukur bagi pustakawan untuk dapat
menyusun anggaran dalam alokasi pembelian bahan pustaka. Harga juga
berguna untuk mengetahui berapa penggantian seorang pengguna yang telah
menghilangkan bahan pustaka yang telah dipinjam. Harga yang tercantum pada
bahan pustaka atau harga yang tertera pada daftar pembelian lah yang perlu diisi
pada kolom ini.

k. Keterangan
Kolom ini berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang sesuatu hal yang
dianggap penting bagi suatu bahan pustaka akan teteapi belum tercantum pada
kolom-kolom sebelumnya, umpamanya: ada suatu bahan pustaka yang rusak
berat ataupun hilang maka kolom keterangan itu dapat dimanfaatkannya.
Termasuk bahan pustaka dari hadiah, tukar menukar maupun dari titipan dsb,
pada kolom tersebut pulalah harus ditulis dari siapa.

Contoh Format:
Menurut bentuknya pencatatan bahan pustaka dibedakan seperti:
 Bahan pustaka bentuk buku dicatat dalam buku induk.
 Bahan pustaka bentuk majalah dicatat dalam bentuk kartu majalah.
 Bahan pustaka surat kabar dicatat dalam kartu surat kabar.
 Bahan pustaka khusus (audio visual/bahan dengar pandang).

A. Contoh: Buku induk/inventaris berikut kolom-kolomnya

Asal
Cet
Nomor/ Pengarang Kota Tahun P H T Tt Harga
Tgl Judul Penerbit ./ Ket.
induk Terbit Terbit m Rp
Ed

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

dst

Judul :
Penerbit : Kala terbit : bulanan/3bln/ 6bln/dsb
Alamat : Harga langganan :

Tahun Kartu
B. Contoh Ja Feb Mart Apr
Majalah Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nop Des
/Edisi n
C. Contoh kartu surat kabar

Judul :
Penerbit : Kala terbit : harian/mingguan/dsb
Alamat : Harga langganan :
Tahun :
… …
No
Tgl 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 dst 31
. Bln
1 Jan
2 Peb
3 Mar
4 Apr
5 Mei
6 Jun
7 Jul
8 Ags
9 Sep
10 Okt
11 Nop
12 Des

D. Contoh: buku induk untuk bahan pustaka non buku

Asal Nomor Induk


Tgl T T Pengarang Judul Tahun P M C
P H F P S Vcd
m t R F D

Penjelasan :
√ Untuk kolom tgl, pengarang, judul dan tahun, pengisisan sama seperti pada buku
induk pada bahan pustaka bentuk buku
√ Untuk kolom asal, diisi dari mana bahan pustaka bukan buku itu diterima apakah
dari pembelian, hadiah, atau tukar menukar, apabila diterima dari pembelian
ditulis “P” dari hadiah ditulis “H” dst.
√ Pengisian kolom nomor induk :
 F = Film
 P= Peta
 PR = Pita rekaman/kaset/pita suara
 S= Slide
 MF = Mikrofilm
 CD = Compact Disk
 Vcd = Video compact disk
 Dst.

BAB. II
KATALOGISASI
1. Pengertian
Katalogisasi merupakan proses pembuatan daftar keterangan lengkap
suatu koleksi yang disusun berdasarkan aturan tertentu. Hasil pekerjaan katalogisasi
adalah katalog yang berisi keterangan-keterangan yang lengkap tentang keadaan
fisik suatu koleksi.
Katalog perpustakaan adalah alat atau petunjuk yang berfungsi antara lain
mencatat segala identitas buku yang dimiliki oleh perpustakaan. Dengan kata lain
catalog adalah daftar buku-buku yang dimiliki dan disajikan oleh perpustakaan,
berisi berbagai informasi tentang identitas suatu buku seperti judul, pengarang, edisi,
penerbitan, jumlah halaman, ukuran fisik, subyek buku, nomor klasifikasi, dll, yang
disusun menurut sistem tertentu, dengan maksud untuk memudahkan pemakai
menemukan buku yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.

2. Tujuan dan Fungsi


Tujuan pembuatan katalog :
a. Memudahkan pemakai menemukan suatu karya yang dibutuhkan
b. Mengetahui koleksi yang dimiliki perpustakaan
c. Membantu pemilihan koleksi yang diinginkan.
Fungsi Katalog :
a. Sebagai alat bantu penelusuran
b. Kunci pilihan suatu karya
c. Sumber alternatif pilihan karya lain.

3. Bentuk Katalog
a. Berupa kartu dengan ukurang panjang 12,5 cm dan lebar 7,5 cm.
b. Berupa buku (Katalog Induk, Daftar Tambahan Buku Baru)
c. Sheat berupa lembaran-lembaran lepas dengan ukuran 10 x 19.5 cm.
Berisi 500-600 lembar yang dijepit (loose leaf binder)
d. Berupa OPAC (online Public Access Catalog)
Dari keempat bentuk katalog tersebut yang sering digunakan oleh perpustakaan
yaitu katalog yang berbentuk kartu. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi
maka katalog berbentuk OPAC yang digunakan. Sebab lebih cepat untuk
mendapatkan informasi.
4. Jenis Katalog
a. Katalog pengarang / katalog utama
b. Katalog judul
c. Katalog subyek
d. Katalog shelf list
Untuk katalog pengarang, judul, subyek letaknya diruangan layanan
sedangkan katalog shelf list letaknya diruangan petugas/pengelola. Fungsi dari
katalog shelf list untuk pengecekan bahan pustaka.

Contoh kerangkah Katalog Kartu

Call Tajuk Entri Utama


Number Judul / Kepengarangan……Edisi…..
Impresum …..
Kolasi

Catatan 7,5 cm

Jejakan (tracing)

12,5 cm
Contoh Kartu Katalog Pengarang/ Kartu Katalog Utama

530
MAR MARTHEN Kanginan
s Sains Fisika/ Ir. Marthen Kanginan,
Msi.-- Cet.3.-- Surabaya;
Karunia, 2000
vi, 115 hlm. : Ilus. :21 cm

Bibliografi : Hlm. 112-113

1. FISIKA I. Judul

Contoh Kartu Katalog Judul

Sains Fisika
530
MAR MARTHEN Kanginan
s Sains Fisika/ Ir. Marthen Kanginan,
Msi.--Cet.3.-- Surabaya;
Karunia, 2000
vi, 115 hlm. : Ilus. :21 cm
Bibliografi : Hlm. 112-113

1. FISIKA I. Judul

Contoh Kartu Katalog Subyek

FISIKA
530
MAR MARTHEN Kanginan
s Sains Fisika/ Ir. Marthen Kanginan,
Msi.-- Cet.3.-- Surabaya;
Karunia, 2000
vi, 115 hlm. : Ilus. :21 cm
530 Bibliografi : Hlm. 112-113
MAR MARTHEN Kanginan
s Sains Fisika/ Ir. Marthen Kanginan,
Msi.-- Cet.3.-- Surabaya;
1. FISIKA I. Judul
Karunia, 2000
vi, 115 hlm. : Ilus. :21 cm

Bibliografi : Hlm. 112-113


Contoh Kartu Katalog Shelf List

1. FISIKA I. Judul

01/BPP/P/17

Nomor Induk Buku


5. Susunan Katalog

a. Katalog Kamus (Dictionary Catalog)


Katalog pengarang, judul, subyek disusun menjadi satu. A-Z
b. Katalog Terbagi (devided Catalog)
Katalog pengarang disusun dari abjad A-Z
Katalog Judul disusun dari abjad A-Z
Katalog Subyek disusun dari abjad A-Z
c. Katalog Sistematis (Clasified Catalog)
Katalog yang disusun berdasarkan nomor klasifikasi secara sistematis.
6. Prinsip-Prinsip Katalogisasi

Pada dasarnya ada 2 prinsip dalam katalogisasi yaitu :


I. Menentukan Tajuk Entri Utama
II. Membuat Deskripsi Bibliografis

I. Menentukan Tajuk Entri Utama

1. Pengertian Tajuk Entri Utama adalah kata-kata pertama yang


terdapat dalam entri katalog sebagai dasar penyusunan katalog.
Sedangkan tajuk entri tambahan adalah semua entri dalam katalog yang
mendampingi entri utama. Bila perpustakaan menggunakan kartu yang
telah tercetak, maka ia merupakan duplikat dari entri utama dengan
tambahan tajuk diatas uraiannya.
2. Bentuk Tajuk Entri Utama ada 3 yaitu :
a. Tajuk Entri Utama Berupa Nama Orang
b. Tajuk Entri Utama Berupa Badan Korporasi
c. Tajuk Entri Utama berupa Judul
2.1 Cara Penulisan Tajuk Entri Utama Berupa Nama Orang
Pedoman untuk penulisan Tajuk Entri Utama adalah berdasarkan Anglo
American Cataloging Rules (AACR) II. Dimana penulisannnya didahului
nama keluarga baru namanya sendiri dipisah dengan tanda baca (,).

Penulisan Nama Pengarang Pada Tajuk Entri


Nama Pengarang Contoh Tajuk Entri 1
Terdiri satu kata Sulaiman Sulaiman
Terdiri dari dua kata Devi Simanjuntak Simanjuntak,

Devi
Terdiri dari tiga kata Imam Rustam Efendi Imam Rustam

Efendi
Menggunakan tanda Rusinah Syahril – Rusinah Syahril-

penghubung Pamuncak Pamuncak


Menggunakan gelar akademis Dra. Maya Agustin, Maya Agustin

MM
Menggunakan gelar Raden Ajeng Kartini Kartini, Raden

kebangsaan Ajeng
Menggunakan gelar Haji Mahmud Mahmud, Haji

keagamaan

Penulisan Nama Pengarang Indonesia Pada Tajuk Entri

Nama Pengarang Contoh Tajuk Entri

Nama diri /+ nama Ahmad Tohari Ahmad Tohari


ayah /+ nama suami, Dewi Fortuna
tajuk ditulis lengkap dan Dewi Fortuna Anwar
Anwar
dibalik bila ada
singkatan di depan B. Abdillah Abdillah, B.
Nama dengan fam/ Hadely Hasibuan Hasibuan, Hadely
keluarga/marga, tajuk
Harun Nasution Nasution, Harun
pada marga
Nama pribadi + tempat, Abubakar Aceh Abubakar Aceh
ditulis lengkap Muhammad Daud Muhammad Daud
Beureuh Beureuh
Nama pribadi diikuti H. Sirojuddin Sirojuddin, Haji.
gelar Ahmad Sanusi, Kiyai
KH. Ahmad Sanusi
Haji
Penulisan sesuai ejaan Koentjaraningrat Koentjaraningrat
yang dipakai
Soetjahjanto Soetjahjanto
Berdasar Kep Kaperpusnas RI No 20/2005 tentang Kata utama dan ejaan
untuk tajuk nama pengarang Indonesia

PENENTUAN TAJUK ENTRI UTAMA


Jenis Karya Tajuk
Entri Utama Entri Tambahan
Pengarang Tunggal Pengarang -
Pengarang Ganda :

- 2 s.d

3 orang pengarang Pengarang Pengarang 2 atau 3

- Lebi pertama pengarang pertama

h dari 3 pengarang Judul


Karya Editor Judul Editor
Karya Terjemah Pengarang asli Penerjemah
Karya Saduran Penyadur Judul
Karya Anonim Judul -
2.2 Tajuk Entri Utama Berupa Badan Korporasi
Apabila buku tersebut dikarang oleh lembaga atau Instansi. Dimana
lembaga atau Instansi tersebut bertanggung jawab atas isi buku tersebut.
2.3 Tajuk Entri Utama Berupa Judul apabila :
a. Karya pengarang lebih dari 3 orang
b. Karya Anonim
c. Karya Editor

II. Membuat Deskripsi Bibliografis


Pengertian dari deskripsi Bibliografi adalah suatu set data bibliografi yang
mencatat dan mengidentifisir suatu publikasi.
Deskripsi Bibliografi berdasarkan International Standard Bibliographic
Description (ISBD), dibagi menjadi 7 daerah (area). Dan tiap daerah terdiri
dari atas beberapa unsur (elemen) Daerah-daerah dan unsur-unsur
dipisahkan dengan tanda baca (pungtuasi) wajib. Tiap daerah, kecuali yang
pertama diawali tanda titik, spasi, garis, spasi, garis
( . -- )
Tanda Sumber
No Daerah Unsur
Baca Informasi
1 Judul dan Judul pengarang /
kepengarangan Judul: anak judul :
Judul pararel = Halaman
Judul: jumlah pengarang2 , judul
Beda tingkatan ;
2 Edisi dan Keterangan edisi diawali . -- Balik
Cetakan kalau ada cetakan , halaman
judul
3 Impresum Kota Penerbit diawali . -- Halaman
Nama Penerbit : judul
Tahun Terbit ,
4 Kolasi Paginasi dan jumlah halaman , Buku
Ada gambar : tersebut
Panjang Buku ;
5 Keterangan Nama Seri dalam kurung , Buku
Seri Nomor seri ditutup : tersebut
kurung ;
6 Catatan Bibliografi , -- Buku
dengan halaman : tersebut
ISBN :
7 Jejakan Subyek Angka Buku
arab (1, 2, tersebut
dst)
Tajuk Entri Tambahan Angka
Romawi (I,
II, dst)

Daftar Singkata

- s.l = Sine Loco (Tanpa Kota Terbit)


- s.n = Sine nomine (Tanpa Penerbit)
- s.a = Sine anno (Tanpa Tahun Terbit)
- et.al = et alii = and other (dan kawan – kawan = dkk)

Contoh Katalog Pengarang Ganda

510
DAD DADANG S.
m Matematika / Dadang S., Drs. Naton Sihombing .--
Ed.1, Cet 2 .-- Jakarta : Gramedia, 2005
vii, 128 hlm. : ilus. ; 23 cm

Bibliografi : hlm. 128

1. MATEMATIKA
I. Judul
II. Sihombing, Naton
Contoh Katalog Pengarang Lebih Dari 3 Orang

616.9
PEN PENGAWASAN terhadap penyakit menular /
p Mediana Antasari … (dkk). -- Ed.1, Cet 2 . --
Jakarta : Grramedia, 2004
vi, 168 hlm. : ilus. ; 21 cm.

Bibliografi : hlm. 168


ISBN 978-677-042-X

1. PENYAKIT MENULAR

I. Mediana Antasari

Contoh Katalog Karya Anonim

004
APL APLIKASI komputer dengan program
a “BASIC” . -- Ed.1, Cet 2 . -- Surabaya :
Erlangga, 2012
xii, 215 hlm. : ilus. ; 24 cm.

ISBN 979-651-044-X

1. KOMPUTER
Contoh Katalog Karya Editor

615
ADV ADVANCE in drugs research / editor
Bernard Testa . -- 3 rd. Cd . --
(s.l.) Academic Press, 2008
xii, 256 hlm. : ilus. ; 28 cm

Bibliografi : hlm. 256


ISBN 979-651-044-X

1. OBAT-OBATAN
I. Testa, Bernard

756.33
Contoh
BAT Katalog
BATTY, Karya Terjemahan
Eric C.
s Serangan : latihan sepak bola metode baru/ Eric C.
Batty ; penerjemahan Drs. Heru Setiawan .-- Cet . 2 .--
Bandung : Pionir Jaya, 2004
vi, 162 hlm. : ilus. ; 21 cm

Judul asli : Coaaching modern soccer attack

1. SEPAK BOLA

I. Judul
Contoh Katalog Karya Badan Korporasi

530
UNE UNESCO
s Sumber pelajaran IPA / UNESCO . -- Jakarta : Pelita,
1985
iii, 75 hlm. : ilus. ; 21 cm

1. ILMU PENGETAHUAN ALAM I. Judul

BAB. III
KLASIFIKASI

LATAR BELAKANG

Pekerjaan klasifikasi atau kegiatan pengelompokan suatu barang atau bahan –


bahan lainnya, sebetulnya dalam kehidupan sehari – hari banyak orang telah
melakukannya, misalnya pedagang baju, pertama – tama dikelompokkan jenisnya. Baju
pria dewasa, wanita dewasa, anak – anak dan lainnya. Kemudian dikelompokkan
menurut kegunaannya, seperti untuk pesta, untuk acara resmi (kantor) ataupun untuk
acara santai. Selanjutnya dibedakan pula menurut bahan, mutu dan harganya.

Demikian pula dunia perpustakaan yang mempunyai koleksi beraneka ragam


jenisnya. Klasifikasi digunakan untuk membantu pemakai memperoleh bahan pustaka
yang mereka butuhkan secara mudah dan tepat. Untuk memudahkan temu kembali
koleksi yang diperlukan, penyimpanan koleksi harus diatur sedemikian rupa. Misal
disusun menurut abjad pengarang atau judulnya. Kebanyakan pemakai mencari buku
diperpustakaan lebih mengutamakan isi atau bidang studi. Pemakai lebih menyukai jika
buku – buku yang isinya sama terkumpul pada satu tempat. Mereka menghendaki agar
buku – buku dikelompokkan menurut bidang studi, misalnya mengenai geografi,
matematika, bahasa, dan lainnya. Untuk itu dalam pengolahan bahan pustaka
diperlukan suatu sistem yang mempermudah pengetahuan dan penemuan kembali
yaitu klasifikasi.

PENGERTIAN
Kelas dalam batasan umum adalah kelompok benda yang memiliki beberapa
ciri yang sama seperti biola, cello, gitar, dan harpa umpamanya merupakan instrumen
musik yang mengeluarkan suara melalui pemetikan dawai. Suara yang keluar melalui
medium itu merupakan satu ciri instrumen tersebut, sehingga instrumen – instrumen
itu dapat dimasukkan dalam satu kelas yang disebut instrumen musik dawai. Ada kelas
lain untuk instrumen perkusi, dan kelas lain lagi untuk instrumen tiup. Dalam temu
kembali informasi yang disebut kelas adalah sekelompok dokumen yang paling sedikit
mempunyai satu ciri yang sama. Kegiatan pengelompokan atau pembentukan kelas
disebut klasifikasi perpustakaan (library classification) atau klasifikasi bibliografi
(bibliographic classification).
Sulistyo Basuki (1991) mengatakan bahwa klasifikasi berasal dari kata latin
“classis”. Klasifikasi adalah proses pengelompokan, artinya mengumpulkan benda/
entitas yang sama serta memisahkan benda/ entitas yang tidak sama. Secara umum
dapat dikatakan bahwa batasam klasifikasi adalah usaha menata alam pengetahuan
kedalam tata urutan sistematis. Towa P. Hamakonda dan J.N.B. Tairas (1995)
mengatakan bahwa klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis
daripadasejumlah obyek, gagasan, buku atau benda – benda lain ke dalam kelas atau
golongan tertentu berdasarkan ciri – ciri yang sama.
Dengan adanya pengklasifikasian tersebut, mudah dalam penyimpanan dan
pencarian kembali serta sekaligus dapat memisahkannya dari benda lain. Satu dokumen
dapat memiliki beberapa ciri. Umpamanya ciri kepengarangan, ciri bentuk fisik, ciri
subyek, ukuran, dan sebagainya. Dengan sendirinya dokumen dapat dikelompokan
pada setiap ciri tersebut.

TUJUAN DAN MANFAAT


1. Dapat menentukan lokasi bahan pustaka di dalam jajaran koleksi.
2. Mengumpulkan semua bahan pustaka yang memiliki subyek sama dalam satu
jajaran.
3. Memudahkan dalam penempatan buku baru dan dalam penyiangan.
Sedangkan manfaat dari klasifikasi ini adalah :
1. Alat survey bahan pustaka yang dnimiliki perpustakaan.
2. Alat kendali keseimbangan koleksi.
3. Membantu dalam menyusun bibliografi.

SISTEM KLASIFIKASI
Untuk membantu pemakai dalam melakukan penulusuran bahan pustaka yang
dibutuhkan secara mudah dan cepat, diperlukan suatu sistem klasifikasi. Sistem klasifikasi dalam
dunia perpustakaan adalah :

1. Klasifikasi Artifisial.
Sistem ini adalah mengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat – sifat
lainnya, misal pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan ciri fisiknya,
misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya.
2. Klasifikasi Utility.
Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya.
Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan siswa
disekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referens dibedakan
dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya).
3. Klasifikasi Fundamental.
Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan
yang dibahas dalam suatu buku. Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan sistem
ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya :
 Bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya akan
berdekatan.
 Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dlam menilai koleksi yang
dimiliki dengan melihat sobyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
 Memudahkan pemakai dalam menelusuri informasi menurut sobyeknya.
 Untuk membantu penyiagaan atau weeding koleksi
Klasifikasi fundamental banyak digunakan oleh perpustakaan besar maupun kecil.
Dalam sistem tersebut buku dikolompokan berdasarkan sobyek, sehingga
memudahkan pemakai dalam menelusuri sesuatu informasi. Yang termasuk
klasifikasi fundamental adalah :
 Klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification).
DDC merupakan sistem klasifikasi yang populer dan paling banyak pemakainya.
Klasifikasi ini dalam pengembangannya menggunakan sistem desimal dengan
angka arab sebagai simbol notasinya.

 Klasifikasi UDC (Universal Decimal Classifikation).


UDC sebenarnya merupakan perluasan dari klasifikasi DDC. Pertama kali diterbitkan
pada 1905 dengan nama Clasification Decimal yang dikembangkan oleh FID
(Federation International Docomentation). UDC pembentukan notasinya
menggunakan satu angkan atau lebih. Klasifikasi ini mempunyai tabel
tambahan yang berfungsi untuk menyataka adanya hubungan antara sobyek
satu dengan yang lainnya atau dengan aspek-aspek tertentu yang ada dalam
pokok pembahasan.
 Klasifiksi LC (Library of Cangress Classifikation).
Klasifikasi ini mulai dikembangkan pada 1899 dan diterbitkan pertama kali pada
1901. klasifikasi ini disusun dengan menggunakan huruf dan angka sebagai
simbol atas dasar abjad.

ANALISIS SUBYEK
Klasifikasi di perpustakaan masa kini adalah klasifikasi fundamental, yaitu
pengolompokan bahan pustaka berdasarkan subyek atau pokok bahasan. Maka setiap
bahan pustaka yang akan dikoleksi oleh suatau perpustakaan terlebih dahulu perlu
diketahui jenis subyeknya.

Analisis subyek terhadap suatu bahan pustaka sangat penting dan memerlukan
ketelitian, karena disini akan ditentukan dimana bahan pustaka akan ditempatkan dan
termasuk golongan subyek apa?. Apabilah salah atau keliru dalam menentukan subyek
maka hal tersebut akan menimbulkan kesulitan bagi para pengguna perpustakaan,
terutama dalam mencari informasi tentang subyek.

Dalam menentukan subyek yang akan diutamakan, caranya adalah sebagai berikut:

1. klasifikasikan bahan pustaka sesuai dengan maksud dan tujuan pengarangnya.


2. apabila dalam bahan pustaka terdapat dua subyek atau lebih, maka utamakan
pada obyek yang banyak dibahas.
3. apabila dalam bahan pustaka terdapat dua subyek atau lebih pembahasnnya
seimbang, maka subyek yang diutamakan adalah pada subyek yang pertama di
bahas.
4. subyek diutamakan yang ada relevansinya dengan perpestakaan sesuai dengan
jenis dan pengguna perpustakaan.
Contoh : “perkawinan ditinjau menurut hukum islam dan hukum pripat”.
Diperpustakaan Ibadah (masjid/mushola) lebih bermanfaat bila diutamakan pada
hukum islam, di perpustakaan perguruan Tinggi Fakultas Hukum di utamakan pada
subyek hukum pripat.
5. Bila terdapat dua obyek atau lebih sa;ing mempengaruhi antara satu subyek
dengan subyek lainnya, maka subyek yang diutamakan adalah pada subyek yang
dipengaruhi.
6. Bila ada subyek yang digunakan atau disajikan untuk kelompok tertentu maka
subyek yang diutamakan adalah subyek yang disajikan atau digunakan. Contoh: “
Koprasi untuk sekolah dasar”.
7. bila ada suatu subyek yang digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau
membahas subyek lain, maka yang diutamakan adalah pada obyek yang dijelaskan
atau dibahas.
Contoh : “Penggunaan Komputer Dalam Pembuatan Katalog” maka subyek yang
diutamakan adalah katalog bukan komputer.

PRA ANALISIS SUBYEK


Sebelum menganalisa subyek suatu bahan pustaka, terlebih dahulu perlu
diketahui subyek apa saja yang dibahas dalam bahan pustaka tersebut. Yaitu dengan
cara membaca buku secara teknis, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Melalui judul bahan pustaka (judul buku).
Kadang-kadang judul suatu bahan pustaka sudah mencerminkan subyeknya.
Misalnya Pengantar Ekonomi Keuangan, Dasar-Dasar Akuntansi, Kamus
Perbankan, masing-masing judul buku tersebut seperti contoh diatas, sudah jelas
mencerminkan subyeknya.
2. Melalui daftar isi.
Apabila dalam suatu bahan pustaka sulit ditentukan subyeknya karena tidak
menunjukkan isinya, maka langkah selanjutnya adalah melihat daftar isinya.
Biasanya dalam daftar isinya dapat diketahui pokok-pokok yang dibahas dalam
suatu buku.
3. Melalui kata pengantar.
Dalam kata pengantar suatu buku umumnya memuat tulisan tentang maksud
dalam tulisan pengarangnya, tentang isi buku yang ditulisnya.
4. Membaca bagian pendahuluan.
bagian pendahuluan suatu bahan pustaka adalah merupakan permulaan atau awal
pembahasan dari suatu buku, kadang-kadang memberikan gambaran tentang
subyek yang akan dibahasnya.
5. Melalui jaket buku atau jilid buku bagian belakang umumnya memuat
keterangan dari penerbit tentang tujuan dan isi buku.
6. Konsultasi dengan ahli dalam bidang subyek tersebut.

DESKRIPSI INDEKS
Apabila suatu dokumen atau bahan pustaka telah diketahui subjeknya melalui
proses analisis subyek, maka langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya kedalam
bahasa indeks. Kegiatan ini disebut dengan istilah deskripsi.

Salah satu sistem bahasa indeks adalah skema klasifikasi, yaitu bahsa indeks
kode atau lambang sisertai subyeknya. Pada umumnya skema klasifikasi dari tiga
unsur, yaitu bagan, notasi dan indeks.

Untuk memilih skema klasifikasi yang akan digunakan diperpustakaan, haruslah


memiliki persyaratan sebagai berikut :

1. Sistematika sebagai ilmu pengetahuannya jelas dan lengkap, memuat semua subjek
yang ada dan dituangkan dalam suatu bagan.
2. Bagan bersifat luwes (fleksibel) selalu dapat menampung bila ada perkembangan
subjek baru.
3. Bagan hendaknya mempunyai notasi yang sederhana agar mudah digunkan dan
diingat.
4. Mempunyai indek untuk memudahkan penggunaan bagan.
5. Mempunyai Badan Pengawas, untuk mengevaluasi perkembangan bagan klasifikasi
agas sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

Contoh bagan klasifikasi yang baik adalah :

a. Dewey Decimal Classification


b. Universal Decimal Classification
c. Library of Congress Classification
-
PROSEDUR MENENTUKAN NOMOR KLASIFIKASI
Apabila suatu bahan pustaka telah diketahui subjeknya berdasarkan hasil analisa
subjek, kemudian akan menentukan nomor klasifikasinya maka langkanya adalah dapat
melalui indeks relatif atau langsung pada bagan klasifikasi.

1. Pendekatan melalui Indeks Relatif


a. Tentukan subjek bahan pustaka melalui proses analisa subjek.
b. Carilah subjek tersebut dalam indeks, sesuai dengan subjek yang dimaksud,
kemudian periksa nomor klasifikasinya.
c. Cek nomor klasifikasinya pada bagan apakah sesuai atau tidak.
Contoh : “KOPERASI “

Subjek yang diutamakan : Koperasi (subjek yang disajikan)


Indeks : Koperasi 334
Bagan : 334 Koperasi
334 : Koperasi
2. Langkah pada bagan
Penentuan nomor klasifikasi langsung pada bagan, langkahnya adalah sebagai
berikut:

1. Tentukan subjek bahan pustaka yang akan digolongkan (klasifikasi) melalui


proses analisa subjek.
2. Berdasarkan analisa subjek, tentukanlah disiplin ilmunya untuk memudahkan
penelusuran selanjutnya.
3. Untuk sementara, golongan subjek tersebut pada kelas utama. Misalnya 200
untuk agama, 300 untuk ilmu – ilmu sosial dan seterusnya.
4. Periksalah seksi dan sub – seksinya sampai diperoleh notasi yang tepat.
Contoh : “Psikologi Anak”
Subjek yang diutamakan : Psikologi
Bagan : 100 Ilmu Filsafat dan Psikologi
100 Psikologi
155 Psikologi Deferensial dan Perkembangan
155.4 – 155.6 Psikologi dan Perkembangan
155.4 Psikologi Anak

II.PENYELESAIAN BAHAN PUSTAKA


Penyelesaian adalah kegiatan pekerjaan yang merupakan bagian dari pengolahan
bahan pustaka sampai siap dilayankan dan untuk mempermudah pelayanan,
penelusuran dan penempatan buku di rak.

Jenis-jenis Kelengkapan Bahan Pustaka


a. Kartu Katalog
Kartu Katalog dibuat dari bahan jenis kertas manila berwarna putih mempunyai
ukuran standar 7,5 x 12,5 cm. Di bagian bawah, 8 mm dari tepi bawah ada lobang
ditengah-tengah bergaris tengah 5 mm fungsinya untuk memasukan kawat sebagai
kunci kartu katalog agar tidak mudah dicabut oleh pemakai. Pada perpustakaan
yang masih menggunakan mesin ketik manual menggunakan kartu katalog sejenis
ini, sedangkan perpustakaan yang sudah menggunakan komputer jenis kartu
katalog yang digunakan continus paper.

b. Kartu buku
Kartu buku dibuat dari bahan sejenis kertas manila berwarna putih ukuran 5 x 10 cm di
bagian depan atas kira-kira 4 cm untuk mengetik data buku:
1) Nomor panggil
2) Pengarang
3) Judul buku
4) Nomor induk
Di bagian bawah dan belakang bergaris dibagi 2 bagian masing-masing 2½ cm untuk kolom
nama/nomor peminjam dan tanggal pengembalian buku. Fungsi kartu buku sebagai
pengendali terhadap peredaran buku, dari kartu buku dapat diketahui beberapa hal:
a. Apakah buku ada dalam peminjaman dan jika dalam peminjaman kapan seharusnya
dikembalikan
b. Berapa kali buku tersebut dipinjam
Kartu buku ditempatkan dalam kantong kartu buku
Contoh kartu buku:
No. Induk

Nomor 899.221 100/PD/2017


Panggil BUD BUDIONO Sumari Pengarang
b Bertempur melawan
Judul Buku
srigala

c. Kantong kartu buku


Kantong kartu buku ukuran 5 x 7,5 cm dibuat dari kertas kising berwarna coklat. Fungsi
kantong kartu buku sebagai tempat kartu buku supaya tidak mudah jatuh dan hilang.
Contoh Kantong kartu buku

899.221 899.221
100/PD/2009 100/PD/2009
BUD BUDIONO Sumari BUD BUDIONO Sumari
b Bertempur melawan b Bertempur melawan
srigala srigala

d. Slip tanggal kembali


Dibuat dari kertas HVS warna putih ukuran 7,5 x 12,5 cm. slip tanggal kembali adalah lembar
yang dipakai untuk mencatat tanggal pengembalian dan mengingatkan kepada pemakai
tanggal berapa mereka (pemakai) harus mengembalikan buku.
Di bagian depan atas tertulis perpustakaan di bawahnya tertulis kembalikan buku ini sebelum
atau pada tanggal yang tertera di bawah/slip tanggal kembali dibagi 2 bagian untuk tempat
mencatat tanggal kembali.

Contoh Slip Tanggal Kembali :


Perpustakaan Desa ........
Kab. – Sidoarjo
Kembalikan buku ini sebelum atau
pada tanggal yang tertera di bawah
ini
1. 16.
2. 17.
3. 18.
4. 19.
5. 20.
6. 21.
7. 22.
8. 23.
9. 24.
10. 25.
11. 26.
12. 27.
13. 28.
14. 29.
15. 30.

e. Label buku
Label buku dibuat dari kertas HVS warna putih bagian atas ditulis nama perpustakaan.
Karena belum ada ukuran standar maka ukurannya kira-kira 4 x 5 cm.
Gunanya label buku adalah memudahkan pemakai menemukan buku di rak, bagi petugas
untuk memudahkan penataan buku di rak (shelving).
Contoh label buku
Perpustakaan Desa
Jl.
............................................

899.221
BUD
b

Penempelan Kelengkapan
a. Slip tanggal kembali
Slip tanggal kembali ditempelkan pada halaman akhir suatu buku di tempat kosong yang
berdekatan dengan kartu dan kantong buku.
b. Kantong Kartu buku
Ditempelkan pada bagian dalam kulit buku belakang dan diisi dengan kartu buku.
c. Label buku
Ditempatkan pada punggung buku dengan jarak 3 cm dari bawah punggung buku dalam
posisi berdiri, bila bukunya tebal tulisan harus kelihatan dan bisa dibaca. Untuk buku tipis,
call number di depan.
Pengaturan/Penjajaran koleksi
Pekerjaan terakhir dari pengolahan adalah pengaturan koleksi dengan
penjajaran/penataan koleksi dalam rak. Penempatan koleksi diatur sedemikian rupa agar
pemustaka mudah mencari koleksi yang dibutuhkan. Pengaturan koleksi buku menurut urutan
nomor klas atau subyek buku.

Contoh Penjajaran:
Perpustakaan Sekolah oh
Perpustakaan Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota –Sekolah
i oh Perpustakaan Desa Contoh Perpustakaan Desa ContohPerpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – i Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Perpustakaan Desa Contoh
Desa ContohPerpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri
Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Desa Contoh
123.1 123.2
Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri
123.1
ANA 123.2 143.1 143.12 153.9
Kec. Kota – Kediri

ANA ANU 143.1


AMI 143.12 153.9 193.1
aa ANU
bb AMI ANI BNI 193.1
BAI
aa ANI
bb BNI BAI
bb bb
Perpustakaan Desa Contoh
Perpustakaan Perpustakaan Desa Contoh
Desa Contoh Perpustakaan Desa Contoh Perpustakaan Desa Contoh Perpustakaan Desa Contoh Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri
Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri Perpustakaan Desa Contoh
Kec. Kota – Kediri
Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri Kec. Kota – Kediri
123.1 123.1 123.1 123.1 123.1 123.1
123.1
ANA 123.1 123.1 123.1 123.1 123.1
ANA ANU BAI BAI BNI CAI
aa ANU
aa BAI BAI BNI CAI
aa bb bb bb
Pengaturan majalah berdasar urutan judul majalah, dalam satu judul diurutkan berdasar
nomor, edisi dan tahun atau menurut nomor klas. Apabila sudah lengkap edisinya biasanya
majalah dibendel dan dikelola layaknya koleksi lain. Pengaturan koran dengan penjepit koran
yang dijajar berdasar urutan judul dan kala terbit. Biasanya koran dikeluarkan dari penjepit
setelah seminggu, lalu disimpan menunggu proses pengolahan lebih lanjut, diantaranya
dikliping dan dibuatkan indek artikel.

SUMBER RUJUKAN

Dewey, Melvil. Decimal classification and relative index, 20th ed. Alabany, N.Y. : Forest

Press, 1989.

Hamakonda, Towa dan J.N.B. Tairas. Pengantar klasifikasi persepeluhan Dewey. Jakarta :

BPK Gunung Mulya, 1995.

Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 20/2005 tentang Kata Utama dan
Ejaan untuk tajuk nama pengarang Indonesia

Somadikarta, LK (197), Pengolahan Bahan Pustaka: pedoman Pedoman Tata Kerja Rutin
dan Teknik Bibliografi, Jakarta : FSUI
Somadikarta, Lily K. Dasar – dasar analisis subyek untuk pengindeksan subyek dokumen.

Jakarta : JIP-FSUI, 1991 (merupakan saduran dari buku An introduction to

subject indexing : a programmed text./ by A.G. Brown,--London, 1976.

Sumadji,P .(1974), Tata Kerja Pengolahan Buku di Perpustakaan ,Yogyakarta :


Balai Pembinaan Administrasi, UGM
Sulistyo, Basuki. Pengantar ilmu perpustakaan, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1991.

Terjemahan ringkasan klasifikasi desimal Dewey dan indeks relatif : disesuaikan dengan DDC

20. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI. 2009.

……........ (1985), Pedoman Katalogisasi Indonesia, Jakarta : Pusat Pembinaan


Perpustakaan
736 Seni ukir
738 Seni keramik
740 Menggambar, Seni dekorasi
741 Menggambar bebas
743 Seni gambar anatomi
746 Seni kerajinan tekstil, Seni sulam menyulam, Seni jahit
hiasan
747 Seni hiasan dalam rumah (interior decoration)
749 Seni mengukir perabot-perabot rumah
750 Seni lukis
760 Seni cetak-mencetak
770 Fotografi
780 Musik, Seni suara
790 Rekreasi, hiburan-hiburan, hobby
792 Sandiwara
793 Permainan dalam ruangan. Tari-tarian
794 Catur dan bowling, bola sodok
795 Permainan dengan kartu
796 Olah raga lapangan
797 Olah raga air dan angkasa
798 Olah raga menunggang kuda dan binatang-binatang
Lainnya.
799 Menembak,berburu dan memancing sebagai olah raga

800-899 SASTRA DAN KESUSASTERAAN


805 Majalah sastra
806 Perkumpulan tentang sastra
809 Sejarah dan kritik sastra
810 Sastra Amerika berbahasa Inggris
811 Puisi Amerika berbahasa Inggris
812 Drama Amerika berbahasa Inggris
813 Fiksi Amerika berbahasa Inggris
814 Esai Amerika berbahasa Inggris
815 Pidato Amerika berbahasa Inggris
816 Surat-surat Amerika berbahasa Inggris
817 Satir dan humor Amerika berbahasa Inggris
818 Aneka ragam penulisan Amerika berbahasa Inggris
819 …
820 Sastra Inggris
830 Sastra Jerman dan bahan-bahan Skandinavia
840 Sastra Perancis
850 Sastra Italia
860 Sastra Spanyol dan Portugis
870 Sastra latin
880 Sastra Yunani klasik
890 Sastra lainnya
899.221 Sastra Indonesia
899.221 1 Puisi Indonesia
899.221 2 Drama Indonesia
899.221 3 Fiksi Indonesia
899.221 4 Esai Indonesia
899.221 5 Pidato Indonesia
899.221 6 Surat-surat Indonesia
899.221 7 Satir dan humor Indonesia
899.221 8 Aneka ragam penulisan Indonesia
899.222 Sastra Jawa
899.223 Sastra Sunda
899.224 Sastra Bali
899.225 Sastra Lombok
899.226 Sastra Bugis
899.227 Sastra Batak

900-999 ILMU BUMI, SEJARAH


910 Ilmu bumi perjalanan, Penemuan dan Eksplorasi
920 Biografi
930 Sejarah umum zaman purba sampai + 500 SM
940 Sejarah Eropah
942 Sejarah Inggris
943 Sejarah Eropah Tengah, Jerman
944 Sejarah Perancis
945 Sejarah Italia
946 Sejarah jazirah Liberia Spanyol
947 Sejarah Eropa Timur
948 Sejarah Eropa Utara Skandinavia
949 Sejarah Eropa lainnya
950 Sejarah Asia
951 Sejarah Cina
952 Sejarah Jepang
953 Sejarah Jazirah Arab
954 Sejarah Asia Selatan India
955 Sejarah Iran
956 Sejarah Timur Tengah
957 Sejarah Siberia
958 Sejarah Asia Tengah
959 Sejarah Asia Tenggara
959.8 Sejarah Indonesia
960 Sejarah Afrika
970 Sejarah Amerika Utara
971 Sejarah Kanada
972 Sejarah Amerika Tengah, Meksiko
973 Sejarah Amerika Serikat
980 Sejarah Amerika Selatan
990 Sejarah bagian-bagian dunia lainnya
991 Sejarah pulau-pulau Pasifik
993 Sejarah Sekandia Baru dan Melanesia
994 Sejarah Australia
995 Sejarah Papua New Guinea