Anda di halaman 1dari 3

Akuntansi Komitmen (Commitment Accounting)

Adalah sistem akuntansi yang transaksinya tidak diakui ketika kas dibayarkan atau diterima
ataupun ketika faktur diterima atau dikirimkan tetapi pada titik lebih awal ketika pesanan
dibuat atau diterima.

Pencatatan tersebut bertujuan sebagai encumbrance atau penghalang atas dilakukannya


belanja pada jenis atau kelompok yang sama sehingga menyebabkan terlampauinya anggaran
belanja yang bersangkutan.

Fungsi utama akuntansi komitmen adalah sebagai kontrol anggaran dimana akun bulanan
yang hanya mencatat faktur yang diterima atau dibayar hanya memberikan sedikit nilai
terhadap proses pengambilan keputusan.

Agar manajer dapat mengendalikan anggaran, mereka perlu mengetahui besarnya anggaran
yang telah menjadi komitmen dalam hubungan dengan pesanan yang dibuat sehingga jika
manajer hanya menerima akun yang mencakup penerimaan & pembuatan faktur, manajemen
dapat mudah menjadi terlalu terpaku atau terlalu berkomitmen (over-committed) pada
anggarannya.

Manajer yang berhati hati tentu akan mengetahui bahwa akun tersebut tidak memasukkan
pesanan yang telah dibuat, tetapi fakturnya belum diterima dan akan membuat catatan mereka
sendiri sehingga mereka tidak membuat anggaran mereka over-commited.

Kontrol anggaran juga berfokus pada pesanan yang telah dibuat sehingga pesanan yang
diterima & berhubungan dengan pendapatan tidak akan dicatat sampai faktur telah
dikirimkan sehingga tidak mempengaruhi pendapatan dengan cara yang sama seperti halnya
mempengaruhi beban.

Meskipun akuntansi komitmen mampu mengendalikan anggaran dengan baik, bukan berarti
tidak ada masalah yang terjadi di dalamnya. Masalah yang terjadi ketika perusahaan
menggunakan kebijakan sistem akuntansi komitmen adalah tidak ada kewajiban hukum yang
ditimbulkan atas pesanan yang telah dibuat perusahaan mengakibatkan pesanan dapat mudah
dibatalkan sehingga sulit menerima pengiriman pesanan akan dicatat sebagai beban untuk
periode akuntansi di mana pesanan tersebut baru dibuat.
Basis Akuntansi & Fokus Pengukuran

Basis akuntansi merupakan pijakan penting untuk menentukan kapan transaksi dan peristiwa
akuntansi yang terjadi diakui sehingga bisa digunakan untuk menentukan asumsi yang
dipakai dalam melakukan pencatatan & pelaporan keuangan.

Dalam menggunakan basis akuntansi, kita tidak bisa lepas dari pemahaman tentang fokus
pengukuran dimana fokus pengukuran merupakan suatu gambaran entitas akuntansi yang
menentukan apa yang dilaporkan serta jenis aktiva & kewajiban apa saja yang diakui secara
akuntansi & dilaporkan di neraca.

Dalam praktik akuntansi sektor publik, terdapat 4 macam basis akuntansi yang biasa
digunakan antara lain :

 Basis Kas
yaitu basis akuntansi yang mengakui transaksi pada saat kas diterima atau dibayarkan.
Dalam basis kas selain melakukan pengakuan hanya berdasarkan kas masuk & kas
keluar, basis kas juga memiliki fokus pengukuran hanya pada KAS sehingga
akibatnya yang dilaporkan dalam neraca hanya akun KAS sehingga ekuitas dana yang
ada di sisi pasiva hanya menggambarkan keadaan KAS. Salah satu dampak
pencatatan akuntansi yang menggunakan teknik basis kas yaitu saat pembelian aset
tetap dicatat sebagai biaya atau belanja. Pendekatan ini biasanya digunakan organisasi
sektor publik yang harus menyajikan informasi realisasi anggaran sementara
anggarannya berbasis kas.

 Basis Akrual
yaitu basis akuntansi yang mengakui transaksi ketika transaksi yang bersangkutan
secara ekonomi terjadi, tidak semata mata ketika kas diterima atau dibayarkan.
Biasanya basis akrual mempunyai fokus pengukuran pada semua sumber daya yang
dimiliki (all resources) sehingga dengan demikian neraca yang telah dibuat dengan
basis akrual akan melaporkan semua kekayaan, utang, dan ekuitas dana yang dimiliki,
baik yang bersifat lancar maupun tidak lancar. Karena itu ekuitas dana akan
menggambarkan nilai kekayaan bersih seluruhnya dibandingkan dengan basis kas.
 Basis Kas Modifikasi
adalah pendekatan basis akuntansi yang mencoba menampilkan informasi yang
dihasilkan basis kas, sekaligus juga menyajikan informasi yang hanya bisa
dimunculkan oleh basis akrual. Dengan basis kas modifikasi, transaksi dicatat
berdasarkan kas yang diterima atau dibayarkan sehingga neraca yang dihasilkan akan
seperti neraca berbasis kas. Perbedaannya basis kas modifikasi menggunakan fokus
pengukuran atas semua sumber daya (all resources). Selain mencatat transaksi
berdasarkan penerimaan atau pembayaran kas, basis kas juga menunjukkan &
menyajikan informasi akurat tentang ekuitas dana lancar yang didalamnya tersimpan
kondisi kekayaan berupa aset tetap sehingga memungkinkan kontrol atas kas. Hal ini
dibuktikan dengan pengakuan negara yang menganut sistem akuntansi berbasis kas
modifikasi yang menyatakan bahwa informasi yang dihasilkan lebih informatif
daripada yang dihasilkan oleh basis kas maupun basis akrual.

 Basis Akrual Modifikasi


adalah pendekatan basis akuntansi yang pencatatan transaksinya sama dengan basis
akrual pada umumnya, yang membedakan hanyalah fokus pengukurannya yang
berdasarkan pada sumber daya yang bersifat lancar. Basis akrual modifikasi lebih
banyak diimplementasikan pada organisasi sektor publik yang menggunakan
multidana dalam akuntansi pemerintahannya. Contoh negara yang menganut sistem
akuntansi basis kas modifikasi yaitu Amerika Serikat yang menggunakan basis akrual
modifikasi untuk pencatatan transaksinya di General Fund. Jadi, General Fund akan
menerbitkan neraca yang hanya memuat sumber daya lancar. Transaksi yang terkait
dan atau menghasilkan aset tetap atau utang jangka panjang akan dicatat dalam fund
tersendiri. Di USA, fund itu disebut sebagai Account Group yang terdiri atas General
Capital Asset untuk melaporkan transaksi aset tetap & General Long Term Liabilities
untuk melaporkan transaksi utang jangka panjang.