Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA AN.

N DENGAN NEG
FRAKTUR COLLUM FEMUR(S)
(Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Bedah Dasar Orthopedi)

Di Susun oleh

NURHAYATI

PELATIHAN BEDAH DASAR ORTHOPEDI XIII


INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT ORTHOPEDI
Prof. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA
2018
TINJAUAN PUSTAKA
FRAKTUR COLLUM FEMUR
A. Pengertian

Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan
atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya.
Fraktur collum femur adalah fraktur yang terjadi pada collum tulang femur.

Fraktur kepala dan leher femur adalah suatu keadaan terputusnya hubungan dari
kepala femur atau leher femur disebabkan oleh trauma.

B. Penyebab

1. Trauma langsung: benturan pada tulang mengakibatkan fraktur ditempat tersebut.

2. Trauma tidak langsung: tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari
area benturan.

3. Fraktur patologis: fraktur yang disebabkan trauma yamg minimal atau tanpa trauma.
Contoh fraktur patologis: Osteoporosis, penyakit metabolik, infeksi tulang dan
tumor tulang.

C. Patofisiologi
Fraktur kepala femur atau leher femur terjadi akibar jatuh pada daerah
trokhanter baik karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari tempat yang tidak terlalu
tinggi seperti terpeleset dikamar mandi dimana panggul dalam keadaan fleksi atau
rotasi. Pada kodisi osteoporisi insiden fraktur pada posisi yang tinggi.

D. Manifestasi klinis
Keluhan utama yang paling sering muncul adalah nyeri, deformitas, dan
hambatan mobilitas fisik. Kaji riwayat trauma, riwayat osteoporosis/metastasis,
renpons psikologis akan kondisi yang di alami pasien.
Pada pemeriksaan regional, umumnya didapatkan hal-hal berikut ini:
 Look : Terlihat adanya defomitas pada pangul. Perubahan gaya berjalan dengan
sedikit pincang.
 Feel : Didapatkan adanya nyeri tekan pada pangul.
 Move : Hambatan dalam mengerakan femur secara abduksi, rotasi dan hambatan
dalam beraktifitas jalan atau berdiri.

E. Pemeriksaan Diagnostik
Pada hasil pemeriksaan rongen sering didapatkan terputusnya hubungan kepala femur
atau leher femur dan sebagai evaluasi pasca bedah dari total hip replacement atau
arthrodesis.

F. Penatalaksanaan
1. konsevatif
a. penangan nyeri
b. skeletal traksi lateral
c. terapi pembedahan
2. arthrodesis, dengan kawat atau skrup
3. penggantianprostetik/total hip replacement.
DAFTAR PUSTAKA

Hurley, Robert A. 2011, Operative techniques in orthopaedic pediatric surgery , Lippicot


Williams, Philadelphi

Muttaqin, Arif. 2013, Asuhan Keperawatan dengan Klien Gangguan Sistem


Muskuloskeletal . Jakarta : EGC.

Noor, Zairin. 2016, Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta : Salemba medika.

Staheli, Lynn. 2012. Fundamental of Pediatric Orthopedics. Philadelphia


LAPORAN KASUS TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA NY.B DENGAN NEG
FRAKTUR COLLUM FEMUR(S) DENGAN TINDAKAN HA BIPOLAR
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RUMAH SAKIT ORTOPEDI
PROF. DR.SOEHARSO
SURAKARTA

A. PENGKAJIAN
1. Nama : NY.B
2. Tanggal lahir/umur : 13 April 1955/ 63 tahun
3. No. RM : 355xx
4. Tanggal masuk RS : 12 mei 2018
5. Tanggal operasi : 03 mei 2018
6. Diagnosa medis : Neg close fraktur collum femur (s)
7. Tindakan :Ha Bipolar
8. Dokter bedah : Dr.iwan SpOT (k)
9. Asisten bedah : Dr. jati
10. Dokter anastesi : Dr. Dedy
11. Perawat instrument : Bpk lasidin dan Nurhayati
12. Perawat sirkulator : Bpk Ujianto
13. Perawat anastesi : Pak heru
B. PELAKSANAAN PEMBEDAHAN
1. Pre-operatif
Sign in pukul 09.42 WIB
a. Melakukan serah terima pasien dengan perawat bangsal
b. Identifikasi pasien dengan mengecek gelang identifikasi pasien
c. Mengecek kelengkapan status pasien seperti surat pengantar persetujuan
pembedahan, foto rontgen, hasil laboratorium (Hb15,4 g/dl), lokasi pembedahan
femur (s) (cefazolin 2 gr) .
d. Mengkonfirmasi makan terakhir pasien (jam 02.00 WIB)
e. Mengecek infuse terpasang RL 20 tpm di tangan kiri
f. Memastikan pasien tidak memakai gigi palsu, perhiasan dan kaca mata
g. Melakukan verifikasi adanya riwayat alergi
h. Mengagnti baju pasien memakaikan topi operasi
i. Mengkonfirmasi telah dilakukan skin test antibiotic Cefazolin via intracutan pukul
10.40 WIB yang dilakukan diruang penerimaan IBS
j. Memberikan obat profilaksis Cefazolin 2 gr dalam Ns 100 ml melalui via intravena
pukul 10.45 WIB.
2. Intra operatif
Memasukkan pasien ke ruangan operasi pukul 10.35 WIB
a. Memindahkan pasien ke meja operasi
b. Menyiapkan instrumen
No Instrument Jumlah

1 Set linen operasi 2 set

2 Set jas operasi 2 set

3 Set dasar ortopedi 1 set

4 Set cuci kulit 1 set

5 Kassa streil 1 set

7 Hanscone ukuran 7, 7 ½, dan 8 20 lembar

8 Hand piece cauter 1 unit

9 Handle lamp steril 1 unit

10 Mes no. 20 dan 15 1 buah

11 Set AMP 1 set

c. Menyiapakan BHP pasien


No Instrument Jumlah

1 Benang T.Vio Uk 0 2 buah

2 Benang T.Line Uk 2.0 2 buah

3 Supratule 2 lembar
4 Sterile water 3 liter

5 Elastic bandage 4 inch 1 buah

6 Handscoon Uk 7, 7 ½, dan 8 1 set

7 Povidone iodine 3 botol

8 Spuit 10 cc 1Buah

d. Menyiapakan alat non steril


1) Menyiapakan mesin anestesi dan obat anastesi
2) Menyiapakan mesin saction
3) Menyiapakan mesin electric cauter
4) Menyiapakan mesin tourniquet
5) Menyiapakan lampu operasi
e. Menyiapkan foto rontgen
f. Pasien dilakukan penatalaksanaan dengan general anesthesia pukul 10.40 WIB
g. Mengatur posisi pasien dengan posisi lateral
h. Memasang ground bagian dibawah paha kanan.
i. Memasang pengalas atau kain non steril dibawah kaki kanan dan membersihkan
daerah operasi dengan clorhexidine 4 %
j. Melakukan cuci tangan bedah
k. Memakai jas operasi dan handscone steril
l. Menata instrumen steril sesuai kebutuhan diatas meja mayo
1) Instrumen set dasar
No Instrument Jumlah No Instrument Jumlah

1 Handle mess no 4 1 buah 1 Hohman besar 3 buah


2 Handle mess no 3 1 buah 2 Elevator 1 buah
3 Mess no 20 1 buah 3 Raspatorium 1 buah
4 Mess no 15 1 buah 4 Curate 1 buah
5 Pinset cirurgis 3 buah 5 Knabel besar 1 buah
6 Artery clamp 3 buah 6 Bengkok 2 buah
7 Kocker clamp 2 buah 7 Kom 1 buah
8 Gunting jaringan 1 buah 8 Canule suction 1 buah
9 Gunting benang 1 buah 9 Selang saction 1 buah
10 Needle holder 1 buah 10 Handpiec ccauter 1 buah
11 Duk clamp 4 buah 11 Handle lamp 1 buah
12 Clowhak gigi 3 2 buah
13 Langen hak pendek 2 buah

2) Instument steril tambahan


No Instrument Jumlah

1 Spuit 10 cc 1 buah

2 Kassa steril 2 buah

3 Suptarule 1 buah

4 Benang jahit T. Vio no 0 1 buah

Benag jahit T line no 2.0 1 buah

m. Melakukan desinfekstan pada area operasi menggunakan povidine iodine dengan


set cuci kulit.
n. Melakukan drapping menggunakan linen steril dan difiksasi menggunakan duck
clamp
o. Menyiapkan handpich cauter, selang saction diatas duk steril dan difiksasi dengan
menggunakan kassa dan duk clamp.
p. Meminta perawat sirkulator untuk menghubungkan selang section dengan mesin
section , handpicc dengan mesin electric cauter.
q. Pastikan atau mencoba section , cauter dengan baik
Time Out pukul 11.00 WIB
1) Tanggal operasi : 14 Mei 2018
2) Identitas pasien : NY. B RM 3155xx
3) Diagnosa medis : Neg close fraktur collum femur (s)
4) Jenis tindakan operasi : Ha Bipolar.
5) Konfirmasi tim operasi :
Dokter operator : Dr. Iwan SpOT (k)
Asisten bedah : Dr. Jati
Dokter anastesi : Dr. Dedy
Perawat intrumen : Pak Lasidin/Nurhayati
Perawat sirkulator : Pak Ujiato
Perawat anastesi : Pak Heru
6) Antisipasi kejadian kritis
7) Konfirmasi antibiotic profilaksis cefazolin 2 gr dalam Ns 100 ml telah masuk
pukul 10.45 WIB
8) Foto rontgen telah dipasang
9) Berdoa (operator memimpin doa)
Melakukan insisi pukul 11.05 WIB
Uraian Pembedahan
1) Pasien dalam posisi lateral dengan reegional anastesia
2) Insisisi darilapisan epidermis , berlanjut pada lapisan dermis sampai lapisan
bukutis /hipodermis dengan menggunakan mess no 20 dan dibantu dengan clowhak
dan pinset cirugis
3) Kontrol perdarahan dengan cauterization
4) Memperdalam lapisan insisi lapis demi lapis sampai fasia
5) Membuka lapisan fasia dengan menggunakan gunting jaringan dan dibantu dengan
langenhak, diperdalam sampai lapisan otot dan tulang (periosteum) kemudian
dibuka menggunakan raspatorium dibantu menggunakan langenhak.
6) Kemudian mengambil head femur dengan menggunakan muler dan sendok AMP.
7) Setelah itu mengukur dengan pengukur AMP
8) Membersihkan astabulum (mangkok) dengan knabel dan kuret
9) Membuat ulir femur faksila dengan menggunkan cislisblok dan memasang rimer
dengan menggunakan deper dan palu.
10) Kemudian pasang Ha Bipolar ukuran 44.
11) Kemudian mencuci luka operasi menggunakan steril water sebanyakk 3L
12) Mengambil linen steril kering untuk mengganti linen yang basah
13) Melakukan SIGN OUT pukul 11.30 wib
Operator yang mengecek apakah ada alat-alat bedah atau kassa yang tertinggal di
area opersai yang di insisi.
a) Nama prosedur : Ha Bipolar
b) Jumlah kassa : 50
c) Instrumen : lengkap
14) Melakukan hecting luka pada kedua sisi dimulai dari lapisan facia menggunakan
benang T.vio no 1 dengan metode continous sampai lapisan subcutis dan menjahit
lapisan cutis menggunakan benang T.Vio no 0 dengan metode subcuticular suture.
15) Membersihkan luka yang telah dijahit menggunakan kassa basah dan dikeringkan
dengan kassa kering
16) Memberikan supratule pada luka yang telah dijahit dan menutup luka
menggunakan kassa steril
17) Membalut luka mengunakan elastic bandage ukuran 6 inci
18) Observasi neurovaskuler dan melepas linen operasi
19) Operasi selesai pukul 12. 15 WIB
a) Memastikan peralatan medis tidak tertinggal
b) Membersihkan peralatan di meja mayo menggunakan steril water
c) Mess dan jarum dibuang di tempat sampah safety box
d) Linen kotor dimasukkan kedalam tempat yang disediakan.
3. Post-operatif
Pasien pindah ke ruangan pemulihan pukul 12.20 wib.
a. Memasang manset spigmomanometer dan saturasi oksigen pada pasien
b. Mengobservasi tanda-tanda vital pasien tiap 15 menit :
Tekanan darah : 130/85 mmhg
Heart rate : 88 x/menit
RR : 20 x/menit
Saturasi oksigen : 98 %
c. Memonitor kesadaran pasien (alderet score= 9, pukul 12.30 WIB )
Activity : 2 (menggerakkan kaki dan tangan)
Respiration : 2 (dapat bernapas dalam dan batuk)
Circulation : 2 (TD ±20% of normal)
Conciousness : 1 (berreaksi atas panggilan)
Oksigenation : 2 (SpO2 >95%)
d. Melakukan serah terima dengan pasien di ruangan 13.45 wib.
e. Melakukan dokumentasi post operatif (instruksi post operatif):
1) Apabila sadar penuh diperbolehkan minum dan makan sedikit demi sedikit
2) Diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP)
3) Rawat luka H+2 post operatif
4) Evaluasi neurovaskuler sisi operasi
5) Early active ROM
6) Terapi obat
Infuse RL 20 tpm (intra vena)
Cefazolin gr/8 jam (intra vena)
Ketorolac 30 mg/8 jam (intar vena)
7) Control post operasi 1 minggu setelah keluar rumah sakit.
LAMPIRAN