Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KASUS TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA AN.

N DENGAN
COMPLEX SINDACTILY DIG III-IV MANUS (D)
(Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Bedah Dasar Orthopedi)

Di susun oleh

NURUL WATHOANIAH

PELATIHAN BEDAH DASAR ORTHOPEDI XIII


INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT ORTHOPEDI
Prof. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA
2018
TINJAUAN PUSTAKA
COMPLEX SINDACTILY

A. Pengertian
Sindaktily merupakan kelainan bawaan yang paling sering ditemukan pada
jari-jari tangan, jari-jari tidak terpisah, dan bersatu dengan yang lain. Dapat terjadi
hubungan satu, dua, atau lebih jari-jari. Hubungan jari-jari dapat terjadi hanya
pada kulit dan jaringan lunak saja, tetapi dapat pula terjadi hubungan tulang
dengan tulang (Muttaqin, 2013).
Sindaktily merupakan kegagalan pemisahan antara jari-jari
yang berdekatan yang menghasikan adanya jaringan pada jari-jari (Hurley,
2011).

Complex sindactily adalah suatu kondisi dimana terdapat suatu kelainan jari
berupa penyatuan pada tulang dan kartilago dua jari atau lebih sehingga telapak
tangan menjadi berbentuk seperti jari itik (webbed finger) (Zairin, 2016).
B. Etiologi
Kebanyakan akibat kelainan genetika atau keadaan di dalam rahim yang
menyebabkan posisi janin tidak normal, cairan amnion pecah, atau obat-obatan
tertentu yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan. Apabila penyebabnya
akibat kelainan genetika, maka tidak dapat dilakukan pencegahan.
Kemungkinannya dapat diperkecil bila penyebabnya adalah obat-obatan yang
dikonsumsi ibu selama hamil.
Penyebab langsung sindaktili sering kali sukar diketahui. Pertumbuhan
embrional dan fetal dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, faktor
lingkungan atau kedua faktor secara bersamaan (Staheli, 2012).
C. Patofisiologi
Pada awal perkembangan janin manusia, selaput jari- jari kaki adalah
normal. Pada sekitar 16 minggu kehamilan, apoptosis (kematian sel) berlangsung
dan enzim menghilangkan selaput tersebut. Pada beberapa janin, proses ini tidak
terjadi sepenuhnya antara semua jari tangan atau kaki sehingga selaput tersebut
menetap
D. Manifestasi Klinis
Bentuknya ada yang pelekatannya hanya sepertiga dari panjang jari, atau
sepanjang jari saling melekat. Pelekatan juga bisa hanya terjadi pada jaringan kulit,
tendon (jaringan lunak), bahkan pada kedua tulang jari yang bersebelahan. Kelainan
ini dapat mengganggu proses tumbuh-kembang karena jari yang dempet
menghambat pertumbuhan jari dari gerakan jari-jari lain di sampingnya. Bila tidak
diatasi, dapat mengganggu perkembangan mental anak. Kadangkala dilakukan
cangkok kulit untuk menutup sebagian luka, sehingga membutuhkan perawatan di
rumah sakit yang lebih lama dibandingkan operasi penanganan polidaktili.
E. Penatalaksanaan
Penanganan sindaktily dapat berupa tindakan bedah, kelainan kongenital
bersifat medik, dan kelainan kongenital yang memerlukan koreksi kosmetik. Setiap
ditemukan kelainan kongenital pada bayi baru lahir, hal ini harus dibicarakan
dengan orang tuanya tentang jenis kemungkinan faktor penyebab langkah-langkah
penanganan dan prognosisnya.
Cara mengatasinya dengan melakukan operasi pemisahan pada jari-jari yang
saling melekat atau menyatu. Operasi pemisahan jari-jemari dilakukan setelah anak
berumur antara 12-18 bulan. Bila ada beberapa jari yang melekat, operasi
pemisahan dilakukan satu persatu untuk menghindari komplikasi pada luka dan
sistem perdarahan jari yang dipisahkan.
Penatalaksanaan yang sering dilakukan adalah tindakan operasi dengan
memisahkan jari-jari yang kemungkinan memerlukan skin graft (Muttaqin, 2013).
DAFTAR PUSTAKA

Hurley, Robert A. 2011, Operative techniques in orthopaedic pediatric surgery ,


Lippicot Williams, Philadelphi

Muttaqin, Arif. 2013, Asuhan Keperawatan dengan Klien Gangguan


Sistem Muskuloskeletal . Jakarta : EGC.

Noor, Zairin. 2016, Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta : Salemba


medika.

Staheli, Lynn. 2012. Fundamental of Pediatric Orthopedics. Philadelphia


LAPORAN KASUS TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA AN. N DENGAN
COMPLEX SINDACTILY DIG III-IV MANUS (D) DENGAN TINDAKAN
RELEASE COMPLEX SINDACTILIY DIG III-IV DI RUANG IBS
RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO
SURAKARTA

A. PENGKAJIAN
1. Nama : An. N
2. Tanggal lahir/umur : 03 September 2017/ 9 bulan
3. No. RM : 3108xx
4. Tanggal masuk RS : 25 Juni 2018 pukul 12.59 WIB
5. Tanggal operasi : 26 Juni 2018 pukul 11.40 WIB
6. Diagnosa medis : Complex sindactily dig III-IV manus (D)
7. Tindakan : Release complex sindactily dig III-IV manus (D)
8. Dokter bedah : dr. Anung, SpOT (K)
9. Asisten bedah : dr. Bagas/dr. Fie
10. Dokter anastesi : dr. Dedy, SpAn/dr.Arta
11. Perawat instrument : Pak Tri Martabat dan Nurul
12. Perawat sirkulator : Pak Hesti
13. Perawat anastesi : Pak Heru
B. PELAKSANAAN PEMBEDAHAN
1. Pre-operatif
Sign in pukul 10.05 WIB
a. Melakukan serah terima pasien dengan perawat ruangan
b. Identifikasi pasien dengan mengecek gelang identitas pasien
c. Mengecek kelengkapan status pasien seperti surat pengantar, persetujuan
pembedahan, foto rontgen, hasil laboratorium, lokasi pembedahan site
marking di daerah manus dig III-IV, serta obat profilaksis (Cefazolin 250
mg).
d. Mengkonfirmasi makan terakhir pasien (jam 03.00 WIB)
e. Mengecek infus belum terpasang
f. Memastikan pasien tidak memakai gigi palsu, perhiasan, dan kaca mata
g. Melakukan verifikasi adanya riwayat alergi
h. Mengganti baju pasien dan memakaikan topi operasi
i. Mengkonfirmasi telah dilakukan skin test antibiotic Cefazolin via
intracutan.
j. Memberikan obat profilaksis Cefazolin 250 mg via intravena pukul
11.25 WIB
2. Intra Operatif
Memasukkan pasien ke ruang operasi pukul 11.10 WIB
a. Memindahkan pasien ke meja operasi
b. Menyiapkan instrument
No Instrument Jumlah

1 Set linen operasi 2 set

2 Set jas operasi 2 set

3 Set minor 1 set

4 Set pediatric 1 set

5 Set colibri 1 set

6 Set Kisner 1 set

7 Set cuci kulit 1 set

8 Kassa streil 30 lembar

9 Handscone ukuran 7, 7 ½, dan 8 7 pasang

10 Handpiece cauter 1 unit

11 Handle lamp steril 2 unit

12 Mes no. 20 dan 15 2 buah

13 Kisner wire 1,0 mm 1 buah


c. Menyiapakan BHP pasien
No Instrument Jumlah

1 Benang T.Lene Uk 4.0 1 buah

2 Amnion 1 lembar

3 Sterile water 3 liter

4 Elastic bandage 3 inch 1 buah

5 Handscoon Uk 7, 7 ½, dan 8 7 pasang

6 Povidone iodine 3 botol

7 Spuit 10 cc 1 buah

d. Menyiapakan alat non steril


1) Menyiapakan mesin anestesi dan obat anastesi
2) Menyiapakan mesin suction
3) Menyiapakan mesin electric cauter
4) Menyiapakan tourniquet steril
5) Menyiapakan lampu operasi
e. Menyiapakan foto rontgen
f. Pasien dilakukan penatalaksanaan dengan general anaesthesia pukul
11.15 WIB
g. Mengatur posisi pasien dengan posisi supine
h. Memasang ground dibawah kaki kiri
i. Memasang pengalas atau kain non steril di bawah tangan kanan dan
membersihakan daerah operasi dengan clorhexidine 4%
j. Melakukan cuci tangan bedah
k. Memakai jas operasi dan handscoone steril
l. Menata instrument steril sesuai kebutuhan diatas meja mayo
1) Instrument set dasar
No Instrument Jumlah No Instrument Jumlah

1 Handle mess no 4 1 buah 1 Hohman kecil 2 buah


2 Handle mess no 3 1 buah 2 Elevator 1 buah
3 Mess no 20 1 buah 3 Raspatorium 1 buah
4 Mess no 15 1 buah 4 Knabel kecil 1 buah
5 Pinset cirurgis 3 buah 5 Bengkok 2 buah
6 Artery clamp 3 buah 6 Kom 1 buah
7 Gunting jaringan 1 buah 7 Canule suction 1 buah
8 Gunting benang 1 buah 8 Selang suction 1 buah
9 Needle holder 1 buah 9 Handpiece cauter 1 buah
10 Duk clamp 3 buah 10 Handle lamp 2 buah
11 Clowhak tumpul gigi 2 & 3 2 buah
12 Langenhak kecil 2 buah

2) Instrument steril tambahan


No Instrument Jumlah

1 Tang kecil 1 buah

2 Wire cutter 1 buah

3 Spuit 10 cc 1 buah

4 Kassa steril 30 lembar

5 Amnion 2,5x10 1 lembar

6 Benang jahit T. lene no 4.0 1 buah

7 Kisner wire 1,0 mm 1 buah

m. Melakukan desinfektan pada area operasi menggunakan povidone iodine


dengan set cuci kulit di daerah manus dekstra
n. Melakukan drapping menggunakan linen steril dan difiksasi
menggunakan duk clamp
o. Menyiapakn handpice cauter, selang suction di atas duk steril dan
difiksasi dengan menggunakan kassa dan duk clamp
p. Meminta perawat sirkulator untuk menghubungkan selang suction
dengan mesin suction dan handpice dengan mesin electric cauter.
Pastikan atau mencoba suction dan cauter berfungsi dengan baik.
Time out pukul 11.35 WIB
1) Tanggal operasi : 26 Juni 2018
2) Identitas pasien : An. N, RM 3108xx
3) Diagnosa medis : Complex sindactily dig III-IV manus (D)
4) Jenis tindakan operasi : Release Complex sindactily dig III-IV
manus (D)
5) Konfirmasi tim operasi :
Dokter operator : dr. Anung, SpOT (K)
Asisten bedah : dr. Bagas/ dr. Fie
Dokter anastesi : dr. Dedy, SpAn/ dr. Arta
Perawat intrumen : Pak Tri Martabat dan Nurul
Perawat sirkulator : Pak Hesti dan Mahya
Perawat anastesi : Pak Heru
6) Antisipasi kejadian kritis
Bedah : Perdarahan dan penanganan pemasangan tourniquet dan
koterisasi
Anastesi : Pediatri dan ASA 2 (Dengan penyakit sistemik ringan)
7) Konfirmasi antibiotic profilaksis cefazolin 250 mg telah masuk pukul
11.25 WIB
8) Foto rontgen telah dipasang
9) Berdoa (operator memimpin doa)
Melakukan insisi pukul 11.40 WIB
Uraian pembedahan
1. Posisi pasien supine dengan general anastesi
2. Insisi area operasi (dig III-IV) sambil control bleeding
3. Tutup area insisi menggunakan kassa
4. Insisi area kulit yang akan di graft (Antebrachi anterior)
5. Tutup area insisi skin graft menggunakan kassa
6. Bersihkan skin graft dari jaringan lemak, kemudian gunting
sesuaikan dengan ukuran digit III dan IV
7. Irigasi area insisi
8. Sign Out pukul 12.30 WIB
a) Nama prosedur : Release complex sindactily dig III dan IV manus
(D)
b) Jumlah kassa : 30 lembar
c) Instrumen : Lengkap
9. Hecting skin graft pada manus dig III dan IV serta antebrachi anterior
menggunakan benang T-lene 4.0
10. Stabilitas →stabil
11. Fiksasi dengan menggunakan kisner wire dengan ukuran 1,0 pada
manus dig III dan IV
12. Bersihkan area operasi menggunakan kassa basah dan kemudian
keringkan.
13. Berikan amnion
14. Tutup dengan kassa steril dan elastis bandage ukuran 3 inch
3. Post-operatif
Pasien pindah ke ruangan pemulihan pukul 12.40 WIB
a. Memasang manset spigmomanometer dan saturasi oksigen pada pasien
b. Mengobservasi tanda-tanda vital pasien tiap 15 menit
c. Memonitor kesadaran pasien
d. Melakukan serah terima pasien dengan perawat ruangan
e. Melakukan dokumentasi post operatif (instruksi post operatif):
1) Apabila sadar penuh diperbolehkan minum dan makan sedikit demi
sedikit
2) Diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP)
3) Rawat luka H+2 post operatif
4) Evaluasi neurovaskuler sisi operasi
5) Early active ROM
6) Terapi obat
Infuse D5 ½ 15 tpm (intra vena)
Cefazolin 3x250 mg (intra vena)
Novalgin 3x200 mg (intra vena)
Cefadroxil syr 2x1 (oral)
Osteo care syr 1x1 (oral)
LAMPIRAN