Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
Indonesia sering menjadi sorotan publik baik dari segi kinerja maupun perilakunya.
Terdapat banyak kasus-kasus yang melibatkan oknum PNS, diantaranya kasus
indisipliner, asusila, hingga korupsi. Hal ini berimbas pada menurunnya kepercayaan
publik akibat kurang optimalnya pelayanan yang diberikan oleh PNS kepada
masyarakat. Untuk itu, diperlukan adanya perubahan pola pikir/mindset pada diri
masing-masing PNS agar dapat menjadi pelayan publik yang profesional dan memiliki
integritas tinggi.
Untuk membentuk PNS yang profesional dan memiliki integritas tinggi, maka
diterapkanlah pola baru dalam diklat prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS). Diklat prajabatan pola baru ini tertuang dalam Perkalan No. 38 Tahun 2014
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai
Negeri Sipil Golongan III. Tujuan penerapan diklat prajabatan pola baru ini adalah
lahirnya sosok PNS yang profesional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standar
kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif
dan efisien.Hal tersebut sejalan dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan karakter
dalam mencetak PNS yang professional.
Dalam diklat prajabatan pola baru ini terdapat dua tahapan pembelajaran, yaitu
tahap internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dan tahap aktualisasi nilai-nilai dasar
profesi PNS. Tahap internalisasi adalah tahap pembelajaran untuk membekali peserta
prajabatan dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan
Profesi PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Nilai-nilai dasar tersebut
meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar ini untuk selanjutnya diakronimkan menjadi ANEKA.
Sedangkan tahap aktualisasi adalah tahap dimana peserta diklat prajabatan
mengaplikasikan nilai-nilai dasar ANEKA, baik di tempat tugas ataupun tempat
magang, kedalam kegiatan nyata yang terkait dengan tupoksinya.

1
Guru yang merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara memiliki landasan atau
dasar hukum dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, yakni Permen PAN-RB Nomor
16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dalam Permen
PAN-RB Nomor 16 Tahun 2009 dijelaskan bahwa tugas utama guru adalah mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah.
Namun dalam melaksanakan tupoksinya, guru belum maksimal sehingga terdapat
permasalahan yang timbul.
Sesuai dengan penjelasan di atas, maka penulis yang merupakan guru merancang
sembilan kegiatan sebagai aktualisasi dari nilai-nilai dasar profesi PNS yang berkaitan
dengan tupoksi serta visi dan misi sekolah tempat penulis bertugas, yaitu SMK Negeri 2
Kintamani. Adapun visi dan misi SMK Negeri 2 Kintamani sebagai berikut:
 Visi:
Terwujudnya lulusan yang kompetitif, berwawasan lingkungan, berdasarkan iman
dan takwa
 Misi:
1. Melaksanakan pembelajaran yang efektif
2. Mengembangkan sumberdaya secara optimal
3. Menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja
4. Mendidik dan melatih peserta didik untuk memiliki sikap cinta lingkungan.
5. Menumbuhkan kesadaran penghayatan ajaran agama.
Dengan diaktualisasikannya nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi), diharapkan guru sebagai pelayan
publik dapat bertindak dengan profesional dan memiliki integritas dalam melaksanakan
tugasnya. Dengan demikian, maka guru dapat meningkatkan pelayanan yang akan
diberikan kepada masyarakat, terutama anak didiknya.

1.2 Tujuan
Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS inibertujuan untuk membentuk PNS yang
profesional yaitu PNS yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi PNS,
sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan
masyarakat.Profesionalisme PNS ini diindikasikan dengan kemampuan
mengaktualisasikan lima nilai dasar, yaitu:
1. kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya;

2
2. kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;
3. kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas
jabatannya;
4. kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya; dan
5. kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi
di lingkungan instansinya.

1.3 Lokus Aktualisasi


Lokus aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang akan penulis laksanakan
merupakan tempat tugas penulis, yaitu SMK Negeri 2 Kintamani yang terletak di Desa
Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. SMK Negeri 2 Kintamani dipimpin
oleh Bapak Drs. Nyoman Muliawan,MA, selaku Kepala sekolah ini merupakan sekolah
pagi dengan jumlah kelas sebanyak 12 rombongan belajar. Di SMK Negeri 2
Kintamani, penulis bertugas sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas
X, XI dan XII untuk program keahlian Akomodasi Perhotelan (APH) dan Multimedia
(MM).

3
BAB II
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI DAN LANDASAN TEORI

2.1 Deskripsi Unit Sekolah


2.1.1 Gambaran Umum
SMK Negeri 2 Kintamani adalah salah satu unit atau satuan pendidikan
menengah pertama yang terletak di Br. Desa, Desa Songan A, Kecamatan
Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Secara singkat profil SMK Negeri
2 Kintamani dapat diuraikan sebagai berikut.

Identitas Sekolah :
Nama Sekolah : SMK NEGERI 2 KINTAMANI
NPSN : 5012571
Nama Kepala Sekolah : Drs. Nyoman Muliawan, MA
Status Sekolah : Negeri
Bentuk Pendidikan : SMK
Desa/Kelurahan : Songan A
Kecamatan : Kintamani
Kabupaten/Kota : Bangli
Propinsi : Bali
Telepon : 0366-51783
Email : info@smkn2kintamani.com

SMK Negeri 2 Kintamani terletak di Desa Songan A, Kecamatan


Kintamani, Kabupaten Bangli. Lokasi Sekolah cukup mudah dicapai karen akses
jalan sudah cukup bagus. Lokasi sekolah dari pusat Kecamatan Kintamani
berjarak sekitar 11 km ke arah timur laut dan 40 km dari pusat kota Bangli ke
arah utara. Berdasarkan letaknya SMK N 2 Kintamani termasuk sekolah yang
harus melewati tanjakan yang cukup curam dan panjang.
SMK Negeri 2 Kintamani memiliki jumlah siswa sebanyak 256 orang
yang terbagi dalam tiga program keahlian, yaitu Akomodasi Perhotelan (APH),
Agribisnis Perikanan (API) dan Multimedia (MM). Dengan rincian sebagai
berikut:

4
Tabel. 2.1 Rincian jumlah siswa SMK Negeri 2 Kintamani
Jenis kelamin
Kelas Total
Laki-Laki Perempuan
X 48 42 90
XI 45 53 108
XII 26 22 58
JUMLAH 256

Berdasarkan status kepegawaiannya guru di sekolah ini terdiri dari guru


30 guru, dengan rincian 9 guru PNS (termasuk Kepala Sekolah dan CPNS), 12
guru tidak tetap (GTT), dan 9 guru honorer. Selain itu, SMK Negeri 2 Kintamani
juga memiliki 11 pegawai dan tenaga tata usaha yang terdiri dari 3 PNS, 2
pegawai tidak tetap (PTT) dan 6 pegawai honorer. Seluruh guru di SMK Negeri
2 Kintamani berkualifikasi pendidikan S1.
Bangunan SMK Negeri 2 Kintamani terdiri dari bangunan permanen,
padmasana, dan lapangan upacara. Bagunan permanen yang ada terdiri dari unit
11 ruang kelas, 1 unit ruang guru, 1 unit ruang kepala sekolah, 1 unit ruang
kepala program dan waki kepala sekolah, 2 unit ruang tata usaha, 1 unit ruang
lab APH, 1 unit ruang lab API, 1 unit ruang lab MM, 1 unit padmasana, 1 unit
ruang perpustakaan dan 3 buah WC sekolah. Semua bangunan tersebut memiliki
kondisi yang baik

2.1.2 Visi dan Misi


Visi dan misi SMK Negeri 2 Kintamani adalah “Terwujudnya lulusan
yang kompetitif, berwawasan lingkungan, berdasarkan iman dan takwa”. Dalam
upaya mencapai visi tersebut, maka disusunlah misi SMK Negeri 2 Kintamani
sebagai berikut:
1. Melaksanakan pembelajaran yang efektif
2. Mengembangkan sumberdaya secara optimal
3. Menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja
4. Mendidik dan melatih peserta didik untuk memiliki sikap cinta
lingkungan.
5. Menumbuhkan kesadaran penghayatan ajaran agama.
2.1.3 Tugas Pokok dan Fungsi Guru

5
Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru diatur dalam Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 16
Tahun 2009, BAB I pasal 1 ayat 1 sampai 5 yang menyebutkan bahwa:
1. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang
lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.
2. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah.
3. Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan
mengevaluasi hasil pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program
perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik.
4. Kegiatan bimbingan adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana
bimbingan, melaksanakan bimbingan, mengevaluasi proses dan hasil
bimbingan, serta melakukan perbaikan tindak lanjut bimbingan dengan
memanfaatkan hasil evaluasi.
5. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan
kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap,
berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.
Adapun tugas pokok dan fungsi seorang guru secara konkret adalah sebagai
berikut :
a. Membuat / menyusun Program Pembelajaran: 1) Program Tahunan. 2)
Program Semester. 3) Menyusun Silabus. 4) Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pengajaran. 5) Menetapkan Standar Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM).
b. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
c. Menyusun alat penilaian dan melaksanakan penilaian hasil belajar.
d. Membuat dan mengisi daftar nilai siswa. 9) Melaksanakan Analisis Hasil
Belajar.
e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
6
f. Melaksanakan kegiaan bimbingan siswa dalam proses belajar mengajar
g. Membuat atau menggunakan alat peraga dalam kegaiatan belajar mengajar
h. Melakukan invosi serta kreatifitas yang menumbuhkan minat belajar siswa
i. Mengikuti kegiatan MGMP secara berkesinambungan
j. Mengkuti kegiatan pengembangan Kurikulum
k. Melaksanakan tugas terentu di sekolah
l. Melakukan pengembangan setiap bidang studi yang menjadi
tanggungjawabnya
m. Membuat Lembaran Kerja Siswa ( LKS )
n. Membuat catatan – catatan tentang kemajuan belajar siswa yang dibina
o. Meneliti daftar hadar sebelum memulai melaksanakan kegiatan mengajar
p. Melakukan /mengatur ruang kelas, ruang praktikum agar terjaga kebesihan
dan keIndahan, keamanan , ketertiban serta kenyamanan bagin setiap guru
mengajar
q. Disiplin waku mengajar agar target ketuntasan tercapai
r. Mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat
s. Mematuhi kode etik profesional guru
t. Disamping tugas pokok di atas, guru juga membantu Kepala Sekolah dalam
urusan Penyelenggarakan Pendidikan di Sekolah.
u. Menjadi wali kelas.
Tugas pokok dan fungsi wali kelas sebagai berikut :
a. Pengelola kelas
b. Mengenal dan memahami situasi kelasnya.
c. Menyelenggarakan Administrasikan kelas meliputi :
 Denah tempat duduk siswa
 Papan Absen siswa
 Daftar Pelajaran di kelas
 Daftar Piket Kelas, Struktur Organisasi Pengurus Kelas, Tata
Tertib siswa di kelas, Buku Kemajuan Belajar.
 Buku Mutasi Kelas.
 Buku Peta Kelas
 Buku Inventaris barang-barang di kelas
 Buku Bimbingan kelas/ Kasus siswa
 Buku Rapor
 Buku Daftar Siswa Berprestai di kelas
d. Memberikan motivasi kepada siswa agar belajar sungguh-sungguh
baik di sekolah maupun di luar sekolah.
e. Memantapkan siswa di kelasnya, dalam mel;aksanakan tatakrama,
sopan santun, tata tertib baik di sekolah maupun di luar sekolah.
f. Menangani / mengatasi hambatan dan gangguan terhadap kelancaran
kegiatan kelas dan atau kegiatan sekolah pada umumnya.
g. Mengerahkan siswa di kelasnya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan
sekolah seperti Upacara Bendera, Ceramah, Pertandingan dan
kegiatan lainnya.
7
h. Membimbing siswa kelasnya dalam melaksanakan kegiatan
Ekstrakurikuler (Peran serta kelas dalam hal pengajuan calon
pengurus OSIS, pemilihan ketua kelas, pemilihan siswa berprestasi,
acara kelas, dll ).
i. Melakukan Home Visit ( kujungan ke rumah / oang tua ) atau
kelauarganya.
j. Memberikan masukan dalam penentuan kenaikan kelas bagi siswa di
kelasnya.
k. Mengisi / membagikan Buku Laporan Pendidikan (Rapor) kepada
Wali siswa.
l. Mengajukan saran dan usul kepada pimpinan sekolah mengenai
siswa yang menjadi bimbingannya.
m. Mengarahkan siswa agar peduli dengan kebersihan dan peduli
dengan lingkungannya
n. Membuat Laporan tertulis secara rutin setiap bulan

2.2 Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS


Berdasarkan Peraturan Kepala LAN-RI (Perkalan) Nomor 38 Tahun 2014 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri
Sipil Golongan III, yang membahas penerapan pola baru diklat prajabatan, peserta
diklat diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS ke dalam
dirinya serta mengaktualisasikan nilai-nilai dasar tersebut pada tempat tugas. Dengan
demikian, diharapkan peserta diklat dapat merasakan manfaat dari penerapan nilai-nilai
dasar tersebut secara langsung. Nilai-nilai dasar tersebut merupakan seperangkat prinsip
yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi PNS, yang terdiri dari: Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima nilai dasar
tersebut kemudian diakronimkan menjadi “ANEKA”.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kelima nilai-nilai dasar profesi
PNS tersebut:
1. Akuntabilitas

8
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah
menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.
Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas
atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep tersebut memiliki arti yang
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan
akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas dapat berarti bahwa pemerintah harus dapat
mempertanggungjawabkan secara moral, hukum, dan politik atas kebijakan dan
tindakan-tindakannya kepada rakyat. Dengan demikian dapat dikatakan pemerintah
memiliki akuntabilitas jika: ada transparansi, yaitu bisa dipertanggung jawabkan apa
yang telah dilakukan dengan memberikan informasi yang relevan atau terbuka terhadap
pihak luar; adanya keterlibatan masyarakat di dalam pengambilan kebijakan; peraturan,
prosedur pelaksanaan harus jelas dan lengkap; serta, pihak yang terkait dapat
mengetahui dan mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan.
Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa aspek yang
harus diperhatikan yaitu: kepemimpinan, transparansi, integritas, tanggung jawab
(responsibilitas), keadilan, kepercayaan, keseimbangan, kejelasan dan konsistensi.

2. Nasionalisme
Secara sederhana nasionalisme adalah wujud rasa bangga dan mencintai
bangsanya sendiri. Terkait dengan nasionalisme bangsa Indonesia maka nasionalisme
yang dianut adalah nasionalisme Pancasila. Nasionalisme Pancasila yaitu suatu
pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, kemanusian,
persatuan, permusyawaratan dan keadilan sosial.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang
diharapkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan-kesatuan,
kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau
kepentingan golongan; menunjukan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan
Negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa
rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama

9
manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia;
mengembangkan sikap tenggang rasa.
Nasionalisme adalah pondasi bagi PNS untuk mengaktualisasikan dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi mementingkan kepentingan publik,
bangsa dan negara.

3. Etika Pubik
Etika adalah refleksi atas nilai tentang benar/salah, baik/buruk, atau pantas/tidak
pantas yang harus dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik
adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah prilaku,
tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk
ketentuan tertulis. Kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/ etika
suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang
diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
Berdasarkan UU ASN, kode etik dan kode perilaku ASN adalah:
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas.
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang
sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan
etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif
dan efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.

10
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri
atau untuk orang lain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai
ASN.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam undang-undang ASN,
memiliki indikator sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat
sistem karir.
Indikator nilai nilai etika publik, yaitu: tanggung jawab, teladan, toleransi, malu,
jujur, amanah, sportifitas, disiplin, santun dan mandiri.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi
pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain mengedepankan
komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk
menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat.

11
Komitmen mutu merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi,
inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik. Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus
diperhatikan, yaitu:
1. Efektivitas
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan
efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik
menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektivitas organisasi tidak hanya
diukur dari performa untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas, ketepatan
waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur dari kepuasan dan
terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
2. Efisiensi
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi
penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat
diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
3. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga
akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang
diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
4. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen. Mutu
mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai
dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu
merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil
kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan keberlanjutan
organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam mengevaluasi
kualitas pelayan, yaitu:

12
a. Tangible (bukti langsung), yaitu meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan
sarana komunikasi;
b. Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan
segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan;
c. Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk memberikan pelayanan
dengan tanggap;
d. Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat
dipercaya;
e. Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, dan
perhatian dengan tulus terhadap kebutuhan pelanggan.

5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu “Corruptio” yang artinya kerusakan,
kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa,
karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup
pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tidak hanya
terjadi dalam kurun waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka
panjang.
Anti Korupsi sendirimemiliki arti tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–norma dengan
tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung. Tindak pidana korupsi yang terdiri dari kerugian
keuangan negara, suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan dalam
jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi. Terdapat sembilan nilai-
nilai dasar anti korupsi, yaitu: jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja
keras, sederhana, berani, dan adil.

2.3 Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS


Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang akan penulis laksanakan
berlangsung dari tanggal 24 Oktober 2016 sampai dengan 3 November 2016 di SMK
Negeri 2 Kintamani. Dalam aktualisasi ini, penulis akan melaksanakan 9 (sebilan)
kegiatan sebagai bentuk aktualisasi terhadap nilai-nilai dasar profesi PNS. Kesembilan
kegiatan tersebut adalah:

13
1. Pembuatan RPP materi Describing Person dengan tehnik FRESH untuk mata
pelajaran Bahasa Inggris kelas X APH 2
2. Pelaksanaan proses pembelajaran materi Describing Person dengan tehnik
FRESH untuk mata pelajaran Bahasa Inggris kelas X APH 2
3. Pelaksanaan ulangan mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas X APH 2
4. Pelaksanaan remidi mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas X APH 2
5. Penugasan kepada siswa kelas XI APH 2 untuk membuat recorded dialogue
tentang materi telephone conversation
6. Pembuatan listening exercise menggunakan recorded dialogue dari siswa
dengan materi telephone conversation untuk kelas XI APH 2
7. Pengaplikasian ‘Self Dictionary’ di kelas X APH 2
8. Penataan ruang kelas XII APH 1
9. Pembinaan prosedur persembahyangan pagi di sekolah bagi siswa beragama
hindu di Kelas XII APH 1

Pemilihan kesembilan kegiatan tersebut berkaitan dengan tupoksi guru serta


kontribusi visi-misi SMK Negeri 2 Kintamani sebagai tempat kerja penulis. Adapun
rincian kegiatan aktualisasi ini dapat dilihat pada tabel 2.1.

14
Tabel 2.2: Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS di SMP Negeri 4 Kintamani

Kontribusi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai Dasar Terhadap Visi Misi
Organisasi

1 Pembuatan RPP a. Menganalisis standar Terbuatnya Akuntabilitas


materi Describing kompetensi dan RPP  Membuat RPP sesuai dengan format Mewujudkan
Person dengan kompetensi dasar yang ditetapkan dalam permendiknas perencanaan serta
tehnik FRESH b. Menentukan indikator, no.41 th 2007 kegiatan
untuk mata tujuan, materi serta  Melaksanakan pertanggungjawaban pembelajaran yang
pelajaran Bahasa metode pembelajaran vertikal ke atas, yaitu kepada atasan efektif.
Inggris kelas X c. Menentukan langkah- yang dilakukan dengan meminta
APH 2 langkah pembelajaran tanda tangan kepala sekolah setelah
d. Merancang latihan rpp selesai dibuat
sebagai refleksi atas
pembelajaran Nasionalisme
e. Meminta tanda tangan  Menggunakan model pembelajaran
kepala sekolah sebagai yang mengakomodir perbedaan
persetujuan masing-masing siswa.

Etika publik
 Menyusun RPP dengan
menggunakan ragam bahasa yang
santun sesuai dengan ejaan yang
disempurnakan

Komitmen mutu
 Mengunakan materi (teks) yang

15
dimodifikasi sesuai dengan program
keahlian siswa, untuk mempermudah
pemahaman materi

Anti korupsi
 Menetapkan alokasi waktu sesuai
dengan yaang telah diprogramkan di
program semester
2 Pelaksanaan a. Menyiapkan perangkat Terlaksananya Akuntabilitas Mewujudkan
proses pembelajaran kegiatan  Melaksanakan tugas pokok dan pembelajaran yang
pembelajaran b. Menyiapkan media pembelajaran fungsi guru yaitu melaksanakan efektif dan inovatif
materi Describing pembelajaran pembelajaran sesuai dengan
Person dengan c. Melakukn kegiatan Permenpan RB no.16 th 2009
tehnik FRESH pembelajaran
untuk mata d. Memberikan latihan Nasionalisme
pelajaran Bahasa  Melaksanakan pembelajaran berbasis
Inggris kelas X students-centered, sehingga guru
APH 2 memberikan kebebasan bagi siswa
untuk memberikan ide, gagasan dan
pertanyaan. Hal itu merupakan
perwujudan sikap demokratis.

Etika publik
 Melakukan pendampingan kepada
siswa yang mengalami kesulitan
belajar merupakan suatu tindakan
yang mencerminkan sikap
mengayomi

Komitmen mutu

16
 Menggunakan tehnik pembelajaran
yang inovatif. Hal ini efektif untuk
meningkatkan antusiasme siswa
untuk meningkatkan kwalitas hasil
belajar

Anti korupsi
 Mematikan LCD proyektor ketika
tidak lagi digunakan merupakan
cerminan perilaku disiplin dalam
menggunakan fasilitas sekolah
sehingga anggaran listrik tidak
membengkak
 Memulai dan mengakhiri pelajaran
tepat waktu merupakan wujud
efisiensi waktu.
3 Pelaksanaan a. Menganalisis indikator Terlaksananya Akuntabilitas Mewujudkan
ulangan mata pencapaian materi ulangan  Melaksanakan salah satu tugas pokok penilaian yang
pelajaran Bahasa b. Membuat kisi - kisi dan fungsi guru yaitu menilai dan efektif untuk
Inggris di Kelas X soal mengevaluasi proses dan hasil belajar mengukur
APH 2 c. Membuat butir soal siswa sesuai dengan Permenpan RB pencapaian belajar
d. Menjelaskan petunjuk no.16 th 2009 siswa
pengerjaan ulangan  Memasukkan nilai siswa ke daftar
serta aturan dan sangsi nilai merupakan bentuk
selama pelaksaan pertanggungjawaban yang digunakan
ulangan dalam pelaporan hasil belajar siswa
e. Melakukan pada akhir semester
pengecekan ulang
pada soal untuk Nasionalisme
mengetahui apabila  Memberikan soal yang sama kepada

17
ada soal yang kurang seluruh siswa adalah salah satu
jelas ataupun salah bentuk keadilan. Tidak membeda-
f. Mencetak soal bedakan siswa, semua siswa diukur
g. Melakukan kegiatan kemampuannya dengan satu
ulangan (2x45 menit) instrument yang sama.
h. Memeriksa hasil  Membagikan hasil ulanngan siswa
ulangan dan yang telah dinilai adalah bentuk
memasukkan nilai kejujuran karena guru secara
siswa ke daftar nilai. transparan menunjukkan soal-soal
yang berhasil dijawab dengan benar
dan perhitungan nilainya. Selain itu,
Memasukkan nilai siswa ke daftar
nilai sesuai dengan nilai ulangannya
juga merupakan bentuk kejujuran.

Etika publik
 Melakukan pengecekan ulang
sebelum soal dicetak merupakan
bentuk keetelitian untuk jalannya
ulangan tidak terganggu oleh
kesalahan yang terdapat pada soal

Komitmen mutu
 Menggunakan soal ulangan yang
teksnya merupakan hasil modifikasi
teks yang telah ada dan disesuaikan
dengan kemampuan siswa merupakan
salah satu perwujudan kreativitas dan
efektivitas dalam penggunaan teks.
 Membuat soal ulangan dengan 4

18
model paket berbeda untuk mencegah
kecurangan pada pelaksanaan
ulangan

Anti korupsi
 Mencetak soal ulangan dengan
menggunakan kertas daur ulang
(kertas yang satu sisinya telah
digunakan) untuk menekan biaya
penggnaan kertas
 Memulai dan mengakhiri ulangan
tepat waktu merupakan wujud
efisiensi waktu.
4 Pelaksanaan a. Mengelompokkan Terlaksannya Akuntabilitas Mewujudkan
remidi mata siswa yang mendapat remidi  Sebelum melaksanakan remidi, guru penilaian yang
pelajaran Bahasa nilai dibawah KKM mengumumkan nilai-niai siswa yang efektif untuk
Inggris di kelas X dan yang memenuhi berada di bawah KKM. Hal ini mengukur
APH 2 KKM merupakan salah satu bentuk pencapaian siswa
a. Menyusun soal pertanggungjawaban vertical ke
remedial bawah. Hal tersebut juga menujukkan
b. Menentukan waktu adanya transparansi dalam pelaporan
pelaksanaan hasil evauasi siswa.
c. Melaksanakan
remedial yang diawali Nasionalisme
dengan penjelasan  Melaksanakan remidi merupakan
petunjuk pengerjaan salah satu wujud nilai toleransi.
soal Dimana guru memberikan
d. Memeriksa hasil kesempatan bagi siswa untuk
remedial memperbaiki nilainya. Selain itu,
e. Memberikan tugas toleransi juga diwujudkan dengan

19
tambahan apabila kesediaan guru untuk memberi
masih ada nilai siswa pembimbigan apabila siswa
yang tidak memenuhi membutuhkan bantuan dalam
KKM memahami materi tertentu.

Etika publik
 Mengunakan kata-kata yang
memotivasi agar siswa yang nilainya
tidak mencapai KKM tidak merasa
rendah diri dan berseangat untuk
memperbaiki kekurangannya dengan
belajar untuk remidi merupakan salah
satu tindakan yang mencerminkan
nilai etika public.

Komitmen mutu
 Membuat soal remidi dalam bentuk
essay akan lebih efektf untuk
mengukur pemahaman siswa secara
mendalam namun tetap dapat
dikembangkan dengan kata-kata
sendiri.

Anti korupsi
 Mencetak soal remidi dengan
menggunakan kertas daur ulang
(kertas yang satu sisinya telah
digunakan) untuk menekan biaya
penggnaan kertas
 Memulai dan mengakhiri remidi tepat

20
waktu merupakan wujud efisiensi
waktu.
5 Penugasan kepada a. Menjelaskan petunjuk Terkumpulnya Akuntabilitas Meningkatkan
siswa kelas XI pembuatan recorded Recorded  Memberikan penugasan mandiri tidak kompetensi siswa
APH 2 untuk dialogue Dialogue testruktur kepada siswa sesuai dalam Bahasa
membuat b. Menginstruksikan dengan beban belajar yang ditetapkan Inggris khususnya
recorded dialogue siswa untuk membuat pada Permendikbud no.81A tahun speaking, melalui
tentang materi draft dialogue 2013 pemberian tugas.
telephone c. Mengoreksi kesalahan
conversation pada draft siswa Nasionalisme
d. Mengembalikan draft  Menentukan waktu pengumpulan
yang telah dikoreksi tugas melalui musyawarah dengan
kepada siswa siswa
e. Menginstrusikan siswa
untuk merekam dialog Etika publik
yang telah dibuat dan  Memfasilitasi siswa yang mengalami
dikoreksi dengan kesulitan dalam proses perekaman
pengucapan yang karena tidak memiliki media, dengan
benar dan jelas meminjamkan media (alat perekam)
f. Mengumpulkan hasil milik guru
recorded dialogue
dari siswa Komitmen mutu
 Memberikan topik-topik dialog yang
sesuai dengan bidang keahlian siswa
(APH).
 Perekaman dilakukan dengan
media komunikasi yang dimiliki
hampir semua siswa (Handphone)

21
Anti korupsi
 Mengumpulkan hasil rekaman siswa
sesuai dengan waktu yang disepakati
6 Pembuatan a. Menyeleksi recorded Terciptanya Akuntabilitas Mewujudkan sarana
listening exercise dialogue yang telah listening  Pembuatan listening exercise pendukung
menggunakan dikumpulkan siswa exercize merupakan bentuk latihan umtuk pembelajaran yang
recorded dialogue (memilih rekaman materi telephone conversation sesuai efektif dan inovatif
dari siswa dengan yang memiliki kualitas dengan silabus kelas XI kompetensi
materi telephone baik, jelas, dan dasar 2.2. mencatat pesan-pesan
conversation menggunakan sederhana baik dalam interaksi
untuk kelas XI pengucapan yang langsung maupun melalui alat
APH 2 tepat.)
b. Membuat soal-soal Nasionalisme
yang berkaitan dengan  Menyeleksi recorded dialogue
isi rekaman dengan jujur, yaitu dengan
c. Mengujicoba listening mengggunakan kriteria yang sejak
exercise dengan media awal telah disepakati. Dialogue yang
(speaker dan laptop) terpilih adalah yang memenhi kriteria
tersebut
 Menggunakan hasil karya siswa
sebagai bahan untuk listening
exercise merupakan bentuk sikap
menghargai kerja keras siswa

Etika publik
 Meminta ijin dan mengucapkan
terimakasih kepada siswa karena
telah berkontrbusi dalam pembuatan

22
listening exercixe dengan cara
membuat dialogue yang baik dan
benar

Komitmen mutu
 Menggunakan materi yang dibuat
oleh siswa dengan bantuan koreksi
dari guru merupakan salah satu
5dalam pembuatan latihan siswa.

Anti korupsi
 Memasangkan siswa yang memilki
kemampuan kurang baik dengan
partner yang memiliki kemampuan
cukup baik merupakan sikap adil
yang sesuai dengan salah satu nilai
dasar anti korupsi
7 Pengaplikasian a. Menjelaskan petunjuk Diaplikasikan- Akuntabilitas Meningkatkan
‘Self Dictionary’ dan tujuan pembuatan nya ‘Self  Melakukan pengecekan berkala kompetensi siswa
di kelas X APH 2 ‘Self Dictionary’ Dictionary’ merupakan bentuk tanggung jawab dalam Bahasa
kepada siswa guru terhadap apa yang telah Inggris, terutama
b. Menginstruksikan dikerjakan siswa. penguasaan kosakata
siswa untuk
menyiapkan satu buku Nasionalisme
berukuran kecil  Mengoreksi dan mengembalikan self
c. Menentukan tema dictionary siswa sebelum mendapat
kata-kata baru penugasan menulis vocabulary
(vocabulary) yang berikutnya merupakan bentuk
harus ditulis siswa perilaku disiplin.
dalam buku

23
d. Menginstruksikan Etika publik
siswa untuk mulai  Memberikan komentar/feedback
mengisi ‘Self yang sifatnya membangun, serta
Dictionary’ masing- menggunakan kata-kata yang baik
masing dan benar merupakan pemenuhan
e. Melakukan unsur keindahan dalam etika publik
pengecekan berkala
terhadap vocabulary Komitmen mutu
baru dalam ‘Self  Membantu siswa memahami dan
Dictionary’ masing- mengenal beragai vocabulary sesuai
masing siswa dan dengan materi yang diajarkan dengan
memberikan catatan menggunakan self dictionary
apabila terdapat merupakan bentuk inovasi yang
kesalahan atau memenui unsur efektif (siswa tidak
kekurangan harus menghafal dengan cara
f. Membahas beberapa konvensional, tapi vocabulary akan
kata baru yang ditulis secara otomatis diingat karena dituis
siswa di setiap awal senidiri) dan efisien (menghemat
pembelajaran penggunaan waktu untuk memberian
catatan vocabulary baru untuk siswa)

Anti korupsi
 Menjadi teladan dalam menerapkan
kesederhanaan dengan memberi
contoh self dictionary yang dibuat
dari buku bekas dengan kondisi
masih layak (dengan sedikit
modifikasi) sebagai self dictionary
mereka.

24
8 Penataan ruang a. Mengumpulkan siswa Tertatanya Akuntabilitas Mewujudkan
kelas XII APH 1 b. Mendiskusikan hal-hal ruang kelas  Melaksanakan tugas tambahan guru lingkungan belajar
yang diperlukan dalam yaitu sebagai wali kelas sesuai yang kondusif serta
penataan kelas dengan Permenpan RB no.16 th melatih siswa untuk
c. Melakukan pembagian 2009. Dimana sesuai dengan perintah memiliki sikap cinta
tugas kepada masing- atasan (Kepala SMK N 2 Kitamani), lingkungan
masing siswa salah satu tugas pokok wali kelas
d. Mengkoordinir siswa adalah mengkoordinir siswa dalam
untuk melakukan kegiatan penataan kelas
penataan kelas
e. Melakukan refleksi Nasionalisme
terhadap hal-hal yang  Mendiskusikan materi penataan kelas
belum sempurna merupakan salah satu bentuk
f. Melakukan perbaikan musyawarah mufakan yang
menjungjung tinggi asas keterbukaan
dan demokkrasi
 Memberikan tugas kepada masing-
masing siswa sesuai dengan
kemampuannya merupakan
perwujudan sikap adil dan transparan

Etika publik
 Memfasilitasi siswa dengan berbagai
alat/bahan yang diperlukan dalam
penataan kelas merupakan salah satu
bentuk pelayanan yang bersifat
tanggap terhadap kebutuhan siswa

Komitmen mutu
 Menempelkan gambar/poster yang

25
menginspirasi siswa untuk mencapai
cita-citanya (kapal pesiar, hotel,
restaurant) merupakan salah satu
bentuk kreatifitas dalam memotivasi
siswa agar belajar lebih tekun
 Membuat denah posisi duduk siswa
dengan kertas berwarna agar mudah
dikenali dan ditempel di depan kelas
sehingga penggunaanya dapat lebih
efektif dan efisien

Anti korupsi
 Menggunakan anggaran yang
diberikan untuk penataan kelas secara
jujur dan sesuai kebutuhan
merupakan salah satu tindakan anti
korupsi.
9 Pembinaan a. Mengumpulkan siswa Terlaksananya Akuntabilitas Mewujudkan siswa
prosedur b. Menyampaikan pembinaan  Melaksanakan tugas tambahan guru yang beriman dan
persembahyangan amanat dari kepala pelaksanakan yaitu sebagai wali kelas sesuai bertakwa.
pagi di sekolah sekolah tentang persembah- dengan Permenpan RB no.16 th
bagi siswa prosedur yangan pagi di 2009. Dimana sesuai dengan perintah
beragama hindu persembahyangan pagi sekolah bagi atasan (Kepala SMK N 2 Kitamani),
di Kelas XII APH di sekolah bagi siswa siswa hindu salah satu tugas pokok wali kelas
1 yang beragama hindu adalah melakukan pembinaan iman
c. Melakukan dan takwa terhadap siswa
pengawasan berkala
terhadap kegiatan Nasionalisme
persembhyangan pagi  Memberikan kesempatan yang sama
siswa yang beragama kepada siswa non hindu untuk

26
hindu melakukan ibadahnya di pagi hari
(jika ada) merupakan bentuk toleransi
terhadap sesame umat beragama

Etika publik
 Tidak menggunakan kata-kata yang
bersifat memaksa, namun cenderung
menghimbau, kepada siswa agar
kesadaran utuk bersembahyang bisa
muncul dari dalam diri siswa tanpa
unsur paksaan

Komitmen mutu
 Memberikan contoh kepada siswa
tentang prosedur persembhyangan
pagi di sekolah setiap pagi
merupakan tindakan yang efektif
untuk menubuhkan kesadaran siswa
untuk melakukan hal serupa.

Anti korupsi
 Melakukan pengawasan terhadap
siswa di luar jam mengajar
merupakan salah satu bentuk sikap
anti korupsi dalam penggunaan
waktu..

27
Jadwal kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang akan penulis laksanakan berlangsung dari tanggal 24 Oktober 2016
sampai dengan 8 Noveber 2016 di SMK Negeri 3 Kintamani dapat dilihat pada table 2.2.

Tabel 2.3 Jadwal Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS di SMK Negeri 2 Kintamani
No. Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Kegiatan
24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pembuatan RPP materi Ö

Penyerahan Bahan Seminar Kepada Pembimbing dan Penguji


Describing Person untuk mata
pelajaran Bahasa Inggris kelas X
2 Pelaksanaan proses pembelajaran Ö Ö
materi Describing Person
dengan tehnik FRESH untuk

Seminar / Presentasi Laporan


mata pelajaran Bahasa Inggris
kelas X
3 Pelaksanaan ulangan Ö
4 Pelaksanaan remidi Ö
5 Penugasan kepada siswa kelas Ö Ö Ö Ö Ö Ö
XI untuk membuat recorded
dialogue tentang materi
telephone conversation
6 Pembuatan listening exercise Ö Ö
menggunakan recorded dialogue
dari siswa dengan materi
telephone conversation untuk
kelas XI
7 Pengaplikasian ‘Self Dictionary’ Ö Ö Ö Ö Ö
di kelas X
8 Penataan ruang kelas XII APH 1 Ö Ö Ö

28
9 Pembinaan prosedur Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö Ö
persembahyangan pagi di
sekolah bagi siswa beragama
hindu di Kelas XII APH 1

29
BAB III
PENUTUP

Dalam diklat prajabatan pola baru ini terdapat dua tahapan pembelajaran,
yaitu tahap internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS dan tahap aktualisasi nilai-
nilai dasar profesi PNS. Tujuan dari diklat ini adalah terbentuknya PNS yang
professional dan berintegritas, tidak hanya paham tentang nilai-nilai dasar profesi
PNS tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut kedalam
kegiatan yang menjadi tupoksinya. Dalam rancangan aktualisasi ini, penulis akan
melaksanakan sembilan kegiatan, yaitu:
1. Pembuatan RPP materi Describing Person dengan tehnik FRESH untuk
mata pelajaran Bahasa Inggris kelas X APH 2
2. Pelaksanaan proses pembelajaran materi Describing Person dengan
tehnik FRESH untuk mata pelajaran Bahasa Inggris kelas X APH 2
3. Pelaksanaan ulangan mata pelajaran Bahasa Inggris di Kelas X APH 2
4. Pelaksanaan remidi mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas X APH 2
5. Penugasan kepada siswa kelas XI APH 2 untuk membuat recorded
dialogue tentang materi telephone conversation
6. Pembuatan listening exercise menggunakan recorded dialogue dari
siswa dengan materi telephone conversation untuk kelas XI APH 2
7. Pengaplikasian ‘Self Dictionary’ di kelas X APH 2
8. Penataan ruang kelas XII APH 1
9. Pembinaan prosedur persembahyangan pagi di sekolah bagi siswa
beragama hindu di Kelas XII APH 1
.

30
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Modul Diklat


Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru: Aktualisasi Nilai Dasar. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Modul Diklat
Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru: Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Modul Diklat
Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru: Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Modul Diklat
Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru: Komitmen Mutu. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Modul Diklat
Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru: Etika Publik. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2015). Modul Diklat
Prajabatan CPNS Golongan III Pola Baru: Nasionalisme. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia

31