Anda di halaman 1dari 2

ALAT PELINDUNG DIRI PADA

KLB DIFTERI

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :

RSUD MEURAXA 00 1/2


KOTA BANDA ACEH

Tanggal Terbit : Ditetapkan,


Direktur RSUD Meuraxa
Kota Banda Aceh
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
Dr. dr. Syahrul, Sp. S-K
Pembina Utama Muda
NIP. 19620202 198903 1 001

Alat Pelindung Diri adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat


memberikan pelayanan kesehatan yang berisiko terjadi paparan /
kontaminasi untuk menjaga keselamatan petugas dan lingkungan
sekitar.
Penyakit difteri adalah penyakit infeksi akut yang sangat menular
yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria. Gejala
klinis difteri bervariasi mulai dari tak bergejala hingga fatal.
Umumnya menyerang saluran napas atas (laring, faring, dan
PENGERTIAN
tonsil) walaupun dapat menyerang organ lain seperti kulit, mukosa,
dan mata. Cara penularan :
 Kontak dengan penderita pada masa inkubasi
 Kontak dengan carrier
 Melalui pernafasan (transmisi droplet, muntahan, luka

Oleh sebab itu di dalam tatalaksana penanganan pada pasien


tersangka difteri dibutuhkan adanya pemakaian APD (alat pelindung
Diri) yang tepat.
1. Melindungi petugas kesehatan dari terkontaminasi
Corynebacterium diphtheria akibat dari memberi
pelayanan kesehatan terhadap pasien tersangkaDifteri
2. Petugas yang dimaksud adalah pemberi layanan
langsung, seperti :
TUJUAN
2.1. Perawat pemberi layanan
2.2. Petugas laboratorium

2.3. Dokter
ALAT PELINDUNG DIRI PADA
KLB DIFTERI

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :

RSUD MEURAXA 00 2/2


KOTA BANDA ACEH
1. Surat edaran dari Kementrian Kesehatan RI No
IR.02.02/D.1/11.1/161/2015 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar
Biasa (KLB) penyakit Difteri
2. Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
KEBIJAKAN
Meuraxa Kota Banda Aceh No: 820/110/2015 tanggal 2 April 2015
tentang Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah
Sakit (PPIRS) di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota
Banda Aceh
Persiapan Alat Pelindung Diri :
1. Masker bedah
2. Pelindung wajah / face shield
3. Schort / Jas lab
4. Penutup kepala
5. Handscoen

Prosedur tindakan :
1. Petugas memcuci tangan

2. Sebelum melakukan tindakan, pakai APD sesuai urutan


sebagai berikut :

a. Kenakan schort / jas lab


PROSEDUR b. Kenakan masker bedah
c. Kenakan penutup kepala
d. Kenakan pelindung wajah / face shield
e. Kenakan handscoen / sarung tangan
3. Selesai melakukan tindakan, buka APD sesuai urutan
sebagai berikut :
a. Lepaskan handscoen
b. Lepaskan schort / jas lab
c. Lepaskan pelindung wajah / face shield
d. Lepaskan penutup kepala
e. Lepaskan masker

4. Petugas mencuci tangan


1. Instalasi IGD
2. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT
3. Instalasi laboratorium