Anda di halaman 1dari 17

1.

IDENTIFIKASI ISU

MATRIKS
NO ISU AKTUAL TOTAL
URGENT SERIUSNESS GROWTH

Rendahnya kesadaran pasien untuk 4 4 4 12

1 datang kembali dalam perawatan saraf

(dressing dan devitalisasi pulpa)

Kebersihan dan sterilisasi alat dan bahan 4 4 3 11


2
yang belum optimal

Kepatuhan pegawai yang rendah dalam 4 3 3 10

3 membuang sampah infeksius pada

tempatnya

Rendahnya pengetahuan masyarakat 3 3 3 10

4 untuk melakukan sikat gigi yang baik dan

benar

Belum diterapkannya standard pelayanan 4 5 5 14


5
poli gigi di puskesmas
Ketidakpatuhan pasien dalam 4 4 3 10

6 menghabiskan antibiotik pada pasien

rawat jalan

2. ISU AKTUAL

Belum diterapkannya standard pelayanan poli gigi di puskesmas

3. GAGASAN PEMECAHAN ISU

Menerapkan standar pelayanan poli gigi dipuskesmas

4. KEGIATAN PEMECAHAN ISU

a. Melayani konsultasi serta pemeriksaan dipoli dengan 4s (senyum, sapa, salam, sopan santun)

b. Membuat catatan rekam medis pasien rawat jalan sesuai dengan odontogram

c. Melakukan pencabutan gigi pada pasien dengan minimal intervensi dan rasa sakit

d. Membuat resep obat yang tepat kepada pasien disertai pemberian kartu pengingat “wajib habiskan antibiotik”

e. Melakukan penyuluhan kesgilut kepada ibu hamil di posyandu balita dengan tambahan alat bantu poster alat peraga dan pembagian brosur

leaflet
5. TABEL KEGIATAN PEMECAHAN ISU

KETERKAITAN KONTRIBUSI
PENGUATAN
TAHAPAN SUBSTANSI MATA TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT NILAI
KEGIATAN PELATIHAN DAN MISI
ORGANISASAI
ORGANISASI

1 Melayani  Perawat Pasien akan Akuntabilitas Pelaksanaan

konsultasi serta memanggil pasien mendapatkan pelayanan  Pelayanan kegiatan yang

pemeriksaan dengan publik yang optimal dan sudah sesuai mengaktualisasikan

dipoli dengan 4s menerapkan 4s merasakan kenyamanan dengan standar nilai2 akuntabilitas,

(senyum, sapa,  Dokter gigi selama dilakukan pelayanan nasionalisme ,etika

salam dan sopan menerima pasien perawatan dengan Nasionalisme: publik,komitmen

santun) dengan penerapan inovasi 4s  Konsultasi dan mutu& anti korupsi

menerapkan 4s (senyum, sapa, salam pemeriksaan dapat mendorong


(senyum, sapa, dan sopan santun) yang dilakukan terciptanya

salam dan sopan tidak pelayanan publik

santun) membedakan yang optimal

 Melakukan status sosial, akuntabel serta

anamnesa dan jenis kelamin, profesional.

konsultasi dengan suku dan

professional agama pasien

 Pemeriksaan Etika publik:

ekstra oral dan  Sopan santun

intraoral secara dan ramah

menyeluruh untuk Komitmen mutu:

menegakkan  Teliti, cermat,

diagnosa dengan efektif dan

teliti, cermat, efesien

efektif dan  Inovasi dengan

efesien. 4s
Anti korupsi:

 Tarif pelayanan

pada poli gigi

sudah sesuai

dengan perda

yang berlaku

WOG:

 kerja sama tim

dalam

melakukan

pelayanan

antara dokter

gigi dan

perawat gigi
2 Membuat catatan  Perawat gigi Rekam medis dibuat Akuntabilitas ;

rekam medis menyerahkan RM berdasarkan Permenkes  Catatan rekam

pasien rawat jalan (rekam medis) No medik dibuat

sesuai dengan  Dokter gigi 269/MENKES/.PER/2008 dengan cermat,

standar pelayanan mengisi RM dimana rekam medis lengkap dan

gigi dengan cermat, harus dibuat dengan jelas dimana

lengkap dan jelas baik, lengkap, seragam, didalamny

 Pengisian mudah dimengerti, baik sudah terdapat

odontogram oleh kalangan medis, komponen

dengan lengkap paramedis, penegak odontogram

berdasarkan hukum, maupun orang berfungsi

pemeriksaan intra awam, dengan memakai sebagai resume

oral dan ekstra standar yang berlaku keadaan gigi


oral dari tahapan universal (nasional dan dan mulut

anamnesa, internasional) pasien

diagnosa sampai

pengobatan Nasionalisme :

 Catatan RM wajib  Melayani

dirahasiakan seluruh pasien

 RM dibuat dengan dari kalangan

lengkap dan jelas apapun dengan

sehingga tidak

memudahkan membedakan

dalam observasi status sosial,

serta suku, agama,

pengontrolan maupun jenis

berkala pasien kelamin


Etika publik ;

 Catatan rekam

medis pasien

wajib

dirahasiakan

Komitmen mutu ;

 Rekam medis

dengan

odontogram

yang jelas dan

lengkap dapat

memudahkan

pengontrolan

penyakit pada

pasien sehingga

treatment

ataupun terapi
yang diberikan

kepada pasien

dapat akurat

serta efektif dan

pasien.

3 Melakukan  Pemberian Dengan meminimalisir Akuntabilitas

tindakan informed consent intervensi dan rasa sakit  Pencabutan gigi

pencabutan gigi sebelum tindakan pada pasien saat dilakukan

pada pasien  Menyiapkan alat dilakukan tindakan secara

dewasa dan anak dan bahan dan pencabutan gigi profesional

dengan minimal yang digunakan diharapkan tercapainy sesuai dengan

intervensi dan untuk layanan publik yang kompetensi

rasa sakit meminimalisir optimal pada poli gigi dokter gigi

rasa nyeri saat sehingga dapat umum

dilakukan meningkatkan jumlah Nasionalisme

 Sebelum anastesi kunjungan pasien  Dalam

dilakukan aplikasi berobat kepuskesmas. memberikan


menggunakan Dengan konsep four pelayanan, tidak

topical anastesi handed dentistry dapat memandang

 Melakukan bekerja secara efektif status sosial,

anastesi dengan dan efesien dengan suku, agama,

ukuran jarum bekerja sama bersama maupun jenis

yang kecil (cito perawat gigi kelamin pasien.

ject) Etika publik

 Bekerja sesuai  Pasien

dengan sop yang mendapatkan

telah ada dengan kejelasan

profesional efektif informasi

serta efesien mengenai

 Bekerja dengan tahap-tahap

posisi ergonomis yang akan

dengan konsep dilalui dalam

four handed perawatan

dentistry dengan tutur


kata yang

santun dan

ramah.

Komitmen mutu :

 Pencabutan gigi

dilakukan

sesuai dengan

standar

operasional

prosedur,

sehingga dapat

menghindari

terjadinya

malpraktek.

Tindakan

dilakukan

secara tepat,
cepat, dan

cermat.

Anti korupsi :

 Tidak meminta

ataumenerima

upah atas

pelayanan yang

telah diberikan

pada pasien

WOG :

 Bekerjasama

dengan perawat

gigi

menggunakan

konsep four

handed

dentistry
4 Memberikan resep  Menyiapkan Diharapkan pasien dapat Akuntabilitas :

obat yang tepat desain logo mendapatkan terapi yang  Memberikan

pada pasien dan sticker “habiskan tepat serta dapat patuh resep obat

memberikan antibiotik anda” dalam konsumsi obat kepada pasien

sticker “habiskan  Membuat sticker terutama meminum sesuai dengan

antibiotik anda”  Menyiapkan antibiotik sampai habis indikasi dan

lembar kertas kontra

resep indikasinya

 Menuliskan resep serta pemberian

obat sesuai sticker “

dengan indikasi habiskan

dan kontra antibiotik anda”

indikasi Etika publik :

 Dosis obat sesuai  Menerangkan

dengan kasus dan dengan jelas,

anjuran yang santun, dan


berlaku ramah aturan

 Berkoordinasi pakai obat

dengan apoteker tersebut

dan asisten Komitmen mutu :

apoteker untuk  Dosis obat yang

menempelkan diberikan sesuai

logo diplastik obat dengan aturan

pada pasien yang pakai obat

diresepkan tersebut

antibiotik setelah Anti korupsi:

pelayanan dipoli  Pemberian obat

gigi diarahkan ke

 Menerangkan apotek

dengan ramah, puskesmas,

santun dan jelas tanpa ada

aturan kerjasama

penggunaan obat dengan


perusahaan

farmasi tertentu.

5 Melakukan  Mencari literature Peningkatan Akuntabilitas : .

penyuluhan untuk pembuatan pengetahuan untuk ibu  Ibu

kesgilut terhadap poster dan leaflet hamil dan menyusui mendapatkan

ibu hamil dan mengenai kesgilut yang mengenai kesgilut penjelasan

menyusui dengan pada ibu hamil tentang kondisi

tambahan alat dan menyusui kesehatan gigi

bantu poster dan dan mulutnya

leaflet diposyandu  Menyiapkan Etika publik :

balita desain leaflet dan  cara menjaga

poster kesehatan gigi

 Melakukan dan mulut

penyuluhan pada selama

ibu hamil dibantu kehamilan


alat peraga, disampaikan

poster dan leaflet dengan bahasa

 Membagikan yang santun

leaflet untuk ibu- dan ramah serta

ibu yang hadir mudah dipaham

Komitmen mutu :

 Dengan adanya

penyuluhan,

diharapkan

dapat

mengurangi

masalah

kesehatan gigi

dan mulut pada

ibu dan balita.


Anti korupsi :

 Tidak

memungut

biaya saat

penyuluhan dan

pembagian

leaflet