Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN SACRUM

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WI/RAD/027 A 1/3

Tanggal terbit Ditetapkan oleh Plt. Manager Klinik YKK

SPO
1 Juli 2014 Dr. Ruth Ratna Widjaja, M.Kes
PENGERTIAN Suatu pemeriksaan sinar-x untuk mengetahui struktur tulang
sacrum dan bagian-bagiannya. Pemeriksaan sacrum dilakukan
untuk indikasi: fraktur
TUJUAN Sebagai acuan untuk melakukan langkah-langkah pemeriksaan
sacrum.
KEBIJAKAN Kebijakan No : 004/KL- YKK/SK/II-2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Instalasi Radiologi Klinik-Klinik Pratama
PROSEDUR Untuk pemeriksaan lumbal dapat dilakukan dua proyeksi
pemeriksaan yaitu antero-posterior dan lateral.

A. Persiapan alat dan bahan :


1. X-Ray Unit
2. Kaset ukuran 25x30
3. Grid ukuran 25x30
4. Marker
5. Baju pasien
6. CR
7. APD (APRON Pb, Sarung tangan bersih)

B. Persiapan Pasien :
1. Pasien ganti baju dengan baju pasien yang sudah disiapkan
dan melepas benda logam seperti jarum penjepit dan kancing
celana.
2. Petugas Radiologi memberikan edukasi mengenai prosedur
pemeriksaan yang akan dilakukan.
3. Petugas Radiologi menjaga privasi dengan cara menutup
badan dengan selimut dan menutup pintu ruang pemeriksaan.
4. Petugas Radiologi melakukan identifikasi pasien sesuai sesuai
dengan prosedur dan melakukan verifikasi tindakan yang
akan dilakukan ke pasien serta mencocokan dengan surat
permintaan pemeriksaan radiologi.

C. Persiapan Petugas :
1. Petugas Radiologi melakukan kebersihan tangan sesuai
dengan prosedur.
2. Petugas Radiologi memakai sarung tangan bersih dan masker
surgical jika diperlukan.
PEMERIKSAAN SACRUM

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WI/RAD/027 A 2/3

3. Petugas Radiologi membungkus kaset dengan plastik yang


sudah disediakan jika diperlukan.

D. Prosedur Pemeriksaan :
1. Proyeksi antero-posterior.
Petugas Radiologi mengatur pasien untuk posisi sacrum
antero-posterior sebagai berikut:
a. Posisi Pasien
Pasien diposisikan supine diatas meja
pemeriksaan/brankard.
b. Posisi Obyek
Kedua kaki lurus dan kedua tangan dapat dipakai sebagai
bantal. Kedua lengan diatas dada, bahu sama tinggidan
kedua lutut lurus. Spine vertebrae sacrum berada pada garis
tengah film memanjang. Simpisis pubis berada 5-7 cm dari
tepi bawah kaset
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengatur sinar ke arah sumbu sinar
membentuk sudut 5-15 derajat kearah cranial dengan titik
bidik pada pertemuan antara process spinosus inferior
menuju tengah kaset, Jarak focus ke film : 100 cm.
d. Faktor Ekspopsi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi dengan KV: 65-
75 kv, ma : 250 – 320 , sec : 0,08 – 0,12.
2. Proyeksi lateral
Petugas Radiologi mengatur pasien untuk proyeksi lateral
a. Posisi Pasien
Pasien tidur miring diatas meja pemeriksaan/brankad.
b. Posisi Obyek
Kedua kaki ditekuk dan kedua tangan dapat dipakai
sebagai bantal. Spine vertebrae sacrum sejajar dengan garis
tengah film.
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengatur sinar ke arah sumbu sinar
vertical tegak lurus film dengan titik bidik setinggi spina
iliaca inferior menuju ke tengah film, jarak focus ke film :
100 cm.
d. Faktor Eksposi
Petugas Radiologi mengatur factor eksposi : 70-80 kv, ma :
250 – 320 , sec : 0,08 – 0,12
3. Kriteria Radiograf
PEMERIKSAAN SACRUM

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WI/RAD/027 A 3/3

a. Kriteria radiograf proyeksi antero-posterir


Tampak vertebra sacrum 1-5, tampak pula os coccygeus
dan promotorium.
b. Kriteria radiograf proyeksi lateral
Tampak vertebra sacrum 1-5 dalam posisi lateral, tampak
pula os coccygeus dan promotorium.
4. Setelah pemeriksaan selesai petugas melakukan pembersihan
tangan sesuai prosedur
5. Petugas Radiologi memberi tahu kepada pasien/keluarga
bahwa pemeriksaan telah selesai
6. Petugas Radiologi mengantar pasien ke ruang tunggu Instalasi
Radiologi
7. Petugas Radiologi merapikan alat dan membuang alat bekas
pakai sesuai prosedur
8. Petugas Radiologi mencetak gambar sesuai dengan SPO cetak
gambar
9. Untuk pasien rawat jalan diinformasikan bahwa ada waktu
tunggu untuk pencetakan gambar dan interpretasi oleh
radiolog.

UNIT TERKAIT Rawat Jalan