Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

TENTANG SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


(STBM)
TERHADAP KEGIATAN UKM PUSKESMAS
UPTD PUSKESMAS KADUNGORA

UPTD PUSKESMAS KADUNGORA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN GARUT
TAHUN 2016
JALAN RAYA KADUNGORA No.Tlp.( 0262) 455430

KERANGKA ACUAN
SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STMB)

1. Pendahuluan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM


adalah pendekatan untuk merubah perilaku hygiene dan santasi melalui
pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Sanitasi Total adalah kondisi ketika suatu komunitas:

 Tidak buang Air Besar (BAB) sembarangan

 Mencuci tangan pakai sabun

 Mengelola air minum dan makanan yang aman

 Mengelola sampah dengan benar

 Mengelola Limbah Cair rumah tangga dengan aman

2. Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak


dibawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal
karena diare setiap tahunnya dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar
2,3% dari produk Domestik Bruto (Studi World Bank,2007).

Berdasarkan Studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia tahun 2006,


perilaku masyarakat dalam mencuci tangan adalah:

 Setelah buanga air besar 12%

 Setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9 %

 Sebelum makan 14%

 Sebelum memberi makan bayi 7 %

 Sebelum menyiapkan makanan 6%

Sementara studi BHS lainnya terhadap perilaku pengelolaan air minum


rumah tangga menunjukan 99,20% merebus air untuk mendapatkan air
minum, tetapi 47,50% dari air tersebut masih mengandung E.coli. Kondisi
tersebut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian diare di Indonesia.
Kondisi seperti ini dapat dikendalikan melalui hasil intervensi terpadu melalui
pendekatan sanitasi total. Hal ini dibuktikan melalui hasil studi WHO tahun
2007 yaitu kejadian diare menurun 32% dengan meningkatkan akses
masyarakat terhadap sanitasi dasar, 45% dengan perilaku mencuci tangan
pakai sabun, dan 39% perilaku pengelolaan air minum yang aman di rumah
tangga. Sedangkan dengan mengintegrasikan ketiga perilaku tersebut,
kejadian diare menurunkan sebesar 94%.

3. Tujuan

a. Umum

Meningkatnya jumlah desa/kelurahan di provinsi Lampung yang bebas dari


buang air sebarangan.

b. Khusus

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perubahan perilaku hygiene


sanitasi lingkungan terutama dalam hal buang air besar pada tempatnya.

4. Kegiatan

 Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di kelurahan

Dalam kegiatan pelatihan STBM terdapat kegiatan pemicuan langsung ke


masyarakat yang dibagi dalam beberapa kelompok. Peserta pelatihan diajak
turun ke lapangan yang telah ditentukan oleh panitia dimana masyarakat
belum memiliki jamban. Disini akan terlihat seperti apa pemicu STBM
dimana tiap peserta mempunyai peran masing-masing ada yang ditunjuk
sebagai fasilitator, peraga situasi, menyiapkan alat-alat untuk pemetaan
dan ada yang mencatat hasil dari masyarakat yang terpicu. Kerjasama Tim
dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Setelah ada masyarakat yang terpicu, mereka diminta untuk membuat


komitmen kapan akan mulai membangun dan kapan rencana selesai
pekerjaan. Semua direncanakan dan ditentukan oleh masyarakat. Itu
sendiri mulai dari bentuk dan lokasi jamban. Monitoring rutin selanjutnya
juga dilaksanakan oleh petugas sanitarian di Puskesmas Kadungora.

 Pemicuan STBM di Desa

Dalam kegiatan pelatihan STBM terdapat kegiatan pemicuan langsung ke


masyarakat yang di bagi dalam beberapa kelompok.Peserta merupakan
masyarakat yang belum memiliki jamban sehat.Dalam kegiatan ini yang
perlu disiapkan adalah alat-alat untuk pemetaan dan alat untuk mencatat
hasil masyakat yang terpicu,setelah ada masyarakat yang terpicu maka
mereka di minta untuk membuat komitmen kapan akan mulai membangun
dan kapan rencana selesai pekerjaan.

5. Sasaran

Masyarakat di Desa Harumansari


6. Jadwal pelaksanaan

 Tahun 2016 dilaksanakan di bulan Mei di Desa Harumansari

7. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

Dari kegiatan STBM yang telah di laksanakan di Desa Harumansari,


ternyata masih banyak di temukan rumah yang belum mempunyai jamban
keluarga.

8. Pencatatan,pelaporan dan evaluasi kegiatan

Masyarakat khususnya di Desa Harumansari baru mengetahui pentingnya


STBM.

Mengetahui,

KepalaPuskesmas Progremer Kesling

dr.H.Dadan. A.Dhaniswara,MM Apip Sholeh,Amd.Kep


NIP 197303042006041012