Anda di halaman 1dari 6

2.

Jenis-Jenis Diagram
Sekarang Anda dapat menyajikan data dalam bentuk tabel.
Bagaimanakah penyajian data dalam bentuk diagram? Apa
sajakah jenis-jenis diagram? Untuk menjawabnya, pelajarilah
uraian berikut.

a. Diagram Garis
Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data
yang berkesinambungan seperti data absen siswa setiap hari,
data banyak kecelakaan setiap bulan, populasi penduduk setiap
tahun, atau data banyaknya komoditas yang diekspor setiap
bulan. Dari diagram garis tersebut, Anda dapat mengetahui
kecenderungan data dari waktu ke waktu, apakah data tersebut
naik, turun, atau stabil. Untuk membuat diagram garis diperlukan
sumbu horizontal dan vertikal. Sumbu horizontal menyatakan
kategori, seperti tanggal, hari, tahun, dan jam, sedangkan sumbu
vertikal menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah untuk membuat diagram garis sebagai
berikut.
1) Buatlah sumbu horizontal dan vertikal yang saling
berpotongan tegak lurus.
2) Buatlah skala untuk kedua sumbu yang sama besar. Skala
untuk sumbu horizontal tidak perlu sama dengan skala pada
sumbu vertikal.
3) Pada sumbu horizontal tuliskan kategori dan pada sumbu
vertikal tuliskan frekuensi.
4) Gambarlah titik atau noktah yang menyatakan pasangan
kategori dengan frekuensinya. Cara menggambar titik ini
serupa dengan menggambar pasangan berurutan (x, y) pada
bidang koordinat Cartesius.
5) Hubungkanlah titik satu dengan titik berikutnya dengan
garis lurus.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut.
Misalkan, data hasil panen padi di sebuah desa dari tahun
1997–2006 disajikan sebagai berikut.
Tabel 2.2 Data Panen Padi Tahun 1997–2000
Hasil Panen Padi (kuintal) Tahun
3 1997
Sumber: tanobatak.files.wordpress. 3,1 1998
com
3,4 1999
Gambar 2.3 4 2000
Hasil panen di sebuah desa. 3,8 2001
4 2002

50 Aktif Menggunakan Matematika untuk Kelas XII SMK/MAK


Rumpun Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi
4,2 2003
4,4 2004
4,5 2005
4,6 2006
Dengan menggunakan langkah-langkah untuk membuat
diagram garis, data pada Tabel 2.2 dapat disajikan ke dalam
diagram garis sebagai berikut.
Hasil Panen (Kuintal)

5
4
3
2 Gambar 2.4
Diagram garis hasil panen
1 suatu desa.
0
1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Tahun
Dari diagram garis tersebut dapat dilihat dengan mudah bahwa
hasil panen padi cenderung naik dari tahun ke tahun.

b. Diagram Batang
Serupa dengam diagram garis, untuk membuat diagram
batang diperlukan sumbu horizontal dan vertikal. Dari data yang
tersedia disajikan dalam bentuk batang. Batang satu dengan
batang lainnya terpisah. Pada diagram batang tegak, sumbu
horizontal menyatakan kategori atau waktu, sedangkan sumbu
vertikal menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah untuk menyajikan data dalam bentuk
diagram batang tegak sebagai berikut.
1) Buatlah sumbu horizontal dan sumbu vertikal yang ber-
potongan tegak lurus.
2) Buatlah skala yang sama besar untuk kedua sumbu. Skala
pada sumbu horizontal tidak perlu sama dengan skala pada
sumbu vertikal.
3) Tulislah kategori atau waktu pada sumbu horizontal dan
frekuensi pada sumbu vertikal.
4) Buatlah batang atau balok pada setiap kategori atau waktu
dengan tinggi sesuai dengan frekuensinya. Lebar batang
untuk semua kategori haruslah sama dan batang setiap
kategori haruslah terpisah.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut.
Misalkan, data banyaknya siswa di suatu kecamatan
disajikan sebagai berikut.

Statistika 51
Tabel 2.3 Data Banyaknya Siswa di suatu Kecamatan
Tingkat Banyak Siswa
Jumlah
Sekolah Laki-Laki Perempuan
SD 850 690 1.540
SMP 500 520 1.020
SMK 475 550 1.025
SMA 380 250 630
Dengan menggunakan langkah-langkah untuk membuat
diagram batang tegak, diperoleh diagram batang tegak untuk
data jumlah siswa pada Tabel 2.3 sebagai berikut.
Banyak Murid

1.540
1.500

1.020 1.025
1.000

630
500
Gambar 2.5
Diagram batang tegak untuk data Tingkat Sekolah
jumlah siswa pada Tabel 2.3. SD SMP SMK SMA

Berbeda dengan diagram batang tegak, pada diagram batang


mendatar berlaku sebaliknya. Sumbu horizontal menyatakan
frekuensi dan sumbu vertikal menyatakan kategori atau waktu.
Diagram batang mendatar untuk data jumlah siswa pada Tabel
2.3 disajikan sebagai berikut.
Tingkat Sekolah

SMA 1.540

SMK 1.020

SMP 1.025

Gambar 2.6 SD 630


Diagram batang mendatar untuk Banyak
data jumlah siswa pada Tabel 2.3.
500 1.000 1.500 Murid

Selain menggunakan data jumlah siswa dan tingkat sekolah,


data jenis kelamin siswa pada Tabel 2.3 dapat disajikan ke dalam
diagram batang berikut.

52 Aktif Menggunakan Matematika untuk Kelas XII SMK/MAK


Rumpun Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi
Banyak Murid

1.000
Laki-laki
Perempuan
800

600

400

200
Gambar 2.7
Tingkat Diagram batang untuk data jenis
SD SMP SMK SMA Sekolah kelamin siswa pada Tabel 2.3.

c. Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran berbeda dengan diagram garis dan
batang. Diagram lingkaran adalah diagram yang menyajikan
data dalam bentuk lingkaran. Lingkaran dibagi ke dalam
sektor- sektor. Banyaknya sektor sama dengan banyaknya data
yang akan ditampilkan. Besar sudut sektor sebanding dengan
frekuensi nilai data yang disajikan.
Besar sudut sektor dihitung sebagai berikut. Misalkan, data
yang akan disajikan terdiri atas 4 kategori, yaitu A, B, C, dan
D dengan masing-masing berukuran a, b, c, dan d. Besar sudut
untuk setiap sektor dinyatakan sebagai berikut.
• Untuk sektor A
a
¥ 360Ý
(a b c d )
• Untuk sektor B
b
¥ 360Ý
(a + b + c + d )
• Untuk sektor C
c
¥ 360Ý
(a + b + c + d )
• Untuk sektor D
d
¥ 360Ý
(a + b + c + d )

Langkah-langkah untuk membuat diagram lingkaran dari


suatu data adalah sebagai berikut.
1) Hitunglah terlebih dahulu sudut-sudut setiap sektor untuk
data yang akan disajikan.

Statistika 53
2) Buatlah lingkaran dengan menggunakan jangka.
3) Buatlah sektor-sektor dengan menggunakan garis dan
busur derajat di mana besar sudut sektor sesuai dengan
hasil perhitungan.
4) Tuliskan data pada sektor yang sesuai.
Untuk lebih memahami cara menyajikan data dalam bentuk
diagram lingkaran, pelajarilah uraian berikut.
Banyaknya pekerja menurut jenis lapangan pekerjaan
di Indonesia pada tahun 2001 meliputi bidang agrikultur,
kehutanan, dan perikanan sebesar 44%, industri sebesar 17%,
dan jasa sebesar 39%. Data tersebut dapat disajikan ke dalam
bentuk diagram lingkaran. Cobalah Anda perhatikan uraian
berikut.
Ukuran data tersebut dinyatakan dalam bentuk persen, yaitu
pekerja di bidang agrikultur, kehutanan, dan perikanan sebanyak
44%, pekerjaan di bidang industri sebanyak 17%, dan pekerja
di bidang jasa sebanyak 39%.
Besar sudut sektor untuk data pekerja di bidang agrikultur,
kehutanan, dan perikanan adalah
44% 44%
¥ 360Ý = ¥ 360Ý
( 44% + 17% + 39%) 100%
= Ý
158,4
Besar sudut sektor untuk data pekerja di bidang industri
17% 17%
adalah ¥ 360Ý = ¥ 360Ý
( 44% + 17% + 39%) 100%
= Ý 61,2
Besar sudut sektor untuk data pekerja di bidang jasa adalah
39% 39%
¥ 360Ý = ¥ 360Ý
( 44% + 17% + 39%) 100%
= 140,4%
Dengan menggunakan Langkah ke-2, ke-3, dan ke-4,
diperoleh diagram lingkaran sebagai berikut.

agrikultur,
kehutanan, dan
perkantoran
jasa
140,4° 158,4°

Gambar 2.8 61,2°


Diagram lingkaran untuk jenis
lapangan pekerjaan di Indonesia industri
pada tahun 2001.

54 Aktif Menggunakan Matematika untuk Kelas XII SMK/MAK


Rumpun Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi
d. Diagram Lambang
Masih ingatkah Anda dengan diagram lambang? Diagram
lambang menyajikan data dalam bentuk lambang atau gambar.
Notes
Bentuk lambang biasanya disesuaikan dengan bentuk data. Diagram lambang biasa
Misalkan, untuk data banyaknya telepon seluler yang diproduksi juga disebut dengan
oleh sebuah pabrik maka bentuk lambangnya dapat digambarkan piktograf.
dengan telepon seluler. Satu gambar mewakili satuan jumlah
tertentu.
Langkah-langkah menyajikan data dalam bentuk diagram
lambang sebagai berikut.
1) Buatlah lambang yang sesuai dengan data yang di-
ketahui.
2) Nyatakan lambang dengan satu satuan jumlah tertentu.
3) Buatlah tabel di mana jumlah frekuensi data dinyatakan
dalam bentuk lambang.
Banyaknya produksi minuman ringan (dalam botol)
pada sebuah perusahaan minuman ringan disajikan sebagai
berikut.
Tabel 2.4 Data Produksi Minuman Ringan
Banyaknya Minuman Ringan yang Diproduksi
Tahun
(dalam botol)
100.000 2004
200.000 2005
350.000 2006
450.000 2007
Data yang akan disajikan adalah data produksi minuman Sumber: images.scylics.multiply.
ringan. Oleh karena itu, lambang yang digunakan dapat berupa com

botol di mana setiap botol mewakili 100.000 botol. Diagram Gambar 2.9
lambang dari data pada Tabel 2.4 disajikan sebagai berikut. Produksi minuman ringan suatu
perusahaan.
Banyaknya Produksi Minuman Ringan
di Sebuah Perusahaan

2004

2005

2006
Keterangan:
Gambar 2.10
Diagram lambang produksi
2007 = 100.000 minuman ringan di suatu
perusahaan.

Statistika 55