Anda di halaman 1dari 3

https://fajarzafra.wordpress.

com/2011/12/30/pengolahan-citra-bidang-militer-radar/

1. Latar belakang
Radar adalah singkatan dari Radio detection and Ranging yang merupakan salah satu fasilitas navigasi. Radar
berfungsi sangat penting untuk membantu pengaturan lalu lintas laut dan udara. Termasuk juga untuk pengamatan
cuaca dan aplikasi untuk keamanan dan pertahanan. Radar bekerja dengan cara memancarkan gelombang radio ke
angkasa dan kemudian diterima kembali setelah ada benda yang dapat memaantulan/refleksi ketika gelombang radio
tersebut mengenainya. Jarak dari obyek tersebut ditentukan dengan mengukur waktu ketika gelombang radio
dipancarkan dan kemudian diterima kembali oleh antena receiver. Arah dari suatu obyek yang dideteksikan dari radar
ditentukan oleh posisi antena yang berputar ketika bagian yang direfleksikan oleh gelombang radio diterima. Jadi radar
dapat melihat benda yang bergerak di angkasa dalam daerah jangkauan radar dan sekaligus menentuka arah dan jarak
dari benda tersebut.

2. Siapa yang menggunakan radar


Dalam bidang pertahanan(militer), radar sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan pesawat asing atau
sebagainya. Dalam peperangan juga radar bisa digunakan untuk mengetahui keberadaan lawan maupun kawan di
medan perang.
Selain dalam bidang militer, radar juga banyak digunakan dalam bidang lainnya. Misal dalam cuaca, kepolisian,
pelayaran, penerbangan.

Pemantauan cuaca menggunakan Radar


3. Produk radar yang digunakan dalam militer
Airborne Early Warning disingkat AEW adalah salah satu sistem radar yang dibawa oleh pesawat terbang yang
dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang lain. Fungsi dari radar ini yaitu dapat membedakan antara pesawat
terbang kawan dan lawan dari jarak jauh. Pesawat jenis ini termasuk kedalam pesawat peringatan dini. Pesawat
peringatan dini biasa digunakan dalam operasi penerbangan defensif maupun ofensif. Bila secara ofensif, sistem ini
akan mengarahkan pesawat tempur ke targetnya. Dan bila secara defensif, sistem bertugas untuk mengawasi area
pertahanan dari serangan musuh.
Beberapa negara telah mempunyai sistem pesawat peringatan dininya. Misalnya E-3 Sentry dan Grumman E-2C
Hawkeye adalah pesawat terbang peringatan dini yang sudah banyak dikenal. Sentry dibuat oleh Boeing Defense and
Space Group dan secara internasional diakui sebagai standar pesawat peringatan dini. E-3 Sentry dibuat berbasiskan
Boeing 707. Sementara E-2 Hawkeye yang memasuki dinas pada 1965 merupakan pesawat peringatan dini yang
paling banyak digunakan. Pertahanan Udara Jepang menggunakan teknologi E-3 yang diimplementasikan ke Boeing
767.
E-3 AWACS

Selain pesawat boeing, ada tiga pesawat peringatan dini berbasis helikopter. Yang pertama adalah helikopter Angkatan
Laut Britania Raya yang dipanggil Westland Sea King ASaC7. Satuan helikopter ini tergabung dalam Kapal induk kelas
Invincible. Pembuatan Sea King ASaC7, dan sistem sebelumnya yaitu AEW.2 dan AEW.5 adalah konsekuensi dari
pelajaran yang didapat oleh Royal Navy yang dikirim ke Samudera Atlantik tahun 1982 dalam Perang Falklands.
Kendala utama saat itu adalah kurangnya sistem cakupan untuk peringatan dini.
Jenis helikopter lainnya adalah Ka-31 Helix-B buatan Rusia yang digunakan oleh Angkatan Laut India pada Frigat
Krivak-III. Helikopter ini menggunakan peralatan radar E-801M Oko (Eye) yang dapat melacak sampai dengan 20 target
di udara dalam waktu bersamaan dari jarak 150 km serta kapal permukaan dari jarak 250 km. India juga
mengembangkan sistem pesawat peringatan dininya sendiri yang akan digunakan pada 2010.
Pesawat peringatan dini berbasis helikopter yang paling modern adalah AgustaWestland EH101 dari Angkatan Laut
Italia.
Beberapa sistem pesawat peringatan dini memiliki fitur tambahan sebagai fungsi komando dan pengendali. Salah
satunya yaitu AWACS AS.

4. Produk radar yang akan dikembangkan

A160 Hummingbird Warrior

Teknologi radar terus dikembangkan oleh peneliti dan militer Amerika, salah satunya DARPA’s. DARPA melakukan uji
coba teknologi radar terbarunya yang diberi nama Forester (Foliage Penetration Reconnaissance, Surveillance,
Tracking and Engagement Radar) yang memiliki kelebihan dapat mendeteksi kendaraan dan prajurit yang berjalan di
bawah area pepohonan dari jarak 30 mil. Bahkan dengan sistem ini mereka mengklaim dapat mendeteksi objek yang
dicari dapat terlihat dengan jelas keberadaanya.
DARPA mengintegrasikan Forester pada sebuah helikopter Boeing A160 Hummingbird. A160 merupakan pesawat
khusus yang dirancang sedemikian rupa bahkan pesawat berjenis helikopter ini tidak memiliki awak pesawat. Desain ini
menggabungkan banyak teknologi baru yang belum pernah digunakan dalam helikopter, desain ini memungkinkan
untuk ketahanan lebih besar dan ketinggian terbang saat beroperasi. Militer Amerika Serikat sebernarnya sudah
memulai mengembangkan teknologi radar ini sejak bulan November tahun 2008. A160 berlanjut dengan tes
penerbangan pada tahun 2010, pada uji kali ini terdapat peningkatan pada perbaikan desain sehingga kecepatan
maksimum dapat ditembus hingga 140 knot.
Terakhir bahwa radar ini dapat menampilkan sistem pencitraan dengan resolusi yang sangat tinggi dengan
mengandalkan gerakan helikopter untuk membuat lubang artifisial berukuran besar.
sumber :
wikipedia.org/wiki/radar
wikipedia.org/wiki/Pesawat_peringatan_dini
wikipedia.org/wiki/DARPA_FORESTER
Mashury, Dadin, dkk. Rancangan BAngun Perangkat Lunak Citra RADAR. LIPI Bandung
google image