Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MP-ASI
Pokok Pembahasan : MP-ASI
Sub Pokok Pembahasan : Pembuatan MPASI untuk anak usia 6 — 1 tahun
Sasaran : Ibu dan anak usia 6 bulan — 1 tahun
Waktu : 08.00- 09.30 (90 Menit)
Hari/Tanggal :
Tempat :Puskesmas Wonorejo Ngadiluwih

Pelaksana
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ibu dapat menerapkan tentang pemberian
makanan tambahan pada bayi. Dan ibu dapat mengetahui MP-ASI yang instan dan MP-ASI
yang dapat di buat secara mandiri di rumah.

2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah mengikuti penyuluhan ini dapat menjelaskan kembali:
a. Menyebutkan definisi MP-ASI
b. Menjelaskan proses pemberian makanan anak umur 0-24 bulan yang baik dan benar
c. Menjelaskan Permasalahan dalam memberikan MP-ASI pada bayi
d. Mendemonstrasikan cara membuat MP-ASI

3. Materi
a. Pengertian MP-ASI
b. Pemberian makanan anak umur 0-24 bulan yang baik dan benar
c. Permasalahan dalam memberikan MP-ASI pada bayi
d. Akibat pemberian MP-ASI terlalu dini
e. Cara membuat MP-ASI

4. Metode : Ceramah, Demontrasi,


5. Media dan Sumber : Leaflet, Lcd, Laptop

6. Kegiatan Penyuluhan

No Tahap Kegiatan Penyaji Kegiatan Peserta Waktu


Kegiatan
1. Pendahuluan Perkenalan Anggota Moderat Memperhatikan 10 Menit
Kelompok, penjelasan or dan
tema serta tujuan mendengarkan

2 Penyajian Menjelaskan tentang Penyaji Memperhatikan 30 Menit


Pengertian MPASI, dan
Tujuan Diberikan Mendengarkan
MPASI, Cara Membuat
MPASI.
Mendemonstrasikan Ibu — Mendemontrasika 30 Menit
Cara membuat MPASI ibu n Cara membuat
MPASI
3 Penutup Memberikan kesempatan Ibu — Peserta bertanya 10 Menit
untuk bertanya ibu

Post Test Penyaji Peserta Menjawab 10 Menit

7. Pengorganisasian

Sub Tugas Tugas Nama


Moderator Membuka dan menutup acara, Menjaga Asry
kelancaran acara
Penyaji Menyajikan materi penyuluhan Riska yuliana
Notulen Mencatat jika ada pertanyaan Ninda nia
Dokumentasi Mendokumentasikan acara Yuyun erviana

Fasilitator Memfasilitasi dalam acara tersebut Arkilaus

8. Setting Tempat

Penyaji

Fa Fa
Moderator Notulen
Dokumentasi sil sil ulen
ita ita
to to
Peserta r Peserta r Peserta
Peserta Peserta Peserta
9. Evaluasi
a. Evaluasi struktur

1. Persiapan penyuluhan dan media 15 menit

2. Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan
dalam penyuluhan yaitu : Sound, LCD (power point),Kamera.

3. Pengorganisasian sistem

b. Evaluasi proses

1. peserta antusias
2. peserta mengikuti dari awal sampai akhir
3. Proses penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan peserta dapat memahami
materi penyuluhan
4. peserta memperhatikan penyuluhan
5. Selama proses penyuluhan diharapkan pesrta berpartisipasi mengajukan
pepertanyaan
instrumen pertanyaan

10. Pertanyaan
 Pengetahuan
1. Menurut ibu, apakah pemberian MPASI baik untuk bayi ? Ya, Tidak
2. Menurut ibu apakah MPASI baru boleh diberikan kepada bayi berumur 6 bulan ke
atas ? Setuju, tidak setuju
3. Dibanding MPASI, tahukah ibu bahwa ASI EKSKLUSIF lebih penting dibanding
MPASI
Ya, Tidak
4. Menurut ibu apakah bayi yang sudah di berikan MPASI tidak perlu diberikan ASI
EKSKLUSIF lagi ? Setuju, tidak setuju

 Sikap
1. Memberikan ASI EKSKLUSIF sangat penting untuk meningkatkan kesehatan bayi
Setuju, tidak setuju
2. Saya akan memberikan MPAsi kepada bayi saya setelah berusia 6 bulan
Ya, Tidak
3. Saya akan memberikan ASI EKSKLUSIF kepada bayi saya dari usia 0-6 bulan
4. Saya akan memberikan MPASI yang terbuat dari sayuran dan buah-buahan
Ya, tidak

 Tindakan
1. Apakah ibu pernah memberikan MPASI kepada bayi berusia 6 bulan - 1 tahun ?
Pernah, tidak pernah
2. Apakah ibu membuat sendiri MPASI yang diberikan kepada bayi ibu ?
Ya, tidak

LAMPIRAN

1.1. Pengertian MP-ASI


Menurut Depkes RI (2000), yang dimaksud dengan Makanan Pendamping ASI adalah
makanan atau minuman yang mengandung zat gizi diberikan kepada bayi/anak untuk
memenuhi kebutuhan gizi yang diberikan mulai umur 4 bulan sampai 24 bulan. MP-ASI
adalah makanan yang diberikan kepada bayi setelah usia 4-5 bulan berupa makanan padat
dapat berupa pisang, tepung beras/serelia dan makanan dalam bentuk formula yang
diproduksi oleh industri.
Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi
setelah bayi berusia 6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan. Jadi selain makanan pendamping
ASI, ASI-pun harus tetap diberikan kepada bayi, paling tidak sampai usia 24 bulan,
peranan makanan.
Pendamping ASI sama sekali bukan untuk menggantikan ASI melainkan hanya untuk
melengkapi ASI jadi dalam hal ini makanan pendamping ASI berbeda dengan makanan
sapihan diberikan ketika bayi tidak lagi mengkonsumsi ASI (Krisnatuti, 2008:14)
Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah
usia 6 bulan. Jika makanan pendamping ASI diberikan terlalu dini (sebelum usia 6 bulan)
akan menurunkan konsumsi ASI dan bayi bisa mengalami gangguan pencernaan. Namun
sebaliknya jika makanan pendamping ASI diberikan terlambat akan mengakibatkan bayi
kurang gizi, bila terjadi dalam waktu panjang (Hendras, 2010). Standar makanan
pendamping ASI harus memperhatikan angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan
kelompok umur dan tekstur makanan sesuai perkembangan usia bayi (Azrul, 2003).
MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada
bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan mulai usia 4 bulan
sampai 24 bulan. Semakin meningkat usia bayi/anak, kebutuhan akan zat gizi semakin
bertambah karena tumbuh kembang, sedangkan ASI yang dihasilkan kurang memenuhi
kebutuhan gizi. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga.
Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun
jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. Pemberian MP-ASI yang
cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan
perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
Beberapa pengertian dan istilah lain menyebutkan bahwa makanan pendamping ASI
bisa disebu dengan makanan pelengkap, makanan tambahan, makanan padat atau makanan
sapihan (Weaning Food). Secara umum ada dua jenis MP-ASI (Aminah, 2010) yaitu :
1. MP ASI pabrik yaitu MP ASI hasil pengolahan pabrik yang biasanya sudah dikemas
/instan, sehingga ibu tinggal menyajikan atau mengolah sedikit untuk diberikan kepada
bayi.
2. MP ASI lokal yaitu MP ASI buatan rumah tangga atau hasil olahan posyandu, dibuat dari
bahan-bahan yang sering ditemukan disekitar rumah sehingga harganya terjangkau. Sering
juga disebut MP ASI dapur ibu, karena bahan-bahan yang akan dibuat makanan
pendamping ASI di olah sendiri.

1.2. Tujuan pemberian MP-ASI


Pemberian makan pendamping ASI akan memberikan manfaat yang baik untuk bayi, karena
pemberian makanan pendamping ASI memiliki tujuan sebagai berikut : (Djitowiyono,
2010:43-44 ).
1. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.
2. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam- macam makanan dengan
berbagai rasa dan bentuk.
3. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
4. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi
5. Menanamkan kebiasaan makan sejak kecil sehingga dapat menerima hidangan sesuai
dengan pola makanan orang dewasa/keluarga sehari-hari, yaitu menu seimbang.

1.3. Syarat pemberian MP-ASI


 Tepat Waktu — yaitu saat kebutuhan energy dan gizi bayi melebihi yang didapat dari ASI.
 Adekuat — MPASI harus dapat memenuhi dan mengandung cukup energy, protein, dan
mikronutrisi, terutama zat besi dan seng (zinc), vitamin, serta mineral yang tidak terpenuhi
oleh ASI
 Aman — Dalam menyiapkan MPASI, dari pembuatan, penyimpanan dan pemberiannya
harus higenis atau terjaga kebersihannya
 Tepat Cara Pemberian — MPASI diberikan sesuai respon rasa lapar dan napsu makan bayi.
Teksturm jumlah dan frekuensi MPASI diberikan sesuai dengan tahap perkembangan bayi.
 Mempunyai kepadatan zat gizi yang tinggi, yaitu volume kecil tetapi jumlah zat gizi
optimal,
 Mutu biologis atau ketersediaan zat gizi tinggi, yaitu mudah dicerna dan diabsorbsi,
 Mempunyai mutu organoleptik baik sesuai dengan perkembangan sensorik anak,
 Mudah disiapkan.
1.4. Waktu Pemberian MP-ASI
Makanan pendamping ASI harus mulai diberikan ketika bayi tidak lagi mendapat cukup
energi dan nutrient dari ASI saja. Untuk kebanyakan bayi, makanan tambahan mulai di
berikan pada usia 6 bulan. Pada usia ini otot dan saraf di dalam mulut bayi cukup
berkembang untuk memamah. Sebelum usia 4 bulan, bayi akan mendorong makanan keluar
dari mulutnya karena mereka belum bisa mengendalikan gerakan lidahnya dengan baik
(WHO, 2003).

1.5. MP-ASI Diberikan Pada Usia ≥ 6 Bulan


1. ASI adalah salah satu makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi sampai
berumur 6 bulan
2. Menunda makanan padat sampai bayi berumur 6 bulan dapat menghindarkan dari
berbagai risiko penyakit
3. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem pencernaan
bayi untuk berkembang menjadi lebih matang
4. pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang
dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik
5. Menunda pemberian makanan padat mengurangi risiko alergi makanan
6. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena
kekurangan zat besi
7. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari risiko terjadinya
obesitas di masa dating
8. Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk menjaga kesedian ASI
9. Menunda pemberian makanan padat membantu jarak pada kelahiran bayi
10. Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah
(Dian, 2006).
1.6. Waktu Pemberian MP-ASI?
Praktek memberikan pisang pada bayi-bayi muda (dianggap bayi tidak puas dengan
pemberian ASI) seringkali kita jumpai di Indonesia. Banyak pula yang berakhir tragis
karena pisang tersebut menyumbat saluran cernanya, yang istilah kedokterannya disebut
phytobezoar sehingga harus diatasi dengan tindakan bedah.
Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini menyimpulkan, sebaiknya Makanan
Pendamping (MP) ASI diberikan paling cepat pada usia 4-6 bulan. Hal ini sesuai dengan
anjuran WHO untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Alasan pemberian MP ASI
mulai 4-6 bulan, adalah :
 Kematangan saluran cerna bayi umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan.
 Hilangnya refleks menjulurkan lidah pada usia 4-6 bulan.
 Kematangan mekanisme menelan.
 Kemampuan bayi untuk duduk.
 Pertumbuhan gigi geligi.
 Kemampuan bayi untuk meniru pengasuhnya.
1.7. Jenis Makanan Pendamping Asi
Mulailah dengan 1 jenis rasa setiap mengenalkan jenis makanan baru. Jangan
mencampurkan beberapa jenis makanan sebelum diketahui pasti bahwa bayi dapat
mentoleransi masing-masing jenis makanan tersebut.
Umumnya bayi cenderung menyukai rasa manis, sebab itu jika ingin memberikan
sayuran, mulailah dengan rasa yang manis misalnya wortel atau ubi manis. Jika bayi tidak
menyukai sayuran, sebaiknya tetap konsisten diberikan karena dalam beberapa kali
pemberian, bayi akan mulai menyukainya.
Mulailah dengan tekstur yang halus kemudian lebih kasar. Perpindahan refleks
tergantung pada ketrampilan bayi. Refleks muntah (gag reflex) terjadi jika bagian
pertengahan lidah dirangsang mundur ke bagian belakang lidah setelah usia 6 bulan,
sehingga memungkinkan bayi mengkonsumsi tekstur makanan yang lebih kasar.
1. Makanan Bayi Umur 6 — 9 Bulan
 Pemberian ASI diteruskan
 Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh karena itu, bayi
mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x sehari. (cara membuat terlampir).
 Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi ditambah sedikit demi
sedikit dengan sumber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa/margarin.
Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi, disamping memberikan
rasa enak juga mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam
lemak.
 Setiap kali makan, berikanlah MP-ASI bayi dengan takaran paling sedikit sebagai
berikut :
· Pada umur 6 bulan — beri 6 sendok makan
· Pada umur 7 bulan — beri 7 sendok makan
· Pada umur 8 bulan — beri 8 sendok makan
· Pada umur 9 bulan — beri 9 sendok makan

2. Makanan Bayi Umur 9 - 12 Bulan


1. Pada umur 10 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga secara
bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, bentuk dan
kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara berangsur, lambat laun mendekati
bentuk dan kepadatan makanan keluarga.
2. Berikan makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan yang bernilai gizi
tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll. usahakan agar makanan selingan dibuat
sendiri agar kebersihannya terjamin.
3. Bayi perlu diperkenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkanlah
ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan sayuran secara berganti-ganti
(terlampir). Pengenalan berbagai bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh
baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.
Dengan syarat : Teruskan pemberian ASI, Berikan makanan lunak 3 kali sehari
dengan takaran yang cukup, Berikan makanan selingan 1 kali sehari, Perkenalkan
bayi dengan beraneka ragam bahan makanan
3. Makanan Anak Umur 12 — 24 Bulan
1. Pemberian ASI diteruskan. Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang,
tetapi merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi.
2. Pemberian MP-ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari
dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali makan. Disamping itu
tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.
3. Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan Padanan Bahan Makanan.
Misalnya nasi diganti dengan: mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati ayam diganti
dengan: tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun
kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur
sumsum, biskuit, dll.
4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara tiba-tiba. Kurangi
frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit.
Dengan syarat : Teruskan pemberian ASI, Berikan makanan keluarga 3 kali sehari,
Berikan makanan selingan 2 kali sehari, Gunakan beraneka ragam bahan makanan
setiap harinya.

Anda mungkin juga menyukai