Anda di halaman 1dari 5

BAB V

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak merokok terhadap

status kebersihan rongga mulut pada mahasiswa NTT di Institut Ilmu Kesehatan

Bhakti Wiyata Kediri pada bulan Mei 2019. Besar sampel pada penelitian ini

berjumlah 54 sampel, dengan pengambilan sampel secara simple random

sampling. Hasil penelitian dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel V.1 Lama merokok

Frequency Percent
5-10 tahun 20 37.0
11-20 tahun 25 46.3
>20 tahun 9 16.7
Total 54 100.0

Pada Tabel V.1 distribusi frekuensi berdasarkan lama merokok didapatkan

sebagian besar responden sudah merokok selama 11-20 tahun dengan jumlah

responden 25 (46.3 %).

Table V.2. Jenis rokok

Frequency Percent
Rokok biasa atau rokok filter 28 51.9
Rokok kretek (non filter) 10 18.5
Keduanya atau kedua rokok tersebut 16 29.6
Total 54 100.0

Pada Tabel V.2 distribusi frekuensi berdasarkan jenis rokok didapatkan

sebagian besar responden menggunakan rokok biasa atau rokok filter dengan

jumlah responden 28 (51.9 %).

28
29

Tabel V.3 Frekuensi merokok

Frequency Percent
1-10 batang/hari 29 53.7
11-20 batang/ hari 19 35.2
11.1
>20 batang/hari 6
Total 54 100.0

Pada Tabel V.3 Distribusi frekuensi berdasarkan frekuensi merokok

didapatkan sebagian besar responden merokok 1-10 batang perhari dengan jumlah

responden 29 (53.7 %).

Tabel V.4 Cara merokok

Frequency Percent
Menghisap langsung 17 31.5
Menghisap ditahan di mulut baru dikeluarkan 22 40.7
Menghisap ditahan lama di paru kemudian 15 27.8
dikeluarkan melalui hidung
Total 54 100.0

Pada Tabel V.4 distribusi frekuensi berdasarkan cara merokok didapatkan

sebagian besar responden merokok dengan cara menghisap ditahan dimulut baru

dikeluarkan, dengan jumlah responden 22 (40.7%).

Tabel V.5 Asal mengenal rokok

Frequency Percent
Orang tua 6 11.1
Teman 34 63.0
Orang lain 14 25.9
Total 54 100.0

Pada Tabel V.5 distribusi frekuensi berdasarkan asalnya mengenal rokok,

didapatkan sebagian besar responden mengenal rokok dari teman dengan jumlah

responden 34 (63.0 %).


30

Tabel V.6 Alasan merokok

Frequency Percent
Coba-coba 19 35.2
Biar keren 19 35.2
Menghilangkan stress 16 29.6
Total 54 100.0

Pada Tabel V.6 distribusi frekuensi berdasarkan alasan merokok,

didapatkan sebagian besar responden beralasan merokok karena ingin mencoba

dan biar keren dengan masing-masing jumlah responden 19 (35.2 %).

Tabel V.7 Minum minuman beralkohol


Frequency Percent
Tidak 10 18.5
Kadang-kadang 18 33.3
Sering 26 48.1
Total 54 100.0

Pada Tabel V.7 distribusi frekuensi berdasarkan minum minuman

beralkohol, sebagian besar responden sering minum minuman beralkohol dengan

jumlah responden 26 (48.1 %).

Tabel V.8 Frekuensi menyikat gigi


Frequency Percent
Dua kali sehari, pagi setelah 21 38.8
sarapan dan malam sebelum tidur
Dua kali sehari saat mandi 23 42.5
Satu kali sehari pagi saat mandi 10 18.5
Total 54 100.0

Pada Tabel V.8 distribusi frekuensi berdasarkan frekuensi menyikat gigi,

didapatkan sebagian besar responden menyikat gigi dua kali sehari yaitu pada saat

mandi dengan jumlah responden 23 (42.5 %).


31

Tabel V.9 Penggunaan obat kumur

Frequency Percent
Ya 18 33.3
Kadang-kadang 17 31.5
Tidak 19 35.2
Total 54 100.0

Pada Tabel V.9 distribusi frekuensi berdasarkan penggunaan obat kumur

didapatkan sebagian besar tidak menggunakan obat kumur dengan jumlah

responden 19 (35.2 %).

Tabel V.10 Kategori perokok

Frequency Percent
Ringan 30 55.6
Sedang 22 40.7
Berat 2 3.7
Total 54 100.0

Pada Tabel V.10 distribusi frekuensi berdasarkan kategori perokok

didapatkan sebagian besar responden termasuk kategori perokok ringan dengan

jumlah responden 30 (55.6 %).

Tabel V.11 Kategori indeks OHI-S

Frequency Percent
Baik 0 0.0
Sedang 27 50.0
Buruk 27 50.0
Total 54 100.0

Pada Tabel V.11 distribusi frekuensi berdasarkan indeks OHI-S

didapatkan sebagian besar responden termasuk kategori sedang dan buruk dengan

jumlah responden masing-masing 27 (50.0 %).


32

Tabel V.12 Jumlah subjek

Indeks OHI-S
Total
Baik Sedang Buruk
Kategori perokok Ringan 0 10 20 30
Sedang 0 16 6 22
Berat 0 1 1 2
Total 0 27 27 54

Berdasarkan hasil tabulasi silang antara kategori perokok dengan indeks

OHI-S pada Tabel V.12, didapatkan sebagian besar responden yang memiliki nilai

indeks OHI-S dengan kriteria buruk merupakan responden dengan kategori

perokok ringan yaitu berjumlah 20 responden. Sedangkan responden yang

memiliki nilai indeks OHI-S dengan kriteria sedang, sebagian besar merupakan

responden dengan kategori perokok sedang yaitu berjumlah 16 responden.

Tabel V.13 Uji korelasi Rank Spearman

Kategori Indeks
perokok OHI-S
Spearman's Kategori Correlation coefficient 1.000 .354
rho perokok Sig. (2-tailed) .009
N 54 54
IndeksIndeks
OHI-S Correlation coefficient .354 1.000
OHI-S Sig. (2-tailed) .009
N 54 54

Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman pada Tabel V.13 diperoleh

nilai significancy (p value) yaitu sebesar 0.009 (p < 0.05) yang menunjukkan

terdapat hubungan yang bermakna antara dampak merokok dengan status

kebersihan rongga mulut (OHI-S) pada mahasiswa NTT di Institut Ilmu

Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.