Anda di halaman 1dari 2

BAB III

KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

A. Kerangka Konsep
Rokok

Kandungan rokok Asap rokok

Nikotin Tar Karbonmonoksida Perubahan sekresi saliva

Karsinogenik Peningkatan laju aliran


saliva dan konsentrasi
ion kalsium pada saliva
Uap padat

Endapan berwarna coklat


pada permukaan gigi

Pembentukan kalkulus
Akumulasi debris

Status kebersihan rongga mulut buruk

Indeks OHIS

Keterangan : = Variabel yang diteliti

= Variabel yang tidakditeliti

Gambar III.1 Kerangkakonsep

20
21

B. Keterangan Kerangka Konsep

Tar, nikotin, dan karbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia

yang paling berbahaya dalam asap rokok. Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu

bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogenik. Pada

saat rokok dihisap, tar masuk ke rongga mulut sebagai uap padat dan setelah

dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada

permukaan gigi sehingga terjadinya akumulasi debris. Asap rokok, dapat

menyebabkan perubahan sekresi saliva. Terdapat peningkatan laju aliran saliva

dan konsentrasi ion Kalsium pada saliva, selama proses merokok. Senyawa

Kalsium fosfatase yang ditemukan pada kalkulus supragingiva, berasal dari saliva

dan akumulasi debris. Hal tersebut dapat dijadikan dasar, mengapa skor kalkulus

pada perokok lebih tinggi dibanding bukan perokok sehingga memperburuk status

keberisihan rongga mulut (OHIS).

C. Hipotesis

Adanya peningkatan indeks OHIS terhadap dampak merokok pada

Mahasiswa NTT di IIK Bhakti Wiyata Kediri.