Anda di halaman 1dari 2

Metode Talquist

Prinsip
Warna darah yang menempel pada kertas saring Talquist, dibandingkan dengan warna standar yang tersedia pada buku Talquist.
Standar menunjukkan kadar Hb dalam prosentase. Kadar Hb 100% setara dengan 15.8 gr/dl.

Alat
1. Kapas alkohol 70%
2. Blood lancet
3. Kertas saring dan buku talquist

Prosedur kerja
1. Lakukkan sterilisasi lokal dengan kapas alkohol 70%
2. Lakukan tusukkan perifer (hapus tetesan pertama yang keluar)
3. Teteskan setetes darah pada kertas saring talquist
4. Setelah kering, cocokkan warnanya dengan standar warna yang ada pada buku talquist
5. Baca prosentsinya

Nilai normal
Prosentase minimal 80%

Catatan
Metode ini tidak dianjurkan untuk digunakan karena akurasinya kurang dan tingkat kesalahan ini antara 25-50%. Dan metode ini
sudah jarang untuk digunakan, kadang-kadang digunakan dalam keadaan darurat.

Metode Tallquist
3.2.1. Prosedur Kerja
 Mengambil contoh darah dengan pipet tetes
 Meneteskan darah pada kertas isap yang telah tersedia, kemudian mengeringkannya
 Membandingkan bercak/ tetesan darah dengan warna standar yang ada pada buku standart tallquist adam.
 Menentukan dan membaca kadar Hb-nya.
3.3. Pembahasan
Pemeriksaan hemoglobin dalam darah mempunyai peranan yang penting dalam diagnosa suatu penyakit, karena
hemoglobin merupakan salah satu protein khusus yang ada dalam sel darah merah dengan fungsi khusus yaitu
mengangkut O2 ke jaringan dan mengembalikan CO2 dari jaringan ke paru-paru. Kegunaan dari pemeriksaan
hemoglobin ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kesehatan pada pasien, misalnya kekurangan
hemoglobin yang biasa disebut anemia. Hemoglobin bisa saja berada dalam keadaan terlarut langsung dalam
plasma. Akan tetapi kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen tidak bekerja secara maksimum dan akan
mempengaruhi pada faktor lingkungan.

Hemoglobin yang meningkat terjadi karena keadaan hemokonsentrasi akibat dehidrasi yang menurun dipengaruhi
oleh berbagai masalah klinis. Pemeriksaan hemoglobin dilakukan pengukuran dengan metode cyanmethemoglobin.
Sebelumnya eritrosit dilisiskan kemudian heme dioksidasi menjadi cyanmethemoglobin dan diukur dengan
fotometer pada panjang gelombang 540 nm.

Jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin tidak selalu meningkat atau menurun bersamaan, sebagai contoh
; penurunan jumlah sel darah merah disertai kadar hemoglobin yang sedikit meningkat atau normal terjadi pada
kasus anemia pernisiosa serta kadar sel darah merah yang sedikit meningkat atau normal disertai dengan kadar
hemoglobin yang menurun terjadi pada anemia difisiensi zat besi (mikrositik). Pentingnya hemoglobin ini
menyebabkan pemeriksaan kadar hemoglobin memegang peranan penting dalam diagnosa suatu penyakit seperti
anemia. Metode hematin asam dengan hemometer sahli dan metode tallquist berguna untuk penentuan kadar
hemoglobin, dan penempatan kadar tersebut digunakan untuk mendiagnosa anemia dan mean corpuscular.
Hemoglobin merupakan pigmen dari eritrosit yang sangat kompleks. Hemoglobin merupakan persenyawaan antara
protein, globin dan zat warna (heme). Keistimewaan dari hemoglobin adalah dapat mengikat O 2 dan CO2. Pada
metode sahli, darah sengan larutan HCl 0,1 N akan membentuk hematin yang berwarna coklat. Setelah itu, warna
disamakan dengan warna standar sahli dengan menambahkan aquadest sebagai pengencer. Prinsip hemoglobin
diubah mejadi asam hematin, kemudian warna yang terjadi dibandingkan secara visual dengan standar dalam alat
itu.
Cara Sahli banyak dipakai di Indonesia, walau cara ini tidak tepat 100%, mengalami kurang darah atau darahnya
masih normal, pada pemeriksaan ini factor kesalahan kira-kira 10%, kelemahan cara ini berdasarkan kenyataan
bahwa asam hematin itu bukanlah merupakan larutan sejati dan juga alat hemoglobimeter itu sukar distandarkan,
selain itu tidak semua macam hemoglobin dapat diubah hematin misalnya ; karboxyhemoglobin, methemoglobin,
sulfahemoglobin.

Pada metode tallquist, prinsipnya adalah membandingkan darah asli dengan suatu skala warna yang bertingkat-
tingkat mulai dari warna merah muda sampai warna merah tua. Cara ini hanya mendapatkan kesan dari kadar
hemoglobin saja, sebagai dasar diambil darah = 100% = 15,8 gr hemoglobin per 100 ml darah. Tallquist
mempergunakan skala warna dalam satu buku mulai dari merah muda 10% di tengah-tengah ada bagian yang
sengaja dilubangi dimana darah dibandingkan dapat dilihat menjadi darah dibandingkan secara langsung sehingga
kesalahan dalam melakukan pemeriksaan antara 25-50%.