Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN STATUS

KLINIK FISIOTERAPI
PRODI S1 FISIOTERAPI
UNIVERSITAS ’AISYIYAH YOGYAKARTA

NAMA MAHASISWA : HAJJAR NUR PUTRIANI

N.I.M. : 1810306092

LAHAN RS/KLINIK : RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

I. KETERANGAN UMUM PENDERITA


Nama : Ny. M

Umur : 63 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Pekerjaan : Pedagamg

Alamat : Imogiri, Bantul

No. Rekam Medik :


II. DATA DATA MEDIS RUMAH SAKIT / KLINIK
Radiologi :-

Laboratorium :-

EMG :-

III. SEGI FISIOTERAPI


A. ANAMNESIS
⃝ UTOANAMNESIS
A ⃝HETEROANAMNESIS
1. Keluhan Utama :
Nyeri pada lutut sebelah kanan saat berjalan

2. Riwayat Penyakit Sekarang :


1 tahun yang lalu pasien pernah terjatuh dan merasakan nyeri pada lututnya, kemudian
diperiksaakan ke RS PKU Muh Bantul dan didapatkan hasil lutut kanan mengalami OA.

3. Riwayat Penyakit Dahulu dan Penyerta :


Hipertensi +
B. PEMERIKSAAN OBYEKTIF
Pemeriksaan Vital Sign : Kemampuan Fungsional :

1. TD: 180/60 mmHg 1. Tidur/bedrest/gendong


2. HR : 80 x/mnt 2. Jalan Sendiri
4. Alat Bantu : ............
4. RR : 20x/mnt
5. Prothese : ...........
5. Skor Nyeri:
6. Deformitas : ............
7. Resiko Jatuh: ............
8. Lain-lain : ............

1. Pemeriksaan Sistemik Khusus : *)

a. Inspeksi Statis : Deformitas pada lutut kanan


Inspeksi Dinamis :Terlihat pasien menahan nyeri ketika diberikan terapi latihan,
pinggang pasien asimetris.
b. Palpasi : Oedem pada sisi lutut bagian dextra, Suhu lokal di area lutut dektra, spasme pada
m.quadricep
c. Perkusi : Tidak dilakukan
d. Auskultasi : Tidak dilakukan
e. Pemeriksaan Gerak Dasar
Gerak Aktif Gerak Pasif
Fleksi knee (Tidak Full ROM) Fleksi knee (Tidak Full ROM)
Ekstensi knee (Full ROM) Ekstensi knee (Full ROM)

2. Pengukuran Khusus : *)
a. Pemeriksaan nyeri (VAS)
- Nyeri tekan : 2
- Nyeri gerak : 5
- Nyeri diam : 0
b. Pemeriksaan kekuatan otot (MMT)
Regio Knee MMT
Fleksi Knee 3
Ekstensi Knee 5

c. Pemeriksaan lingkup gerak sendi (LGS)


Fleksi-Ekstensi S: 10°-0-100°
d. Pemeriksaan Kemampuan Fungsional (Skala Jette)
KRITERIA Nyeri Kesulitan Ketergantunga
n
Berdiri dari posisi duduk 3 4 2
Berjalan 15 menit 4 4 3
Naik turun tangga 3 trap 3 3 2
*)Pemeriksaan dan pengukuran dilakukan sesuai dengan telaah sistem yang dilakukan.
C. UNDERLYING PROCCES

Osteoarthritis

Gangguan pembentukan kolagen (jaringan ikat) yang menahan beban tekanan


pada kartilago

Kartilago menipis dan pecah-pecah

Kerusakan tulang dan mulai terbentuk osteofit

Kapsul sendi mengalami fibrosis dan kontraktur

Ligamen kendor

Atrofi otot

Stabilitas sendi menurun

Nyeri, spasme, keterbatasan LGS, oedem, kekuatan otot

Tens, IR, TL
D. DIAGNOSIS FISIOTERAPI

1. Impairment (Body Structure & Body Function)


- Nyeri pada knee dextra
- Spasme pada m.quadricep
- Penurunan LGS pada knee dextra
- Oedema pada knee dextra

2. Functional Limitation

- Kesulitan saat akan duduk ke berdiri


- Merasa nyeri saat berjalan jauh

3. Participation Restriction
Aktifitas berdagang dipasar terganggu karena nyeri yang ditimbulkan

E. PROGRAM FISIOTERAPI

1. Tujuan Jangka Pendek


- Mengurangi nyeri pada knee dextra
- Mengurangi spasme pada m.quadricep
- Meningkatan LGS pada knee dextra
- Mengurangi oedema pada knee dextra

2. Tujuan Jangka Panjang

Meningkatkan fungsi ADL seperti berdagang kepasar

F. TEKNOLOGI INTERVENSI FISIOTERAPI


(Persiapan Alat, Persiapan Pasien, Persiapan Terapi, Dosis) Sesuai Evidence Based
Practice
1. Tens
Posisi Pasien : Telentang
Posisi Terapis : Berada di tepi bed
Pelaksanaan terapi : elektroda berada di bagian lutut sisi kanan dengan durasi 15
menit
Tujuan : memelihara fisiologis otot, mencegah atrofi, re-edukasi otot dan
menambah range of motion serta memperlancar peredaran darah
2. Terapi latihan
Posisi pasien : Tengkurap, telentang dan duduk
Posisi terapi : di tepi bed
Pelaksanaan terapis : diberi penguatan pada otot sekitar lutut (pumping, fleksi,
ekstensi knee secara aktif) durasi 10 menit
Tujuan : untuk menguatkan otot dan menambah LGS pada bagian area lutut yang
sakit
3. IR (Infra Red)
Posisi Pasien : Terlentang
Posisi Terapis : Berada di tepi bed
Pelaksanaan Terapi : Sinar diarahkan pada shoulder dextra pasien
Tujuan : Melancarkan peredaran darah pada area shoulder dextra

G. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

1. Pemeriksaan nyeri (VAS)


- Nyeri tekan : 2
- Nyeri gerak : 4,8
- Nyeri diam : 0
2. Pemeriksaan kekuatan otot (MMT)
Regio Knee MMT
Fleksi Knee 3
Ekstensi Knee 5

3. Pemeriksaan lingkup gerak sendi (LGS)


Fleksi-Ekstensi S: 10°-0-105°
4. Pemeriksaan Kemampuan Fungsional
KRITERIA Nyeri Kesulitan Ketergantunga
n
Berdiri dari posisi duduk 3 3 2
Berjalan 15 menit 3 3 2
Naik turun tangga 3 trap 3 3 2

5. Edukasi (Mengontrol berat badan, mengurangi beban pada sendi yang sakit
dan menyeimbangkan aktivitas dan istirahat)

Bantul, ............................................

Clinical Educator

NIP.

Catatan :