Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS

PENGEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI


MELALUI KEGIATAN MENGELOMPOKKAN BENDA
BERDASARKAN UKURAN DENGAN MEDIA BALOK
DI TAMAN KANAK-KANAK BAITUSSALAM PRINGSEWU
SELATAN KABUPATEN PRINGSEWU

Laporan ini disusun untuk memenuhi Tugas mata kuliah Analisis


Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD 4504)
Program S1 PAUD Universitas Terbuka

Disusun Oleh :

NAMA : FATIHATUL HANIFAH


NIM : 824468787
POKJAR : GEDONG TATAAN
PROGRAM STUDI : S-1 PG PAUD

UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2017/2018.1
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan ini disusun untuk diajukan memenuhi tugas mata kuliah Analisis
Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini pada program Strata 1
pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka Bandar
Lampung.

Nama : Fatihatul Hanifah


NIM : 824468787
Tempat Penelitian : TK BAITUSSALAM PRINGSEWU SELATAN KABUPATEN
PRINGSEWU
Waktu Pelaksanaan : 8 November 2017
Kelas Penelitian : 4-6 Tahun
Fokus Penelitian : Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Kegiatan
Mengelompokkan Benda Berdasarkan Ukuran Dengan Media
Balok

Pringsewu, 11 November 2017

Tutor Penulis

Dra. Irianti, M.Pd Fatihatul Hanifah

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul Analisis Kegiatan Pengembangan Kognitif Anak Usia
Dini Melalui Kegiatan Mengelompokkan Benda Berdasarkan Ukuran
Dengan Media Balok Di Taman Kanak-kanak Baitussalam Pringsewu
Selatan Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengembangan kognitif anak usia dini melalu kegiatan mengelompokkan
benda berdasarkan ukuran dengan menggunakan media balok di Taman
Kanak-kanak Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu.

Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui observasi,


wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa Taman Kanak-kanak ini


mempunyai program mengembangkan kemampuan kognitif melalui
kegiatan mengelompokkan benda berdasarkan ukurannya dengan media
balok. Kegiatan tersebut dapat merangsang perkembangan bahasa, sosial,
emosional, fisik motorik, kognitif, kreativitas dan berpikir kritis.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan agar kepala sekolah dan
guru senantiasa mengembangkan kemampuan kognitif anak menggunakan
berbagai macam media sehingga dapat menstimulasi kegiatan belajar
kognitif dan dapat merangsang aspek perkembangan sosial emosional dan
kreativitas sehingga anak akan selalu berpikir kritis.

KATA PENGANTAR
Puji syukur, Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karunia-Nya. Sholawat dan salam beriring salam semoga senantiasa
terlimpah curah kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW atas
perkenan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Analisis
Penelitian Pengembangan Kegiatan Anak Usia Dini pada Taman Kanak-
kanak Baitussalam Kecamatan Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu.
Penyusunan ini didasarkan pada mata kuliah Analisis Kegiatan
Pengembangan Anak Usia Dini.

Di Universitas Terbuka mata kuliah Analisis Kegiatan Pengembangan


Anak Usia Dini (PAUD 4505) wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa
program S1 PG PAUD. Dengan Analisis Pengembangan Kegiatan Anak
Usia Dini mahasiswa diharapkan mampu melakukan penelitian kelas
secara sederhana dengan observasi, wawancara, pengumpulan dokumen
serta menganalisis hasil penelitian tersebut dengan kerangka keilmuan
yang dimilikinya.

Selanjutnya penulis menyusun Laporan Analisis Penelitian Pengembangan


Kegiatan Anak Usia Dini untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis
Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini yang dilakukan di
Taman Kanak-kanak Bitusssalam Pringsewu Selatan Kabupaten
Pringsewu.

Akhirnya laporan ini dapat disusun berkat bimbingan, motivasi dan


bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima
kasih kepada :

1. Ibu Dra. Suanah, M.Pd.i selaku Pengelola Pokjar Gedongtataan


2. Dra. Irianti, M.Pd, Selaku tutor yang telah banyak membantu dan
membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan analisis ini.

3. Ibu Farikah Aini, S.Pd. Selaku Pimpinan Taman Kanak-kanak


Baitussalam Pringsewu Selatan yang telah memberi izin untuk
melakukan penelitian
4. Ibu Yusrina S.Pd. Selaku guru kelas Taman Kanak-kanak Baitussalam
Pringsewu Selatan yang banyak membantu penulis dalam memperoleh
data penelitian.

Pada kesempatan ini peneliti sangatlah menyadari dalam menyusun


laporan ini masih jauh dari sempurna. Hal ini semua karena keterbatasan
ilmu yang penulis miliki.

Untuk itu saran dan kritik yang membangun penulis harapkan demi
kesempatan laporan di masa yang akan datang.

Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi


peningkatan mutu pendidikan.

Pringsewu, 11 November 2017

Penulis

Fatihatul Hanifah
NIM. 824468787

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul
Lembar Pengesahan ………............……….….…..........................................……… i
Surat ..................................................................................................... ii
Kata Pengantar ........................................................................................................... iii
Daftar Isi ..................................................................................................................... iv
Daftar Tabel …………………………………………………….…..........…………. vi
Abstrak ……………….............………………………………….….…......……….. vii

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..…………………………….….......………... 1
B. Rumusan Masalah …………………………………......….......……….. 4
C. Tujuan Perbaikan ……………………………………...........…….…… 4
D. Manfaat Penelitian ………..........………......…….……...........….……. 4

BAB II : KAJIAN PUSTAKA


A. Pengertian Membaca …………….………......................................…... 5
B. Membaca Permulaan ..……………….....................................………... 5
C. Kartu Kata ..……...................…………........…...........................……... 6

BAB III : RENCANA PERBAIKAN


A. Subjek Penelitian …….......................………………………........……. 7
B. Deskripsi Rancangan Tiap Siklus ……………......…......………..……. 8
1. Rencana Pelaksanaan Perbaikan ....……………….....…........…... 8
2. Langkah-Langkah Perbaikan ……………..................................… 9
a. Menyusun Perencanaan........................…………………………... 9
b. Pelaksanaan Tindakan ............…………………………………… 9
c. Pengamatan / Observasi ....……….......…………………………... 10
d. Refleksi …………..................…………………………………… 10
3. Perencanaan Tindakan Perbaikan Siklus II ....……………..……. 10
C. Instrumen Pengumpulan Data ....…..............…………….……..……. 12
D. Teknik Analisa Data ....…..............…................………….……..……. 13

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran ..................…….... 15
B. Deskripsi Kemampuan Membaca Anak Tindakan Siklus I .................... 16
a. Tahap Perencanaan Siklus I …………...........……….......…..…... 16
b. Proses Tindakan Siklus I ......................................…………......… 16
c. Pengamatan Tindakan Siklus I ........................………………....... 18
d. Refleksi Siklus I .....……………………………………………… 18
1. Deskripsi Kemampuan Membaca Anak Tindakan Siklus II .............. 19
a. Tahap Perencanaan Siklus II ……...................……..........…..…... 19
b. Proses Tindakan Siklus II ……….......................……..….….....… 19
c. Pengamatan Tindakan Siklus II ......….……........................…....... 20
d. Refleksi Siklus II .............……………......……….……………… 21
e. Analisis Data .............…….........................……….……………… 21
C. Pembahasan Dari Setiap Siklus …..………………………......……..… 22

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ………………………......………………….....………….. 27
B. Saran ……….........……...…….............................…………………..… 28

DAFTAR PUSTAKA ………………………………......………………...……..... 29

LAMPIRAN
1. Instrument Observasi
2. Hasil Observasi
3. Instrument Wawancara Dengan Pendidik
4. Instrumen Wawancara Dengan Pimpinan
5. Hasil Wawancara Dengan Pendidik
6. Hasil Wawancara Dengan Pimpinan
7. Dokumentasi
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

PAUD Baitussalam Pringsewu Selatan adalah lembaga pendidikan yang sejak


berdirinya sampai sekarang telah mengelola beberapa unit kegiatan yaitu
Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak dan Taman Kanak-Kanak dimana
pada umumnya memiliki pembelajaran yang bernuansa Islam.

PAUD Baitussalam Pringsewu Selatan mempunyai visi dan misi sebagai


berikut :

Visi : Menjadikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang memiliki


keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakar pada nilai-
nilai Agama Islam akhlakul karimah dan berbudaya.

Misi : Membentuk manusia berakhlak mulia

1. Menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang


menumbuhkan suasana belajar aktif, kreatif, menyenangkan,
sehat dan inovatif bagi anak.
2. Mencetak lulusan yang memiliki prestasi kesalehan pribadi,
sosial, kecendekiawanan dan kebangsaan serta memiliki
komitmen kemanusiaan dan keberadaban yang islami.

Program S1 PG PAUD Universitas Terbuka menargetkan lulusan menjadi


tenaga pendidik PAUD profesional yaitu yang dapat mengembangkan program
PAUD dan membuat inovasi-inovasi. Salah satu mata kuliah yang harus
ditempuh mahasiswa adalah Analisis Pengembangan Pendidikan Anak Usia
Dini. Dalam rangka memenuhi tugas-tugas dalam mata kuliah tersebut maka
telah dilakukan penelitian di PAUD Baitussalam Pringsewu Selatan
Kabupaten Pringsewu yang bertujuan mengumpulkan data mengenai kegiatan-
kegiatan anak yang dianggap perlu diteliti lebih lanjut untuk selanjutnya
dianalisis secara kritis.

2. Fokus Penelitian

Setelah diadakan observasi di salah satu ruang kelas Taman Kanak-kanak


Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu, maka penelitian ini
difokuskan pada salah satu kegiatan anak yaitu kegiatan "Mengelompokkan
Benda Berdasarkan Ukuran Dengan Media Balok”

3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan :

1. Mengumpulkan data mengenai :


1. Alasan pendidik melakukan kegiatan “Mengelompokkan benda
berdasarkan ukuran dengan media balok”.

2. Tujuan pendidik melakukan kegiatan tersebut.

3. Kebijakan yang mendukung pendidik melakukan kegiatan tersebut.

2. Membuat analisis kritis (critical analysis) mengenai kegiatan tersebut.

4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat untuk :

1. Memberi masukan terhadap kegiatan pengembangan anak di TK


Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu.
2. Melatih mahasiswa melakukan Penelitian Kelas.

3. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu


kegiatan anak di lembaga PAUD.
BAB II

LANDASAN TEORI

1. Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini adalah suatu proses pembinaan tumbuh


kembang anak sejak lahir sampai usia 6 tahun, yang dilakukan secara
menyeluruh, mencakup semua aspek perkembangan dengan memberikan
stimulasi terhadap perkembangan jasmani dan rohani agar anak dapat
tumbuh dan berkembang secara optimal.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak ada dari orang tua (gen)
dan ada faktor lingkungan seperti asupan gizi yang diterima, faktor
psikologis. Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara
fisik, psikis, sosial, moral, masa ini masa yang paling penting untuk
sepanjang usia hidupnya. Sebab masa yang paling baik pembentukan
fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak
selanjutnya.

Bentuk program pendidikan anak usia dini meliputi: pendidikan keluarga,


bina keluarga, taman pengasuhan, kelompok bermain dan taman kanak-
kanak. Rita Kurnia (2010: 3) mengatakan: Pendidikan anak usia dini
adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak usia dini
yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk
membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak
memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar kehidupan tahap
berikutnya.
Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Usia Dini Penyelenggaraan
pembelajaran berbasis perkembangan mempunyai sejumlah prinsip yang
harus diperhatikan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Semua aspek perkembangan pada anak saling terkait, artinya


perkembangan dalam satu aspek dapat membatasi atau memudahkan
atau melancarkan perkembangan kemampuan lainnya.

2. Perkembangan terjadi dalam urutan yang relatif teratur. Dengan


demikian, urutan pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada anak
dapat diprediksikan.

3. Perkembangan anak adalah hasil dari interaksi kematangan biologis dan


lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dimana ia
hidup. Oleh sebab itu, sering dikemukakan bahwa kehidupan manusia
adalah hasil dari pembawaan dan lingkungan yang saling berhubungan.

4. Atas dasar itu maka para pendidik disamping menyediakan lingkungan


yang sehat, aman, dan menyediakan makanan dengan gizi yang baik,
juga harus memberikan layanan yang komprehensif kepada anak,
seperti layanan kesehatan fisik, gigi, mental dan sosial. Pengertian
Perkembangan Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di
dalam pusat susunan syaraf pada waktu manusia sedang berpikir.
Kemampuan kognitif ini berkembang secara bertahap, sejalan dengan
perkembangan fisik dan syaraf-syaraf yang berada di pusat susunan
syaraf.

Salah satu teori yang berpengaruh dalam menjelaskan perkembangan


kognitif ini adalah teori Piaget. Jean Piaget, yang hidup dari tahun 1896
sampai tahun 1980, adalah seorang ahli biologi dan psikologi
berkebangsaan Swiss. Ia merupakan salah seorang yang merumuskan teori
yang dapat menjelaskan fase-fase perkembangan kognitif.
Teori ini dibangun berdasarkan dua sudut pandang yang disebut sudut
pandang aliran struktural (structuralism) dan aliran konstruktif
(constructivism).

Aliran struktural yang mewarnai teori Piaget dapat dilihat dari


pandangannya tentang inteligensi yang berkembang melalui serangkaian
tahap perkembangan yang ditandai oleh perkembangan kualitas struktur
kognitif.

Aliran konstruktif terlihat dari panda v fngan Piaget yang menyatakan


bahwa, anak membangun kemampuan kognitif melalui interaksinya
dengan dunia di sekitarnya.

Dalam hal ini, Piaget menyamakan anak dengan peneliti yang selalu sibuk
membangun teori-teorinya tentang dunia di sekitarnya, melalui
interaksinya dengan lingkungan di sekitarnya. Hasil dari interaksi ini
adalah terbentuknya struktur kognitil, atau skemata (dalam bentuk tunggal
disebut skema) yang dimulai dari terbentuknya struktur berpikir secara
logis, kemudian berkembang menjadi suatu generalisasi kesimpulan
umum).

3. Mengelompokkan Benda

Menurut Carol Sefeldt & Barbara A. Wasik (2008: 394) penggolongan


(klasifikasi) adalah kegiatan mengelompokkan benda-benda yang serupa
atau memiliki kesamaan.

Shamsudin (2013:106) menjelaskan secara rinci bahwa pengelompokkan


adalah kegiatan menyusun, memilih, mengumpulkan atau memisahkan
suatu himpunan benda ke dalam beberapa himpunan yang lebih kecil
berdasarkan atribut (ukuran, warna, bentuk) sehingga menjadi beberapa
himpunan.
Slamet Suyanto (2016:162) mengemukakan klasifikasi adalah
mengelompokkan benda-benda ke dalam beberapa kelompok. Kelompok
tersebut bisa berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan jenisnya.
4. Balok

Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang
persegi atau persegi panjang, dengan paling tidak satu pasang di antaranya
berukuran berbeda. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Balok
yang dibentuk oleh enam persegi sama dan sebangun disebut sebagai
kubus.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah anak-anak, Pendidik, Pimpinan Taman Kanak-


kanak Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu.

2. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode interpretatif yaitu menginterpretasikan


data mengenai fenomena/gejala yang diteliti di lapangan.

3. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini :

1. Observasi

Observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang


digunakan untuk mendapatkan informasi dengan cara mengamati
perilaku anak dalam situasi tertentu. Observasi dalam penelitian
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, selama dua jam pelajaran
yaitu pada tanggal 8 November 2017. Penelitian menggunakan
teknik observasi untuk memperoleh data yang berkaitan dengan
aktifitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung melalui
pembelajaran mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika
benda-benda didekatkan dengan magnet.

2. Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang bisa
digunakan untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai
fokus penelitian. Wawancara dilakukan oleh peneliti dengan
mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pendidik dan
Pimpinan Sekolah untuk memperoleh data tentang peningkatan
hasil belajar kemampuan kognitif anak usia melalui
pengelompokkan benda berdasarkan ukuran dengan media balok.

BAB IV
ANALISIS DATA

1. Tabulasi Data

Untuk memudahkan analisis data maka data hasil penelitian dibuat tabulasi
sebagai berikut:

Wawancara dengan
Observasi Wawancara dengan Guru Dokumentasi
Pimpinan TK
 Guru  TK Baitussalam
memperli Pringsewu Selatan
hatkan menerima peserta
media didik usia 4 – 6
yang tahun.
digunakan  Kegiatan ini
untuk  Guru melakukan aksi
dilakukan untuk
mengelo untuk menarik
menarik minat anak
mpokkan perhatian dan minat
dalam kegiatan
benda anak
mengelompokkan
berupa  Pembelajaran
benda.
batu menggunakan area
 Kegiatan ini
berwarna disesuaikan dengan  Sesuai dengan visi
Terdapat tema, guru lembaga ini, yaitu  Sesuai dengan
ruangan memberikan contoh Mengembangkan jadwal pemutaran
khusus agar anak-anak berbagai potensi sentra.
untuk dapat anak agar unggul  Disesuaikan
kegiatan mengelompokkan dalam prestasi, dengan sentra.
boneka benda dengan benar santun dalam
jarit.  Dengan kegiatan perilaku, beriman,
 Guru bertaqwa, dan
mengelompokkan
memberika berbudaya serta
benda diharapkan
n contoh beretika dalam
cara kemampuan
kognitif anak akan berlalu lintas
mengelom
pokkan meningkat, anak
benda. dapat
 Anak- mengelompokkan
anak dan
mengelo mengklasifikasikan
mpokkan benda berdasarkan
benda ukuran

2. Hasil Analisis
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh penulis pada saat penelitian
maka diperoleh hasil dalam kegiatan mengelompokkan benda dengan media
balok di TK Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu adalah
sebagai berikut:

Di TK Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu guru melakukan


kegiatan pembelajaran mengelompokkan benda dengan media balok yang
dilakukan di TK Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu
diharapkan mampu mengembangkan kognitif anak melalui media balok yang
dapat mengelompokkan benda berdasarkan ukuran serta dapat
mengembangkan rasa kesetiakawanan yang tinggi.

Hasil wawancara dengan pendidik TK Baitussalam Pringsewu Selatan


Kabupaten Pringsewu bahwa kegiatan mengelompokkan benda dengan media
balok dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak.

Hasil wawancara dengan pimpinan TK Baitussalam Pringsewu Selatan


Kabupaten Pringsewu bahwa belajar melalui bermain mengelompokkan benda
dengan media balok pada hakekatnya menyenangkan yang menjadikan anak
belajar dari dalam dirinya sendiri sehingga belajar lebih bermakna dari pada
sekedar perintah guru.

Jadi, analisis data diperoleh dari data yang terkumpul melalui observasi,
wawancara dengan pendidik dan pimpinan dan dokumentasi pada saat penulis
melakukan penelitian dan disusun menjadi tabulasi data. Data yang terkumpul
dianalisis secara kualitatif. Hasil data yang telah dicapai oleh siswa melalui
observasi dalam pembelajaran mengelompokkan benda melalui media balok
yang dilakukan di TK Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu.

3. Analisis Kritis

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan mengelompokkan benda


dengan media balok merupakan kegiatan yang bermaksud mengembangkan
berbagai kemampuan yang dimiliki anak yang salah satunya adalah
mengembangkan kemampuan kognitif anak.

Secara umum TK Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu telah


mempunyai kegiatan-kegiatan yang baik dan terarah. Kegiatan-kegiatan
tersebut telah disusun sedemikian rupa sesuai dengan tahap perkembangan
anak sehingga anak berkembang dengan optimal.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan

Dari tabulasi dan analisis data dapat disimpulkan beberapa hal yaitu sebagai
berikut :

1. TK Baitussalam Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu mempunyai


program unggulan yaitu pelayanan anak berkebutuhan khusus/autis
dengan terapi rutin.
2. Pengembangan kemampuan yang dimiliki anak salah satunya
dikembangkan melalui kegiatan mengelompokkan benda dengan media
balok sehingga anak dapat mengembangkan kreativitas dan rasa
kesetiakawanan sosial yang tinggi.
3. Lingkungan/pemetaan sentra di TK Baitussalam Pringsewu Selatan
Kabupaten Pringsewu juga disiapkan sedemikian rupa sehingga dapat
mendukung pencapaian kemampuan yang dimiliki anak.
4. Tenaga pendidik yang sesuai dengan bidangnya.

2. Saran-Saran
1. Dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak melalui
pengelompokkan benda hendaknya bahan perlengkapan yang ada
jumlahnya memenuhi jumlah anak sehingga anak dapat bebas berkreasi.

2. Pengembangan kemampuan yang dimiliki anak melalui pengelompokkan


benda hendaknya pendidik terlibat langsung dengan anak untuk memberi
motivasi dan bantuan anak ketika mengalami putus asa.

DAFTAR PUSTAKA
Seefeldr, Carol dan Barbara A Wasik. (2008). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:
PT. Indeks

Slamet, Suyanto. (2015). Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta:


Hikayat Publishing

Tim PG PAUD, (2010). Analisa Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak


UsiaDini,Jakarta : Universitas Terbuka.

Tim PG-PAUD Universitas Terbuka (2016), Analisis Kegiatan Pengembangan


Pendidikan Anak Usia Dini, Tanggerang Selatan, Universitas Terbuka

Yuliani Nurani Sujiono, dkk. (2011). Metode Pengembangan Kognitif.


Jakarta : Universitas Terbuka

http://pembelajaran-pendidikan.blogspot.com

LAMPIRAN
LAMPIRAN A

INSTRUMEN WAWANCARA

1. Instrumen Observasi
2. Hasil Observasi
3. Instrumen Wawancara Dengan Pendidik
4. Instrumen Wawancara Dengan Pimpinan

INSTRUMEN OBSERVASI

KB/TPA/TK : TK BAITUSSALAM PRINGSEWU SELATAN

TANGGAL : 8 NOVEMBER 2017

Hal-hal Unik/Menarik Yang Ada


No. Keterangan/Uraian/Pertanyaan
Ditemukan Dalam Ya Tidak

1. Model Pengembangan
Kegiatan

2. Penataan Ruangan

3. Kegiatan Yang Dilakukan


Anak

4. Alat Peraga Edukatif (APE)


yang digunakan

5. Pengaturan Pengelompokkan
Anak

6. Cara Pendidik Memimpin


Kegiatan

7. Peran Orang Tua Anak

HASIL OBSERVASI

No Ada Keterangan/ uraian/ pertanyaan


Hal-hal unik/ menarik yang Ya Tidak
ditemukan di dalamnya
1. 1. Model pengembangan  Menggunakan model pembelajaran sentra
kegiatan
2. 2. Penataan ruang  Ruangan kelas dihiasi banyak pajangan dan
hiasan.
3. 3. Kegiatan yang dilakukan  Mengelompokkan benda
anak
4. 4. Alat peraga edukatif (APE)  Balok berbagai ukuran
yang digunakan
5. 5. Pengaturan/ pengelompokan  Kegiatan awal secara klasikal
Kegiatan inti duduk di karpet
anak
Makan bekal dan bermain di luar
Penutup secara klasikal
6. 6. Cara pendidik memimpin  Pendidik memperlihatkan balok dengan
anak berbagai ukuran lalu memberikan contoh cara
mengelompokkannya. Anak-anak
mengelompokkan benda sendiri.
7. 7. Peran orang tua anak  Kerja sama orang tua dan pendidik untuk
perkembangan anak baik di sekolah maupun
di rumah.

INSTRUMEN WAWANCARA DENGAN PENDIDIK

Observaser : Usia berapakah peserta didik yang diterima di TK Baitussalam


Pringsewu Selatan ini?
Pendidik : …………………………………………………………………………
………………………………………………………………………...
Observaser : Media dan metode apa yang diterapkan untuk mendukung kegiatan di
TK Baitussalam Pringsewu Selatan ini?
Pendidik : …………………………………………………………………………
………………………………………………………………………...
Observaser : Bagaimana cara penyusunan rencana kegiatan di TK Baitussalam
Pringsewu Selatan?
Pendidik : …………………………………………………………………………
………………………………………………………………………...
Observaser : Apa yang menjadi dasar pemikiran ibu melaksanakan kegiatan
pengelompokkan benda yang dalam hal ini menggunakan media
balok?
Pendidik : …………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………

INSTRUMEN WAWANCARA DENGAN PIMPINAN

Observaser : Siapa yang mendirikan TK yang Ibu pimpin ini?


Pimpinanan : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Observaser : Apa Visi dan misi di TK yang Ibu pimpin?
Pimpinan : ………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………...
Observaser : Siapa yang menyusun visi dan misi tersebut?
Pimpinan : ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

HASIL WAWANCARA DENGAN PENDIDIIK

Observaser : Usia berapakah peserta didik yang diterima di TK Baitussalam


Pringsewu Selatan ini?
Pendidik : TK Baitussalam Pringsewu Selatan menerima peserta didik dengan
usia antara 4 sampai 6 tahun.
Observaser : Referensi apa saja yang ibu gunakan dalam penyusunan rencana
kegiatan tersebut?
Pendidik : KTSP, Promes, RKM, STTPA
Observaser : Bagaimana cara penyusunan rencana kegiatan di TK Baitussalam
Pringsewu Selatan?
Pendidik : Dari program tahunan di masukkan ke program semester, kemudian
dari RKM ke RPPH.
Observaser : Apa yang menjadi dasar pemikiran ibu melaksanakan kegiatan
pengelompokkan benda yang dalam hal ini menggunakan media
balok?
Pendidik : Untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak.

HASIL WAWANCARA DENGAN PIMPINAN

*Bu Tika sebagai Observaser


*Bu Aini sebagai Pimpinan

Observaser : Apa keistimewaan yang dimiliki oleh TPA Baitussalam Pringsewu Selatan?
Pimpinanan : Melalui kegiatan bermain dengan media jarit diharapkan dapat
mengembangkan kreativitas anak dan dapat melatih kerja sama dengan
temannya. Ada juga program pemenuhan gizi anak yang sangat kami
perhatikan karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

Observaser : Mengapa terdapat 2 (dua) ruangan di TPA Baitussalam Pringsewu Selatan?


Pimpinan : Di TPA Baitussalam Pringsewu Selatan ada 2 (dua) ruangan khusus
bertujuan agar anak dapat melaksanakan kegiatan dengan aman, nyaman dan
menyenangkan tanpa merasa terganggu dengan proses kegiatan anak
berkebutuhan khusus di ruangan.
Observaser : Apa yang menjadi alasan anak yang berkebutuhan khusus diterima menjadi
peserta didik di TPA Baitussalam Pringsewu Selatan?
Pimpinan : Alasan TPA Baitussalam Pringsewu Selatan menerima anak berkebutuhan
khusus adalah agar mereka dapat bergaul dengan teman sebayanya walaupun
ada kekurangan. Penanganannya kami lakukan dengan terapi secara rutin.

LAMPIRAN C

DOKUMENTASI