Anda di halaman 1dari 6

PEMBUATAN LARUTAN KIMIA

(Reagent untuk Tes Uji Bahan/Makanan)


Desember 5, 2011 · by bahtiarbio

PEMBUATAN LARUTAN KIMIA

(Reagent untuk Tes Uji Bahan/Makanan)

NAMA
NO. CARA PEMBUATAN KEGUNAAN
LARUTAN
1. Air Barit Masukkan 70 gram Reagensia untuk CO2
dalam 1 liter air yang telah didihkan. Kocok
sampai larutan menjadi jenuh. Gunakan
larutan yang jernih.
2. Air Brom Masukkan 25 ml Brom dalam 500 ml air.v Sebagai Oksidator
Kocok hati-hati sampai semua Brom
larut. Awas! Brom air bila kena kulit dapat
menyebabkan luka bakar. Uap Brom
membahayakan keehatan. Kerjalah di udara
terbuka , dan pakailah sarung tangan.
3. Air Kanji Campurkan 2 gram Amilum dengan 0,01 Reagensia untuk Yodium
gram dan tambahkan sedikit air dingin. Aduk
sampai menjadi pasta . Encerkan dengan air
mendidih sampai 1 liter. Didihkan beberapa
menit. Dinginkan dan simpan dalam botol.
4. Air Kapur Masukkan 1 sendok dalam 1 liter air. Reagensia Untuk CO2
Aduklah campuran itu. Endapkan dan saring.
Gunakanlah larutan yang jernih.
5. Air Klor Alirkan gas klor kedalam 1 liter air sehingga Sebagai Oksidator
jenuh.v Ingat ! gas adalah racun keras.
Kerjakanlah di udara terbuka.
6. Air Laut Larutkan dalam 1 liter air:- 20,0 gram NaCl- Sebagai pengganti Air
1,8 gram MgSO4 . 7 H2O- 2,5 gram MgCl2– Laut
1,0 gram K2SO4
7. Albumin Campurkan 5 ml putih telur dengan 5 ml air. Untuk Percobaan Protein
Tuangkan campuran ini ke dalam 500 ml air
hangat ( 60 oC ) sambil diaduk. Panaskan
dengan perlahan ( tidak di atas suhu 80 oC )
sampai larutan menjadi bening. Dinginkan
dan saring dengan wol kaca.
8. Amonium Sulfida Alirkan gas ke dalam 500 ml larutan Amonia Mengendapkan Ion-Ion
5 M smpai jenuh. ( Ingat Amonia bersifat Logam
racun, kerjalah di tempat udara terbuka ).
Tuangkan 500 ml Amonia 5 M ke dalam
larutan ini.
9. Anilin Biru Larutkan 0,1 gram Fuchsin basa ke dalam Zat Pewarna Selulosa (
160 ml air dan 1 ml etanol Untuk Biologi )
10. Anilin Merah Larutkan 1,0 gram Anilin Sufat ke dalam 89 Zat Pewarna Bakteri dan
ml Alkohol 70 % . Tambahkan 10 ml Asam Inti Sel ( Untuk Biologi )
Sulfat 0,005 M. Simpan larutan ini dalam
botol yang berwarna coklat.
11. Asam Aki ( Air Tuangkan dengan perlahan 220 ml pekat Asam Untuk Aki
aki ) murni ke dalam 750 ml air suling sambil
aduk. Encerkan sampai 1 liter. Periksa Berat
Jenisnya dengan Hidrometer harus
menunjukkan angka 1,25. Bila BJ-nya
kurang dari 1,25 tambahkan asam sulfat pekat
dan bila BJ-nya lebih dari 1,25 tambahkan air
suling.
12. Asetokarmin Masukkan 1,0 gram Karmin ke dalam 45 ml Zat Pewrna Untuk Inti
Asam Asetat glasial. Tambahkan 55 ml air. Sel dan Kro-mosom (
Panaskan selama 5 menit dengan refluks. Untuk Biologi )
Setelah didinginkan kemudian saring.
13. Aseto Orsin Larutkan 2,2 gram Orsin ke dalam 100 ml Pewrna Kromo-som (
Asam Asetat glasial. Pada pemakaian, Untuk Biologi )
encerkan 10 ml larutan ini dengan 12 ml air.
14. Aqua Regia Campurkan satu bagian pekat dengan tiga Untuk Melarutkan
bagian HCl pekat. Logam-Logam mulia
15. Barfoed Campurkan 13,3 gram Tembaga (II) Asetat Untuk Uji Gluko-sa
dan 2 ml AsamAsetat Glasial. Tambahkan air
hingga larutan menjadi 200 ml .
16. Benedict Larutkan 173 gram Natrium Sitrat dan 100 Reagensia Untuk Gula
gram dalam 800 ml air suling. Larutkan 17,3 Yang Mempunyai Sifat
gram .5 dalam 150 ml air. Tuangkan dengan Mereduksi
perlahan larutan ke dalam larutan pertama
sambil diaduk Encerkan dengan air sampai 1
liter.
17. Biuret Larutkan 0,75 gram .5 dalam 1 liter larutan Reagensia Untuk urea
NaOH 2 M. Dan Protein
18. Brom fenol Biru Timbang 0,1 gram Brom Fenol Biru, larutkan Indikator Asam-Basa.
dalam 1,5 ml larutan NaOH 0,1 M. Encerkan Trayek PH 3,0 –
dengan air sampai volume 100 ml. 4,6Perubahan Warna :
Kuning – Biru
19. Brom Kresol Timbang 0,1 gram Brom Kresol Hijau, Indikator Asam-Basa.
Hijau larutkan dalam 1,5 ml larutan NaOH 0,1 M. Trayek PH 3,8 –
Encerkan dengan air sampai volume 100 ml. 5,4Perubahan Warna :
Kuning – Hijau
20. Brom Kresol Timbang 0,1 gram Brom Kresol Ungu, Indikator Asam-Basa.
Ungu larutkan dalam 1,9 ml larutan NaOH 0,1 M. Trayek PH 5,2 –
Encerkan dengan air sampai volume 100 ml. 6,8Perubahan Warna :
Kuning – Hijau
21. Brom Timol Biru Timbang 0,1 gram Brom Timol Biru, larutkan Indikator Asam-Basa.
dalam 1,5 ml larutan NaOH 0,1 M. Encerkan Trayek PH 6,0 –
dengan air sampai volume 100 ml. 7,6Perubahan Warna :
Kuning – Biru
22. Cermin Perak (A) : Larutkan 12,5 gram dalam 100 ml air. Untuk Membuat Kaca
Larutkan pula 32,5 gram K-Na- Tartrat ( . 4 ) Perak
dalam 100 ml air. Campur kedua larutan ini
dan panaskan samapai 55 C selama 5 menit.
Dinginkan dan pisahkan larutan dari
endapannya dan encerkan sampai 200 ml. (B)
: Larutkan 1,5 gram dalam 12 ml air.
Teteskan ke dalam larutan ini Amonia encer,
sehingga endapan yang terbentuk tepat larut
dlagi. Encerkan denganair sampai 200 ml .
Larutan (A) dicampur dengan Larutan (B).
Permukaan kaca dibersihkan untuk
menghilangkan kotoran dan lemak yang
mungkin melekat pada kaca. Kaca
dimasukkan dalam larutan secara terbalik,
tepat di bawah permukaan larutan. Untuk
mempercepat terjadinya cermin, panaskan
larutan dengan perlahan. Larutan sisa dapat
disimpan dalam botol yang bersih. Pada
bagian dalam botol akan terjadi lapisan
cermin.
23. Difenil Amina Larutkan 0,5 gram Difenil amina dalam 100 *Reagensia Untuk Zat
ml Asam Sulfat pekat. Tuangkan cairan ini ke Pengoksidasi.*Indikator
dalam 20 ml air. Redoks : Warna Bila
Dioksidasi: Ungu,Warna
Bila direduksi: Tidak
Berwarna
24. Difenil Karbazon Larutkan 1,0 gram Difenil Karbazon dalam Reagensia Untuk Tes
100 ml Etanol Merkuri
25. Dimetil Glioksin Larutkan 0,12 gram Dimetil Glioksin dalam Reagensia Untuk Tes
100 ml Etanol Nikel
26. 2,2 – Dipyridil Larutkan 1,172 gram 2,2 – Dipyridil dalam Indikator Redoks: Warna
100 ml air. Tambahkan 0,695 kristal. Dioksidasai : Biru,Warna
Direduksi: Merah
27. Eosin Larutkan 1,0 gram eosin basa dalam 100 ml Zat Pewarna Merah
air. Tambahkan sedikit Kloroform. Untuk Jaringan Hidup (
Untuk Biologi)
28. Esbach Larutkan 2 gram Asam Nitrat dan 1,0 gram Reagensia Untuk
Asam Pikrat dalam 100 ml air. Albumin
29. Fehling Fehling A : Larutkan 69,28 gram .5 dalam 1 Reagensia untuk Gula
liter air. Fehling B : Larutkan 352 gram K- Yang Mempunyai Sifat
Na- Tartrat ( . 4 ) dan 154 gram NaOH dalam Mereduksi.
1 liter air. Pada pemakaian : Campur 5 ml
Fehling A dan 5 ml Fehling B.
30. 1, 10 – Larutkan 1,485 gram 1, 10 – Fenantro-line Indikator Redoks: Warna
Fenantroline Hidrat dalam 100 ml air. Dioksidasai : Biru,Warna
Hidrat Direduksi: Merah
31. Fenolftalein Larutkan 1 gram fenolftalein dalam 250 ml Indikator Asam-Basa.
Alkohol ( Etanol). Jadikan larutan menjadi Trayek PH 8,4 –
500 ml dengan menambahkan air. 10,0Perubahan Warna :
Tdk berwarna-Merah –
Ungu
32. Fenol Merah Timbang 0,1 gram Fenol Merah, larutkan Indikator Asam-Basa.
dalam 2,8 ml larutan NaOH 0,1 M. Encerkan Trayek PH 6,4 –
dengan air sampai volume 100 ml. 8,2Perubahan Warna :
Kuning – Merah
33. Floroglusinol Larutkan 3 gram Floroglusinol dalam 100 ml Reagensia Untuk Lignin (
Alkohol. Untuk Biologi )
34. Hager Buatlah larutan jenuh Asam Pikrat ( 1,4 gram Reagensia Untuk tes
Asam Pikrat dalam 100 ml air ). Alkaloid
35. Hematoksilin ( Larutkan 2 gram Hematoksilin dalam 100 ml Reagensia Untuk
Ehrlich ) Alkohol. Tambahkan 100 ml air , 100 ml Membedakan Bagian-
Gliserol, 10 ml Asam Asetat Glasial, dan Bagian dari Sel Dan
Kalium Aluminium Sulfat berlebihan. Biarkan Jaringan (Untuk Biologi)
dalam botol terbuka di sinar matahari sampai
berwarna merah tua.
36. Indikator Campurkan :- 0, 25 gram Bromtimol Biru – Indikator Asam-Basa.
Universal 0,025 gram Timol Biru- 0,0625 gram Metil Trayek PH : 4 – 10.
Yamada Merah- 0,5000 gram Fenolftalein Larutkan Perubahan warna:PH 4
campuran di atas dengan 500 ml Etanol. MerahPH 5 JinggaPH 6
Encerkan dengan air sehingga volumenya KuningPH 7 HijauPH 8
menjadi 1 liter. BiruPH 9 Biru TuaPH 10
Ungu
37. Kalium Pirogallat Larutkan 50 gram KOH dalam 100 ml air. Adsorben Oksigen
Masukkan 5 gram Pirogallol ke dalam larutan
ini.
8. Koloid Masukkan 1,5 gram dalam 250 ml air. Mengenal Sifat Koloid
Panaskan larutan sampai mendidih. Saringlah
setelah didinginkan. Alirkan gas kedalam
larutan ini sampai larutan berwarna kuning.
39. Koloid Panaskan 200 ml air samapai mendidih. Mengenal Sifat Koloid
Tambahkan beberapa tetes larutan FeCl3 10
%.
40. Lugol ( Yod ) Biasanya Lugol dibuat dalam larutan Kalium Reagensia Untuk Uji
Iodida (KI) , karena Iod sendiri sukar larut Amilum
dalam air. Larutkan 12,7 gram dan 20 gram
KI dalam 100 ml air. Larutan yang terjadi
dibuat 1 liter dengan menambahkan air.
41. Magnesia Mixture Larutkan 50 gram . 6 dan 70 gram NH4Cl Reagensia Untuk Tes
dalam 400 ml air. Tambahkan 100 ml Fosfat dan Arsenat
Amonia 15 M. Encerkan dengan air sampai 1
liter.
42. Metilen biru Larutkan 1 gram Metilen Biru dalam 100 ml Pewarna Inti sel
larutan 0,5 % NaCl. (Histologi)
43. Metil jingga Larutkan 1 gram Metil Jinga dalam 500 ml Indikator Asam-Basa.
Alkohol 95 %. Jadikan larutan menjadi 1 liter Trayek PH: 2,8 –
dengan menambahkan air. 4,6.Perubahan
warna:Merah – Kuning.
45. Metil Merah Larutkan 1 gram Metil Merah dalam 500 ml Indikator Asam-Basa.
Alkohol 95 %. Jadikan larutan menjadi 1 liter Trayek PH: 4,4 –
dengan menambahkan air. 6,0.Perubahan
warna:Merah – Kuning.
46. Millon Larutkan 1 bagian Hg dalam 1 bagian HNO3 Reagensia Untuk
berasap dan dinginkan. Encerkan dengan air Albumin dan Fenol
sampai 2X volumenya. Setelah beberapa jam,
tuangkan larutan yang bening.
47. Molish Larutkan 5 gram Alfanaftol dalam 100 ml Tes Untuk wol dan
Alkohol atau Kloroform Karbohidrat
48. Nessler Larutkan 50 gram KI dalam 50 ml air dingin. Reagensia Untuk Tes
Buat larutan jenuh Raksa (II) klorida ( ± 22 Amoniak
gram HgCl2 dalam 350 ml air ). Teteskan
larutan jenuh Raksa (II) klorida ini ke dalam
larutan KI, sehingga terjadi endapan.
Tambahkan 500 ml larutan NaOH 5 M dan
encerkan dengan iar sampai volume 1 liter.
Saringlah, dan ambil larutan yang jernih.
Simpan dalam botol coklat.
49. O – Diklorofenol Larutkan 0,1 gram O – Diklorofenol Indikator Redoks: Warna
Indofenol Indofenol dalam 100 ml air. Dioksidasai : Biru,Warna
Direduksi: Merah
50. Ringer Larutkan dalam 1 lite air ;- 8,1 gram NaCl- Untuk Serangga Untuk
0,74 gram KCl- 0,22 gram anhidrous- 0,20 Katale
gram . 6 – 0,33 gram – 0,78 gram. Larutkan
dalam 1 liter air ; – 6,5 gram NaCl – 0,12
gram . 6 – 0,14 gram KCl- 0,20 gram
51. Salin Isotonik Larutkan 6,4 gram NaCl dalam 1 liter air. Untuk Jaringan Mamalia
( Untuk Biologi )
52. Sel daniel (A) : Tuangkan dengan perlahan 80 ml pekat Larutan Untuk Sel Daniel
dalam 750 ml air. Encerkan sampai 1 liter.
(B) : Buat larutan jenuh dengan melarutkan ±
400 gram .5 dalam 1 liter air dan tambahkan
2 ml pekat.
53. Sel Laclanche Larutkan 350 gram Amonium Klorida dalam Larutan Untuk Sel
air sampai 1 liter. Laclache
54. Seliwanoff Larutkan 0,5 gram Resorsinol ( Benzena 1,3–
diol ) dengan 1 liter Asam klorida 3 M.
55. Schweitzer Larutkan 5 gram .5 dalam 100 ml air. Pelarut Selulosa
Didihkan larutan ini dan tambahkan larutan
NaOH, sehingga tidak terjadi endapan lagi.
Saring dan cuci endapan sampai bersih sekali.
Larutkan endapan ini dalam sedikit mungkin
larutan Amonia 4 M.
56. Schiff Larutkan 0,5 gram Fuchsin dalam 500 ml air. Untuk Uji Aldehid
Lunturkan warna larutan dengan mengalirkan
gas Belerang dioksida ke dalamnya. Atau :
Larutkan 0,5 gram fuchsin dalam 500 ml air
kemudian tambahkan 9 gram Natrium
Hidrogen Sulfit diikuti dengan 20 ml Asam
Nitrat 2 M.
57. Timol Biru Timbang 0,1 gram Timol Biru, larutkan Indikator Asam-Basa.
dalam 2,2 ml larutan NaOH 0,1 M. Encerkan Trayek PH 3,8 –
dengan air sampai volume 100 ml. 5,4Perubahan Warna :
Merah – Kuning
58. Timolftalein Timbang 0,04 gram Timolftalein, larutkan Indikator Asam-Basa.
dalam 60 ml larutan Alkohol dan tambahkan Trayek PH 9,3 – 10,4
40 ml air. Perubahan Warna :
Kuning – Merah
59. Tollens Campurkan 50 ml larutan AgNO3 10 % Reagensia Untuk Aldehid
dengan 50 ml larutan NaOH 10 %. Teteskan dan Gula Pereduksi.
ke dalam campuran ini larutan Amonia pekat,
sehingga endapannya tepat larut.