Anda di halaman 1dari 78

LAMPIRAN C

NERACA MASSA DAN ENERGI

Kapasitas Produksi : 150.000 ton/tahun

Waktu Operasi : 1 tahun (hari kerja) = 330 hari

150.000 𝑡𝑜𝑛 1000 𝑘𝑔


Kapasitas Produksi : × = 77.116 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ
1945 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ 1 𝑡𝑜𝑛

Rendemen Produk : 29% - 33% (Huda 2014) (Duryatmo 2009)

Setelah dilakukan beberapa perhitungan trial error, maka didapat rendemen produk dari
pabrik yang akan didirikan sebesar 30,17%, untuk menghasilkan produk sebesar 77.116,42
kg/batch, maka dibutuhkan bahan baku singkong sebesar 255.606,306 kg/batch untuk dapat
memenuhi kapasitas produksi per tahunnya. Pada peneracaan ini, diketahui pula zat penyusun
singkong yang dinyatakan oleh Sarkiyaki dan Agar (2010) dalam jurnal Jeffry Tandrianto
(2014) yang terlampir pada tabel LC.1 dibawah ini

Tabel LC. 1 Komponen Penyusun Singkong

Komponen Bobot (g) Komposisi (%) Kg/Batch


Air 62,5 62,5 159.753,941
Fosfor 0,04 0,04 102,243
Karbohidrat 34 34,000 86.906,144
Kalsium 0,033 0,033 84,350
Protein 1,2 1,2 3.067,276
Besi 0,001 0,001 1,789
Lemak 0,3 0,3 766,819
Vitamin B1 0,00001 0,00001 0,026
HCN 0,02 0,02 51,121
Phytates 0,216 0,216 552,110
Tanin 0,0004 0,0004 1,022
Lain lain 1,690 1,690 4.319,465
Total 100 100 255.606,306

LC-1
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-2
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

C.1. Neraca Massa

C.1.1. Root Peeler (PL-001


Fungsi : Untuk menghilangkan kulit dan kotoran pada singkong

Gambar LC. 1 Root Peeler (PL-001)

a. Komponen Masuk (Aliran 1)


Komponen masuk Root Peeler yang berfungsi sebagai mesin pengupas ini adalah
singkong utuh beserta kulit dan pengotor lain yang telah melalui proses seleksi
secara manual. Singkong yang masuk berasal dari Storage (ST-001) dengan massa
sebesar 255.606,306 kg/batch. Dengan detail perhitungan peneracaan dibawah ini.
Komponen Aliran 1:
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 62,5% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 159.753,941 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 0,04% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 34% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-3
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 0,033% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 1,2% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 0,001% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 0,3% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,00001% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 0,02% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-4
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 0,216% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 0,0004% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain (Pengotor)
𝑘𝑔⁄
Pengotor = 1,694% × 255.606,306 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 4.319,465 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar (Aliran 2 dan Aliran 3)


Komponen keluar pada aliran 3 merupakan pengotor pada singkong yang
diasumsikan hilang 90% setelah melalui RP-001. Sedangkan komponen selain
pengotor akan dialirkan melalui aliran 2. Dengan detail perhitungan peneracaan
dibawah ini.
Komponen Aliran 2 :
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 159.753,941 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-5
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain (Pengotor)
𝑘𝑔⁄
Pengotor = 10% × 4.319,465 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 431,947 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 3 :
 Lain-lain (Pengotor)
𝑘𝑔⁄
Pengotor = 90% × 4.319,465 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3.887,519 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-6
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Untuk mengetahui peneracaan massa dapat dilihat pada tabel LC.2.


Tabel LC. 2 Neraca Massa Root Peeler (RP-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch
Aliran 1 Aliran 2 Aliran 3
Air 159.753,941 159.753,941 -
Fosfor 102,243 102,243 -
Karbohidrat 86.906,144 86.906,144 -
Kalsium 84,350 84,350 -
Protein 3.067,276 3.067,276 -
Besi 1,789 1,789 -
Lemak 766,819 766,819 -
Vitamin B1 0,026 0,026 -
HCN 51,121 51,121 -
Phytates 552,110 552,110 -
Tanin 1,022 1,022 -
Pengotor 4.319,465 431,947 3.887,519
TOTAL 255.606,306 251.718,787 3.887,519
TOTAL 255.606,306 255.606,306

C.1.2. Washer Pit (WP-001)


Fungsi : Membersihkan sisa pengotor yang masih melekat pada
singkong.
Kondisi Operasi : Temperatur 60ºC.

Gambar LC. 2 Washer Pit (WP-001)

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-7
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

a. Komponen Masuk (Aliran 2 dan Aliran 4)


Komponen masuk aliran 2 merupakan singkong yang berasal dari keluaran mesin
pengupas Root Peeler (RP-001) yang telah diasumsikan kehilangan 90%
pengotornya, dengan laju alir massa sebesar 251.718,787 kg/batch. Sedangkan pada
aliran 4, terdapat air pencuci dengan massa aliran yang diasumkan setengah kali dari
massa aliran singkong, yaitu sebesar 125.859,394 kg/batch.
Komponen Aliran 2
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 159.753,941 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-8
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain (Pengotor)
𝑘𝑔⁄
Pengotor = 431,947 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 4 :
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 0,5 × 251.718,787 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 125.859,394 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar ( Aliran 5 dan Aliran 6)


Komponen keluar pada aliran 5 merupakan keseluruhan komponen yang masuk
melalui aliran 2 dan juga sebagian air yang berasal dari aliran 4 yang diasumsikan
terikut keluar melalui aliran 5 sebesar 5% dari total aliran air yang masuk aliran 4.
Sedangkan pada aliran 6 terdapat sisa air yang keluar sebesar 95% dari total air yang
masuk dari aliran 4 dan juga 100% pengotor.
Komponen Aliran 5
 Air

𝑘𝑔⁄ 𝑘𝑔⁄
Air = (5% × 125.859,394 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ ) + 159.753,941 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 166.046,911 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-9
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain (Pengotor)
𝑘𝑔⁄
Pengotor = 0% × 431,947 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
=0 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-10
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen Aliran 6
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 95% × 125.859,394 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 119.566,424 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain (Pengotor)
𝑘𝑔⁄
Pengotor = 100% × 431,947 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 431,947 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Untuk mengetahui peneracaan massa dapat dilihat pada tabel LC.3.

Tabel LC. 3 Neraca Massa Washer Pit (WP-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch
Aliran 2 Aliran 4 Aliran 5 Aliran 6
Air 159.753,941 125.859,394 166.046,911 119.566,424
Fosfor 102,243 - 102,243 -

Karbohidrat 86.906,144 - 86.906,144 -

Kalsium 84,350 - 84,350 -

Protein 3.067,276 - 3.067,276 -

Besi 1,789 - 1,789 -

Lemak 766,819 - 766,819 -

Vitamin B1 0,026 - 0,026 -

HCN 51,121 - 51,121 -

Phytates 552,110 - 552,110 -

Tanin 1,022 - 1,022 -

Pengotor 431,947 - - 431,947

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-11
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

TOTAL 251.718,787 125.859,394 257.579,810 119.566,424


TOTAL 377.578,181 377.578,181

C.1.3. Root Chopper (CP-001)


Fungsi : Pencacah singkong, mengubah ukuran singkong menjadi lebih
kecil, dengan ukuran 5-15mm.

`
Gambar LC. 3 Gambar Root Chopper (CP-001)

a. Komponen Masuk (Aliran 5)


Komponen masuk aliran 5 merupakan singkong yang berasal dari keluaran mesin
pencuci Washer Pit (WP-001), Besarnya massa dari komponen singkong yang
masuk melalui aliran 5 ini adalah sebesar 257.579,810 kg/batch.
Komponen Aliran 5
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 166.046,911 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-12
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar ( Aliran 7 dan Aliran 8)


Komponen keluar pada aliran 7 sebesar 99% dari keseluruhan bobot singkong yang
masuk melalui aliran 5, hal tersebut dikarenakan asumsi loss dari mesin CP-001 ini
menghasilkan loss sebesar 1% dari keseluruhan bobot singkong yang keluar melalui
aliran 8.
Komponen Aliran 7
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 99% × 166.046,911 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 164.386,442 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-13
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 99% × 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 99% × 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 86.037,083 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 99% × 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 99% × 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3.036,603 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 99% × 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 99% × 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 759,151 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-14
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 99% × 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 99% × 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 50,610 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 99% × 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 99% × 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 8
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 1% × 166.046,911 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1.660,489 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 1% × 102,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-15
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 1 % × 86.906,144 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 869,061 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 1% × 84,350 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,844 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 1% × 3.067,276 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 30,673 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1% × 1,789 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,00178 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 1% × 766,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 7,668 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 99% × 0,026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,00026 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-16
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 1% × 51,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,511 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 1% × 552,110 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 5,521 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1% × 1,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,010 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Untuk mengetahui peneracaan massa dapat dilihat pada tabel LC.4.

Tabel LC. 4 Neraca Massa Root Chopper (CP-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch kg/Batch
Aliran 5 Aliran 7 Aliran 8
Air 166.046,911 164.386,442 1.660,469
Fosfor 102,243 101,220 1,022
Karbohidrat 86.906,144 86.037,083 869,061
Kalsium 84,350 83,507 0,844
Protein 3.067,276 3.036,603 30,673
Besi 1,789 1,771 0,00179
Lemak 766,819 759,151 7,668
Vitamin B1 0,026 0,025 0,000256
HCN 51,121 50,610 0,511
Phytates 552,110 546,589 5,521

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-17
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tanin 1,022 1,012 0,010


TOTAL 257.579,810 255.004,012 2.575,798
TOTAL 257.579,810 257.579,810

C.1.4. Fermenter Tank (FT-002)


Fungsi : Tempat dimana proses fermentasi selama lima hari
berlangsung.
Kondisi Proses : Temperatur 30ºC.

Gambar LC. 4 Fermenter Tank

a. Komponen Masuk (Aliran 7, Aliran 13, Aliran 16, Aliran 17, Aliran 18, dan
Aliran 19)
Komponen masuk aliran 7 merupakan chip-chip singkong yang berasal dari
keluaran mesin pencacah Root Chipper (CP-001), besarnya massa yang masuk
melalui aliran 7 adalah sebesar 255.004,012. Pada aliran 18, terdapat aliran air yang
masuk dengan massa sebesar 510.008,024 kg/batch atau dua kali dari massa feed
singkong yang masuk sesuai dengan (Jeffry Tandrianto 2014). Air yang masuk dari
aliran 18 ini berfungsi sebagai perendam chip singkong pada proses fermentasi.
Kemudian pada aliran 13 dan 17 merupakan komponen penting untuk
berlangsungnya proses fermentasi. Pada aliran 17 yang berasal dari Tangki
Penyimpanan III (TP-003), terdapat Enzim Pektinolitik.dengan laju alir massa
sebesar 6,135 kg/batch, sedangkan pada aliran 13 terdapat Kultur Mikroba (Biakan
bakteri), yang terdiri dari sejumlah bakteri Lactobacillus Plantarum, enzim α-
amilase, chip singkong, dan air. Yang telah mengalami pencampuran dan proses
pembiakkan selama 24 jam didalam Tangki Penyimpanan IV (TP-004) yang

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-18
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

berfungsi sebagai Culture Tank, perubahan dari kandungan campuran kultur


mikroba disesuaikan dengan perubahan dari analisa yang sebelumnya telah
dilakukan oleh (Susilo 2013). Adapun peneravaan massa pada campuran komponen
di aliran 13 dapat dilihat pada tabel L.C 4.

Komponen Pada Culture Tank


Asumsi :
Berdasarkan ketentuan yang terdapat pada jurnal Subagio (2008), dinyatakan
bahwa pembuatan kultur mikroba dilakukan dengan mencampurkan 1 ons chip
singkong dalam air (perbandingan 1:2 antara chip singkong dengan air) yang telah
dicampur oleh enzim α-amilase sebanyak 5 mL dan mikroba sebanyak 15 mL.
Komposisi tersebut dapat digunakan untuk fermentasi dalam 1000 L air.
berdasarkan ketentuan tersebut, maka dilakukan scale up untuk menyesuaikan
besarnya massa atau volume bahan yang digunakan sesuai dengan kapasitas
produksi yang telah ditentukan. Dengan itu, maka chip singkong yang digunakan
dalam culture tank adalah sebanyak :

Diketahui :
1 ons Singkong = 0,0283 kg.
Keperluan Air = 511.212,6 kg/batch.
maka laju alir massa singkong yang masuk culture tank adalah :

0,0283 𝑘𝑔 𝑋 𝑘𝑔
Laju Alir Singkong = ×
1000 𝑘𝑔 511.212,6 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-19
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tabel LC. 5 Komponen Penyusun Singkong

Komponen Bobot (g) Komposisi (%) Kg/Batch


9,0593
Air 62,5 62,5
0,0058
Fosfor 0,04 0,04
4,927
Karbohidrat 34 34,000
0,0048
Kalsium 0,033 0,033
0,174
Protein 1,2 1,2
0,0001
Besi 0,001 0,001
0,043
Lemak 0,3 0,3
0,0000
Vitamin B1 0,00001 0,00001
0,003
HCN 0,02 0,02
0,0313
Phytates 0,216 0,216
0,0001
Tanin 0,0004 0,0004
0,243
Lain lain 1,690 1,690
Total 100 100 14,493

Komponen Aliran 9
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 2 × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 28,985 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 10
 α-amilase
V’ α-amilase = 0,005 L
ρ α-amilase = 1,25 kg/L
𝑘𝑔⁄
m’ α-amilase = 0,005 𝐿 × 1,25 𝐿

= 0,00625 kg

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-20
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Maka, laju alir massa α-amilase yang dibutuhkan dalam proses adalah :
0,00625 𝑘𝑔 𝑋 𝑘𝑔
α-amilase = 1000 𝑘𝑔
× 511.212,6 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3,195 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 11
 Lactobacillus Plantarum
V’ L.Plantarum = 0,015 L
ρ L.Plantarum = 0,93 kg/L
𝑘𝑔⁄
m’ L.Plantarum = 0,015 𝐿 × 0,93 𝐿

= 0,0139 kg

Maka, laju alir massa L.Plantarum yang dibutuhkan dalam proses adalah :
0,0139𝑘𝑔 𝑋 𝑘𝑔
L.Plantarum = 1000 𝑘𝑔
× 511.212,6 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 7,131 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 12
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 62,5% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 9,0593 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 0,04% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,006 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 34% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 4,927 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-21
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 0,033% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0048 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 1,2% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,174 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 0,001% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0001 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 0,3% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,043 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,00001% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0000 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 0,02% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0029 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-22
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 0,216% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0313 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 0,0004% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0001 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain
𝑘𝑔⁄
Lain-lain = 1,694% × 14,493 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 13
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = (28,985 + 9,0593) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 38,045 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 α-amilase
𝑘𝑔⁄
α-amilase = 3,195 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lactobacillus Plantarum
𝑘𝑔⁄
L.Plantarum = 7,131 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 3,195 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-23
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 15,90% × 4,927 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 2,304 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 0,004 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 1,2% × 0,174 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,420 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 0,00014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 0,3% × 0,043 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0406 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,000014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 0,02% × 0,003 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0000 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 0,0313 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-24
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 0,000 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lain-lain
𝑘𝑔⁄
Lain-lain = 0,243 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Untuk mengetahui peneracaan massa dapat dilihat pada tabel LC.6.

Tabel LC. 6 Neraca Massa Kultur Mikroba di aliran 13 (Culture Tank)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch
Aliran 9 Aliran 10 Aliran 11 Aliran 12 Aliran 13
Air 28,985 - - 9,059 38,045

α- Amylase - 3,195 - - 3,195

L.Plantarum - - 7,131 - 7,131

Fosfor - - - 0,006 0,006

Karbohidrat - - - 4,927 2,304

Kalsium - - - 0,005 0,004

Protein - - - 0,174 0,420

Besi - - - 0,000 0,000145

Lemak - - - 0,043 0,406

Vitamin B1 - - - 0,000 0,0000014

HCN - - - 0,003 0

Phytates - - - 0,031 0,031

Tanin - - - 0,000 0,000

lain lain - - - 0,243 2,261

TOTAL 28,985 3,195 7,131 14,493 53,804

TOTAL 53,804 53,804

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-25
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Besarnya massa pada aliran 13 yang masuk kedalam Fermenter Tank (FT-001)
adalah sebesar 53,804 kg/batch. Setelah proses fermentasi selesai, dialirkan pula
Enzim Protease dari aliran 19 yaitu sebesar 7,518 kg/batch yang berasal dari Tangki
Penyimpanan V (TP-005) dan larutan NaCl dari aliran 16 sebesar 3.834,095
kg/batch yang berasal dari Mixing Tank I (MT-001).

Massa NaCl yang dialirkan kedalam Fermenter Tank I disesuaikan dengan


persentase yang tercantum dalam jurnal (Enny H L 2013) yaitu sebesar 0,5% dari
bobot singkong yang difermentasi, dengan asumsi jumlah H2O sebagai zat pelarut
sebanyak dua kali dari massa NaCl yang ditambahkan. Adapun peneracaan massa
pada larutan NaCl dari Mixing Tank I (MT-001) sebelum dialirkan ke Fermenter
Tank I (FT-001) adalah sebagai berikut.

Diketahui :
𝑘𝑔⁄
Massa NaCl = 0,5% × 255.606 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ.

= 1.278,023 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Keperluan Air = 2 × 𝑙𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑁𝑎𝐶𝑙 (Asumsi)


𝑘𝑔⁄
= 2 × 1.278,023 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 2.556,063 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

maka laju alir pada tiap aliran adalah :

Komponen Aliran 14
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 2.556,063 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 15
 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 1.278,023 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Untuk mengetahui peneracaan massa dapat dilihat pada tabel LC.7.

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-26
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tabel LC. 7 Neraca Massa Larutan NaCl di aliran 16 (Mixing Tank I)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch
Aliran 14 Aliran 15 Aliran 16
Air 2.556,063 2.556,063
NaCl - 1.278,032 1.278,032
TOTAL 2.556,063 1.278,032 3.834,095
TOTAL 3834,09 3.834,095

Maka, dapat diketahui, detail laju alir massa yang masuk kedalam Fermenter Tank
(FT-001) adalah sebagai berikut :
Komponen Aliran 7
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 164.386,442 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 86.037,083 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 3.036,603 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 759,151 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-27
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 50,610 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 13
 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Kultur = 53,804 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Terjadi peningkatan kandungan Protein dan Lemak akibat proses fermentasi yang
terjadi, untuk mengetahui laju alir massa protein dan lemak yang dihasilkan,
dilakukan perhitungan selisih antara laju alir massa protein dan lemak keluaran
fermenter pada aliran 20 dengan laju alir massa fermenter pada aliran 7 dengan
detail perhitungan sebagai berikut
 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = (13.665,121 − 3.036,603) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 10.628,518 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Protein = (3.387,330 − 759,151) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 2.628,179 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-28
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen Aliran 17
 Enzim Pektinolitik
V’ Pektinolitik = 0,015 L
ρ Pektinolitik = 1,25 kg/L
𝑘𝑔⁄
m’ Pektinolitik = 0,015 𝐿 × 1,25 𝐿

= 0,0188 kg

Maka, laju alir massa L.Plantarum yang dibutuhkan dalam proses adalah :
0,0188𝑘𝑔 𝑋 𝑘𝑔
Pektinolitik = 1000 𝑘𝑔
× 511.212,6 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 6,135 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 18
 Air
Air = 2 × 𝑙𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑐ℎ𝑖𝑝 𝑠𝑖𝑛𝑔𝑘𝑜𝑛𝑔

𝑘𝑔⁄
= 2 × 255.004 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 510.008,02 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 19
 Enzim Protease
V’ Protease = 0,015 L
ρ Protease = 1,02 kg/L
𝑘𝑔⁄
m’ Protease = 0,015 𝐿 × 1,02 𝐿

= 0,0153 kg

Maka, laju alir massa L.Plantarum yang dibutuhkan dalam proses adalah :
0,0153 𝑘𝑔 𝑋 𝑘𝑔
Pektinolitik = 1000 𝑘𝑔
× 511.212,6 𝑘𝑔/𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 7,518 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-29
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

b. Komponen Keluar ( Aliran 20 dan Aliran 21)


Komponen keluar pada aliran 20, merupakan beberapa komponen yang nantinya
akan dialirkan ke unit proses selanjutnya. Beberapa perubahan pada aliran 20 dan 21
disebabkan oleh efek yang dihasilkan oleh fermentasi selama 5 hari, seperti yang
dideskripsikan dalam (Lina Ika Kurniati 2012), diantaranya bertambahnya kadar
protein dan lemak, juga berkurangnya kadar karbohidrat dan HCN yang terkandung
dalam singkong. Beberapa perubahan kandungan komponen tersebut dapat dilihat
pada tabel LC.8.

Tabel LC. 8 Perubahan persentase komponen kandungan singkong

Sebelum Sesudah
Komponen
Fermentasi Fermentasi
Protein (%) 1,925 8,577
Lemak (%) 0,651 2,876
Karbohidrat 94,541 55,400
HCN (ppm) 7,500 1,800

Perubahan persentase koponen yang didapat dari literatur tersebut, digunakan


sebagai penentu banyaknya persentase komponen yang hilang atau bertambah pada
peneracaan massa ini. Pengansumsian keluaran aliran 20 dan 21 juga dilakukan
untuk menentukan persentase keluaran dari beberapa komponen tambahan yang
berperan penting pada proses fermentasi, seperti 10% dari massa air yang berasal
dari aliran 18 yang diasumsikan keluar melalui aliran 20, Enzim Pektinolitik dan
Enzim Protease yang diasumsikan keluar melalui aliran 20 sebanyak 80%, Kultur
Mikroba yang terikut keluar pada aliran 20 dengan persentase 85%, dan juga 5%
dari masa NaCl terikut keluar bersama komponen lain di aliran 20.

Komponen Aliran 20
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 80% × 6,135 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-30
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 85% × 53,804 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 80% × 7,518 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 5% × 3.834,095 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 191,705 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = (164.386,442 + (510.008,024 × 10%) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 215.387,24 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
Diketahui:
Sebelum Setelah Persentase
% Karbohidrat Fermentasi Fermentasi Perubahan
94,541 55,400 41,401

𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 86.037,083 − (86.037,083 × 41,401%) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-31
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
Diketahui:
Sebelum Setelah Persentase
% Protein Fermentasi Fermentasi Perubahan
1,925 8,577 345,58

𝑘𝑔⁄
Protein = 3.036,603 + (3.036,603 × 345,58%) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
Diketahui:
Sebelum Setelah Persentase
% Lemak Fermentasi Fermentasi Perubahan
0,651 2,878 341,78

𝑘𝑔⁄
Lemak = 759,151 + (759,151 × 341,78%) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-32
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 HCN
Diketahui:
Sebelum Setelah Persentase
% HCN Fermentasi Fermentasi Perubahan
7,5 1,8 76

𝑘𝑔⁄
HCN = 50,610 − (50,610 × 76%) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 16,588 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 21
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 20% × 6,135 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,227 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 15% × 53,804 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 8,065 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 20% × 7,518 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,504 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-33
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 95% × 3.834,095 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3.642,39 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 90% × 510.008,024 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 459.007,22 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = (86.037,083 − 50.920,974) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 35.116,109 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = (50,610 − 16,588) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 34,022 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Untuk mengetahui peneracaan massa dapat dilihat pada tabel LC.9.

Tabel LC. 9 Neraca Massa Tangki Fermenter (FT-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch
Aliran 7 Aliran 13 Aliran 17 Aliran 18 Aliran 19 Aliran 16 Aliran 20 Aliran 21
Pektinolitik - - 6,135 - - - 4,908 1,227
Kultur Mikroba - 53,804 - - - - 45,739 8,065
Protease - - - - 7,518 - 6,014 1,504
NaCl - - - - - 3.834,095 191,705 3.642,390
Air 164.386,44 - - 510.008,024 - - 215.387,244 459.007,222
Fosfor 101,220 - - - - - 101,220 -
Karbohidrat 86.037,083 - - - - - 50.920,974 35.116,109
Kalsium 83,507 - - - - - 83,507 -
Protein 3.036,603 10.628,51 - - - - 13.665,121 -
Besi 1,771 - - - - - 1,771 -
Lemak 759,151 2.628,17 - - - - 3.387,330 -

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-34
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Vitamin B1 0,025 - - - - - 0,025 -


HCN 50,610 - - - - - 16,588 34,022
Phytates 546,589 - - - - - 546,589 -
Tanin 1,012 - - - - - 1,012 -
Pengotor - - - - - - - -
TOTAL 255.004,01 13.310,50 6,135 510.008,024 7,518 3.834,095 284.359,74 497.810,538
TOTAL 782.170,285 782.170,285

C.1.5. Washer Pit 2 (WP-002)


Fungsi : Membersihkan sisa mikroba, enzim, dan NaCl yang
masih menempel pada chip singkong keluaran
Fermenter (FT-001).

Kondisi Operasi : Temperatur 30ºC.

Gambar LC. 5 Washer Pit II (WP-002)

a. Komponen Masuk (Aliran 20 dan Aliran 22)


Komponen masuk aliran 20 merupakan slurry singkong yang berasal dari keluaran
mesin Fermenter Tank (FT-001) dengan massa aliran sebesar 284.395,747 kg/batch.
Sedangkan pada aliran 22 merupakan air pencuci yang diasumsikan memiliki laju
alir masa masuk sebesar 1 : 2 dengan laju alir massa slurry singkong yag masuk,
maka laju alir massa air yang masuk ke Washer Pit II (WP-002) sebesar
142.179,873 kg/batch.
Komponen Aliran 20
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-35
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 191,705 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = (215.387,24 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-36
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 16,588 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 22
 Air
Air = 0,5 × 𝑙𝑎𝑗𝑢 𝑎𝑙𝑖𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐹𝑒𝑒𝑑 𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘 (𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 20) (Asumsi)
𝑘𝑔⁄
= 0,5 × 284.359,747 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 142.179,873 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar ( Aliran 23 dan Aliran 24)


Komponen keluar pada aliran 24 merupakan hasil asumsi dari persentase banyaknya
komponen tambahan yang harus dikeluarkan melalui aliran 24, seperti 95% dari
massa air yang masuk dari aliran 22 dan juga 95% dari massa NaCl yang terdapat
pada aliran 16. Sedangkan pada aliran 23, merupakan selisih dari persentase
komponen yang harus dikeluarkan melalui aliran 24 dan juga komponen komponen
lain yang diasumsikan tidak mengalami pengurangan (persentasenya tetap) yang
kemudian dapat melalui tahapan unit proes selanjutnya,
Komponen Aliran 23
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-37
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 5% × 191,705 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = (215.387,24 + (142.179,873 × 5%)) 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 222.496,238 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-38
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 16,588 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 24
 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 95% × 191,705 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 182,119 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 95% × 142.179,873 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 135.070,880 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Tabel LC. 10 Neraca Massa Washer Pit 2 (WP-002)

Masuk Keluar
Komponen kg/Batch kg/Batch
Aliran 20 Aliran 22 Aliran 23 Aliran 24
Pektinolitik 4,908 - 4,908 -
L.Plantarum 45,739 - 45,739 -
Protease 6,014 - 6,014 -
NaCl 191,705 - 9,585 182,119
Air 215.387,244 142.179,873 222.496,238 135.070,880
Fosfor 101,220 - 101,220 -
Karbohidrat 50.920,974 - 50.920,974 -
Kalsium 83,507 - 83,507 -

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-39
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Protein 13.665,121 - 13.665,121 -


Besi 1,771 - 1,771 -
Lemak 3.387,330 - 3.387,330 -
Vitamin B1 0,025 - 0,025 -
HCN 16,558 - 16,588 -
Phytates 546,589 - 546,589 -
Tanin 1,012 - 1,012 -
TOTAL 284.359,747 142.179,873 291.286,621 135.252,999
TOTAL 426.539,620 426.539,620

C.1.6. Separator Sentrifugal (SS-001)


Fungsi : Memisahkan air dari chip singkong.
Kondisi Operasi : 30ºC.

Gambar LC. 6 Separatot Sentrifugal (SP-001)

a. Komponen Masuk (Aliran 23)


Komponen masuk aliran 23 merupakan slurry singkong basah keluaran dari Washer
Pit II (WP-002). Massa yang masuk dari slurry singkong aliran 23 ini adalah sebesar
291.286,621 kg/batch.
Komponen Aliran 23
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-40
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 222.496,238 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 16,588 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-41
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar ( Aliran 25 dan Aliran 26)


Komponen keluaran aliran 19 merupakan chip-chip singkong yang terpisah
sebanyak 75% dari total air yang terkandung dalam slurry singkong selama
perendaman. Nilai dari kadar HCN yang alaminya terdapat dalam singkong juga
berkurang sebanyak 6%. Sedangkan pada aliran 20, merupakan persentase
komponen yang dibuang dan merupakan selisih dari komponen keluaran aliran 19.
Komponen Aliran 25
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 25% × 222.496,238 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 55.624,059 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-42
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 94% × 16,588 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 15,593 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 26
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 75% × 222.496,238 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 166.872,178 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-43
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 6% × 16,588 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,995 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Tabel LC. 11 Neraca Massa Separator Sentrifugal (SP-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/batch kg/batch
Aliran 23 Aliran 25 Aliran 26
Pektinolitik 4,908 4,908 -
L.Plantarum 45,739 45,739 -
Protease 6,014 6,014 -
NaCl 9,585 9,585 -
Air 222.496,238 55.624,059 166.872,178
Fosfor 101,220 101,220 -
Karbohidrat 50.920,974 50.920,974 -
Kalsium 83,507 83,507 -
Protein 13.665,121 13.665,121 -
Besi 1,771 1,771 -
Lemak 3.387,330 3.387,330 -
Vitamin B1 0,025 0,025 -
HCN 16,588 15,593 0,995
Phytates 546,589 546,589 -
Tanin 1,012 1,012 -
TOTAL 291.286,621 124.413,447 -
TOTAL 291.286,621 291.286,621

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-44
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

C.1.7. Screw Press (SP-001)


Fungsi : Mengurangi sisa air yang masih terkandung dalam
singkong.
Kondisi Operasi : 30ºC.

Gambar LC. 7 Rotary Dryer (RD-001)


a. Komponen Masuk (Aliran 25)
Komponen masuk aliran 25 merupakan slurry singkong keluaran separator
sentrifugal yang memiliki laju alir massa sebesar 124.413,447 kg/batch.
Komponen Aliran 25
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 55.624,059 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-45
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 15,593 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar ( Aliran 27 dan Aliran 28)


Komponen yang keluar pada aliran 27 diasumsikan sebanyak 20% dari kandungan
air, 94% dari kandungan HCN, dan beberapa komponen lainnya yang tidak terbawa
keluar ke aliran 28 yang kemudian akan dialirkan ke unit proses selanjutnya.
Adapun pada aliran 28, merupakan komponen dari persentase air dan HCN yang
diasumsikan terbuang melalui aliran 28.

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-46
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen Aliran 27
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 20% × 55.624,059 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 11.124,812 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-47
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 94% × 15,593 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 14,657 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 28
 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 80% × 55.624,059 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 44.499,248 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 6% × 15,593 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,936 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-48
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tabel LC. 12 Neraca Massa Screw Press (SP-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/batch kg/batch
Aliran 25 Aliran 27 Aliran 28
Pektinolitik 4,908 4,908 -
L.Plantarum 45,739 45,739 -
Protease 6,014 6,014 -
NaCl 9,585 9,585 -
Air 55.624,059 11.124,812 44.499,248
Fosfor 101,220 101,220 -
Karbohidrat 50.920,974 50.920,974 -
Kalsium 83,507 83,507 -
Protein 13.665,121 13.665,121 -
Besi 1,771 1,771 -
Lemak 3.387,330 3.387,330 -
Vitamin B1 0,025 0,025 -
HCN 15,593 14,657 0,936
Phytates 546,589 546,589 -
Tanin 1,012 1,012 -
TOTAL 124.413,447 79.913,264 44.500,183
TOTAL 124.413,447 124.413,447

C.1.8. Rotary Dryer (RD-001)


Fungsi : Menguapkan sisa air yang masih terkandung dalam
slurry singkong hingga mencapai kadar air tertentu.
Kondisi Operasi : 120ºC.

Gambar LC. 8 Rotary Dryer (RD-001)

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-49
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

a. Komponen Masuk (Aliran 27 dan Aliran 29)


Komponen masuk aliran 27 merupakan chip singkong keluaran Screw Press I (SP-
001) yang nantinya akan dimasukkan kedalam rotary dryer (RD-001) untuk
dikeringkan mencapai kondisi kadar air sebesar 5% (Maksimum kadar air yang
diizinkan 13%). adapun besarnya massa aliran singkong pada aliran 27 adalah
sebesar 79.913,264 kg/batch. Sedangkan pada aliran 29 merupakan udara panas
masuk yang digunakan untuk mengeringkan singkong dan membawa komponen air
hingga kandungan air dalam singkong mencapai kadar 5%, besarnya massa aliran
udara panas yang masuk pada aliran 29 adalah sebesar 185.400,93 kg/batch.
Komponen Aliran 27
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 11.124,812 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-50
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 14,657 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 29
 Udara Panas
𝑘𝑔⁄
Udara Panas = 185.401 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar ( Aliran 30 dan Aliran 31)


Komponen yang keluar pada aliran 30 merupakan sisa dari HCN yang menguap,
komponen air sebanyak 5% dari keseluruhan air yang terkandung dalam singkong,
dan juga beberapa komponen lain yang tetap bertahan untuk dapat melewati proses
ke unit selanjutnya. Adapun pada aliran 31, merupakan komponen dari persentase
air dan HCN yang dibiarkan menguap dan keluar terbawa oleh udara, yaitu sebesar
25% dari kandungan air dan 20% dari kandungan HCN.

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-51
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen Aliran 30
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 75% × 11.124,812 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 8.343,609 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-52
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 80% × 14,657 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 11,726 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 31
 Udara Panas
𝑘𝑔⁄
Udara Panas = 185.401 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 25% × 11.124,812 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 2.781,203 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 20% × 14,657 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 2,931 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-53
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tabel LC. 13 Neraca Massa Rotary Dryer (RD-001)

Masuk Keluar
Komponen kg/batch kg/batch
Aliran 27 Aliran 29 Aliran 30 Aliran 31

Udara Panas - 185.401 185.401

Pektinolitik 4,908 - 4,908 -


L.Plantarum 45,739 - 45,739 -
Protease 6,014 - 6,014 -
NaCl 9,585 - 9,585 -
Air 55.624,059 - 8.343,609 2.781,203
Fosfor 101,220 - 101,220 -
Karbohidrat 50.920,974 - 50.920,974 -
Kalsium 83,507 - 83,507 -
Protein 13.665,121 - 13.665,121 -
Besi 1,771 - 1,771 -
Lemak 3.387,330 - 3.387,330 -
Vitamin B1 0,025 - 0,025 -
HCN 15,593 - 11,726 2,931
Phytates 546,589 - 546,589 -
Tanin 1,012 - 1,012 -
TOTAL 79.913,264 185.400,93 77.129,130 188.185,066

TOTAL 265.314,196 265.314,196

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-54
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

C.1.9. Hammer Mill (HM-001)


Fungsi : Menghancurkan chip singkong kering menjadi tepung
singkong.
Kondisi Operasi : 30 ºC.

Gambar LC. 9 Hammer Mill (HM-001)

a. Komponen Masuk (Aliran 30 dan Aliran 34)


Komponen masuk aliran 30 merupakan chip singkong kering keluaran Rotary Dryer
I (RD-001) yang akan dihancurkan menjadi tepung singkong didalam Hammer Mill
I (HM-001) hingga mencapai ukuran yang telah ditentukan. Adapun besarnya massa
aliran singkong pada aliran 30 adalah sebesar 77.129,130 kg/batch. Sedangkan pada
aliran 34 merupakan aliran recycle dari tepung singkong over size yang tidak lolos
pada proses pengayakan di Rotary Sifter (RS-001). Besarnya laju alir massa recycle
di aliran 34 tersebut adalah 1.542,583 kg/batch.
Komponen Aliran 30
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 8.343,609 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-55
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 11,726 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 34
 Recycle (Keluaran Rotary Sifter)
𝑘𝑔⁄
Recycle = 1.542,583 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-56
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

b. Komponen Keluar (Aliran 32)


Komponen yang keluar pada aliran 32 merupakan chip singkong yang telah
dihancurkan menjadi tepung singkong didalam Hammer Mill I (HM-001) yang
kemudian akan dialirkan ke Rotary Sifter I (RS-001). Laju alir massa tepung
singkong keluaran Hammer Mill I (HM-001) adalah sebesar 78.671,712 kg/batch.
Adapun peneracaan massa pada unit Hammer Mill I (HM-001) dapat dilihat pada
tabel LC.13 dibawah ini.
Komponen Aliran 32
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 8.343,609 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-57
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 11,726 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Recycle (Keluaran Rotary Sifter)


𝑘𝑔⁄
Recycle = 1.542,583 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-58
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tabel LC. 14 Neraca Massa Hammer Mill (HM-001)


Masuk Keluar
Komponen kg/batch kg/batch
Aliran 30 Aliran 34 Aliran 32
Pektinolitik 4,908 - 4,908
L.Plantarum 45,739 - 45,739
Protease 6,014 - 6,014
NaCl 9,585 - 9,585
Air 8.343,609 - 8.343,609
Fosfor 101,220 - 101,220
Karbohidrat 50.920,974 - 50.920,974
Kalsium 83,507 - 83,507
Protein 13.665,121 - 13.665,121
Besi 1,771 - 1,771
Lemak 3.387,330 - 3.387,330
Vitamin B1 0,025 - 0,025
HCN 11,726 - 11,726
Phytates 546,589 - 546,589
Tanin 1,012 - 1,012
Recycle - 1.542,583 1.542,583
TOTAL 77.129,130 1.542,583 78.671,712
TOTAL 78.671,712 78.671,712

C.1.10. Rotary Sifter (RS-001)


Fungsi : Mengayak sekaligus menyeleksi ukuran butiran tepung
singkong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
Kondisi Operasi : 30 ºC.

Gambar LC. 10 Rotary Sifter (RS-001)

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-59
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

a. Komponen Masuk (Aliran 32)


Komponen masuk aliran 32 merupakan tepung singkong keluaran Hammer Mill I
(HM-001) yang akan diayak dan diseleksi ukuran butirannya sesuai dengan ukuran
yang telah ditentukan. Adapun besarnya massa aliran singkong pada aliran 32
adalah sebesar 77.129,130 kg/batch.
Komponen Aliran 32
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 8.343,609 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-60
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 11,726 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

b. Komponen Keluar (Aliran 33 dan Aliran 34)


Komponen yang keluar pada aliran 34 merupakan butiran tepung singkong yang
tidak lolos pada proses pengayakan karena ukurannya yang terlalu besar, sehingga
butiran tepung tersebut perlu dikembalikan (di recycle) ke Hammer Mill I (HM-
001) untuk dihancurkan kembali agar memiliki ukuran yang sesuai dan bisa
dialirkan ke proses selanjutnya. Pada peneracaan massa di unit ini, diasumsikan
jumlah butiran tepung singkong yg dikembalikan ke Hammer Mill I (HM-001)
sejumlah 2% dari keseluruhan bobot tepung singkong yang masuk Rotary Sifter I
(RS-001). Adapun laju alir massa tepung singkong yang keluar melalui aliran 34
adalah sebesar 1.542,583kg/batch. Sedangkan pada keluaran aliran 33, merupakan
butiran tepung singkong yang lolos proses pengayakan di unit Rotary Sifter I (RS-
001), dengan laju alir massa sebesar 75.586,547 kg/batch yang untuk selanjutnya
akan dialirkan ke silo produk

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-61
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen Aliran 33
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 98% × 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 4,809 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 98% × 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 44,824 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 98% × 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 5,894 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 98% × 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 9,394 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 98% × 8.343,609 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 8.176,737 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 98% × 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 99,196 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-62
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 98% × 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 59.902,555 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 98% × 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 81,836 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 98% × 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 13.391,819 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 98% × 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,736 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 98% × 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 3.319,583 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 98% × 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,0248 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-63
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 98% × 11,726 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 11,491 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 98% × 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 535,657 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 98% × 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,992 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Komponen Aliran 33
 Enzim Pektinolitik
𝑘𝑔⁄
Pektinolitik = 2% × 4,908 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,098 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kultur Mikroba
𝑘𝑔⁄
Mikroba = 2% × 45,739 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,915 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Enzim Protease
𝑘𝑔⁄
Protease = 2% × 6,014 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,120 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-64
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 NaCl
𝑘𝑔⁄
NaCl = 2% × 9,585 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,192 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Air
𝑘𝑔⁄
Air = 2% × 8.343,609 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 166,872 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Fosfor
𝑘𝑔⁄
Fosfor = 2% × 101,220 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 2,024 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Karbohidrat
𝑘𝑔⁄
Karbohidrat = 2% × 50.920,974 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1.018,419 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Kalsium
𝑘𝑔⁄
Kalsium = 2% × 83,507 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 1,670 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Protein
𝑘𝑔⁄
Protein = 2% × 13.665,121 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 273,302 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-65
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

 Besi
𝑘𝑔⁄
Besi = 2% × 1,771 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,035 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Lemak
𝑘𝑔⁄
Lemak = 2% × 3.387,330 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 67,747 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Vitamin B1
𝑘𝑔⁄
Vitamin B1 = 2% × 0,025 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,001 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 HCN
𝑘𝑔⁄
HCN = 2% × 11,726 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,235 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Phytates
𝑘𝑔⁄
Phytates = 2% × 546,589 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 10,932 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

 Tanin
𝑘𝑔⁄
Tanin = 2% × 1,012 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

𝑘𝑔⁄
= 0,020 𝑏𝑎𝑡𝑐ℎ

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-66
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Tabel LC. 15 Neraca Massa Rotary Sifter (RS-001)


Masuk Keluar
Komponen kg/batch kg/batch
Aliran 32 Aliran 33 Aliran 34
Pektinolitik 4,908 4,809 0,098

L.Plantarum 45,739 44,824 0,915

Protease 6,014 5,894 0,120

NaCl 9,585 9,394 0,192

Air 8.343,609 8.176,737 166,872

Fosfor 101,220 99,196 2,024

Karbohidrat 50.920,974 49.902,555 1.018,419

Kalsium 83,507 81,836 1,670

Protein 13.665,121 13.391,819 273,302

Besi 1,771 1,736 0,035

Lemak 3.387,330 3.319,583 67,747

Vitamin B1 0,025 0,025 0,001

HCN 11,726 11,491 0,235

Phytates 546,589 535,657 10,932

Tanin 1,012 0,992 0,020

Recycle - - -
TOTAL 77.129,130 75.586,547 1.542,583

TOTAL 77.129,130 77.129,130

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-67
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

C.2. Neraca Energi

C.2.1. Rotary Dryer


Fungsi : Untuk mengurangi kandungan air yang terdapat pada chip
singkong hasil fermentasi hingga mencapai kadar yang telah
ditentukan.

T bahan masuk (Ts1) = 30°C = 303 K = 86°F


T bahan keluar (Ts2) = 55°C = 328 K = 131°F
T udara masuk (Tg2) = 120°C = 393 K = 248°F

Menentukan % Relatif Humiditas


Diambil suhu bola kering (dry bulb) = 30°C (86°F)
Temperaturdry bulb di Indonesia = 30°C
Pa (tekanan uap parsial) = 2,97 kPa
Pas (tekanan uap saturasi) = 4,24 kPa
𝑃𝑎
%HR = 𝑃𝑎𝑠 × 100% (Sumber: Psychrometric Chart, Perry. Hlm12-6)

% Relatif Humiditas (HR) = 70%


Kelembaban (Hg) = 0,02 lb air/lb udara kering

Menentukan Temperatur Bola Basah Udara (Twb)


ℎ𝐺
HW − HG = 29∙𝜆 (𝑇𝐺 − 𝑇𝑊 ) (Pers. 8-29 Banchero, 1998:383)
𝑤 ∙𝑘𝐺

Dimana:
HW = Humidity pada temperatur wet bulb (udara keluar), lbm air/lbm udara kering
HG = Humidity pada temperatur dry bulb (udara masuk), lbm air/lbm udara kering
hG = Koefisien perpindahan panas dari gas ke permukaan yang terbasahi
λW = Entalpi pada temperatur wet bulb, Btu/lb
Tg = Temperatur dry bulb, °F
Tw = Temperatur wet bulb, °F
kG = Koefisien perpindahan massa dari gas ke permukaan yang terbasahi.
Persamaan diatas hanya berlaku untuk udara yang memiliki berat molekul 29 dan
tekanan 1 atm, untuk persamaan umum maka angka 29 diganti MG dan tekanan 1 atm
menjadi P. Maka persamaan menjadi:

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-68
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

hG 1
WW − WG = (K )( ) × (TG − TW ) (Pers. 8-30 Banchero,1988 : 384)
G ∙MG ∙P λW

Dari tabel 8.1 Badgler Banchero pengukuran wet bulb sistem udara-air diperoleh:
hG
= 0,26
K G ∙ MG ∙ P
0,26
sehingga, WW − WG = × (TG − TW )
λW

Tw dapat dicari dengan cara trial, sebagai berikut:


Dipilih Tw = 53°C (127,40°F)
Pada Tw = 53°C , diperoleh:
Wg = 0,02 lb air/lb udara kering
λw = 2.375,70 kJ/kg (1.021,37 Btu/lbm) (Sumber: McGRAW-HILL.
Introduction to Chemical Engineering Thermodinamics(App.F
Steam Table))
Ww = 0,05 lb air/lb udara kering (Fig 9.3-2 Geankoplis,1993)
0,26
WW − WG = × (TG − TW )
λW
0,26
0,05 − 0,02 = × (248 − 127,40)
1.021,37
0,03 = 0,03

Maka dari persamaan diatas dapat diperoleh bahwa,


Tw = 53°C = 127,40°F

Menentukan Suhu Keluaran Dryer (Tg1)


Ditetapkan kisaran NTU = 1,5 – 2,5 (Perry‟s, Hlm:20-23)
Jika NTU diambil = 2,5
Maka, suhu udara keluaran dryer (Tg1):
Tg2 − Tw
NTU = ln ( )
Tg1 − Tw
120 − 53
2,5 = ln ( )
Tg1 − 53
𝑇𝑔1 = 58,50 ℃ = 137,30℉

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-69
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Menentukan Panas yang Diperlukan (ΔH)


ΔH = ΔH1+ΔH2 303-298

1. Panas untuk menaikkan suhu umpan (ΔH1)


𝑇
H = 𝑛 ∫𝑇 𝑖𝑛 𝐶𝑝 𝑑𝑇
𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛

𝐵 𝐶
H = 𝑛 × (𝐴 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 )) + ( (3933 − 3033 ))
2 3

a. HPektinolitik
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 0,000098 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 2,114 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 33)℃

𝐻 = 0,0187 𝑘𝑗

b. HKultur Mikroba
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 0,000004 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 4,923 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 0,0016 𝑘𝑗

c. HProtease
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 0,000120 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 2,114 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 0,0229 𝑘𝑗

d. HNaCl
0,03 0,00
𝐻 = 0,164 × (41,29 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 )) + ( (3933 − 3033 ))
2 3

𝐻 = 1508,858 𝑘𝑗

e. HAir
−0,039953
𝐻 = 618,045 × (92,05 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 ))
2

−0,00021103 0,00000053469
+( (3933 − 3033 )) + ( (3934 − 3034 ))
3 4

𝐻 = 5.118.859,286 𝑘𝑗

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-70
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

f. HFosfor
0,01 0,00
𝐻 = 3,278 × (20,08 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 )) + ( (3933 − 3033 ))
2 3

𝐻 = 6.012,75 𝑘𝑗

g. HKarbohidrat
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 148,761 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 1,586 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 21.234,180 𝑘𝑗

h. HKalsium
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 2,084 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 0,630 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 118,140 𝑘𝑗

i. HProtein
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 2,102 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 1,765 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 333,995 𝑘𝑗

j. HBesi
−0,02 0,00
𝐻 = 0,0317 × (26,75 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 )) + ( (3933 − 3033 ))
2 3

𝐻 = −5,678 𝑘𝑗

k. HLemak
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 1,884 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 10,105 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 1.712,976 𝑘𝑗

l. HVitamin B1
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 0,000095 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 9987 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 85,717 𝑘𝑗

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-71
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

m. HHCN
0,04 −0,00
𝐻 = 0,542 × (25,77 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 )) + ( (3933 − 3033 ))
2 3

−0,00 0,00
+( (3934 − 3034 )) + ( (3935 − 3035 ))
4 5

𝐻 = 1.506,549 𝑘𝑗

n. HPhytates
𝑘𝑗⁄
𝐻 = 0,828 𝑘𝑚𝑜𝑙 × 10.920 𝑘𝑚𝑜𝑙 ∙ ℃ × (120 − 30)℃

𝐻 = 813.920,003 𝑘𝑗

o. HTanin
0,13 0,00
𝐻 = 18,45 × (26,75 (393 − 303)) + ( (3932 − 3032 )) + ( (3933 − 3033 ))
2 3

𝐻 = 854,157 𝑘𝑗

ΔH1 = HPektinolitik + HKulturMikroba + HProtease + HNaCl + HAir + HFosfor +


HKarbohidrat + HKalsium + HProtein + HBesi + HLemak + HVitaminB1 + HHCN
+ HPhytate + HTanin
= (0,0187 + 0,0016 + 0,0229 + 1508,858 + 5.118.859,286 +
6.012,75 + 21.234,180 + 118,140 + 333,995 + (−5,678) +
1.712,976 + 85,717 + 1.506,549 + 813.920,003
+ 854,157) 𝑘𝑗
= 5.966.140,940 kJ/batch

2. Panas Laten dari Padatan (ΔH2)


Digunakan H evaporasi pada kondisi:
T = 120°C = 393 K
Hevap = 2.202,2 kJ/kg
Massa air = 2.781,2 kg/batch

ΔH2 = Hevap x Massa air


= 2.202,2 kJ/jg x 2.718,2 kg/batch
= 6.124.769,189 kJ/batch

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-72
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Jadi, jumlah panas yang dipertukarkan adalah sebesar :


ΔH = ΔH1 + ΔH2
= (5.966.140,940 + 6.124.769,189) kJ/batch
= 12.090.906,119 kJ/ batch
= 11.459.967,419 Btu/ batch

Menentukan Jumlah Udara Masuk (Mg)

Panas humiditas udara masuk (CS1)


CS1 = 0,240 + (0,45 x WG1)
= 0,240 + (0,45 x 0,02)
𝐵𝑡𝑢
= 0,25 ℉∙𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔

Jumlah udara masuk :


∆𝐻
Mg = (1+ 𝑊𝐺1 )×𝐶𝑆1 (𝑇𝐺2 −𝑇𝐺1 )
11.459.967,419
= (1+ 0,02)×0,25 × (248−137,30)

= 408.738,603 𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔⁄batch

= 185.401 𝑘𝑔 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔⁄batch

Menentukan Panas Total Masuk Dryer (Hin)


T bahan masuk (Ts1) = 30°C = 303 K = 86°F
T udara masuk (Tg2) = 120°C = 393 K = 248°F
Tref = 25°C = 298 K = 77°F

𝑇
ΔHin = 𝑛 ∫𝑇 𝑖𝑛 𝐶𝑝 𝑑𝑇
𝑟𝑒𝑓

𝐵 𝐶
= 𝑛 × (𝐴 (303 − 298)) + ( 2 (3032 − 2982 )) + (3 (3033 − 2983 ))

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-73
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen m n CpdT H
Aliran 27 (kg/ batch) (kmol) (kJ/kmol) kJ/ batch
Pektinolitik 4,91 0,000098 2,114 0,001
L.Plantarum 45,74 0,000004 4,923 0,000
Protease 6,01 0,000120 2,114 0,001
NaCl 9,59 0,164 250,671 41,073
Air 11124,81 618,045 304,953 188.474,777
Fosfor 101,22 3,278 117,917 386,591
Karbohidrat 50920,97 148,761 1,586 1.179,677
Kalsium 83,51 2,084 0,630 6,563
Protein 13665,12 2,102 1,765 1.097,915
Besi 1,77 0,032 127,957 4,062
Lemak 3387,33 1,884 10,105 95,165
Vitamin B1 0,03 0,000095 9.987,000 4,762
HCN 14,66 0,542 179,927 97,566
Phytates 546,59 0,828 10.920,000 45.217,778
Tanin 1,01 0,000714 254,694 0,182
Total 236.606,114

HUdara = MG x CS1 x (TG2 – Tref)


𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝐵𝑡𝑢
= 408.738,603 x 0,25℉ 𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 x (248-77)℉
𝑗𝑎𝑚

= 17.372.228,536 𝐵𝑡𝑢⁄batch
𝑘𝐽⁄
= 18.328.672,030 batch

ΔH = HinBahan + HUdara
= (236.606,114 + 18.328.672,030) kJ/ batch
= 18.565.278,144 kJ/ batch

Menentukan Panas Total Keluar Dryer (Hout)


T bahan keluar (Ts2) = 55°C = 328 K = 131°F
Tref = 25°C = 298 K = 77°F

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-74
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Komponen m N CpdT H
Aliran 27 (kg/ batch) (kmol) (kJ/kmol) kJ/ batch
Pektinolitik 4,908 0,0000982 2,114 0,006
L.Plantarum 45,739 0,0000036 4,923 0,001
Protease 6,014 0,0001203 2,114 0,008
NaCl 9,585 0,164 1.513,396 247,970
Air 8.343,609 463,534 2.258,731 1.046.998,241
Fosfor 101,220 3,278 711,148 2.331,491
Karbohidrat 50.920,974 148,761 1,586 7.078,060
Kalsium 83,507 2,084 0,630 39,380
Protein 13.665,121 2,102 1,765 111,318
Besi 1,771 0,032 770,889 24,472
Lemak 3.387,330 1,884 10,105 3.063,573
Vitamin B1 0,025 0,0000954 9.987 28,572
HCN 11,726 0,434 1.090,671 473,136
Phytates 546,589 0,828 10.920 271.306,668
Tanin 1,012 0,0007137 1.558,635 1,112
Total 1.331.704,009

Komponen m N CpdT H
Aliran 31 (kg/ batch) (kmol) (kJ/kmol) kJ/ batch
HCN 2,931 0,108 1.219,625 132,269
Udara 185.400,932 6.403,956 977,037 6.256.900,624
Air di Udara 2.781,203 154,511 1.128,655 174.389,853
Total 6.431.290,478

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-75
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Humiditas Udara Keluar (WG2) :


𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑢𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛
WG2 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘
+ 𝑊𝐺1
2.718,203 𝑘𝑔 𝑙𝑏 𝑎𝑖𝑟
= 185.401𝑘𝑔
+ 0,02 𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
𝑙𝑏 𝑎𝑖𝑟
= 0,03𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔

Panas Humiditas Masuk (CS2)


CS2 = 0,24 + (0,45 x WG2) (Pers. 8.20 Banchero)
𝑙𝑏 𝑎𝑖𝑟
= 0,24 + (0,45 x 0,03 )
𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
𝐵𝑡𝑢
= 0,26℉∙𝑙𝑏 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔

HUapAir = ΔHin – (HUdaraOut + HBahanOut)


= 18.565.278,144 – (1.331.704,009 + 6.431.290,478)
= 10.802.283,658 kJ/ batch

Neraca Energi Rotary Dryer (RD-001)


Komponen Masuk (kJ/ batch) Keluar (kJ/ batch)
Aliran 27 Aliran 29 Aliran 30 Aliran 31
Bahan masuk 236.606,114 - - -
Udara masuk - 18.328.672,030 - -
Bahan keluar - - 1.331.704,009 -
Udara keluar - - - 6.431.290,478
Uap air - - - 10.802.283,658
Sub Total 236.606,114 18.328.672,030 1.331.704,009 17.233.574,135
Total 18.565.278,144 18.565.278,144

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-76
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

C.2.2. Air Heater


Fungsi : Untuk menaikkan temperatur udara sebelum memasuki Rotary
Dryer (RD-001) dari 30°C menjadi 120°C.

Kondisi Operasi Aliran Panas Udara Masuk (Hin)


Tmasuk = 30°C = 303 K
Tref = 25°C = 298 K
Cp udara = 0,25 kkal/kg°C
HIn = mg x Cp x dT
𝑘𝑔 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑘𝑘𝑎𝑙
= 185.401 batch
x 0,25𝑘𝑔∙℃ x (30 – 25)°C

= 235.459,184 kkal/ batch


= 985.820,338 kJ/ batch

Kondisi Operasi Aliran Panas Udara Keluar (Hout)


Tkeluar = 120°C = 393 K
Tref = 25°C = 298 K
Cp udara = 0,25 kkal/kg°C

HOut = mg x Cp x dT
𝑘𝑔 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑘𝑘𝑎𝑙
= 185.401 x 0,25𝑘𝑔∙℃ x (120 – 25)°C
batch

= 4.473.724,491 kkal/ batch


= 18.730.586,426 kJ/ batch

Menghitung kebutuhan steam di Air Heater


QPemanas = HOut - HIn
= (18.730.586,426 - 985.820,338) kJ/ batch
= 17.744.766,088 kJ/ batch

Kebutuhan fluida panas yang berfungsi sebagai pemanas yaitu saturated steam pada
steam table dengan kondisi:
T = 150°C
P = 476 kPa
Hevap = 2113,20 kJ/kg

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-77
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Neraca Energi pada Air Heater


Komponen Input (kJ/ batch) Output (kJ/ batch)
Panas udara in 985.820,34 -
Panas udara out - 18.730.586,43
Q pemanas 17.744.766,09 -
Total 18.730.586,43 18.730.586,43

C.2.3. Water Heater


Fungsi : Untuk menaikkan temperatur air sebelum memasuki Washer
Pit I (WP-001) dari 30°C menjadi 60°C.

Kondisi Operasi Aliran Panas Udara Masuk (Hin)


Tmasuk = 30°C = 303 K
Tref = 25°C = 298 K
mAir = 125.859,394 kg
125.859,394 kg
nAir = 𝑘𝑔
18 ⁄𝑘𝑚𝑜𝑙

= 6.992,189 kmol
−0,039953
HIn = 6.992,189 × (92,05 (303 − 298)) + ( (3032 − 2982 ))
2

−0,00021103 0,00000053469
+( (3033 − 2983 )) + ( (3034 − 2984 ))
3 4

= 2.132.289,642 𝑘𝐽⁄batch

Kondisi Operasi Aliran Panas Udara Keluar (Hout)


Tkeluar = 120°C = 333 K
Tref = 25°C = 298 K
mAir = 125.859,394 kg
125.859,394 kg
nAir = 𝑘𝑔
18 ⁄𝑘𝑚𝑜𝑙

= 6.992,189 kmol
−0,039953
HOut = 6.992,189 × (92,05 (333 − 298)) + ( (3332 − 2982 ))
2

−0,00021103 0,00000053469
+( (3333 − 2983 )) + ( (3334 − 2984 ))
3 4

= 14.297.003,00 𝑘𝐽⁄batch

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
LAMPIRAN C – NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI LC-78
Pra-rancangan Pabrik Pati Singkong Termodifikasi
Dengan Kapasitas Produksi 150.000 Ton/Tahun

Menghitung kebutuhan steam di Air Heater


QPemanas = HOut - HIn
= (14.297.003,00 - 2.132.289,642) kJ/ batch
= 12.164.713,353 kJ/ batch

Kebutuhan fluida panas yang berfungsi sebagai pemanas yaitu saturated steam pada
steam table dengan kondisi:
T = 150°C
P = 476 kPa
Hevap = 2113,20 kJ/kg

Neraca Energi pada Air Heater


Komponen Input (kJ/ batch) Output (kJ/ batch)
Panas udara in 2.132.289,642 -
Panas udara out - 14.297.002,995
Q pemanas 12.164.713,353 -
Total 14.297.002,995 14.297.002,995

Program Studi Teknik Kimia Nisya Oktarinasiwi (1141400016)


INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

Beri Nilai