Anda di halaman 1dari 9

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN


DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

UNDANG-UNDANG
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNSOED

NOMOR: //DLM-FP/XI/2017

Tentang

TATA CARA PELAKSANAAN PENGAWASAN BEM KEMA FAPERTA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Menimbang :

a. Bahwa pengawasan adalah salah satu fungsi Dewan Legislatif Mahasiswa Universitas

Jenderal Soedirman yang dilakukan untuk memonitoring setiap kebijakan yang

dikeluarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal

Soedirman.

b. Bahwa diperlukan mekanisme yang jelas saat melakukan pengawasan terhadap Badan

Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan yang dimaksud pada point (a) dan point (b) perlu

dibentuk Undang-Undang tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan Badan Eksekutif

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.

Mengingat :
a. Pasal 6, 7, 8, 11 Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas
Jenderal Soedirman.

b. Pasal 17, 18, 19 Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Fakultas

Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JENDERAL Pengawasan terhadap BEM KEMA FAPERTA adalah suatu mekanisme pengawasan dan penilaian yang
SOEDIRMAN
digunakan Dewan Legislatif Mahasiswa FAPERTA untuk mengawasi dan menilai kinerja BEM KEMA
Memutuskan
FAPERTA.
Menetapkan :

RANCANGAN UNDANG UNDANG PENGAWASAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA Pasal 3

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Pengawasan terhadap BEM KEMA FAPERTA berfungsi sebagai penilaian atas kinerja BEM KEMA

FAPERTA.

BAB I
Pasal 4
Ketentuan Umum

Pengawasan terhadap BEM KEMA FAPERTA bertujuan agar terciptanya keselarasan dan mencegah

Pasal 1 timbulnya penyimpangan dalam melaksanakan AD/ART dan GBHK.

Dalam Rancangan Undang – Undang ini yang dimaksud dengan :


Pasal 5
(1) Dewan Legislatif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang
Ruang Lingkup pada mekanisme pengawasan dan penilaian yang dimaksud disini yaitu BEM KEMA
selanjutnya disingkat DLM FAPERTA adalah lembaga legislatif dalam Keluarga
FAPERTA
Mahasiswa FAPERTA UNSOED sesuai dengan amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah

BAB III
Tangga Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian .
HUBUNGAN DLM FAPERTA DAN BEM KEMA FAPERTA
(2) Badan Eksekutif Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian yang selanjutnya disingkat BEM Bagian Pertama
Wewenang DLM FAPERTA
KEMA FAPERTA adalah lembaga eksekutif badan pelaksana kegiatan dalam Keluarga
Pasal 6
Mahasiswa FAPERTA sesuai dengan amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga 1. DLM FAPERTA berwenang untuk mengawasi kinerja lembaga-lembaga BEM KEMA FAPERTA.

Keluarga Mahasiswa Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. 2. DLM FAPERTA berwenang untuk menilai laporan pertanggungjawaban BEM KEMA FAPERTA.

(3) Garis Besar Haluan Kelembagaan (GBHK) Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian
3. DLM FAPERTA berwenang mengadakan rapat kordinasi dengan BEM melalui persetujuan bersama.

Universitas Jenderal Soedirman adalahsuatu haluan organisasi dalam garis-garis besar


4. DLM FAPERTA dapat menggunakan hak interpelasi dan hak angket.

sebagai pernyataan kehendak mahasiswa yang pada hakekatnya merupakan suatu pola
5..DLM FAPERTA berwenang membuat mekanisme penerimaaan dan penindaklanjutan rancangan

umum pengembangan mahasiswa yang menyeluruh, terarah dan terpadu yang


anggaran keuangan BEM KEMA FAPERTA setiap periode kepengurusan.

berkelanjutan dan ditetapkan oleh Musyawarah Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian


Bagian Kedua

Universitas Jenderal Soedirman Kewajiban BEM KEMA FAPERTA


Pasal 7
(4) AD/ART KEMA Faperta Unsoed merupakan aturan tertinggi dalam perundangan KEMA
1. BEM KEMA FAPERTA berkewajiban untuk meminta pengesahan program kerja pada DLM
Faperta Unsoed yang dibuat dan ditetapkan dalam MUSKEMA Faperta Unsoed.
FAPERTA diawal periode kepengurusan.
(5) Rapat kordinasi adalah rapat yang dilakukan oleh DLM FAPERTA untuk membahas
2. BEM KEMA FAPERTA berkewajiban untuk memberikan laporan pertanggungjawaban kepada DLM
kinerja dan laporan pertanggung jawaban BEM KEMA FAPERTA selama satu periode.
FAPERTA.
(6) Hak Interpelasi adalah hak untuk meminta keterangan kepada lembaga terkait tentang
3. BEM KEMA FAPERTA berkewajiban untuk memberikan tanggapan atas penggunaan hak interpelasi
suatu kebijakan lembaga tersebut.
dan hak angket yang disampaikan oleh DLM FAPERTA.
(7) Hak Angket adalah hak untuk melakukan penyelidikan kepada lembaga terkait tentang
4. BEM KEMA FAPERTA berkewajiban untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat yang
suatu kebijakan lembaga tersebut.
diselenggarakan oleh DLM FAPERTA.
(8) Turun lapangan adalah bentuk pengawasan terhadap kegiatan BEM KEMA FAPERTA
5. BEM KEMA FAPERTA menyerahkan salinan Proposal Kegiatan untuk setiap program kerja kepada
dengan cara berinteraksi langsung dengan panitia penyelenggara atau ikut serta dalam
DLM FAPERTA.
kegiatan BEM KEMA FAPERTA
BAB IV
BAB II MEKANISME PELAPORAN DAN PENGESAHAN PROGRAM KERJA

Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup Bagian kesatu


Jenis Program Kerja BEM KEMA FAPERTA

Pasal 2 Pasal 8

Program kerja BEM KEMA FAPERTA terdiri dari:


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

1. Program kerja terencana.

2. Program kerja insidental.

Bagian Kedua
Mekanime Pengesahan dan Pelaporan Program Kerja

Pasal 9

Mekanisme Pelaporan Program Kerja terencana

1. Rancangan program kerja yang akan dilaksanakan di bahasa dalam rapat internal BEM KEMA

FAPERTA.

2. Program kerja diserahkan kepada DLM diawal periode kepengurusan melalui rapat kordinasi yang

diputuskan oleh DLM.

3. BEM KEMA FAPERTA wajib menyerahkan program kerja yang merinci:

a. nama kegiatan

b. tujuan kegiatan.

c. waktu pelaksanaan

d. anggaran kegiatan

e. sasaran kegiatan

f. deskriptif kegiatan

g. parameter keberhasilan

4. Rapat kordinasi awal periode diselesaikan bersamaan dengan pengesahan program kerja BEM

KEMA FAPERTA.

Pasal 10
Mekanisme Pelaporan Program Kerja isidental
1. BEM KEMA FAPERTA dapat mengkonfirmasi kegiatan program kerja isidental kepada DLM

FAPERTA selambat-lambatnya 2x24 jam

2. BEM KEMA FAPERTA dalam menginformasikan program kerja isidental dapat melalui surat

resmi yang ditunjukan kepada kordinator DLM FAPERTA

3. Pelaporan hasil program kerja isidental yang telah dilaksanakan, selanjutnya dibuat dan

diserahkan laporan pada saat rapat kordinasi yang merinci:

a. nama kegiatan

b. tujuan kegiatan.

c. waktu pelaksanaan

d. anggaran kegiatan

e. sasaran kegiatan

f. deskriptif kegiatan

Pasal 11

Pengesahan laporan program kerja BEM KEMA FAPERTA selama satu periode diatur berdasarkan

parameter:

1. AD/ART KEMA FAPERTA

2. GBHK KEMA FAPERTA


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

BAB V
PELAKSANAAN PENGAWASAN

Bagian pertama
Pengawasan Secara Umum
Pasal 12

(1) Dewan Legislatif Mahasiswa mempunyai fungsi pengawasan sesuai dengan AD/ART KEMA

FAPERTA.

(2) Fungsi pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap :

1. Pelaksanaan Garis Besar Haluan Kelembagaan

2. Pelaksanaan program kerja yang direncanakan selama 1 periode

3. Pelaksanaan program kerja yang mengatasnamakan BEM.


Pasal 13

(1) Pengawasan dilakukan oleh DLM FAPERTA.

(2) Pengawasan dilakukan oleh DLM FAPERTA secara etis, santun, dan profesional.

Pasal 14

Pengawasan DLM FAPERTA adalah pengawasan ketika sebelum, saat dan/atau setelah Program Kerja

BEM KEMA FAPERTA dilaksanakan, bersifat saling mengikat dan telah dikoordinasikan pada Presiden

BEM KEMA FAPERTA yang bersangkutan sebelumnya.

Bagian Kedua
Bentuk Pengawsan

Pasal 15

Bentuk pengawasan DLM Faperta terhadap BEM KEMA FAPERTA terdiri dari:

1. Rapat kordinasi

2. Turun lapangan
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

Bagian Ketiga
Mekanisme Pengawasan

Pasal 16
Rapat Koordinasi

1. Rapat kordinasi bertujuan untuk mengetahui perkembangan kegiatan dari program kerja BEM KEMA

FAPERTA.

2. Rapat kordinasi dilaksanakan minimal 3 kali dalam satu periode.

3. Rapat kordinasi dilaksanakan bersifat tertutup.

4. Hasil rapat kordinasi dapat dipublikasikan kepada seluruh mahasiswa KEMA FAPERTA melalui media

cetak dan atau mediaelektronik yang dapat diakses.

Pasal 17
Turun Lapang
1. Turun lapangan adalah bentuk pengawasan terhadap program kerja BEM KEMA FAPERTA dengan

menghadiri langsung kegiatan yang diadakan.

2..Turun lapangan dilakukan untuk menyesuaikan keterangan tentang kegiatan BEM KEMA FAPERTA

terhadap pelaksanaannya.
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

BAB VI d. anggaran kegiatan


PENILAIAN DAN MEKANISME PENILAIAN
e. sasaran kegiatan
Bagian pertama
Penilaian f. deskriptif perencanaan kegiatan

Pasal 17 g. deskriptif kegiatan dilapangan

1. Penilaian adalah suatu pengukuran terhadap kinerja BEM KEMA FAPERTA selama masa h. evaluasi dan rekomendasi

kepengurusan. i. lampiran

2. Standar penilaian adalah indikator penilaian berdasarkan indikator keberhasilan dari suatu program 2. Penetapan awal periode kepengurusan ditentukan oleh DLM FAPERTA.

kerja dan/atau standar penilaian yang telah dibuat sebelumnya. 3. Presentasi laporan laporan pertanggungjawaban tengah tahun difasilitasi oleh DLM FAPERTA.

4. Laporan pertanggungjawaban awal periode kepengurusan BEM KEMA FAPERTA harus diserahkan
Pasal 18
kepada DLM FAPERTA selambat-lambatnya 2x24 jam sebelum waktu presentasi LPJ.
Penilaian program kerja BEM KEMA FAPERTA menggunakan sumber penilaian yang berasal dari

1. Mahasiswa Fakultas Pertanian

2. DLM FAPERTA
Pasal 22
Bagian Kedua Laporana Pertanggungjawaban Awal Periode

Mekanisme Penilaian 1. Laporan pertanggung jawaban tengah periode kepengurusan adalah laporan pertanggungjawaban

Pasal 19 BEM yang dilaporkan dalam bentuk laporan dengan format sesuai dengan pasal 21 ayat 1

1. Penilaian kinerja BEM KEMA FAPERTA yang dilakukan oleh Mahasiswa FAPERTA difasilitasi 2. Penetapan tengah periode kepengurusan ditentukan oleh DLM FAPERTA.

DLM FAPERTA. 3. Laporan pertanggungjawaban awal periode kepengurusan BEM KEMA FAPERTA harus diserahkan

2. Penilaian bersifat objektif terhadap hasil kinerja BEM yang dilakukan melalui dengar pendapat oleh kepada DLM FAPERTA selambat-lambatnya 5x24 jam sebelum waktu presentasi LPJ.

mahasiswa pertanian dan musyawarah internal DLM. 4. Presentasi laporan laporan pertanggungjawaban tengah tahun difasilitasi oleh DLM FAPERTA

3. Hasil penilaian kinerja BEM KEMA FAPERTA yang dilakukan dengan menggunakan penilaian
Pasal 23

prosentase. Laporana Pertanggungjawaban Awal Periode


1. Laporan pertanggung jawaban akhir periode kepengurusan adalah laporan pertanggungjawaban
4. Penilaian DLM terhadap kinerja BEM KEMA FAPERTA bersumber dari:
BEM yang dilaporkan dalam bentuk laporan dengan format sesuai dengan pasal 21 ayat 1
a. Turun Lapang 20%
2. Penetapan tengah periode kepengurusan ditentukan oleh DLM FAPERTA.
b. Penilaian laporan Pertanggungjawaban awal periode BEM KEMA FAPERTA (15%)
3. Laporan pertanggungjawaban awal periode kepengurusan BEM KEMA FAPERTA harus diserahkan
c. Penilaian laporan Pertanggungjawaban tengah periode BEM KEMA FAPERTA (25%)
kepada DLM FAPERTA selambat-lambatnya 7x24 jam sebelum waktu presentasi LPJ.
d. Penilaian laporan pertanggungjawaban akhir periode BEM KEMA FAPERTA (40%)
4. Presentasi laporan pertanggungjawaban akhir tahun difasilitasi oleh DLM FAPERTA
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN BEM KEMA FAPERTA

Bagian Pertama

Pasal 20

Jenis laporan pertanggungjawaban BEM KEMA FAPERTA terdiri dari:

1. Laporan pertanggungjawaban awal periode kepengurusan. BAB VII


LAPORAN HASIL PENGAWASAN DAN PENILAIAN
2. Laporan pertanggungjawaban tengah periode kepengurusan.

3. Laporan pertanggungjawaban akhir priode kepengurusan.

Pasal 24

Bagian Kedua

Mekanisme Laporan Pertanggungjaawaban


Laporan hasil pengawasan dan penilaian terhadap kinerja BEM KEMA FAPERTA akan di bukukan dan
Pasal 21
dipublikasikan ke mahasiswa pertanian sebagai acuan dan pandangan mengenai kinerja BEM KEMA
Laporana Pertanggungjawaban Awal Periode
1. Laporan pertanggung jawaban awal periode kepengurusan adalah laporan pertanggungjawaban BEM
FAPERTA.

yang dilaporkan dalam bentuk laporan dengan format:


BAB VIII
a. nama kegiatan
SANKSI

b. tujuan kegiatan

c. waktu pelaksanaan Pasal 25


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123

1. Sanksi adalah suatu langkah hukum apabila BEM KEMA FAPERTA melakukan tindakan yang

melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

2. Peraturan yang dimaksud pada ayat (1) adalah peraturan yang dibuat oleh DLM FAPERTA.

3. Sanksi yang diberikan terdiri atas

a. Sanksi tertulis: Berupa surat peringatan kepada BEM KEMA FAPERTA apabila

melanggar perundang undangan dan ketetapan yang disepakati.

b. Pemotongan nilai kinerja: Dilakukan apabila BEM KEMA FAPERTA mendapatkan 3

kali sanksi peringatan yang berbeda dengan pemotongan sebesar 5% dari total penilaian

kinerja BEM KEMA FAPERTA.

c. Musyawarah luar biasa: Apabila presiden BEM KEMA FAPERTA telah melanggar

AD/ART dan atau GBHK.

4. Setiap tahap mekanisme peringatan diberikan melalui rapat evaluasi DLM FAPERTA.

BAB VIII

PENUTUP

Pasal 26

Perubahan dan Penetapannya

1. Perubahan dan Penetapannya dapat diusulkan oleh sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota Dewan

Legislatif Mahasiswa yang hadir dalam rapat.

2. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Rancangan Undang-undang akan diputuskan dalam

rapat internal DLM FAPERTA.


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN
DEWAN LEGISLATIF MAHASISWA
Sekretariat :Kompleks Sekre Hima/UKM Fakultas Pertanian Jl. DR. Soeparno kotak pos 125 C. 01
Purwokerto 53123