Anda di halaman 1dari 8

KONSEP DASAR DESAIN PUBLIKASI

Desain grafis saat ini banyak digunakan dalam berbagai macam bidang,
salah satunya adalah bidang publikasi. Berbicara mengenai desain
publikasi seorang desainer harus mengetahui tentang konsep dasar
desain publikasi. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif
seorang desainer dan keterampilan termasuk tipografi (seni menata
huruf), olah gambar, dan page layout (tata letak).

Merencanakan sebuah desain adalah suatu keharusan yang diterapkan


dalam proses kerja desain. Hal ini dilakukan agar proses hasil dari desain
menjadi lebih baik sesuai dengan yang diinginkan. Dalam tata letak
sebuah desain publikasi, perencanaan sebuah desain ini sangat
diperlukan karena hal ini menyangkut nilai keindahan dari sebuah karya
desain .

Tentunya bukan pekerjaan yang mudah dalam membuat page layout


sebuah desain publikasi. Pekerjaan melayout sebuah desain publikasi
tidak semudah seperti pekerjaan mengolah gambar vektor atau bitmap
menggunakan software. Membuat sebuah page layout desain publikasi
dibutuhkan sebuah perencaan yang matang, karena dalam hal ini seorang
layouter bertugas bagaimana cara menata objek-objek yang akan
digunakan dalam desain publikasi seperti teks, gambar, pemilihan warna,
dan lain-lain.

Dalam pembuatan layout desain publikasi, penempatan objek-objek yang


digunakan seperti gambar , teks, ilustrasi dan pemilihan warna menjadi
faktor yang sangat penting agar sebuah karya publikasi memiliki daya
tarik tersendiri terutama bagi penikmatnya. Seorang desainer tidak bisa
membuat sebuah desain layout berdasarkan keinginannya sendiri.
Seorang desainer harus mengetahui tujuan dari dibuatnya desain
tersebut, untuk siapa desain itu ditujukan, bagaimana agar masyarakat
bisa tertarik dengan apa yang ditampilkan dalam desain tersebut.
Penempatan objek-objek yang tepat dan seimbang tentunya akan
menghasilkan sebuah karya yang baik bagi penikmatnya. Untuk
itu seorang desainer publikasi harus memiliki pengetahuan mengenai
prinsip-prinsip desain.

Tips Membuat Desain Publikasi yang Efektif

Tutorial desain tips membuat desain publikasi yang efektif menarik

seperti poster flyer dan baliho kegiatan atau promo iklan untuk menggaet

konsumen. Membuat desain publikasi sebenarnya gampang, cuma

bermodalkan bisa menggunakan Corel Draw atau Photoshop, tapi

masalahnya adalah bagaimana membuat publikasi cetak yang effektif, itu

yang susah. Nah,gimana supaya publikasi jadi effektif? atau paling gak

diperhatiin orang lah.

Sudah umum dalam hal publikasi seperti poster, bilboard, baliho dan

selebaran menggunakan warna mencolok, tulisan besar-besar, gambar

lucu, ada contact person dan sebagainya. Namun banyak yang tidak

mengetahui cara membuat desain publikasi yang menarik sekaligus bisa

menggaet konsumen. Pembahasan ini sebenarnya bermula dari hal yang

sepele, ada seorang teman yang ingin membuat poster sebuah acara

seminar. Namun setelah melihat konten poster yang ditawarkan, saya

harus berusaha keras untuk meyakinkan bahwa apa yang ditampilkan

tidak harus selalu melulu tulisan yang berjubel. Lihat pada tips membuat

desain brosur menarik yang menjadi bahan referensi tulisan ini.


Terkait hal tersebut dalam dunia desain ada proses kreatif desain yang

terlompati (ingat! desain berawal dari briefing, kemudian olah ide kreatif

berupa draft, kemudian baru desain di media komputer terakhir adalah

presentasi). Loh, iya begini ceritanya. Ketika ada briefing, maka kita akan

disodorkan serangkaian perintah dan akan dijabarkan dalam karya desain

(publikasi poster). Padahal teman saya itu sudah membuat tulisan yang

buuuuuanyak, dengan ide posternya juga. Jika keadaannya begini maka

kita sebagai desainer perlu untuk mengingatkan atau memberi saran

bahwa briefing adalah apa yang ingin ditonjolkan. Bukan apa yang

ditampilkan, meskipun ada beberapa hal yang tidak bisa dirubah melalui

rekayasa ide.

Alih alih dalam bidang desain komunikasi visual adalah pertama

menggaet untuk membaca (menarik) dan ada informasi yang menunjang,

itu saja. Nah klu terlalu banyak informasi, ya CP nya tidak fungsi. Nah

ada serangkaian cara agar publikasi menjadi efektif, berikut diantaranya.

BUAT HEADLINE yang MENARIK

Headline adalah bagian yang paling terlihat oleh pembaca publikasi.

Fungsi headline adalah menarik minat target publikasi untuk membaca.

Ada dua hal yang harus kita perhatikan waktu menentukan headline

sebuah publikasi. Yang pertama adalah headline harus dibuat semenarik

mungkin dengan cara membuat headline se-provokatif mungkin tetapi

tetap menggambarkan secara keseluruhan hal yang kita tawarkan.


Contoh kasus, misalnya untuk sebuah acara seminar “Mengatasi Virus

Komputer Tanpa Anti Virus”, headline SEMINAR VIRUS memang

representatif tetapi tidak provokatif. Coba bandingkan dengan headline

BEBASKAN KOMPUTER ANDA DARI VIRUS !! Mana yang lebih relevan dan

signifikan?

Hal berikutnya adalah buat publikasi selalu melibatkan target atau calon

konsumen, singkatnya gunakan kalimat yang mengajak konsumen

berinteraksi. pernah liah sebuah publikasi headline begini : DICARI PO

atau DIBUTUHKAN PO. Nggak ada yang salah sih dengan publikasi ini,

hanya saja tidak menyentuh target aja, pengiklan hanya menyatakan

bahwa dia membutuhkan PO tanpa ada upaya mengajak interaksi target.

Coba bandingkan dengan headline Anda ingin menjadi PO? atau Jadilah

seorang PO, Pembaca akan merasa diajak berinteraksi, sehingga seolah-

olah ada interaksi antara pembaca dan publikasi yang dibuat.

Khusus untuk publikasi sebuah acara atau event, biasanya yang dijadikan

headline adalah nama acara atau nama event tersebut. Gimana caranya

supaya publikasi berjalan effektif? Kalau untuk kasus ini nama acaranya

saja yang dibuat memenuhi kriteria untuk jadi headline yang bagus.

ISINYA LENGKAP NAMUN RINGKAS

Dalam sebuah publikasi semua informasi disampaikan dalam isi. Saran,

kalau membuat publikasi, buat informasi yang kalian sampaikan dalam


publikasi selengkap dan sedetail mungkin. Kalau publikasi yang kalian

buat tentang suatu acara, buat pembaca setelah melihat publikasi

mengerti acara apa yang dipublikasikan, begitu juga kalau publikasi

tentang suatu produk. Jangan ragu-ragu untuk menggunakan gambar

illustrasi dalam isi sebuah publikasi. Karena sebuah gambar

mencerminkan sejuta tulisan.

Tapi hati-hati karena setiap orang bisa mengartikan gambar dengan cara

yang berbeda-beda dan kemungkinan akan menimbulkan pengertian yang

divergen (bermacam-macam). Kalau bisa cantumkan contact person,

untuk membantu pembaca kalau ada sesuatu yang kurang jelas dalam

publikasi. Tapi jangan buat publikasi isinya cuman contact person saja.

BAHASANYA DISESUAIKAN DENGAN TARGET KONSUMEN

Sebuah publikasi yang baik selalu menggunakan bahasa yang familiar dan

mudah dimengerti oleh targetnya. Ingat tingkat pemahaman konsumen

adalah inti publikasi yang erat kaitannya dengan komunikasi visual. Jadi

sebelum membuat publikasi sebaiknya analisi terlebih dahulu siapa saja

yang akan menjadi target publikasi kita. Kalau targetnya masyarakat

umum yang kurang mengerti komputer jangan pernah menggunakan

istilah-istilah komputer yang ngejelimet alias ruwet.

Kalau targetnya orang-orang yang belum tentu ngerti bahasa inggris

jangan sekali-kali pake bahasa inggris dalam publikasinya. Tapi tentu


kalau kita sudah tau pasti targetnya adalah orang-orang yang bisa bahasa

tertentu, ya jangan ragu-ragu pakai bahasa tersebut dalam publikasi

karena akan lebih menyentuh target. Kira-kira gampangnya begitu.

ILLUSTRASI DESAINNYA

Desain dalam sebuah publikasi selain sebagai pemanis dapat juga

berfungsi untuk menajamkan maksud publikasi dan menarik mata

pembaca untuk melihat dan membaca. Oleh karena itu desain publikasi

harus sesuai dengan maksud dan tujuan publikasi dibuat. Kalau publikasi

dibuat dengan tujuan untuk menjual suatu produk barang paling tidak

ada gambar barang yang akan dijual tersebut.

Sedangkan untuk menarik mata pembaca biasanya desain dibuat

menggunakan warna-warna yang mencolok dan terapkan filosofi warna.

Pesan terakhir dalam membuat desain, desain memang penting dalam

sebuah publikasi tetapi apabila desain tersebut terlalu berleihan justru

akan membuat orang lain berpendapat bahwa publikasi tersebut norak

dan menjadi tidak effektif karena yang membaca akan ill-feel

duluan,hahahahaha

PEMILIHAN HURUF HARUS TEPAT

Untuk sebuah publikasi sebaiknya pilih huruf yang mudah dibaca dan

simple. Karena huruf adalah komponen penyusun informasi yang

disampaikan dalam publikasi. pernah liat sebuah publikasi, bagus sih,


warna yang dipilih cukup mencolok (orange), desain tidak terlalu norak,

isi publikasinya tentang suatu acara yang akan dilaksankan dalam waktu

dekat. Pemilihan huruf dipelajari dalam tipografi makro yang

mengedepankan filosofi, sasaran konsumen dan penggunaan huruf itu

sendiri.

Tapi waktu cari tahu informasi kapan akan dilaksanakannya acara

tersebut, kok ngaak ada ya. Terus cari di publikasi tersebut sampai

beberapa lama, ternyata waktu pelaksanannya tertulis besar di tengah

publikasi, tetapi dengan huruf yang terlalu keren sehingga saya kira

sebelumnya itu gambar. Cukup merepotkan juga kan kalau salah memilih

huruf untuk sebuah publikasi, bayangkan kalau yang baca publikasi itu

nggak sabaran? Pastinya informasi tidak akan kesampaian.

Yah kira-kira seperti itu. Pesan terakhir buat temen-temen yang suka

buat publikasi. Satu hal yang jangan pernah kalian lupakan dalam

membuat publikasi yaitu jangan terlalu HIPERBOLIS. Buat publikasi iti

penting tapi kejujuran konten desain dalam mempublikasikan hal tertentu

lebih penting.

PENGERTIAN

 Lay out adalah usaha menyusun, menata, atau


memadukan unsur-unsur komunikasi grafis(teks,
gambar, tabel, dll) untuk menjadikan satu kesatuan
yang utuh.
 Lay out adalah tata letak unsur huruf (tipografi) dan
unsur seni (foto, ilustrasi, dan elemen visual
lainnya) di atas kertas.
 Penempatan Elemen-elemen Grafis pada Dokumen,
(sederhana nya..)
 Tujuan: “menghasilkan media yang komunikatif
(efektif efisien) dalam menyampaikan pesan