Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN KERAHASIAAN

No. .........................

Perjanjian Kerahasiaan ini (selanjutnya disebut “Perjanjian”) dibuat pada hari ......................., tanggal
.......................... oleh dan antara:

1. ..................... suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik
Indonesia, berdomisili di ................, beralamat di ........................................................................,
dalam hal ini diwakili oleh ........................................., bertindak dalam kapasitasnya sebagai
...................................., dari dan oleh karenanya berhak bertindak untuk dan atas nama Direksi
mewakili ........................................ tersebut diatas (selanjutnya disebut “Pihak Pertama”); dan

2. ............................................, adalah orang pribadi, Warga Negara Indonesia dengan Nomor Induk
Kependudukan ..............................., dengan tempat/tanggal lahir: ..........................., Jenis kelamin
............................, Agama ........................... yang berdomisili di ....................................................,
dalam perjanjian ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri (selanjutnya disebut “Pihak
Kedua”);

Pihak Pertama dan Pihak Kedua selanjutnya secara bersama-sama disebut “Para Pihak” dan secara
sendiri-sendiri disebut “Pihak”.

LATAR BELAKANG

 Bahwa, terkait dengan rencana kerjasama mengenai pemberian jasa oleh Pihak Pertama kepada
Pihak Kedua untuk melakukan pekerjaan ................................. untuk ...................................
(selanjutnya disebut “Kerjasama”) , maka salah satu Pihak dapat mengungkapkan “Informasi
Rahasia”, sebagaimana diuraikan dalam Pasal 1 Perjanjian ini (selanjutnya disebut “Pemberi
Informasi”), kepada Pihak lainnya (selanjutnya disebut “Penerima Informasi”) dan Pemberi
Informasi tidak menginginkan Informasi Rahasia tersebut menjadi terbuka untuk umum atau
pengetahuan umum.

 Bahwa, terkait dengan rencana kerjasama tersebut diatas, Para Pihak sepakat bahwa didalam
Perjanjian ini, Pihak Pertama dan Pihak Kedua masing-masing dapat bertindak selaku Penerima
Informasi, ataupun selaku Pemberi Informasi.

OLEH KARENANYA, berdasarkan hal-hal sebagaimana diuraikan diatas, Para Pihak sepakat
terhadap hal-hal berikut:

Pasal 1
INFORMASI RAHASIA

1.1 Untuk kepentingan Perjanjian ini, definisi dari “Informasi Rahasia” adalah sebagai berikut:

1.1.1 “setiap informasi yang bersifat rahasia yang berhubungan dengan Pemberi Informasi, anak
perusahaannya, pelanggannya, dan kegiatan usaha serta operasionalnya, apakah sebelum
atau setelah tanggal Perjanjian ini, baik secara tertulis atau lisan atau dengan cara lain dan
apakah secara langsung atau tidak langsung, baik ditandai atau tidak ditandai sebagai
"rahasia", "hak kepemilikan", atau istilah lainnya yang sama, termasuk namun tidak
terbatas pada informasi mengenai produk, pemasaran, design dan informasi lainnya yang
berkaitan dengan produk yang ada saat ini ataupun yang akan datang, termasuk tetapi tidak
terbatas pada brand guidance, brand personality, brand image, positioning product,
layanan, rencana bisnis, pengalaman, dokumen atau data yang berhubungan dengan
rencana, proses, proyek, sistem, skema, gambar, biaya-biaya, peralatan, bahan-bahan,
sampel, teknologi yang disampaikan oleh atau diungkapkan untuk atau diperoleh Penerima
Informasi atau anggota-anggotanya, direktur-direkturnya, karyawan-karyawannya, dalam
serangkaian pembicaraan atau pekerjaan lain yang dilakukan diantara Para Pihak”; atau

1.1.2 “segala komunikasi antara Para Pihak, baik secara lisan maupun tulisan yang diketahui atau
semestinya diketahui oleh Para Pihak untuk menjadi rahasia atau menjadi milik
perusahaan secara alami, dan yang dibuat didalam serangkaian diskusi atau pekerjaan lain
yang dilakukan diantara Para Pihak”.

1.2 Informasi Rahasia tidak termasuk “Informasi yang Tidak Dilindungi” sebagaimana dijelaskan
dalam Pasal 2 Perjanjian ini.

Pasal 2
INFORMASI YANG TIDAK DILINDUNGI

Untuk kepentingan Perjanjian ini, yang dimaksud dengan “Informasi yang Tidak Dilindungi”
adalah sebagai berikut:
a. Informasi yang, pada saat pengungkapannya, sudah berada pada kepemilikan yang sah dari
Penerima Informasi atau tersedia pada Penerima Informasi atau Perwakilannya (sebagaimana
didefinisikan dibawah ini) dari sumber lain yang tidak memiliki kewajiban untuk tidak
mengungkapkannya; atau
b. Informasi yang telah atau akan menjadi tersedia untuk umum, yang tersedia bukan dari
pelanggaran Perjanjian ini oleh Penerima Informasi atau Perwakilannya.

Pasal 3
PENJAMINAN

3.1 Penerima Informasi setuju untuk tidak akan mengungkapkan, dan akan mengambil seluruh
tindakan yang diperlukan untuk melindungi kerahasiaan dari, dan menghindari pengungkapan
atau penyalahgunaan dari Informasi Rahasia, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya yang
diberikan oleh petugas yang berwenang dari Pemberi Informasi, kecuali sebagaimana diatur
dalam pasal 3.2 dibawah ini. Secara khusus, Penerima Informasi hanya akan menggunakan
Informasi Rahasia untuk kepentingan Rencana Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam
Perjanjian ini dan tidak untuk tujuan yang lain.
3.2 Tanpa membatasi hal yang telah disebutkan sebelumnya, dan tunduk pada Pasal 4 dibawah ini,
Penerima Informasi diperbolehkan untuk mengungkapkan Informasi Rahasia kepada anggota-
anggotanya, direktur-direkturnya, karyawan-karyawannya, afiliasinya, subkontraktor, agennya
atau pihak yang ditunjuk (secara bersama-sama disebut sebagai “Perwakilan”) yang dibutuhkan
untuk mengetahui Informasi Rahasia dengan tujuan yang sama dengan Informasi Rahasia yang
diterima oleh Penerima Informasi. Bahwa Penerima Informasi setuju untuk mengambil segala
tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjaga kerahasiaan dari Informasi Rahasia dan
untuk menyediakan segala perlindungan yang diperlukan terhadap segala pengungkapan yang
tidak sah, tiruan atau penggunaan, dan untuk meminta kepada Perwakilan-nya yang menerima
Informasi Rahasia tersebut untuk tunduk pada kewajiban menjaga kerahasiaan dari Informasi
Rahasia sesuai dengan Perjanjian ini.
3.3 Penerima Informasi dengan ini sepakat untuk menjamin dan membebaskan Pemberi Informasi
terhadap setiap dan segala tindakan, klaim, kerusakan dan kerugian yang terjadi pada Pemberi
Informasi dikarenakan pengungkapan yang tidak sah terhadap Informasi Rahasia terhadap Pihak
Ketiga yang dibuat secara bertentangan dengan Perjanjian ini atau segala pelanggaran terhadap
perjanjian yang dilakukan oleh Penerima Informasi atau Perwakilannya, termasuk tapi tidak
terbatas pada klaim dari pemegang saham atau pemegang kepentingan dari Pemberi Informasi
disebabkan oleh perlakuan yang tidak sama pada pengungkapan informasi yang disebabkan
penyediaan Informasi Rahasia dari Pemberi Informasi kepada Penerima Informasi atau
Perwakilannya.
3.4 Penerima Informasi dengan ini bertanggungjawab untuk menyimpan semua dokumen yang
memuat atau merupakan Informasi Rahasia terpisah dari semua dokumen lain pada tempat usaha
Penerima Informasi yang umum.
3.5 Penerima Informasi akan memberitahu Pemberi Informasi dengan segera pada saat penemuan
atas setiap penggunaan secara tidak sah atau pengungkapan Informasi Rahasia atau pelanggaran
Perjanjian oleh Penerima Informasi atau Perwakilan-nya, dan akan bekerjasama dengan
Pemberi Informasi dalam setiap cara untuk membantu Pemberi Informasi mendapatkan
kembali penguasaan atas Informasi Rahasia dan untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Pasal 4
PIHAK KETIGA

Kecuali untuk pemberian informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 Perjanjian, sebelum
pengungkapan Informasi Rahasia kepada suatu pihak ketiga, termasuk tetapi tidak terbatas pada para
konsultan, akuntan publik atau pejabat lokal, Penerima Informasi akan:
(a) mendapatkan persetujuan secara tertulis terlebih dahulu dari Pemberi Informasi untuk
mengungkapkan Informasi Rahasia kepada pihak ketiga tersebut, dan
(b) mendapatkan persetujuan tertulis, yang diberikan oleh pihak ketiga tersebut, antara Pemberi
Informasi dan pihak ketiga
(c) untuk menahan semua Informasi Rahasia dengan keyakinan pada ketentuan yang mirip dengan
ketentuan dalam Perjanjian ini dan untuk tidak menggunakannya untuk tujuan selain yang
berhubungan dengan pembicaraan atau hubungan bisnis yang akan datang antara para pihak, dan
(d) untuk mengembalikan semua Informasi Rahasia kepada Pemberi Informasi tidak lebih dari 2
(dua) hari kalender setelah pihak ketiga tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Setiap
pengungkapan dari Informasi Rahasia harus sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pasal 5
PENGEMBALIAN INFORMASI RAHASIA

Informasi Rahasia akan tetap milik Pemberi Informasi. Atas permintaan Pemberi Informasi,
Penerima Informasi wajib mengembalikan Informasi Rahasia dalam jangka waktu tidak lebih dari 5
(lima) hari kalender atau menghancurkan Informasi Rahasia yang diungkapkan oleh Pemberi
Informasi kepada Penerima Informasi dan menghancurkan dokumen atau analisis yang dibuat oleh
Penerima Informasi berdasarkan Informasi Rahasia; namun demikian, Penerima Informasi dapat
menyimpan satu (1) salinan arsip dari Informasi Rahasia hanya untuk kepentingan pencatatan.

Pasal 6
PENGUNGKAPAN YANG DIWAJIBKAN

Apabila disebabkan oleh peraturan atau undang-undang yang berlaku, atau berdasarkan perintah suatu
kewenangan atau pengadilan, Penerima Informasi dipaksa untuk mengungkapkan suatu Informasi
Rahasia tanpa kesempatan untuk mendapatkan persetujuan sebelumnya dari Pemberi Informasi
sebagaimana diatur dalam Pasal 4 diatas, maka Penerima Informasi akan memberitahu Pemberi
Informasi dengan segera sehingga Pemberi Informasi dapat mengusahakan permintaan
perlindungan atau bantuan lain, yang dianggap perlu, dengan ketentuan bahwa Penerima Informasi
harus berusaha sebaik-baiknya untuk memberikan pemberitahuan 3 (tiga) hari kalender sebelumnya
kepada Pemberi Informasi.

Pasal 7
TIDAK ADANYA PEMINDAHAN HAK MILIK
ATAU LISENSI

Tidak ada dalam Perjanjian ini yang akan diartikan untuk memindahkan segala hak, jabatan atau
kepentingan atau hak cipta atas Informasi Rahasia kepada Penerima Informasi, atau lisensi untuk
menggunakan, menjual, memanfaatkan, meniru atau mengembangkan lebih lanjut Informasi Rahasia
tersebut. Perjanjian ini tidak dalam cara apapun mengikat Para pihak untuk melakukan hubungan
bisnis dalam segala jenisnya. Perjanjian apapun untuk hubungan bisnis tersebut akan dibuktikan
dengan perjanjian tertulis secara terpisah yang dilakukan oleh Para Pihak.

Pasal 8
PERNYATAAN PUBLIK

Para Pihak sepakat bahwa segala pembicaraan diantara mereka akan dilakukan secara rahasia.
Penerima Informasi tidak akan memberikan pernyataan kepada pers atau publik mengenai
pembicaraan yang berhubungan dengan suatu Rencana antara Para Pihak atau membuka dengan suatu
cara kepada pihak ketiga fakta dari pembicaraan yang telah dilakukan, tanpa persetujuan tertulis
sebelumnya dari Pemberi Informasi.

Pasal 9
KEBERLAKUAN KETENTUAN

Apabila salah satu dari ketentuan dalam Perjanjian ini menjadi tidak berlaku atau tidak dapat
dipaksakan, ketentuan tersebut akan dipisahkan dari Perjanjian ini, dimana ketentuan yang lain akan
tetap berlaku dan efektif tapi hanya pada batas, bahwa tujuan asli dari Perjanjian ini tidak diubah
secara materi.

Pasal 10
PERBAIKAN

Para Pihak sepakat bahwa apabila Penerima Informasi atau Perwakilannya melanggar Perjanjian ini,
Pemberi Informasi berhak untuk mencari perbaikan berdasarkan hukum dan/atau keadilan termasuk,
tetapi tidak terbatas pada, bantuan pengadilan yang pantas atau penyelesaian tertentu yang mungkin
diberikan oleh pengadilan yang memiliki kompetensi yurisdiksi.

Pasal 11
PENERUS DAN PENGGANTI HAK

Perjanjian ini tidak dapat dialihkan oleh Pihak manapun tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari
Pihak lainnya. Dalam hal Pihak lainnya menyetujui adanya pengalihan, maka Perjanjian ini akan
mengikat penerus hak dan pengganti dari Pihak yang mengalihkan

Pasal 12
PEMBERITAHUAN

Segala surat menyurat dan/atau pemberitahuan sehubungan dengan Perjanjian ini harus disampaikan
melalui telegrap, teleks, faksimili, dan surat tercatat atau melalui kurir kepada Para Pihak kepada
alamat berikut:

Pihak Pertama/Pemberi:
PT. ...................................
Alamat : ......................................
Telepon : ..........................................
Facsimile : .........................................
U.p : ..........................................

Pihak Kedua/Penerima:
.....................................
Alamat : ...............................
Handphone : .........................
Apabila terdapat perubahan pada alamat dari salah satu Pihak, maka Pihak tersebut berkewajiban
untuk dengan segera memberitahukan alamat yang baru kepada Pihak lainnya secara tertulis
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum perubahan dimaksud berlaku.
Biaya atas pemberitahuan atau surat menyurat akan dibebankan kepada Pihak yang mengirimkan
surat atau pemberitahuan tersebut.

Pasal 13
HUKUM YANG BERLAKU

13.1 Perjanjian ini akan diatur dan ditafsirkan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia.
13.2 Perjanjian ini tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku dalam Republik Indonesia,
khususnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang dan Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.
13.3 Apabila timbul perselisihan atau perbedaan (“Perselisihan”) antara Para Pihak sehubungan
dengan Perjanjian ini, Para Pihak akan mencoba, dalam periode 30 (tiga puluh) hari kalender
setelah penerimaan pemberitahuan dari salah satu Pihak mengenai timbulnya Perselisihan
kepada Pihak lainnya, untuk menyelesaikan Perselisihan tersebut pertama-tama dengan
musyawarah untuk mencapai kata mufakat antara Para Pihak.
13.4 Apabila Perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender secara musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13.3,
Perselisihan akan diselesaikan dan diputuskan oleh Pengadilan NegeriJakarta Selatan

Pasal 14
LAIN-LAIN

14.1 Kecuali secara tegas diatur lain, segala perubahan, modifikasi ataupun pengesampingan atas
ketentuan Perjanjian ini dilakukan berdasarkan persetujuan tertulis Para Pihak.

14.2 Perjanjian ini tetap berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun setelah penyelesaian, pemutusan
ataupun pembatalan Rencana Kerjasarna ini.

DEMIKIAN, Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada tanggal, bulan dan tahun yang
disebutkan pada permulaan Perjanjian ini dan dibuat dalam 2 (dua) salinan yang masing-masing
berkekuatan hukum yang sama.

Pihak Pertama Pihak Kedua


PT. .................................

.............................. ................................