Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN HEMAPTOE DI RUANG PARU
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RATU ZALECHA MARTAPURA

Tanggal 21 – 26 Juli 2019

Oleh:
Sari, S.Kep
NIM. 1830913320021

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2019
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Sari, S.Kep

NIM : 1830913320021

JUDUL : - Laporan Pendahuluan Hemaptoe


- Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Hemaptoe di
Ruang Paru Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha
Martapura

Martapura, 21 Juli 2019

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Rismia Agustina, Ns., M.Kep Irfan Maulana, Ns., M.Kep.,Sp.Kep. MB


NIP. 19840812 201404 2 001 NIP. 19770218 200003 1 004
Definisi
Hemaptoe (batuk darah) adalah
darah yang keluar bercampur dahak yang
KONSEP DASAR
berasal dari saluran pernafasan bagian
Etiologi
bawah (dari glottis ke distal). HEMAPTOE

 Peradangan ( TB, Pneumonia,


Bronkitis, Abses Paru)
Manifestasi Klinis Pemeriksaan Penunjang  Neoplasma ( Karsimona Paru,
Adenoma)
1. Batuk berdarah  Laboratorium  Lain-lain (Trombo emboli paru,
2. Muka pucat  Foto thoraks Trauma)
3. Demam  CT Scan toraks
4. Sering berkeringat pada malam hari  Angiografi
5. Anoreksia  Bronkoskopi
6. Nafas terasa berat dan sesak

Ciri-ciri batuk darah Penatalaksanaan Komplikasi

 Darah dibatukkan  Observasi banyaknya jumlah perdarahan yang terjadi setiap 24  Afiksia
dengan rasa panas di  Syock hemoragic
jam
tenggorokan  Penyebaran ke
 Pembedahan atau operasi cito jika terjadi perdarahan massif
 Darah berbuih sisi paru yang
bercampur dahak dengan kriteria : sehat
 Darah segar warna 1. Batuk darah > 600 ml/24 jam dan dalam pengamatan tidak
merah berhenti
 Kadang-kadang 2. Batuk darah < 600 ml/24 jam tetapi lebih dari 250 ml/jam, Diagnosis Banding
anemia kadar Hb < 10 g/dl dan berlangsung terus.
 muntah darah
 Benzidin (-) 3. Batuk darah < 600 ml/24 jam tetapi lebih dari 250 ml/24 jam,
 perdarahan
Hb > 10 g/dl tetapi dalam observasi selama 48 jam
perdarahan tidak berhenti.
.
Pathway Hemaptoe

Peradangan Neoplasma Trauma Emboli Paru

Erosif pada arteri bronkiolus

Lapisan saluran pernafasan robek

Pembuluh darah ikut robek

Darah keluar
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Peningkatan sekresi sekret
Refluks batuk meningkat Batuk terus-menerus

Anemia Hemaptoe
Nyeri Akut
TransfortO2
Kebutuhan O2tidak
menurun
terpenuhi MenggangguAspirasi
saluran pernafasan

Hipoksia sel dan jaringan


Menyumbat pernafasan
Penumpukan asam laktat pada jaringan

Gangguan pertukaran gas


Keletihan

nyeri
ASUHAN KEPERAWATAN
HEMAPTOE

Pengkajian

Anamnesa
- Identitas Pasien
- Riwayat Kesehatan
- Keluhan utama
- Riwayat Kesehatan sekarang
- Riwayat penyakit dahulu
- Riwayat penyakit dan riwayat MRS
- Riwayat penggunaan obat-obatan
- Riwayat alergi
- Pola fungsi kesehatan
1. pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat
2. pola nutrisi dan metabolism
3. pola eliminasi
4. pola istirahat dan tidur
5. pola aktivitas dan latihan
6. pola persepsi dan konsep diri
7. pola sensori kognitif
8. pola hubungan peran
9. pola penanggulangan stress
10. pola reproduksi seksual
11. pola tata nilai dan kepercayaan

DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas


2. Gangguan pertukaran gas
3. Nyeri akut
4. keletihan
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Gangguan Pertukaran Gas

NOC: NOC :
 Respiratory status : Ventilation  Respiratory status : Gas exchange
 Respiratory status : Airway patency  Vital sign status
 Aspiration control
Kriteria hasil: NIC : Respiratory status
 Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang - Monitor rata-rata kedalaman, irama dan usaha
bersih, tidak ada sianosis dan dyspnea
respirasi
 Menunjukkan jalan nafas yang paten
 Mampu mengidentifikasi dan mencegah factor yang - Catat pergerakan dada, amati kesimetrisan,
menghambat jalan nafas penggunaan otot tambahan, retraksi otot
supclavikular dan intercostal
NIC: - Monitor suara nafas
Airway suction - Monitor pola nafas
- Pastikan kebutuhan oral/tracheal suctioning
- Catat lokasi trakea
- Auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suctioning
- Informasikan pada klien dan keluarga tentang suctioning - Monitor kelelahan otot diafragma
- Berikan O2 dengan menggunakan nasal
- Monitor status O2 klien
Airway management
- Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
- Keluarkan secret dengan batuk atau suction
- Lakukan fisioterapi dada jika perlu
- Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
- Atur intake cairan
- Monitor respirasi dan status O2
Nyeri akut Keletihan
NOC: Pain control, Pain level NOC:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit nyeri  Endurance
pasien teratasi dengan kriteria hasil:  Concentration
 Mengenali serangan nyeri  energy conservation
 Melaporkan nyeri Kriteria hasil :
 Ekspresi wajah akibat nyeri  memverbalisasikan peningkatan energi
NIC: Pain Management
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, NIC: Energy Management
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
- Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan - observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
- Kurangi faktor presipitasi nyeri - kaji adanya factor kelelahan
- Pilih dan lakukan penanganan nyeri - monitor klien akan adanya kelelahan fisik
- Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi - monitor respon kardiovaskular
- Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi - monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat klien
- Evaluasi keefektifan kontrol nyeri - monitor nutrisi dan sumber energy adekuat
- Tingkatkan istirahat
- Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa
lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari
prosedur
- Kolaborasikan dengan dokter untuk memberikan farmakologi
mengurangi nyeri
DAFTAR PUSTAKA

Bulecheck, Gloria M, dkk. 2013. Nursing Interventions Classification (NIC)


Edisi 6. Elsevier
Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Pathofisiologi. Edisi 3 alih bahasa
Nike Budi Subekti, Egi Komara Yuda. Jakarta : EGC
Hardman, T Heather. 2015. Nanda International Inc. Diagnosis
Keperawatan :definisi & klasifikasi 2015-2017 Edisi 10. Jakarta: EGC
Moorhead, Sue, dkk. 2013. Nirsing Outcomes Classification (NOC) Edisi 5.
Elsevier
Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardi. 2013. Aplikasi Asuhan
Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC NOC
Jilid 2. Jakarta:EGC
Smeltzer, S.C. 2002. Buku ajar keperawatan medical bedah Brunner &
Suddart.Edisi 8 Vol 2 Jakarta : EGC
Tarwoto & Wartonah .2010. Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses
keperawatan. Edisi 4. Jakarta : Salemba Medika