Anda di halaman 1dari 24

ANALISIS KETERKAITAN KI DAN KD DENGAN IPK DAN MATERI PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Biologi


Kelas/ Program : XI / MIPA
Semester : 1 dan 2

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
1. Menghayati dan 1.1 Mengagumi keteraturan dan 1.1.1 Mengubah sikap dan perilakunya untuk Semua materi pembelajaran
mengamalkan kompleksitas ciptaan Tuhan mengagumi keteraturan dan
ajaran agama tentang struktur dan fungsi sel, kompleksitas ciptaan Tuhan tentang
yang dianutnya. jaringan, organ penyusun sistem struktur dan fungsi sel, jaringan, organ
dan bioproses yang terjadi pada penyusun sistem dan bioproses yang
mahluk hidup. terjadi pada mahluk hidup.
1.2 Menyadari dan mengagumi pola 1.2.1 Mengubah sikap dan perilakunya untuk Semua materi pembelajaran
pikir ilmiah dalam kemampuan menyadari dan mengagumi pola pikir
mengamati bioproses. ilmiah dalam kemampuan mengamati
bioproses.
1.3 Peka dan peduli terhadap 1.3.1 Menunjukkan sikap peka dan peduli Semua materi pembelajaran
permasalahan lingkungan hidup, terhadap permasalahan lingkungan
menjaga dan menyayangi hidup, menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manisfestasi lingkungan sebagai manisfestasi
pengamalan ajaran agama yang pengamalan ajaran agama yang
dianutnya. dianutnya.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 1


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
2. Menghayati dan 2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, 2.1.1 Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah Semua materi pembelajaran
mengamalkan jujur sesuai data dan fakta, teliti, tekun, jujur terhadap data dan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, dan fakta, disiplin, tanggung jawab, dan
disiplin, tanggung peduli dalam observasi dan peduli dalam observasi dan eksperimen,
jawab, peduli eksperimen, berani dan santun berani dan santun dalam mengajukan
(gotong royong, dalam mengajukan pertanyaan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
kerjasama, dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
toleran, damai), lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat
santun, responsif bekerjasama, cinta damai, secara ilmiah dan kritis, responsif dan
dan proaktif, dan berpendapat secara ilmiah dan proaktif dalam setiap tindakan dan
menunjukkan kritis, responsif dan proaktif dalam melakukan pengamatan dan
sikap sebagai dalam setiap tindakan dan dalam percobaan di dalam kelas/laboratorium
bagian dari solusi melakukan pengamatan dan maupun di luar kelas/laboratorium.
atas berbagai percobaan di dalam
permasalahan kelas/laboratorium maupun di
dalam luar kelas/laboratorium.
berinteraksi 2.2 Peduli terhadap keselamatan diri 2.2.1 Menunjukkan sikap peduli terhadap Semua materi pembelajaran
secara efektif dan lingkungan dengan keselamatan diri dan lingkungan dengan
dengan menerapkan prinsip keselamatan menerapkan prinsip keselamatan kerja
lingkungan sosial kerja saat melakukan kegiatan saat melakukan kegiatan pengamatan
dan alam serta pengamatan dan percobaan di dan percobaan di laboratorium dan di
dalam laboratorium dan di lingkungan lingkungan sekitar.
menempatkan diri sekitar.
sebagai cerminan
bangsa dalam
pergaulan dunia.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 2


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3. Memahami, 3.1 Memahami tentang komponen 3.1.1 Menjelaskan sejarah penemuan sel dan Sel
menerapkan, dan kimiawi penyusun sel, ciri hidup teori sel.  Penemuan dan teori sel.
menganalisis pada sel yang ditunjukkan oleh 3.1.2 Menjabarkan kisaran ukuran sel.
pengetahuan struktur, fungsi dan proses yang 3.1.3 embandingkan struktur sel prokariotik  Kisaran ukuran sel
faktual, berlangsung di dalam sel sebagai dengan sel eukariotik.
konseptual, unit terkecil kehidupan. 3.1.4 Mendeskripsikan komponen kimiawi sel,  Tipe sel:
prosedural, dan struktur dan fungsi sel sebagai unit - Sel prokariotik
metakognitif terkecil kehidupan. - Sel eukariotik
berdasarkan rasa 3.1.5 Menunjukkan organel-organel sel
ingin tahunya melalui pengamatan gambar sel hewan  Komponen kimiawi sel
tentang ilmu dan sel tumbuhan. - Unsur dan senyawa
pengetahuan, 3.1.6 Mengemukakan perbedaan sel kimiawi makhluk hidup
teknologi, seni, tumbuhan dengan sel hewan. - Struktur dan fungsi
budaya, dan 3.1.7 Menjelaskan fungsi organel-organel sel makromolekul:
humaniora berkaitan dengan bioproses dalam  Karbohidrat
dengan wawasan sistem hidup, seperti sintesis protein,  Lipid
kemanusiaan, reproduksi, respirasi, sekresi, dan  Protein
kebangsaan, metabolisme.  Asam nukleat.
kenegaraan, dan
peradaban terkait  Struktur sel dan fungsinya.
penyebab - Membran sel
fenomena dan - Nukleus
kejadian, serta - Sitoplasma
menerapkan - Ribosom
pengetahuan - Retikulum endoplasma
prosedural pada - Badan golgi
bidang kajian - Lisosom
yang spesifik - Peroksisom
sesuai dengan - Glioksisom
bakat dan - Mitokondria
minatnya untuk - Plastida
memecahkan - Vakuola
masalah.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 3


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.2 Menganalisis berbagai proses 3.2.1 Menganalisis mekanisme transpor pasif - Sentrosom dan sentriol
pada sel yang meliputi: melalui membran sel (difusi dan - Sitoskeleton
mekanisme transpor pada osmosis) dari hasil pengamatan - Dinding sel
membran, difusi, osmosis, percobaan.
transpor aktif, endositosis, dan 3.2.2 Menjelaskan diagram transpor aktif  Sistem membran
eksositosis, reproduksi, dan (pompa ion, kotranspor, endositosis, dan
sintesis protein sebagai dasar eksositosis).  Perbedaan sel hewan
pemahaman bioproses dalam dengan sel tumbuhan:
sistem hidup. - Sel hewan
4. Mengolah, 4.1 Menyajikan 4.1.1 Melakukan pengamatan dengan - Sel tumbuhan
menalar, dan model/charta/gambar/ yang menggunakan mikroskop cahaya terhadap
menyaji dalam merepresentasikan sel hewan dan sel tumbuhan, serta  Mekanisme transpor
ranah konkret dan pemahamannya tentang struktur membandingkan hasilnya dengan gambar melalui membran plasma
ranah abstrak dan fungsi sel sebagai unit dari mikroskop elektron. - Transpor pasif:
terkait dengan terkecil kehidupan.  Difusi
pengembangan  Difusi terfasilitasi
dari yang  Osmosis
dipelajarinya di
sekolah secara - Transpor aktif:
mandiri, bertindak  Pompa ion
secara efektif dan  Kotranspor
kreatif, serta  Endositosis-
mampu eksositosis
menggunakan
metoda sesuai
kaidah keilmuan.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 4


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.2 Membuat model proses dengan 4.2.1 Melakukan percobaan proses difusi,
menggunakan berbagai macam osmosis, dan plasmolisis.
media melalui analisis hasil studi
literatur, pengamatan
mikroskopis, percobaan, dan
simulasi tentang bioproses yang
berlangsung di dalam sel.
3.3 Menerapkan konsep tentang 3.3.1 Menjelaskan ciri-ciri dan fungsi jaringan Struktur dan Fungsi Jaringan
keterkaitan hubungan antara meristematis pada tumbuhan. Tumbuhan
struktur sel pada jaringan 3.3.2 Membedakan ciri-ciri berbagai jenis  Jenis jaringan pada
tumbuhan dengan fungsi organ jaringan permanen (jaringan dewasa). tumbuhan.
pada tumbuhan berdasarkan 3.3.3 Menjelaskan fungsi berbagai jenis - Jaringan meristem:
hasil pengamatan. jaringan permanen (jaringan dewasa).  Meristem primer
3.3.4 Membandingkan struktur sel berbagai  Meristem sekunder
jaringan tumbuhan pada gambar.  Meristem apikal
3.3.5 Menentukan jenis-jenis jaringan  Meristem interkaler
penyusun organ vegetatif (akar, batang, (aksilar)
daun) dan organ generatif (bunga, buah,  Meristem lateral
biji).
3.3.6 Menjelaskan perbedaan anatomi - Jaringan permanen
tumbuhan monokotil dengan dikotil. (dewasa)
3.3.7 Menjelaskan sifat totipotensi dan teknik  Jaringan sederhana:
kultur jaringan tumbuhan. parenkim, kolenkim,
3.3.8 Mengemukakan keunggulan pembibitan dan sklerenkim.
tanaman dengan teknik kultur jaringan.
3.3.9 Mengidentifikasi berbagai macam  Jaringan kompleks:
jaringan penyusun organ pada xilem, floem,
tumbuhan monokotil maupun dikotil epidermis, dan
melalui pengamatan dengan derivat epidermis.
menggunakan mikroskop.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 5


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.3 Menyajikan data tentang struktur 4.3.1 Menseketsa gambar penampang
anatomi jaringan pada tumbuhan melintang/membujur organ akar,  Organ pada tumbuhan
berdasarkan hasil pengamatan batang, dan daun dari hasil pengamatan - Organ vegetatif:
untuk menunjukkan pemahaman mikroskopis.  Akar
hubungan antara struktur dan  Batang
fungsi jaringan pada tumbuhan  Daun
terhadap bioproses yang
berlangsung pada tumbuhan. - Organ generatif:
 Bunga
 Buah
 Biji

 Perbedaan anatomi
tumbuhan monokotil
dengan dikotil

 Sifat totipotensi dan kultur


jaringan
- Dasar teori
- Jenis kultur jaringan
- Teknik kultur jaringan
- Keunggulan teknik
kultur jaringan dalam
pembibitan.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 6


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.4 Menerapkan konsep tentang 3.4.1 Menganalisis berbagai bentuk dan Struktur dan Fungsi Jaringan
keterkaitan hubungan antara struktur sel penyusun jaringan epitel. Hewan
struktur sel pada jaringan hewan 3.4.2 Mendeskripsikan berbagai macam  Jenis jaringan pada hewan
dengan fungsi organ pada hewan jaringan ikat dalam tubuh - Jaringan epitel
berdsarkan hasil pengamatan. hewan/manusia.  Epitel pipih
3.4.3 Membedakan jaringan otot polos, otot  Epitel silindris
lurik, dan otot jantung.  Epitel kubus
3.4.4 Menjelaskan ciri-ciri jaringan saraf.  Epitel transisional
3.4.5 Mengaitkan struktur jaringan dengan  Epitel kelenjar
letak dan fungsinya dalam tubuh
hewan/manusia. - Jaringan ikat
3.4.6 Memerinci organ-organ penyusun  Jaringan ikat sejati:
sistem organ pada tubuh manusia. jringan ikat longgar,
3.4.7 Menjelaskan stem cell (sel punca). jaringan ikat padat.
3.4.8 Mengemukakan abnormalitas sel-sel  Jaringan ikat cair:
pada penyakit tumor/kanker, dan jaringan darah,
penyebabnya. jaringan limfa.
3.4.9 Mengidentifikasi berbagai macam  Jaringan ikat
jaringan penyusun organ tubuh hewan penyokong: jaringan
melalui pengamatan gambar.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 7


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.4 Menyajikan data tentang struktur 4.4.1 Menseketsa gambar berbagai macam tulang rawan,
anatomi jaringan pada hewan jaringan hewan dari hasil pengamatan jaringan tulang
berdasarkan hasil pengamatan mikroskopis. keras.
untuk menunjukkan pemahaman 4.4.2 Melaporkan secara tertulis hasil
hubungan antara struktur dan pengamatan mikroskopis tentang - Jaringan saraf
fungsi jaringan pada hewan struktur berbagai jaringan pada - Jaringan otot:
terhadap bioproses yang hewan/manusia.  Otot polos
berlangsung pada hewan.  Otot rangka
 Otot jantung

 Organ pada hewan


- Organ luar: mata,
telinga, hidung, kulit.

- Organ dalam: paru-


paru, jantung, lambung,
usus, ginjal.

 Sistem organ pada


manusia
- Sistem gerak
- Sistem peredaran darah
- Sistem limfa
- Sistem pencernaan
- Sistem pernapasan
- Sistem ekskresi
- Sistem endokrin
(hormon)
- Sistem saraf
- Sistem indra
- Sistem reproduksi laki-
laki
- Sistem reproduksi
wanita
Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 8
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.5 Menganalisis hubungan antara 3.5.1 Menggolongkan bentuk-bentuk tulang Sistem Gerak
struktur jaringan penyusun organ penyusun rangka manusia dengan  Rangka tubuh
pada sistem gerak dan menggunakan torso. - Rangka aksial:
mengaitkan dengan 3.5.2 Menjelaskan fungsi rangka pada  Tengkorak
bioprosesnya sehingga dapat manusia.  Tulang telinga
menjelaskan mekanisme gerak 3.5.3 Menjelaskan macam-macam tulang dalam dan hioid
serta gangguan fungsi yang penyusun rangka tubuh.  Tulang belakang
mungkin terjadi pada sistem 3.5.4 Menghitung jumlah tulang penyusun  Tulang dada
gerak manusia melalui studi bagian-bagian tubuh.  Tulang rusuk
literatur, pengamatan, percobaan, 3.5.5 Membandingkan struktur tulang rawan
dan simulasi. dengan tulang keras. - Rangka apendikuler:
3.5.6 Menganalisis struktur penyusun tulang  Pektoral
berdasarkan hasil percobaan.  Ekstremitas superior
3.5.7 Menjelaskan anatomi tulang dengan  Pelvis
menggunakan gambar.  Ekstremitas inferior
3.5.8 Mengemukakan proses pembentukan
tulang (osifikasi).  Tulang
3.5.9 Mengaitkan faktor-faktor yang - Struktur tulang
mempengaruhi pertumbuhan tulang - Bentuk tulang
dengan fakta-fakta dalam kehidupan. - Proses pembentukan
3.5.10 Menjelaskan mekanisme kerja otot. tulang:
3.5.11 Menganalisis jenis gerakan yang
berfungsi dalam kegiatan sehari-hari.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 9


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.5 Menyajikan hasil analisis tentang 4.5.1 Menggambar ilustrasi struktur tulang  Osifikasi
kelainan pada struktur dan fungsi dan otot rangka. intramembranosa
jaringan gerak yang 4.5.2 Mendemonstrasikan berbagai gerakan  Osifikasi
menyebabkan gangguan sistem persendian. endokondral
gerak manusia melalui berbagi 4.5.3 Mendemonstrasikan gerakan antagonis
bentuk media presentasi. dan sinergis. - Faktor pertumbuhan
4.5.4 Menggunakan media presentasi untuk tulang:
menyajikan data hasil analisis  Herediter
gangguan sistem gerak.  Nutrisi
 Endokrin
 Sistem saraf

 Sendi (artikulasi)
- Struktur sendi
- Tipe sendi
 Sinartrosis
 Amfiartrosis
 Diartrosis: sendi
engsel, sendi
peluru, sendi
pelana, sendi putar,
sendi luncur, sendi
kondiloid.

 Otot rangka
- Struktur otot rangka
- Mekanisme kerja otot
- Sifat kerja otot :
 Sinergis
 Antagonis

 Gangguan sistem gerak


- Gangguan otot
- Gangguan tulang
Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 10
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.6 Menganalisis hubungan antara 3.6.1 Menjelaskan fungsi sistem peredaran Sistem Sirkulasi
struktur jaringan penyusun organ darah.  Sistem peredaran darah
pada sistem sirkulasi dan 3.6.2 Menganalisa komponen penyusun pada manusia
mengaitkannya dengan darah. - Darah
bioprosesnya sehingga dapat 3.6.3 Menjelaskan mekanisme proses  Plasma darah
menjelaskan mekanisme pembekuan darah dengan  Sel dan keping
peredaran darah serta gangguan menggunakan skema. darah
fungsi yang mungkin terjadi pada 3.6.4 Mengaitkan golongan darah dengan
sistem sirkulasi manusia melalui transfusi darah. - Mekanisme pembekuan
studi literatur, pengamatan, 3.6.5 Menganalisa pengaruh faktor rhesus darah
percobaan, dan simulasi. terhadap keselamatan janin dalam - Golongan darah:
kandungan ibu.  Sistem rhesus
3.6.6 Menunjukkan bagian-bagian jantung  Sistem ABO
pada gambar anatomi jantung.
3.6.7 Membedakan pembuluh darah vena - Tes golongan darah
dengan arteri. - Transfusi darah
3.6.8 Membedakan sistem peredaran darah - Organ peredaran
sistemik dengan sistem peredaran darah:
darah pulmonalis.  Jantung
3.6.9 Menjelaskan sistem peredaran darah  Pembuluh darah
pada janin.
3.6.10 Menganalisa faktor-faktor yang - Mekanisme peredaran
mempengaruhi frekuensi denyut nadi. darah
3.6.11 Menjelaskan fungsi sistem limfatik  Peredaran darah
dalam sistem sirkulasi. pulmonalis
3.6.12 Mendeskripsikan organ-organ penyusun  Peredaran darah
sistem limfatik. sistemik
3.6.13 Menjelaskan sirkulasi cairan limfe.  Sirkulasi portal
3.6.14 Mengaitkan teknologi sistem peredaran  Sirkulasi koroner
darah dengan jenis gangguan/kelainan
sistem peredaran darah.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 11


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.6 Menyajikan hasil analisis tentang 3.6.15 Menggambar diagram sistem peredaran  Peredaran darah
kelainan pada struktur dan fungsi darah. fetus
darah, jantung dan pembuluh 4.6.1 Menyajikan hasil analisis kelainan dan
darah yang menyebabkan gangguan sistem peredaran darah dari  Sistem limfa.
gangguan sistem peredaran browsing internet. - Organ limfa
darah manusia melalui berbagi 4.6.2 Melakukan praktik tes golongan darah. - Cairan limfa (getah
bentuk media presentasi. 4.6.3 Melakukan praktik menghitung frekuensi bening)
denyut nadi. - Aliran limfa:
 Duktus limfatikus
sinistra
 Duktus limfatikus
dekstra

 Gangguan sistem
peredaran darah: anemia,
hemofilia, siklemia,
talasemia, dll

 Teknologi sistem peredaran


darah: ekokardiograf,
pemindaian dengan
radioaktif, operasi bypass,
dll

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 12


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.7 Menganalisis hubungan antara 3.7.1 Menjelaskan zat-zat makanan yang Makanan dan Sistem
struktur jaringan penyusun organ terkandung dalam bahan makanan dan Pencernaan Makanan
pada sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan fungsinya bagi  Pengertian dalam ilmu gizi:
mengaitkannya dengan nutrisi tubuh, akibat yang ditimbulkan bila ilmu gizi, zat gizi, nutrisi
dan bioprosesnya sehingga kelebihan atau kekurangan zat tersebut. esensial, makanan, status
dapat menjelaskan proses 3.7.2 Menyebutkan contoh-contoh bahan gizi, diet, dll
pencernaan serta gangguan makanan sebagai sumber zat-zat
fungsi yang mungkin terjadi pada makanan yang diperlukan tubuh.  Zat makanan
sistem pencernaan manusia 3.7.3 Menjelaskan berbagai jenis zat aditif - Karbohidrat
melalui studi literatur, makanan beserta bahayanya bagi - Lemak
pengamatan, percobaan, dan kesehatan tubuh. - Protein
simulasi. 3.7.4 Mengumpulkan informasi tentang pola - Vitamin
makan, menu seimbang, BMI, dan - Mineral
BMR.
3.7.5 Menyusun menu makanan seimbang  Air
untuk kategori aktivitas normal selama
3 hari melalui kerja mandiri.  Zat aditif makanan
3.7.6 Merinci organ-organ penyusun sistem - Aditif sengaja
pencernaan makanan pada manusia. - Aditif tidak sengaja
3.7.7 Menjelaskan struktur sel, jaringan, dan - Aditif alamiah
organ penyusun sistem pencernaan - Aditif sintesis
makanan dan mengaitkan dengan
fungsinya.  Kebutuhan dan
3.7.8 Mengaitkan beberapa permasalahan keseimbangan energi
tentang sistem pencernaan makanan - AMB/BMR
dengan konsep yang sudah - Total energi
dipelajarinya. - BMI/IMT
3.7.9 Menjelaskan cara menjaga kesehatan
diri dengan prinsip-prinsip dalam  Menyusun menu makanan
perolehan nutrisi dan energi melalui seimbang
makanan dan kerja sistem pencernaan. - Menu 4 sehat 5
3.7.10 Membandingkan organ pencernaan sempurna
makanan manusia dengan hewan
ruminansia menggunakan gambar/
Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 13
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.7 Menyajikan hasil analisis tentang 4.7.1 Melakukan praktik uji zat makanan - Ventrikulus
kelainan pada struktur dan fungsi terhadap berbagai jenis bahan - Pankreas, hati, kantong
jaringan pada organ-organ makanan. empedu
pencernaan yang menyebabkan 4.7.2 Melakukan percobaan proses - Usus halus
gangguan sistem pencernaan pencernaan di mulut untuk mengetahui - Kolon
manusia melalui berbagi bentuk kerja saliva/ludah.
media presentasi. 4.7.3 Mengumpulkan data informasi kelainan-  Gangguan sistem
kelainan yang mungkin terjadi pada pencernaan makanan:
sistem pencernaan manusia dari sariawan, konstipasi, maag,
berbagai sumber sebagai tugas mandiri flatus, dll
dan melaporkan dalam bentuk tertulis.
4.7.4 Menyajikan hasil analisis kelainan dan  Teknologi sistem
gangguan sistem pencernaan makanan pencernaan makanan
pada manusia dari browsing internet. - Feeding tube
- Stomach tube
- Rectal tube
- Endoskop

 Pencernaan hewan
ruminansia
- Alat pencernaan hewan
ruminansia
- Proses pencernaan
makanan pada hewan
ruminansia.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 14


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.8 Menganalisis hubungan antara 3.8.1 Menjelaskan fungsi sistem pernapasan Sistem Pernapasan
struktur jaringan penyusun organ pada manusia.  Sistem pernapasan pada
pada sistem respirasi dan 3.8.2 Merinci organ-organ penyusun sistem manusia
mengaitkannya dengan pernapasan. - Alat pernapasan
bioprosesnya sehingga dapat 3.8.3 Menunjukkan bagian-bagian sistem - Mekanisme
menjelaskan proses pernapasan pernapasan pada gambar. pernapasan:
serta gangguan fungsi yang 3.8.4 Menganalisa faktor-faktor yang  Inspirasi
mungkin terjadi pada sistem mempengaruhi frekuensi pernapasan.  Ekspirasi
respirasi manusia melalui studi 3.8.5 Menjelaskan diagram pertukaran
literatur, pengamatan, percobaan, oksigen dan karbon dioksida pada - Pengendalian dan
dan simulasi. alveolus dan sel-sel jaringan tubuh. kecepatan pernapasan
3.8.6 Menjelaskan reaksi pengikatan oksigen - Transpor dan
dan karbon dioksida dalam darah. pertukaran gas:
3.8.7 Menjelaskan bahaya rokok bagi  Pertukaran O2 dan
kesehatan. CO2
3.8.8 Menganalisa dampak pencemaran  Transpor O2
udara terhadap kesehatan sistem  Transpor CO2
pernapasan.
3.8.9 Mendeskripsikan teknologi sistem - Volume dan kapasitas
pernapasan. paru-paru
4.8 Menyajikan hasil analisis tentang 4.8.1 Mendemonstrasikan fase inspirasi dan
kelainan pada struktur dan fungsi ekspirasi pada mekanisme pernapasan.  Bahaya rokok bagi
jaringan organ 4.8.2 Melakukan eksperimen untuk kesehatan
pernapasan/respirasi yang menghitung kapasitas vital paru-paru
menyebabkan gangguan sistem dan frekuensi pernapasan.  Pengaruh pencemaran
respirasi manusia melalui berbagi 4.8.3 Melakukan percobaan untuk mengukur udara terhadap sistem
bentuk media presentasi. udara pernapasan dengan pernapasan
menggunakan respirometer.
4.8.4 Menyajikan hasil analisis kelainan dan  Gangguan sistem
gangguan sistem pernapasan melalui pernapasan: faringitis, TBC,
media presentasi.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 15


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.9 Merencanakan dan melaksanakan 4.9.1 Melakukan pengamatan/kajian peristiwa apnea tidur, sianosis, SIDS,
pengamatan pengaruh pencemaran di masyarakat tentang dampak sindrom batuk-pilek, dll
udara dan mengolah informasi pencemaran udara dan kebiasaan
beberapa resiko negatif merokok merokok terhadap kesehatan tubuh  Teknologi sistem
pada remaja untuk menentukan terutama sistem pernapasan. pernapasan
keputusan. - Trakeostomi
- Pulmotor
- Terapi oksigen
- Terapi oksigen
hiperbarik

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 16


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.9 Menganalisis hubungan antara 3.9.1 Merinci organ-organ penyusun sistem Sistem Ekskresi
struktur jaringan penyusun organ ekskresi.  Sistem ekskresi pada
pada sistem ekskresi dan 3.9.2 Menjelaskan fungsi sistem ekskresi pada manusia
mengaitkannya dengan proses manusia. - Ginjal
ekskresi sehingga dapat menjelaskan 3.9.3 Menunjukkan bagian-bagian ginjal  Fungsi ginjal
mekanisme serta gangguan fungsi  Struktur ginjal
dengan menggunakan
yang mungkin terjadi pada sistem  Proses
torso/gambar/organ ginjal sapi/kambing. pembentukan urine
ekskresi manusia melalui studi 3.9.4 Menjelaskan tahapan proses  Penyimpanan
literatur, pengamatan, percobaan, pembentukan urine. sementara urine
dan simulasi. 3.9.5 Menganalisa faktor-faktor yang dan berkemih
mempengaruhi proses pembentukan  Faktor
urine. pembentukan urine
3.9.6 Menganalisa sifat fisik dan komposisi
urine. - Hati (hepar)
3.9.7 Mengaitkan fungsi hati dalam sistem  Fungsi hati
ekskresi.
- Paru-paru
3.9.8 Menunjukkan bagian-bagian hati dengan
menggunakan torso atau gambar. - Kulit
3.9.9 Mengaitkan fungsi paru-paru sebagai  Fungsi kulit
alat ekskresi.  Struktur kulit
3.9.10 Mengaitkan fungsi kulit sebagai alat  Kelenjar kulit
ekskresi.  Termoregulasi
3.9.11 Menunjukkan lapisan dan kelenjar pada  Kontrol pengeluaran
kulit dengan menggunakan torso/gambar keringat
struktur kulit.
3.9.12 enganalisa fungsi kulit sebagai pengatur  Gangguan sistem
panas (termoregulasi). ekskresi: glikosuria, liver,
3.9.13 Menjelaskan mekanisme kontrol albuminuria, batu ginjal,
diabetes insipidus,
hipotalamus terhadap pengeluaran
diabetes mellitus, dll.
keringat.
 Teknologi sistem ekskresi
3.9.14 Memberikan contoh teknologi sitem - Hemodialisis
Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 17
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.10 Menyajikan hasil analisis tentang 4.10.1 Melakukan percobaan untuk menguji - ESWL (penghancuran
kelainan pada struktur dan fungsi kandungan urine. batu ginjal)
organ yang menyebabkan 4.10.2 Menyajikan hasil analisis kelainan dan - Skin grafting
gangguan sistem ekskresi manusia gangguan sistem ekskresi melalui media
melalui berbagi bentuk media presentasi.
presentasi. 4.10.3 Melakukan pengamatan/kajian peristiwa
di masyarakat tentang penyakit diabetes
melitus.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 18


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.10 Menganalisis hubungan antara 3.10.1 Merinci sistem-sistem organ yang Sistem Koordinasi
struktur jaringan penyusun organ tergabung dalam sistem koordinasi  Sistem saraf pada manusia
pada sistem koordinasi dan dengan menggunakan gambar atau torso - Neuron
mengaitkannya dengan proses manusia. - Sel neuroglia
koordinasi sehingga dapat 3.10.2 Menunjukkan bagian-bagian neuron - Sinapsis
menjelaskan peran saraf dan - Impuls saraf, gerak
dengan menggunakan gambar neuron.
hormon dalam mekanisme sadar, dan refleks
3.10.3 Memberikan contoh-contoh gerak
koordinasi dan regulasi serta - Mekanisme
refleks yang biasa dilakukan dalam penghantaran impuls
gangguan fungsi yang mungkin kehidupan sehari-hari. - Sistem saraf pusat
terjadi pada sistem koordinasi 3.10.4 Menjelaskan mekanisme penghantaran (SSP):
manusia melalui studi literatur, impuls dengan menggunakan gambar.  Otak
pengamatan, percobaan, dan 3.10.5 Menjelaskan struktur sistem saraf pusat  Medula spinalis
simulasi. melalui pengamatan gambar.
3.10.6 Mengumpulkan informasi atau data-data - Sistem saraf tepi (SST):
berkaitan dengan susunan saraf tepi dari  Saraf kranial
media.  Saraf spinal
3.10.7 Menganalisa berbagai jenis hormon yang
 Sistem hormon (endokrin)
dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar
- Karakteristik kelenjar
endokrin. endokrin
3.10.8 Menganalisa perbedaan sistem saraf - Kelenjar endokrin dan
dengan sistem hormon. sekresi hormon.
3.10.9 Menunjukkan struktur masing-masing
panca indra (mata, telinga, kulit, lidah,  Perbedaan sistem saraf
hidung) dengan menggunakan gambar. dengan sistem endokrin.
3.10.10 Menjelaskan mekanisme melihat dengan
menggunakan bagan.  Sistem indra
3.10.11 Mengurutkan tahapan mekanisme - Indra penglihat (mata)
melihat oleh mata. - Indra pembau (hidung)
3.10.12 Melakukan percobaan untuk menentukan - Indra pengecap (lidah)
area kepekaan lidah terhadap rasa.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 19


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.11 Mengevaluasi pemahaman diri 3.11.1 Menjelaskan bahaya penggunaan - Indra pendengar
tentang bahaya penggunaan senyawa psikotropika dan dampaknya (telinga)
senyawa psikotropika dan terhadap kesehatan diri, lingkungan dan - Indra peraba (kulit)
dampaknya terhadap kesehatan masyarakat berdasarkan kajian literatur.
diri, lingkungan dan masyarakat.  Pengaruh NAPZA terhadap
4.11 Menyajikan hasil analisis tentang 4.11.1 Melakukan percobaan untuk menentukan sistem koordinasi
kelainan pada struktur dan fungsi - Pengertian NAPZA
area kepekaan lidah terhadap rasa.
- Jenis NAPZA
saraf dan hormon pada sistem 4.11.2 Menyajikan hasil analisis kelainan dan
- Dampak buruk
koordinasi yang disebabkan oleh gangguan sistem koordinasi melalui penyalahgunaan
senyawa psikotropika yang media presentasi. NAPZA
menyebabkan gangguan sistem 4.11.3 Mengumpulkan data informasi berbagai - Kiat-kiat menghindari
koordinasi manusia dan melakukan jenis NAPZA beserta bahayanya yang penyalahgunaan
kampanye anti narkoba pada merusak masa depan melalui browsing NAPZA.
berbagai media. internet.
4.12 Melakukan kampanye antinarkoba 4.12.1 Menentukan kiat-kiat untuk menghindari
melalui berbagai bentuk media penyalahgunaan NAPZA.
komunikasi baik di lingkungan 4.12.2 Melakukan kampanye antinarkoba
sekolah maupun masyarakat. melalui berbagai media.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 20


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.12 Menganalisis hubungan antara 3.12.1 Merinci organ-organ penyusun sistem Sistem Reproduksi
struktur jaringan penyusun organ reproduksi laki-laki dan wanita.  Sistem reproduksi pada
reproduksi dengan fungsinya 3.12.2 Menjelaskan fungsi organ-organ laki-laki
dalam proses reproduksi manusia penyusun sistem reproduksi laki-laki dan - Organ reproduksi laki-
melalui studi literatur, wanita. laki
pengamatan, percobaan, dan - Hormon kelamin laki-
3.12.3 Menjelaskan fungsi hormon kelamin
simulasi. laki
pada laki-laki dan wanita. - Spermatogenesis
3.12.4 Menjelaskan tahapan proses
gametogenesis pada laki-laki dan wanita  Sistem reproduksi pada
dengan menggunakan charta. wanita
3.12.5 Menjelaskan siklus menstruasi dengan - Organ reproduksi
menggunakan charta. wanita
3.12.6 Menjelaskan proses fertilisasi, kehamilan - Hormon kelamin wanita
(gestasi), dan persalinan - Oogenesis
3.12.7 Menganalisis faktor-faktor laktasi. - Siklus menstruasi
3.12.8 Mengemukakan contoh teknologi dalam - Pembuahan,
sistem reproduksi. kehamilan, dan
kelahiran
3.13 Menerapkan pemahaman tentang 3.13.1 Menjelaskan hubungan metode
- Terjadinya bayi kembar
prinsip reproduksi manusia untuk kontrasepsi dengan program - Laktasi
menanggulangi pertambahan kependudukan dan KB.
penduduk melalui program  Gangguan sistem
keluarga berencana (KB) dan reproduksi
peningkatan kualitas hidup SDM - Gangguan sistem
melaui pemberian ASI ekslusif. reproduksi wanita:
4.13 Menyajikan hasil analisis tentang 4.13.1 Menyajikan hasil analisis kelainan dan dismenore,
kelainan pada struktur dan fungsi gangguan sistem reproduksi melalui endometriosis, hamil
organ yang menyebabkan media presentasi dan diskusi. anggur, dll
gangguan sistem reproduksi - Gangguan sistem
manusia melalui berbagai bentuk reproduksi laki-laki:
media presentasi. prostatitis, orkitis,

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 21


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.14 Memecahkan masalah kepadatan 4.14.1 Membuat majalah dinding tentang uretritis, ginekomastia,
penduduk dengan menerapkan dampak dari pernikahan usia dini dan dll
prinsip reproduksi manusia. perilaku negatif berkaitan dengan sistem
reproduksi.  Teknologi sistem reproduksi
4.15 Merencanakan dan melakukan 4.15.1 Membuat poster atau leaflet untuk - Amniosentesis
- USG
kampanye tentang upaya kampanye tentang pentingnya ASI
- Fertilisasi invitro
penanggulangan pertambahan eksklusif bagi bayi.
penduduk dan peningkatan
 Metode kontrasepsi
kualitas SDM melalui program
- Kontrasepsi alami
keluarga berencana (KB) dan - Koitus interuptus
pemberian ASI ekslusif dalam - Kontrasepsi kimiawi
bentuk poster dan spanduk. - Metode sawar mekanis
- Pencegahan ovulasi
- Penghambatan
implantasi

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 22


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
3.14 Mengaplikasikan pemahaman 3.14.1 Menganalisa suatu kasus di masyarakat Sistem Pertahanan Tubuh
tentang prinsip-prinsip sistem imun tentang penyakit imunodefisiensi AIDS  Fungsi sistem pertahanan
untuk meningkatkan kualitas hidup berdasarkan kajian literatur. tubuh
manusia dengan kekebalan yang 3.14.2 Menjelaskan fungsi sistem pertahanan  Mekanisme pertahanan
dimilikinya melalui program tubuh. tubuh
immunisasi sehingga dapat terjaga 3.14.3 Merinci komponen dalam respon - Pertahanan nonspesifik
proses fisiologi di dalam tubuh.  Pertahanan fisik,
imunitas.
mekanis, dan kimia
3.14.4 Menjelaskan mekanisme pertahanan  Fagositosis
nonspesifik dan pertahanan spesifik.  Inflamasi
3.14.5 Membuat tabel tentang perbedaan  Zat antimikroba
pertahanan nonspesifik dengan nonspesifik
pertahanan spesifik.
3.14.6 Menjelaskan interaksi antigen – antibodi. - Pertahanan spesifik
3.14.7 Menjelaskan berbagai jenis imunitas  Komponen respons
berdasarkan kajian literatur. imunitas spesifik
3.14.8 Menunjukkan perbedaan mekanisme  Interaksi antigen-
respon imunitas humoral dan imunitas antibodi
 Sel-sel dalam
selular dengan menggunakan gambar.
sistem imunitas
3.14.9 Menjelaskan mekanisme respon imunitas  Jenis imunitas
humoral dan respon imunitas selular,  Mekanisme respons
melalui kegiatan role play (bermain imunitas humoral
peran).  Mekanisme respons
3.14.10 Menganalisa faktor-faktor yang imunitas seluler
mempengaruhi sistem pertahanan tubuh.

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 23


Kompetensi Inti Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Materi Pembelajaran/ Topik /
(KI) Subtopik
4.16 Menyajikan data jenis-jenis 4.16.1 Melakukan observasi lapangan (ke klinik
imunisasi (aktif dan pasif) dan jenis kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit)  Faktor yang memengaruhi
penyakit yang dikendalikannya. untuk menemukan jenis, cara, dan tujuan sistem pertahanan tubuh
dilakukan imunisasi pada anak-anak (genetik, fisiologis, stres,
maupun orang dewasa. usia, hormon, olahraga,
nutrisi, dan obat-obatan).
4.16.2 Menyajikan hasil analisis gangguan
sistem pertahanan tubuh melalui media
 Gangguan sistem
presentasi dan diskusi. pertahanan tubuh
- Hipersentivitas (alergi)
- Penyakit autoimun
- Imunodefisiensi

Mengetahui, ....................,......Juli 2015


Kepala SMA/MA.................. Guru Biologi,

.............................................. ..........................................
NIP....................................... NIP...................................

Irnaningtyas, Penerbit : Erlangga Page 24