Anda di halaman 1dari 30

mempengaruhi

Dalam bentuk

BENTUK MOLEKUL 1. Linier(AX2)


Dijelaskan
2. Segitiga planar(AX3)
olleh
Berdasarkan jumlah
3. Tetrahedral(AX4)
atompusat
4. Trigonal bipiramida
(AX5)
Teori Molekul dengan satu
5. Oktahedral(X6)

Mempengaruhi
atau lebih atom pusat

pusat satu Meramalkan


terdiri Tidak ada PEB
Kepolaran Molekul
Domain elektron VSEPR

Dipengaruhi
Ada PEB Terdiri dari

Molekul POLAR Molekul nonpolar


menjelaskan

terdiri

terdiri
Bilangan Koordinasi Sudut molekul

Dipengaruhi
Senyawa
dipengaruhi konvalen polar Senyawa
unsur

Jumlah PEI EV atom Jumlah Muatan


pusat

Momen
Perbedaan
dipol
kelektronegati
fan
BACKWARD DESIGN

KD 3.6. Menerapkan teori pasangan electron kulit valensi (VSEPR) dan teori Domain Elektron
dalam menentukan bentuk molekul

KD 4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di
lingkungan sekitar atau perangkat lunak computer

Indeks Pencapaian Kompetisi

3.6.1 Menjelaskan pengertian bentuk molekul

3.6.2 Menafsirkan bentuk molekul berdasarkan jenis-jenisnya

3.6.3Memahami faktor yang mempengaruhi kepolaran suatu molekul

.4.6.1 Merangkai bentuk molekul 3 Dimensi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di
lingkungan sekitar

4.6.2 Mempresentasikan hasil rangkaian model bentuk molekul dengan bahan-bahan yang ada di
lingkungan sekitar

Stage 1 : Desire Result

Pemahaman Pertanyaan Essensial


 Definisi bentuk molekul
 Apakah setiap molekul yang ada
memiliki bentuk yang sama?
 Jenis-jenis bentuk molekul  Apasajakah jenis-jenis bentuk molekul
?
 Pengaruh bilangan koordinasi terhadap  Mengapa bentuk molekul BF3 dengan
bentuk molekul CH4 berbeda, dimana BF3 berbentuk
segitiga planar, sedangkan CH4
berbentuk tetrahedral?

 Hubungan bentuk molekul dengan  Mengapa molekul H2O memiliki sudut


sudut ikatan ikatan lebih kecil daripada BeCl2,
padahal memiliki PEI yang jumlahnya
sama yaitu 2 PEI?
 Dari pertanyaan di atas, bagaimana
pengaruh PEB terhadap sudut molekul?
 Keberadaan PEB bagi bentuk molekul  Manakah diantara CO2 dan HCl yang
 Perbedaan molekul polar dan molekul meurpakan molekul Polar?
nonpolar dan faktor yang  Mengapa HCl merupakan molekul
mempengaruhinya polar
Peserta didik mengetahui Peserta didik mampu
 Jenis-jenis bentuk molekul  Mengelompokkan molekul ke dalam
1. Linier jenis-jenis bentuk molekul sesuai
2. Segtiga trigonal bilangan koordinasinya
3.segitiga planar
4. tetrahedral
5. segiempat piramida
6. octahedral
 Hubungan BK terhadap bentuk molekul

 Pengeruh PEB terhadap sudut molekul  Menjelaskan pengaruh PEB terhadap


sudut suatu molekul

Stage 2 : Assessment Edvice

Performance task Other Edvice


1. Diberikan sebuah fakta, yaitu BeCl2 Diberikan tugas
memiliki bentuk molekul linier sedangkan BF3 1. Prediksilah bentuk molekul dibawah ini
memiliki bentuk molekul segitiga planar, berdasarkan bilangan koordinasinya
peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya  NH4+
mengapa kedua molekul tersebut memiliki  CO2
bentuk molekul yang berbeda  BF3
 SO42-
Kriteria
 Menjelaskan alasan dengan perhitungan
bilangan koordinaasi, 2. Tugas proyek
2. Diberikan sebuah fakta, yaitu sudut CH4 Guru memberikan tugas dengan soal yang
1090 sedangkan sudut H2O 1060, padahal berbeda-beda pada setiap kelompok, siswa
keduanya memiliki BK yang sama yaitu 4, dan diminta untuk menyelesaikan dengan hasil
bentuk tetrahedral, siswa disuruh berdiskusi akhirnya berupa produk dari bahan-bahan yang
mengapa hal itu terjadi. ada di lingkungan sekitar. Hasil produk sesuai
Kriteria dengan bentuk molekul berdasarkan soal, dan
 Menjelaskan dengan pengaruh PEB dibuat sekreative mungkin, kemudian hasilnya
terhadap sudut suatu molekul dipresentasikan

Stage 3 Learning Plan

Learning Activity
W : Untuk menguji pengetahuan awal peserta didik, guru memberikan pertanyaan mengenai contoh
bilangan koordinasi pada suatu molekul
H : Mengaitkan pengetahuan awal yaitu bilangan koordinasi hubungannya dengan bentuk molekul, guru
memberikan pertanyaan-pertanyaan dari dua molekul yang berbeda bilangan koordinasinya seperti BF3
dengan BeCl2
E : Siswa mengeksplor untuk memecahkan masalah, dengan referensi utama handout yang diberikan oleh
guru, siswa dapat memecah masalah dengan metode diskusi kelompok
R : Pengajar memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya dan
mengajukan pertanyaan
E : Guru mengevaluasi pengetahuan siswa dengan memberi pertanyaan berupa soal-soal yang
dikerjakanpeserta didik secara individu dan mempresentasi hasil proyek yang sudah dikerjakan secara
kelompok
T : Peserta didik dapat memprediksi model bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR .
O : Diakhir pertemuan peserta didik diminta untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas mengenai
bentuk molekul secara individu.
SILABUS

Mata Pelajaran : Kimia

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Payung

Kelas/Semester : X/2

Kompetisi Dasar :

3.6. Menerapkan teori pasangan electron kulit valensi (VSEPR) dan teori Domain Elektron
dalam menentukan bentuk molekul

4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di
lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer

Kompetisi Inti

KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli (gotong royong, kerjasama,

toleran, damai), santun, responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian

dari solusi atas bebagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan

lingkunagn sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa

dalam pergaulan dunia.

KI-3: Memahami, menerapkan, dan mengananalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni,budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan

minatnya untuk memecahkan masalah.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan

pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara

efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Kompetisi Indikator Pencapaian Materi pembelajaran Penilai Alokasi Sumber


Dasar Kompetisi Pokok an waktu Belajar

BENTUK MOLEKUL

3.6. 3.6.1 Menjelaskan Pengertian Siswa Kogniti 4 x 45 1. Hand


Menerapkan pengertian bentuk bentuk mengamati f meni Out
teori pasangan molekul molekul video yang
1.post 2. Video
electron kulit mengambarkan
test
valensi adanya atom- 3. Buku
(VSEPR) dan atom, sudut 2. kimia
teori Domain suatu molekul Tugas kelas X
Elektron dalam ruang semester
dalam 3D, 2
menentukan memunculkan Afektif
2. Jenis-
bentuk 3.6.2 Menafsirkan konflik kognitif :
jenis bentuk
molekul bentuk molekul pada siswa
molekul

4.6 Membuat berdasarkan jenis- Guru


Psikom
model bentuk jenisnya menjelaskan
otorik :
molekul macam-macam
Present
dengan jenis bentuk
asi
menggunakan molekul
hasil
bahan-bahan berdasarkan kerja
yang ada di Bilangan siswa
lingkungan koordinasinya
sekitar atau
Siswa diberi
perangkat
masalah berupa
lunak
dua molekul
komputer
yang memiliki
bentuk
berbeda, H2O
berbentuk
huruf V
sedangkan
BeCl2
berbentuk linier

Siswa
berdiskusi
dengan
kelompoknya
untuk
menemukan
3.6.3 Mengenali Kepolaran solusi dari
molekul polar dan suatu masalah yang
molekul nopolar molekul telah diberikan

Siswa
menghitung
Bilangan
Koordinasi dan
memprediksi
bentuk molekul
berdasarkan
Bilangan
Koordinasinya

4.6.1 Merangkai model


bentuk molekul Teori
berdasarkan teori bentuk Siswa
VSEPR dengan bahan- molekul melaksanakan
bahan yang ada di proyek
lingkungan sekitar pembuatan
bentuk molekul
sesuai dengan
soal dan
perintah dari
guru

4.6.2Mempresentasikan Siswa
hasil rangkaian model mempresentasi
bentuk molekul dengan kan hasil
bahan-bahan yang ada kerjanya yang
di lingkungan sekita berupa proyek
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 1 Payung

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : X/1

Materi Pokok : Model bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR

Alokasi Waktu : 4 X 45 menit

A.Kompetensi Inti

KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas bebagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkunagn sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

KI-3: Memahami, menerapkan, dan mengananalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni,budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B.Kompetisi Dasar/KD dan Indikator Pencapaian Kompetisi/IPK

Kompetisis Dasar Indikator Pencapaian Kompetisi


3.6. Menerapkan teori pasangan electron 3.6.1 Menjelaskan pengertian bentuk
kulit valensi (VSEPR) dan teori Domain molekul
Elektron dalam menentukan bentuk
3.6.2 Menafsirkan bentuk molekul
molekul
berdasarkan jenis-jenisnya

3.6.3 Menyimpulkan bentuk molekul


menurut teori VSEPR

3.6.4 Memahami faktor yang


mempengaruhi kepolaran suatu molekul

4.6 Membuat model bentuk molekul 4.6.1 Merangkai bentuk molekul 3 Dimensi
dengan menggunakan bahan-bahan yang dengan memanfaatkan bahan-bahan yang
ada di lingkungan sekitar atau ada di lingkungan sekitar
perangkat lunak komputer
4.6.2 Mempresentasikan hasil rangkaian
model bentuk molekul dengan bahan-bahan
yang ada di lingkungan sekitar

C. Tujuan Pembelajaran

1.Melalui pertanyaan analogi siswa dapat menjelaskan pengertian bentuk molekul dengan benar

2. Melalui perhitungan Bilangan Koordinasi siswa dapat memprediksi suatu bentuk molekul
dengan benar

3. Melalui Tanya jawab siswa dapat menyimpulkan model bentuk molekul berdasarkan teori
VSEPR dengan benar.

4. Melalui metode ceramah siswa dapat memahami faktor yang mempengaruhi suatu kepolaran
molekul dengan benar
4. Melalui diskusi dan kerja kelompok siswa dapat membuat model bentuk molekul dalam
ruangan 3D dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar

5.Melalui diskusi kelompok siswa dapat mempresentasikan hasil rancangan model bentuk
molekul dalam ruangan 3D dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada dilingkungan
sekitar dengan jelas.

D. Materi Pembelajaran

Fakta

Molekul BeCl2 memiliki Bilangan koordinasi 2, dan berbentuk linier. H2O memiliki bilangan
koordinasi 4 dan berbentuk tetrahedral. Brikut tabel lengkap mengenai bilangan koordinasi
beserta bentuk molekulnya
Konsep

Perbandingan antara teori domain electron dengan teori VSEPR


Teori Domain Elektron Teori VSEPR
Kulit valensi atom pusat Ditempati oleh domain Ditempati oleh pasangan
electron ikatan dan domain electron ikatan dan
electron bebas (Bila pasangan electron
electron memiliki jumlah bebas(bila molekul
electron ganjil, domain memilki jumlah electron
electron tak berpaangan ganjil, electron tak
dapat menepati kulit berpasangan dapat
valensi atom pusat ) menempati kulit valensi
atom pusat)
Bentuk Molekul Ditentukan oleh domain Ditentukan oleh pasangan
electron ikatan electron ikatan
Sudut ikatan di sekitar Diperkecil dengan adanya Diperkecil dengan adanya
atom pusat domain electron bebas pasangan electron bebas
Peramalan bentuk molekul Tidak harus didahui Tidak harus didahui
dengan penulisan struktur dengan penulisan struktur
Lewis Molekul Lewis Molekul

Prosedural

Cara menentukan Bilangan Koordinasi

Langkah-langkah menentukan Bilangan Koordinasi, yaitu

1) Menuliskan struktur Lewis suatu molekul yang ingin dicari bilangan koordinasinya

2) Mengetahui electron valensi atom pusat

3) Mengetahui apakah molekul tersebut memiliki muatan atau tidak


4) Kemudian dilakukan perhitungan dengan rumus berikut BK = ½ (ev atom pusat + jumlah
electron yang disumbangkan oleh substituen- muatan)

5) Perlu diketahui bahwa O terminal tidak menyumbang electron, sedangkan atom lainnya
menyumbang 1 elektron

Contoh :

1. BF3

Atom pusat : B, dengan electron valensi 3

Substituen : F

BK atom B = ½(3+3.1-0) = 3

2. NH4+

Atom pusat : N, dengan electron valensi 5

Substituen : H

BK Atom N : ½ ( 5+4.1-1)= 4

3. CO2

Atom Pusat : C, dengan EV 4

Subtituen : O terminal

BK Atom C : ½ (4+2x0-0)= 2

E. Media Pembelajaran
1. Video

2. Papan tulis

3. Handout

F. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran : Inquiri Terbimbing, PBJL

Metode : ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, kerja kelompok

G. Sumber Belajar

Handout

H. Langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Pendahuluan

Guru masuk kelas dan mengucapkan salam, Siwa menjawab salam dan menjawab kabar

Guru menanyakan kabar serta memberi


semangat kepada siswa untuk melaksanakan
pembelajaran
Siswa mengacung tangan saat namanya
Guru melakukan presensi dengan cara
dipanggil
menyebut nama siswa satu per satu

Pembukaan

Guru meriview ingatan siswa mengenai materi


sebelumnya, yaitu ikatan kimia.

Guru memberi contoh atom H dan atom Cl di Salah satu siswa maju dan menyelesaikan soal
papan tulis. Dan memberi pertanyaan yaitu yang ada di papan tulis
menulis struktur HCl berdasarkan teori Lewis, Setelah selesai menulis jawaban di papan tulis
serta menyebutkan jenis ikatan dari HCl siswa kembali ke bangkunya
tersebut. Kemudian menujuk salah satu siswa
untuk menyelesaikan soal di papan tulis

Guru menanyakan jawaban siswa tersebut ke


siswa lain apakah jawabannya benar atau salah Siswa yang lain tepuk tangan

Guru memberikan apresiasi atas jawaban dari


siswa

(Siswa mendengarkan)
Kemudian guru menghubungkan materi ikatan
kimia dengan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan ini.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pada


pertemuan ini
Siswa melaksanakan perintah guru dan
Kegiatan Inti berkumpul dengan siswa yang menyebutkan
angka yang sama sebagai anggota
Guru membagi siswa dalam lima kelompok,
kelompoknya.
dengan memerintah siswa untuk berhitung dari
satu sampai lima yang dimulai dari paling kiri
depan

Guru memberikan bahan ajar pada setiap


kelompok, dimana setiap kelompok
mendapatkan satu bahan ajar. (Siswa membaca)

Kemudian guru memerintah siswa untuk


membaca selama 10 menit

Setelah 10 menit, guru memerintahkan siswa


untuk berhenti membaca. Dan mengajak siswa
untuk memerhatikan sebuah video yang telah
di siapkan oleh guru
(siswa memerhatikan video yang ditayangkan
Guru memutarkan video mengenai fenomena secara seksama)
perbedaan bentuk molekul antara molekul
BeCl2 dengan BF3 sambil menjelaskan
maksud isi video tersebut

Guru memberikan masalah kepada siswa,


mengapa kedua molekul tersebut memiliki
bentuk molekul yang berbeda.
(Siswa berdiskusi dengan kelompoknya
Guru memerintahkan kepada siswa untuk
masing-masing)
menyelesaikan masalah tersebut secara
berdiskusi dengan kelompoknya msing-masing Salah satu kelompok menjawab hasil
diskusinya
Setelah berdiskusi, guru meminta siswa untuk
mengemukakan hasil diskusinya

Guru memberi apresiasi pada kelompok yang


telah mempresentasikan hasil diskusi
Salah satu kelompok mempresentasikan hasik
kelompoknya
diskusinya
Kemudian guru meminta kelompok lain untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya

Kemudian guru mengklarifikasi jawaban dari


siswa, bahwa yang memengaruhi perbedaan
kedua molekul tersebut adalah bilangan
koordinasi atom pusatnya

Kemudian guru memberi penjelasan mengenai


bilangan koordinasi, dan formula cara
menghitung bilangan koordinasi atom pusat,
dan menghubungan jumlah bilangan
koordinasi dengan jenis-jenis bentuk molekul Siswa menyimak
dalam ruang dimensi, misal bilangan
koordinasi atom pusatny adalah 2, maka
molekul tersebut berbentuk linier, berikut tabel
lengkap bilangan koordinasi beserta bentuknya
BAHAN
Bacalah bahan bacaan berikut, untuk menjawab BACAAN

Lembar Kerja Siswa

Kompetisi Dasar

3.6. Menerapkan teori pasangan electron kulit valensi (VSEPR) dan teori
Domain Elektron dalam menentukan bentuk molekul

4.6 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahan-bahan


yang ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer

Indikator Pencapaian Kompetisi

3.6.1 Menjelaskan pengertian bentuk molekul

3.6.2 Menafsirkan bentuk molekul berdasarkan jenis-jenisnya

3.6.3 Menyimpulkan bentuk molekul menurut teori VSEPR

3.6.4 Memahami faktor yang mempengaruhi kepolaran suatu molekul

4.6.1 Merangkai bentuk molekul 3 Dimensi dengan memanfaatkan bahan-


bahan yang ada di lingkungan sekitar

4.6.2 Mempresentasikan hasil rangkaian model bentuk molekul dengan


bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar
BENTUK MOLEKUL

A. DEFINISI BENTUK MOLEKUL

Di dunia ini semuanya memiliki bentuk, baik benda mati, maupun benda
hidup. Baik yang dapat dilihat oleh mata manusia maupun yang tidak
dapat dilihat oleh mata manusia. Dan semuanya memiliki bentuk yang
berbeda-beda, misalnya manusia dengan kucing, memiliki bentuk fisik
yang berbeda

KITA BERBEDA

TETAPI TETAP DAMAI

Bahkan manusia dengan manusia yang lainpun berbeda, misalnya ada


yang gemuk, ada yang kurus, dan ada yang sedang.
Begitupula dengan molekul dalam ruangan 3 dimensi. Indikator
perbedaan bentuk molekul adalah perbedaan sudut antara pasangan
elektron ikatan satu dengan pasangan elektron ikatan yang lain, atau
pasangan elektron ikatan dengan pasangan elektron bebas, atau
pasangan elektron bebas satu dengan pasangan elektron bebas yang lain

KITA JUGA
BERBEDA

Molekul tersusun atas atom-atom, yang akan membentuk ikatan


konvalen. Atom-atom tersebut dalam molekul memiliki tempat-tempat
tertentu, yang dapat digambarkan dalam struktur 3 dimensi. Terdapat
beberapa jenis bentuk molekul yang telah disepakati, yaitu sebagai
berikut
Berdasarkan tabel di atas maka kita dapat menentukan model bentuk
molekul berdasarkan bilangan koordinasi atom pusatnya.

B. BILANGAN KOORDINASI

Berikut langkah-langkah menghitung bilangan koordinasi suatu molekul

1) Menuliskan struktur Lewis suatu molekul yang ingin dicari

2) Mengetahui electron valensi atom pusat

3) Mengetahui apakah molekul tersebut memiliki muatan

4) Kemudian dilakukan perhitungan dengan rumus berikut

electron yang disumbangkan oleh substituen- muatan)

5) Perlu diketahui bahwa O terminal tidak menyumbang el

menyumbang 1 elektron

6) kemudian masukan rumus bilangan koordinasi

BK = 1/2(EV atom pusat + PEI-Muatan)

Contoh :

1. BF3

Atom pusat : B, dengan electron valensi 3

Substituen : F
BK atom B = ½(3+3.1-0) = 3

2. NH4+

Atom pusat : N, dengan electron valensi 5

Substituen : H

BK Atom N : ½ ( 5+4.1-1)= 4

3. CO2

Atom Pusat : C, dengan EV 4

Subtituen : O terminal

BK Atom C : ½ (4+2x0-0)= 2

C.TEORI

1. Teori VSEPR

Teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk suatu

molekul dan ion poliatomik. Serta dapat digunakan untuk

meramalkan bentuk suatu molekul dan ion poliatomik.

Berdasarkan teori VSEPR bentuk suatu molekul ditentukan oleh

tolakan minimal yang terjadi antara pasangan-pasangan electron

pada kulit valensi atom pusat. Teori VSEPR menyatakan bahwa:


a. Atom pusat suatu molekul memiliki bilangan koordinasi (BK)

yang harganya ditentukan oleh jumlah PEI dan PEB yang

terdapat pada kulit valensi atom tersebut

b. Pasangan electron pada kulit valensi atom pusat harus


berada pada posisi tertentu agar kekuatan tolakannya
minimal
D.KEPOLARAN MOLEKUL

Terjadi karena adanya perbedaan keelektronegatifan

Jenis kepolaran molekul dipaparkan sebagai berikut,

1. Molekul polar

 Suatu molekul bersifat polar, apabila tersusun atas atom-

atom yang berbeda dan bentuknya tidak menyebabkan ia

bersifat nonpolar.

 Ikatan kovalen polar terjadi antara dua atom yang memiliki

keelektronegatifan berbeda

 Suatu molekul yang tersusun atasa atom-atom yang sama

dapat juga bersifat polar, seperti ozon.

2. Molekul non polar

 Tersusun atas atom-atom yang sama dengan ikatan-ikatan

yang merupakan ikatan konvalen nonpolar, atau


 Tersusun atas atom-atom yang sama dengan ikatan-ikatan

yang ada merupakan ikatan konvalen polar, akan tetapi

karena bentuknya maka bersifat nonpolar

 Kepolaran suatu molekul dapat dibagi menjadi molekul polar

dan molekul nonpolar. Kepolaran tersebut dapat dicari

dengan menjumlahkan secara vektor momen-momen ikatan

yang ada tanpa harus memperhatikan momen-momen PEB

 Jika jumlah dari momen ikatannya lebih besar dari nol maka

molekul tersebut bersifat polar, sebaliknya jika jumlah

momen ikatannya sama dengan nol maka molekul tersebut

merupakan molekul nonpolar

Adanya perbedaan keelektronegatifan antara dua atom yang

membentuk ikatan kovalen menyebabkan atom yang lenih

elektropositif kekurangan elektron, sebaliknya atom yang

lebih elektronegatif kelebihan elektron. Akibatnya atom

yang elektropositif terjadi muatan parsial positif sedangkan

atom yang lebih elektronegatif terjadi muatan parsial

negatif.Adanya perbedaan muatan parsial menyebabkan

timbulya momen ikatan yang arahnya menuju atom yang lebih

elektronegatif. Jumlah vektor dari momen ikatan dan momen

pasangan elektron bebas dalam molekul disebut momen dipol.


Kelompok :

Kelas :

Anggota :

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : X/2

Materi Pembelajaran : Bentuk Molekul

Alokasi Waktu : 20 menit


_BENTUK MOLEKUL_

PERINTAH

Kerjakan soal di bawah ini secara berkelompok!

1.Prediksikan bentuk molekul dibawah ini berdasarkan Bilangan

Koordinasinya!

1. NH4+

2. CO2

3. BF3

Jawaban :
Setiap molekul memiliki bentuk yang berbeda-beda dalam ruang 3
dimensi,salah satu teori yang dapat memprediksi bentuk molekul dalam
ruang 3 dimensi adalah teori VSEPR. Menurut teori VSEPR bentuk
molekul dapat diprediksi sesuai dengan harga bilangan koordinasinya
atom pusatnya. Molekul H2O memiliki bilangan koordinasi yang sama
dengan molekul CH4 dan NH3, yaitu 4, dengan rumus

BK = 1/2 (EV+PEI-Muatan)

Meskipun memiliki bilangan koordinasi yang sama, tetapi memiliki bentuk


yang berbeda, dimana H2O memiliki bentuk huruf V, CH4 berbentuk
tetrahedral, dan NH3 berbentuk segitiga piramidal. Dikarenakan
bentuk yang sama maka sudut ketiga molekul tersebut juga berbeda-
beda, dimana sudut molekul H2O sebesar 104,50C, CH4 sebesar
109,5oC, dan NH3 sebesar 105,50C

2.Dari permasalahan di atas, jelaskan mengapa hal tersebut terjadi!

Jawaban :

3.
3. Jelaskan apakah molekul di bawah ini molekul polar atau bukan!

A. BeCl2

B. H2O

C. CO2

D. Cl2

E. HCl

Jawaban :