Anda di halaman 1dari 8

2.1.

Pengertian Start Up
Startup berarti proses menghidupkansumber energi pada mesin kerjaagar bisa
dioperasikan.Dianjurkan untuk menyalakan alat atau menggunakan alat dalam keadaan
steril/ bebas dari hal – hal yang memberi resiko kecelakaanProses startup haruslah diurut
secara benar untuk menghindari kesalahan pada saat pemakaian alat khususnya mesin.
(Indah, 2017)
2.2. Pengertian Shut Down
Proses shutdown berarti proses mematikan sumber energy pada mesin kerjaagar
tidak bisa dioperasikan.Tidak dianjurkan untuk mematikan mesin kerja dengan menekan
tombol power atau mencabut listrik secara langsung. Mungkin sering dihadapkan dengan
kondisi dimana seorang pekerja dituntut untuk mematikan mesin dengan cepat, sehingga
lebih memilih untuk mematikan dengan memutuskan aliran listriknya, karena dengan
melakukan proses shutdown membutuhkan waktu sedikit agak lama. (Indah, 2017)
Shutdown system, yaitu sistem yang dapat membuat suatu kerja peralatan menjadi
berhenti beroperasi. Tentunya banyak hal yang memaksa suatu perlatan untuk berhenti
beroperasi. Sebuah control system harus bisa digunakan untuk mencegah risiko
terjadinya cidera atau kerusakan pada manusia, lingkungan, atau peralatan.
2.3. Proses Start Up pada Umumnya
Proses start up itu berbeda pada setiap alat yang akan digunakan.
Proses start up pada umumnya yaitu denganmencolokkan kabel ke sumber listrik lalu
menekan tombol power on/off kemudian mengikuti alur yang ada, tergantung jenis
alatnya.
2.4. Proses Shut Down
Proses shut down sama seperti start up. Prosesnya tergantung jenis alat
yang digunakan. Proses shut down pada umumnya yaitu dengan menekan tombol power
on/off kemudian mecabut kabel dari sumber listriknya.

2.5. Pentingnya Start Up


Proses start up sangat penting. Proses start up yang salah bisa
menyebabkan cidera atau kekonsletan pada alat dan arus listrik. Banyak kecelakaan
terjadi pada masa transisi ke fase operasi stabil, seperti pada start up pada peralatan baru.
Start up dilakukan dari individual unit seperti menjalankan sistem pendingin (udara),
steam sistem serta pengetesannya.
2.6. Pentingnya Shut Down
Proses shut down sendiri adalah salah satu dari bentuk perlindungan
agar alat tidak cepat rusak atau pencegah kecelakaan kerja akibat kelalaian pekerja. Dan
yang terpenting proses shut down haruslah safe state untuk menghindari kerusakan saat
proses shut down jika kurang sempurna. Dalam proses shut down dibagi menjadi 2
macam, yaitu :
 Process Shutdown tanpa Panel, Process shutdown system pada sumur
pengeboran lama seperti Bravo, Kilo, Uniform, Lima, XA dan XB.
 Process Shutdown dengan Panel, Process Shutdown yang dipakai pada
anjungan - anjungan baru seperti: Auton, Robertsaw, Delta dll.
(Abi Royen, 2015)

2.7. Proses Start Up dan Shut Down pada Suatu Alat


Dalam suatu alat terdapat proses Start Up dan proses Shut Down
dan prosesnya berbeda – beda tergantung alat apa yang akan digunakan.

Prinsip kerja dari proses startup system adalah sebagai berikut :


Proses Start Up pada PLTN
Proses dalam startup pada PLTN yaitu sebagai berikut :

1. Air (berwarna biru tua) mengalir dari kondensor masuk ke boiler melewati pompa
dalam keadaan dingin. Di dalam boiler air ini akan di panaskan dalam suhu yang
sangat panas sehingga samapai terbentuk uap air.
2. Proses pembakaran uranium atau nuklir. Di dalam reactor vessel (dalam gambar)
ini proses dari pembakaran berlangsung. Terjadi tumbrukan antar partikel di
dalamnya yang akan menghasilkan panas (berwarna merah) yang kemudian
otomatis naik dan akan di salurkan ke dalam boiler melewati pressurizer yang
gunanya untuk menekan agar di dapat panas lebih lagi untuk proses pemanasan
air. Di dalam reactor vessel terbentuk sekat-sekat agar alur panas itu teratur di
dalamnya.
3. Di dalam boiler akan terjadi pemanasan air yang dilakukan oleh panas hasil proses
pembakaran nuklir melalui pipa-pipa yang kemudian air yang telah panas sampai
terbentuk uap air panas (berwarna biru muda). Kemudian uap air panas itu di
salurkan melalui pipa dan masuk ke ruang turbin dan akan memutar rotor turbin
itu. Setelah memutar turbin uap air panas itu di dinginkan kembali setelah masuk
ke dalam kondensor yang setelah dingin akan menetes seperti air biasa ke bagian
bawah kondensor.
4. Proses pendinginan dilakukan dengan mengambil sisa panas dari uap air dengan
cara air dingin disalurkan melalui pipa-pipa yang akan masuk ke dalam kondensor
dan hasil panas yang diserap di bawa keluar untuk di dinginkan.
5. Dari turbin yang berputar maka akan di salurkan untuk memutar generator dan
dari generator ini akan dihasilkan energi listrik yang akan disalurkan ke
masyarakat dan industri.

Prinsip kerja dari proses shutdown system adalah sebagai berikut :


Proses Shutdown pada PLTN
1. Alat penembakan neutron dimatikan sehingga neutron tidak lagi ditembakkan ke
bahan bakar nuklir.
2. Batang pengontrol atau control rods diturunkan ke tengah-tengah bahan bakar nuklir.
Batang pengontrol ini akan menyerap seluruh neutron bebas sehingga menghentikan
reaksi fisi dalam bejana reaktor.
3. Aliran air pendingin bejana reaktor dipercepat. Karena reaksi fisi berhenti di tengah
jalan, maka bejana reaktor dipenuhi oleh radioisotop-radioisotop hasil reaksi fisi.
Radioisotop ini sifatnya tidak stabil dan akan terus memancarkankan radiasi
radioaktif hingga sifatnya stabil. Pancaran radiasi radioaktif ini disertai dengan
pelepasan energi yang bisa mencapai 900 derajat celsius. Makanya aliran air
pendingin mutlak diperlukan untuk mencegah kerusakan pada batang bahan bakar
nuklir.
4. Aliran air pendingin turbin dipercepat. Karena turbin uap berhenti, tekanan uap
otomatis meningkat. Oleh karena itu aliran air pendingin dipercepat guna
menurunkan energi kalor uap yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir.
(Nugroho, 2014)
PENGERTIAN
Neraca digital merupakan alat yang sering ada dalam laboratorium yang
digunakan untuk menimbang bahan yang akan digunakan. Neraca digital berfungsi
untuk membantu mengukur berat serta cara kalkulasi fecare otomatis harganya
dengan harga dasar satuan banyak kurang. Cara kerja neraca digital hanya bisa
mengeluarkan label, ada juga yang hanya timbul ditampilkan layar LCDnya.

Menimbang zat dengan penimbangan selisih dilakukan jika zat yang ditimbang
dikhawatirkan akan menempel pada tempat menimbang dan sukar untuk dibilas. Pada
penimbangan selisih akan diperoleh berat zat yang masuk ke dalam tempat yang
diinginkan bukan pada tempat menimbang.Dalam praktikum biologi neraca ini biasa
digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat
kecil. Beberapa praktikum yang sering memerlukan alat ini yaitu praktikum
mikrobiologi dan kultur jaringan, dimana neraca ini digunakan untuk menimbang
bahan yang akan digunakan untuk membuat media untuk bakteri, jamur ataupun
untuk media tanam kultur jaringan.

Selain itu dengan adanya tingkat ketelitian yang tinggi maka hal tersebut
dapat meminimalkan kesalahan dalam pengambilan media yang dibutuhkan. Jumlah
media yang tidak tepat dalam pembuatan media baik untuk kultur jaringan ataupun
media bakteri tentunya akan berpengaruh terhadap konsentrasi zat dalam media. Hal
tersebut dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam hasil praktikum yang
dilaksanakan.Neraca analitik digital merupakan salah satu neraca yang memiliki
tingkat ketelitian tinggi, neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai batas
0,0001 g. Beberapa hal yang perlu diperhatikan bekerja dengan neraca ini adalah:
* Neraca analitik digital adalah neraca yang sangat peka, karena itu bekerja dengan
neraca ini harus secara halus dan hati-hati.
* Sebelum mulai menimbang persiapkan semua alat bantu yang dibutuhkan dalam
penimbangan
*Langkah kerja penimbangan yang meliputi:
a. Persiapan pendahuluan alat-alat penimbangan, siapkan alat dan zat yang akan
ditimbang, sendok, kaca arloji dan kertas isap.
b. pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca meliputi: periksa kebersihan neraca
(terutama piring-piring neraca), kedataran dan kesetimbangan neraca.
c. penimbangan, dapat dilakukan setelah diperoleh keadaan setimbang pada neraca
dan timbangan pada posisi nol, demikian pula setelah penimbangan selesai posisi
timbangan dikembalikan seperti semula

B. KALIBRASI NERACA DIGITAL

a. Pengontrolan Neraca Digital

Timbangan/Neraca dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang


sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr.
Timbangan/Neraca digital, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur.
Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, hanya dapat bekerja pada batas
temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum
menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Penyimpangan
berat dicatat pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum
pula berapa kali timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama
sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).

b. Penanganan Neraca

Kedudukan timbangan harus diatur dengan sekrup dan harus tepat horizontal
dengan “Spirit level (waterpass) sewaktu-waktu timbangan bergerak, oleh karena itu,
harus dicek lagi. Jika menggunakan timbangan elektronik, harus menunggu 30 menit
untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, anda
hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.Timbangan harus
terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika
perlu lakukan koreksi. Setiap orang yang menggunakan timbangan harus merawatnya,
sehingga timbangan tetap bersih dan terawat dengan baik. Jika tidak, si-pemakai
harus melaporkan kepada manajer lab. Timbangan harus dikunci jika anda
meninggalkan ruang kerja.

c.Kebersihan Neraca

Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan
menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas
(tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan,
kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat
dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan
air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah
dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NERACA DIGITAL


 Kelebihan daripada neraca digital adalah penyimpanannya yang tidak memerlukan
ruang yang luas, hasil penimbangannya akurat, hanya tinggal melihat display angka
yang tertera di neraca, dan pengukurannya secara langsung, tepat dan benar. Neraca
digital memiliki fungsi lebih sebagai alat ukur, diantaranya neraca digital lebih
akurat, presisi, dan akuntable (bisa menyimpan hasil dari setiap penimbangan). Selain
itu dengan adanya tingkat ketelitian yang tinggi maka hal tersebut dapat
meminimalkan kesalahan dalam pengambilan media yang dibutuhkan.

 Kekurangannya adalah neraca ini sensitif terhadap udara dan tekanan, sehingga
mempengaruhi keakuratan hasil penimbangan. Neraca digital analitik merupakan
neraca yang sangat peka, karena itu bekerja dengan neraca ini harus secara halus dan
hati-hati. Neraca ini sangat sensitif sekali terhadap getaran dan faktor lain dari luar
yang mengganggu hasil pengukuran.

D. PROSEDUR PENGOPERASIAN
 Prosedur pengoperasian neraca analitik digital terdiri dari :
1. Keadaan neraca harus siap pakai
2. Neraca harus bersih (terutama piring-piring neraca)
3. Anak timbangan dalam keadaan lengkap
4. Persiapan pendahuluan terhadap alat bantu penimbangan
5. Pemeriksaan kedataran neraca dan kesetimbangan neraca
6. Pekerjaan penimbangan dan perhitungan hasil penimbangan
7. Melaporkan hasil penimbangan
8. Mengembalikan neraca pada keadaan semula

 Proses Pengukuran :
1. Pastikan bahwa timbangan sudah menyala.
2. Pastikan timbangan menunjukkan angka ”nol”( jika tidak perlu di koreksi).
3. Letakakan benda yang massanya akan diukur pada piringan tempat benda.
4. Baca skala yang tertera pada display digital sesuai skala satuan timbangan
tersebut.
5. Untuk pengukuran yang sensitivitasnya tinggi perlu menunggu 30 menit, karena
hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan.

E. LANGKAH KERJA MENGGUNAKAN NERACA DIGITAL


Langkah kerja penimbangan dengan neraca analitik meliputi:

1. Persiapan alat bantu penimbangan


Untuk menimbang zat padat diperlukan:
• Kaca arloji yang kering dan bersih, digunakan untuk menampung kelebihan zat yang
ditimbang, karena kelebihan zat tidak boleh dikembalikan ke botol zat.
• Sendok (biasanya sendok plastik)
• Kertas isap untuk memegang tempat menimbang pada saat
memasukan/mengeluarkan alat timbang (dan zat) ke atau dari dalam neraca
• Botol timbang sebagai tempat penimbangan
• Zat yang akan ditimbang dan setelah penimbangan selesai, botol zat harus
dikembalikan ke tempatnya.

1. Pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca adalah:


• Pemeriksaan kebersihan neraca terutama piring-piring neraca dapat dibersihkan
menggunakan sapu-sapu yang tersedia dalam neraca
• Pemeriksaan kedataran neraca dilakukan dengan cara melihat water pass, dengan
mengatur sekrup pada kaki neraca sehingga gelembung air di water pass tepat berada
di tengah
• Pemeriksaan kesetimbangan neraca yang dilakukan dengan membiarkan dahulu
pointer bergoyang ke kiri dan ke kanan beberapa kali. Jika goyangan maksimum ke
kiri dan ke kanan kira-kira sama jauh maka neraca dalam keadaan setimbang.

3. Cara menggunakan neraca analitik


• Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
• Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
• Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
• Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut.

F. GAMBAR KERJA
Terlampir

G. DATA PENGAMATAN
Sampel alat : Neraca Digital AND 300i
No Pengamatan Keterangan
1. Massa maksimal yang dapat ditimbang 300 x 0,1 gram
2. Ketilitian neraca digital 0,001 gram
3. Terdapat beberapa tombol  Tombol on/off : untuk
menghidupkan atau mematikan
mesin timbangan
 Tombol Zero : untuk
menstabilkan (clear)
 Tombol Mode : untuk awal dan
akhir pemrograman
 Tombol print : untuk mencetak
hasil
4. Terdapat layar LCD Untuk melihat hasil nilai massa
benda yang ditimbang
5. Terdapat waterpass Untuk melihat kestabilan neraca
6. Lempeng timbang Untuk menempatkan benda yang
akan ditimbang
7. Sekrup bawah neraca Untuk menstabilkan timbangan.
8. Kabel Untuk mengalirkan arus listrik

H. PEMBAHASAN
Dari praktikum pengamatan dan dalam menggunakan neraca digital terdapat
pembahasan yaitu :
1. Kebersihan neraca yang telah digunakan kurang diperhatikan sehingga terdapat
banyak noda yang telah mengering disekitar neraca digital.

I. KESIMPULAN
 Neraca digital AND 300i masih layak digunakan dengan beban maksimal penimbangan
300 gram dan ketelitian sebesar 0,001 gram, walaupun perlu diperhatikan dari segi
kebersihan neraca.

Anda mungkin juga menyukai